Home Blog Page 189

Menjaga Mahkota Pondok Dengan Fathul Mu’jam

0

DARUSSALAM“Al-lughotu taju-l-ma’had”, bahasa adalah mahkotanya pondok. Kalimat tersebut sudah menjadi moto yang senantiasa diperdengarkan kepada seluruh penghuni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam rangka menekankan akan pentingnya berbahasa resmi, yaitu Arab dan Inggris.

Salah satu sarana untuk mengukur kemampuan bahasa santri, khususnya dalam bidang kaidah bahasa, maka diadakan ujian Fathu-l-Mu’jam Wa-l-Mu’jam al-Mufahros untuk Siswa Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) pada hari Senin-Selasa, 15-16 September 2020. Kegiatan tersebut diselenggarkan di gedung Sudan PMDG dan diikuti oleh seluruh siswa Akhir KMI 2021, Virtuous Generation yang berjumlah 720 siswa.

Fathu-l-mu’jam wa-l-mu’jam al-mufahros adalah kegiatan membuka kamus bahasa Arab, yaitu Munjid dan kamus ayat-ayat Al-Qur’an, yaitu Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfadzi-l-Qur’an. Dalam kegiatan ini, para siswa diuji untuk mencari suatu kata dalam bahasa Arab, lalu menentukan makna yang paling tepat dan menuliskannya, juga menentukan letak suatu ayat dalam Al-Qur’an.

Sesuatu yang berbeda dari kegiatan ini adalah kamus yang digunakan merupakan kamus bahasa Arab ke dalam bahasa Arab, bukan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Hal ini menuntut kemampuan para siswa untuk memahami secara mendalam terkait makna kata dan konteks kalimatnya. Selain itu, mereka juga dituntut untuk bisa menyelesaikan beberapa soal dengan batas waktu yang telah ditentukan, sehingga kecepatan juga dibutuhkan dalam ujian ini.

Diharapkan dengan terselenggaranya acara ini, para santri, khususnya siswa kelas 6 KMI semakin terpacu untuk meningkatkan kemampuan diri dalam mencari/menentukan makna suatu kalimat dengan membuka kamus. Hal ini sejalan dengan salah satu Panca Jiwa PMDG, yakni berdikari. Para santri harus bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah yang ditemukannya saat belajar bahasa. Ibaratnya, kamus merupakan kunci untuk membuka pintu, yaitu ilmu pengetahuan yang ada pada kitab-kitab tertentu berbahasa Arab. Brada

 

 

SEMINAR FOTOGRAFI: GONTOR DAN FOTOGRAFI

0

GONTOR– Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak pernah berhenti dalam melaksankan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan akademis maupun non-akademis para santri, beberapa diantaranya ada ekstrakulikuler, pelatihan-pelatihan serta seminar. Salah satunya adalah seminar fotografi yang diselenggarakan Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) pada hari Jumat pagi (11/9) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Acara ini diikuti oleh 250 peserta dari santri kelas 1-6 Kulliyatul Mu’allimi Al-Islamiyah (KMI) dan dihadiri oleh Al-Ustadz Muchammad Taufiq Affandi, M.Sc., Pembimbing Multimedia PMDG, sebagai pemateri pertama. Dalam sambutannya Ustadz Taufiq menyampaikan tentang sejarah fotografi di PMDG, perkembangan kamera dari setiap masa, bahkan sejarah dunia fotografi, yang bermula dari penemuan prinsip kamera oleh salah seorang ulama Muslim Ibn Haytham.

Fotografi bagi Gontor sendiri bukanlah suatu hal yang baru, terlihat dari banyaknya foto dokumentasi zaman dahulu, seperti foto Tarbiyatul Athfal (TA), Trimurti ketika masih muda, suasana shalat jama’ah di masjid atiq, dll.

Dalam kesempatan kali ini beliau menyampaikan bahwa salah satu yang terpenting dalam dunia fotografi adalah kita harus memiliki sense of art. Beliau menambahkan bahwa ketika belajar fotografi maka secara langsung kita juga belajar warna dan komposisi.

Tujuan utama diadakannya seminar adalah untuk mendidik agar nantinya para santri dapat menguasai berbagai macam bidang dengan tetap berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. “Dengan fotografi Gontor bisa menyebarluaskan dakwah Islam, informasi pondok dan media edukasi masyarakat” tutur Al-Ustadz Taufiq. Ghazna

 

Penerima Beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir Gelombang Kelima Adakan Pertemuan Perdana dengan Direktur KMI

0

Gontor–Setelah diadakannya ujian beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir gelombang kelima pada akhir bulan Februari lalu, Jum’at malam (28/8) para calon penerima beasiswa yang telah lulus seleksi mengadakan perkumpulan di Aula Saudi guna mengurus berkas-berkas yang menjadi syarat pendaftaran masuk Universitas Al-Azhar, Mesir.

Acara ini dihadiri oleh seluruh penerima beasiswa putra dan putri yang berada di kampus-kampus Gontor di dalam Jawa yang terdiri dari 38 Ustadz, 28 Ustadzah, dan 2 Ustadz dari Pondok Modern Tazakka, Batang. Adapun bagi para penerima beasiswa yang berada di Kampus Gontor di luar Jawa, mereka tetap mengikuti pertemuan ini dengan media Google meet. Pada kesempatan kali ini Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. selaku Direktur dan Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) turut hadir memberikan arahan dan nasihat kepada para penerima beasiswa.

Pada pertemuan kali ini Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. banyak bercerita tentang pengalamannya selama menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar, mulai dari  kepengurusan beasiswa, pemberkasan dan pengisian formulir, keadaan iklim dan geografis di Mesir, kegiatan selama menjadi mahasiswa, serta berbagai pengalaman lainnya yang beliau rasakan selama berada di sana.

Pertemuan ini diakhiri dengan pengisian formulir pendaftaran masuk Universitas Al-Azhar dan penandatangan surat pernyataan kesediaan sebagai penerima beasiswa. Ghazna

Pembagian rapot tahun ajaran 1440-1441 H; Meningkatnya Nilai Rata-rata, Meningkatkan Kualitas Akademik Santri

0

Mantingan – Suatu kesyukuran yang amat sangat atas datangnya hasil ujian akhir tahun, yang menjadi saksi kesungguhan para santriwati dalam menuntut ilmu. Tepat di Aula perkumpulan Auditorium (25/07) silam, seluruh santriwati Gontor Putri kampus 1 mengadakan acara pembagian rapot akhir tahun 1440-1441 H. Maksud dari adanya acara tersebut, yakni agar santriwati dapat memahami, bahwa nilai yang didapatakan merupakan hasil jerih payah yang telah dilakukan dan dapat dijadikan sebagai kaca perbandingan dimasa mendatang.

Pembagian rapot akan dibagikan kepada santriwati disetiap kelasnya. Hal ini diadakan setelah mendengarkan pengarahan dan nasihat dari Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz. KH. Ahmad Suharto M.Pd.I dan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Dr. KH. Fairuz Subakir Ahmad, MA. Adapun dalam pembukaannya, beliau mengatakan bahwa

“Nilai rata-rata santriwati pada tahun ini, Alhamdulillah meningkat di banding dengan tahun-tahun sebelumnya, Peningkatan tersebut mencapai 6,05 dengan batas kenaikan 4,8.”

Ujar Bapak Wakil Direktur Gontor Putri Kampus 1

Hal tersebut sebagai bentuk kesyukuran dan juga bukti dari sentuhan guru-guru yang sangat efektif dan luar biasa, sehingga menjadikan nilai santriwati menjadi luar biasa. Bimbingan yang diberikan para guru, sangat memotivasi para santriwati. Menjadikan mereka  bersemangat dalam menuntut ilmu, juga dapat mempengaruhi peningkatan nilai seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.

Walaupun pelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor sangat banyak, tetapi pelajaran-pelajaran di PMDG merupakan dasarnya semua ilmu. Nilai-nilai yang dikeluarkan pada sebuah rapot juga merupakan nilai murni yang tidak dikurang atau ditambah. Inilah bentuk dan bukti bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor Putri sangat bertanggungjawab atas prinsip pendidikan dan pengajaran.

-Mannar

Ujian Tahsinul Qiro’ah Tolak Ukur Kualitas Bacaan Al-Qur’an Santriwati

0

Mantingan(30/06) Even the best can Be Improved, salah satu kata pepatah yang digencarkan di Pondok Modern Darussalam Gontor agar para santriwati dapat berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik. Ujian tahsinul Qiro’ah yang diadakan bagi seluruh anggota kelas 1 dan 1 Intensive. Menjadi salah satu kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1,untuk mengetahui kemampuan santriwati dalam membaca Al-Qur’an dan pemahaman terhadap ilmu tajwid.

Ujian ini diadakan antar kelas yang di bimbing oleh para wali kelas dan asistant kelas dari kelas 1 dan kelas 1 intensive. Dalam ujian ini bukan untuk memperlombakan bacaan santriwati, melainkan untuk menjadi tolak ukur kualitas santriwati dalam membaca Al-Qur’an.

Para santriwati diuji satu persatu dengan bacaan Al-Qur’an serta beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pemahaman ilmu tajwid yang telah dikuasai. Penilaian dalam ujian ini dilihat dari semua segi, mulai dari segi bacaan, makhraj huruf, tajwid, dan kefasihan para santriwati dalam membaca Al-Qur’an.

Dalam ujian ini bagi seluruh santriwati kelas 1 maupun 1 Intensive yang masih kurang bacaannya, akan mendapat bimbingan khusus dari para wali kelas dan pembantunya di masing-masing kelas. Karena dari ujian ini akan terlihat etos bacaan anak yang harus diperbaiki, maupun ditingkatkan kembali. 

Tiarala

Skill Envoy Tingkatkan Bakat dan Skill Santriwati.

0

Gontor Putri Kampus 3 – Tepat pada hari Rabu ( 02/09 ) diadakannya peningkatan dalam skill santriwati Darussalam yaitu Skill Envoy 2021. Perlombaan ini bertujuan guna meningkatkan bakat santriwati dalam olahpikir, olahrasa seperti hal nya dalam menjahit, merajut, serta kreatifitas lainnya. Dalam perlombaan ini para candidat juga diuji bagaimana kemampuan santriwati dalam memasak, menyanyi, dan menari karena candidat perlombaan Skill Envoy benar-benar harus menguasai semua skill.

            Pendidikan di Gontor tidak hanya didalam kelas melainkan diluar kelas seperti halnya Skill Envoy yang di dalamnya terdapat banyak pendidikan yang dapat kita dapat, itulah Gontor. Pendidikan berupa skill seperti menjahit, memasak, menari, dll yang dapat kita kembangkan atau kita tingkatkan.

            Para calon kandidat Miss Skill 2021 yaitu kelas 1 diwakili oleh Ananda Nabila (1B), kelas 2 diwakili oleh Aline Rahmawati (2B), kelas 3 diwakili oleh Bunga Isya Fauziya (3B), kelas 1INT diwakili oleh Rahilla Annajwa (1 INT B), kelas 4 diwakili oleh Laisya Agfania (4C), kelas 3 INT diwakili oleh Riza Rahmi Nuraziza (3 INT D)

            Pemenang Skill Envoy dimenangkan oleh Rahilla Annajwa (Kelas 1 INT) dengan score 2031, Juara II dimenangkan oleh Laisya Agfania (Kelas 4) dengan score 1953 , Juara Favorite diraih oleh Ananda Nabila (Kelas 1) dengan score 1895, . Waf-Azz

Gebyar Seni Darussalam (GSD), Wadah Pengembangan Bakat dan Kreatifitas Santriwati

0

Mantingan-Gebyar Seni Darussalam (GSD). Sebuah kompetisi persahabatan antara kelas 4 dan kelas 3 intensive yang diselenggarakan pada jum’at (14/08). Yang diadakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dihadiri oleh segenap guru-guru senior, para musyrifah, serta seluruh santriwati dari kelas 1 hingga kelas 6.

GSD merupakan sebuah pagelaran seni yang berpacu pada drama, serta apresiasi mental, bakat, dan kreatifitas dalam segi peningkatan bahasa maupun dalam segi seni . Acara ini juga melatih para santriwati untuk menghadapi acara yang lebih besar di tahun yang akan datang yaitu DA (Drama Arena). Dalam acara ini kelas 4 mengangkat tema dari negara Turki dan Rusia sedangkan kelas 3 Intensive mengangkat tema dari negara Yunani. Tidak hanya kreatifitas dan mental namun kedispilan dalam mensukseskan acara ini juga dinilai.

Acara ini menjadi kaca perbandingan bagi generasi selanjutnya, dan diharapkan dapat mengambil evaluasi dari berbagai macam segi. “Dengan mengkolaborasikan bakat yang kalian miliki, yang telah kalian tunjukkan dala acara GSD tahun ini. Kita yakin di tahun depan kalian akan memberikan hal yang spektakuler di acara DA tahun depan.” Ucap salah seorang dewan juri saat sebelum pembacaan penilaian acara. 

-Tiarala

Bangun Integralistik Pembina dalam Orientasi Pembina Satuan

0

MANTINGAN-Semangat pramuka memang selalu membara di Pondok Modern Darussalam Gontor. Hal ini selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Trimurti yang mana mengedepankan kegiatan pramuka sebagai salah satu wadah pendidikan dan pengembangan mental di pondok ini.

Pembina satuan (Binsat) merupakan pembimbing dari satuan dalam kegiatan pramuka. Sama seperti pembimbing pramuka lainnya, Pembina Satuan terdiri dari anggota kelas 5. Dalam ranah ini, mereka sengaja ditugaskan untuk lebih terjun, dekat,dan bertanggungjawab dalam membimbing anggota satuan pasukan (penggalang) dan satuan ambalan (penegak).

Dalam mengemban amanah ini, para calon Pembina Satuan diberi pengarahan dalam orientasi pembina satuan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka (KGGP) pada hari Rabu (07/20), yang bertempatkan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Acara yang selenggarakan pada siang hari itu diselimuti oleh antusias seluruh calon Pembina Satuan.

Penyampaian materinya terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama disampaikan ole Al-Ustadzah Faricha Nidaul dalam kelas besar. Selanjutnya, pada sesi kedua, dengan materi yang membahas seputar Praktik Upacara, para peserta yang dibagi menjadi 3 Unit. Unit 1 disampaikan oleh Al-Ustadzah Nurul Izza Jannati, Unit 2 oleh Al-Ustadzah Indah Maulidia, dan Unit 3 oleh Al-Ustadzah Wiwik Dwi. Pada sesi kedua ini, ketiga unit ditempatkan di 3 titik, yakni di atas panggung, bagian tengah, dan kanopi Auditorium. Kemudian, orientasi ini diakhiri dengan penutupan dan doa yang juga dalam kelas besar.

Selain seputar hal yang berkaitan dengan teori, para calon Pembina Satuan juga diberikan pengarahan tentang bagaimana membina karakter dan mental pada anggota. Tujuannya adalah agar para calon Pembina Satuan dapat memberikan pendidikan yang integral khususnya dalam hal kepramukaan. Sehingga, mereka tidak hanya dapat mengajarkan para anggotanya tentang teori serta praktik kepramukaan utamanya yang berhubungan dengan upacara pramuka, melainkan sekaligus dapat mendidik karakter dan mental para anggota sehingga mampu berdisiplin dan berakhlak mulia khususnya dalam kegiatan berpramuka.Aya

 

Penutupan Kegiatan Pidato Santriwati Darussalam

0

MANTINGAN-Seperti yang kita ketahui, dakwah atau menyeru kepada kebaikan harus menjadi tujuan hidup bagi seluruh umat muslim dunia. Salah satu kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah adanya kegiatan latihan pidato, guna menciptakan para pendakwah yang berkualitas kelak di masa mendatang.

 Al-Ma’hadu laa Yanaamu Abadan. Itulah salah satu semboyan Gontor yang tidak asing lagi didengar oleh para santri, semboyan yang selu menggambarkan bahwa pondok ini selalu berganti aktivitas setiap waktunya. Seiring berjalannya waktu, masa ujian awal tahun semakin mendekat, seluruh ekstarkulikuler resmi ditutup. Salah satunya yaitu Latihan Pidato.

Dengan ditutupnya kegiatan latihan pidato, bukan berarti memberi waktu yang kosong kepad santriwati, namun waktu yang kosong itu merupakn sarana atau strategi pondok untuk memfokuskan para santriwati Darussalam dalam mempersiapkan diri untuk menghadaoi ujian awal tahun. nadila

Opening Language Activities; penekanan atas di-gong-kannya kembali kegiatan berbahasa setelah lama berlibur

0

MANTINGAN-Penerapan sistem bilingual language (dua bahasa) yakni, Arab dan Inggris memang telah dijalankan di Pondok Modern Darussalam Gontor sejak awal berdirinya. Seluruh rutinitas santriwati, selama 24 jam selalu lekat dengan bahasa. Rentetan kegiatan berbahasa pun sudah menjadi asupan wajib bagi seluruh santriwati Darussalam, mulai dari yang bersifat harian, mingguan, hingga tahunan. Dari sini, diadakanlah acara Opening Language Activities atau Pembukaan Aktivitas Berbahasa.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Wakil Pengasuh, Bapak Wakil Direktur, dan Bapak Pembimbing Umum Bagian Bahasa Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Dilanjutkan dengan pembacaan risalatu-l-qoror (surat keputusan) Pembukaan Kegiatan Berbahasa oleh Al-Ustadzah Nabila Najla S.Pd., selaku pembimbing bagian bahasa. Dan ditutup dengan penampilan berupa drama, puisi, dan menyanyi dsb.yang dipersembahkan  oleh peserta Arabic dan English Super Camp 2019.

Setelah qiro’atu-l-qur’an berjama’ah di rayon, seluruh santriwati berkumpul di Sahatu Ta’asyi (lapangan) untuk mengikuti acara ini. Acara yang dilaksanakan pada hari Jum’at, (26/07/20) ini turut dihiasi dengan kesemangatan dari seluruh santriwati.

Dalam pembukaannya, Al-Ustadz Dr. Wahyudi Bakrie, LLM., MA selaku Pembimbing Umum Bagian Bahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, menekankan bahwa “Al-Lughotu Taaju-l-Ma’had” (bahasa merupakan mahkota pondok). Maka, diharapkan seluruhwarga Darussalam secara bahu-membahu saling menjaga stabilitas penerapanserta peningkatan kualitas bahasa pondok.

Sebenarnya, pemakaian bahasa resmi bilingual language (bahasa Arab dan bahasa Inggris) sudah berjalan semenjak santriwati menginjakkan kaki kembali ke pondok. Namun, mengingat betapa pentingnya bahasa di pondok ini, maka perlu diadakan penekanan atas di-gong-kannya kembali kegiatan berbahasa di pondok ini setelah lama berlibur.Aya