Home Blog Page 217

Tabligh Akbar Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau peringati 17 Tahun beridirinya Pondok.

0

Lubuklinggau Ahad (2/2), panitia peringatan 17 tahun Pondok Pesantren Tazakka menyelenggarakan acara Tabligh Akbar yang bertempat di lapangan Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau. Pada kesempatan kali ini panitia mengundang Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang diwakili oleh Al-Ustadz Sabar, S.Ag. untuk sedianya turut hadir serta memberikan tausiyah kepada para Tamu, wali santri, santriwan dan santriwati, serta masyarakat sekitar yang juga terbuka untuk umum.

Setibanya beliau diacara pada pukul 09.00 WIB. Kedatangan Al-Ustadz Sabar, S.Ag. disambut dengan penuh kehangatan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tazkka, Al-Ustadz Zulkarnaen H. Bayan, S.Ip.M.Pd. dan turut hadir dalam acara tersebut anggota Badan Wakaf PMDG dan juga sebagai ketua MUI Sumatera Selatan Al-Ustadz Prof. Aflatun Muchtar, Bapak Rasyidin mewakili Gubernur Sumatera Selatan  sebagai staf ahli bidang pemerintahan, hkum dan politik, maka tak terelakkan lagi, jika perbincangan hangat dengan seluruh tamu dapat berlangsung di pertemuan yang singkat itu.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, hingga pada saatnya seluruh rentetan acara Tabligh Akbar peringatan 17 tahun berdirinya Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau selesai dilaksanakan. Selepas tausiyah dan beberapa penampilan dari santriwan dan santriwati, acara dilanjutkan dengan do’a sebagai penutup dan sesi perfotoan Bersama.AbuFariz

 

Undang-undang Pesantren: Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren

0

Siman – Pada sesi terakhir tentang tema Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren (UUP) oleh Bapak Aceng Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd yang mewakili Plt. Dirjen PD. Pontren Bapak Dr. Imam Syafe’i menjelaskan tentang Rekognisi Negara 1) UU Pesantren hadir untuk memberikan pengakuan (rekognisi), afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren berdasarkan kekhasannya, 2) Memberikan peran pesantren yang lebih besar dan kongkrit dalam upaya pembangunan di bidang agama, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Rekognisi ini juga untuk penguatan kualitas Pesantren, menjaga ke khasan Pesantren, Menjaga Independensi, dan juga menjaga komitmen kebangsaan Pesantren.

Selain itu, mengenai langkah apa yang harus segera dilakukan pasca lahirnya Undang-undang Pesantren (UUP) beliau memaparkan tentang Penataan Regulasi Pesantren bahwa dalam UU Pesantren, ada 8 (delapan) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Menteri Agama (PMA) dan 2 (dua) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Presiden (PERPRES). Kebutuhan untuk menyusun peraturan perundangundangan pelaksanaan dari UU Pesantren dan kebutuhan untuk menyesuaikan semua peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai Pesantren.

Selain itu ada pula Mandat Regulasi turunan dari UUP yang berupa Peraturan Menteri Agama (PMA), dan 2 Peraturan Presiden (Perpres) diantaranya terdapat pada

Pasal 7 : Pendirian Pesantren
Pasal 14 : Penyelenggaraan Pesantren
Pasal 18 : Kurikulum Pendidikan Umum Muadalah
Pasal 20 : Kurikulum Pendidikan Umum Diniyah Formal
Pasal 24 : Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren
Pasal 28 : Tata Cara Pembentukan Majelis Masyayikh
Pasal 30 : Pemetaan, Perencanaan, Afirmasi, & Fasilitasi Mutu
Pasal 36 : Pendidik & Tenaga Kependidikan Pendidikan Pesantren
Pasal 48 : Pendanaan Pesantren Dari Hibah Luar Negeri
Pasal 49 : Dana Abadi Pesantren

Seluruh pasal turunan dari UUP diatas harus dapat direalisasikan secara bertahap sehingga Pesantren semakin kuat dalam penyelenggaraan pendidikan dengan segala macam ke khasannya tanpa intervensi apapun didalamnya.

Silaturahim Pengurus FKPM dan FPAG di Universitas Darussalam Gontor

0

Siman – Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Komunikasi Pesantren Alumni (FPAG) kembali mengadakan acara silaturahim pengurus FKPM & FPA di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo pada Ahad (2/2/2020), acara ini merupakan tindak lanjut dari review Draf Peraturan Menteri Agama yang diadakan di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua FKPM Prof. KH. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A ini menjelaskan betapa strategis dan pentingnya Undang-undang Pesantren (UUP) buat masa depan pendidikan pesantren di Indonesia. Bahkan beliau mengibaratkan bahwa UUP ini layaknya rumah pesantren (baik Salaf atau Ashry) dan semua yang berada didalamnya wajib memelihara, membangun dan melengkapi isi rumah bersama-sama.

Dalam pertemuan kali ini di UNIDA Gontor diantara tema yang dibahas adalah Vitalisasi Pesantren melalui Undang-undang Pesantren dan perangkat turunannya yang disampaikan langsung oleh Ustadz Shobirin sebagai Tim Biro Hukum yang ditunjuk langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Pesantren Muadalah Prof. KH.  Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Beberapa hal dikemukakan bahwa rukun pendirian pesantren adalah Kiai, Santri yang mukim di pesantren, Pondok atau asrama, Masjid dan Kajian kitab kuning atau Dirasah Islamiyah dengan pola Pendidikan Muallimin. Dan yang tak kalah penting dalam penjelasan tentang undang-undak Pesantren ini adalah mengenai lulusan pesantren. Ijazah lulusan pesantren (baik muadalah, diniyah formal, ma’had aly maupun pendidikan pesantren non-formal) diakui sama denga ijazah sekolah atau madrasah pada umumnya. bahkan ijazah tersebut dapat dipakai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun melamar pekerjaan sesuai ketentuan persyaratan ijazah yang diminta.

Bahkan di akhir sesi dialog, Prof. Amal Fathullah mengungkapkan sosialisasi terhadap undang-undang pesantren ini penting baik di lembaga Kementerian Agama beserta jajarannya, baik pada level pusat, propinsi hingga ke kabupaten, agar seluruhnya paham tentang UUP ini, beliau menambahkan juga sosialisasi antar lembaga terkait dalam hal ini Kemdikbud sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman terhadap penyelenggaraan pendidikan Pesantren pada akhirnya. Diantara cara yang efektif untuk sosialisasi adalah mengumpulkan seluruh Kanwil Propinsi di Kemenag Pusat dan setelah itu terdapat breakdown hinggal level kabupaten sehingga seluruh jajaran di bawah kementerian agama satu suara dalam hal ini.

Pertemuan ini akan berlangsung 4 sesi selain membahas tentang sisi undang-undang Pesantren, kemudian terdapat sesi Sharing dan Tanya jawab tentang kebijakan Pesantren, Sinergi dan Koordinasi, dan diakhiri denga tema Arah Kebijakan Pendidikan Pesantren pasca UUP ini akan dihadiri oleh Plt. Dirjen PD. Pontren Kemenag Pusat Bapak Dr. H. Imam Safe’I, M.Pd.

UNIDA Gontor Kampus Siman Raih Juara Umum Festival UNIDA 2020

0

SIMAN–Peningkatan kualitas personal mahasiswa dalam segala aspek merupakan prioritas dari pendidikan di UNIDA Gontor. Untuk menunjang hal tersebut Rektor UNIDA Gontor menyelenggarakan Festival UNIDA 2020.

Festival tersebut bukanlah kegiatan baru. Festival ini merupakan acara yang diadakan setiap tahun. Dulu, acara ini diberi nama PORSEKAM yang hanya diadakan untuk mahasiswa kampus Pusat yang berada di wilayah Siman-Ponorogo.

Kegiatan Festival UNIDA Gontor kali ini diadakan selama 2 hari yakni pada tanggal 24 & 31 Januari 2020. Pada acara tersebut diselenggarakan berbagai perlombaan meliputi 4 aspek yaitu aspek Olah Rasa, Olah Fikir, Olah Raga, dan Olah Zikir. Perlombaan tersebut diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari seluruh kampus UNIDA Gontor.

Tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah untuk meningkatkan bakat dan potensi mahasiswa dalam olah fikir yang meliputi kegiatan-kegiatan akademis (debat, penulisan makalah, dll), olah dzikir yang mencakup kegiatan ibadah mahasiswa (tartil al-Qur’an, dll), olah raga yang mencakup kesehatan jasmani (sepak bola, basket, dll), serta olah rasa yang mencakup kompetisi Bela Diri. Tahun ini, UNIDA Gontor Kampus Siman dibobatkan menjadi Juara Umum Festival UNIDA setelah berhasil mendominasi di beberapa cabang perlombaan.

Dengan memperhatikan 4 aspek perlombaan tersebut, maka UNIDA Gontor berharap melalui festival tahunan ini, mahasiswa mampu menjadikan acara tersebut sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan baik secara jasmani maupun rohani mahasiswa. #brada

Daftar Pemenang Perlombaan Festival Universitas Darussalam Gontor 2020

A. Divisi Olah Dzikir :

1. Hifdzul Quran: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Andi Mirzah) • Juara 2 : UNIDA Gontor 2 (Naufal Dandi)

2. Qira’ah Mujawwadah: • Juara 1 : UNIDA Gontor 6 (M. Rizki Aziman) • Juara 2 : UNIDA Gontor 1 (Syafi’i)

3. Qira’ah Murottalah: • Juara 1 : UNIDA Gontor 1 (Hafidz Rafi) • Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Arfan Barik Lana)

B. Divisi Olah Rasa :

1. Fotografi: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Renaldi Mulya) • Juara 2 : UNIDA Gontor 6 (Lillahi Akbar) 2. Band/Musik: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 3

3. Puisi: • Juara 1 : UNIDA Gontor 1 • Juara 2 : UNIDA Gontor 2

4. Stand Up Comedy: • Juara 1 : UNIDA Gontor 2 • Juara 2 : UNIDA Gontor 1

5. Kaligrafi: • Kategori Khot Riqah: a) Juara 1 : Syafi’i (Gontor 1) b) Juara 2 : Hasan (Gontor 1)

• Kategori Khot Diwani: a) Juara 1 : Hasan (Gontor 1) b) Juara 2 : Raja Syam (Kampus Siman)

C. Divisi Olah Fikir : 1. Esai: • Juara 1 : UNIDA Gontor 3 • Juara 2 : UNIDA Gontor 6
2. Debat: • Bahasa Indonesia: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2 • Bahasa Arab: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Bahasa Inggris: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman

D. Divisi Olah Rasa (Bela Diri) : 1. Seni: • Tunggal: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 6 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3

2. Fighting: • Kelas A: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2 • Kelas B: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 2 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Kelas C: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 1 • Kelas D: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Kelas E: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Kelas F: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2

E. Divisi Olah Raga :

1. Sepak Bola: • Juara 1 : UNIDA fc • Juara 2 :Oesama fc

2. Futsal: • Juara 1 : Pormada fc • Juara 2 : Futsalisty fc

3. Takraw: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 1

4. Voli: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 2

5. Tenis Meja: • Tunggal: c) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman d) Juara 2 : UNIDA Gontor 1 • Ganda: c) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 d) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman

6. Bulu Tangkis: • Tunggal: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 6 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2

7. Basket: • Juara 1 : Cresta BBC • Juara 2 : Pormada BBC

8. Panahan: • 20 meter: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3

Top Score Sepak Bola :Darul Rizqi Kurniawan (Gontor 6)

Top Score Futsal :Abid Fajar Syifa Budi (Gontor 1)

Top Score Basket : Taufiq Nurroohman (UNIDA Siman)

Best Player Sepak Bola : Adnun Yelipele (Gontor 2)

Best Player Futsal : Tyas Sarli (UNIDA Gontor Siman)

Best Player Basket : Rahardian Khalid Perwira Wibowo (UNIDA Siman)

Juara Umum Divisi Olah Rasa : UNIDA KAMPUS GONTOR 1

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 430 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 500 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 340 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 340 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 240

Juara Umum Divisi Olah Dzikir : UNIDA Gontor KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 220 2. UNIDA GONTOR 1 : 180 3. UNIDA GONTOR 2 : 100 4. UNIDA GONTOR 3 : 120 5. UNIDA GONTOR 6 : 140 Juara Umum Divisi Olah Fikir : UNIDA KAMPUS GONTOR 1

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 240 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 300 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 140 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 300 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 180

Juara Umum Seni Beladiri : UNIDA KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 630 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 530 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 480 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 540 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 430

Juara Umum Divisi Olah Raga : UNIDA KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 1060 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 700 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 510 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 690 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 580

Total Nilai Keseluruhan Divisi :

1. UNIDA KAMPUS SIMAN dengan nilai : 2580

2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 dengan nilai : 2210

3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 dengan nilai : 1570

4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 dengan nilai : 1990

5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 dengan nilai : 1570

JUARA UMUM FESTIVAL UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR 2020 DIRAIH OLEH

UNIDA KAMPUS SIMAN

Praktik Pengayaan Lapangan Tingkatkan Kreativitas Santri

0

DARUSSALAM– Sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kreativitas para santri, seluruh siswa kelas tiga intensif dan kelas empat Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) memiliki agenda tahunan yaitu Praktik Pengayaan Lapangan (PPL). Kegiatan tersebut diselenggarakan di bawah pengawasan Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang dibimbing langsung oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI). “Salah satu dari tujuan acara ini adalah agar para santri bisa memanfaatkan berbagai barang-barang bekas yang ada di sekitarnya, sehingga bisa diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat,” ujar Al-Ustadz Andi Ibnoe Khaldun, selaku salah satu staf MABIKORI.

Kegiatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa KMI kelas tiga intensif dan kelas empat yang berjumlah 878 orang. Adapun untuk pelaksanaannya diadakan setiap hari Kamis ketika kegiatan kepramukaan berlangsung yang dibagi menjadi 3 minggu; pada hari Kamis (30/1) di minggu pertama adalah untuk para peserta PPL Perdana, kemudian berikutnya dibagi menjadi dua gelombang yaitu pada minggu kedua dan minggu ketiga. Dengan jumlah 12 POT yang ada, dari tiap-tiap POT akan dipilih sebanyak tiga orang untuk menjadi peserta PPL Perdana dengan jurinya dari masing-masing Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS), sedangkan yang lainnya akan dibagi kepada semua sangga dan regu yang pada tiap-tiap POT berjumlah 28 regu. Dengan pembagian dua gelombang tersebut, setiap gelombangnya akan melibatkan sekitar 3 peserta pada setiap regunya dengan jurinya ialah Pembina kelas 5 KMI dari regu masing-masing.

Dalam pelaksanaan PPL, setiap peserta akan dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan para adika pramuka setiap regu POT nya. Dalam presentasi tersebut, peserta akan menjelaskan tentang alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat karya, cara pembuatannya, sekaligus memperlihatkan hasil yang sudah dikerjakan olehnya sebagai contoh bagi para adika. Penilaian tiap-tiap peserta diambil dari persiapan atau i’dad-nya, hasta karya, presentasi, serta pembawaan suasana di depan para adika.

Selama kegiatan ini, salah satu yang menjadi kendala adalah kurangnya lahan yang tersedia untuk menampung hasil karya para peserta, sehingga terkadang tidak diletakkan di tempat yang aman. “Beberapa hasil karya yang dinilai baik biasanya kita pajang di depan teras gedung 17 Agustus lantai satu, namun untuk meminimalisir kesulitan alokasi hasil karya para peserta tersebut, tahun ini setiap karya akan kita kembalikan kepada pemilik hasta karya masing-masing”, ujar Al-Ustadz yang merupakan wali kelas 2-N tersebut. Pengembalian ini juga sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas hasil karya mereka sendiri, untuk dijadikan milik pribadi.

Dari diadakanya kegiatan tersebut, diharapkan para peserta nantinya tidak hanya mampu meningkatkan daya kreasi serta inovasinya saja, namun juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk melatih mental dan kepiawaian dalam menyampaikan materi, sebab mereka pada tahun yang akan datang nantinya akan menjadi pembina pramuka ketika sudah duduk di kelas 5 KMI.

Ujian Imamah kelas 3 Intensif dan 4(melatih kekhusyuan dalam beribadah)

0

Rabu(21/1/2020)-Patah tumbuh hilang berganti, saat ini yang dirasakan oleh pembimbing kamar kelas 3 intensif dan kelas 4 yang dipilih untuk menggantikan kelas 5 yang mengurus OPPM dan Koordinator, Disini mereka dilatih untuk menjadi pembimbing  yang bisa membimbing kelas 1,2,3 di rayon masing-masing, dengan itu diadakanlah ujian imamah untuk pembimbing kelas 3 intensif dan kelas 4, acara ini dilakukan setelah sholat isya di aula pertemuan saudi 2 oleh pembimbing kamar masing-masing.

Santriwati kelas 3 intensif dan kelas 4 sudah bersiap dengan menggunakan mukenah dan pakaian seragam sekolah putih biru, Setiap pembimbing memegang 2-3 santriwati untuk diuji bacaan dalam sholat, gerakannya, do’a-do’a setelah sholat dan kekhusyuan dalam beribadah, disini juga melatih mental dan keberanian santriwati didalam ujian ini. Adanya ujian imamah ini diharapakan agar kelas 3 intensif dan kelas 4 sebagai pembimbing kamar menjadi muslimah yang paham tentang agama dan baik dalam melakukan beribadah.FANI

LPK (Mengasah kepemimpinan dan kedisiplinan santriwati)

0

Mantingan-Pendidikan di Gontor tidak luput dengan kepemimpinannya, maka dari itu dar kelas 3 intensif dan 4 diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik dalam acara LPK ( Latihan Pengembangan Kepemimpinan). Untuk persiapan menuju Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD), acara ini dimulai dari hari sabtu(26/1) dan ditutup pada hari kamis(31/1) yang didakan oleh Bagian Koordinator Gugus Depan dengan bimbingan Mabikori.

PPL(praktek pengayaan lapangan)

Dalam kegiatan LPK dengan sesi materi dan praktek, yang diadakan setiap sore mencakup tata administrasi organisasi, manajemen kepemimpinan, dan lain sebagainya, yang tentunya diselingi dengan praktek. Semua itu adalah materi dasar untuk membimbing gugus depan kelak, tidak hanya itu peserta dam acara ini juga dididik dalam kedisiplinan dan keuletan dengan berbagai atribut yang dikenakan mereka mulai dari topi kepala, tas yang dibuat dari kardus, buku yang diukur setiap garisnya,tempat minum yang tebuat dari tali pramuka, dan semua itu adalah syarat dalam acara LPK.

sesi materi dari LPK

Hari kamis Puncak dari semuanya karena di hari mereka akan menyampaikan materi yang telah dibuatnya dengan tulisan tangan dengan rapi dan jelih dengan praktek menggunakan metode micro teaching, dengan 4-6 andika pramuka yang dibimbingnya dan dimbimbing oleh Mabigus pada tiap Gugus Depannya, mereka juga membuat hadiah untuk andika yang bisa menjawab pertanyaan maupun yang tersemangat dalam materi yang mereka sampaikan.

Pada kamis malam adalah penutupan dari acara LPK, dengan adanya Api Unggun dan dilanjutkan dengan renungan malam, dengan berbagai macam atraksi dan semarak yel-yel antar unit yang ditampilkan pada malam itu membuat acara semakin menarik dan penuh antusias,FANI

Tingkatkan Rasa Kemandirian Santri Baru, Gontor Adakan Perkajum

0

GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu menanamkan jiwa kemandirian, kepedulian, dan kesungguhan pada diri santri-santrinya dengan beragam aktivitas, salah satunya dengan Perkemahan Kamis dan Jum’at (Perkajum). Pada akhir semester ini Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 telah mengadakan perkajum untuk santri baru.

Kegiatan ini diselengarakan selama dua hari, Kamis–Jum’at, 15-16 J. Tsaniah 1440/23-24 Januari 2020 bertempat di Desa Wilangan, Kec. Sambit, Kab. Ponorogo. Kamis siang (21/2), tepat pukul 14.00 WIB Al-Ustadz Nur Hadi Kaderi, S.Th.I., selaku Inspektur Upacara membuka secara resmi kegiatan perkajum di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sekaligus melepas seluruh peserta yang akan pergi ke Bumi Perkemahan (Buper).

Kegiatan ini diikuti 480 peserta santri baru, dengan 20 orang penggalang dan 20 orang penegak di setiap Gugus Depan (Gudep) 15089. Panitia penyelenggara kegiatan ini adalah santri kelas 5 dan pengurus KGP yang berjumlah 46 orang. Adapun acara dan kegaitan para santri selama perkajum diantaranya adalah: Api Unggun Gembira, Senam Sehat, Lomba Memasak, Hacking, dan Lomba-lomba lainnya. Aktivitas dan perlombaan ini menguji ketangkasan, kedisiplinan, kekompakan dan kepedulian para santri terhadap rekan satu tim. Muis

Mewujudkan Kader Mu’alimah yang Unggul dalam Praktek Tarbiyah Al-Amaliyah

0

Gontor – Sebuah lembaga pendidikan dengan Kulliyatu-L-Mualimat-Al-Islamiyah (KMI) sebagai sistem yang selalu dipertahankan hingga kini, mempunyai tujuan bukan sekedar menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga membentuk para santrinya agar siap menjadi pendidik masyarakat. Istilah ‘pengajaran’ dalam KMI bukan sebatas penyampaian dan transformasi ilmu pengetahuan saja, namun harus diikuti dengan pembentukan kepribadian, pendidikan budi pekerti, penanaman nilai budi luhur, dan keihlasan.

Sebagai santriwati tahun terakhir, kelas 6 ditempa dan dicetak agar mampu menjadi kader mu’alimah yang siap mengabdi pada masyarakat. Maka demi terciptanya figur pendidik yang unggul, siswi akhir harus melalui ujian praktek mengajar atau Tarbiyah-Al-Amaliyah. Sebelum menempuh proses praktik mengajar ini, santriwati kelas 6 diwajibkan untuk mengikuti pengarahan dari Bapak Pengasuh, Bapak Direktur KMI dan para Asatidz. Dilanjutkan dengan ujian pelajaran tarbiyah, demi mengasah pengetahuan mereka dalam hal belajar mengajar.

Tepat pada hari Rabu (21/1/20) praktik Tarbiyah Al-Amaliyah perdana bagi santriwati kelas 6 KMI resmi dimulai, dan digelar di beberapa titik. Diantaranya adalah di Auditorium Gontor Putri 1 oleh Alya Zulfani (6B), Aula Kulliyatu-L-Banat oleh Fadhillah Ma’munah (6C), Burj Fath lt. 3 oleh Cantika Zukhrufa (6E) dan Aula Kopda lt. 3 oleh Siti Muflihatur (6B). Tujuan utama diadakannya praktek mengajar perdana ini supaya menjadi contoh dan gambaran dalam pelaksanaan kegiatan mengajar yang baik dan benar.

Praktik Tarbiyah Al-Amaliyah Perdana

Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek mengajar selama 9 hari, terhitung sejak 25 Januari 2020 hingga 3 Februari 2020 dengan pembimbing yang terdiri dari; asatidz, ustadzah tahun ke-5 dan tahun ke-4. Seusai praktek mengajar di kelas, kegiatan dilanjutkan dengan darsu naqd atau evaluasi dari praktik mengajar yang telah dilaksanakan. ini disampaikan oleh masing-masing muntaqid/at yang mengikuti proses praktik mengajar tersebut.

Guru bukan sekadar guru, namun ia harus memiliki peran sebagai Teacher, Manager, dan Leader. Dalam praktek mengajar, kelas 6 tidak hanya diarahkan supaya dapat menyampaikan ilmu, namun juga harus mampu me-manage waktu dan dirinya sendiri dalam persiapan mengajar. Selain itu diharapkan juga dapat mempunyai jiwa kepemimpinan, dengan menjadi pengatur dalam kegiatan belajar mengajar bagi para murid di kelasnya.

Penggunaan alat peraga sebagai salah satu metode pembelajaran yang efektif

Metode-metode pangajaran di Gontor bukan asal ditetapkan begitu saja, namun telah teruji berdasarkan pengalaman-pengalaman yang panjang. Apabila salah seorang santriwati mendapatkan satu pelajaran dalam praktek mengajar, bukan berarti dia hanya dapat menguasai metode pengajaran itu saja. Setiap calon pengajar dituntut untuk menguasai metode seluruh mata pelajaran, itulah tujuan diadakannya pembagian yang variatif dalam satu kelompok amaliyah tadris agar masing-masing dapat memahami secara keseluruhan.

“Sebaik-baik pemimpin adalah yang mempunya jiwa pendidik. Setiap pemimpin pasti mempunyai jiwa pemimpin, tapi tidak semua pemimpin mempunyai jiwa pendidik.”

– Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I

kamilaisl

SEMINAR MOTIVASI (Getting Of The Best World By Iman)

0

Mantingan- Language is our crown, Oleh karena itu bahasa sangat penting dipondok ini, hampir seluruhnya menggunakan bahasa arab dan inggris, di mulai dari lingkup terkecil yaitu kamar dan lingkup besar seperti tempat-tempat umum dipondok ini , Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu faktor yang menjadikan Pondok Modern Darussalam Gontor maju dan berkembang adalah eksistensinya dalam peningkatan dan pengembangan bahasa terutama Bahasa Arab dan Inggris.

Dengan itu diadakan seminar  Dengan tema Getting Of The Best World By Iman Dengan Pembicara Rukhsar Asif Bsc, Msc, diadakan oleh DEMA(Dewan Mahasiswa) diikuti oleh seluruh ustadzah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 2, dengan moderator intan maurissa(Rabu, 22 Januari 2020).  Pembicara adalah orang keturunan Pakistan Denmark yang studi banding di UGM, sosok perempuan yang sangat berani dan multi talent dalam berbagai bidang, beliau telah berpetualang keseluruh dunia untuk menyampaikan tentang adanya Allah SWT dikehidupan kita setiap saat. Dan berani dalam menerjang tantangan di  kehidupan kita, Setelah acara beliau mengajarakan tentang tari india dengan lincah dan energic dalam setiap gerakannya.

Walaupun dari kecil oleh ayahnya tidak boleh kemana-mana tetapi beliau percaya jika wanita juga bisa mendapatkan dunia yang baik dengan Iman, “Don’t just dream your dream, live your dream “.Salah satu poin yang di sampaikan oleh Rukhsar Asif Bsc, Msc dalam penyampaiannya. Karena itu kita tidak boleh berputus asa dalam berbahasa Sebagaimana yang kita ketahui bahasa sangatlah penting di pondok ini, baik dalam kegiatan belajar mengajar, maupun percakapan sehari-hari. “We will never know the real answer before we try.” FANI