Home Blog Page 186

UJIAN TENGAH SEMESTER; 860 MAHASISWI GURU MENANAM BIBIT KESUKSESAN DI LADANG JIHAD

0

Mantingan – Sabtu (15/8) kemarin, dibawah terik matahari sore yang menaungi, berpegangan dengan kertas-kertas materi bahan ujian, berlantunkan do’a yang dipanjatkan dalam hati, juga iringan pesan dan nasehat dari Al-Ustadz, Nur Hadi Ikhsan, MIRKH., sebelum Ujian Tengah Semester Mahasiswi Unida benar-benar resmi dibuka adalah ritme suasana yang indah yang dinantikan semua orang. Dimana seluruh kekuatan akan dikerahkan, hati, pikiran, jiwa maupun raga yang bersatu lagi berkumpul di satu titik fokus untuk menghadapi ujian ini.

“Sedia Payung Sebelum Hujan” katanya. Nyatanya ini adalah pemanasan juga awal langkah agar benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tulis di akhir semester nanti dan juga sebagai tolak ukur kemampuan masing-masing individu yang dibebani ilmu untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh agar biasa mengamalkan dikemudian hari. Ini adalah hasil sementara dari masa belajar para mahasiswi selama ini. Walau pun perkuliahan dilaksanakan menggunkan metode online atau secara virtual, dan kondisi yang tidak stabil karena situasi di tengah pandemi, sama sekali tidak mematahkan semangat untuk belajar dan terus menimba ilmu bagi mahsiswi  yang notabone adalah seseorang yang haus akan ilmu lagi pengetahuan.

Ujian yang melibatkan 860 Mahasiswi guru dari semua Program Studi, menggunakan 18 kelas untuk medan jihad para Mahasiswi dan para pengawas yang terdiri dari Asatidz dan Ustadzah senior, menggambarkan suatu komponen yang saling berhubungan dan beriringan demi berjalannya ujian ini tanpa menghilangkan sedikit pun kesakralannya karena tetap menjaga kehormatan dan kepentingan ujian yang telah ditanamkan oleh para pendiri pondok sejak zaman dahulu. Sejatinya, pondok selalu terasa lebih ‘hidup’ ketika datang masa-masa ujian, karena seluruh warga Darussalam terlibat dalam setiap jengkal ujian kehidupan di dalamnya. Nasyweng.

“Selain Iman dan Ilmu, seorang Perempuan haruslah mempunyai Malu. Seorang Perempuan juga harus memiliki multi-intelligence (kecerdasan). Malu dan Kecerdasan inilah yang akan mengangkat derajat perempuan.”

HaflahWuddiyyah; Tak Kenal Maka Tak Sayang

0

Mantingan-Tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatah sederhana yang sering kita dengar. Walau terdengar sederhana, namun pepatah ini memiliki kandungan pesan dan makna yang sangat mendalam. Karena, barangsiapa yang belum mengenal, maka ia tak akan bisa menyayangi satu sama lain. Makadari itu, sebagai acara rutin tahunan, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 mengadakan acara yang dinamai dengan Haflah Wuddiyyah.

Acara ini sendiri, diadakan dengan tujuan, guna meningkatkan kebersamaan dan menjalin rasa kekeluargaan yang semakin erat. Arti kata haflah wuddiyyah pun diambil dari Bahasa Arab yang mana haflah berarti pesta dan wuddiyyah artinya perkenalan. Dalam artian lain seperti pesta persahabatan atau biasa disebut FriendshipParty.

Acara ini bertempatkan dizona rayon masing-masing, haflah wuddiyyah diadakan bagi seluruh santriwati lama dan juga santriwati baru. Diadakannya untuk santriwati lama, guna mempererat ukhwahislamiyyah diantara mereka. Adapun halnya, diadakan untuk santriwati baru dengan tujuan untuk mengenalkan satu dengan yang lainnya. Supaya mereka saling menganal satu dengan yang lain dan memudahkan mereka untuk beradaptasi dengan teman-teman barunya yang dating dari Sabang sampai dengan Merauke.

Perlombaan haflahwuddiyyah

Haflahwuddiyyah ini, dimulai dari tanggal (24/06) s/d (27/06). Acara ini dimulai dengan pembukaan yang dibuka oleh pembimbing zona rayon dan bertempatkan pada zonanya masing-masing, serta dilanjutkan dengan lomba-lomba, yang merupakan inti dari acara ini. Hingga akhirnya, sampailah pada penguhujung acaranya yang ditutup dengan pembagian hadiah. Acara ini sangatlah berpengaruh positif bagi seluruh santiwati. Karena, memiliki unsur kebersamaan atau ukhwahIslamiyah yang kuat. Adapun, lomba-lomba yang didadakan diacara ini pun juga bukan hanya sekedar lomba-lomba biasa. Karena, semua yang mereka lihat, dengar dan rasakan akan mencakup unsur pendidikan. Beginilah cara Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mendidik para santri-santrinya, tanpa menghilangkan prinsip, ide, dan filsafat-filsafat pemahaman Gontor didalam setiap acara dan kegiatan yang dibentuknya.

rosemawardani

Instalasi Biogas; Improvisasi dalam Unit Usaha Penggemukan Sapi

0

MANTINGAN-Beginilah Pondok Modern Darusslam Gontor, terus berkembang. Improvisasi atau peningkatan dalam segala aspek terus dilestarikan di Kampung nan Damai ini. Sesuai dengan petuah Trimurti:

“Lebih baik berjalan merangkak dari pada berlari di tempat”

Sealur dengan ini, Alhamdulillah, salah satu unit usaha Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam bidang Penggemukan Sapi, kini sudah mengembangkan usahanya dengan adanya Instalasi Biogas yang sudah beroperasi sekitar 10 bulan.

Instalasi biogas merupakan kegiatan pemanfaatan limbah kotoran sapi yang bias dimanfaatkan sebagai gas. Dalam hal ini, kotoran sapi yang berasal dari unit usaha penggemukan sapilah yang digunakan. Usaha yang dibangun pada (11/19) silam bertujuan sebagai alternatif dalam pengolahan limbah kotoran sapi agar tidak mencemari lingkungan dan mengundang bau, juga sekaligus membawa beragam manfaat.

Dalam operasionalnya, ±120 kg/hari kotoran sapi dimasukkan ke dalam reaktor, yakni  tempat penampungan sekaligus tempat proses perubahan kotoran menjadi gas, yang terletak di selatan kandang. Dari sejumah kotoran sapi tersebut, dapat menghasilkan gas sebesar ± .  Gas tersebut dialirkan melalui pipa ke kompor gas yang terdapat di dapur dekat kandang sapi, dapur Mie Ayam, dan dapur Annisa Beverage, juga pada lampu petromax yang terdapat di tempat istirahat sebelah utara kandang. Selanjutnya, sisa gas yang tidak terpakai dibuang melalui pipa khusus demi mencegah ledaknan dari dalam reaktor. Ampas hasil sisa proses kotoran sapi juga dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman.

Kegiatan Instalasi biogas ini merupakan kali pertama dilakukan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Uji coba kegiatan ini bahkan sempat dilakukan oleh Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Bersama istri saat melakukan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 beberapa waktu lalu.

Kedepannya, usaha yang diketuai oleh Al-Ustadz Aruman ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan. Beliau juga terus mengajarkan dan mengkader beberapa Ustadz dan pekerja dalam bidang ini agar senantiasa dapat menjalankan dan mengembangkan secara mandiri.Aya

“OSPEK AZZAM”; Membentuk Mahasiswi Elit Gontory

0

Mantingan-Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang berbasis pesantren atau bersistem asrama. Saat ini, UNIDA memiliki 7 Fakultas dan 18 Program Studi. Kegiatan Kemahasiswaan yang ada di UNIDA dalam bidang akademik maupun non akademik sangatlah beragam, salah-satunya adalah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswi baru.

OSPEK merupakan salah satu pola yang ditempuh oleh sebuah perguruan tinggi untuk memberikan gambaran dan mengenalkan segala hal yang terkandung dalam perguruan tinggi, juga hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab mahasiswi, sekaligus peran serta para alumninya.

Adapun kegiatan OSPEK 2020 di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Divisi Mantingan adalah untuk memperkenalkan profil kampus kepada calon mahasiswi, terutama beberapa hal prinsipil mengenai dasar, visi, misi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini bertujuan agar mahasiswi memahami fungsinya sebagai santri yang berilmu amaliyah, beramal ilmiah, dan beraqidah Islamiyah as-shahihah, sehingga terbentuklah output mahasiswi pesantren yang tangguh serta memiliki IMTAQ dan IPTEK yang standar sehingga terbentuklah sosok-sosok Elit Mahasiswi Gontory.

Tema dan Motto OSPEK 2020 adalah ’AZZAMyang berarti ketetapan hati, kebulatan tekad, tekun dan tabah dalam menggapai cita-cita serta tujuannya. Mempunyai target serta rasa kemauan yang kuat terhadap tujuan UNIDA Gontor sebagai Elite Mahasiswi yang berilmu dan ber’aqidah serta ikhlas dalam perbuatan dan perkataan. Sehingga Motto OSPEK 2020 adalah “Ikhlas, Cerdas, Tuntas”.

Olahraga Pagi Bersama

Kegiatan OSPEK berlangsung pada hari Sabtu-Jumat (7-13/6) dan berlangsung selama 7 hari. Adapun peserta OSPEK Divisi Mantingan Gontor Putri Kampus 1 tahun ini berjumlah 126 Mahasiswi.

Begitulah Gontor, selalu mempunyai ide dalam membentuk pola pikir yang sistematis dan terarah dan senantiasa berpacu dalam peningkatan kualitas diri sebagai bekal dalam jihad Li I’laa’i Kalimatillah.

AndiGhariza

PENSI UNIDA; KREATIFITAS PARA MAHASISWIGURU

0

Mantingan–Senin (20/7) silam, merupakan pembukaan Pagelaran Pentas Seni Mahasiswi Guru Universitas Darussalam Gontor Putri Divisi Mantingan. Acara ini, merupakan sebuah acara tahunan yang bertujuan sebagai bayangan dan qudwah utama bagi kelas 6 dan 5 yang akan mengadakan acara Panggung Gembira dan Drama Arena serta acara-acara kesenian lainnya, sehingga dapat memberi contoh agar mereka dapat berkreasi lebih baik lagi.

Pensi UNIDA juga salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PKA), seluruh peserta dan panitia merupakan seluruh mahasiswi guru, dalam acara ini terdapat acara yang beraneka ragam yang ditampilkan oleh mahasiswi guru tahun pertama s/d tahun kelima (wisudawati). Acara ini juga sebagai salah satu apresiasi pendidikan santriwati dalam bidang kesenian serta ajang kreatifitas para mahasiswi guru dalam menyalurkan bakat dan kreatifitas.

Adapun acara yang ditampilkan oleh para mahasiswi guru ini, seperti; Hadrah, Choir, Acara Wisudawati, Puisi, Grand Opening, Modern Dance, Tari India, Tari Daerah, Fashion Show, Pop Singer, Tari Kombinasi, serta diakhiri dengan penampilan para panitia yaitu Flashmob, semua itu disaksikan oleh seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 1. Mereka terlihat sangat menikmati acara ini dengan antusias dari mulainya acara hingga di penghujung acara. Adapun acara tersebut dibuka langsung oleh Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, serta turut hadir Wakil Rektor UNIDA Kampus Putri, Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan, MIRKH.

Di Gontor tentu berbeda dengan sekolah lain, karena seluruh acara pondok harus mengandung unsur pendidikan, seperti halnya acara PENSI UNIDA bukan hanya kreatifitas dan keterampilan mahasiswi saja yang diuji, melainkan sebuah kematangan acara, filosofi, unsur pendidikan, dan berbagai hal lainnya yang harus difikirkan dan diterapkan gontor untuk melatih mental mahasiswinya untuk menjadi yang lebih baik lagi. Dengan demikian, acara-acara seperti tari menari, musik, dan kesenian pun tetap mengandung unsur-unsur pendidikan. Hal ini seperti bentuk prinsip Gontor yakni, ‘Harakaatunaibadatun, wafannun, wadzauqun, waakhlaqun, watarbiyatun (Gerakan kita adalah sebuah ibadah, seni, rasa, akhlak, dan juga pendidikan.)

Nailafel

TRAINING PSYCHOLOGY; Pelatihan untuk Menjadi Pembimbing dan Pengurus yang Baik

0

MANTINGAN- Gontor tidak pernah lengang dari kegiatannya, selalu berusaha memanfaatkan waktu untuk mendidik santriwatinya. Kegiatan yang berada di dalam kelas maupun di luar kelas, semua kegiatan itu bersifat pendidikan. Karena semboyan pondok Gontor adalah “Apapun yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh santri adalah Pendidikan”. Diadakanlah kegiatan di luar sesi kelas, yaitu Training Psychology atau Pelatihan Psikologi, adalah sebuah kegiatan tentang pelatihan santri terhadap hal-hal yang berbau psikologi, kejiwaan dan cara berhubungan dengan manusia sesuai psikisnya.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 15-16 Agustus silam, hari Sabtu dan Minggu di Auditorium Kulliyatu-l-Banat. Dengan 2 pembicara wanita, yaitu seorang Guru Senior Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadzah Peppy Yuhanasari Ika dan seorang Dosen putri, Al-Ustadzah Eko Fatimah.  Peserta pelatihan ini adalah santriwati kelas 5 KMI serta pengurus OPPM dan Koordinator Pramuka dari santri kelas 6 KMI , yang sedang diberi amanat oleh pondok sebagai Mudabbiroh (kelas 5) dan pengurus keorganisasian pondok (OPPM dan Koordinator) saat ini.

Pembicara Al-Ustadzah Peppy Yuhanasari
Pembicara Al-Ustadzah Peppy Yuhanasari

Mudabbiroh, sebuah kata yang berarti pembimbing, yaitu santri yang bertugas sebagai pembimbing bagi anggota-anggotanya, sebagai tauladan di setiap perbuatannya. Layaknya seorang pengurus, yang mengurusi kehidupan dan kegiatan mereka. Karena itulah tentunya mudabbiroh dan pengurus oraganisasi pondok harus pandai dalam berinteraksi dengan anggota, dalam menyikapi setiap permasalahan serta keluh kesah mereka, dan pandai berhubungan dengan santri yang bermasalah (kehidupan dan psikisnya).

Post-Test Psikologi Kelas 5 KMI
Post-Test Psikologi Kelas 5 KMI

Pelatihan ini memang dikhususkan untuk mudabbiroh dan pengurus organisasi agar dapat mengetahui serta memahami karakter seseorang melalui pandangan psikologis. Sehingga mereka tidak salah bila megambil tindakan serta solusi. Semoga dengan adanya Pelatihan Psikologi ini, para mudabbiroh dan pengurus organisasi pondok semakin paham dan mengerti untuk menyikapi anggota-anggota yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda.

khairan.

LOMBA PERKEMAHAN PRAMUKA (LPG/TPi); Meningkatkan Mental Santriwati

0

MANTINGAN- Di tengah pandemi Covid-19 ini, Gontor tetap bertahan dengan segala kegiatannya. Kegiatan-kegiatan yang memang bertujuan untuk meningkatkan mental dan stamina santriwati. Dan bukan berarti Gontor berhenti dari segala aktivitasnya, karena Gontor tidak pernah menyia-nyiakan waktu dalam hal mendidik santriwatinya.

Salah satunya dalam bidang kepramukaan, yaitu Lomba Perkemahan Penegak/Penggalang Putri yang telah diadakan pada hari Sabtu, 04 Juli 2020/ 12 Dzulqo’dah 1441 sampai hari Senin, 06 Juli 2020/ 14 Dzulqo’dah 1441. Lomba perkemahan ini berlangsung selama 3 hari, bertempat di Zona Perkemahan Gontor Putri 1.

Peserta LPG/TPi Membuat Tandu
Peserta LPG/TPi Membuat Tandu

Pada tahun ini, perkemahan diadakan antar Gugusdepan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, yaitu sebanyak 11 Gugusdepan. Pada setiap Gugusdepan mengutus 40 peserta, yang terdiri dari 20 peserta penegak dan 20 peserta penggalang, dan dibimbing oleh 2 Bindamping Gudep dan 1 Bindep (Pembimbing Gugusdepan). Sehingga total keseluruhan peserta sebanyak 473 santriwati.

Selama 3 hari berturut-turut, para peserta berlomba untuk meraih prestasi dan juara agar dapat mengharumkan nama Gugugsdepan mereka masing-masing. Mengikuti seluruh perlombaan yang dapat mengasah intelektualitas, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan mental serta disiplin para peserta. Dan tidak ada santriwati yang tidak senang mengikuti kegiatan ini, semuanya bahagia, semuanya ikut andil dalam menyemarakkan LPG/TPi. Layaknya semboyan pramuka;

 

Scout is Joly Game or

Pramuka adalah Permainan yang Menyenangkan

Semarak Yel-Yel Peserta LPG/TPi Gontor Putri 1Semarak Yel-Yel Peserta LPG/TPi Gontor Putri 1

 

Tanpa disadari, kegiatan ini banyak mendidik santriwati dalam banyak hal, yaitu mendidik tentang kebersamaan, kedisiplinan, semangat juang, kesabaran, kemenangan dan kekalahan, persaudaraan, dan tentang keberanian.

khairan.

TAHSIN QIROAH; MENGGEMAKAN RASA CINTA AL-QUR’AN DI BUMI DARUSSALAM

0

Mantingan– Selasa (28/07) kemarin gema bacaan Al-Qur’an memecahkan keheningan maghrib, bumi Darussalam. Semua penduduknya menggemakan bacaan Al-Qur’an secara khidmat dan bersamaan di antero bumi Darussalam tanpa terkecuali mulai dari kelas 1-6. Yang mana gemaan bacaannya akan meluluhkan perasaan dan emosi bagi siapa saja yang mendengarnya. Dan disini, semesta pun turut mendukung dan menemani para Mujahidah ini untuk membacakan risalah-risalah dari Tuhannya, Allah SWT.

Salah satu dari misi PMDG Putri Kampus 1 adalah menciptakan generasi Ulama Intelek yang berjiwa Qurani sepagai perekat umat ketika ia kembali ke masyarakat. Maka, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta Al-Qur’an dalam diri santriwati agar menjadi Huffadzah Al-Qur’an Yang baik. Disini, Santriwati akan diajarkan bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar atas bimbingan Al-Ustadzah di masjid sebelum sholat Maghrib diselenggarakan, lalu setelah Maghrib hingga pukul setengah 7 malam, para Santriwati akan menyetorkan bacaan mereka kepada kelas 6 yang berdomisili di rayon masing-masing guna mengetahui tingkatan bacaan Al-Qur’an mereka agar bisa dibetulkan bacaannya jika terdapat kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Ini akan berlangsung setiap harinya kecuali di hari Selasa, hari Rabu, juga hari jum’at.

Dalam kelanjutannya, Tahsin Qiroah yang menjadi tempat belajar, mengembangkan, tolak ukur bacaan Al-Qur’an dan mengasah bacaan Al-Qur’an agar menjadi lebih baik ini diharapkan dapat mencetak kader-kader generasi pejuang berjiwa Islami yang mempertahankan nilai-nilai Qur’an ditengah–tengah masyarakat. Maka Tahsin Qiroah yang mulai di tanamkan pada tahun ini menjadi langkah awal untuk pelaksaannya ditahun–tahun yang akan datang. Nasyweng.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya”  (HR. Bukhari)

Mengembangkan Potensi Bahasa Kelas 5 di Kasyfu-l-Mu’jam

0

Mantingan-Seperti yang diketahui, Gontor tidak pernah berhenti dalam memperluas wawasan santriwati di berbagai aspek pendidikan. Terutama pada Aspek Kebahasaan, Gontor memang dikenal sebagai pondok yang mengembangkan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara konsisten. Sehingga sering mendapat julukan laboratorium hidup untuk kedua bahasa asing tersebut. Maka dari itu, Gontor terus berusaha untuk mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan dan memperluas potensi bahasa santriwati. Salah satunya ialah, Kasyfu-l-Mu’jam.

Kasyfu-l-Mu’jam ialah salah satu kegiatan wajib santriwati kelas 5 untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka dan juga sebagai alat atau senjata dalam meraih pengetahuan. Kegiatan  ini terdiri dari 4 materi yaitu; Munjid, Oxford dan Mu’jam Mufahrasy.

Keseriusan Santriwati pada Kegiatan Kasyfu-l-Mu’jam

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dan Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah Al-Ustadz K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A pada Sabtu (28/7) silam. Setelah dibukanya kegiatan ini, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari tiap-tiap materi oleh Ustadz Senior. Tak hanya itu, setelah diadakannya pengarahan. Diadakan juga ujian praktek setiap materi setelah sholat Isya, guna mengetahui pemahaman dan kemampuan santriwati setelah pengarahan. Ujian praktek ini dilaksanakan selama 4 hari dan dikoreksi langsung oleh Ustadzah wali kelas dan asisten kelas 5 KMI.

Begitulah Gontor, selalu mempunyai ide dalam pengembangan potensi kebahasaan santriwati. Karena bahasa merupakan mahkota pondok, seperti motonya “Languange is Our Crown”.

Andighariza

PEKAN OLAHRAGA DAN SENI; LADANG BEROLAHRAGA SEHAT DAN MENUANGKAN SENI KREATIFITAS.

0

MantinganMEN SANA IN COPORESANO. Begitulah sebuah selogan yang sering digunakan untuk menggambarkan kesemangatan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam menjaga kesehatan juga kebugaran tubuh masing-masing dengan cara berolahraga.

Pemberian pembukaan POD

Pekan Olahraga Dan Seni, atau yang sering disebut dengan singkatannya POD, adalah salah satu dari banyaknya kegiatan yang diadakan untuk mengingatkan para santriwati maupun guru-guru akan pentingnya berolahraga lagi menjaga kesehatan. Dengan memadukan dunia olahraga dan dunia seni, kegiatan ini dinilai mampu mengembangkan kreatifitas para santriwati dalam apresiasi bakat seni dan bakat olahraga yang tidak terbatas. Dengan bimbingan dari para guru yang setia menemani dan mengarahkan, kegiatan ini pada akhirnya sukses terlaksana pada Jum’at, (3-10/7/20).Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan santriwati dalam berolahraga, seperti memanah, basket, voli, kasti, bulutangkis dan lain sebagainya. Akan tetapi juga meningkatkan kemampuan bidang seni seperti sanggar tari, grup musik, dan masih banyak lagi macamnya.

Acara Gand Opening POD.

Acara yang diselenggarakan di lapangan hijau depan auditorium Gontor Putri Kampus 1 ini, dibawah komando pemimpin upacara, Rikza Hamidah, Santriwati kelas 4H, menjadikan pembukaannya yang diawali dengan upacara pengibaran bendera, sambutan bapak Pengasuh dan bapak Wakil Direktur, lalu disusul kemeriahan Grand Opening yang menampilkan senam kresi, Tari Daerah, Pencak Silat, serta Tim Orkestra yang dikoloborasikan dalam suatu tema, menjadikannya sebuah acara yang dikemas secara apik tapi tetap tidak meninggalkan kesakralan acara ini, karenakembali pada tujuan awal kegiatan, yaitu mewujudkan generasi yang berbadan sehat dan berbakat seni. Nasyweng.