Home Blog Page 13

Menyiapkan Alumni 2026 melalui Penguatan Wakaf dan IKPM

0

Bertepatan pada Rabu (18/2) The Brilliant Generation melanjutkan pembekalan intensif, sesi kali ini bertemakan “Pengembangan dan Pemeliharaan Wakaf” serta “Orientasi IKPM”. Pada kala itu sesi dihadiri oleh 2 pembicara yang sangat berkompeten dalam bidangnya.

Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo. S.Ag, selaku ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM). Juga H. Rifat Husni Ma’afi. M.Pd selaku perwakilan Ketua Ikatan Alumni Pondok Modern (IKPM).

Dalam pemamaparanya, Al-Ustadz Ismail memaparkan urgensi pengelolaan wakaf secara profesional dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa wakaf bukan sekadar hal yang dibiarkan begitu saja. Akan tetapi itu merupakan hal yang harus dijaga dan dilestarikan untuk menopang kemandirian lembaga dan kesejahteraan umat. Menurutnya, pengembangan wakaf membutuhkan tata kelola yang jelas, serta berorientasi jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Sementara itu, materi tentang orientasi kealumnian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Rifat menggarisbawahi pentingnya peran alumni dalam menjaga nilai, tradisi, dan visi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Alumni, bukan hanya jejaring sosial, melainkan juga motor penggerak kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pembekalan ini menjadi perantara untuk para calon alumni memahami tentang wakaf dan kekeluargaan PMDG. Calon Alumni KMI 2026 pada sesi kala itu diajak memahami bahwa keberlanjutan institusi tidak dapat dilepaskan dari kekuatan dan dukungan alumni yang solid.

Para peserta sangat mengapresiasi penyampaian materi yang lengkap dan aplikatif. Khususnya terkait silaturahmi PMDG yang tidak pernah terputus walau tak bersama lagi. Juga pemeliharaan wakaf yang baik dan pengembanganya yang begitu pesat. 

Melalui kegiatan ini, The Brilliant Generation berharap tercipta kesadaran tentang pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional dan penguatan peran alumni sebagai mitra strategis dalam pembangunan umat.

Kontributor: Faza, Kholis, Afgan, Abhiraj

 Editor: Winka, AlifGhazi

Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., di Masjid Jami’ PMDG pada Sabtu, 4 Ramadhan 1447 H/21 Februari 2026 M.

  • Jiwa pondok harus disampaikan berulang-ulang, ping sewu.
  • Kamu telah dididik untuk berpegang pada Panca Jiwa. Sekarang, tanyakan pada dirimu, apakah Panca Jiwa sudah tertanam?
  • Keikhlasan adalah Panca Jiwa yang pertama. Dari keikhlasan, segala kegiatan kita akan dihitung sebagai ibadah.
  • Ketika keikhlasan sudah tertanam di dalam hati, maka kita akan tergerak sendiri untuk melaksanakan hal-hal yang baik.
  • Di Pondok dibiasakan bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, ketika sudah tidak di pondok, kebiasaan itu harus terjaga
  • Pahala shalat qabliyyah Shubuh lebih besar dari dunia dan seisinya.
  • Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariyat, “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku.” Hal tersebut menjelaskan identitas manusia sebagai seorang ‘abdullah (hamba Allah).
  • Kita diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dengan do’a kita, dengan hati kita.
  • Sumber Panca Jiwa yang pertama adalah rukun islam yang pertama, yaitu syahadat.
  • Syahadat yang pertama merupakan inti keikhlasan. Kita bersaksi bahwa ktia mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
  • Ibadah yang diperintahkan oleh Allah bukan hanya shalat, zakat, dan haji. Tetapi, semua yang kita lakukan seharusnya merupakan ibadah.
  • Kita belajar ilmu yang banyak sekali karena perintah dari Allah Swt.
  • Belajar, mondok, dan bersekolah di manapun karena Allah, itulah wujud ikhlas.
  • Niat yang ikhlas adalah unsur pokok dalam menyembah Allah.
  • Al Ikhlaashu ruuhul ‘amal (keikhlasan adalah jiwa setiap pekerjaan).
  • Kita melaksanakan segala sesuatu karena Allah. Berbakti kepada orang tua karena perintah dari Allah. Menjadi pejabat dan berlaku adil karena Allah.
  • Kita meninggalkan segala sesuatu yang buruk karena Allah.
  • Syahadatu-t-tauhid wa syahadatu-r-risalah. Syahadatu-t-tauhid artinya mengakui keesaan Allah, sedangkan syahadatu-r-risalah mengakui Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.
  • Di akhirat, tidak ada tempat lagi kecuali surga dan neraka. Kalau mau masuk surga, silahkan tinggalkan fahsya’ dan munkar.
  • Kita diperintahkan untuk beribadah agar bertakwa, dan orang yang bertakwa akan menjadi muflihun (orang-orang yang beruntung/bahagia). Al-Falah artinya keberuntungan atau kebahagiaan.
  • Dengan adzan dan iqamah, kita diingatkan berkali-kali untuk menuju kemenangan.
  • Orang yang akan mendapat al-falah adalah orang beriman, berakhlak sholeh, dan yang membersihkan jiwanya dari dosa-dosa. Sebaliknya, orang yang mengotori jiwanya sendiri adalah orang yang sesat
  • Kita menjaga jiwa kita supaya tenang, menjadi an-nafs al-muthma’innah (jiwa yang tenang). Ketika kita menjadi an-nafs al-muthma’innah, maka kita akan disambut di surga.
  • Shalat menjadikan kita selalu ingat kepada Allah. Dengan mengingat Allah, jiwa kita menjadi tenang.
  • Allah akan menyambut mereka yang beribadah dengan tenang di surga kelak.
  • Nyalakan GPS kehidupanmu, tanyakan sudah sampai mana diri kita.
  • Sebaik-baik manusia adalah yang selalu ingat kepada Allah Swt.
  • Sayangnya, ada orang yang sudah tua tapi tidak tau diri, belum menjadi hamba Allah yang benar. “Wes tuek kok malah petakilan,” kata orang-orang.
  • Saling mengingatkan diri sendiri, kenapa kita dilahirkan di dunia ini, sejak kita lahir, hingga kemudian menjadi hamba Allah yang bahagia.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. di Masjid Jami’ pada Jumat, 20 Februari 2026

  • Dahulu, Buddha adalah agama yang sangat besar di Indonesia. Sebelum akhirnya Islam datang dan berjaya di bumi Nusantara.
  • Menyebarnya agama Islam di Indonesia membuat seluruh dunia takjub. Salah satu faktornya adalah banyaknya majelis ilmu seperti yang sekarang kita lakukan.
  • Tidak hanya itu, doa-doa para kiai dan pendahulu yang terzalimi juga menjadi salah satu faktor banyak yang masuk islam.
  • Rasulullah juga menyampaikan bahwasannya takdir pun akan berubah jika kita berdoa, maka berdoalah di manapun dan kapanpun kalian berada.
  • Contohnya adalah Gontor kita ini. Ini semua karena doa orang-orang terdahulu. Gontor bisa besar sampai saat ini karena ini dulu bermula dari nol.
  • UNIDA bisa sampai tingkatan unggul dan juga hampir internasional, maka jika tidak bisa di luar negeri cukup di UNIDA.
  • Yang diriwayatkan kepada saya dari bapak saya seperti ini, dulu pohon kelapa itu sangat banyak sekali berderet dan KH. Ahmad Sahal lompat dari pohon satu ke pohon lainnya, kemudian diceritakan dongeng-dongeng dan ilmu-ilmu. Lalu diceritakan ke ibu-ibu mereka dan jika mendengar suara dentuman, orangtua mereka menyuruh anak mereka keluar dan menghampiri KH. Ahmad Sahal karena ilmu dan cerita beliau yang sangat bermanfaat. Dan pada akhirnya bisa sampai didirikan TA (Tarbiyatul Athfal).
  • Itu tidak lepas dari doa beliau kepada orang-orang yang menghampirinya agar bisa menjadi orang bermanfaat dan pandai bahasa Inggris dan Arab.
  • Itulah contoh dari desa yang kecil tapi sangat bermanfaat karena berkat doa-doa kiai.
  • Ada orang yang selalu datang shalat Jum’at di Masjid Pusaka sana dan dia berdoa, “semoga salah satu dari mereka adalah anak saya”, 20 tahun kemudian ada anak yang sangat pintar dan mendapatkan juara-juara di berbagai negara, dan ternyata merupakan anak dari orang tersebut.
  • Itulah akibat dari dahsyatnya do’a.
  • Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.
  • Sekarang ini adalah bulan puasa, maka banyak-banyaklah berdoa kerena sekarang ini bulan-bulan berkah dan mudah untuk diijabah.
  • Malam Lailatul Qodar setara dengan seribu bulan, jika dihitung maka kita sudah setara berdo’a sebanyak 30.000 kali doa, dan berdzikir sebanyak 35 juta dzikir.
  • Rasulullah bersabda bahwasannya setiap huruf yang kita baca di dalam Al-Quran itu mempunyai kebaikan 10 kali lipat.
  • Dengan membaca Al-Qur’an banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapatkan lebih dari 20 juta kebaikan.
  • Dan dari kebaikan itulah yang menjadi syafa’at kita nanti di hari kiamat.
  • Amalan-amalan baik itu banyak, setiap rakaat yang kita dapatkan itu menjadi amalan baik.
  • Al-Fatihah dan Al-Baqarah adalah surat yang tidak diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya.
  • Berdoalah yang sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini.
  • Barang siapa yang berdoa sebanyak-banyaknya maka Allah akan mengampuninya.
  • Tidak terhitung ampunan yang diberikan kepada kita.
  • Ketika berdoa, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.
  • Pengabulan doa itu disesuaikan dengan kemampuan kita, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita agar kita tidak melebihi batas yang ada.
  • Perasaan kita yang menjadi perantara dari doa tersebut.
  • Dzikir itu mempunyai pengaruh yang dahsyat bagi kehidupan kita. Kalau seandainya Nabi Yunus tidak bertasbih, maka tidak akan diselamatkan oleh Allah. Tetapi, karena dengan subhanallah itu maka ia diselamatkan dari perut ikan paus.
  • Agar kita selamat dalam perjalanan menuju akhir hayat, shalatlah dengan benar dan khusyu’.
  • Ketika melakukan sesuatu yang disukai Allah, maka itu adalah ibadah.
  • Manusia hidup adalah mereka yang berpikir, sedangkan mereka yang tidak berpikir adalah mayat.
  • Kita sekarang ini di bulan Ramadhan, maka banyak-banyaklah berpikir dan berinisiatif, jangan sampai tidak berpikir dan tidak berinisiatif.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

0

Disampaikan oleh Guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Imam Shobari di Masjid Jami’, Kamis, 2 Ramadhan 1447 H

  • Bersyukur, karena kita dapat melaksanakan shalat shubuh berjama’ah di masjid pada pagi ini.
  • Allah SWT akan melipat-gandakan pahala di bulan Ramadhan.
  • Kuliah shubuh ini sangat penting bagi kita, KH. Hasan Abdullah Sahal membuka kuliah shubuh ini kemarin.
  • Inspirator dalam pendidikan umat modern. Beliau, KH. Ahmad Sahal mondok di pondok salaf, beliau mementingkan tauhid.
  • Kiai Sahal selalu mengingatkan dan mengajarkan perkara Tauhid, karena Tauhid merupakan pondasi agama.
  • Dulu tempat-tempat gelap, oleh karena itu angker. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi karena setannya sudah berkeliaran.
  • Puasa, mementingkan lingkungan berpuasa. Karena, orang yang berpuasa menjaga pondok dengan membuat bi’ah (lingkungan) puasa.
  • Yang melihat KH. Ahmad Sahal berkhutbah disini tinggal sedikit. Dulu, beliau berkhutbah di Masjid Pusaka. Hanya beberapa orang saja yang tinggal di pondok.
  • Sekarang adalah bulan puasa, maka harus berbuat baik sebaik-baiknya.
  • Pondok berpuasa sesuai dengan akidah.
  • Doa, ketika kamu menginginkan berkah, allahumma ahillahu bi-l-yumni, wa-l-imani, wa-s-salamati, wa-l-islami.
  • Hidup itu kalau tidak berkah maka tidak baik. Puasa kita supaya baik harus meminta berkah. Kalau kita meminta berkah, maka Allah akan menunjukkan perbuatan yang baik-baik saja, dengan munculnya hilal, maka kita meminta berkah dengan berpuasa.
  • Oleh karena itu, kita tetap meminta perlindungan dan kebaikan kepada Allah dengan cara meningkatkan iman dan berpuasa.
  • Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan beriman, maka Allah akan menghapus dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.
  • Kita mengamalkan puasa 30 hari penuh supaya mendapatkan berkah dari Allah SWT.
  • Islam juga sama meminta berkah kepada Allah, agar Islamnya berkah.
  • Kita berpuasa bukan karena minta dipuji oleh orang lain, bukan untuk kuat-kuat-an, namun karena perintah dari Allah dan karena Iman dan salah satu dari rukun Islam.
  • KH. Ahmad Sahal, dan KH. Hasan Abdullah Sahal, ketika kuliah shubuh juga menjaminkan tentang kemurnian Tauhid. Akidah adalah ruh.
  • Yang sampai datang setiap hari dan duduk di paling depan banyak yang datang dan tidak mengantuk. Meskipun lama, namun tidak ada yang bergeser dari tempat duduknya sampai selesai, karena KH. Ahmad Sahal kalau berpidato menyenangkan. Dengan nada dan semangat yang luar biasa dan menjiwai dengan betul.
  • Kalau dulu di desa Gontor ini banyak tempat angker, mulai hilang karena sudah didatangi oleh KH. Ahmad Sahal dan hasilnya tidak menemukan apa-apa. Tidak ada sesuatu yang sakti Karena yang maha kuasa adalah Allah SWT.
  • Bukan hanya sampai situ saja, namun dengan apapun yang ragu dalam melakukan akidah. Allah Maha Kuasa, Maha Suci, Maha Benar.
  • Ada orang tidak menuhankan Allah, namun ada yang menuhankan harta. Yang kaya bukanlah manusia, namun yang kaya adalah Allah Swt.
  • Ketika kamu ragu dalam beribadah dan malah menyembah harta, maka tanamkan kata “لَا ”, itulah yang harus diperjuangkan agar kita kalau berjuang kita tidak ragu-ragu.
  • Kalau jihad tidak usah berpaling dan harus fokus dalam perjuangan kita menuju ridha Allah Swt. Niscaya Allah akan menunjukkan jalan-jalan-Nya, bermacam-macam jalan menuju kesuksesan. Maka, orang yang mau sukses harus jihad dan sungguh-sungguh. Sama saja kalau belajar harus sungguh-sungguh, begitupun dalam berlomba dalam permainan harus bersungguh-sungguh.
  • KH. Imam Zarkasyi juga sangat bagus sekali, dengan membaca tashbih, tahmid, dan ishtigfar 33x.
  • Kalau kamu ragu-ragu segera mengatakan subhanallah, karena tidak ada orang yang tidak was-was dan ragu-ragu, dan menyerahkan segalanya kepada Allah Swt. Dengan begitu mulai lega hatinya, tidak takut lagi, tidak pesimis dan minder.
  • Ketika kamu menyebut Subhanallah dan Alhamdulillah tidak hanya setelah shalat, namun kapan saja, sewaktu-waktu tidak hanya 33x.
  • Kalau takut difitnah sebutkan saja subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaha wallahuakbar. Bukan tawaakul tapi tawakkul, kita bersandar kepada Allah. Allah yang menentukan dan oleh memilih yang terbaik.
  • Subhanallah wabihamdihi, subhanallahi-l-adzim. Siti Juwair yang wirit sampai siang dan lama. Dia berkata kalau dia diajari seperti itu. Kalau seperti itu maka pahala yang ditimbang akan lebih dari apa yang dikatakan. Tidak berat untuk mengatakan ini, cukup 3 kali sudah cukup dan tak perlu sampai lama-lama.
  • Subahnallah wabihamdihi, ‘adada khalqihi, wazinata arsyihi, wamidadakalimatih.
  • Semuanya harus mengerjakan kebaikan karena pada bulan Ramadhan ini kita panen pahala, pol-polan. Karena kita sebelumnya sudah menanam dengan berpuasa sebelum bulan Ramadhan, terbiasa dengan shadaqah maka sekaranglah puasa Ramdhan.
  • Harus dikerjakan dengan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaaan yang baik dengan memanen. seperti orang yang menebarkan benih, kemudian harus dirawat terlebih dahulu baru bisa dipanen. Memelihara tanamn kita artinya menjaga ibadah kita.
  • Mulai dari bulan Sya’ban kita sudah menjaga ibadah kita. Kalau dijaga dengan baik, maka bulan Ramadhan ini saat-saat panen.
  • Pada masa ramadhan ini, masa panen ini jangan melakukan hal yang tidak positif.
  • Semoga dalam bulan puasa ini Allah memberikan panen-nan yang melimpah. Itu semua harus dimulai dengan berniat. Itu proses untuk menuju hashoh (hasil panen). Oleh karena itu harus melakukan hal-hal yang baik begitupun di bulan-bulan yang akan datang.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

Berdayakan Aset Wakaf, Gontor Dirikan Lapangan Mini Soccer

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) membangun fasilitas mini soccer dengan nama La Tansa Mini Soccer di atas lahan wakaf miliknya di pusat kota Ponorogo. Proyek ini diluncurkan pada pertengahan Februari 2026.

Lapangan tersebut menggunakan rumput sintetis kualitas premium dan dilengkapi sistem pencahayaan untuk pertandingan malam hari. Fasilitas pendukungnya meliputi kamar mandi, musala, kafe, serta area parkir. Kehadiran La Tansa Mini Soccer ini disebut sebagai yang pertama di Ponorogo dengan standar modern serupa.

Wakil Ketua YPPWPM, Al Ustadz Hanif Hafidz, mengatakan pembangunan ini berawal dari arahan Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, agar lahan wakaf yang belum termanfaatkan dapat dioptimalkan. “Lahan di tengah kota ini sebelumnya belum produktif. Arahan pimpinan agar wakaf dihidupkan menjadi dasar pembangunan fasilitas ini,” ujar beliau.

Menurut Ustadz Hanif, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Lapangan akan diprioritaskan untuk kegiatan santri dan guru. Namun, fasilitas ini juga dibuka untuk masyarakat umum melalui sistem sewa. Hasil pengelolaan akan digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan pondok.

Gontor sebelumnya telah memiliki dua lapangan sepak bola, satu stadion, serta fasilitas basket. Pembangunan Mini Soccer dinilai sebagai penyesuaian terhadap kebutuhan olahraga yang lebih fleksibel dan diminati kalangan muda.

Kiai Hasan menyambut positif penyelesaian proyek ini. Ia menegaskan, fasilitas modern tersebut tetap harus sejalan dengan nilai kepesantrenan. “Yang utama tetap santri dan guru. Fasilitas ini untuk menunjang aktivitas mereka,” kata Hanif menirukan pesan pimpinan.

Dengan proyek ini, Gontor memanfaatkan aset wakaf secara produktif sekaligus menyediakan ruang olahraga yang representatif di pusat kota.

Kontributor: Ghazi, Arya, Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Porpig FC Persembahkan Gelar Juara di Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025

Wujud Pengaplikasian Kemandirian Ekonomi, Gontor Resmikan La Tansa Resto

Siswa Akhir KMI 2026 Wakafkan Lapangan Voli, Bentuk Kecintaan Santri Kepada Pondok

Sesi Ketiga Pembekalan Intensif 2026 Angkat Tema Kristologi dan Kristenisasi

0

Selasa (17/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation melanjutkan sesi pembekalan intensif. Sesi ketiga ini bertema “Kristologi dan Kristenisasi”. Menghadirkan K.H. Syamsul Arifin Nababan sebagai pemateri, dengan tujuan membekali calon alumni KMI 2026 agar siap menghadapi kehidupan bermasyarakat dengan segala dinamikanya.

Pembekalan ini merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan sejak berdirinya KMI. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 santri yang berasal dari berbagai latar belakang suku, karakter, dan daerah, mulai dari Gontor Kampus Pusat hingga Gontor Kampus 6 Riyadhotul Mujahidin. Keberagaman ini tidak menjadi penghalang untuk bersatu, justru mempererat ukhuwah serta menumbuhkan sikap saling memahami perbedaan.

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz K.H. Syamsul Arifin Nababan menceritakan perjalanan hidupnya. Beliau menyampaikan bahwa dirinya bukanlah seorang Muslim sejak lahir, melainkan berasal dari keluarga Nasrani dengan ayah seorang pendeta. Melalui hidayah Allah SWT, beliau mempelajari Islam secara mendalam hingga akhirnya memeluk agama Islam pada tahun 1991.

K.H. Syamsul Arifin Nababan dikenal sebagai pendakwah sekaligus pembina mualaf di Indonesia. Pengalaman mualaf-nya menjadi landasan kuat dalam aktivitas dakwah yang beliau jalani. Setelah mendalami ilmu-ilmu keislaman, beliau aktif mengisi ceramah, tabligh akbar, serta kajian akidah dan sirah Nabawiyah. Selain itu, beliau juga mendirikan dan memimpin Pesantren An-Naba Center di Tangerang Selatan yang fokus pada pembinaan mualaf melalui penguatan akidah, ibadah, serta pendampingan sosial dan spiritual.

Materi yang disampaikan meliputi kajian pandangan dalam kitab-kitab Nasrani serta penjelasan yang menguatkan aqidah Islamiyah. Penyampaian materi dilakukan secara dialogis dan argumentatif, sehingga mendorong santri untuk tetap berpikir kritis. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan para santri, yang kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif antara pemateri dan Siswa Kelas Akhir KMI 2026.

Kontributor: Faza, Kholis, Afghan Editor: Winka, AlifGhazi

Menapaki Jejak Perjuangan Trimurti dalam Pembekalan Intensif

0

Bertepatan pada hari Senin (16/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation menyelenggarakan pembekalan intensif guna mempersiapkan santri menghadapi kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakana sejak berdirinya KMI acara ini diikuti lebih dari 2.000 santri. Berasal dari berbagai macam suku, sifat dan daerah dari PMDG kampus pusat hingga kampus 6 Riyadhotul Mujahidin.

Rentetan pembekalan dibuka oleh direktur KMI, Al-Ustadz K.H Masyhudi Subari M.A, yang menjelaskan tentang ke-KMI-an sekaligus membuka rentetan kegiatan ini. Beliau menerangkan tentang Dasar-dasar di bentuknya kurikulum KMI, sejarah terbentuknya, visi misi hingga alasan mengapa Gontor membentuk KMI.

Beliau sangat menegaskan tentang wujud perjuangan Trimurti untuk membangun dan membuat lembaga pendidikan yang bermutu dan bermutu dan berarti. ”Bondho bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan” itulah ungkapan yang beliau lontarkan. Maka tidak akan ada orang yang berani mengorbankan harta hinnga dirinya jika bukan karena tekad yang kuat.

Perjuangan yang dikeluarkan trimurti bukanlah omong kosong belaka, itu semua bisa kita rasakan dengan sistem yang paten. Sistem yang paten bukanlah hal mudah tanpa keimanan yang kokoh maka dari itu KMI telah didirikan dengan iman yang kuat.

KMI diikrarkan pada 19 September 1936 sebagai sekolah guru Islam tingkat menengah pertama dan menengah atas. Persemaian guru-guru ialah KMI yang mendidik dan mencetak para santri-nya untuk menjadi seorang guru di masa mendatang. Bertepatan pada tanggal itu pula Gontor secara resmi diberi nama Darussalam.

Berbagai wejangan yang beliau berikan dengan harapan para santri dapat memahami dan mengamalkan ilmu-ilmu dari para guru. Dalam pidatonya beliau sering menyampaikan akan pentingnya seorang guru. ”Cara belajar itu lebih penting dari pada materi yang di ajarkan dan guru lebih penting dari pada cara belajar dan roh seorang guru itu lebih penting dari pada gurunnya itu sendiri” ujarnya.

Kontributor: Faza,Kholis, Afghan
Editor: Winka, Alif, Ghazi

Pembekalan Intensif Siswa Akhir KMI 2026 Beri Calon Alumni Wawasan Thibbunnabawi dan Ruqyah

0

GONTOR – Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation mengikuti pembekalan intensif bertemakan “Thibunnabawi dan ruqyah syar’iyyah ”. Sesi tersebut diisi oleh Al-Ustadz Az-Zimam Aulia A-Rahman, LC., M.Pd pada Senin (17/2). Panitia turut menghadirkan komunitas ARSYADA (Anak-anak Ruqyah Darussalam) yang beranggotakan lulusan Gontor dalam kesempatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Ustadz Zimam menegaskan bahwa Islam adalah haqqul yaqin, agama yang solutif dan penuh kepastian. “Apa pun masalahnya, pasti Allah akan memberikan kepada hambanya solusi. Jika sakit, mintalah kesembuhan kepada Allah SWT,” ujar beliau. Ustadz Zimam menekankan bahwa keyakinan akan kesembuhan dari Allah adalah hal yang paling penting dalam pengobatan.

Ruqyah merupakan pengobatan tertua di muka bumi dengan basis doa. Namun, praktiknya harus sesuai syariat. Beliau menjelaskan dua jenis ruqyah: ruqyah syar’iyyah dan ruqyah bathilah. Tiga syarat ruqyah syar’iyyah ialah menggunakan kalamullah atau doa ma’tsur, bahasa yang dipahami kedua pihak, serta keyakinan bahwa kesembuhan datang semata-mata karena izin Allah.

“Ruqyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya karena ruqyah hanyalah perantara untuk mengobati seseorang karena kesembuhan sesungguhnya hanya milik Allah SWT,” ujar beliau.

Beliau juga menjelaskan beberapa lima cabang keilmuan sihir yang dilarang, yakni adzaaim (ilmu jampi), tanjim, harfi, bast’u wa taksir, dan awfaq. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 102, ditegaskan bahwa penyihir tidak dapat memperngaruhi seseorang tanpa izin Allah. Pembicara turut menyinggung empat jenis penyakit: jasadiyah, psikis, spiritual, dan metafisik seperti jin, sihir, serta ‘ain.

Kepada Siswa Akhir KMI 2026, beliau berpesan agar mampu mengendalikan emosi negatif dan selalu menjaga nilai-nilai Gontori yang telah tertanam. “Banyak orang di luar sana yang sebelumnya santri malah berbelok dengan kesantrianya” ujar Ustadz Zimam.

Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel Editor: Winka, Alif, Ghazi

Implementasi Panca Jiwa Pondok, Santri PMDG Kampus 12 Awali Pembangunan Lapangan Voli

0

SIAK — Kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lapangan Voli Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 dilaksanakan pada Selasa (17/2), bertempat di area Proyek Pembangunan Lapangan Voli PMDG Kampus 12. Kegiatan ini merupakan bagian dari program wakaf santri Kelas 5 KMI Tahun Ajaran 2025–2026 sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata terhadap kemajuan fasilitas pendidikan di lingkungan pondok.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., beserta para asatidz dan seluruh santri Kelas 5 KMI PMDG Kampus 12. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan, menandai dimulainya pembangunan sarana olahraga yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh civitas pondok.

Program wakaf pembangunan lapangan voli ini tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, namun juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri. Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Panca Jiwa Pondok, khususnya nilai keikhlasan dan kemandirian (berdikari), yang diwujudkan melalui semangat berkhidmat dan berkorban (at-tadhiyah). Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, kepedulian, serta sense of belonging terhadap lembaga tempat mereka menimba ilmu.

Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., menegaskan bahwa pembangunan lapangan voli bukan semata menghadirkan fasilitas olahraga, melainkan menjadi wasilah pendidikan mental dan spiritual bagi para santri. Menurut beliau, nilai utama dari wakaf bukan terletak pada besar kecilnya nominal harta, melainkan pada keluasan hati dan keikhlasan dalam memberi.

Beliau juga menyampaikan bahwa tidak sedikit orang yang berkecukupan namun enggan berbagi, sementara banyak pula yang dalam keterbatasan justru tetap istiqamah bersedekah demi meraih rida Ilahi. Oleh karena itu, program wakaf ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengorbanan tenaga, waktu, dan harta demi kemaslahatan bersama.

Pembangunan lapangan voli ini sekaligus menjadi media pembelajaran organisasi dan kerja sama sebelum para santri mengemban amanah yang lebih besar di tahun akhir pendidikan mereka. Selain itu, keberadaan fasilitas olahraga diharapkan dapat menunjang pembinaan disiplin, kesehatan jasmani, serta keseimbangan antara olah raga, olah rasa, dan peningkatan kualitas ibadah serta thalabul ‘ilmi para santri.

Kontributor: Aryyo, Alwi, Editor: Winka, Alif

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

0

Disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal di Masjid Jami’, Rabu, 1 Ramadhan 1447.

  • Kuliah Shubuh merupakan acara yang sudah dilaksanakan selama 100 tahun.
  • Waktu 1917, merupakan peristiwa besar ada seorang yang namanya Balfour yang menjanjikan orang-orang Israel dan Yahudi tanah di Palestina.
  • Bapak trimurti meniggalkan 7 anak, yang tertua adalah Ahmad Sahal (1901) dan adiknya Zainuddin Fannanie (1905) dan adiknya lagi Imam Zarkasyi.
  • Jiwa inspirator, yang menginspirasi 3 orang ini yang berumur 16 tahun menjadi kiai. Waktu itu, KH. Ahmad Sahal menjadi tokoh pemuda, menghadapi orang-orang Belanda, orang-orang munafik, dan orang-orang kafir.
  • Untuk itu perlu belajar dan perlu memiliki besar, Ahmad Sahal itu mempunyai partai yaitu PSSI (Partai Serikat Islam).
  • Inspirasi, karena kita punya pondok maka hidupkan, maka tahun 1926 kita bangun Gontor. Apa yang harus diperbuat oleh anak 16 tahun adalah mondok dan belajar.
  • Trimurti merantau untuk mencari bekal, tidak cukup cuman di satu tempat, nggak cumin MTSN; makan, tidur, shalat, ngliwet.
  • Berdirilah pondok tapi bukan pondok yang MTSN tapi pondok yang modern.
  • Diluar ada orang yang mudah menyebut sesuatu itu kafir, orang-orang mengira bahwa main sepak bola harus memakai sarung tapi di Gontor memakai celana.
  • Nama Modern itu julukan yang ada dari luar bukan dari dalam.
  • Pelajaran sedikit demi sedikit dinamakan Tarbiyatul Athfal dan ditingkatkan sedikit demi sedikit lagi, Ahmad Sahal masuk Muhammadiyah kemudian keluar dan kembali ke Pondok, itulah yang dinamakan inspirator. Itulah yang dianamakan pendidikan pesantren modern.
  • Kerja bakti itu bukan hal yang baru, sejak pondok berdiri sudah ada untuk mendirikan madrasah-madrasah.
  • Inspirator, berinspirasi untuk memajukan pondok.
  • Cara modern mengajari Tauhid dengan mengencingi keris, atau membeli tanah-tanah angker, caranya dengan cara modern. Kalau kiai takut sama hantu apalagi santrinya.
  • Inspirator dan inovator bukan imitasi dan imitator.
  • Sebulan Kiai Sahal mengimami shalat shubuh di masjid dan dilanjutkan kuliah shubuh kemudian dikasih pelajaran-pelajaran.
  • Putra dan putri, pada tahun 1937 putri dibubarkan.
  • Diwakafkan supaya dikerumuni dan dibantu termasuk dari inspirasi. Inspirasi itu termasuk Modern.
  • Banyak pondok alumni yang mendirikan pondok alumni yang lain faktor dari inspirator.
  • Dulu pondok memiliki koperasi dan organisasi lalu diolok-olok, tapi sekarang hampir semua pondok memiliki koperasi dan organisasi.
  • Setiap kuliah shubuh dimulai dengan Al-Fatihah. Al-Quran itu ibarat kapal induknya tempat landasan terbang pesawat-pesawat. Iman kita dua; anta’budallaha kaannaka taraahu fa in lam takun taraahu fa innahu yaraaka.
  • Al Islam an tasyhada la ilaha illallah wa Muhammad rasulullah.
  • Islam, Iman, dan Ihsan adalah tiga pilar kehidupan.
  • Belum mengerti sudah ngeyel, ngeyelisme.
  • Hidup mengahadapi apa dan siapa saja.
  • Islamic Islam University (IIU).
  • Anak-anak kita ini dinamis.
  • Penggerak bukan diam dinamakan dinamis.