Home Blog Page 187

Satgas Covid-19 Gontor Tinjau Protokol

0

Ngawi (GontorPutriKampus3) – Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 Gontor meninjau persiapan protokol-protokol yang akan digunakan untuk menghadapi wabah ini ke Gontor Putri Kampus 3, Ngawi, Senin (10/ 8/ 2020).

Dipimpin langsung oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Gontor Al-Ustadz M. Adib Fuadi Nuriz memprioritaskan bagaimana protokol kesehatan bisa dijalankan sesuai dengan protokol Covid-19.

“Prioritas utama kita adalah tentang bagaimana tatanan hidup baru dipenuhi dengan protokol Covid-19. Kami datang selain memberikan dukungan juga memastikan protokol kesehatan di semua pondok lebih dipersiapkan, sehingga pondok cabang lainnya kemudian akan dipandu untuk membuat SOP dengan kebutuhan di tempat masing-masing,” kata Al-Ustadz Adib.

Meski saat ini kurva pertambahan kasus masih terus meningkat, Satgas tetap menilai tatanan hidup baru tidak bisa dihindarkan karena biar bagaimanapun Santriwati kita juga butuh pengawasan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz Suwarno menegaskan bahwa peraturan-peraturan dalam menghadapi covid-19 sudah disiapkan. Terlebih, menurutnya, dengan dukungan Satgas Lawan Covid-19 Gontor memberikan penjelasan yang lebih detail agar implementasinya bisa dikerjakan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Adib menegaskan selain memberi, Satgas juga melakukan peninjauan ke berbagai sektor untuk lantas guna memastikan sejauh mana protokol-protokol kesehatan dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing pondok pelaksana kebijakan. AmaliaSN

737 TENTARA MERAH ORANGE BERSIAP MEMENUHI DARATAN BUMI DARUSSALAM

0

Mantingan– Derap langkah 737 pasukan merah orange yang berbaris rapi memenuhi dataran Bumi Darussalam membentuk sebuah pemandangan langka yang jarang dijumpai. Persiapan barisan itu, berbaris rapi memanjang menurut tinggi pada Jum’at (26/6) yang lalu ketika matahari sedikit condong kearah barat.

Persiapan latihan baris berbaris oleh santriwati kelas 4 dan kelas 3 Intensive yang berjumlah 737 orang telah dikerahkan guna meramaikan acara pondok yang akan datang seperti pembukaan POD, Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy, Peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dan lain sebagainya. Mereka akan dididik dan digembleng agar dapat menciptakan pertahanan barisan yang rapi dan kuat. Membentuk sebuah pola berfilosofis yang mengambarkan visi dan misi acara pondok adalah tujuan barisan sebelum Sang Merah Putih, bendera pondok, juga bendera lainnya berkibar angkuh ditengah hamparan tanah hijau subur, lapangan depan Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Semua acara itu tidak akan berjalan etis tanpa adanya mereka. Panas teriknya matahari, dingin gelapnya malam, papan nama dari kardus berukuran 30X30 cm, tongkat kayu pengibar bendera, pengorbanan yang memakan waktu latihan yang cukup lama, peringatan dan omelan yang mereka dapatkan ketika melakukan kesalahan dari para pembina Ustadzah maupun kelas 6, sampai madu, air putih di botol berukuran jumbo juga habbatussauda menjadi sahabat yang akan selalu setia mereka jumpai selama masa latihan. Semua akan terganti ketika hari itu datang. Hari dimana meraka akan tersenyum bangga melihat hasil yang telah mereka pupuk sejak lama bermekarkan kepuasan dengan selesainya upacara pembukaan kegiatan pondok dan bendera yang berkibar riang ditiup sang angin diujung tiang tinggi ditengah tanah lapang.

Pasukan Pengibar bendera, Pasukan Pembawa Bendera, Komandan Peleton dan Pemimpin Upacara akan terlahir diantara mereka yang terpilih dan diberi kesempatan untuk membantu pondok dengan lebih dari temen-teman yang lainnya. Inilah masa yang telah mereka tunggu selama 2 dan 4 tahun lamanya agar bisa berdiri mewaklili yang lainnya dalam upaya menyempurnakan acara dan kegiatan pondok yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya. Dan senyuman bangga itu akan datang secara otomatis ketika semuanya benar-benar telah sukses dan berhasil. Nasyweng.

Mengingat Perjuangan Leluhur Bangsa Indonesia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus

0

Mantingan-Seperti kata pepatah “Al-Ma’hadu laa yanaamu abadan”, yang artinya Pondok Modern Darussalam Gontor tidak tidur selamanya. Maksud dari pepetah ini, bahwasanya Gontor tidak akan pernah berhenti dari rentetan acara kegiatanya. Karena di setiap kegiatanya mengandung wawasan di berbagai bidang aspek pendidikan, sehingga dapat menambah wawasan satriwati. Walaupun  di masa Pandemi Covid-19, Gontor masih tetap aktif di berbagai kegiatannya meskipun terminimalisir dan tertunda. Salah satunya kegiatan yang masih tetap aktif ialah peringatan  Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pengibaran Bendera Merah Putih.

Tepat pada hari Senin (17/8/20) lapangan hijau di depan Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dipenuhi dengan santriwati dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus yang ke-7. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santriwati, Asatidz dan Ustadzah dan dimulai dari jam 07.00-08.00 WIB pagi, sehingga meniadakan jam pelajaran ke-1 dan ke-2. Dibuka oleh Bapak Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto,M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwasanya “kemerdekaan merupakan pintu gerbang dari situ kita harus melanjutkan perjuangan, tidak boleh berpangku tangan apalagi bermalas-malasan.”. Dari sambutan beliau dapat dipahamkan bahwasanya kemerdekaan bukan akhir dari segalanya, masih harus melanjutkan perjuangan-perjuangan para leluhur dalam memajukan negara Indonesia.

Adapun tujuan kegiatan ini ialah; agar mengingat cita-cita lelehur bangsa Indonesia, selalu bersyukur atas Rahmat Allah dan menumbuhkan rasa kepemimpinan santriwati. Begitulah Gontor yang tidak pernah berhenti dalam kegiatanya. AndiGhariza

Kunjungan Dinas Kesehatan ke Pondok Gontor 3 : Meninjau Kesehatan Santri dan Warga Pondok

0

Darul Ma’rifat – (24/09/20) setelah terdengar kabar bahwa salah satu santri dari Pondok Gontor Kampus 3 terpapar COVID-19, dengan cekatan pemerintah mengirim beberapa  perwakilan    seperti, Dinas Kesehatan (DinKes), Kesejahteraan Masyarakat (KESRA), Bapak Camat, Bapak KAPOSEK Kediri, dan Perwakilan dari Kementrian Agama di Kediri untuk mengunjungi pondok Gontor sebagai wujud kepedulian dan antusias pemerintah kepada pondok pesantren .

Diawal kunjungan ini bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi menceritakan tindakan awal dari kasus ini bahwasanya setelah muncul indikasi bahwa seorang santri terpapar COVID-19, dengan segera diadakan tracking  ketat untuk siapa saja yang sudah berhubungan dengan pasien tersebut. Tak lupa pada kesempatan ini bapak Bambang selaku ketua Dinas Kesehatan di Kediri menyampaikan, bahwasanya pada saat seperti ini kita tidak bisa bertanya darimana virusnya berasal, karena virusnya sudah berada dimana-mana. Beliau juga menghimbau agar semua santri dan warga pondok khususnya harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan baik dan benar karena kita tidak tahu jika kita ternyata membawa virus tersebut juga untuk menjaga diri kita secara individual dan orang-orang sekitar kita.

Dilanjutkan oleh Al Ustadz Adib Fuadi Nuriz selaku ketua Tim SATGAS COVID-19 Pusat memaparkan tentang cara kerja tim SATGAS di seluruh Pondok Gontor se-Indonesia, yang mana diawal munculnya waba COVID-19 pondok Gontor sudah mengambil langkah dengan membentuk tim SATGAS sesuai surat keterangan dari Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan hingga pada awal kasus yang mereka hadapi, ketika beberapa santri dari Gontor 2 yang terpapar wabah ini dan langsung diadakan pemutusan rantai penyebaran dengan melakukan Isolasi dan beberapa protokol kesehatan yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Ponorogo dan beberapa lembaga pemerintahan lainnya. Beliau juga menimpali, bahwasanya yang membuat pondok ini terus terjaga karena disiplin para penghuninya yang kuat sehingga yang di dalam tidak bisa keluar dan yang dari luar tidak boleh masuk ke dalam

Dan ketika menghadapi situasi dan kondisi yang sama para tim SATGAS di seluruh pondok tidaklah takut ataupun cemas karena mereka telah menghadapi kasus yang sama dan mengambil pelajaran dari sebelumnya, dan Alhamdulillah santri-santri dalam keadaan sehat dengan terus berdisiplin dalam mengikuti protokol kesehatan yang sudah berlaku hingga saat ini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk para santri yang masih berada dalam ruang isolasi secara khusus dan untuk seluruh penghuni pondok secara umumnya, Aammiiinnn ya Robbal ‘Alamin…. Aria Kamal

QUEEN OF LANGUAGE : IMPROVE THE LANGUAGE

0

Gontor Putri Kampus 3 – Tepat pada hari Rabu ( 02/09/2020 ), diadakan perlombaan dalam devisi bahasa yaitu Queen of Language, yang mana perlombaan ini merupakan salah satu acara rentetan Gontor Olympiad 2020 di Gontor Putri Kampus 3.  Acara ini diselenggarakan tepat pukul 20.00 WIB di Auditorium Gontor putri kampus 3, dan dihadiri oleh seluruh santriwati Darussalam. Perlombaan ini diadakan guna untuk meningkatkan kualitas bahasa seluruh anggota Darussalam baik santriwati ataupun guru. Perlombaan ini dikhususkan untuk angkatan kelas 3, 4, dan 3 Intensif, yang mana terdapat 7 kandidat yang berhasil berkompetisi diatas panggung yang merupakan perwakilan dari setiap angkatan tersebut.

            Sejauh ini, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu eksis dalam kemajuan dan perkembangannya karena Gontor selalu menerapkan dua bahasa resmi, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dengan dua bahasa ini, para santriwati bisa membuka banyak jendela ilmu yang mereka pelajari. Dari perlombaan inilah santriwati bisa berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas bahasa mereka, seperti penambahan kosakata, idioms, dan lainnya.

            Kandidat Perwakilan dari setiap angkatan yaitu Aulia Habibi (4B), Aatiyatu Nurhaya (4B), Yarisa Firdausa (4B), Aulia Putri Darmawan (4B), Sayyidah Hanum (4B) dari angkatan kelas 4, Fatimah Nur Fauziyah (3INTB) dari angkatan kelas 3 Intensif, dan Azzahra Sofia (3C), dari angkatan kelas  3. Puncak acara ini berakhir pada pukul 21.40 WIB tepat, dan perlombaan ini dimenangkan oleh Yarisa Firdausa (4B) sebagai juara pertama, Aulia Habibi (4B) sebagai juara kedua, dan Sayyidah Hanum (4B) sebagai juara favorit.

            Semoga dengan adanya perlombaan ini, santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 bisa meningkatkan bahasa Arab dan bahasa Inggris di pondok, karena dengan bahasa, kita bisa mengetahui segala jendela ilmu, dan bisa menguasai seluruh ilmu pengetahuan di dunia. NabilaH

Language Art Exhibition; Sebagai Sarana Peningkatan Bahasa Santriwati.

0

Mantingan-‘Language is not everything but everything without language is nothinginilah salah satu motto yang diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 untuk meningkatkan Bahasa. Hal tersebut selalu ditanamkan Pondok Modern Darussalam Gontor keseluruh santri-santrinya. Maka dari itu, tak heran jika acara-acara dipondok ini banyak sekali yang berkaitan dengan Bahasa. Language Art Exhibition salah satunya. Adapun acara tersebut merupakan sebuah acara yang diselenggarakan pada hari Jum’at (10/7)silam, di lapangan Sahatu-Ta’asi, dengan tujuan untuk meningkatkan tata-bahasa santriwati dalam penerapannya sehari-hari menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. Adapun acara tersebut telah dimodifikasi dan dikemas dengan acara yang sangat meriah. Sehingga, seluruh warga Darussalam sangat antusias dan tertarik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Acara ini terdiri dari beberapa penampilan yang dipersembahkan oleh beberapa Departemen dalam OPPM yang dilakukan secara bergilir. Dalam kesempatan ini, pemeran utama dalam acara Language Art Exibition, adalah Departemen 1 (Bag. Keamanan, Bag. Peningkatan Bahasa, Bag. Pengajaran, Bag. Ta’mir Masjid dan Bag. Olahraga)dari Panitia Bulan Syawwal. Acara ini dimulai dengan sapaan hangat dari MC yang dibawakan oleh Mayyu Maulida dan juga Salsa Gina, yakni siswi KMI kelas 6. Selanjutnya, diteruskan dengan drama musical yang tentunya menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, puisi yang juga telah diterjemahkan ke dua bahasa tersebut, dan diakhiri dengan menyanyikan sebuah lagu yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab di penghujung acaranya.

Seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 terlihat sangat antusias mengikuti acara ini. Hal ini terbukti dengan sorak-porak gembira mereka saat acara berlangsung, Tidak hanya demikian, adanya acara ini juga membuktikan bahwa penggunaan bahasa merupakan suatu hal yang penting dalam awal membuka suatu peradaban, dan Gontor telah membuktikannnya. Begitu indahnya Pondok ini membungkus sebuah pendidikan bahasa dalam acara yang sangat mengesankan bagi para santriwatinya. Karena, Gontor tak pernah melunturkan prinsip, bahwa ‘Language is our crown’.raihanahesti

Menjaga Mahkota Pondok Dengan Fathul Mu’jam

0

DARUSSALAM“Al-lughotu taju-l-ma’had”, bahasa adalah mahkotanya pondok. Kalimat tersebut sudah menjadi moto yang senantiasa diperdengarkan kepada seluruh penghuni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam rangka menekankan akan pentingnya berbahasa resmi, yaitu Arab dan Inggris.

Salah satu sarana untuk mengukur kemampuan bahasa santri, khususnya dalam bidang kaidah bahasa, maka diadakan ujian Fathu-l-Mu’jam Wa-l-Mu’jam al-Mufahros untuk Siswa Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) pada hari Senin-Selasa, 15-16 September 2020. Kegiatan tersebut diselenggarkan di gedung Sudan PMDG dan diikuti oleh seluruh siswa Akhir KMI 2021, Virtuous Generation yang berjumlah 720 siswa.

Fathu-l-mu’jam wa-l-mu’jam al-mufahros adalah kegiatan membuka kamus bahasa Arab, yaitu Munjid dan kamus ayat-ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfadzi-l-Qur’an. Dalam kegiatan ini, para siswa diuji untuk mencari suatu kata dalam bahasa Arab, lalu menentukan makna yang paling tepat dan menuliskannya, juga menentukan letak suatu ayat dalam Al-Qur’an.

Sesuatu yang berbeda dari kegiatan ini adalah kamus yang digunakan merupakan kamus bahasa Arab ke dalam bahasa Arab, bukan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Hal ini menuntut kemampuan para siswa untuk memahami secara mendalam terkait makna kata dan konteks kalimatnya. Selain itu, mereka juga dituntut untuk bisa menyelesaikan beberapa soal dengan batas waktu yang telah ditentukan, sehingga kecepatan juga dibutuhkan dalam ujian ini.

Diharapkan dengan terselenggaranya acara ini, para santri, khususnya siswa kelas 6 KMI semakin terpacu untuk meningkatkan kemampuan diri dalam mencari/menentukan makna suatu kalimat dengan membuka kamus. Hal ini sejalan dengan salah satu Panca Jiwa PMDG, yakni berdikari. Para santri harus bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah yang ditemukannya saat belajar bahasa. Ibaratnya, kamus merupakan kunci untuk membuka pintu, yaitu ilmu pengetahuan yang ada pada kitab-kitab tertentu berbahasa Arab. Brada

 

 

SEMINAR FOTOGRAFI: GONTOR DAN FOTOGRAFI

0

GONTOR– Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak pernah berhenti dalam melaksankan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan akademis maupun non-akademis para santri, beberapa diantaranya ada ekstrakulikuler, pelatihan-pelatihan serta seminar. Salah satunya adalah seminar fotografi yang diselenggarakan Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) pada hari Jumat pagi (11/9) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Acara ini diikuti oleh 250 peserta dari santri kelas 1-6 Kulliyatul Mu’allimi Al-Islamiyah (KMI) dan dihadiri oleh Al-Ustadz Muchammad Taufiq Affandi, M.Sc., Pembimbing Multimedia PMDG, sebagai pemateri pertama. Dalam sambutannya Ustadz Taufiq menyampaikan tentang sejarah fotografi di PMDG, perkembangan kamera dari setiap masa, bahkan sejarah dunia fotografi, yang bermula dari penemuan prinsip kamera oleh salah seorang ulama Muslim Ibn Haytham.

Fotografi bagi Gontor sendiri bukanlah suatu hal yang baru, terlihat dari banyaknya foto dokumentasi zaman dahulu, seperti foto Tarbiyatul Athfal (TA), Trimurti ketika masih muda, suasana shalat jama’ah di masjid atiq, dll.

Dalam kesempatan kali ini beliau menyampaikan bahwa salah satu yang terpenting dalam dunia fotografi adalah kita harus memiliki sense of art. Beliau menambahkan bahwa ketika belajar fotografi maka secara langsung kita juga belajar warna dan komposisi.

Tujuan utama diadakannya seminar adalah untuk mendidik agar nantinya para santri dapat menguasai berbagai macam bidang dengan tetap berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. “Dengan fotografi Gontor bisa menyebarluaskan dakwah Islam, informasi pondok dan media edukasi masyarakat” tutur Al-Ustadz Taufiq. Ghazna

 

Penerima Beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir Gelombang Kelima Adakan Pertemuan Perdana dengan Direktur KMI

0

Gontor–Setelah diadakannya ujian beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir gelombang kelima pada akhir bulan Februari lalu, Jum’at malam (28/8) para calon penerima beasiswa yang telah lulus seleksi mengadakan perkumpulan di Aula Saudi guna mengurus berkas-berkas yang menjadi syarat pendaftaran masuk Universitas Al-Azhar, Mesir.

Acara ini dihadiri oleh seluruh penerima beasiswa putra dan putri yang berada di kampus-kampus Gontor di dalam Jawa yang terdiri dari 38 Ustadz, 28 Ustadzah, dan 2 Ustadz dari Pondok Modern Tazakka, Batang. Adapun bagi para penerima beasiswa yang berada di Kampus Gontor di luar Jawa, mereka tetap mengikuti pertemuan ini dengan media Google meet. Pada kesempatan kali ini Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. selaku Direktur dan Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) turut hadir memberikan arahan dan nasihat kepada para penerima beasiswa.

Pada pertemuan kali ini Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. banyak bercerita tentang pengalamannya selama menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar, mulai dari  kepengurusan beasiswa, pemberkasan dan pengisian formulir, keadaan iklim dan geografis di Mesir, kegiatan selama menjadi mahasiswa, serta berbagai pengalaman lainnya yang beliau rasakan selama berada di sana.

Pertemuan ini diakhiri dengan pengisian formulir pendaftaran masuk Universitas Al-Azhar dan penandatangan surat pernyataan kesediaan sebagai penerima beasiswa. Ghazna

Pembagian rapot tahun ajaran 1440-1441 H; Meningkatnya Nilai Rata-rata, Meningkatkan Kualitas Akademik Santri

0

Mantingan – Suatu kesyukuran yang amat sangat atas datangnya hasil ujian akhir tahun, yang menjadi saksi kesungguhan para santriwati dalam menuntut ilmu. Tepat di Aula perkumpulan Auditorium (25/07) silam, seluruh santriwati Gontor Putri kampus 1 mengadakan acara pembagian rapot akhir tahun 1440-1441 H. Maksud dari adanya acara tersebut, yakni agar santriwati dapat memahami, bahwa nilai yang didapatakan merupakan hasil jerih payah yang telah dilakukan dan dapat dijadikan sebagai kaca perbandingan dimasa mendatang.

Pembagian rapot akan dibagikan kepada santriwati disetiap kelasnya. Hal ini diadakan setelah mendengarkan pengarahan dan nasihat dari Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz. KH. Ahmad Suharto M.Pd.I dan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Dr. KH. Fairuz Subakir Ahmad, MA. Adapun dalam pembukaannya, beliau mengatakan bahwa

“Nilai rata-rata santriwati pada tahun ini, Alhamdulillah meningkat di banding dengan tahun-tahun sebelumnya, Peningkatan tersebut mencapai 6,05 dengan batas kenaikan 4,8.”

Ujar Bapak Wakil Direktur Gontor Putri Kampus 1

Hal tersebut sebagai bentuk kesyukuran dan juga bukti dari sentuhan guru-guru yang sangat efektif dan luar biasa, sehingga menjadikan nilai santriwati menjadi luar biasa. Bimbingan yang diberikan para guru, sangat memotivasi para santriwati. Menjadikan mereka  bersemangat dalam menuntut ilmu, juga dapat mempengaruhi peningkatan nilai seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.

Walaupun pelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor sangat banyak, tetapi pelajaran-pelajaran di PMDG merupakan dasarnya semua ilmu. Nilai-nilai yang dikeluarkan pada sebuah rapot juga merupakan nilai murni yang tidak dikurang atau ditambah. Inilah bentuk dan bukti bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor Putri sangat bertanggungjawab atas prinsip pendidikan dan pengajaran.

-Mannar