Rabu(21/1/2020)-Patah
tumbuh hilang berganti, saat ini yang dirasakan oleh pembimbing kamar kelas 3
intensif dan kelas 4 yang dipilih untuk menggantikan kelas 5 yang mengurus OPPM
dan Koordinator, Disini mereka dilatih untuk menjadi pembimbing yang bisa membimbing kelas 1,2,3 di rayon
masing-masing, dengan itu diadakanlah ujian imamah untuk pembimbing kelas 3
intensif dan kelas 4, acara ini dilakukan setelah sholat isya di aula pertemuan
saudi 2 oleh pembimbing kamar masing-masing.
Santriwati kelas 3 intensif dan kelas 4 sudah bersiap dengan menggunakan mukenah dan pakaian seragam sekolah putih biru, Setiap pembimbing memegang 2-3 santriwati untuk diuji bacaan dalam sholat, gerakannya, do’a-do’a setelah sholat dan kekhusyuan dalam beribadah, disini juga melatih mental dan keberanian santriwati didalam ujian ini. Adanya ujian imamah ini diharapakan agar kelas 3 intensif dan kelas 4 sebagai pembimbing kamar menjadi muslimah yang paham tentang agama dan baik dalam melakukan beribadah.FANI
Mantingan-Pendidikan di Gontor tidak luput dengan kepemimpinannya, maka dari itu dar kelas 3 intensif dan 4 diajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik dalam acara LPK ( Latihan Pengembangan Kepemimpinan). Untuk persiapan menuju Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD), acara ini dimulai dari hari sabtu(26/1) dan ditutup pada hari kamis(31/1) yang didakan oleh Bagian Koordinator Gugus Depan dengan bimbingan Mabikori.
Dalam kegiatan
LPK dengan sesi materi dan praktek, yang diadakan setiap sore mencakup tata
administrasi organisasi, manajemen kepemimpinan, dan lain sebagainya, yang
tentunya diselingi dengan praktek. Semua itu adalah materi dasar untuk
membimbing gugus depan kelak, tidak hanya itu peserta dam acara ini juga
dididik dalam kedisiplinan dan keuletan dengan berbagai atribut yang dikenakan
mereka mulai dari topi kepala, tas yang dibuat dari kardus, buku yang diukur
setiap garisnya,tempat minum yang tebuat dari tali pramuka, dan semua itu
adalah syarat dalam acara LPK.
Hari kamis Puncak dari semuanya karena di hari mereka akan menyampaikan materi yang telah dibuatnya dengan tulisan tangan dengan rapi dan jelih dengan praktek menggunakan metode micro teaching, dengan 4-6 andika pramuka yang dibimbingnya dan dimbimbing oleh Mabigus pada tiap Gugus Depannya, mereka juga membuat hadiah untuk andika yang bisa menjawab pertanyaan maupun yang tersemangat dalam materi yang mereka sampaikan.
Pada kamis malam
adalah penutupan dari acara LPK, dengan adanya Api Unggun dan dilanjutkan
dengan renungan malam, dengan berbagai macam atraksi dan semarak yel-yel antar
unit yang ditampilkan pada malam itu membuat acara semakin menarik dan penuh
antusias,FANI
GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu menanamkan jiwa kemandirian, kepedulian, dan kesungguhan pada diri santri-santrinya dengan beragam aktivitas, salah satunya dengan Perkemahan Kamis dan Jum’at (Perkajum). Pada akhir semester ini Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 telah mengadakan perkajum untuk santri baru.
Kegiatan ini diselengarakan selama dua hari, Kamis–Jum’at, 15-16 J. Tsaniah 1440/23-24 Januari 2020 bertempat di Desa Wilangan, Kec. Sambit, Kab. Ponorogo. Kamis siang (21/2), tepat pukul 14.00 WIB Al-Ustadz Nur Hadi Kaderi, S.Th.I., selaku Inspektur Upacara membuka secara resmi kegiatan perkajum di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sekaligus melepas seluruh peserta yang akan pergi ke Bumi Perkemahan (Buper).
Kegiatan ini diikuti 480 peserta santri baru, dengan 20 orang penggalang dan 20 orang penegak di setiap Gugus Depan (Gudep) 15089. Panitia penyelenggara kegiatan ini adalah santri kelas 5 dan pengurus KGP yang berjumlah 46 orang. Adapun acara dan kegaitan para santri selama perkajum diantaranya adalah: Api Unggun Gembira, Senam Sehat, Lomba Memasak, Hacking, dan Lomba-lomba lainnya. Aktivitas dan perlombaan ini menguji ketangkasan, kedisiplinan, kekompakan dan kepedulian para santri terhadap rekan satu tim. Muis
Gontor – Sebuah lembaga pendidikan dengan Kulliyatu-L-Mualimat-Al-Islamiyah (KMI) sebagai sistem yang selalu dipertahankan hingga kini, mempunyai tujuan bukan sekedar menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga membentuk para santrinya agar siap menjadi pendidik masyarakat. Istilah ‘pengajaran’ dalam KMI bukan sebatas penyampaian dan transformasi ilmu pengetahuan saja, namun harus diikuti dengan pembentukan kepribadian, pendidikan budi pekerti, penanaman nilai budi luhur, dan keihlasan.
Sebagai santriwati tahun terakhir, kelas 6 ditempa dan dicetak agar mampu menjadi kader mu’alimah yang siap mengabdi pada masyarakat. Maka demi terciptanya figur pendidik yang unggul, siswi akhir harus melalui ujian praktek mengajar atau Tarbiyah-Al-Amaliyah. Sebelum menempuh proses praktik mengajar ini, santriwati kelas 6 diwajibkan untuk mengikuti pengarahan dari Bapak Pengasuh, Bapak Direktur KMI dan para Asatidz. Dilanjutkan dengan ujian pelajaran tarbiyah, demi mengasah pengetahuan mereka dalam hal belajar mengajar.
Tepat pada hari Rabu (21/1/20) praktik Tarbiyah
Al-Amaliyah perdana bagi santriwati kelas 6 KMI resmi dimulai, dan digelar di
beberapa titik. Diantaranya adalah di Auditorium Gontor Putri 1 oleh Alya
Zulfani (6B), Aula Kulliyatu-L-Banat oleh Fadhillah Ma’munah (6C), Burj Fath
lt. 3 oleh Cantika Zukhrufa (6E) dan Aula Kopda lt. 3 oleh Siti Muflihatur (6B).
Tujuan utama diadakannya praktek mengajar perdana ini supaya menjadi contoh dan
gambaran dalam pelaksanaan kegiatan mengajar yang baik dan benar.
Praktik Tarbiyah Al-Amaliyah Perdana
Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek mengajar
selama 9 hari, terhitung sejak 25 Januari 2020 hingga 3 Februari 2020 dengan
pembimbing yang terdiri dari; asatidz, ustadzah tahun ke-5 dan
tahun ke-4. Seusai praktek mengajar di kelas, kegiatan dilanjutkan dengan darsu
naqd atau evaluasi dari praktik mengajar yang telah dilaksanakan. ini
disampaikan oleh masing-masing muntaqid/at yang mengikuti proses praktik
mengajar tersebut.
Guru bukan sekadar guru, namun ia harus memiliki peran
sebagai Teacher, Manager, dan Leader. Dalam praktek mengajar,
kelas 6 tidak hanya diarahkan supaya dapat menyampaikan ilmu, namun juga harus
mampu me-manage waktu dan dirinya sendiri dalam persiapan mengajar.
Selain itu diharapkan juga dapat mempunyai jiwa kepemimpinan, dengan menjadi
pengatur dalam kegiatan belajar mengajar bagi para murid di kelasnya.
Penggunaan alat peraga sebagai salah satu metode pembelajaran yang efektif
Metode-metode pangajaran di Gontor bukan asal
ditetapkan begitu saja, namun telah teruji berdasarkan pengalaman-pengalaman
yang panjang. Apabila salah seorang santriwati mendapatkan satu pelajaran dalam
praktek mengajar, bukan berarti dia hanya dapat menguasai metode pengajaran itu
saja. Setiap calon pengajar dituntut untuk menguasai metode seluruh mata
pelajaran, itulah tujuan diadakannya pembagian yang variatif dalam satu
kelompok amaliyah tadris agar masing-masing dapat memahami secara
keseluruhan.
“Sebaik-baik pemimpin adalah yang mempunya jiwa pendidik. Setiap pemimpin pasti mempunyai jiwa pemimpin, tapi tidak semua pemimpin mempunyai jiwa pendidik.”
Mantingan- Language is our crown, Oleh karena itu bahasa sangat
penting dipondok ini, hampir seluruhnya menggunakan bahasa arab dan inggris, di
mulai dari lingkup terkecil yaitu kamar dan lingkup besar seperti tempat-tempat
umum dipondok ini , Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu faktor yang
menjadikan Pondok Modern Darussalam Gontor maju dan berkembang adalah
eksistensinya dalam peningkatan dan pengembangan bahasa terutama Bahasa Arab
dan Inggris.
Dengan itu diadakan seminar Dengan tema Getting Of The Best World By Iman
Dengan Pembicara Rukhsar Asif Bsc, Msc, diadakan oleh DEMA(Dewan Mahasiswa) diikuti
oleh seluruh ustadzah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 2, dengan
moderator intan maurissa(Rabu, 22 Januari 2020). Pembicara adalah orang keturunan Pakistan
Denmark yang studi banding di UGM, sosok perempuan yang sangat berani dan multi
talent dalam berbagai bidang, beliau telah berpetualang keseluruh dunia untuk
menyampaikan tentang adanya Allah SWT dikehidupan kita setiap saat. Dan berani
dalam menerjang tantangan di kehidupan
kita, Setelah acara beliau mengajarakan tentang tari india dengan lincah dan
energic dalam setiap gerakannya.
Walaupun dari kecil oleh ayahnya tidak boleh kemana-mana tetapi
beliau percaya jika wanita juga bisa mendapatkan dunia yang baik dengan Iman, “Don’t
just dream your dream, live your dream “.Salah satu poin yang di sampaikan oleh
Rukhsar Asif Bsc, Msc dalam penyampaiannya. Karena itu kita tidak boleh berputus
asa dalam berbahasa Sebagaimana yang kita ketahui bahasa sangatlah penting di
pondok ini, baik dalam kegiatan belajar mengajar, maupun percakapan
sehari-hari. “We will never know the real answer before we try.” FANI
Dewan mahasiswi UNIDA Gontor Putri Kampus 2 atau yang kerap
disapa dengan DEMA menyelenggarakan Seminar yang bertajuk “Modernization
of Da’wah in The Digital Age Through
Social Media” dengan pembicara Fuad Bakhtiar (26/1) lalu. Fuad Bakhtiar atau
yang dikenal dengan fuad bakh adalah seorang pegiat media sosial Instagram yang
mana dengan karya karyanya mampu membius generasi milenial untuk melihatnya. @fuadbakh
melalui akunnya tersebut beliau dapat mengolah video dakwah menjadi lebih
menarik.
Seminar yang dibuka langsung oleh Bapak Wakil Direktur KMI
Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, M.A ini dimulai pukul 14.00 WIB sampai
dengan pukul 16.00 WIB. Dan diikuti oleh seluruh Ustadzah serta santriwati
Kelas 4, 3 Intensif dan Kelas 5.hasnab
RIMBO PANJANG – Mampu mengajar adalah keniscayaan yang harus dimiliki oleh tiap santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Oleh karenanya, salah satu model ujian akhir adalah ujian praktik mengajar. Tiap Siswa dan Siswi Akhir KMI akan mendapat giliran untuk mempaktikkan cara mengajar pada materi tertentu. Sebagai permisalan awal, dilaksanakan praktik mengajar perdana.
Rabu (22/1), Sahah Ta’asi yang disulap menjadi aula darurat, dijadikan sebagai lokasi ujian praktik mengajar perdana. Dihadiri oleh seluruh peserta, guru pembimbing, Bapak Wakil Direktur, dan Bapak Wakil Pengasuh. Lima belas menit sebelum ujian dimulai, seluruh peserta telah bersiap di tempat.
Ulfi Nur Afni, 6B, Indragiri Hulu, didaulat mewakili 162 Siswi Akhir KMI 2020 untuk mempraktikkan tata cara mengajar. Az-Zahroh menjadi judul materi yang diampu oleh Ulfi. Selama kurang lebih 60 menit, Ulfi menerangkan materi tersebut kepada santriwati kelas 2B. Diakhir proses mengajar, Ulfi memberikan ragam pertanyaan yang mampu dijawab dengan benar oleh para peserta didik. Hal ini menandakan bahwa praktik mengajarnya sukses. Farouq
DARUSSALAM-Salah satu syarat mutlak untuk menjadi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adalah lulus Ujian Praktik Mengajar yang biasa disebut dengan al-Tarbiyah al-Amaliyah.
Al-Tarbiyah al-Amaliyah berupa simulasi praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap siswa akhir KMI di kelas dan materi tertentu, serta dibimbing minimal 2 orang pembimbing dari guru KMI tahun ke-5 ke atas.
Tahun ini, sejumlah 708 orang siswa akhir KMI 2020 ‘Prominent Generation’ harus menjalani proses tersebut. Dibagi menjadi 47 kelompok, setiap harinya ada 1 atau 2 orang yang akan melaksanakan ujian praktik mengajar di setiap kelompok. Rentetan ujian al-Tarbiyah al-Amaliyah berlangsung kurang lebih 3 pekan, bermula dari Rabu (15/1/’20) hingga Selasa (4/2/’20).
Sebelum menghadapi rentetan ujian praktik, siswa akhir KMI diharuskan mengikuti berbagai pengarahan mengenai keguruan dan tata cara mengajar. Setelah itu, sebelum ujian dilaksanakan perkelompok, diadakanlah al-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana oleh 8 orang siswa akhir di 8 lokasi yang berbeda. Tahun ini, yang mendapat amanat untuk melaksanakan al-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana adalah:
Fariz Wisamul Khoir, 6-B.
Rizqon Lil’ibad, 6-B.
Hammas Ainurroyyan El-Falih, 6-B.
Habib Ahmad Fadillah, 6-B.
Bilal Ali Arsy, 6-C.
Tri Prasetyo Wicaksono, 6-C.
Rahardyan Abdul Fatah, 6-C.
Fazrin Syaibatul Hamdi, 6-G.
Di akhir setiap ujian praktik, setiap kelompok wajib melaksanakan Darsu al-Naqd, yaitu pelajaran bagaimana memberi kritikan terhadap berbagai kesalahan yang terjadi selama pelaksanakan al-Tarbiyah al-Amaliyah.
Kulliyyatul Mua’llimin Al-Islamiyyah (KMI) sebagai kurikulum PMDG, memiliki tujuan utama melahirkan guru-guru muslim, yang dalam hal ini al-Tarbiyah al-Amaliyah-lah kunci utamanya. Dengan kegiatan tersebut dapat diketahui apakah seorang siswa akhir sudah layak untuk menjadi guru yang merupakan hakikat alumni PMDG. Sand88
RIMBO PANJANG – Paska kunjungan Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. pada Senin – Rabu (5-7/1), panitia ujian Siswi Akhir KMI 2020 bersegera menindaklanjuti arahan beliau. Diantaranya adalah pengarahan mendalam tentang berbagai materi yang berkaitan tentang tarbiyah amaliyah (ujian praktik mengajar).
Sabtu (11/1), beberapa guru senior yang mengampu materi pelajaran tarbiyah kelas 6, secara bergantian memberikan penjelasan ulang. Bertempat di mushola, kegiatan review materi ini berlangsung dari pagi hingga siang menjelang shalat Dhuhur.
Kemudian, pada Ahad hingga Rabu (12-15/1), guna mendalami kembali materi ujian, panitia Siswi Akhir KMI meminta guru-guru yang kompeten di beberapa materi pelajaran untuk menyampaikan penjelasan dan pendalaman pemahaman. Materi-materi pelajaran tersebut adalah tafsir, tauhid, fiqh, ushul fiqh, musthalahul hadist, balaghah, nahwu, tarikh adab, dan muthalaah.
Kamis (16/1), bertempat di sahah taasi, rentetan kegiatan tarbiyah amaliyah dibuka dan dimulai dengan pengarahan tentang dasar-dasar pendidikan pengajaran di pondok oleh Al-Ustadz Drs. H. M. Ma’ruf Chumaidi. Dilanjutkan dengan orientasi pembelajaran Al-Qur’an dan Tarjamah oleh Al-Ustadz Adnan Asyahibi, Lc. Persiapan masih dilanjutkan dengan orientasi Naqd Tadris Bahasa Inggris oleh Al-Ustadz Farouq M. Syarif, S.Fill.I., lalu orientasi pembelajaran Muhadatsah dan Mahfudzat oleh Al-Ustadz M. Mustofa pada Sabtu (17/1). Kegiatan hari itu ditutup dengan orientasi pembelajaran Khat oleh Al-Ustadz Ali Huddin, S.Th.I.
Untuk mematri pemahaman mereka tentang sekian banyak materi yang diberikan, panitia mengadakan evaluasi/ujian pada hari Ahad sampai Selasa (18-20/1). Dengan pengawalan seluruh guru pembimbing tarbiyah amaliyah, seluruh Siswi Akhir KMI dapat menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz M. Jamaluddin, M.Pd.I. Farouq
RIMBO PANJANG – Gerakan kepramukaan PM. Gontor Putri 7 menggelar kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Pinru) dan Pimpinan Satuan (Pinsa) Gugus Depan (Gudep) di area Lapangan Utama, depan Gedung Indonesia dan Gedung Baru, Senin-Rabu (20-22/1), sore.
Kegiatan ini, sebagai upaya pelatihan
orientasi kepramukaan dasar untuk dapat mengatur dan mengelola regunya
masing-masing, sekaligus penerapan pola kepemimpinan untuk pembinaan lomba
kerjasama dalam suatu pasukan.
Pinsa Pinru di PM Gontor Putri 7 merupakan
kegiatan rutin tahunan di bawah bimbingan Majelis Pembimbing Koordinator
(Mabikori) dan Pengurus Koordinator Gerakan Pramukaan dengan materi sebagai
berikut; system berugu, teknik kepramukaan, Persatuan baris Berbaris (PBB),
serta ketrampilan kepramukaan.
Di akhir kegiatan, panitia menyelenggarakan Perkemahan
Kamis Jum’at (Perkajum) bagi gladian Pinsa Pinru untuk melatih langsung di bumi
perkemahan setelah orientasi kepramukaan selama tiga hari. Elmaliki