Home Blog Page 146

Membentuk Generasi Sitti-l-Kull; Duta Nisaiyyah 2021

0

MANTINGAN-Salah satu ajang perlombaan paling ditunggu-tunggu oleh segenap warga Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 yang diselenggarakan oleh Bagian Keputrian Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) adalah “Duta Nisaiyyah”. Mengapa demikian? Karena dalam ajang perlombaan ini para peserta ditantang untuk menjadi wanita sitti-l-kull yang diharapkan dapat menjadi figur yang ideal dengan nilai Islami. Acara ini diadakan pada hari Jumat pagi (27/8) yang dibagi menjadi dua tempat; untuk kategori kibar di mini hall, sedangkan untuk kategori shighor di teras gedung Damaskus.

Duta Nisaiyyah adalah satu dari sekian ajang perlombaan yang diselenggarakan untuk menguji kemampuan para santriwati dalam bidang keputrian khususnya. Acara ini terdiri dari tiga gelombang. Gelombang pertama diadakan di kamar masing-masing berupa tes tertulis, gelombang kedua, para pesertanya merupakan dua orang perwakilan dari setiap kamar, dan babak final terdiri dari dua orang perwakilan setiap rayon. Acara ini dibedakan  menjadi dua kategori, yaitu: kibar dan shighorkibar terdiri dari kelas 1 intensif, 3 intensif dan 4. Sedangkan untuk shighor terdiri dari kelas 1, 2 dan 3.

Pada babak final, para peserta diuji kembali kemampuannya, dari segi akademik maupun non-akademik. Para peserta dengan semangat yang membara menjawab pertanyaan dari juri. Tidak hanya itu, para peserta dituntut untuk unjuk bakat, dan penonton yang menyaksikan pun tidak kalah semangat untuk menyemangati temannnya masing-masing.

Dan pemenang kejuaraan Duta Nisaiyyah tahun 2021 dari kategori kibar diraih oleh Rizky Santi Aulia (4B) dan dari kategori shighor diraih oleh Asa Alkhansa (3C). Tidak hanya sampai disitu, rekapitulasi kejuaraan juga mengambil pemenang berdasarkan keindahan gaun. The best gown diraih oleh Nadhira Kayla Zida (3C) perwakilan dari rayon Santiniketan Bawah dan Azizah Thalita (3 Intensif E) perwakilan dari rayon Sudan Atas. Diharapkan dari para pemenang agar menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya. Nisrinads

Jiwa Kebebasan Pondok Pesantren

0

Salah satu hal yang terdapat dalam panca jiwa Pondok Pesantren Darussalam Gontor adalah jiwa bebas. Panca Jiwa merupakan lima dasar yang merupakan landasan ideal bagi kehidupan pondok pesantren yaitu: keikhlasan untuk semata-mata hanya untuk ibadah kepada Allah dalam mengerjakan suatu pekerjaan; kesederhanaan yaitu sesuai dengan apa yang dibutuhkan, wajar, serta tidak berlebihan dalam segala hal; kemandirian dalam kelembagaan, sistem, kurikulum, hingga mandiri dalam perekonomian pondok; ukhuwah Islamiyah yang tulus antara penghuni pondok dari Kyai, guru-guru, dan para santri; serta kebebasan dalam menentukan masa depan bagi diri sendiri, bebas dari pengaruh penjajah dan pengaruh luar yang negatif.

Pondok Modern Darussalam Gontor senantiasa mendidik santri-santrinya untuk memiliki jiwa yang bebas yaitu bebas dalam berpikir dan berbuat, bebas dalam memilih pilihan hidup untuk masa depannya, serta bebas dari pengaruh eksternal yang negatif bagi dirinya. Jiwa bebas yang telah pondok ajarkan merupakan jiwa bebas yang positif, dalam artian kebebasan yang diajarkan bukanlah kebebasan yang sebebas-bebasnya yang menjerumuskan pada ajaran liberalisme, tetapi merupakan kebebasan yang positif yang dibatasi oleh disiplin dan sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kebebasan seseorang juga dibatasi oleh kebebasan orang lain sehingga seseorang tidak bisa untuk melakukan sesuatu semaunya karena kebebasannya dalam melakukan sesuatu ada batasnya tersendiri bagi orang lain. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam pepatah bahasa arab yang berbunyi:

حُرِّيَّةُ الْمَرْءِ مَحْدُوْدَةٌ بِحُرِّيَّةِ غَيْرِهِ

“Kebebasan seseorang itu terbatasi oleh kebebasan orang lain”

Maka penafsiran makna dari ‘Jiwa Bebas’ haruslah mengenai hal-hal yang positif. Mengikuti disiplin, norma, dan tata kelakuan di tempat orang tersebut berpijak. Tidak menjadi orang yang terlalu bebas sehingga kehilangan arah, tujuan hidup, atau prinsip. Dan selain itu ada juga yang terlalu bebas untuk dipengaruhi, dia berpegang teguh dengan apa yang dianggapnya benar dan menguntungkan pada zamannya, sehingga dia tidak hendak untuk menoleh ke keadaan sekitar dan tidak memperhitungkan masa depannya lagi. Akhirnya dia tidak bebas lagi, karena dia mengikatkan diri kepada yang diketahuinya saja tanpa mencoba hal yang lainnya.

Kebebasan yang berpendidikan dan beretika sesuai dengan syari’at Islam yang telah Pondok Modern Darussalam Gontor ajarkan kepada santri-santrinya. Sehingga mereka memiliki sikap berani mencoba hal yang baru, berani menghadapi tantangan, dan berani untuk membuat agama Islam bebas dari belenggu pengkafiran yang selama ini terjadi.

Jiwa kebebasan sebagaimana yang dikutip dari perkatan KH. Hasan Abdullah Sahal, “Jiwa kebebasan bukan untuk menyampal, tetapi untuk memerdekakan diri dari keterikatan, ambisi, dan ketergantungan”. Wallahu A’lam.

 

Oleh : Muhammad Akmal Najemi

Editor : Al-Ustadz M. Taufiq Affandi, M. Sc.

Related Articles :

Pendidikan Ukhuwah Islamiyah di Gontor

Panca Jiwa : Landasan Kehidupan Pondok Pesantren

Olahraga dan Seni Tunjang Perkembangan Santri

Tumbuhkan Semangat Baru, Gontor Rilis Lagu Takkan Terlupa

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) melalui kanal YouTube GontorTV kembali merilis lagu dengan judul ‘Takkan Terlupa’ Ahad malam (29/9). Video berdurasi 6 menit 16 detik tersebut mengisahkan tentang beberapa orang alumni lulusan Gontor yang merindukan pengalaman berkesan mereka selama menuntut ilmu di pondok pesantren kemudian menghajatkan untuk berkunjung dan ber-silaturrahim kepada Kiai.

 

Lagu tersebut merupakan lagu kedua dari Trilogi 90 Tahun. Lagu ‘90 Langkah’ yang menjadi pembuka rilis pada 11 Februari tahun 2019 lalu, kemudian kini disusul oleh lagu ‘Takkan Terlupa’ ini.

 

Produksi lagu dan video klip lagu ini melibatkan berbagai elemen baik santri maupun guru  PMDG di seluruh penjuru tanah air. Lagu ini menyiratkan bahwa semua bentuk pendidikan dan pengajaran yang diterima setiap santri PMDG sangat berkesan dan takan pernah terlupakan walaupun sudah berada ditempat yang jauh.

 

Lagu ini diciptakan oleh Rahmi Nabila semasa berada di Gontor Putri Kampus 3 dan menjadi juara 2 pada lomba cipta lagu 90 tahun Gontor yg diadakan di Gontor Putri.

 

Diharapkan dengan rilisnya lagu kedua dari Trilogi 90 Tahun ini dapat menumbuhkan semangat baru bagi seluruh santri dan alumni PMDG dalam berkiprah kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia.

 

Penulis lagu menyampaikan pesan kepada seluruh penikmat lagu tersebut:

 

Terimakasih untuk seluruh guru-guru kehidupan kami.

 

“Kata-katamu buatku percaya akan keajaiban sebuah doa”

 

Dan kami mengerti, bahwa doa adalah hal paling ajaib yang pernah ada di muka bumi. Dahulu hanya bisa berdoa, semoga isi dari lagu ini dapat tersampaikan pada seluruh guru kami dimanapun mereka berada, untuk saat ini maupun di masa-masa selanjutnya, dan qodarullah, Allah jawab doa-doa itu malam ini dengan cara yang sangat luar biasa. Kepada para kyai, Ustadz, dan Ustadzah kami, terimakasih telah mengisi hati kami dengan nasihat-nasihat yang indah Mencintai kami dengan ketulusan demi ketulusan. Maafkan kami yang sering lupa, dan belum mampu mengamalkan ilmu menjadi cahaya

 

Lewat komentar ini, semoga kita kembali bertemu dalam doa Dari kami yang mencintaimu, dan semoga Allah lebih mencintaimu. “Ikhlas : Dipuji tidak tinggi, dicaci tidak berhenti” Salam kami, murid-muridmu yang masih harus banyak belajar cara yang baik untuk “kembali”

 

Adapun lirik dari lagu tersebut adalah sebagai berikut:

Senyummu sederhana   

langkahmu bersahaja    

hidupmu gambarkan kesederhanaan  

begitu damai dalam keikhlasan   

wajahmu mengingatkanku   

akan indahnya sebuah perjuangan  

terus melangkah walau sering hati terluka  

tak pernah letih tuk raih Ridha-Nya  

 

Reff

Takkan terlupa terukir indah selamanya

seluruh petuah dan doa   

kan menjadi satu iringi setiap langkahku

sampai nanti matahari tak terbit lagi  

jasamu kan indah abadi   

kau slalu dihati terimakasihku untukmu

 

Kata katamu buat kupercaya   

akan keajaiban sebuah doa   

kau ajarkan aku tuk jalani hidup ini  

tak menyerah takkan berputus asa  

 

Bila memang waktu akan memisahkan kita

Meninggalkan seluruh cerita indah  

Kita yang dulu selalu bersama   

seluruh perjuangan ini takkan terlupa oh…

Improve (Oh…)     

 

Reff

Takkan terlupa terukir indah selamanya

seluruh petuah dan doa   

kan menjadi satu iringi setiap langkahku

sampai nanti matahari tak terbit lagi  

jasamu kan indah abadi   

kau slalu dihati terimakasihku untukmu

 

Takkan terlupa terukir indah selamanya

seluruh petuah dan doa   

kan menjadi satu iringi setiap langkahku

sampai nanti matahari tak terbit lagi  

jasamu kan indah abadi  

kau slalu dihati terimakasihku untukmu

 

Maafkan aku tuk segala kesalahanku  

Lukis kecewa diwajahmu   

yang dapatku beri hanyalah untaian doa….

 

Tim Humas PMDG

Uji Kemampuan Berbahasa Arab, KMI Gelar Fathul Kutub

0

KARANGBANYU – Memberikan kail dan tidak memberikan ikan adalah karakter metode pendidikan yang diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kepada santri-santrinya. Selama kurang lebih 3-4 tahun para santri diajarkan materi dasar berbahasa Arab. Fathul Kutub adalah kegiatan yang dengannya pondok dapat menakar sejauh mana keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab selama ini.

Dalam kegiatan ini, para santriwati dihadapkan dengan buku-buku karya ulama terdahulu dan ulama kontemporer. Oleh panitia, tiap kelompok akan diberikan permasalahan. Mereka dituntut untuk menentukan solusi dan jawabannya dari hasil membaca buku-buku tersebut.

Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu (25/8 – 1/9). Dimulai pada hari Rabu dengan menyimak pengarahan umum tentang 4 materi pokok, yaitu Aqidah, Tafsir, Fiqh, dan Hadist. Kemudian pada hari Kamis, dilanjutkan dengan pengarahan metode penulisan bahtsul masail.

Sabtu (28/8) kegiatan Fathul Kutub di seluruh kampus resmi dibuka oleh Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. via daring. Pada momen tersebut, Bapak Direktur KMI mengingatkan para peserta bahwa nanti mereka akan menemukan perbedaan pendapat dari beberapa ulama. Para peserta dituntut untuk memahaminya dengan seksama dan menyikapinya dengan bijak. Karena harapan Gontor, para alumninya memiliki wawasan luas sehingga mampu menjadi perekat umat.

Kegiatan ini dilaksanakan di auditorium. Sebanyak 467 Siswi Akhir terbagi dalam 2 unit. Oleh panitia, tiap unit dibagi menjadi 17 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 13 – 14 orang. Tiap kelompok terbagi lagi dalam 4 kelompok kecil. Nantinya, secara bergiliran, mereka akan mendapatkan permasalahan dari 4 materi pokok.

Panitia mengerahkan setidaknya 77 orang guru pembimbing. Tiap kelompok, dibimbing oleh 2-3 orang guru. Cukup intens para pembimbing mengawal anggotanya menyelesaikan problem yang mereka dapat. Usai mencatat problem solving hasil mereka berkelana dengan buku-buku yang disiapkan panitia, tiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil temuannya di hadapan teman-teman dan guru pembimbingnya di momen diskusi.

Jumlah peserta yang cukup banyak, dan tidak sebanding dengan jumlah buku yang dimiliki PMDG Putri Kampus 3, panitia membagi jadwal diskusi dan pembahasan tiap unit. Di saat unit 1 melaksanakan diskusi, maka unit 2 melaksanakan pembahasan. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, risiko berebut buku dapat diminimalisir.

Pada acara penutupan Fathul Kutub yang dilaksanakan secara daring, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG, mengingatkan segenap hadirin bahwa orang buta huruf sejatinya adalah orang yang mampu membaca namun enggan membaca. AzharAisyah.

Scout Friendship; Wadah Bina Ukhuwah Santriwati Kelas 5

0

KARANGBANYU – Kelas lima merupakan muara bertemunya santriwati kelas biasa dan kelas intensif. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Aksi, gagasan, dan minat mereka harus dipadukan dan diselaraskan sehingga mendukung program pendidikan. Menimbang bahwa dominasi mereka sebagai penentu warna pendidikan di rayon cukup kental.

Salah satu metode yang Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 gunakan demi mewujudkan harapan itu adalah kegiatan kepramukaan. Dikoordinir oleh Mabikori (Majelis Pembimbing Koordinator Harian) dan Pengurus KGP (Koordinator Gerakan Pramuka) PMDG Putri Kampus 3 menggelar Scout Friendship.

Scout Friendship merupakan kegiatan perlombaan kepramukaan antargudep yang diperuntukkan bagi santriwati kelas 5. Gelaran kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at (27/8) di sekitaran auditorium dan Masjid Khadijah. Padatnya tugas dan tanggung jawab mereka di rayon, tidak mengurangi antusiasme mereka dalam berpartisipasi di kegiatan ini.

Banyak jenis lomba yang diadakan, seperti tebak sandi, permaianan outbound dan masih banyak perlombaan seru lainnya.  Acara berjalan relatif lancar dari jam 09.00 11.00 WIB. Pembagian hadiah menjadi penutup dalam kegiatan ini. Oleh panitia, gudep 08-148 dinobatkan sebagai juara umum. L.rafika.R

Rayon Aligarh Dipugar, Penghuninya Disebar

0

KARANGBANYU – Jum’at pagi (27/8), usai menunaikan shalat Shubuh berjama’ah, ada hal yang tak biasa dilakukan oleh penghuni rayon Aligarh. Di saat penghuni rayon lain membaca Al-Qur’an, oleh Staf Pengasuhan Santriwati mereka justru dikumpulkan di depan rayonnya. Staf pengasuhan santri dengan dibantu beberapa pengurus OPPM Bagian Keamanan mengumumkan kamar-kamar baru bagi mereka.

Suasana pembagian kamar baru santriwati Aligarh oleh Pembimbing Rayon

Hal ini dilakukan karena gedung asrama Aligarh akan dipugar menjadi gedung asrama berlantai dua. Sehingga, sebelum pembongkaran dilakukan, gedung ini harus dikosongkan.

Usai mendengarkan pengumuman kamar baru, para penghuni rayon Aligarh yang terdiri dari 23 santriwati kelas 6, 42 orang pengurus dan 165 orang anggota, bergegas mengemasi barang-barang mereka. Dengan didampingi para ustadzah pembimbing rayon, staf pengasuhan, dan staf pembangunan, bergotong-royong mereka mengangkut lemari-lemari ke kamar-kamar baru yang sudah ditentukan.

Rayon Aligarh sebelum dipugar, memiliki 10 ruang. Sembilan ruang digunakan untuk hunian para santriwati sedangkan satu kamar sisanya dipergunakan untuk kamar staf persepedahan yang juga menjadi pembimbing rayon Aligarh. Kira-kira dua minggu sebelum perpindahan para santriwati penghuni Aligarh, para ustadzah sudah dipindah terlebih di dahulu. Mereka dialokasikan ke kamar sebelah Bagian Penerimaan Tamu.

Momen perpindahan kamar ini menjadi media pendidikan yang cukup efektif. Melalui momen ini, jiwa sosial, gotong royong, ukhuwah dan toleransi para santriwati dapat dipupuk. Menempati kamar baru, menambah variasi suasana kehidupan dan wawasan kebudayaan, karena mereka bertemu dengan teman-teman yang baru. dyah.wonggo

Pengetahuan dari Pengalaman: DUTA GUDEP 2021

0

Gontor Putri 2“Compete in goodness” berlombalah dalam kebaikan-. Dengan perlombaan kita akan mendapat pengalaman, munumbuhkan jiwa yang kuat, pantang menyerah. Bukan juara yang hanya dilihat, tetapi sesuatu tak ternilai yang sebagian tidak menyadari bahwa dengan mengikuti perlombaan sekecil apapun itu adalah pengalaman berharga yang akan tidak terulang, jikalau terulang pun tidak akan 100% menyerupai, maka dari itu jangan menyia-nyiakan pengalaman.

Hari kamis menjadi hari yang ditunggu Andika Pramuka, karena hari kamis di Gontor menjadi hari untuk pelatihan Pramuka. Dan pada hari Kamis, 19 Agustus 2021, Andalan Koordinator Gerakan Pramuka mengadakan perlombaan yaitu DUTA GUGUS DEPAN 2021. Para peserta mengikuti beberapa tes, dimulai dari tes ujian tulis, pertanyaan, hasta karya dan showing tallent. Hingga akhirnya pada kamis siang seluruh delegasi dari masing-masing gugus depan berjumlah 3 orang berdiri di panggung yang dibedakan antara penggalang dan penegak untuk mengikuti seleksi terakhir yang menentukan 1 orang terpilih yang akan menjadi delegasi gugus depan mereka.

Final DUTA GUDEP 2021 ini terdiri dari 3 babak, adapun materi yang dilontarkan kepada peserta adalah materi pramuka sebagai materi inti dan kemampuan intelektualitas peserta di sebagian pertanyaannya. Agar para peserta mengetahui banyak hal selain pramuka, lebih banyak pengetahuan umum, seperti geografi. Babak terakhir seluruh peserta membuat Hasta karya menghias toples dengan bahan yang telah disediakan se-kreatif mungkin tanpa ada pembatasan tema dari panitia.

Adapun rekapitulasi kejuaraan Penegak adalah Annisa Salsabila (4B), dan Penggalang adalah Khayla Nisa Fathul Hidayah (3B). Begitulah salah satu cara di pondok untuk meningkatkan kualitas santriwatinya yaitu dengan perlombaan. dera

Mari berlomba dalam kebaikan-KMI Prima 2021

0

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS.Al-Baqarah: 148).

KMI Prima adalah sebuah perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia dibawah naungan kepanitiaan dari KMI, yang bertujuan untuk membuat santriwati belajar dengan berlomba (dalam kebaikan), untuk mengetahui kemampuan santriwati dalam memahami pelajaran, untuk mengetahui pelajaran yang disampaikan oleh guru pengajar. Acara KMI Prima ini diselenggarakan 2 gelombang, gelombang 1 dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021. dengan teknisi pelaksanaan setiap anggota berada di kelas masing-masing untuk mengisi ujian tulis. Setelah itu, jawaban diperiksa oleh pengawas kelas dan terpilih 9 orang dengan nilai terbesar untuk masuk ke babak kedua yaitu rebutan. Ini menjadi babak penentu untuk menentukan siapa yang akan menjadi delegasi kelas tersebut.

Gelombang kedua diadakan Sabtu, 14 Agustus 2021 selepas sholat isya. Gelombang kedua ini diadakan satu angkatan, setiap angkatan menempati tempat masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia. Di gelombang kedua ini juga, panitia mengadakan perlombaan yaitu dekorasi tempat terbaik, angkatan tersemangat dan Penulisan Khot terbaik. Cara penilaiannya yaitu dibagi dua antara kibar yang terdiri dari kelas 4, 3 Int, 5 dan 6. Shigor yang terdiri dari kelas 1, 2, 3 dan 1 Int.

Dengan rekapitulasi sebagai barikut:

Dekorasi tempat terbaik: Kelas 6 dan Kelas 3

Angkatan tersemangat: Kelas 4 dan Kelas 1 Int

Khot terbaik: Kelas 5 dan Kelas 2

Di gelombang kedua ini teknisi perlombaanya tidak jauh beda, hanya saja babak pertamanya menjawab pertanyaan wajib dari amplop yang telah dipilih bukan melainkan ujian tulis seperti di gelombang satu. Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa evaluasi untuk perbaikan di tahun mendatang. dera

Serius Tangani Kesehatan Santri dan Asatidz, PMDG Gelar Vaksinasi dan Soft Opening RS Yasyfin

0

PONOROGO – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar vaksinasi Covid-19 sekaligus meresmikan Rumah Sakit Yasyfin (Soft Opening) rumah sakit baru milik PMDG di kampus 1 PMDG, Gontor, Ponorogo, Sabtu (28/8/2021).

 

Vaksinasi ini merupakan kerjasama antara PMDG dengan Pemerintah Daerah Ponorogo. Pimpinan PMDG, KH Akrim Mariyat, dalam sambutannya menjelaskan latar belakang kegiatan vaksinasi tersebut.

 

“Kita tidak asing dengan vaksin. Dari dulu kita mengenal vaksin cacar dll. Dan hari ini ada vaksin covid-19. Hari ini dilaksanakan di sini secara praktis dan simbolis,” kata Kiai Akrim di depan hadirin.

 

Lebih lanjut, Kiai Akrim yang merupakan alumni Manchester University menjelaskan kegiatan vaksinasi di PMDG merupakan wujud keseriusan PMDG dalam hal memperhatikan aspek kesehatan di lingkungan lembaga pendidikan yang berlangsung di masa pandemi.

 

“Kita juga ingin memiliki andil dalam membantu pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat,” kata Kyai Akrim.

 

Sejak awal muncul wabah Covid-19, PMDG memang sangat serius menangani wabah ini dengan tujuan agar keselamatan jiwa seluruh santri-santriwati dan para asatidz bisa terlindungi.

 

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan didirikannya tim Satgas Covid-19 khusus PMDG yang berdiri sejak awal munculnya Covid-19.

 

Satgas ini bekerja keras melakukan berbagai upaya pencegahan penularan, pengobatan hingga ke penyembuhan pasien Covid-19. Kesuksesan satgas PMDG sempat diapresiasi BNPB dan menjadi percontohan bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia untuk tetap melaksanakan pendidikan di masa pandemi.

 

Kesiapan PMDG untuk menciptkan Pesantren Sehat selama pandemi ditunjukkan dengan adanya RS Yasyfin yang baru saja dilaunching.

 

“Kita mendirikan RS Yasyfin bukan untuk bisnis, namun untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan juga manfaatnya bisa meluber ke masyarakat. RS ini adalah RS untuk umum. Bukan hanya untuk santri, namun juga untuk umum. Adanya RS ini merupakan  kesederhanaan, karena memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan,” kata Kiai Akrim.

 

Kiai Akrim juga menjelaskan semua yang ada di PMDG untuk kebutuhan pendidikan. Untuk mengajarkan pada santri secara riil tentang kemandirian dan peduli pada kesehatan.

 

“Kita mengirim kader kita ke berbagai fakultas kedokteran. Merekalah yang akan menjadi input sebagai tenaga kesehatan di RS Yasyfin ini,” katanya.

 

Kiai Akrim juga mengapresiasi kehadiran pihak-pihak di acara ini. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Dandim Ponorogo, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, Kapolres Ponorogo, AKBP Moch Nur Azis dan beberapa tokoh setempat.

 

“Kedatangan bapak-bapak sekalian meringankan beban kita. Karena bertambah yang bertanggung jawab atas pondok. Pondok ini telah diwakafkan kepada ummat,” kata Kyai Akrim.

 

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam sambutannya menyatakan kegiatan vaksin di PMDG merupakan upaya dari pemerintah untuk mempercepat herd immunity.

 

“Kta sedang melakukan percepatan herd immunity. Semoga ikhtiyar ini diridhoi Allah, santri-santri Gontor dan ustadz-ustadznya sehat wal afiat. Kami sangat peduli pada pesantren, apalagi kami akan mengembangkan wisata religi dan pendidikan,” katanya.

 

Dalam kesempatan ini, Dandim Ponorogo secara simbolis juga menyerahkan bantuan vaksin Covid-19 dari Pangdam Brawijaya.

 

Dandim Ponorogo, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin menyampaikan untuk tahap awal vaksin yang dialokasikan di PMDG sebanyak 5000 dosis. Hal tersebut 50 persen dari seluruh dosis yang direncanakan.

 

“Seluruh Ponpes di jatim diharapkan akan mendapat vaksinasi,” katanya.

 

Tim Humas PMDG

Tahsin Qira’ah: Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Siswi Akhir

0

KARANGBANYU – Siswi Akhir Kelas 6 yang berjumlah 467 orang adalah calon alumni yang nantinya akan terjun ke masyarakat. Merekalah yang akan mengajari cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar kepada masyarakat di lingkungannya, atau paling tidak anaknya sendiri. Oleh karena itu, demi menyempurnakan kualitas bacaan mereka, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 mengadakan kegiatan Tahsin Qira’ah.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, dimulai dari hari Sabtu (21/8) sampai hari Rabu (25/8). Untuk acara pembukaan dan penutupan, dilaksanakan di Auditorium PMDG Putri Kampus 3. Sedangkan rentetan kegiatan Tahsin Qira’ah dilaksanakan di Gedung Al-Azhar. Seluruh pembimbing JMQ dan beberapa Ustadzah dilibatkan untuk menjadi tutor.

            Dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 3, Al-Ustadz Muhammad Badrun Syahir, M.A. Beliau menasihati para peserta; “Hal pertama yang harus kita tanamkan dalam pemahaman kita adalah bahwa Al-Qur’an adalah Kalaamullah (firman Allah), Jangan sampai kita dibodohi oleh kajian-kajian ilmiah yang pada akhirnya merendahkan Al-Qur’an!”.

            Usai resmi dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan mengajari para peserta cara-cara membaca Al-Qur’an: mulai dari hukum tajwid, hukum makhariju-l-huruf, hukum waqaf, dan segala hal yang bersangkutan dengan pembelajaran perbaikan bacaan Al-Qur’an. Nuriyah.Azh