Home Blog Page 15

Siaran Pers: Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Wafat

0

PONOROGO — Pondok Modern Darussalam Gontor kehilangan salah satu pendidik terbaiknya. Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, putra keempat pendiri Gontor KH Imam Zarkasyi, wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB.

“Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberinya husnul khatimah,” tulis Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus anggota Badan Wakaf Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, pada hari yang sama.

Prof. Amal merupakan pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor periode kelima. Periode pertama dipimpin Trimurti pendiri, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi. Periode kedua dipimpin KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Shoiman Lukmanul Hakim. Periode ketiga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Imam Badri. Periode keempat oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan A. Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan. Periode kelima hingga kini dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat.

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020 itu diketahui mengalami sakit batu ginjal dan patah tulang. Setelah kedua masalah kesehatan tersebut tertangani, kondisi Prof. Amal justru menurun sehingga memerlukan perawatan lanjutan. Belakangan diketahui adanya penyakit usus buntu. Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya wafat.

Prof. Amal dikenal luas sebagai pejuang pendidikan pesantren. Ia memperjuangkan agar sarjana muda Gontor memperoleh kesetaraan dengan lulusan perguruan tinggi di Mesir, sehingga dapat melanjutkan studi magister di negara tersebut.

Usai memperjuangkan pengakuan Gontor di Mesir, Prof. Amal kembali ke Tanah Air. Bersama ribuan kiai pesantren dan pemerhati pendidikan, ia mendorong pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren, baik salaf maupun khalaf. Perjuangan itu membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Pesantren pada 2018, yang menjadi landasan hukum pengakuan negara terhadap pesantren.

Selain kiprahnya di pesantren, Prof. Amal juga memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia meraih gelar doktor di bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2006. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Kalam (teologi). Selanjutnya, pada 2017, ia memperoleh gelar doktor honoris causa di bidang Dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, yakni Jaziela Huwaida, Arif Afandi Zarkasyi, dan Ahmad Zakky Mubarok, serta sejumlah cucu.

“Almarhum akan dimandikan terlebih dahulu, kemudian dibawa ke Ponorogo dan disemayamkan di rumah keluarga untuk menerima para pelayat. Setelah itu akan dishalatkan di masjid dan dimakamkan besok pagi,” kata Prof. Hamid.

Selama prosesi tersebut, kegiatan santri Gontor diliburkan agar dapat fokus melepas kepergian almarhum. Sementara itu, santri Gontor cabang akan melaksanakan sholat ghaib.

Hubungan Masyarakat Pondok Modern Darussalam Gontor

Latihan Kepramukaan PMDG Ditutup, Tekankan Disiplin dan Konsistensi Santri

0

GONTOR — Pondok Modern Darussalam Gontor resmi menutup kegiatan latihan kepramukaan pada Rabu(1/1). Penutupan ini dilaksanakan menjelang masa ujian semester kedua sebagai bagian dari kebijakan pondok untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif serta memusatkan konsentrasi santri pada persiapan akademik.

Upacara penutupan dipimpin oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana, Lc., M.H., selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan di Gontor merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan pondok, yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental santri.

“Dalam kepramukaan, kita belajar bahwa setiap aba-aba harus ditaati. Bukan semata-mata karena takut kepada pembina, tetapi karena kesadaran bahwa keteraturan adalah syarat utama kesuksesan,” ujar Ustadz Sunan di hadapan peserta upacara.

Beliau menambahkan bahwa nilai-nilai kepramukaan sejatinya relevan dengan kehidupan santri di dalam maupun di luar pondok. Menurut beliau, keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecepatan, melainkan oleh konsistensi dalam menjalani proses pendidikan. “Hidup bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling konsisten.” 

Ustadz Sunan juga menekankan bahwa penutupan latihan kepramukaan bukanlah akhir dari proses pendidikan karakter. Nilai-nilai yang telah ditanamkan selama latihan diharapkan terus hidup dan tercermin dalam sikap santri, khususnya saat menghadapi ujian.

“Keberhasilan sejati terkadang tidak lahir di tengah tepuk tangan, tetapi di tengah kesendirian santri. Santri pramuka adalah santri yang siap diuji,” ujar beliau.

Seiring dengan penutupan latihan kepramukaan, Gontor menonaktifkan sementara sejumlah kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Langkah ini diambil agar santri dapat lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian semester kedua.

Melalui kebijakan ini, Gontor menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keseimbangan antara pembinaan karakter dan pencapaian akademik, guna melahirkan santri yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.

Kontributor: Ghazi, Bag. Fotografi OPPM, Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Gladi Tangguh Tekankan Kepemimpinan dan Ketahanan Mental Pengurus Koordinator Gerakan Pramuka

Nyanyikan Lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, Menteri Pendidikan Ajak Pramuka WMSJ Menjadi Generasi Agile

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

PMDG Kampus 12 Resmi Tutup Kegiatan Pramuka dan Bahasa Jelang Ujian Semester Kedua

0

SIAK — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 secara resmi menutup rangkaian kegiatan ekstrakurikuler Kepramukaan dan Kebahasaan menjelang pelaksanaan ujian semester kedua. Penutupan kegiatan Pramuka dilaksanakan pada Kamis (1/1), sementara penutupan kegiatan Bahasa berlangsung pada Jumat (2/1), bertempat di lingkungan PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau.

Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12 Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., Wakil Direktur KMI Kampus 12 Al Ustadz Muhammad Rifqi Inani, M.Pd., Guru Senior PMDG Kampus 12 Al Ustadz H. Suroso Hadi, serta diikuti oleh seluruh asatidz dan santri PMDG Kampus 12. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib, mencerminkan disiplin serta kesungguhan seluruh elemen pondok.

Penutupan kegiatan ini merupakan langkah strategis pondok dalam menciptakan iklim pendidikan dan pembelajaran yang kondusif, fokus, dan terarah menjelang ujian lisan (syafahi) dan ujian tulis (tahriri). Seluruh aktivitas ekstrakurikuler dihentikan sementara guna mengalihkan perhatian santri sepenuhnya pada kegiatan belajar (muwajjah) serta persiapan mental dan spiritual menghadapi evaluasi akademik.

Dalam pesan dan nasihatnya, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., menegaskan bahwa berakhirnya kegiatan Pramuka tidak berarti hilangnya nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan santri. “Meskipun kegiatan Pramuka sudah berakhir menjelang ujian semester kedua, semangat kepramukaan tetap harus tercermin dalam pelaksanaan ujian ini,” tegas beliau.

Lebih lanjut, beliau menekankan kedudukan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai dua bahasa resmi Pondok Modern Darussalam Gontor. Menurutnya, kedua bahasa tersebut bukan sekadar mata pelajaran, melainkan mahkota pondok dan alat komunikasi wajib yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari santri. Bahasa Arab diposisikan sebagai kunci untuk mendalami khazanah keislaman dan literatur klasik (turots), sementara Bahasa Inggris berfungsi sebagai instrumen penguasaan ilmu pengetahuan umum dan komunikasi global.

Beliau juga mengingatkan bahwa meskipun kegiatan kebahasaan telah resmi ditutup, disiplin penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris tetap diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari santri sebagai bentuk konsistensi nilai dan budaya pondok.

Melalui kebijakan ini, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 12 menegaskan komitmennya dalam menanamkan pemahaman skala prioritas kepada santri, bahwa ujian merupakan sarana pembelajaran dan evaluasi kesungguhan dalam menuntut ilmu. Diharapkan, para santri mampu meraih hasil yang maksimal dengan tetap menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan, serta nilai-nilai kepondokmodernan.

Kontributor: Aryyo, Andi
Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Sehat Bersama Darussalam Warnai Bakti 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 12

Dapur Berkah Darussalam Meriahkan Bakti 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 12

Darussalam Berkhidmat, PMDG Kampus 12 Gelar Bakti Sosial Peringatan 100 Tahun Gontor

Tabligh Akbar Meriahkan Malam Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 2

0

MADUSARI — Tabligh Akbar bersama KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) menutup rangkaian kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2, Madusari. Sebelumnya, peringatan seratus tahun Gontor telah diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain Gorda (Gontor Dua) Championship, Seminar Santri Nasional, dan Bakti Sosial.

Kegiatan yang digelar pada malam puncak peringatan tersebut menghadirkan Gus Kautsar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, sebagai penceramah utama. Ribuan jamaah memadati lokasi acara yang berlangsung khidmat hingga akhir.

Tabligh Akbar ini dihadiri Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal dan drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., para ketua lembaga, keluarga besar PMDG, calon pelajar, serta masyarakat umum.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Seni Hadroh Darussalam Gontor Kampus 2 (SENHADA) yang menjadi pembuka sekaligus penyambutan jamaah. Lantunan shalawat menambah kekhusyukan suasana malam puncak peringatan seratus tahun perjalanan Gontor.

Dalam sambutannya, Kiai Hasan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Gontor selama satu abad. Beliau juga menegaskan hubungan historis dan keilmuan yang erat antara Gontor dan Al-Falah. Ia berharap tausiyah yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi santri dan masyarakat dalam menjaga nilai keilmuan serta kebermanfaatan bagi umat.

Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar menegaskan bahwa usia 100 tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan bukti bahwa Gontor mampu berdiri kokoh sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus memberi solusi bagi masyarakat. Menurut beliau, keberhasilan pesantren tidak diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari karya, akhlak, dan kemanfaatan alumninya di tengah masyarakat.

Gus Kautsar juga mengingatkan bahwa dalam setiap perjuangan kebaikan akan selalu ada kritik, cibiran, dan penolakan. Karena itu, santri dituntut memiliki sandaran syar’i dan dasar keilmuan yang kuat, serta tidak menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan utama, melainkan mengharap ridha Allah SWT.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber kehidupan, bukan sekadar bacaan. Al-Qur’an, menurut Gus Kautsar, harus dipahami, ditadabburi, dan ditadzakuri agar melahirkan kesadaran bahwa setiap langkah hidup berada dalam pengawasan Allah SWT. Ilmu menjadi jalan utama menuju keselamatan dunia dan akhirat, serta fondasi dari seluruh amal ibadah.

Dalam pesannya kepada santri dan alumni, Gus Kautsar menyebut santri sejati memiliki tiga karakter utama, yakni ilmiah, amaliah, dan istiqamah. Menjadi santri bukanlah status sementara, melainkan tanggung jawab seumur hidup. Santri juga dituntut menjaga hati dan lisan, memiliki cita-cita tinggi (uluwwul himmah), serta menjadikan hidupnya sarat dengan khidmah, bukan semata mengejar keuntungan pribadi.

Menutup tausiyahnya, Gus Kautsar menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh nasab, melainkan oleh ilmu, adab, dan kontribusi nyata. Setiap santri dan alumni Gontor, menurut beliau, merupakan perwujudan nilai-nilai pondok di tengah masyarakat sekaligus menjadi “iklan hidup” bagi keberlangsungan dan kehormatan Gontor.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Hasan, memohon keberkahan, keberlanjutan perjuangan Gontor, serta lahirnya generasi santri yang istiqamah dalam ilmu, akhlak, dan pengabdian bagi agama, bangsa, dan umat.

Kontributor: Halimul, Fatih, Faiq, Ilham, Rizki, Mufti, Aby, Brilliansyah, Zaky, Rifky Yulian
Editor: Winka, Alif, Ghazi

Related Articles:

Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor, Gus Kautsar: Kebesaran Gontor Terletak pada Karya Santrinya

Gontor Kampus 2 Gelar Bakti Sosial dan Khitan Massal Dalam Rangka Peringatan 100 Tahun Gontor

Kunjungan Pelajar Dan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern Nurussalam Karawang Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2

Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor, Gus Kautsar: Kebesaran Gontor Terletak pada Karya Santrinya

0

GONTOR — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 menggelar Tabligh Akbar sebagai bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor pada Ahad (28/12) malam. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sintesa PMDG Kampus 2 tersebut dihadiri ribuan jamaah dari Forkopimda Ponorogo, guru, santri, wali santri, serta masyarakat umum.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menyoroti eratnya hubungan historis antara Gontor dan Pondok Pesantren Ploso. Beliau menyebut kedua pesantren tersebut layaknya kakak beradik. “Ploso berdiri tahun 1925, Gontor 1926. Beda satu tahun saja,” ujar beliau, seraya menjelaskan bahwa hubungan kedua pesantren terjalin sangat erat.

Kiai Hasan juga menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan Gontor yang telah melewati seratus tahun perjalanan. “Alhamdulillah, berjalan satu tahun, dua tahun, tiga tahun, hingga hari ini,” ujar beliau di hadapan para hadirin.

Tabligh Akbar ini menghadirkan Al-Ustadz KH. Abdurrohman Al-Kautsar atau Gus Kautsar sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar mengaku bersyukur dapat kembali bersilaturahmi ke Gontor. Ia mengajak generasi muda untuk meneladani para kiai yang istiqamah mendampingi santri. “Semoga diberi kepanjangan usia dan keistiqamahan,” tuturnya.

Gus Kautsar menegaskan bahwa 100 tahun bukanlah usia yang pendek. Menurutnya, Gontor telah membuktikan diri sebagai solusi bagi masyarakat. “Kebesaran Gontor ini tidak dilihat dari bangunannya, tetapi dari karya anak-anak didiknya,” ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya nilai khidmah dan keikhlasan dalam perjuangan. “DNA kita adalah khidmah. Semua perjuangan tidak perlu menanti dukungan orang lain,” katanya.

Menutup tausiyahnya, Gus Kautsar berpesan agar para santri senantiasa menjaga lingkungan pergaulan yang baik dan memastikan setiap perkataan serta tindakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW demi meraih ridha Allah SWT.

Kontributor: Ghazi, Arsy, Mufti
Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Wamenag RI Kunjungi PMDG, Tegaskan Jasa Pesantren Untuk Indonesia

Perdana Kunjungi Gontor Putri 1, Jusuf Kalla Tegaskan Gontor sebagai Lentera Peradaban

Kapolda Jatim Kunjungi Gontor, Sampaikan Kesan Mendalam dan Dukung Peringatan 100 Tahun PMDG

Sehat Bersama Darussalam Warnai Bakti 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 12

0

SIAK – Rangkaian kegiatan sosial Darussalam Berkhidmat: Bakti 100 Tahun yang diselenggarakan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu subacara yang mendapat sambutan luas adalah Sehat Bersama Darussalam, berupa layanan khitan massal dan cek kesehatan gratis bagi warga sekitar.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad-Senin, 28-29 Desember 2025 ini diikuti ratusan masyarakat, khususnya warga Desa Lubuk Jering dan sekitarnya. Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan yang dipusatkan di area kesehatan PMDG Kampus 12.

Dalam subacara ini, panitia menyediakan layanan khitan massal bagi sekitar 30 anak serta pemeriksaan kesehatan dasar gratis bagi kurang lebih 100 peserta. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan umum, serta layanan medis dasar yang ditangani oleh tenaga kesehatan dan relawan medis.

Panitia kegiatan menyampaikan bahwa Sehat Bersama Darussalam merupakan bentuk kepedulian PMDG terhadap aspek kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses layanan medis. Kegiatan ini juga menjadi wujud konkret pengabdian Gontor kepada masyarakat dalam momentum satu abad berdirinya pondok.

“Melalui layanan kesehatan ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat peringatan 100 Tahun Gontor, tidak hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai aksi kemanusiaan yang berdampak,” ujar Muhammad Abduh salah satu panitia kegiatan.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara pondok dan masyarakat. Kehadiran santri, guru, tenaga medis, serta relawan dalam satu ruang pelayanan mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi nilai utama Gontor sejak awal berdirinya.

Subacara Sehat Bersama Darussalam menjadi bukti bahwa peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya dimaknai sebagai refleksi sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk terus menebar kebermanfaatan bagi umat, sesuai dengan semangat “Dari Gontor untuk Masyarakat.”

Kontributor: Aryyo, Andi, Bag. Dokumentasi Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor
Edtior: Winka, Alif

Related Articles:

Dapur Berkah Darussalam Meriahkan Bakti 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 12

Darussalam Berkhidmat, PMDG Kampus 12 Gelar Bakti Sosial Peringatan 100 Tahun Gontor

Panitia Matangkan Persiapan Darussalam Berkhidmat Jelang Pelaksanaan Peringatan 100 Tahun di PMDG Kampus 12

Dapur Berkah Darussalam Meriahkan Bakti 100 Tahun Gontor di PMDG Kampus 12

0

SIAK – Subacara Dapur Berkah Darussalam yang diadakan pada Ahad, 28 Desember 2025 turut memeriahkan rangkaian kegiatan “Darussalam Berkhidmat: Bakti 100 Tahun” yang digelar oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12. Kegiatan yang berlangsung di lapangan PMDG Kampus 12 ini menghadirkan suasana kebersamaan melalui lomba memasak dan pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar.

Lomba memasak diikuti oleh perwakilan warga dari beberapa rukun tetangga (RT) di sekitar PMDG Kampus 12, serta diikuti pula oleh para asatidz Gontor yang turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan. Antusiasme peserta tampak sejak awal lomba hingga proses penilaian oleh dewan juri, dengan beragam menu masakan yang disajikan.

Berdasarkan hasil penilaian, Juara I lomba memasak diraih oleh RT 06, disusul RT 07 sebagai Juara II, dan RT 05 sebagai Juara III. Sementara itu, perwakilan asatidz Pondok Modern Darussalam Gontor berhasil meraih Juara Harapan I, yang semakin menambah semarak dan nuansa kebersamaan antara pondok dan masyarakat.

Selain lomba memasak, panitia juga melaksanakan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini ditujukan kepada warga sekitar PMDG Kampus 12, khususnya keluarga kurang mampu dan kaum dhuafa, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam momentum peringatan satu abad Gontor.

Panitia menyampaikan bahwa subacara Dapur Berkah Darussalam tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan 100 Tahun Gontor, tetapi juga untuk mempererat hubungan silaturahim dan kebersamaan antara Pondok Modern Darussalam Gontor dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh dan menguat.

Subacara ini menjadi salah satu wujud implementasi tema “Darussalam Berkhidmat: Bakti 100 Tahun” dengan tagline “Dari Gontor untuk Masyarakat”, yang menegaskan komitmen PMDG Kampus 12 untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Kontributor: Aryyo, Andi, Bag. Dokumentasi Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor
Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Darussalam Berkhidmat, PMDG Kampus 12 Gelar Bakti Sosial Peringatan 100 Tahun Gontor

Panitia Matangkan Persiapan Darussalam Berkhidmat Jelang Pelaksanaan Peringatan 100 Tahun di PMDG Kampus 12

PMDG Kampus 12 Siap Gelar “Darussalam Berkhidmat” dalam Rangka Bakti 100 Tahun Gontor

Darussalam Berkhidmat, PMDG Kampus 12 Gelar Bakti Sosial Peringatan 100 Tahun Gontor

0

SIAK – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menggelar kegiatan sosial bertajuk “Darussalam Berkhidmat: Bakti 100 Tahun” sebagai bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad-Senin, 28-29 Desember 2025, ini dipusatkan di lingkungan PMDG Kampus 12, Kabupaten Siak, Riau, dan diikuti antusias oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan Darussalam Berkhidmat menghadirkan dua subacara utama, yakni Sehat Bersama Darussalam yang meliputi khitan massal dan cek kesehatan gratis, serta Dapur Berkah Darussalam berupa lomba memasak dan pembagian paket sembako. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian sosial Gontor dalam momentum satu abad perjalanannya.

Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan usia Gontor yang ke-100 tahun, yang puncaknya akan berlangsung pada tahun 2026 mendatang. Ia menjelaskan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor berdiri sejak tahun 1926 dan telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan pengabdian umat.

“Momentum peringatan 100 Tahun Gontor ini juga bertepatan dengan 10 tahun berdirinya PMDG Kampus 12, yang didirikan pada tahun 2015. Melalui dua subacara ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun jumlahnya tidak seberapa,” ujar beliau.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan Sehat Bersama Darussalam dan Dapur Berkah Darussalam merupakan implementasi nilai pengabdian yang selama ini menjadi ruh pendidikan Gontor, sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan santri dan seluruh civitas pondok.

Apresiasi juga disampaikan oleh Camat Sungai Mandau, Bapak Muhammad Darwis, S.Sos., yang hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan Darussalam Berkhidmat sebagai inovasi positif yang sarat makna dan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Kami mengapresiasi inovasi Gontor dalam menghadirkan kegiatan sosial yang tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan Pondok Modern Darussalam Gontor dapat terus berinovasi dan memperluas kontribusinya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan umat secara luas.

Melalui kegiatan Darussalam Berkhidmat: Bakti 100 Tahun, PMDG Kampus 12 menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan kemanusiaan dan kesejahteraan umat.

Kontributor: Aryyo, Andi, Bag. Dokumentasi Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor
Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Panitia Matangkan Persiapan Darussalam Berkhidmat Jelang Pelaksanaan Peringatan 100 Tahun di PMDG Kampus 12

PMDG Kampus 12 Siap Gelar “Darussalam Berkhidmat” dalam Rangka Bakti 100 Tahun Gontor

Ambalan Creativity Event Meriahkan PMDG Kampus 12

Menumbuhkan Generasi Qur’ani; Gontor Putri Kampus 2 Adakan Seminar Al-Qur’an

0

Pada Jumat pagi, (26/12) suasana Gontor Putri Kampus 2 terasa berbeda. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, langkah-langkah calon pelajar dan dewan guru mengarah pada Masjid Baitul Abbas Thalib. Di tempat inilah, sebuah ikhtiar besar dimulai: Seminar Al-Qur’an bertema “Optimalisasi Pembinaan Al-Qur’an bagi Generasi Muda”.

Seminar ini menghadirkan sosok yang telah lama berkecimpung dalam dunia pembinaan Al-Qur’an, H. Wuntat Wawan Sembodo, S.Ag. Acara dibuka dengan sambutan Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 yang menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan dan kehidupan santriyah.

Pada sesi pertama yang dimulai pukul 08.00 WIB, pemateri mengajak para peserta untuk kembali merenungi posisi Al-Qur’an dalam kehidupan manusia. Dengan penyampaian yang tenang namun penuh makna, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah faktor utama pengangkat derajat manusia, baik di sisi Allah SWT maupun dalam tatanan sosial. Menurut beliau,  menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini bukanlah sekadar kewajiban, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan umat.

Pembinaan Al-Qur’an idealnya tidak berdiri pada satu aspek saja, ia harus mencakup Al-Fikru, yakni penguatan pola pikir dan pemahaman; Adz-Dzikru, penghidupan hati melalui dzikir dan nilai spiritual; serta Al-‘Amal, implementasi nyata dalam perilaku sehari-hari. Integrasi ketiganya diyakini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan kokoh secara moral.

Semangat itu berlanjut pada sesi kedua yang dimulai pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh seluruh dewan guru. Kali ini, pembahasan lebih teknis dan aplikatif. Para peserta diajak mendalami tata cara mengajarkan membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro’. Tidak berhenti pada teori, sesi ini dilengkapi praktik langsung mengajar, dengan bimbingan dan koreksi langsung dari pemateri.

Antusiasme peserta terasa sepanjang kegiatan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan diskusi yang hidup menjadi bukti keseriusan para guru dan calon pelajar dalam meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an. Seminar ini pun ditutup dengan harapan besar: agar upaya pembelajaran dan pembinaan Al-Qur’an di lingkungan Gontor Putri Kampus 2 terus tumbuh, meningkat, dan berkelanjutan sehingga melahirkan generasi Qur’ani yang siap menatap masa depan dengan iman, ilmu, dan akhlak.

(Berita: Haliza | Foto: Nisrina, Syafannisa)

Dandim Ponorogo Silaturrahim ke Gontor, Bahas Peran Pesantren dalam Menjaga NKRI

0

GONTOR — Komandan Distrik Militer (Dandim) 0802/Ponorogo, Letnan Kol. Arh. Farouk Saputra, melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (27/12) pukul 09.00 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor Pimpinan Pondok dan berjalan dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lembaga pendidikan pesantren yang selama ini berperan strategis dalam pembinaan karakter generasi muda. Dialog yang berlangsung menyoroti peran pesantren sebagai benteng moral bangsa di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal menekankan pentingnya pemahaman yang jernih mengenai makna kemerdekaan dan bahaya penjajahan. Menurut beliau, penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekuatan fisik atau asing, tetapi juga dapat muncul dari dalam bangsa sendiri melalui degradasi akhlak, lunturnya kejujuran, serta melemahnya disiplin dan tanggung jawab generasi muda. Karena itu, pendidikan berbasis nilai dan akhlak dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan nasional.

Selain itu, beliau menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Gontor sejak awal dirancang untuk membentuk santri yang mandiri, berdisiplin, serta memiliki kepemimpinan dan kepekaan moral. Proses pendidikan dijalankan melalui kaderisasi dan regenerasi yang berkelanjutan, di mana setiap santri dilatih untuk memimpin, bekerja, dan bertanggung jawab, sekaligus siap digantikan oleh generasi berikutnya.

Dalam dialog tersebut juga ditegaskan sikap pesantren terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gontor menempatkan keutuhan NKRI sebagai harga mati dan menegaskan tidak adanya dikotomi antara pendidikan pesantren dan komitmen kebangsaan.

Silaturrahim ini diharapkan memperkuat sinergi antara TNI dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter kuat, berakhlak, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap bangsa dan negara.

Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Wamenag RI Kunjungi PMDG, Tegaskan Jasa Pesantren Untuk Indonesia

Perdana Kunjungi Gontor Putri 1, Jusuf Kalla Tegaskan Gontor sebagai Lentera Peradaban

Kapolda Jatim Kunjungi Gontor, Sampaikan Kesan Mendalam dan Dukung Peringatan 100 Tahun PMDG