Home Blog Page 217

Karantina Siswi Akhir KMI 2020-Fokuskan Siswi Hadapi Ujian Akhir

0

Ahlan wa sahlan fii maydaani-l-jihad- Sudah sejak 5 hari lalu Siswi Akhir KMI Prominent Generation menjalani karantina. Karantina merupakan istilah dalam Bahasa Indonesia yang berarti pemisahan atau pengasingan. Begitu pula yang terjadi di PMDG Putri Kampus 2, (16/1) seluruh pejuang Prominent Generation tanpa terkecuali mulai mengasingkan diri mereka di Gedung Yerussalem dengan segala senjata perangnya dalam menempuh Ujian Akhir.

            Ujian Akhir Siswi KMI 2020 (Prominent Generation) Gelombang Kedua sangatlah membutuhkan persiapan fisik, mental, akademis, dan spiritual untuk menempuhnya. Ujian yang akan dihadapi terbagi menjadi 3 fase, Praktek Mengajar, Ujian Lisan, dan Ujian Tulis. Seluruh ujian tersebut menjadi penutup perjuangan Prominent Generation dalam masa belajarnya di PMDG Putri Kampus 2.

            Masa karantina akan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. Selama itu pula mereka akan digembleng dalam kebersamaan dan semangat belajar yang tinggi. Para wali kelas 6 KMI bahu-membahu berupaya mendidik mereka dengan mengontrol belajar seluruh siswa kelas 6 hingga dapat lulus dengan khusnul khotimah Ramadhan nanti. Di samping mengontrol belajar, karantina juga bertujuan memupuk ukhuwwah islamiyah antara siswi yang satu dengan lainnya.

            Sebelum karantina, Jum’at (17/1) Vira Fadhilah /6C, Azizah Qurrota /6B, Digan Zahro /6F dan Khoirunnida Salsabila /6B merupakan empat orang perwakilan Prominent Generation untuk meminta doa dan ridho terhadap seluruh anggota Darussalam agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi seluruh rentetan Ujian Akhir Siswi KMI. Amiin hasnab

Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Santriwati dengan Seminar Broadcasting

0

Gontor Putri Kampus 3 –  Jum’at, (17/1) Bagian informasi pusat OPPM Gontor Putri Kampus 3 dibantu pembimbing dari ustadzah mengadakan seminar broadcasting  dengan mengundang Pak Happy Chandra, M.Si, sebagai narasumber. Diadakanya seminar ini untuk meningkatkan kemampuan santriwati dalam broadcasting, berbicara, public speaking dan juga dalam berdakwah. Bertempat di Aula Mini Gontor Putri Kampus 3, santriwati kelas 1-5 KMI memenuhi aula ini untuk menjadi peserta yang aktif dalam kegiatan seminar. Namun santriwati kelas 4 dan 3 intensif tidak bisa mengikuti seminar dikarenakan adanya geladi bersih acara Laksana Gembira yang akan diadakan pada bulan yang akan datang.

            Kesemangatan peserta dan seminar yang apik serta mendidik ini membuat tidak satupun mata tertutup selama seminar ini berlansgsung, seluruh peserta mengikuti sesi demi sesi yang unik dan menarik, dimulai dengan tata cara berbicara, menjaga kepercayaan diri, public speaking, hingga hypnotheraphy yang membuat seisi aula terhipnotis dengan arahan pak Happy Chandra. Beliau benar-benar membawakan ilmu broadcasting dan dakwah dengan indah dan sangat mengesankan.

            Seminar ini dimulai pukul 08.00-11.00 WIB. Meskipun singkat, namun peserta merasa sangat senang karena telah belajar banyak hal dalam seminar ini. Harapannya dengan terlaksananya seminar ini, santriwati dapat mengambil banyak ilmu dan pelajaran serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kelak menjadi generasi penerang umat. Aamiin. Qurrotulaini

SEMINAR Baca, Cerita, Menyanyi (BCM)

0

Gontor Putri Kampus 3 – Untuk menambah pengetahuan santriwati, maka pada Jum’at (17/1)  di Auditorium Gontor Putri Kampus 3 diadakanlah seminar Baca, Cerita dan Menyanyi (BCM) untuk para siswi KMI kelas 4 dan 3 Intensif. Acara ini berlangsung pukul 08.00-11.00 WIB. Diawali dengan sambutan oleh Bapak Wakil Pengasuh yang diwakilkan oleh Al-Ustadz Anwar Fathoni, S.H. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar oleh Al-Ustadz Wuntat Wawan Sumbodo. Dengan penuh semangat beliau memberikan wawasan serta berbagi ilmu kepada para santriwati, begitupun para santriwati mendengarkannya dengan penuh seksama.

Suasana seminar BCM bersama Al-Ustadz Wuntat Wawan Sumbodo

Seminar ini mengajarkan agar santriwati  kelak dapat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengaji yang benar, bagaimana belajar yang tidak membosankan dengan metode membaca, cerita dan menyanyi, serta masih banyak pengetahuan serta pengalaman yang beliau bagikan kepada santriwati saat itu. Griselda91

Micro Teaching menjadi langkah awal sebelum memasuki karantina siswi akhir KMI

0
naqd tadris bersama ustadz dan ustadzah

Mantingan – Micro teaching siswi akhir KMI yang diadakan pada hari kamis 16 januari 2020 menjadi gambaran bagi praktik mengajar perdana yang akan dihadapi kelas 6 pada hari rabu 22 januari 2020, yangmana akan diwakili satu orang perkelas yang terdiri atas 5 kelas, yaitu:

-6B : Yasmin Fadhilah

-6C : Navila Salsabila

-6D : Amalia Salsa

-6E : Martinta

-6F : Digan Zahro

Inilah tips jitu guru gontor dalam mendidik santrinya, yang apabila cara ini diterapkan dengan sesuai, baik dan benar akan membuahkan suatu kepahaman pada santri.

Micro Teaching kali ini menyampaikan pelajaran “muthola’ah” dengan judul “al-‘ainu”. Seusai pelajaran maka akan dilanjutkan dengan naqdu-t-tadris atau yang biasa kita sebut evaluasi, yang terdiri dari, pertama thoriqoh (tahap mengajar), kedua maddah (penyampaian materi), ketiga ahwal (keadaan guru), keempat lahjah (ucapan guru). Asatidz maupun ustadzah selaku pembimbing juga turut berpartisipasi dalam acara sakral ini yang menjadi sunnah Pondok Modern tiap tahunnya, begitupula Micro teaching akan menjadi syarat kelulusan santri. vi

Pergantian pengurus Gugus Depan dan Asistent Koordinator Gerakan Pramuka, Wariskan nilai-nilai kepramukaan

0

GONTOR-Koordinator Gerakan Pramuka mengadakan pergantian pengurus Pasus (Pasukan Khusus) Gugus Depan (Gudep) dan Asistent Koordinator Gerakan Pramuka 15089, dari santri Kelas 3 Int dan 4 (Pengurus Lama) ke kelas 3 (Pengurus Baru). Acara ini diselenggarakan oleh Majelis pembimbing Koordinator (MABIKORI) yang di bantu oleh kaka kelas 6, acara tersebut berlangsung pada kamis siang (9/1) untuk Gudep dan jum’at pagi (10/1) untuk Asistent Koordinator di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Acara ini dihadiri oleh Majelis Pembimbing Gugus depan (MABIGUS), Majelis Pembimbing Asistent (MABITEN), kaka kelas 5 dan 6 serta adika-adika kelas 1 sampai kelas 4. Acara diawali dengan pembacaan laporan pertanggung jawaban serta serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru, dilanjutkan dengan pesan nasehat dari pembimbing dan diakhiri dengan doa.

Dengan adanya acara pergantian kepengurusan ini pengurus lama dapat mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada para pengurus baru, agar nilai kaderisasi dalam pendidikan Gontor tetap berlangsung. Dengan acara ini, pengurus baru diberi kesempatan untuk belajar berorganisasi dalam kepengurusan Pasus. “Patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh belum hilang sudah berganti” semboyan inilah yang selalu diucapkan oleh kiai Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya.AbuFariz

Serentak, Ratusan Mahasiswa UNIDA Kampus Gontor Ikuti Ujian Tengah Semester Genap

0

GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tak henti-hentinya mengadakan kegiatan di setiap waktunya. Setelah diadakannya Ulangan Umum Semester 2 untuk siswa Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), tepatnya di hari terakhir, dimulailah Ujian Tengah Semester (UTS) untuk para Mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Kampus Gontor pada Rabu sore (15/1).

UTS kali ini memang sedikit berbeda dibandingkan dengan UTS sebelumnya, karena UTS yang biasanya dimulai pada hari Sabtu, kali ini dimulai pada hari Rabu. Hal ini mengacu kepada kalender akademik UNIDA Gontor tahun 1440-1441. UTS kali ini diikuti oleh ratusan mahasiswa aktif UNIDA Kampus Gontor semester 2-8. UTS yang berlangsung selama 6 hari ini, yakni tanggal 15–21 Januari 2020, secara serentak dilaksanakan oleh lima fakultas yang ada di lingkungan UNIDA Kampus Gontor.

Salah satu tujuan dari diadakannya UTS ini adalah agar bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengetahui pencapaian hasil belajar mahasiswa yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan demikian, diharapkan para mahasiswa mampu untuk mewujudkan cita-cita para pendiri PMDG terdahulu, yaitu mewujudkan sebuah universitas yang bersistem pesantren, bermutu, dan berarti. Sholih

Uji Capaian Pembelajaran, KMI Gelar Ulangan Umum

0

RIMBO PANJANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di KMI telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Untuk mengetahui kapasitas pemahaman santriwati terhadap pelajaran, ulangan umum dilaksanakan. Dengan demikian, para guru mendapati evaluasi hasil pembelajaran mereka selama ini. Harapannya, sisa waktu KBM yang ada dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ulangan umum di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 dilaksanakan selama lima hari. Terhitung mulai hari Sabtu hingga Rabu (11-15/1). Tiap harinya, santriwati kelas satu hingga lima menghadapi tiga materi. Siswi Akhir KMI sengaja tidak dilibatkan sebagai peserta maupun panitia, karena mereka sedang bersiap menghadapi ujian akhir tahap II.

Sebanyak 80 orang ustadzah dikerahkan untuk mengawal pelaksanaan ulangan umum di 37 ruang kelas. Tiap kelas diawasi oleh 2 hingga 3 orang ustadzah. Durasi mengerjakan soal adalah 60 menit. Jawaban santriwati langsung dikoreksi di tempat oleh para pengawas. Sembari menunggu waktu istirahat, para santriwati memiliki waktu 30 menit untuk belajar bersiap menghadapi materi berikutnya. Farouq

Kawal Ujian Praktik Mengajar, Bapak Direktur KMI Beri Arahan Langsung

0

RIMBO PANJANG – Pelaksanaan ujian praktik mengajar tinggal kian dekat. Banyak hal yang perlu disiapkan, termasuk di antaranya adalah kesiapan mental Siswi Akhir KMI, partisipasi aktif para guru pembimbing, dan pemahaman akan pentingnya agenda ini oleh seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7. Ditambah lagi, agenda ini merupakan pengalaman perdana bagi PMDG Putri Kampus 7.

Melihat hal tersebut, Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. memandang adanya urgensi pengarahan dan pengawalan langsung. Senin malam (5/1), dengan ditemani istri dan dua orang guru dari staf KMI dan Pengasuhan Gontor Pusat, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. tiba di tanah Lancang Kuning.

Selasa (6/1) dari pagi hingga siang, Bapak Direktur KMI memberikan pengarahan kepada seluruh guru pembimbing praktik mengajar di aula Yordania. Dilanjutkan malam harinya dengan memberikan pengarahan kepada seluruh Siswi Akhir KMI di Sahah Taasi.

Tidak cukup hanya sampai disitu, pengarahan dilanjutkan pada esok harinya, Rabu (7/1). Pada malam harinya, seluruh warga PMDG Putri Kampus 7 berkumpul di tempat yang sama, guna mendengarkan arahan Bapak Direktur KMI tentang pentingnya agenda ini. Diharapkan tiap santriwati dan guru bisa memberikan partisipasi aktif agar ujian praktik mengajar berjalan lancar dan proses kegiatan belajar mengajar tetap stabil.

Acara pada malam hari itu, ditutup dengan menyaksikan bersama video ujian praktik perdana yang dilaksanakan di PMDG Putri Kampus 1, Mantingan. Farouq

Perdana: 26 Mahasiswa Indonesia di Fakultas Kedokteran Al-Azhar Kairo

0

Cairo-Tahun ajaran 2019-2020 ini, terdapat 26 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi Kedokteran di Universitas Al-Azhar Kairo. Terdiri dari 18 perempuan dan 8 laki-laki, mereka adalah alumni Pondok Modern Gontor, dan satu diantaranya alumni Pondok Modern Tazakka.

Mereka adalah mahasiswa perdana asal Indonesia yang studi di kedokteran Al-Azhar sepanjang sejarah 10 abad lebih universitas itu. Umumnya, mahasiswa Indonesia bila ke Al-Azhar mengambil jurusan keagamaan. Berbeda dengan mahasiswa asal Malaysia, sejak beberapa tahun terakhir ratusan mahasiswanya masuk di kedokteran.

Untuk menempuh di Fakultas Kedokteran, maupun fakultas-fakultas sains lainnya, disyaratkan menggunakan ijazah yang telah disetarakan (akreditasi) oleh Al-Azhar untuk bidang sains. Seperti diketahui, Al-Azhar sebagai institusi menerbitkan penyetaraan ijazah untuk bidang adaby untuk ilmu-ilmu keislaman, dan ilmy untuk ilmu-ilmu sains dan teknologi seperti MIPA, kedokteran, farmasi, teknik, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, beberapa pesantren telah mendapatkan penyetaraan itu dari Al-Azhar Kairo diantaranya Gontor, Darunnajah dan Tazakka serta beberapa yang lain” ujar Ghifaria salah seorang mahasiswa penerima beasiswa Al-Azhar.

Menempuh studi kedokteran di Universitas Al-Azhar yang identik dengan khazanah keilmuan Islami yang berkembang di Mesir bagaikan menyelam sambil minum air, sembari mempelajari ilmu kedokteran di Al-Azhar, ilmu agama pun didapatkannya dari para masyayikh Azhar.

Maka inilah yang seperti dikatakan salah satu Trimurti Gontor, KH Imam Zarkasyi, “Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama.” Karena menjadi dokter bukan sekadar menyembuhkan penyakit pasien, lebih dari itu, dokter akan memberikan fatwa kepada pasien, maka dokter yang santri dan santri yang dokter adalah sebuah kebutuhan masa depan.

Mengutip yang pernah disampaikan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, MA bahwa kaderisasi itu by designed, harus dirancang dan disiapkan betul kebutuhan pondok dan umat dalam 20 hingga 50 tahun mendatang. “Maka, perlu pemetaan kaderisasi dengan cermat dengan memperhatikan tren masa kini dan masa depan” ujar Kiai Anang.

Kaderisasi adalah bagian dari menyiapkan masa depan, para kader itulah yang nantinya akan melanjutkan estafet perjuangan dan meneruskan cita-cita pendiri Pondok dan umat. Maka, mendesain kaderisasi hakikatnya adalah sedang mendesain masa depan.

InsyaAllah, 6 hingga 7 tahun mendatang, dua puluh enam dokter perdana alumni Al-Azhar Kairo akan segera berkiprah untuk Indonesia. Dan, insyaAllah akan disusul oleh mahasiswa-mahasiswi lainnya pada tahun-tahun mendatang.

Jadi terngiang apa yang selalu disampaikan Kiai Anang di depan kami: “Jadilah santri yang dokter, dokter yang santri; jadilah santri yang pengusaha, pengusaha yang santri; jadilah santri yang jenderal, jenderal yang santri”.

@Hisyam Al-Faruq
Mahasiswa Kedokteran Universitas Al-Azhar

Ulangan Umum Akhir Tahun 1441/2020- Tolak Ukur Paham Santriwati

0

Darussalam-Fajar datang menyapa, membentangkangkan cahayanya di ufuk timur. Sejenak alampun hening dalam diam memberi celah pada lantunan bacaan shalat subuh berjamaah. Tak butuh waktu lama, usai shalat subuh berjamaah kesibukan barupun dimulai. Dalam fajar pagi biasanya merupakan waktu bagi santriwati untuk mendapatkan kosakata bahasa arab dan inggris (muhadatsah). Namun berbeda dengan kali ini, memasuki masa Ulangan Umum Akhir Tahun kegiatan pagi hari digunakan untuk belajar. Tak ada mata yang memandang kecuali pada buku yang dipahami, semua tenggelam dalam suasana konsentrasi penuh. Suasana hafalan santriwati belajar terdengar dengan seriusnya.

            Ulangan Umum Akhir Tahun sudah dimulai sejak Sabtu (11/1) sampai dengan (15/1), merupakan tolak ukur paham santriwati dan acuan untuk menghadapi Ujian Akhir Tahun nantinya. Ulangan ini diikuti oleh santriwati kelas 1-5 KMI, dengan pengujian 3 mata pelajaran setiap harinya. Adapun kelas 6 tetap masuk kelas seperti biasanya, mematangkan materi pelajaran untuk menghadapi karantina.

Ulangan Umum Akhir Tahun dilaksanakan di Gedung Yerussalem, Madinah, Andalusia Bawah, Saudi I, Saudi II, Saudi III, dan Indonesia III. Pengoreksian terhadap lembar jawaban pun dilakukan secara langsung, segera setelah lembar jawaban dikumpulkan. Kemudian nilai akan ditulis oleh para pengawas ruangan ujian yang juga merangkap sebagai pengoreksi, pada kertas blanko nilai yang telah tertempel di dalam ruangan ujian. Sehingga santriwati bisa langsung mempelajari kekurangan mereka masing-masing.

“Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”-hakikatnya proses pembelajaran tidak hanya untuk mengerjakan soal ujian, tetapi menjadikan ujian sebagai proses pembelajaran.hasnab