GONTOR – Pertandingan semifinal Debate Competition dan Munadzarah Al-Arabiyah kembali digelar di beberapa lokasi pada Sabtu (4/10) sore. Suasana kompetisi terasa lebih menegangkan dengan argumen-argumen tajam yang telah disiapkan peserta sejak awal.
Peserta hanya diberi waktu 30 menit untuk mempersiapkan mosi setelah pembagian tema di Aula Pertemuan Gedung Rabithah. Waktu yang terbatas ini menjadi tantangan tersendiri bagi para finalis dalam memahami materi sekaligus merancang strategi debat.
Kontingen Pondok Pesantren Al-Amien dan PMDG Kampus 5 tampil sengit dalam semifinal kali ini. “Pertandingan ini berbeda dengan yang lain. Lawannya berat dan debat harus menggunakan bahasa Inggris, jadi saya harus memperhatikan bukan hanya isi debat, tetapi juga tata bahasa dan kosakata yang belum saya kuasai,” ujar Vadya Satria, salah satu peserta Debate Competition.

Saling sanggah dari kedua tim kian memanaskan suasana. “Seluruh peserta sangat antusias menyanggah argumen yang dianggap keluar dari mosi, bahkan sampai melewati waktu interupsi yang diberikan,” kata Fernaldo Wafdan, timekeeper debat saat itu.
Debat berlangsung lebih dari satu jam tanpa mengurangi semangat kedua tim untuk mengemukakan ide-ide baru. Dewan juri yang terdiri dari pakar bahasa Inggris dan guru senior Gontor tampak serius mencatat jalannya perdebatan.
Setelah seluruh pembicara menyampaikan argumennya, masing-masing tim diberi kesempatan dua menit untuk menyampaikan kesimpulan. PMDG Kampus 5 akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak final.

Final akan digelar esok hari di main stage Gontor Language Championship (GLC), mempertemukan PMDG Kampus 5 dengan PMDG Kampus 4. Pertarungan ini menjadi laga yang paling ditunggu oleh seluruh kontingen.
(Berita : Faza, Foto : Irsyadul, Irfan, Zulfa, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
PMDG Kampus Pusat Juarai Cabang Lomba Spelling Bee GLC 2025
Final Arabic and English Singing, Ajang Adu Vokal dan Ekspresi Seni Multibahasa