Home Blog Page 217

Motivasi dan Pesan Dekan Fakultas Ushuluddin dalam Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020

0

Siman–Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020 di kampus Siman Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berlangsung meriah. Festival ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari kampus UNIDA Siman, kampus Gontor 1, Gontor 2, Gontor 3, Kampus UNIDA Mantingan, Gontor Putri 1, Gontor Putri 2, Gontor Putri 3,  dan kampus Gontor Putri 5. Kegiatan juga ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A., Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.LS, dan sejumlah Dosen Ushuluddin, Jum’at (7/2) lalu.

Dalam sambutannya Ustadz Syamsul menghimbau serta memberi beberapa motivasi kepada seluruh peserta. “Kami sekedar mengingatkan saja bahwa untuk bisa bersaing untuk bisa menghadapi permasalahan di abad yang ke 21 ini yang semakin kompleks khususnya mahasiswa Fakultas Ushuluddin, dari tiga prodi ini harus mampu dan bisa tumbuh dengan karakter modern penguasaan ilmu pengetahuan dan saintek tentunya harus dikejar, kalian harus mampu mengejar penguasaan ilmu pengetahuan dan juga teknologi, bukan saja mahasiswa umum saja melainkan juga Fakultas Ushuluddin pun harus menguasainya” tutur Ustadz Syamsul.

“Kalian akan hidup di era yang sangat berbeda, karena belajar dari perubahan-perubahan yang terjadi, dan kita bisa melihat tentunya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat menentukan masa depan kalian. Sekarang ini kita masih ramai membicarakan 4.0 sedangkan di negara lain 5.0 sudah mulai ramai. Kita baru meramaikan 4.0, tapi 5.0 society ini sudah ramai dibicarakan di berbagai negara.”

Selain itu, Dekan Fakultas Ushuluddin ini pun menyampaikan, untuk bisa menjangkau itu semua, sedikitnya para mahasiswa harus mempunyai nilai maupun karakter yang ideal, seperti:

  1. Kebiasaan untuk punya rasa ingin tahu, meningkatkan kurisitassangat amat penting, termasuk daripada tujuan Studi Akademik (SA) dan Studi Pengayaan Lapangan (SPL)
  2. Membiasakan diri untuk bekerja keras, berpikir keras, yang jelas etos kerja
  3. Mampu meningkatkan pemahaman kalian terhadap berbagai macam permasalahan
  4. Membiasakan diri untuk bereksperimen, tentunya di dalam bidang yang positif.
  5. Meningkatkan rasa skeptis, rasa tidak percaya, rasa ragu ragu, tidak percaya menerima informasi dan kalian mau berpikir ulang,

Ustadz Syamsul juga menghimbau, “Dengan olimpiade ini, kita berharap semua mampu berkompetensi secara jujur, sebagai pembelajaran di masa yang akan datang, seorang ilmuwan termasuk seorang calon pemikir, calon sarjana, ini betul-betul kita harapkan harus bisa mampu menjaga kemurnian, otentisitas dan juga kejujuran. Siapa yang menjaganya dan siapa yang menjaga kalau bukan kita.” Tegas beliau.

“Visi daripada UNIDA Gontor, adalah menjadi Universitas Berbasis pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam Sistem Perguruan Tinggi Pesantren Yang Bermutu dan Berarti Untuk Kesejahteraan Umat Manusia, Melihat daripada misi Universitas ini, kita dari Fakultas Ushuluddin, merasa paling bertanggung jawab, dan merasa dituntut untuk mencapai impian daripada UNIDA Gontor yang tentunya sangat membutuhkan calon-calon pemikir muslim, dan itu dicetak di Fakultas Ushuluddin termasuk kalian yang ada di aula ini.”

Tambah beliau, “Menurut saya di antara nilai universal Gontor adalah modernitas, Gontor ini mendunia, Gontor ini internasional karena modern. Di antara ciri-ciri atau indikator modernitas Gontor adalah, modern dalam pola pikir, pola hidup, pola sikap, pola pakaian dan segalanya. Dan itulah yang kemudian membuat Gontor menjadi universal. Maka, tentu nilai-nilai modernitas ini patut kita lanjutkan dan perjuangkan sampai sekarang.”

Di sela pidatonya, Ustadz Setiawan juga menyampaikan “Kita harus memiliki pola pikir futuristik, pola pikir yang jauh ke depan, pola pikir antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi 10 sampai 20 tahun mendatang. Gontor ini selalu mengedepankan agar kita bisa menyesuaikan diri di mana pun kita berada dan dengan siapa pun kita berada. Itulah modernitas pendidikan di Gontor. Berfikirnya adalah out of the boxs.

“Maka anak-anak sekalian, hal-hal kecil ini menurut saya beberapa nilai yang terus harus kita jaga, kita hidupkan. yang sering kali dalam terminologi Ustadz. Hamid Fahmi Zarkasyi, Living Wisdom. Jadi bagaimana kita hidup dengan nilai-nilai yang terus memotivasi kita untuk bisa hidup mengembangkan diri dan ikut berkontribusi dan ikut memajukan Pendidikan di Universitas Darussalam Gontor.”

“Maka supaya kita leluasa, supaya kita mampu menyelami Living Wisdom yang ada di kampus ini, mari kita membaurkan diri, mari kita hidup berada ditengah-tengah menyelami nilai-nilai visi perjuangan yang ada di Gontor. Mari kita salami bersama-sama, mari kita hidupi bersama-sama, mari kita resapi bersama-sama, supaya visi keumatan dan kehidupan kita ini menjadi lebih baik.”

“Saya yakin, ini kalau dibicarakan tidak pernah habis, karena kita berada di wilayah penuh ozon keberkahan seperti apa yang di sampaikan oleh Ustadz. Hidayat. Menerut beliau, ozon keberkahan itu bukan hanya sesuatu yang datang dari langit secara tiba tiba, melainkan  sesuatu yang diupayakan, di doakan, dimunajat, yang terus dilakukan sehingga keberkahan itu selalu ada dan hadir di sanubari kita.” Tambah Ustadz Setiawan.

Ustadz. Setiawan menutup pidatonya dengan ucapan selamat kepada semua peserta dan atas terselenggaranya acara Mahrojan Ushuluddin 2020. Ustadz Setiawan berharap semoga festival ini menjadi salah satu cara kita untuk mendidik diri kita sendiri dan kita menularkan nilai-nilai kebaikan dan keberkahan di Universitas Darussalam Gontor ini.

Itulah, beberapa motivasi dan pesan yang disampaikan oleh Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A. M.LS., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, Wakil Rektor III, UNIDA Gontor.

Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation resmi ditutup

0

Senin, 9 Jumadal Akhir 1441 H/ 3 Februari 2020 merupakan akhir Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation PMDG Putri Kampus 2. Tak terasa 2 minggu sudah mereka lewati untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang unggul.

Tarbiyah Amaliyah merupakan ujian mental dan akademis bagi Siswi Akhir KMI keseluruhan yang jumlahnya 187 orang. Selain harus menguasai pelajaran yang akan mereka ajarkan, mereka juga dituntut untuk mempersiapkan mental untuk mengajar di dalam kelas dan juga ketika mendapat evaluasi (darsu an-nadq) dari teman sekelompoknya.

            Kegiatan Tarbiyah Amaliyah resmi ditutup oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya M.Pd (5/2) lalu. Sebelum penutupan seluruh Siswi Akhir KMI menulis kesan dan pesan atau yang sering kita kenal dengan kitabatu-l-intibaat yang kemudian mereka baca dengan kelompok masing-masing dan para pembimbing.

Usai Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) ini, Siswi Akhir KMI akan dihadapkan dengan ujian-ujian selanjutnya. Mereka masih harus menghadapi 2 tahap ujian untuk menjadi khirijah shalihah yaitu Ujian Lisan dan Ujian Tulis.hasnab

Galeri Perfotoan Klub dan Kursus

0

Darussalam–Rabu (5/2), Ekstrakurikuler merupakan salah satu bentuk pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor diluar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.  Mulai dari Kursus Bahasa, kesenian, bela diri, keilmuan dan juga klub-klub olahraga. Maka dengan adanya berbagai macam Klub dan kursus di PMDG, staf Pengasuhan Santri mengadakan kegiatan perfotoan Klub dan kursus pada hari Selasa (4/2) dan Rabu (5/2).

Kegiatan yang diikuti oleh setiap anggota, pengurus dan pembimbing klub dan kursus ini diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Pada tahun ini kegiatan perfotoan klub dan kursus dilaksanakan tepat setelah perfotoan antar konsulat yang diadakan tiga hari sebelumnya. Ghazna

 

Kiai Gontor Takziah ke Kediaman Gus Solah

0

KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Mondern Darusssalam Gontor beserta rombongan bertakziah ke kediaman KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Ponpes Tebuireng, Senin (3/2).

Dalam takziah tersebut, Kiai Hasan menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga Gus Solah serta menyampaikan salam dari seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor untuk keluarga besar Tebuireng.

Kiai Hasan bertemu dengan M. Nuh di kediaman Gus Solah

Selain bertemu dengan keluarga besar Gus Solah, Kiai Hasan yang akrab dipanggil Ustadz Hasan ini berkesempatan juga bertemu dengan beberapa tokoh yang turut hadir untuk takziah. Diantaranya adalah Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Lukman Hakim Saifuddin (alumni Gontor dan Menteri Agama 2014-2019), Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), serta Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan 2009-2014).

Kiai Hasan bertemu dengan Anies Baswedan di kediaman Gus Solah

Antara Tebuireng dan Gontor memang dikenal akrab sebagai dua buah pesantren yang memiliki identitas kebangsaan dan keislaman yang kuat. Menurut Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor dan salah satu putra dari Pendiri Gontor, antara Tebuireng dan Gontor tersambung melalui ikatan darah para pendirinya yang merupakan “tunggal buyut”.

Selain itu, kedua pesantren juga aktif dalam kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang peningkatan bahasa. Hal ini tampak salah satunya dengan dikirimnya Al-Ustadz Hanif Fathoni, alumni Gontor 2001 untuk membantu Tebuireng dalam bidang bahasa.

Diskusi antara Gus Solah dan Kiai Hasan di Gontor, 3 April 2018. Sumber Foto: tebuireng.online

Keakraban Gontor dan Tebuireng juga tampak pada 3 April 2018, saat Gus Solah sempat mengunjungi Gontor dan berbincang dengan KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan terkait berbagai hal, khususnya tentang kebangsaan. AbuFariz

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 14 Raih Juara Favorit di LP3 Antar Gudep Se-Pulau Sumatera

0

Siak – Kontingen Pondok Modern Darussalam Kampus 14, Siak, mendapatkan penghargaan sebagai juara favorit pada Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3) Antar Gugus Depan Se-Pulau Sumatera ke 6. Kegiatan tersebut merupakan ajang perlombaan kreativitas kepramukaan guna membentuk pribadi yang dapat merekatkan hubungan antar umat.

 

Kegiatan ini diadakan selama 5 hari yaitu dari hari Rabu, 29 Januari 2020 hingga Ahad, 2 Februari 2020 di Bumi Perkemahan Pesantren Al Kautsar, Pekanbaru, Riau. Adapun bentuk kegiatannya dikemas dalam konsep total out door method atau metode yang menyatu dengan alam.

Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat
Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat

Kontingen dari Pondok Gontor Kampus 14 sendiri dapat meraih beberapa penghargaan yang mengantarkan mereka menjadi juara favorit, seperti : penegak terbaik keterampilan dan ketangkasan pionering, penggalang terbaik mental-spiritual pidato Bahasa Inggris, dan masih banyak lainnya.

Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14
Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14

Tentunya sangat diharapkan dari kegiatan ini santri dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan skill dan kebolehannya, terutama dalam hal ialah kepramukaan. Sobah

Galeri Perfotoan Konsulat

0

Gontor–Senin (3/2), Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan perfotoan antar konsulat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Diikuti oleh seluruh santri dari mulai kelas satu sampai dengan kelas 6, kegiatan ini diselenggarakan mulai dari hari Sabtu (1/2) sampai hari Senin (3/2).

Acara ini diselenggarakan oleh staf Pengasuhan Santri. Setiap harinya ada sekitar 12 Konsulat yang mengikuti acara perfotoan ini. Walaupun pada hari kedua sempat terkendala oleh hujan lebat, perfotoan ini tetap dapat dilaksanakan pada hari ketiga. Ghazna

Panitia HMP Fakultas Tarbiyah UNIDA Divisi Karangbanyu adakan halaqah At-Tarbawiyah

0

Gontor Putri Kampus 3 – Senin (3/2) Panitia Himpunan Mahasiswi Prodi Tarbiyah mengadakan halaqah At-Tarbawiyah dengan tema “Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai” di Gontor Putri Kampus 3 bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor sebagai pemateri. Dalam acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA Fakultas Tarbiyah Divisi Karangbanyu semester 2-8 ini, masing-masing mahasiswi dibagikan buku kecil tipis dengan tulisan Arab berisikan nasehat-nasehat seorang Ayah kepada anaknya. Setiap orang di tunjuk untuk membaca beberapa paragraf dari isi buku tersebut, kemudian mereka diminta untuk menjelaskan apa yang mereka fahami dari paragraf yang telah mereka baca. Setelah mahasiswa memberikan penjelasannya, Ustadz Wahyudi mengajukan beberapa pertanyaan kepada mahasiswi tentang pemahaman mereka terhadap apa yang mereka baca. Kemudian di akhir beliau memperjelas penjelasan terhadap setiap paragraf yang telah dijelaskan oleh para mahasiswi.

                Ustadz Wahyudi dalam halaqah tersebut menekankan kepada para mahasiswi Guru agar membiasakan diri memberikan nasehat yang baik kepada para santriwati. “Sebagai seorang guru kita tidak boleh jenuh untuk terus memberikan nasehat kepada anak didik kita, teruslah memberikan nasehat sampai nasehat tersebut dapat benar-benar tertanam pada diri sang anak dan jadikanlah nasehat itu sebagai warisan berharga bagi mereka.” Kata Ustadz Wahyudi.

                “Tanda bahwa anak didik benar-benar menerima nasehat dari gurunya adalah dia mengerjakan nasehat itu baik ketika dilihat atupun tidak dilihat oleh gurunya.” Kata beliau lagi.

                Meski halaqah tersebut tidak berlangsung lama yakni mulai pukul 14.00-15.10 WIB, namun memberikan pengetahuan yang begitu mendalam kepada para mahasiswi guru, kembali menyadarkan dan mengembalikan niat mereka bahwa guru memiliki peran sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak didik. Fikra17

Mahasiswi fakultas Tarbiyah menunjukkan buku ” Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai ketika berfoto bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi pada akhir sesi halaqah.

Tabligh Akbar Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau peringati 17 Tahun beridirinya Pondok.

0

Lubuklinggau Ahad (2/2), panitia peringatan 17 tahun Pondok Pesantren Tazakka menyelenggarakan acara Tabligh Akbar yang bertempat di lapangan Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau. Pada kesempatan kali ini panitia mengundang Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang diwakili oleh Al-Ustadz Sabar, S.Ag. untuk sedianya turut hadir serta memberikan tausiyah kepada para Tamu, wali santri, santriwan dan santriwati, serta masyarakat sekitar yang juga terbuka untuk umum.

Setibanya beliau diacara pada pukul 09.00 WIB. Kedatangan Al-Ustadz Sabar, S.Ag. disambut dengan penuh kehangatan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tazkka, Al-Ustadz Zulkarnaen H. Bayan, S.Ip.M.Pd. dan turut hadir dalam acara tersebut anggota Badan Wakaf PMDG dan juga sebagai ketua MUI Sumatera Selatan Al-Ustadz Prof. Aflatun Muchtar, Bapak Rasyidin mewakili Gubernur Sumatera Selatan  sebagai staf ahli bidang pemerintahan, hkum dan politik, maka tak terelakkan lagi, jika perbincangan hangat dengan seluruh tamu dapat berlangsung di pertemuan yang singkat itu.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, hingga pada saatnya seluruh rentetan acara Tabligh Akbar peringatan 17 tahun berdirinya Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau selesai dilaksanakan. Selepas tausiyah dan beberapa penampilan dari santriwan dan santriwati, acara dilanjutkan dengan do’a sebagai penutup dan sesi perfotoan Bersama.AbuFariz

 

Undang-undang Pesantren: Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren

0

Siman – Pada sesi terakhir tentang tema Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren (UUP) oleh Bapak Aceng Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd yang mewakili Plt. Dirjen PD. Pontren Bapak Dr. Imam Syafe’i menjelaskan tentang Rekognisi Negara 1) UU Pesantren hadir untuk memberikan pengakuan (rekognisi), afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren berdasarkan kekhasannya, 2) Memberikan peran pesantren yang lebih besar dan kongkrit dalam upaya pembangunan di bidang agama, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Rekognisi ini juga untuk penguatan kualitas Pesantren, menjaga ke khasan Pesantren, Menjaga Independensi, dan juga menjaga komitmen kebangsaan Pesantren.

Selain itu, mengenai langkah apa yang harus segera dilakukan pasca lahirnya Undang-undang Pesantren (UUP) beliau memaparkan tentang Penataan Regulasi Pesantren bahwa dalam UU Pesantren, ada 8 (delapan) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Menteri Agama (PMA) dan 2 (dua) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Presiden (PERPRES). Kebutuhan untuk menyusun peraturan perundangundangan pelaksanaan dari UU Pesantren dan kebutuhan untuk menyesuaikan semua peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai Pesantren.

Selain itu ada pula Mandat Regulasi turunan dari UUP yang berupa Peraturan Menteri Agama (PMA), dan 2 Peraturan Presiden (Perpres) diantaranya terdapat pada

Pasal 7 : Pendirian Pesantren
Pasal 14 : Penyelenggaraan Pesantren
Pasal 18 : Kurikulum Pendidikan Umum Muadalah
Pasal 20 : Kurikulum Pendidikan Umum Diniyah Formal
Pasal 24 : Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren
Pasal 28 : Tata Cara Pembentukan Majelis Masyayikh
Pasal 30 : Pemetaan, Perencanaan, Afirmasi, & Fasilitasi Mutu
Pasal 36 : Pendidik & Tenaga Kependidikan Pendidikan Pesantren
Pasal 48 : Pendanaan Pesantren Dari Hibah Luar Negeri
Pasal 49 : Dana Abadi Pesantren

Seluruh pasal turunan dari UUP diatas harus dapat direalisasikan secara bertahap sehingga Pesantren semakin kuat dalam penyelenggaraan pendidikan dengan segala macam ke khasannya tanpa intervensi apapun didalamnya.

Silaturahim Pengurus FKPM dan FPAG di Universitas Darussalam Gontor

0

Siman – Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Komunikasi Pesantren Alumni (FPAG) kembali mengadakan acara silaturahim pengurus FKPM & FPA di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo pada Ahad (2/2/2020), acara ini merupakan tindak lanjut dari review Draf Peraturan Menteri Agama yang diadakan di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua FKPM Prof. KH. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A ini menjelaskan betapa strategis dan pentingnya Undang-undang Pesantren (UUP) buat masa depan pendidikan pesantren di Indonesia. Bahkan beliau mengibaratkan bahwa UUP ini layaknya rumah pesantren (baik Salaf atau Ashry) dan semua yang berada didalamnya wajib memelihara, membangun dan melengkapi isi rumah bersama-sama.

Dalam pertemuan kali ini di UNIDA Gontor diantara tema yang dibahas adalah Vitalisasi Pesantren melalui Undang-undang Pesantren dan perangkat turunannya yang disampaikan langsung oleh Ustadz Shobirin sebagai Tim Biro Hukum yang ditunjuk langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Pesantren Muadalah Prof. KH.  Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Beberapa hal dikemukakan bahwa rukun pendirian pesantren adalah Kiai, Santri yang mukim di pesantren, Pondok atau asrama, Masjid dan Kajian kitab kuning atau Dirasah Islamiyah dengan pola Pendidikan Muallimin. Dan yang tak kalah penting dalam penjelasan tentang undang-undak Pesantren ini adalah mengenai lulusan pesantren. Ijazah lulusan pesantren (baik muadalah, diniyah formal, ma’had aly maupun pendidikan pesantren non-formal) diakui sama denga ijazah sekolah atau madrasah pada umumnya. bahkan ijazah tersebut dapat dipakai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun melamar pekerjaan sesuai ketentuan persyaratan ijazah yang diminta.

Bahkan di akhir sesi dialog, Prof. Amal Fathullah mengungkapkan sosialisasi terhadap undang-undang pesantren ini penting baik di lembaga Kementerian Agama beserta jajarannya, baik pada level pusat, propinsi hingga ke kabupaten, agar seluruhnya paham tentang UUP ini, beliau menambahkan juga sosialisasi antar lembaga terkait dalam hal ini Kemdikbud sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman terhadap penyelenggaraan pendidikan Pesantren pada akhirnya. Diantara cara yang efektif untuk sosialisasi adalah mengumpulkan seluruh Kanwil Propinsi di Kemenag Pusat dan setelah itu terdapat breakdown hinggal level kabupaten sehingga seluruh jajaran di bawah kementerian agama satu suara dalam hal ini.

Pertemuan ini akan berlangsung 4 sesi selain membahas tentang sisi undang-undang Pesantren, kemudian terdapat sesi Sharing dan Tanya jawab tentang kebijakan Pesantren, Sinergi dan Koordinasi, dan diakhiri denga tema Arah Kebijakan Pendidikan Pesantren pasca UUP ini akan dihadiri oleh Plt. Dirjen PD. Pontren Kemenag Pusat Bapak Dr. H. Imam Safe’I, M.Pd.