Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al Ustadz Sabar, S.Ag., M.H., di Masjid Jami’ PMDG pada Kamis, 9 Ramadhan 1447 H/ 26 Februari 2026 M.
- Setiap detik dan menit tidak terpisahkan dari nikmat Allah. Allah memilih kita dari sekian banyak orang untuk merasakan nikmatnya Ramadhan.
- Bersyukurlah atas proses yang telah kita lalui semenjak sebelum menjadi santri hingga menjadi alumni pesantren.
- Berapa banyak orang-orang disekitar kita tidak bisa merasakan bulan Ramadhan.
- Maka haruslah bagi kita untuk bisa memanfaatkan nikmatnya bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya salah satu cara-nya ialah dengan berberpuasa.
- Bersyukurlah jika kita tidak bersyukur maka kita akan menjadi orang yang kufur.
- Bukan hanya ritual tahunan tapi ini merupakan bulan Pendidikan dan penggemblengan. Diawal-awal ini kita digembleng untuk menentukan pondasi, karena segala sesuatu bergantung pada pondasinya. Jika pondasinya kuat maka sebuah bangunan juga akan ikut kuat.
- Hayatilah bulan Ramadhan ini, karena itu merupakan madrasah roohaniyyah yang sangat sistematis dan berangsur.
- Bulan Ramadhan ini sebagai pembersih dan penumbuh jiwa kita. Maka haruslah kita menggunakan itu dengan baik.
- Suatu ibadah seperti shalat dan puasa jika kita menganggapnya sebuah kebutuhan dan kesyukuran, maka tidak akan berat untuk melakukannya.
- Madrasah Ramadhan ini akan mendidik hati, apabila sesuatu dianggap beban akan terasa berat. Apabila sesuatu dianggap kesyukuran akan terasa ringan.
- Kita menganggap bahwa orang-orang berpuasa adalah orang yang sehat lahir dan batin sehingga kita mengungkapkan rasa kesyukuran.
- Ucapan rasa syukur dan hal paling pertama yang dapat kita lakukan di pondok ini adalah kepada orang tua. Karena orang tua banyak mengharapkan kepada anaknya saat masuk pesantren.
- Ketika kita bersyukur agar jangan lupa dengan wasa’il, atau wasilah yang menyampaikan semua itu kepada kesuksesan.
- Seluruh kegiatan dan Pendidikan di pondok ini bukan hanya menyampaikan ilmu atau iishaalul ma’lumaat, tapi juga penerapannya.
- Seorang guru yang mengajari muridnya tentang man jadda wajada jika disampaikan lewat mulut saja dua detik saja cukup, tetapi yang sulit adalah menjadikan seorang murid itu jiddiyyah, karena membutuhkan dua sampai tiga tahun. Bukan hanya menyampaikan ilmu, namun juga mendidik pribadi.
- Kesyukuran itu bukanlah akhir dalam suatu hal, tapi merupakan awal yang baik.
- “Jikalau kalian bersyukur dalam hal kecil atau sedikit, maka akan ku berikan suatu kenikmatan dalam hal yang besar dan Panjang”.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 6 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Kuliah Shubuh 7 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag.
Kuliah Shubuh 8 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Masykur Hasan, S.H.I., M.Pd.