Home Blog Page 216

Perfotoan Angkatan Santriwati 1441 H/ 2020

0

Jum’at, 13 Jumadal Akhir 1441 H/ 7 Februari 2020 santriwati PMDG Putri Kampus 2 dengan mengenakan seragam jubah hijaunya disibukan dengan Perfotoan Angkatan masing-masing. Perfotoan Angkatan merupakan kegiatan tahunan yang diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor untuk pendokumentasian angkatan setiap tahunnya.

Perfotoan Angkatan yang diadakan di lapangan basket baru ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang Pertama diadakan pada 31 Januari 2020 yang diikuti oleh Angkatan Kelas 1, 2 dan Angkatan  Kelas 3 Intensif. Sedangkan Gelombang kedua diadakan pada 7 Februari 2020 dan diikuti oleh Seluruh Dewan Guru, Angkatan Kelas 5, 1 Intensif, 3 dan Angkatan Kelas 4. Setelah perfotoan angkatan dilanjutkan dengan sesi perfotoan antar kelas yang diadakan di Depan Gedung Kairo dan Gerbang Gontor Putri Kampus 2.

Dalam perfotoan ini dihadiri oleh seluruh anggota angkatan dan tak lupa para wali kelas serta seluruh asistennya yang dimulai pada pukul 06.00 WIB tepat.hasnab

Angkatan Kelas 1
Angkatan Kelas 2
Angkatan Kelas 3
Angkatan Kelas 1 Intensif
Angkatan Kelas 4
Angkatan Kelas 3 Intensif
Angkatan Kelas 5

Ujian Lisan, Tahap Sebelum Akhir untuk Menjadi Seorang Alumni

0

Mantingan– (6-18/02/2020). Setelah melewati Tarbiyah ‘Amaliyah yang menjadi syarat mutlak sebelum menyandang gelar alumni, serta sebagai warming up sebelum menghadapi ujian tulis. Pondok Modern Darussalam mengadakan ujian lisan bagi siswi akhir KMI.

Persaingan didalam ruang ujian menjadi pemacu semangat yang membara bagi calon alumni, materi yang diujikan meliputi semua materi yang telah diajarkan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 KMI. Materi-materi tersebut dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu: Bahasa Arab 1 (Muthola’ah, Nahwu dan Shorof), Bahasa Arab 2 (Balaghah, Mahfudzot, dan Tarikh Adab Al-Lughoh), ‘Aqidah (Tauhid dan Al-Adyan), English(Reading, Grammar, dan Conversation), Tarbiyah (Tarbiyah ‘Amaliyah, Tarbiyah wa Ta’lim, Psikologi Umum dan Pendidikan), Fiqh (Masa’il Fiqhiyah, Bidayatul Mujtahid, Ibadah Qouliyah, dan Ibadah Amaliyah), Al-Qur’an (Qira;ah, Tajwid dan Do’a Sehari-hari).

Dalam ujian lisan siswi akhir KMI lebih menekankan pada pehaman dan penguasaan materi. Berbeda dengan ujian lisan untuk kelas 1-5 KMI, ujian lisan ini berlangsung dengan 2 orang siswi dalam 1 ruang ujian dan diuji oleh 2 guru senior. Bapak Wakil Pengasuh serta Bapak Wakil Direkturpun ikut andil dalam pengujian calon alumni.

-Tiarala

Dokumentasi Tahunan Pondok Dengan Perfotoan Santri

0

Dokumentasi Tahunan Pondok Dengan Perfotoan Santri

DARUSSALAM– Sebagai kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menjadi dokumentasi pondok, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan perfotoan seluruh santri dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Dokumentasi tersebut juga sekaligus menjadi arsip tahunan pondok, baik untuk pendataan bagian Sekretaris Pimpinan (Sekpim) maupun Pusat Data Santri.

Perfotoan tersebut diadakan sesuai dengan lingkaran komunitas yang dimiliki oleh masing-masing santri; mulai dari konsulat, klub, kursus, bahkan hingga kelas dan rayon. Tidak terkecuali bagi santri kelas enam sebagai siswa akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang masih menjalani masa ujian.

Rentetan kegiatan pendokumentasian ini dimulai dari perfotoan antar konsulat yang diadakan pada Sabtu (1/2) hingga Senin (3/2). Kemudian dilanjutkan dengan perfotoan antar klub dan kursus yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Rabu (5/2), dan perfotoan santri kelas satu hingga kelas empat pada Jumat (7/2).

Perfotoan konsulat, klub dan kursus yang berjalan pada minggu pertama bulan Februari tersebut diadakan pada sore hari setiap setelah shalat Ashar berjama’ah. Bagi setiap konsulat maupun klub dan kursus, masing-masing pembimbing dari para asatidz pun turut hadir bersama para santri untuk mengikuti perfotoan.

Adapun sesi perfotoan yang wajib diikuti masing-masing adalah bertempat di depan Masjid Jami’ PMDG, di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan di depan Kantor Pimpinan PMDG di sebelah timur gedung Aligarh. Selebihnya, sesi perfotoan yang juga disediakan tempat adalah di depan gedung Saudi 6, dan diperbolehkan juga untuk mengambil view di titik-titik lainnya di sekitar lingkungan pondok.

Perfotoan Dari Persatuan Bela Diri Darussalam 2020/1441
Perfotoan Dari Persatuan Bela Diri Darussalam 2020/1441

Perfotoan kelas yang diadakan pada Jumat (7/2) adalah untuk santri kelas 1, 1 intensif, 2, dan kelas 3 pada pagi hari, dilanjutkan untuk santri kelas 3 intensif dan kelas 4 pada siang hari. Perfotoan antar kelas ini pun turut dihadiri oleh wali kelas masing-masing. Lalu pada pekan-pekan berikutnya akan diteruskan dengan perfotoan siswa akhir KMI Prominent Generation pada Jumat (14/2), lalu perfotoan santri kelas 5 di Jumat berikutnya (21/2), dan untuk Jum’t (28/2) terakhir di bulan Februari ini adalah perfotoan rayon.

Selama kegiatan perfotoan ini sudah dimulai dan berjalan, beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, akibatnya ketika turun hujan di sore hari kegiatan perfotoan pada hari tersebut harus ditunda. “Hujan deras  kemarin (Ahad) sempat menjadikan giliran perfotoan yang dijadwalkan pada hari tersebut harus dibatalkan, kemudian dimundurkan menjadi hari Senin (3/2) dan membuat durasi serta suasana perfotoan sedikit padat,” ujar Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, selaku salah satu staf Pengasuhan Santri.

Motivasi dan Pesan Dekan Fakultas Ushuluddin dalam Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020

0

Siman–Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020 di kampus Siman Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berlangsung meriah. Festival ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari kampus UNIDA Siman, kampus Gontor 1, Gontor 2, Gontor 3, Kampus UNIDA Mantingan, Gontor Putri 1, Gontor Putri 2, Gontor Putri 3,  dan kampus Gontor Putri 5. Kegiatan juga ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A., Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.LS, dan sejumlah Dosen Ushuluddin, Jum’at (7/2) lalu.

Dalam sambutannya Ustadz Syamsul menghimbau serta memberi beberapa motivasi kepada seluruh peserta. “Kami sekedar mengingatkan saja bahwa untuk bisa bersaing untuk bisa menghadapi permasalahan di abad yang ke 21 ini yang semakin kompleks khususnya mahasiswa Fakultas Ushuluddin, dari tiga prodi ini harus mampu dan bisa tumbuh dengan karakter modern penguasaan ilmu pengetahuan dan saintek tentunya harus dikejar, kalian harus mampu mengejar penguasaan ilmu pengetahuan dan juga teknologi, bukan saja mahasiswa umum saja melainkan juga Fakultas Ushuluddin pun harus menguasainya” tutur Ustadz Syamsul.

“Kalian akan hidup di era yang sangat berbeda, karena belajar dari perubahan-perubahan yang terjadi, dan kita bisa melihat tentunya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat menentukan masa depan kalian. Sekarang ini kita masih ramai membicarakan 4.0 sedangkan di negara lain 5.0 sudah mulai ramai. Kita baru meramaikan 4.0, tapi 5.0 society ini sudah ramai dibicarakan di berbagai negara.”

Selain itu, Dekan Fakultas Ushuluddin ini pun menyampaikan, untuk bisa menjangkau itu semua, sedikitnya para mahasiswa harus mempunyai nilai maupun karakter yang ideal, seperti:

  1. Kebiasaan untuk punya rasa ingin tahu, meningkatkan kurisitassangat amat penting, termasuk daripada tujuan Studi Akademik (SA) dan Studi Pengayaan Lapangan (SPL)
  2. Membiasakan diri untuk bekerja keras, berpikir keras, yang jelas etos kerja
  3. Mampu meningkatkan pemahaman kalian terhadap berbagai macam permasalahan
  4. Membiasakan diri untuk bereksperimen, tentunya di dalam bidang yang positif.
  5. Meningkatkan rasa skeptis, rasa tidak percaya, rasa ragu ragu, tidak percaya menerima informasi dan kalian mau berpikir ulang,

Ustadz Syamsul juga menghimbau, “Dengan olimpiade ini, kita berharap semua mampu berkompetensi secara jujur, sebagai pembelajaran di masa yang akan datang, seorang ilmuwan termasuk seorang calon pemikir, calon sarjana, ini betul-betul kita harapkan harus bisa mampu menjaga kemurnian, otentisitas dan juga kejujuran. Siapa yang menjaganya dan siapa yang menjaga kalau bukan kita.” Tegas beliau.

“Visi daripada UNIDA Gontor, adalah menjadi Universitas Berbasis pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam Sistem Perguruan Tinggi Pesantren Yang Bermutu dan Berarti Untuk Kesejahteraan Umat Manusia, Melihat daripada misi Universitas ini, kita dari Fakultas Ushuluddin, merasa paling bertanggung jawab, dan merasa dituntut untuk mencapai impian daripada UNIDA Gontor yang tentunya sangat membutuhkan calon-calon pemikir muslim, dan itu dicetak di Fakultas Ushuluddin termasuk kalian yang ada di aula ini.”

Tambah beliau, “Menurut saya di antara nilai universal Gontor adalah modernitas, Gontor ini mendunia, Gontor ini internasional karena modern. Di antara ciri-ciri atau indikator modernitas Gontor adalah, modern dalam pola pikir, pola hidup, pola sikap, pola pakaian dan segalanya. Dan itulah yang kemudian membuat Gontor menjadi universal. Maka, tentu nilai-nilai modernitas ini patut kita lanjutkan dan perjuangkan sampai sekarang.”

Di sela pidatonya, Ustadz Setiawan juga menyampaikan “Kita harus memiliki pola pikir futuristik, pola pikir yang jauh ke depan, pola pikir antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi 10 sampai 20 tahun mendatang. Gontor ini selalu mengedepankan agar kita bisa menyesuaikan diri di mana pun kita berada dan dengan siapa pun kita berada. Itulah modernitas pendidikan di Gontor. Berfikirnya adalah out of the boxs.

“Maka anak-anak sekalian, hal-hal kecil ini menurut saya beberapa nilai yang terus harus kita jaga, kita hidupkan. yang sering kali dalam terminologi Ustadz. Hamid Fahmi Zarkasyi, Living Wisdom. Jadi bagaimana kita hidup dengan nilai-nilai yang terus memotivasi kita untuk bisa hidup mengembangkan diri dan ikut berkontribusi dan ikut memajukan Pendidikan di Universitas Darussalam Gontor.”

“Maka supaya kita leluasa, supaya kita mampu menyelami Living Wisdom yang ada di kampus ini, mari kita membaurkan diri, mari kita hidup berada ditengah-tengah menyelami nilai-nilai visi perjuangan yang ada di Gontor. Mari kita salami bersama-sama, mari kita hidupi bersama-sama, mari kita resapi bersama-sama, supaya visi keumatan dan kehidupan kita ini menjadi lebih baik.”

“Saya yakin, ini kalau dibicarakan tidak pernah habis, karena kita berada di wilayah penuh ozon keberkahan seperti apa yang di sampaikan oleh Ustadz. Hidayat. Menerut beliau, ozon keberkahan itu bukan hanya sesuatu yang datang dari langit secara tiba tiba, melainkan  sesuatu yang diupayakan, di doakan, dimunajat, yang terus dilakukan sehingga keberkahan itu selalu ada dan hadir di sanubari kita.” Tambah Ustadz Setiawan.

Ustadz. Setiawan menutup pidatonya dengan ucapan selamat kepada semua peserta dan atas terselenggaranya acara Mahrojan Ushuluddin 2020. Ustadz Setiawan berharap semoga festival ini menjadi salah satu cara kita untuk mendidik diri kita sendiri dan kita menularkan nilai-nilai kebaikan dan keberkahan di Universitas Darussalam Gontor ini.

Itulah, beberapa motivasi dan pesan yang disampaikan oleh Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A. M.LS., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, Wakil Rektor III, UNIDA Gontor.

Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation resmi ditutup

0

Senin, 9 Jumadal Akhir 1441 H/ 3 Februari 2020 merupakan akhir Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation PMDG Putri Kampus 2. Tak terasa 2 minggu sudah mereka lewati untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang unggul.

Tarbiyah Amaliyah merupakan ujian mental dan akademis bagi Siswi Akhir KMI keseluruhan yang jumlahnya 187 orang. Selain harus menguasai pelajaran yang akan mereka ajarkan, mereka juga dituntut untuk mempersiapkan mental untuk mengajar di dalam kelas dan juga ketika mendapat evaluasi (darsu an-nadq) dari teman sekelompoknya.

            Kegiatan Tarbiyah Amaliyah resmi ditutup oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya M.Pd (5/2) lalu. Sebelum penutupan seluruh Siswi Akhir KMI menulis kesan dan pesan atau yang sering kita kenal dengan kitabatu-l-intibaat yang kemudian mereka baca dengan kelompok masing-masing dan para pembimbing.

Usai Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) ini, Siswi Akhir KMI akan dihadapkan dengan ujian-ujian selanjutnya. Mereka masih harus menghadapi 2 tahap ujian untuk menjadi khirijah shalihah yaitu Ujian Lisan dan Ujian Tulis.hasnab

Galeri Perfotoan Klub dan Kursus

0

Darussalam–Rabu (5/2), Ekstrakurikuler merupakan salah satu bentuk pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor diluar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.  Mulai dari Kursus Bahasa, kesenian, bela diri, keilmuan dan juga klub-klub olahraga. Maka dengan adanya berbagai macam Klub dan kursus di PMDG, staf Pengasuhan Santri mengadakan kegiatan perfotoan Klub dan kursus pada hari Selasa (4/2) dan Rabu (5/2).

Kegiatan yang diikuti oleh setiap anggota, pengurus dan pembimbing klub dan kursus ini diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Pada tahun ini kegiatan perfotoan klub dan kursus dilaksanakan tepat setelah perfotoan antar konsulat yang diadakan tiga hari sebelumnya. Ghazna

 

Kiai Gontor Takziah ke Kediaman Gus Solah

0

KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Mondern Darusssalam Gontor beserta rombongan bertakziah ke kediaman KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Ponpes Tebuireng, Senin (3/2).

Dalam takziah tersebut, Kiai Hasan menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga Gus Solah serta menyampaikan salam dari seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor untuk keluarga besar Tebuireng.

Kiai Hasan bertemu dengan M. Nuh di kediaman Gus Solah

Selain bertemu dengan keluarga besar Gus Solah, Kiai Hasan yang akrab dipanggil Ustadz Hasan ini berkesempatan juga bertemu dengan beberapa tokoh yang turut hadir untuk takziah. Diantaranya adalah Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Lukman Hakim Saifuddin (alumni Gontor dan Menteri Agama 2014-2019), Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), serta Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan 2009-2014).

Kiai Hasan bertemu dengan Anies Baswedan di kediaman Gus Solah

Antara Tebuireng dan Gontor memang dikenal akrab sebagai dua buah pesantren yang memiliki identitas kebangsaan dan keislaman yang kuat. Menurut Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor dan salah satu putra dari Pendiri Gontor, antara Tebuireng dan Gontor tersambung melalui ikatan darah para pendirinya yang merupakan “tunggal buyut”.

Selain itu, kedua pesantren juga aktif dalam kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang peningkatan bahasa. Hal ini tampak salah satunya dengan dikirimnya Al-Ustadz Hanif Fathoni, alumni Gontor 2001 untuk membantu Tebuireng dalam bidang bahasa.

Diskusi antara Gus Solah dan Kiai Hasan di Gontor, 3 April 2018. Sumber Foto: tebuireng.online

Keakraban Gontor dan Tebuireng juga tampak pada 3 April 2018, saat Gus Solah sempat mengunjungi Gontor dan berbincang dengan KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan terkait berbagai hal, khususnya tentang kebangsaan. AbuFariz

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 14 Raih Juara Favorit di LP3 Antar Gudep Se-Pulau Sumatera

0

Siak – Kontingen Pondok Modern Darussalam Kampus 14, Siak, mendapatkan penghargaan sebagai juara favorit pada Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3) Antar Gugus Depan Se-Pulau Sumatera ke 6. Kegiatan tersebut merupakan ajang perlombaan kreativitas kepramukaan guna membentuk pribadi yang dapat merekatkan hubungan antar umat.

 

Kegiatan ini diadakan selama 5 hari yaitu dari hari Rabu, 29 Januari 2020 hingga Ahad, 2 Februari 2020 di Bumi Perkemahan Pesantren Al Kautsar, Pekanbaru, Riau. Adapun bentuk kegiatannya dikemas dalam konsep total out door method atau metode yang menyatu dengan alam.

Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat
Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat

Kontingen dari Pondok Gontor Kampus 14 sendiri dapat meraih beberapa penghargaan yang mengantarkan mereka menjadi juara favorit, seperti : penegak terbaik keterampilan dan ketangkasan pionering, penggalang terbaik mental-spiritual pidato Bahasa Inggris, dan masih banyak lainnya.

Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14
Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14

Tentunya sangat diharapkan dari kegiatan ini santri dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan skill dan kebolehannya, terutama dalam hal ialah kepramukaan. Sobah

Galeri Perfotoan Konsulat

0

Gontor–Senin (3/2), Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan perfotoan antar konsulat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Diikuti oleh seluruh santri dari mulai kelas satu sampai dengan kelas 6, kegiatan ini diselenggarakan mulai dari hari Sabtu (1/2) sampai hari Senin (3/2).

Acara ini diselenggarakan oleh staf Pengasuhan Santri. Setiap harinya ada sekitar 12 Konsulat yang mengikuti acara perfotoan ini. Walaupun pada hari kedua sempat terkendala oleh hujan lebat, perfotoan ini tetap dapat dilaksanakan pada hari ketiga. Ghazna

Panitia HMP Fakultas Tarbiyah UNIDA Divisi Karangbanyu adakan halaqah At-Tarbawiyah

0

Gontor Putri Kampus 3 – Senin (3/2) Panitia Himpunan Mahasiswi Prodi Tarbiyah mengadakan halaqah At-Tarbawiyah dengan tema “Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai” di Gontor Putri Kampus 3 bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor sebagai pemateri. Dalam acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA Fakultas Tarbiyah Divisi Karangbanyu semester 2-8 ini, masing-masing mahasiswi dibagikan buku kecil tipis dengan tulisan Arab berisikan nasehat-nasehat seorang Ayah kepada anaknya. Setiap orang di tunjuk untuk membaca beberapa paragraf dari isi buku tersebut, kemudian mereka diminta untuk menjelaskan apa yang mereka fahami dari paragraf yang telah mereka baca. Setelah mahasiswa memberikan penjelasannya, Ustadz Wahyudi mengajukan beberapa pertanyaan kepada mahasiswi tentang pemahaman mereka terhadap apa yang mereka baca. Kemudian di akhir beliau memperjelas penjelasan terhadap setiap paragraf yang telah dijelaskan oleh para mahasiswi.

                Ustadz Wahyudi dalam halaqah tersebut menekankan kepada para mahasiswi Guru agar membiasakan diri memberikan nasehat yang baik kepada para santriwati. “Sebagai seorang guru kita tidak boleh jenuh untuk terus memberikan nasehat kepada anak didik kita, teruslah memberikan nasehat sampai nasehat tersebut dapat benar-benar tertanam pada diri sang anak dan jadikanlah nasehat itu sebagai warisan berharga bagi mereka.” Kata Ustadz Wahyudi.

                “Tanda bahwa anak didik benar-benar menerima nasehat dari gurunya adalah dia mengerjakan nasehat itu baik ketika dilihat atupun tidak dilihat oleh gurunya.” Kata beliau lagi.

                Meski halaqah tersebut tidak berlangsung lama yakni mulai pukul 14.00-15.10 WIB, namun memberikan pengetahuan yang begitu mendalam kepada para mahasiswi guru, kembali menyadarkan dan mengembalikan niat mereka bahwa guru memiliki peran sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak didik. Fikra17

Mahasiswi fakultas Tarbiyah menunjukkan buku ” Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai ketika berfoto bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi pada akhir sesi halaqah.