GONTOR – Dalam rangka menyambut Festival Film Santri sebagai bagian dari Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), staf Gontor TV menyelenggarakan kegiatan seminar sinematografi dan penulisan naskah bersama pasangan profesional di dunia perfilman, Bambang Sugianto dan Lintang Sugianto. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Ahad (29/6) hingga Senin (30/6), dan diikuti oleh para guru dan santri yang aktif dalam bidang seni film dan multimedia.
Seminar dilaksanakan secara intensif dan padat, memadukan teori dan praktek langsung. Dalam seni sinematografi, Bambang Sugianto menekankan pentingnya bahasa visual dalam film. “Film itu adalah bahasa gambar. Kalau di film banyak dialognya justru salah. Bagaimana caranya tanpa dialog penonton bisa paham (apa yang ingin disampaikan),” ungkapnya, menyoroti bahwa kekuatan sinematik terletak pada kemampuan visual bercerita tanpa perlu banyak kata.

Sementara itu, Lintang Sugianto membawakan materi seputar penulisan naskah dan skenario film. “Skenario adalah ibunya film. Kualitas skenario kalian menentukan bagus-tidaknya film kalian,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa proses kreatif penulisan dimulai dari ide yang kuat, premis yang tajam, hingga treatment yang menjadi jembatan menuju scenario utuh. “Film itu fiksi yang kita geret ke dunia nyata. Buatlah premis yang tidak tanggung,” tambahnya.
Dalam sesi praktek, para peserta diajak mengembangkan ide cerita, Menyusun premis, hingga membuat treatment dan skenario. Struktur cerita tiga babak – pengenalan, konflik, dan resolusi – dijadikan kerangka utama penulisan, dengan penekanan pada rising time, puncak konflik, dan cara menjaga emosi penonton agar tetap terlibat dalam alur film.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan intensif bagi para santri dan guru di bidang perfilman, sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Film Santri yang akan digelar dalam rangka 100 tahun usia pondok. “Melalui kegiatan ini, kualitas peserta dalam bidang seni film diharapkan dapat berkembang, dan mampu menghasilkan karya-karya sinematik yang kuat secara konsep dan teknik,” tutur salah satu staf Gontor TV.

Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan pengalaman luar biasa yang dibagikan oleh pemateri, seminar ini menjadi titik awal lahirnya generasi kreatif santri yang mampu berbicara lewat bahasa gambar dan ide yang tajam.
(Berita : Ghazi, Foto : Staf Gontor TV, Reviewer : Winka, Alif)
Related Articles :
Seminar Sharing Mujawadah dan Murottal: Menyatukan Cinta Al-Qur’an dalam Satu Suara
Seminar Mushaf Al-Qur’an: Mengupas Standar Nasional dan Digitalisasi
Seminar Peningkatan Minat Pendidikan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Oleh KKNT Unida Gontor