Date:

Share:

Menginspirasi : Ahmad Fuadi Bagikan Kisah Menulis Negeri Lima Menara di Sesi Kedua PELITA

Related Articles

Penulis novel Negeri Lima Menara, Ahmad Fuadi, menjadi pembicara pada sesi kedua Pekan Literasi Santri (PELITA) di New Balai Pertemuan Pondok Modern (New BPPM), Senin (12/10/26) siang. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu berbagi perjalanannya menulis Trilogi Negeri Lima Menara untuk memotivasi santri agar semangat menulis.

Dengan tema “Dari Santri Menjadi Inspirasi”, Fuadi memaparkan materinya selama dua jam. Ia menyampaikan bahwa santri Gontor dapat berkeliling dunia melalui tulisan. Sejauh ini, ia telah mengunjungi 68 negara. Dalam paparannya, ia juga berulang kali menggaungkan man jadda wajada sebagai kunci perjuangan.

Fuadi mengungkapkan bahwa salah satu alasan ia dapat berangkat ke Amerika Serikat adalah ketertarikan pihak University of California, Berkeley, terhadap karyanya. Menurutnya, kampus tersebut tertarik pada kehidupan pesantren yang sederhana, bahkan menjadikan bukunya bacaan wajib di salah satu mata kuliah.

“Kenapa saya ke sana? Mereka kagum dengan kehidupan pesantren yang sangat sederhana,” ujarnya.

Selain itu, menurut Fuadi, pembaca di Amerika Serikat menyukai novel tersebut karena alurnya diceritakan secara runtut.

Tingginya minat pembaca di luar negeri membuat novel itu telah diterjemahkan ke sejumlah bahasa. Salah satunya bahasa Arab, yang dalam waktu dekat akan terbit di Mesir.

Di akhir paparan, Fuadi menegaskan bahwa tulisan yang dihargai bukan sekadar cerita, melainkan cerita yang jarang diketahui orang lain. Menurutnya, hal itulah yang membuat Negeri Lima Menara diminati banyak pembaca.

Kontributor : Zulfahmi, Panitia PELITA 2026

Editor : Johanysah, Faza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles