Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., di Masjid Jami’ PMDG pada Selasa 14 Ramadhan 1447 H/3 Maret 2026 M.
- Lain syakartum laaziidannakum wa lain kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid (Sungguh, jika kamu bersyukur, maka pasti kutambah nikmatku. Dan sungguh, jika kamu kufur, sesungguhnya adzabku sangatlah pedih).
- Alhamdulillah atas nikmat Allah, dan jangan sampai dihitung secara nominal, karena, jika kalian bersyukur, maka akan ditambahkan oleh Allah segala nikmatnya.
- Karena umur kita pendek, maka kita harus mengharapkan banyak kepada Allah, bersyukur bisa hidup sehat wal afiat.
- Lailatul qadr adalah malam yang kebaikannya lebih besar dari seribu bulan, diisi dengan banyak-banyak ibadah.
- Jika kita mendapatkan malam lailatul qadr, maka kita akan mendapat keberkahan melebihi masa hidup kita. Maka, jangan sampai kita menyianyiakan bulan Ramadhan ini.
- Rasulullah SAW ketika datangnya bulan ini, beliau berkhutbah di hadapan umatnya, bahwasannya bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan.
- Kita, sebagai seorang muslim, hal yang harus dilakukan ketika datangnya bulan suci ini adalah mentadabburinya, mensyukurinya, dan memujinya.
- Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan tetapi menyia-nyiakan ibadah lainnya, sampai Al-Qur’an tidak dikhatamkan, tarawih masih ngantuk dan lain-lainnya, maka dia termasuk orang yang rugi.
- Mumpung, masih ada Ramadhan, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
- Apa arti dari kata Ramadhan? Dari kata Ramdhan yang artinya padang pasir, panas yang akan membakar dosa-dosa kita.
- Wa saari’uu, dan bersegeralah, ila maghfirotin, menuju pengampunan, yang artinya fastabiqul khoirot, atau berlomba-lomba dalam hal kebaikan.
- Laa taqrobuu maala-l-yatiim wa la taqrobuu-z-zina, jangan dekat-dekat dengan harta anak yatim dan zina karena itu semua akan menjerumuskan kepada dosa. Itulah islam melarang kita untuk mendekati hal-hal yang buruk.
- Sesungguhnya manusia itu berdosa dan sebaik-baiknya dosa adalah yang bertaubat setelah melakukannya.
- Kalau setelah melakukan dosa kemudian mengingat nama Allah dan memohon pengampunan kepadanya maka itulah sebaik-baiknya manusia.
- Surga itu darajaat memilki makna ke atas, kalau neraka itu darakah artinya ke bawah. Betapa indahnya agama islam ini yang memberikan hidayahnya kepada manusia dengan sebaiknya.
- Jangan mengira dosa itu hanya di balas di akhirat saja, tetapi di dunia juga terdapat pengaruh-pengaruh dosa atau akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan.
- Ketika kita berada di akhirat kelak, kita akan meronta dan meminta kepada Allah karena perbuatan-perbuatan kita yang kurang baik, dan meminta untuk kembali ke dunia dan memperbaikinya. “Seandainya saya dihidupkan kembali maka saya tidak akan berbuat dosa dan maksiat”.
- Jangan putus asa untuk berdoa dalam meminta pertolongan kepada Allah, karena pertolongan Allah pasti akan datang kepada hambanya yang bertakwa.
- Kalau titik-titik hitam (dosa) terus menerus berkumpul di hati seseorang, maka akan menjadi noda hitam yang banyak.
- Dahulu, bapak kita tidak bekerja tetapi sering berbagi dan bersedekah untuk kelancaran nikmat yang diberikan kepada keturunan mereka nanti.
- Sesungguhnya maksiat itu membawa sial.
- Jika kalian beribadah kepada Allah pasti Dia akan menampakkan cahaya di wajahnya pada hari kiamat nanti.
- Cahaya anak sholeh akan sampai kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa.
- Kalau sudah diingatkan dengan kesalahan maka harus menjadi yang lebih baik, melakukan perbaikan dalam diri tersebut.
- Buktikan kebaikan di bulan Ramadhan. Yang masih bermalas-malasan, suka berbohong, dan suka bermaksiat maka di bulan Ramdhan ini adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan dan memperbaiki itu semua.
- Rasulullah jika berkumpul di suatu majlis beliau beristighfar selama tiga puluh tiga kali untuk melebur dosa.
Notulen: Hilmi, Cheviq
Related Articles:
Kuliah Shubuh 10 Ramadhan 1447 H, Al- Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed.
Kuliah Shubuh 11 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc.
Kuliah Shubuh 13 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Muhammad Syuja’i, S.Ag.