Home Blog Page 14

Maklumat 1 Ramadhan 1447 Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan maklumat terkait penetapan awal bulan Ramadhan di PMDG, bahwasanya 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Demikian maklumat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Gontor, 30 Sya’ban 1447/17 Februari 2026

Tangis Kesyukuran Pengumuman Hasil Ujian Program Persiapan Calon Pelajar

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 Madusari kembali diselimuti suasana haru dan bahagia. Rabu (4/2), pengumuman hasil Ujian Program Persiapan Calon Pelajar menjadi momen yang dinanti para peserta. Tangis syukur calon pelajar dan wali pecah setelah melalui perjuangan panjang dalam menuntut ilmu.

Acara diawali dengan sambutan dan nasihat dari Bapak Pimpinan, dilanjutkan dengan pengarahan serta penyampaian data calon pelajar oleh Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya dengan pembacaan hasil ujian Program Persiapan Calon Pelajar.

Dalam sambutannya, KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa PMDG mendidik para santri untuk memahami makna menuntut ilmu serta memiliki identitas dan jati diri yang kuat. Beliau juga berpesan kepada para wali calon pelajar bahwa perjuangan pendidikan ini menuntut sikap T-I-T-I-P, yakni Tega, Ikhlas, Tawakal, Ikhtiar dan Percaya.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Alhamdulillah, sebanyak 980 calon pelajar dinyatakan lulus dalam program tahun ini. Selanjutnya, mereka akan disebar ke seluruh kampus PMDG. Raut wajah haru dan bahagia tampak jelas menghiasi seluruh hadirin usai mendengarkan pengumuman tersebut. Insyaallah, mereka akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke kampus masing-masing pada bulan Syawwal mendatang.

Pada penutup acara, KH. Masyhudi Subari, M.A., selaku Direktur KMI, menyampaikan nasihat agar hasil yang diperoleh disyukuri dan diterima dengan penuh keikhlasan. Beliau menegaskan bahwa setiap ketetapan merupakan pilihan terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan demikian, perjalanan mereka akan berlanjut pada fase berikutnya dengan lingkungan dan suasana yang baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kemudahan, dan petunjuk dalam setiap langkah yang ditempuh. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Fotografer: Fatih Ghana, Faiq Fadhil, Faruk Al-Fajri, Andre Rachmat
Drone: Dliya’ Elhaq, Ilham Satya
Berita: Halimul Umam
Penyunting: Rifky Yulian Syah Bagus Baskoro, S.Th.I., M.Ag.

Related Article:
Maklumat Pembukaan Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar 1446-1447/2025-2026

Kajian Subuh Ustadz Bachtiar Nasir Bekali Calon Pelajar Gontor dengan Tadabbur Al-Qur’an

Pengumuman Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar Jalur Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Gelombang ke-10 tahun 2026

0

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Panitia Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dengan ini mengumumkan bahwa pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar Gelombang ke-10 Tahun 2026 akan dibuka dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Sasaran Peserta

Pendaftaran seleksi Beasiswa Al-Azhar diperuntukkan bagi guru alumni PMDG tahun 2025 (Committed Generation) dan 2026 (The Brilliant Generation) yang sedang menjalani serta melanjutkan pengabdian di seluruh kampus PMDG, baik kampus putra maupun putri.

B. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilaksanakan pada tanggal 15–25 Ramadhan 1447 H. Pendaftaran dibuka dan ditutup sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

C. Persyaratan Peserta

Persyaratan peserta Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG adalah sebagai berikut:

  1. Alumni PMDG tahun 2025 dan 2026.
  2. Sedang menjalani pengabdian di kampus-kampus PMDG, baik putra maupun putri.
  3. Melanjutkan pengabdian pada tahun berjalan.

D. Berkas yang Diperlukan

Peserta wajib menyiapkan dan mengunggah berkas-berkas berikut:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Paspor 48 lembar.
  3. Kartu Keluarga.
  4. Akta Kelahiran.
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  6. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Tipe A atau Tipe B.

E. Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peserta melakukan pendaftaran melalui tautan Google Form yang telah disediakan oleh panitia.
  2. Peserta mengisi formulir pendaftaran dengan data yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Peserta mengunggah seluruh berkas persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  4. Pendaftaran dinyatakan sah apabila seluruh data dan berkas telah diisi dan diunggah dengan lengkap.

F. Alur dan Jadwal Seleksi Beasiswa Al-Azhar

Tanggal (Hijriah)Kegiatan
15–25 Ramadhan 1447 HMasa Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar
26 Ramadhan 1447 HSosialisasi teknis ujian (Online)
6 Syawwal 1447 HBatas akhir kedatangan pendaftar beasiswa calon
penerima
7 Syawwal 1447 H Ujian Tulis dan Lisan Seleksi Beasiswa Al-Azhar
9 Syawwal 1447 HPengumuman nama-nama penerima Beasiswa Al-Azhar
Gelombang ke-10
10 Syawwal 1447 H Pengarahan umum pemberkasan Beasiswa Al-Azhar

G. Pelaksanaan Ujian

Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Ujian seleksi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu ujian tulis dan ujian lisan.
  2. Seluruh ujian menggunakan Bahasa Arab.
  3. Materi ujian meliputi mata pelajaran Nahwu, Sharaf, dan Balaghah, serta empat maharah bahasa Arab, yaitu Qira’ah, Kitabah, Qawa’id, dan Istima’.
  4. Durasi ujian tulis adalah 120 (seratus dua puluh) menit, dengan 30 (tiga puluh) menit terakhir digunakan untuk ujian Istima’.
  5. Audio Istima’ diputar sebanyak 3 (tiga) kali, dengan jeda 3 (tiga) menit padasetiap pemutaran.
  6. Tempat pelaksanaan ujian adalah sebagai berikut:
    a. Peserta putra melaksanakan ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat, Ponorogo.
    b. Peserta putri melaksanakan ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri 1.
  7. Seluruh rangkaian ujian seleksi dilaksanakan secara luring (offline).

H. Ketetapan Hasil Seleksi

  1. Penetapan peserta yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai penerima Beasiswa Al-Azhar sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi.
  2. Seluruh keputusan hasil seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

I. Ketentuan Teknis Tambahan

  1. Waktu Pelaksanaan Ujian
    Pelaksanaan Ujian Seleksi Beasiswa Al-Azhar dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Peserta wajib hadir paling lambat 30 (tiga puluh) menit sebelum ujian dimulai untuk keperluan registrasi dan pengarahan.
  2. Ketentuan Kehadiran dan Keterlambatan
    Peserta yang datang terlambat lebih dari 15 (lima belas) menit setelah ujian dimulai tidak diperkenankan mengikuti ujian dan dinyatakan gugur.
  3. Perlengkapan Peserta
    Peserta wajib membawa:
    o Alat tulis pribadi;
    o Identitas diri yang sah.
  4. Ketentuan Ujian Lisan
    Ujian lisan meliputi penilaian kemampuan peserta dalam membaca, memahami, serta menjelaskan materi berbahasa Arab sesuai dengan ketentuan panitia seleksi.
  5. Informasi dan Kontak Panitia
    Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan pelaksanaan ujian seleksi dapat diperoleh melalui panitia seleksi Beasiswa Al-Azhar jalur PMDG sesuai jalur komunikasi resmi yang telah ditetapkan.
    Kontak: 0823-3229-1901
  6. Ketentuan Perubahan Jadwal
    Apabila terjadi hal-hal di luar kendali panitia (force majeure), jadwal dan ketentuan pelaksanaan dapat mengalami perubahan dan akan diumumkan secara resmi oleh panitia.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Diharapkan seluruh calon peserta memperhatikan dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Panitia Seleksi Beasiswa Al-Azhar Jalur PMDG

PMDG Bina Calon Guru Melalui Penugasan

0

Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI) 2026 turut berpartisipasi sebagai pembantu panitia ujian semester kedua tahun ajaran 1446-1447/2025-2026. Tujuannya untuk mengisi waktu luang juga mempermudah jalannya ujian siswa kelas 1 – 5. Langkah tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan yang telah menjadi ciri khas sistem pendidikan PMDG.

Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., menegaskan bahwa secara teori siswa kelas akhir sudah matang untuk menjadi guru. Karena telah melewati berbagai macam kegiatan seperti Tarbiyah Amaliyah, pengajar pelajaran sore dan pengawas latihan pidato. Oleh karena itu mereka sudah diberi kesempatan untuk membantu pondok di sektor-sektor tertentu.

’’Kelas 6 juga secara teori sudah, belajar ilmu tarbiyah dari kelas 3, terlebih kemarin sudah tarbiyah amaliyah dan bermacam kegiatan lainnya dengan demikian, ini adalah persiapan mereka untuk betul-betul menjadi guru, Meskipun tanpa kelas 6 pun akan lebih lancar ujiannya, Itulah harga pendidikan.’’ Ujar beliau.

Fahreza Abdan, salah satu Siswa Kelas Akhir KMI 2026, menyampaikan bahwa keterlibatan ini memberikan pengalaman baru yang berbeda dari rutinitas belajar di kelas. Ia mengaku mulai memahami bagaimana sistem ujian yang dijalankan pondok ini dan unit usahanya.

“Dengan dilibatkannya kelas enam sebagai pembantu panitia ujian dengan begitu saya dapat memahami sistem ujian yang telah saya rasakan dari kelas 1 int. Dari bagaimana sistem koordinasi unit usaha pondok yang mencangkup skala nasional” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan ini juga bertujuan menghindari santri dari kekosongan aktivitas yang berpotensi menurunkan kedisiplinan. Oleh sebab itu, masa pasca ujian akhir tidak dipahami sebagai waktu bebas tanpa aturan, melainkan sebagai fase pembinaan akhir sebelum kembali ke masyarakat.

Dengan demikian, keterlibatan santri kelas enam sebagai pembantu panitia ujian merupakan pendidikan PMDG terhadapat santri-nya di luar kelas. Melalui pengalaman tersebut, pondok berharap santri mampu membawa nilai tanggung jawab dan kepemimpinan ke dalam kehidupan mereka di masa mendatang.

Kontributor: Faza
Editor: Winka, Alif

New BPPM, Wajah Baru Perfotoan OPPM LX dan KGP

0

Jumat pagi (16/1), pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) ke-55 dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15.089, melaksanakan kegiatan perfotoan bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Direktur Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI), Ketua-ketua Lembaga, serta seluruh staff pengasuhan santri dan Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI).

Kegiatan tahunan ini berlangsung di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) sebagai titik utama pengambilan gambar. Sejak pukul 05.00 WIB, para pengurus telah memadati lokasi dengan mengenakan seragam serta atribut organisasi masing-masing. Momentum ini sangat penting bagi pengurus OPPM dan KGP, karena ini merupakan penanda berakhirnya masa khidmah mereka.

Proses persiapan berjalan tertib dan terkoordinasi, yang sejak beberapa hari sebelumnya telah menyusun konsep tata letak, dan alur kegiatan. Periode ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu membuat koreografi barisan bertuliskan “OPPM LX”. Proses pembangunan New BPPM yang hampir rampung menyebabkan perubahan sudut pengambilan gambar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, perubahan tersebut justru menghadirkan perspektif baru yang lebih luas dan representatif, sehingga menambah kesan megah pada dokumentasi organisasi.

Suasana perfotoan semakin hangat ketika Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, hadir di dalam sesi perfotoan ini, serasa momentum ini paling berharga. Menciptakan suasana akrab tanpa mengurangi kekhidmatan acara. Sesi perfotoan kemudian dimulai dengan formasi utama, dilanjutkan dengan koreografi untuk pengurus OPPM. Kemudian perfotoan di depan Majid Jami’ untuk KGP, hingga ditutup dengan perfotoan per-bagian kepengurusan.

Usai sesi utama, Pimpinan PMDG dan para jajarannya pun menuju Balai pertemuan Aligarh guna coffee break, kesempatan ini menjadi momen silaturahmi antara pimpinan PMDG dan para ketua lembaga. Melalui kegiatan ini, OPPM dan KGP berharap dokumentasi yang dihasilkan dapat menjadi arsip berharga yang merekam perjalanan kepemimpinan, tanggung jawab, serta kebersamaan selama menjalankan amanah organisasi di PMDG.

Kontributor: Faza
Editor: Winka, Alif

Ujian Tulis Dimulai, Santri Ditempa Mental dan Kejujuran

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) membuka ujian tulis semester kedua pada Sabtu pagi (24/1) serentak di seluruh kampus. Tahun ini, pembukaan mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di depan gedung New BPPM yang akan segera rampung. Sejak pagi, ribuan santri memadati area tersebut dengan tertib, menghadirkan suasana khidmat sekaligus penuh antusiasme. Gedung New BPPM yang megah memberi nuansa berbeda sehingga pembukaan ujian tulis terasa lebih berkesan.

Dalam sambutannya, Bapak Pimpinan KH.Hasan Abdullah Sahal menekankan pentingnya meningkatkan prestasi lahiriah dan batiniah selama mengenyam pendidikan di Gontor. “Kami bersyukur antum secara batiniyah sudah naik kelas: iman, Islam, dan ihsan,” ujar beliau di hadapan para santri. Beliau juga menegaskan bahwa suasana seperti ini merupakan nikmat yang mahal dan sulit ditemukan di luar lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), KH. Masyhudi Subari, M.A. menekankan pentingnya kesungguhan, kesiapan mental, kejujuran, dan amanah dalam menghadapi ujian tulis. Menurut beliau, kejujuran merupakan inti dan tidak akan terwujud tanpa niat yang baik. Ujian tulis diikuti santri kelas 1 hingga 5 KMI dan berlangsung tertib serta lancar. Usai pembukaan, santri diarahkan menuju ruang masing-masing dengan penuh disiplin.

Selama lebih dari dua belas hari, para santri akan mengikuti rangkaian ujian akademik sesuai tingkatan masing-masing. Proses ini menjadi tolok ukur hasil belajar santri selama satu semester penuh. Di Gontor, santri tidak hanya diuji penguasaan materi, tetapi juga kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Aspek-aspek tersebut berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian santri, sesuai tujuan pendidikan Gontor. Seluruh rangkaian ini mencerminkan pendidikan Gontor yang holistik, terarah, dan berlangsung 24 jam.

Kontributor: Faza, Kevin, Raja, Dzaky
Editor: Winka, Alif

Related Articles :

PMDG Adakan Pengarahan Ujian Lisan, Bentuk Totalitas Pengawalan dan Pendidikan

Jaga Stabilitas Kegiatan, Santri Fokus Persiapkan Ujian

Ujian Tulis Siswa Akhir KMI: Babak Final Menuju Fase Kehidupan Baru

Haflatu-l-Wada’: Momen Perpisahan Siswa Akhir KMI 2025

Intelligence Universe Mencetak Alumni yang Siap Berkontribusi bagi Masyarakat

0

Bertepatan pada tanggal (12/1) hingga (18/1), The Brilliant Generation menyelenggarakan pelatihan kursus yang mencakup berbagai aspek kompetensi personal. Program ini ditujukan khusus bagi Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026, sebagai persiapan menghadapi jenjang kehidupan mereka setelah menyelesaikan masa-masa akhir sebagai santri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Pelatihan ini menghadirkan beragam kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal di dalam kelas, tetapi juga pembelajaran nonformal yang relevan dengan kehidupan nyata. Peserta diberikan pembekalan mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan pengendara saat berlalu lintas hingga cara menjaga keselamatan di jalan raya. Kegiatan ini menekankan pentingnya disiplin, kesadaran diri, dan tanggung jawab sebagai individu, terutama ketika menghadapi dinamika kehidupan di luar pondok.

Selain itu, peserta juga menelusuri sejarah berdirinya PMDG serta memahami sanad keilmuan Trimurti, yang menjadi fondasi penting bagi pendidikan dan tradisi keilmuan di pesantren tersebut. Topik-topik tersebut dibawakan oleh pembicara yang berkompeten di bidangnya, antara lain AIPDA M.Nasrullah Fuad, S.H., M.H, yang menjabat sebagai Kanit Kamsel Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo,  Al-Ustadz Ahmad Ghazaly, Al-Ustadz Khairul Fata Lc., M.Pd., sebagai Dosen Universitas Darussalam (UNIDA), Al-Ustadz Wildan Ali Fikri, dan Al-Ustadz Fariz Wisamul Khair sebagai guru aktif KMI. Kehadiran para pemateri ini memberikan perspektif yang luas, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga wawasan praktik kehidupan yang aplikatif.

Acara ini berlangsung secara intensif setiap 2 hari sekali, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, dengan metode interaktif yang memadukan ceramah, diskusi, dan simulasi. Pendekatan seperti ini memastikan peserta aktif terlibat, sehingga proses pembelajaran tidak hanya bersifat teori semata. Program ini menjadi bukti bahwa PMDG senantiasa berkomitmen mencetak para pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terlatih dalam kompetensi personal dan sosial melalui pendidikan nonformal.

Kegiatan ini diharapkan mampu menyiapkan generasi KMI 2026 menghadapi berbagai tantangan masa depan, baik di tingkat akademik maupun kehidupan sosial, serta menegaskan kembali peran PMDG dalam membentuk karakter santri yang berintegritas dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Kontributor: Faza
Editor: Winka, Alif

Hakikat Identitas Santri di Tengah Perubahan Zaman

0

 Dikutip dari Podcast bersama Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal

Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, dipenuhi teknologi, kecerdasan buatan, dan ombak informasi, kata identitas semakin kehilangan maknanya. Dalam podcast bertajuk “Hakikat Identitas Santri”, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH. Hasan Abdullah Sahal, mengajak masyarakat, khususnya santri dan alumni Gontor, untuk bermuhasabah diri.

Bagi Kiai Hasan, identitas adalah inti kemanusiaan, bukan sekadar aksesoris sosial. “Identitas itu mutlak. Manusia yang tidak punya identitas, bukan manusia,” tegas beliau. Dalam dunia pesantren, identitas santri tidak hanya merujuk pada status “pernah mondok” atau “alumni”. Identitas santri adalah nilai, terutama dalam belajar. Santri datang kepada kiai untuk menuntut ilmu. Dari situlah lahir etika dasar al-adabu qobla al-fahmi, beradab sebelum paham.

“Kiai itu tuan rumah, santri adalah tamu,” kata Kiai Hasan. Dalam diri seorang santri, prinsip memuliakan ilmu dan ulama, ikraamu-l-’ilmi wa-l-’ulama, harus tertanam kuat. Meski santri berbeda pendapat dengan kiai, bukan berarti adabnya hilang. “Boleh beda, tapi ikraamu-l-’ilmi-nya tetap,” tambah beliau.

Mengikuti kiai, atau orang yang berilmu, bukan berarti mematikan nalar. Kiai Hasan mengingatkan bahwa santri memang mengikuti dan patuh, tapi bukan taqliidu-l-a’ma (mengikuti tanpa tahu arah). Identitas santri justru menuntut kecerdasan, pikiran kritis, dan nurani bersih.

“Kebenaran itu bukan milik siapa-siapa, hanya milik Allah semata,” ujar Kiai Hasan. Menurut beliau, kiai ataupun seorang pemimpin tidak boleh anti kritik, selama disampaikan dengan baik dan bertanggung jawab.

Dalam pandangan Kiai Hasan, kekuatan pesantren terletak pada keteladanan. Kiai tidak hanya mengajar di papan tulis, tapi kehidupannya adalah keteladanan bagi para santri. Dari sanalah didapatkan barokah, bukan dari kiai, melainkan dari amal shaleh sang kiai. “Kalau ada santri minta barokah ke kiai, itu benar-benar salah. Barokah itu dari Allah, melalui amal shalehnya kiai.”

Dalam menyoroti perkembangan zaman, Gontor tidak pernah menutup mata. Teknologi, media, bahkan kecerdasan buatan (artificial intellegence) diakui memang membawa peluang, namun juga resiko. “Perkembangan itu ada yang positif, ada yang negatif, ada yang di antara keduanya,” jelas Kiai Hasan. Karena itu, kunci bagi santri untuk menyambut kondisi tersebut adalah cerdas dalam bersikap.

“Perubahan tidak bisa di-stop. Tapi, ada yang tidak boleh berubah, ada yang boleh berubah, dan ada yang harus berubah.” Di sinilah nurani berperan. Kiai Hasan menjelaskan bahwa nurani adalah kecerdasan hati. Menurut beliau, banyak orang justru meninggalkan nurani kemanusiaan dan mendukung kepalsuan di dunia modern. Santri pun dituntut untuk selektif, tidak silau oleh tren ataupun minder karena dianggap ketinggalan zaman.

“Kalau zamannya jelek, jangan diikuti,” tegas Kiai Hasan, singkat dan jelas. Krisis adab, jatuhnya akhlak, hingga kekacauan sosial, menurut beliau, disebabkan manusia jauh dari Al-Qur’an, ilmu, dan ulama. “Sekarang ada laki-laki malu menjadi laki-laki, ada perempuan malu menjadi perempuan. Padahal al-Islamu diinu-l-fitrah (Islam adalah agama fitrah).”

Di tengah situasi seperti itu, pesantren hadir sebagai benteng. Ia menjaga fitrah, menanamkan makna kehidupan, dan membentuk karakter seorang manusia sejati. Kiai Hasan membandingkan jalan hidup pesantren dan sekolah konvensional, tanpa merendahkan satu pihak. “Betapa orang yang mau masuk surga, tidak perlu ijazah,” menekankan bahwa tujuan akhir pendidikan adalah untuk hidup penuh arti, bukan hanya formalitas mendapatkan pengakuan orang lain.

Santri, menurut Kiai Hasan, sejatinya sudah dibekali semua yang dibutuhkan: kecerdasan intelektual, hati nurani, dan berbagai potensi lainnya. Mereka hanya perlu menentukan bagaimana hal-hal tersebut digunakan.

Podcast tersebut ditutup dengan pesan yang sangat dalam, meski terdengar sederhana, tentang menjadi orang yang terhormat. “Jati diri, bina diri, harga diri, tahu diri, jaga diri, tahan diri,” ujar Kiai Hasan. “Bukan kita melebihi orang lain, tapi berusaha menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya.”

Kontributor: Ghazi, Editor: Winka, Alif

Ujian Lisan: Pendidikan Akademik dan Mental di Gontor

0

Hasil dari wawancara dengan Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.

Ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pembentukan karakter santri. Sejak berdirinya Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), ujian tidak hanya diposisikan sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi sebagai proses pendidikan itu sendiri. Salah satu bentuk evaluasi yang menjadi ciri khas dan identitas KMI adalah ujian lisan.

Ujian lisan merupakan metode evaluasi akademik langsung yang berbasis interaksi antara penguji (guru) dan yang diuji (santri). Melalui dialog dua arah, penguji dapat mengukur secara langsung penguasaan materi, kerapian cara berpikir, kemampuan berbahasa, hingga keberanian santri dalam menyampaikan gagasan. Santri yang memiliki pemahaman yang baik akan mampu menjawab pertanyaan secara runtut, sistematis, dan argumentatif.

Berbeda dengan ujian tulis yang lebih menekankan aspek konseptual dan analitis, ujian lisan menguji dimensi keilmuan sekaligus mental. Ujian lisan menjadi sarana pendidikan intelektual dan pembentukan mental secara bersamaan.

Strategi penyelenggaraan ujian lisan dan ujian tulis di KMI memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Ujian tulis lebih tepat digunakan untuk materi-materi yang membutuhkan analisis mendalam, penjabaran konsep, dan pemikiran tertulis. Sementara itu, ujian lisan difokuskan pada kompetensi inti santri KMI, yakni Al-Qur’an dan praktik ibadah, serta penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Sebagai santri, menguasai Al-Qur’an merupakan fondasi utama. Tidak hanya kemampuan membaca, tetapi juga tajwid, serta pemahaman dan praktik ibadah. Oleh karena itu, ujian Al-Qur’an dilaksanakan di seluruh jenjang pendidikan KMI, dari awal santri masuk hingga kelas akhir. Di samping itu, bahasa Arab dan Inggris menjadi identitas sekaligus kekuatan strategis Gontor. Dengan bahasa Arab yang baik, santri akan lebih mudah memahami Al-Qur’an, hadis, dan disiplin ilmu keislaman lainnya. Sementara penguasaan bahasa Inggris membuka wawasan, akses referensi, dan cakrawala berpikir yang lebih luas.

Pelaksanaan ujian lisan yang didahulukan sebelum ujian tulis bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan strategi pendidikan untuk membentuk malakah, yaitu penguasaan materi secara matang. Melalui ujian lisan, santri dipacu untuk benar-benar memahami dan menguasai pelajaran, kemudian mengekspresikannya secara lisan. Proses ini menjadi bekal penting sebelum menghadapi ujian tulis, yang pada dasarnya merupakan penguatan dan pengulangan dari materi yang telah dikuasai sebelumnya. Dengan demikian, santri dilatih agar cakap berbicara sekaligus terampil menulis.

Dalam ujian lisan, yang dinilai bukan semata-mata benar atau salahnya jawaban, tetapi keseluruhan proses berpikir santri. Mereka dituntut untuk menjawab sesuai pertanyaan, menyampaikan alasan, dan berargumentasi dengan baik. Bahkan, tanpa disadari, santri dilatih melalui berbagai tingkatan berpikir, dari yang sederhana hingga analitis dan kompleks. Pertanyaan-pertanyaan seperti limaadza (mengapa), maa ra’yuka fii hadza (apa pendapatmu), atau maa hujjatuka (apa alasanmu) mendorong santri untuk berpikir kritis dan reflektif.

Lebih dari itu, ujian lisan juga berfungsi sebagai ujian mental. Santri dilatih keberanian, kemandirian, dan kesiapan menghadapi tekanan. Model ujian satu santri diuji oleh beberapa penguji adalah bagian dari pendidikan mental agar santri terbiasa menghadapi tantangan, bersikap tenang, dan mampu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

Keterlibatan Siswa Akhir KMI sebagai penguji merupakan bagian penting dari proses kaderisasi. Gontor sebagai lembaga pendidikan calon pemimpin menempatkan kaderisasi sebagai fungsi utama pendidikan. Melalui keterlibatan ini, siswa akhir belajar mengajar, menilai, dan bertanggung jawab, sebagai bekal mereka menjadi pendidik dan pemimpin di masa depan. Secara teori dan praktik, mereka telah dipersiapkan melalui pelajaran tarbiyah dan ujian praktik mengajar.

Pada akhirnya, ujian lisan di KMI merupakan proses pendidikan yang utuh. Ia menjadi sarana al-imtihaanu li-t-ta’allum wa li-t-tarbiyah, ujian untuk belajar dan mendidik. Melalui ujian, santri menyadari kemampuan dirinya, terdorong untuk belajar lebih giat, mencintai ilmu, menghargai waktu, dan memperbaiki kualitas diri.

Dengan demikian, ujian lisan di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah wadah pendidikan yang membentuk keilmuan, melatih kecakapan berpikir, dan menumbuhkan mentalitas santri secara seimbang. Inilah ujian yang tidak hanya mengukur hasil, tetapi membangun proses dan karakter.

Kontributor: Ghazi, Faza, Editor: Winka

Related Articles:

PMDG Adakan Pengarahan Ujian Lisan, Bentuk Totalitas Pengawalan dan Pendidikan

Kegigihan Mewarnai Ujian Lisan Siswa Akhir KMI di PMDG

Pesan dan Nasihat Ujian Lisan, Para Penguji Diarahkan

The Brilliant Generation Abadikan Kebersamaan dalam Perfotoan Bersama

0

Pada Jumat pagi (16/1), seluruh Siswa Kelas Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) 2026, The Brilliant Generation melaksanakan kegiatan perfotoan bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, wali kelas, serta guru-guru pembimbing. Kegiatan ini berlangsung di pelataran antara Gedung Aligarh dan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), yang telah dipersiapkan hampir satu bulan lamanya sebagai titik utama pengambilan gambar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu penanda penting menjelang berakhirnya masa studi pendidikan formal yang telah ditempuh para santri selama beberapa tahun. Sejak pukul 05.00 WIB, para santri tampak telah memadati lokasi dengan mengenakan kemeja dan almamater resmi angkatan. Barisan yang tersusun rapi serta suasana pagi yang masih tenang menciptakan kesan harmonis. 

Proses persiapan perfotoan berlangsung tertib dengan pengaturan koreografi yang telah ditetapkan oleh tim penanggung jawab acara beberapa hari sebelumnya. Panduan berupa kertas instruksi yang telah dibagikan kepada para siswa turut membantu pengomandoan secara sistematis, sehingga memudahkan sesi perubahan formasi tulisan dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Suasana semakin cair dengan hadirnya senyum serta percakapan singkat antara para santri dengan K.H. Hasan Abdullah Sahal, yang turut memberikan beberapa wejangan serta pantun. Sesi perfotoan berjalan lancar, dimulai dengan formasi tulisan “Bright, Bold, Brilliant” dan 12 formasi lainnya. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan mars angkatan dan perfotoan perkelas.

Perfotoan tahun ini memiliki keunikan tersendiri. Proses pembangunan New BPPM yang hampir  selesai mengubah sudut pengambilan gambar, menghadirkan sudut pandang baru pada bidikan kamera tahun ini. Kehadiran maskot The Brilliant Generation turut memperkuat kesan megah perfotoan kala itu, nuansa unik dalam perfotoan angkatan tahun ini juga menambah semangat para santri.

Usai sesi bersama, kegiatan dilanjutkan dengan perfotoan individual bapak Pimpinan PMDG dan guru pembimbing yang dilaksanakan di Gedung Aligarh. Agenda kemudian dilanjut dengan coffee break, menjadi ruang jeda yang hangat untuk silaturahmi dan perbincangan ringan. 

Foto-foto yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi arsip kenangan, bukan hanya merekam wajah dan barisan, tetapi juga menyimpan cerita tentang waktu, proses, serta perjalanan kebersamaan yang telah dilalui.

Kontributor: Faza
Editor: Winka, Alif