Bertepatan pada Jum’at (20/2) sesi ke-10 Pembekalan intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI) dilanjutkan. Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sesi ini menghadirkan dr. Iqbal Musyaffa, MARS sebagai narasumber yang kompeten dalam bidang kedokteran.
Pada kesempatan yang berharga beliau menyampaikan kisah perjalanan hidupnya. Kisahnya sangat inspiratif bagi generasi muda yang ingin memadukan pendidikan, kesehatan, dan spiritualitas. Pendidikan awal beliau ditempuh di SDIT Darul Muttaqin, Parung, Bogor. Lalu melanjutkan studinya ke PMDG. Selama menempuh pendidikan di PMDG, beliau sempat mengalami sedikit hambatan. Pengalaman yang menurutnya pahit baginya tidak menjadi alasan untuk putus asa. Hingga lulus dari PMDG pada 2014.

Selepas menempun pendidikan di PMDG beliau melanjutkan studinya di Universitas (Yayasan Rumah Sakit Islam) YARSI Jakarta, jurusan kedokteran. Dedikasinya membuahkan hasil manis,beliau kini berprofesi sebagai dokter dan menjalani pengabdian di sejumlah puskesmas. Tidak berhenti di situ saja,beliau juga menempuh studi Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Respati Jakarta.
Pada sesinya beliau menekankan pentingnya menjaga tubuh di era modern dengan kebiasaan sederhana namun konsisten. Beberapa tips yang beliau bagikan untuk kita yang hidup di era modern ini. Dengan rutin bergerak setiap jam untuk menjaga sirkulasi darah. Selalu mengendalikan pola makan dan kalori. Memperhatikan dan menjaga fungsi organ vital seperti ginjal dengan cukup minum. Untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.

Menurutnya juga, kesehatan fisik dan mental saling terkait. Beliau percaya bahwa pola hidup sehat yang diterapkan secara konsisten akan lebih berdampak. Al-ustadz Iqbal merupakan Dokter yang menggabungkan antara agama dan kesehatan. Dengan pengalaman beliau menjadi seorang sanrti.

Perjalanan hidup Al-ustadz Dr. Iqbal Musyaffa, MARS, menunjukkan bahwa keterbatasan awal bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dari santri yang menghadapi kesulitan akademik hingga menjadi dokter sekaligus motivator kesehatan.
Kontributor: Faza, Edsel, Fayadh, Omar Editor: Winka, Alif, Ghazi














