Home Blog Page 188

LOMBA PERKEMAHAN PRAMUKA (LPG/TPi); Meningkatkan Mental Santriwati

0

MANTINGAN- Di tengah pandemi Covid-19 ini, Gontor tetap bertahan dengan segala kegiatannya. Kegiatan-kegiatan yang memang bertujuan untuk meningkatkan mental dan stamina santriwati. Dan bukan berarti Gontor berhenti dari segala aktivitasnya, karena Gontor tidak pernah menyia-nyiakan waktu dalam hal mendidik santriwatinya.

Salah satunya dalam bidang kepramukaan, yaitu Lomba Perkemahan Penegak/Penggalang Putri yang telah diadakan pada hari Sabtu, 04 Juli 2020/ 12 Dzulqo’dah 1441 sampai hari Senin, 06 Juli 2020/ 14 Dzulqo’dah 1441. Lomba perkemahan ini berlangsung selama 3 hari, bertempat di Zona Perkemahan Gontor Putri 1.

Peserta LPG/TPi Membuat Tandu
Peserta LPG/TPi Membuat Tandu

Pada tahun ini, perkemahan diadakan antar Gugusdepan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, yaitu sebanyak 11 Gugusdepan. Pada setiap Gugusdepan mengutus 40 peserta, yang terdiri dari 20 peserta penegak dan 20 peserta penggalang, dan dibimbing oleh 2 Bindamping Gudep dan 1 Bindep (Pembimbing Gugusdepan). Sehingga total keseluruhan peserta sebanyak 473 santriwati.

Selama 3 hari berturut-turut, para peserta berlomba untuk meraih prestasi dan juara agar dapat mengharumkan nama Gugugsdepan mereka masing-masing. Mengikuti seluruh perlombaan yang dapat mengasah intelektualitas, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan mental serta disiplin para peserta. Dan tidak ada santriwati yang tidak senang mengikuti kegiatan ini, semuanya bahagia, semuanya ikut andil dalam menyemarakkan LPG/TPi. Layaknya semboyan pramuka;

 

Scout is Joly Game or

Pramuka adalah Permainan yang Menyenangkan

Semarak Yel-Yel Peserta LPG/TPi Gontor Putri 1Semarak Yel-Yel Peserta LPG/TPi Gontor Putri 1

 

Tanpa disadari, kegiatan ini banyak mendidik santriwati dalam banyak hal, yaitu mendidik tentang kebersamaan, kedisiplinan, semangat juang, kesabaran, kemenangan dan kekalahan, persaudaraan, dan tentang keberanian.

khairan.

TAHSIN QIROAH; MENGGEMAKAN RASA CINTA AL-QUR’AN DI BUMI DARUSSALAM

0

Mantingan– Selasa (28/07) kemarin gema bacaan Al-Qur’an memecahkan keheningan maghrib, bumi Darussalam. Semua penduduknya menggemakan bacaan Al-Qur’an secara khidmat dan bersamaan di antero bumi Darussalam tanpa terkecuali mulai dari kelas 1-6. Yang mana gemaan bacaannya akan meluluhkan perasaan dan emosi bagi siapa saja yang mendengarnya. Dan disini, semesta pun turut mendukung dan menemani para Mujahidah ini untuk membacakan risalah-risalah dari Tuhannya, Allah SWT.

Salah satu dari misi PMDG Putri Kampus 1 adalah menciptakan generasi Ulama Intelek yang berjiwa Qurani sepagai perekat umat ketika ia kembali ke masyarakat. Maka, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta Al-Qur’an dalam diri santriwati agar menjadi Huffadzah Al-Qur’an Yang baik. Disini, Santriwati akan diajarkan bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar atas bimbingan Al-Ustadzah di masjid sebelum sholat Maghrib diselenggarakan, lalu setelah Maghrib hingga pukul setengah 7 malam, para Santriwati akan menyetorkan bacaan mereka kepada kelas 6 yang berdomisili di rayon masing-masing guna mengetahui tingkatan bacaan Al-Qur’an mereka agar bisa dibetulkan bacaannya jika terdapat kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Ini akan berlangsung setiap harinya kecuali di hari Selasa, hari Rabu, juga hari jum’at.

Dalam kelanjutannya, Tahsin Qiroah yang menjadi tempat belajar, mengembangkan, tolak ukur bacaan Al-Qur’an dan mengasah bacaan Al-Qur’an agar menjadi lebih baik ini diharapkan dapat mencetak kader-kader generasi pejuang berjiwa Islami yang mempertahankan nilai-nilai Qur’an ditengah–tengah masyarakat. Maka Tahsin Qiroah yang mulai di tanamkan pada tahun ini menjadi langkah awal untuk pelaksaannya ditahun–tahun yang akan datang. Nasyweng.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya”  (HR. Bukhari)

Mengembangkan Potensi Bahasa Kelas 5 di Kasyfu-l-Mu’jam

0

Mantingan-Seperti yang diketahui, Gontor tidak pernah berhenti dalam memperluas wawasan santriwati di berbagai aspek pendidikan. Terutama pada Aspek Kebahasaan, Gontor memang dikenal sebagai pondok yang mengembangkan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara konsisten. Sehingga sering mendapat julukan laboratorium hidup untuk kedua bahasa asing tersebut. Maka dari itu, Gontor terus berusaha untuk mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan dan memperluas potensi bahasa santriwati. Salah satunya ialah, Kasyfu-l-Mu’jam.

Kasyfu-l-Mu’jam ialah salah satu kegiatan wajib santriwati kelas 5 untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka dan juga sebagai alat atau senjata dalam meraih pengetahuan. Kegiatan  ini terdiri dari 4 materi yaitu; Munjid, Oxford dan Mu’jam Mufahrasy.

Keseriusan Santriwati pada Kegiatan Kasyfu-l-Mu’jam

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dan Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah Al-Ustadz K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A pada Sabtu (28/7) silam. Setelah dibukanya kegiatan ini, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari tiap-tiap materi oleh Ustadz Senior. Tak hanya itu, setelah diadakannya pengarahan. Diadakan juga ujian praktek setiap materi setelah sholat Isya, guna mengetahui pemahaman dan kemampuan santriwati setelah pengarahan. Ujian praktek ini dilaksanakan selama 4 hari dan dikoreksi langsung oleh Ustadzah wali kelas dan asisten kelas 5 KMI.

Begitulah Gontor, selalu mempunyai ide dalam pengembangan potensi kebahasaan santriwati. Karena bahasa merupakan mahkota pondok, seperti motonya “Languange is Our Crown”.

Andighariza

PEKAN OLAHRAGA DAN SENI; LADANG BEROLAHRAGA SEHAT DAN MENUANGKAN SENI KREATIFITAS.

0

MantinganMEN SANA IN COPORESANO. Begitulah sebuah selogan yang sering digunakan untuk menggambarkan kesemangatan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam menjaga kesehatan juga kebugaran tubuh masing-masing dengan cara berolahraga.

Pemberian pembukaan POD

Pekan Olahraga Dan Seni, atau yang sering disebut dengan singkatannya POD, adalah salah satu dari banyaknya kegiatan yang diadakan untuk mengingatkan para santriwati maupun guru-guru akan pentingnya berolahraga lagi menjaga kesehatan. Dengan memadukan dunia olahraga dan dunia seni, kegiatan ini dinilai mampu mengembangkan kreatifitas para santriwati dalam apresiasi bakat seni dan bakat olahraga yang tidak terbatas. Dengan bimbingan dari para guru yang setia menemani dan mengarahkan, kegiatan ini pada akhirnya sukses terlaksana pada Jum’at, (3-10/7/20).Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan santriwati dalam berolahraga, seperti memanah, basket, voli, kasti, bulutangkis dan lain sebagainya. Akan tetapi juga meningkatkan kemampuan bidang seni seperti sanggar tari, grup musik, dan masih banyak lagi macamnya.

Acara Gand Opening POD.

Acara yang diselenggarakan di lapangan hijau depan auditorium Gontor Putri Kampus 1 ini, dibawah komando pemimpin upacara, Rikza Hamidah, Santriwati kelas 4H, menjadikan pembukaannya yang diawali dengan upacara pengibaran bendera, sambutan bapak Pengasuh dan bapak Wakil Direktur, lalu disusul kemeriahan Grand Opening yang menampilkan senam kresi, Tari Daerah, Pencak Silat, serta Tim Orkestra yang dikoloborasikan dalam suatu tema, menjadikannya sebuah acara yang dikemas secara apik tapi tetap tidak meninggalkan kesakralan acara ini, karenakembali pada tujuan awal kegiatan, yaitu mewujudkan generasi yang berbadan sehat dan berbakat seni. Nasyweng.

Satgas Covid-19 Gontor Tinjau Protokol

0

Ngawi (GontorPutriKampus3) – Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 Gontor meninjau persiapan protokol-protokol yang akan digunakan untuk menghadapi wabah ini ke Gontor Putri Kampus 3, Ngawi, Senin (10/ 8/ 2020).

Dipimpin langsung oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Gontor Al-Ustadz M. Adib Fuadi Nuriz memprioritaskan bagaimana protokol kesehatan bisa dijalankan sesuai dengan protokol Covid-19.

“Prioritas utama kita adalah tentang bagaimana tatanan hidup baru dipenuhi dengan protokol Covid-19. Kami datang selain memberikan dukungan juga memastikan protokol kesehatan di semua pondok lebih dipersiapkan, sehingga pondok cabang lainnya kemudian akan dipandu untuk membuat SOP dengan kebutuhan di tempat masing-masing,” kata Al-Ustadz Adib.

Meski saat ini kurva pertambahan kasus masih terus meningkat, Satgas tetap menilai tatanan hidup baru tidak bisa dihindarkan karena biar bagaimanapun Santriwati kita juga butuh pengawasan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz Suwarno menegaskan bahwa peraturan-peraturan dalam menghadapi covid-19 sudah disiapkan. Terlebih, menurutnya, dengan dukungan Satgas Lawan Covid-19 Gontor memberikan penjelasan yang lebih detail agar implementasinya bisa dikerjakan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Adib menegaskan selain memberi, Satgas juga melakukan peninjauan ke berbagai sektor untuk lantas guna memastikan sejauh mana protokol-protokol kesehatan dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing pondok pelaksana kebijakan. AmaliaSN

737 TENTARA MERAH ORANGE BERSIAP MEMENUHI DARATAN BUMI DARUSSALAM

0

Mantingan– Derap langkah 737 pasukan merah orange yang berbaris rapi memenuhi dataran Bumi Darussalam membentuk sebuah pemandangan langka yang jarang dijumpai. Persiapan barisan itu, berbaris rapi memanjang menurut tinggi pada Jum’at (26/6) yang lalu ketika matahari sedikit condong kearah barat.

Persiapan latihan baris berbaris oleh santriwati kelas 4 dan kelas 3 Intensive yang berjumlah 737 orang telah dikerahkan guna meramaikan acara pondok yang akan datang seperti pembukaan POD, Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy, Peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dan lain sebagainya. Mereka akan dididik dan digembleng agar dapat menciptakan pertahanan barisan yang rapi dan kuat. Membentuk sebuah pola berfilosofis yang mengambarkan visi dan misi acara pondok adalah tujuan barisan sebelum Sang Merah Putih, bendera pondok, juga bendera lainnya berkibar angkuh ditengah hamparan tanah hijau subur, lapangan depan Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Semua acara itu tidak akan berjalan etis tanpa adanya mereka. Panas teriknya matahari, dingin gelapnya malam, papan nama dari kardus berukuran 30X30 cm, tongkat kayu pengibar bendera, pengorbanan yang memakan waktu latihan yang cukup lama, peringatan dan omelan yang mereka dapatkan ketika melakukan kesalahan dari para pembina Ustadzah maupun kelas 6, sampai madu, air putih di botol berukuran jumbo juga habbatussauda menjadi sahabat yang akan selalu setia mereka jumpai selama masa latihan. Semua akan terganti ketika hari itu datang. Hari dimana meraka akan tersenyum bangga melihat hasil yang telah mereka pupuk sejak lama bermekarkan kepuasan dengan selesainya upacara pembukaan kegiatan pondok dan bendera yang berkibar riang ditiup sang angin diujung tiang tinggi ditengah tanah lapang.

Pasukan Pengibar bendera, Pasukan Pembawa Bendera, Komandan Peleton dan Pemimpin Upacara akan terlahir diantara mereka yang terpilih dan diberi kesempatan untuk membantu pondok dengan lebih dari temen-teman yang lainnya. Inilah masa yang telah mereka tunggu selama 2 dan 4 tahun lamanya agar bisa berdiri mewaklili yang lainnya dalam upaya menyempurnakan acara dan kegiatan pondok yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya. Dan senyuman bangga itu akan datang secara otomatis ketika semuanya benar-benar telah sukses dan berhasil. Nasyweng.

Mengingat Perjuangan Leluhur Bangsa Indonesia dalam Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus

0

Mantingan-Seperti kata pepatah “Al-Ma’hadu laa yanaamu abadan”, yang artinya Pondok Modern Darussalam Gontor tidak tidur selamanya. Maksud dari pepetah ini, bahwasanya Gontor tidak akan pernah berhenti dari rentetan acara kegiatanya. Karena di setiap kegiatanya mengandung wawasan di berbagai bidang aspek pendidikan, sehingga dapat menambah wawasan satriwati. Walaupun  di masa Pandemi Covid-19, Gontor masih tetap aktif di berbagai kegiatannya meskipun terminimalisir dan tertunda. Salah satunya kegiatan yang masih tetap aktif ialah peringatan  Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pengibaran Bendera Merah Putih.

Tepat pada hari Senin (17/8/20) lapangan hijau di depan Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dipenuhi dengan santriwati dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus yang ke-7. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santriwati, Asatidz dan Ustadzah dan dimulai dari jam 07.00-08.00 WIB pagi, sehingga meniadakan jam pelajaran ke-1 dan ke-2. Dibuka oleh Bapak Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto,M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwasanya “kemerdekaan merupakan pintu gerbang dari situ kita harus melanjutkan perjuangan, tidak boleh berpangku tangan apalagi bermalas-malasan.”. Dari sambutan beliau dapat dipahamkan bahwasanya kemerdekaan bukan akhir dari segalanya, masih harus melanjutkan perjuangan-perjuangan para leluhur dalam memajukan negara Indonesia.

Adapun tujuan kegiatan ini ialah; agar mengingat cita-cita lelehur bangsa Indonesia, selalu bersyukur atas Rahmat Allah dan menumbuhkan rasa kepemimpinan santriwati. Begitulah Gontor yang tidak pernah berhenti dalam kegiatanya. AndiGhariza

Kunjungan Dinas Kesehatan ke Pondok Gontor 3 : Meninjau Kesehatan Santri dan Warga Pondok

0

Darul Ma’rifat – (24/09/20) setelah terdengar kabar bahwa salah satu santri dari Pondok Gontor Kampus 3 terpapar COVID-19, dengan cekatan pemerintah mengirim beberapa  perwakilan    seperti, Dinas Kesehatan (DinKes), Kesejahteraan Masyarakat (KESRA), Bapak Camat, Bapak KAPOSEK Kediri, dan Perwakilan dari Kementrian Agama di Kediri untuk mengunjungi pondok Gontor sebagai wujud kepedulian dan antusias pemerintah kepada pondok pesantren .

Diawal kunjungan ini bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi menceritakan tindakan awal dari kasus ini bahwasanya setelah muncul indikasi bahwa seorang santri terpapar COVID-19, dengan segera diadakan tracking  ketat untuk siapa saja yang sudah berhubungan dengan pasien tersebut. Tak lupa pada kesempatan ini bapak Bambang selaku ketua Dinas Kesehatan di Kediri menyampaikan, bahwasanya pada saat seperti ini kita tidak bisa bertanya darimana virusnya berasal, karena virusnya sudah berada dimana-mana. Beliau juga menghimbau agar semua santri dan warga pondok khususnya harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan baik dan benar karena kita tidak tahu jika kita ternyata membawa virus tersebut juga untuk menjaga diri kita secara individual dan orang-orang sekitar kita.

Dilanjutkan oleh Al Ustadz Adib Fuadi Nuriz selaku ketua Tim SATGAS COVID-19 Pusat memaparkan tentang cara kerja tim SATGAS di seluruh Pondok Gontor se-Indonesia, yang mana diawal munculnya waba COVID-19 pondok Gontor sudah mengambil langkah dengan membentuk tim SATGAS sesuai surat keterangan dari Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan hingga pada awal kasus yang mereka hadapi, ketika beberapa santri dari Gontor 2 yang terpapar wabah ini dan langsung diadakan pemutusan rantai penyebaran dengan melakukan Isolasi dan beberapa protokol kesehatan yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Ponorogo dan beberapa lembaga pemerintahan lainnya. Beliau juga menimpali, bahwasanya yang membuat pondok ini terus terjaga karena disiplin para penghuninya yang kuat sehingga yang di dalam tidak bisa keluar dan yang dari luar tidak boleh masuk ke dalam

Dan ketika menghadapi situasi dan kondisi yang sama para tim SATGAS di seluruh pondok tidaklah takut ataupun cemas karena mereka telah menghadapi kasus yang sama dan mengambil pelajaran dari sebelumnya, dan Alhamdulillah santri-santri dalam keadaan sehat dengan terus berdisiplin dalam mengikuti protokol kesehatan yang sudah berlaku hingga saat ini. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk para santri yang masih berada dalam ruang isolasi secara khusus dan untuk seluruh penghuni pondok secara umumnya, Aammiiinnn ya Robbal ‘Alamin…. Aria Kamal

QUEEN OF LANGUAGE : IMPROVE THE LANGUAGE

0

Gontor Putri Kampus 3 – Tepat pada hari Rabu ( 02/09/2020 ), diadakan perlombaan dalam devisi bahasa yaitu Queen of Language, yang mana perlombaan ini merupakan salah satu acara rentetan Gontor Olympiad 2020 di Gontor Putri Kampus 3.  Acara ini diselenggarakan tepat pukul 20.00 WIB di Auditorium Gontor putri kampus 3, dan dihadiri oleh seluruh santriwati Darussalam. Perlombaan ini diadakan guna untuk meningkatkan kualitas bahasa seluruh anggota Darussalam baik santriwati ataupun guru. Perlombaan ini dikhususkan untuk angkatan kelas 3, 4, dan 3 Intensif, yang mana terdapat 7 kandidat yang berhasil berkompetisi diatas panggung yang merupakan perwakilan dari setiap angkatan tersebut.

            Sejauh ini, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu eksis dalam kemajuan dan perkembangannya karena Gontor selalu menerapkan dua bahasa resmi, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dengan dua bahasa ini, para santriwati bisa membuka banyak jendela ilmu yang mereka pelajari. Dari perlombaan inilah santriwati bisa berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas bahasa mereka, seperti penambahan kosakata, idioms, dan lainnya.

            Kandidat Perwakilan dari setiap angkatan yaitu Aulia Habibi (4B), Aatiyatu Nurhaya (4B), Yarisa Firdausa (4B), Aulia Putri Darmawan (4B), Sayyidah Hanum (4B) dari angkatan kelas 4, Fatimah Nur Fauziyah (3INTB) dari angkatan kelas 3 Intensif, dan Azzahra Sofia (3C), dari angkatan kelas  3. Puncak acara ini berakhir pada pukul 21.40 WIB tepat, dan perlombaan ini dimenangkan oleh Yarisa Firdausa (4B) sebagai juara pertama, Aulia Habibi (4B) sebagai juara kedua, dan Sayyidah Hanum (4B) sebagai juara favorit.

            Semoga dengan adanya perlombaan ini, santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 bisa meningkatkan bahasa Arab dan bahasa Inggris di pondok, karena dengan bahasa, kita bisa mengetahui segala jendela ilmu, dan bisa menguasai seluruh ilmu pengetahuan di dunia. NabilaH

Language Art Exhibition; Sebagai Sarana Peningkatan Bahasa Santriwati.

0

Mantingan-‘Language is not everything but everything without language is nothinginilah salah satu motto yang diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 untuk meningkatkan Bahasa. Hal tersebut selalu ditanamkan Pondok Modern Darussalam Gontor keseluruh santri-santrinya. Maka dari itu, tak heran jika acara-acara dipondok ini banyak sekali yang berkaitan dengan Bahasa. Language Art Exhibition salah satunya. Adapun acara tersebut merupakan sebuah acara yang diselenggarakan pada hari Jum’at (10/7)silam, di lapangan Sahatu-Ta’asi, dengan tujuan untuk meningkatkan tata-bahasa santriwati dalam penerapannya sehari-hari menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. Adapun acara tersebut telah dimodifikasi dan dikemas dengan acara yang sangat meriah. Sehingga, seluruh warga Darussalam sangat antusias dan tertarik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Acara ini terdiri dari beberapa penampilan yang dipersembahkan oleh beberapa Departemen dalam OPPM yang dilakukan secara bergilir. Dalam kesempatan ini, pemeran utama dalam acara Language Art Exibition, adalah Departemen 1 (Bag. Keamanan, Bag. Peningkatan Bahasa, Bag. Pengajaran, Bag. Ta’mir Masjid dan Bag. Olahraga)dari Panitia Bulan Syawwal. Acara ini dimulai dengan sapaan hangat dari MC yang dibawakan oleh Mayyu Maulida dan juga Salsa Gina, yakni siswi KMI kelas 6. Selanjutnya, diteruskan dengan drama musical yang tentunya menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, puisi yang juga telah diterjemahkan ke dua bahasa tersebut, dan diakhiri dengan menyanyikan sebuah lagu yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab di penghujung acaranya.

Seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 terlihat sangat antusias mengikuti acara ini. Hal ini terbukti dengan sorak-porak gembira mereka saat acara berlangsung, Tidak hanya demikian, adanya acara ini juga membuktikan bahwa penggunaan bahasa merupakan suatu hal yang penting dalam awal membuka suatu peradaban, dan Gontor telah membuktikannnya. Begitu indahnya Pondok ini membungkus sebuah pendidikan bahasa dalam acara yang sangat mengesankan bagi para santriwatinya. Karena, Gontor tak pernah melunturkan prinsip, bahwa ‘Language is our crown’.raihanahesti