Date:

Share:

PMDG Bina Calon Guru Melalui Penugasan

Related Articles

Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI) 2026 turut berpartisipasi sebagai pembantu panitia ujian semester kedua tahun ajaran 1446-1447/2025-2026. Tujuannya untuk mengisi waktu luang juga mempermudah jalannya ujian siswa kelas 1 – 5. Langkah tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan yang telah menjadi ciri khas sistem pendidikan PMDG.

Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., menegaskan bahwa secara teori siswa kelas akhir sudah matang untuk menjadi guru. Karena telah melewati berbagai macam kegiatan seperti Tarbiyah Amaliyah, pengajar pelajaran sore dan pengawas latihan pidato. Oleh karena itu mereka sudah diberi kesempatan untuk membantu pondok di sektor-sektor tertentu.

’’Kelas 6 juga secara teori sudah, belajar ilmu tarbiyah dari kelas 3, terlebih kemarin sudah tarbiyah amaliyah dan bermacam kegiatan lainnya dengan demikian, ini adalah persiapan mereka untuk betul-betul menjadi guru, Meskipun tanpa kelas 6 pun akan lebih lancar ujiannya, Itulah harga pendidikan.’’ Ujar beliau.

Fahreza Abdan, salah satu Siswa Kelas Akhir KMI 2026, menyampaikan bahwa keterlibatan ini memberikan pengalaman baru yang berbeda dari rutinitas belajar di kelas. Ia mengaku mulai memahami bagaimana sistem ujian yang dijalankan pondok ini dan unit usahanya.

“Dengan dilibatkannya kelas enam sebagai pembantu panitia ujian dengan begitu saya dapat memahami sistem ujian yang telah saya rasakan dari kelas 1 int. Dari bagaimana sistem koordinasi unit usaha pondok yang mencangkup skala nasional” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan ini juga bertujuan menghindari santri dari kekosongan aktivitas yang berpotensi menurunkan kedisiplinan. Oleh sebab itu, masa pasca ujian akhir tidak dipahami sebagai waktu bebas tanpa aturan, melainkan sebagai fase pembinaan akhir sebelum kembali ke masyarakat.

Dengan demikian, keterlibatan santri kelas enam sebagai pembantu panitia ujian merupakan pendidikan PMDG terhadapat santri-nya di luar kelas. Melalui pengalaman tersebut, pondok berharap santri mampu membawa nilai tanggung jawab dan kepemimpinan ke dalam kehidupan mereka di masa mendatang.

Kontributor: Faza
Editor: Winka, Alif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles