RIMBO PANJANG – Langkah panjang yang dijalani siswi kelas 6 KMI dalam menghadapi ujian tahap akhir dimulai dengan ujian praktik mengajar (tarbiyah amliyah). Diawali dengan pengarahan yang cukup padat dan mendalam. Bahkan Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. ikut mengawal pengarahan tersebut secara langsung.
Sebanyak 44 orang guru pembimbing (14 Ustadz dan 30 Ustadzah) dikerahkan untuk mengawal 162 siswi kelas 6 KMI. Mereka terbagi menjadi 11 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari empat belas hingga lima belas orang. Kegiatan Tarbiyah amaliyah berlangsung selama 10 hari, dari Sabtu (25/1) hingga Senin (3/2). Tiga hari pertama, satu orang dari masing-masing kelompok mendapatkan tugas mengajar pada jam pelajaran kedua. Sedangkan tujuh hari setelahnya, dua orang dari mereka akan bertugas menjadi guru pada jam pelajaran pertama dan keempat.
Usai menyaksikan teman mereka bertindak sebagai guru, tiap kelompok mengadakan evaluasi hasil pembelajaran di ruangan-ruangan kelas Gedung Palestina lantai dua. Dengan pengawalan dari para guru pembimbing, guru praktik ikhlas menerima kritikan dan para pengkritik pun demikian. Karena salah satu tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah perbaikan. Farouq
Gontor – Jami’yyatul Qurra wal Huffaz (JMQH)Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan acara pertemuan dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern, KH Hasan Abdullah Sahal, pada Kamis malam (13/2) di Masjid Jami Gontor. Acara tersebut tak hanya diikuti oleh anggota JMQH saja, tapi juga para musyrif (pembimbing) dari kalangan asatidz.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasan berpesan agar para qari senantiasa memperbaiki bacaannya sampai akhir hayat. Beliau juga mengatakan bahwa hal pertama yang harus diperhatikan oleh para qari adalah tajwid yang benar.
“Yang terpenting adalah islah (pembenaran) dulu, bukan bagusnya atau indahnya bacaan Quran.” ujar Kiai Hasan.
Kiai Hasan juga menceritakan bahwa dirinya pernah berdialog dengan Syaikh Mahmud Khalil Al Husari, seorang qori ternama asal Mesir, tentang bacaan Quran.
“Suatu saat saya pernah bertanya kepada Syaikh Mahmud Al Husari tentang cara memanjangkan suara. Lantas beliau menjawab kalau panjang pendeknya suara itu adalah mauhibah atau karunia dari Allah.” katanya.
Di akhir pertemuan Kiai Hasan juga mengingatkan bahwa orang yang paling baik adalah dia yang belajar dan mengajarkan Al Quran. Selain itu, orang yang belajar dan menghafal Quran sangat banyak godaannya. Maka sebagai seorang pelajar dan penghafal Quran, kita harus tetap bersabar dan terus berjuang. AbdulNafi
Jakarta-K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-49. Rabu (12/2) siang bertempat di Kantor MUI Pusat, Jakarta. Sidang ini membahas persiapan Kongres Ummat Islam Indonesia (KUII) dan juga Silaturrahim dengan Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Sidang yang dipimpin oleh Prof. Din Syamsuddin ini dihadiri oleh kurang lebih 30 utusan dari berbagai ormas dan lembaga Islam. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang berlangsung lancar dan hangat.
Prof. Din Syamsuddin menyampaikan Kongres Umat Islam Indonesia mengusung tema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk Mewujudkan NKRI yang Maju dan Beradab’. Dari tema tersebut ingin meneguhkan komitmen umat Islam untuk mengisi Indonesia yang didirikan oleh umat Islam. Beliau mengatakan, dasar negara baik Pancasila maupun konstitusi UUD 1945 diyakini sebagai kristalisasi dari nilai-nilai agama. Maka umat Islam merasa bertanggungjawab untuk mengisi negara Pancasila ini. Maka apa yang akan dilakukan umat Islam akan dibahas dalam berbagai bidang di KUII ke-7.
Di akhir, K.H. Hasan Abdullah Sahal diminta untuk menutup rapat dengan doa. Diharapkan dengan adanya komunikasi ini, KUII ke-7 dapat berjalan dengan dan juga menjaga Silaturrahim yang baik antara Wantim MUI dengan MENDAGRI..AbuFariz
Fastabiqu-l-khairaat – kompetisi yang bermanfaat adalah kompetisi
yang mengandung kebaikan didalamnya dan bermanfaat untuk dirinya sendiri serta
sekitarnya. Hifdzu nusus merupakan ajang perlombaan menghafal nusus antar kelas
dalam tiap-tiap angkatan. Tak hanya qur’an yang diujikan, tapi juga hadits,
mahfudzot, tafsir, sharaf dan nahwu. Perlombaan Hifdzu nusus dilaksanakan
Sabtu, 8 Februari 2020 lalu.
Setiap kelas diwakili oleh 3 peserta
yang terpilih dalam babak penyeleksian didalam kelas. Perlombaan Hifdzu Nusus
dilaksanakan beruntut dalam 2 babak. Babak pertama yaitu menjawab soal wajib
dari amplop yang telah dipilih dilanjutkan dengan babak kedua dengan menjawab
soal rebutan dan peraih nilai tertinggi akan meraih tropi. Selain itu
kesemangatan dan dekorasi tiap-tiap angkatan juga dinilai oleh panitia.hasnab
RIMBO PANJANG – Menghadapi rentetan ujian akhir selama kurang lebih 2 bulan dengan sekian puluh materi, bagi santriwati kelas 6 KMI tidaklah mudah. Seluruh kemampuan yang mereka miliki baik akademis, mental, dan fisik dipertaruhkan pada ujian ini. Oleh karenanya, dukungan, pengawalan, dan bimbingan dari segenap guru pembimbing dan orang tua sangat mereka butuhkan.
Ahad (26/1), hampir seluruh wali santriwati kelas 6 datang ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 guna memenuhi undangan Bapak Wakil Pengasuh. Beberapa dari mereka yang datang lebih awal sempat menyaksikan santriwati kelas 6 KMI melaksanakan ujian praktik mengajar.
Bertempat di Sahah Ta’asi, pukul 14.00 acara dimulai. Panasnya udara saat itu menjadi dingin seketika saat para wali santriwati bertemu dengan putri-putri mereka. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz M. Jamaluddin, M.Pd.I. membacakan laporan terkait kegiatan santriwati kelas 6 KMI.
Dilanjutkan dengan arahan dari Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 7, Al-Ustadz Drs. M. Ma’ruf Chumaidi. Melalui arahannya, beliau menjelaskan beratnya ujian dan banyaknya kegiatan yang harus mereka lalui demi menyiapkan para calon alumni 2020. Segala bentuk dukungan moral dan materil sangat mereka butuhkan dibutuhkan.
Suasana menjadi lebih hidup, saat Bapak Wakil Pengasuh memberikan kesempatan bertanya kepada para hadirin. Usai acara ditutup dengan doa, para orang tua dan putrinya berduyun-duyun mengabadikan momen dengan berfoto di lokasi-lokasi yang telah disediakan pantiia. Farouq
Gontor– Perkembangan pembangunan gedung Gambia Departement Store sudah mencapai 70%, proyek Gedung Gambia ini terletak setelah gerbang masuk Pondok Pesantren Darussalam Gontor (PMDG). Proyek dilakukan untuk perluasan Gedung Gambia Lama. Sebelum Pembangunan, Gedung Gambia lama dipakai untuk tempat Warung Telepon, pembuatan Majalah Gontor, serta Perkulakan.
Proyek ini akan dibangun menjadi Gedung 3 lantai menggantikan Usaha Kesejahteraan Keluarga (UKK) yang terletak disamping Gedung Laboratorium Gontor. awal mula dibangun Proyek ini pada tanggal 8 Februari 2019. Sampai sekarang tanggal 10 Februari 2020, Proyek ini sudah mencapai tahap pemasangan Keramik yang insya Allah ditargetkan selesai pada Bulan Syawwal 1441.
Adapun dana yang telah dikeluarkan dalam pembangunan proyek ini sebesar Rp.3,6 Milyar Rupiah termasuk material dan alat yang yang dikirim dari KUK Besi Gontor serta ongkos Kerja bagi Para Pekerja. Sampai saat ini Proyek Gambia masih dalam tahap pembangunan.AbuFariz
Satu dari banyak hal yang membedakan pendidikan ala pesantren dengan non-pesantren adalah pendidikan kemasyarakatan. Meski tak dapat dipungkiri bila ada juga sekolah non-pesantren yang mengajarkan hal kemasyarakatan, namun rasanya pesantren lebih terbukti nyata akan hal tersebut.
Pondok Modern Darussalam Gontor, sebagai salah satu pesantren modern terbesar di Indonesia, juga tak luput dari ajaran kemasyarakatan tersebut. Buktinya ada dalam “Arah dan Tujuan Pendidikan di Pondok Modern” yang termaktub dalam buku “Diktat dalam Pekan Perkenalan di Pondok Modern Gontor” pada poin pertama.
Disitu tertulis :
“Segala apa yang sekira dialami oleh anak kita di masyarakat, itulah yang dididikkan oleh Pondok Modern Gontor kepada mereka.”
Dari situ, pembaca yang budiman, kita bisa melihat bahwa seluruh pelajaran yang diberikan Gontor kepada santrinya adalah untuk bekal mereka di masyarakat nanti. Tak hanya itu, gerak – gerik dan semua hal yang ditemukan santri di Pondok Gontor adalah pendidikan kemasyarakatan bagi mereka.
Harapan dari diajarkannya pendidikan kemasyarakatan kepada santri adalah agar ketika mereka masuk ke dalam masyarakat tidak terlalu canggung untuk menjadi pengurus organisasi, guru di sekolah – sekolah, imam, muballigh, dan lain – lain yang berkenaan dengan masyarakat.
Jangan sampai hanya karena mampu melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, sampai – sampai lupa akan masyarakat sekitar. Ibarat kata hanya mencerdaskan diri sendiri, padahal banyak masalah masyarakat dalam berbagai bidang yang butuh pembinaan. Jika begitu, bukan lulusan pesantren namanya.
Hal yang perlu diingat bagi para santri dan juga alumni pesantren semua adalah jangan sampai seakan – akan kita menjauhi masyarakat. Masyarakat menanti kedatangan kita, mengharap bimbingan kita, dan nantinya masyarakat pula yang akan menilai sampai dimana kepribadian kita. abdulnafi
Jum’at, 13 Jumadal Akhir 1441 H/ 7 Februari 2020 santriwati PMDG
Putri Kampus 2 dengan mengenakan seragam jubah hijaunya disibukan dengan
Perfotoan Angkatan masing-masing. Perfotoan Angkatan merupakan kegiatan tahunan
yang diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor untuk pendokumentasian
angkatan setiap tahunnya.
Perfotoan Angkatan yang diadakan di lapangan basket baru ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang Pertama diadakan pada 31 Januari 2020 yang diikuti oleh Angkatan Kelas 1, 2 dan Angkatan Kelas 3 Intensif. Sedangkan Gelombang kedua diadakan pada 7 Februari 2020 dan diikuti oleh Seluruh Dewan Guru, Angkatan Kelas 5, 1 Intensif, 3 dan Angkatan Kelas 4. Setelah perfotoan angkatan dilanjutkan dengan sesi perfotoan antar kelas yang diadakan di Depan Gedung Kairo dan Gerbang Gontor Putri Kampus 2.
Dalam perfotoan ini dihadiri oleh seluruh anggota angkatan dan tak lupa para wali kelas serta seluruh asistennya yang dimulai pada pukul 06.00 WIB tepat.hasnab
Mantingan– (6-18/02/2020). Setelah melewati Tarbiyah ‘Amaliyah yang menjadi syarat mutlak sebelum menyandang gelar alumni, serta sebagai warming up sebelum menghadapi ujian tulis. Pondok Modern Darussalam mengadakan ujian lisan bagi siswi akhir KMI.
Persaingan didalam ruang ujian menjadi pemacu semangat yang membara bagi calon alumni, materi yang diujikan meliputi semua materi yang telah diajarkan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 KMI. Materi-materi tersebut dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu: Bahasa Arab 1(Muthola’ah, Nahwu dan Shorof),Bahasa Arab 2 (Balaghah, Mahfudzot, dan Tarikh Adab Al-Lughoh),‘Aqidah (Tauhid dan Al-Adyan), English(Reading, Grammar, dan Conversation),Tarbiyah (Tarbiyah ‘Amaliyah, Tarbiyah wa Ta’lim, Psikologi Umum dan Pendidikan), Fiqh (Masa’il Fiqhiyah, Bidayatul Mujtahid, Ibadah Qouliyah, dan Ibadah Amaliyah), Al-Qur’an(Qira;ah, Tajwid dan Do’a Sehari-hari).
Dalam ujian lisan siswi akhir KMI lebih menekankan pada pehaman dan penguasaan materi. Berbeda dengan ujian lisan untuk kelas 1-5 KMI, ujian lisan ini berlangsung dengan 2 orang siswi dalam 1 ruang ujian dan diuji oleh 2 guru senior. Bapak Wakil Pengasuh serta Bapak Wakil Direkturpun ikut andil dalam pengujian calon alumni.
Dokumentasi Tahunan Pondok Dengan Perfotoan Santri
DARUSSALAM– Sebagai kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menjadi dokumentasi pondok, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan perfotoan seluruh santri dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Dokumentasi tersebut juga sekaligus menjadi arsip tahunan pondok, baik untuk pendataan bagian Sekretaris Pimpinan (Sekpim) maupun Pusat Data Santri.
Perfotoan tersebut diadakan sesuai dengan lingkaran komunitas yang dimiliki oleh masing-masing santri; mulai dari konsulat, klub, kursus, bahkan hingga kelas dan rayon. Tidak terkecuali bagi santri kelas enam sebagai siswa akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang masih menjalani masa ujian.
Rentetan kegiatan pendokumentasian ini dimulai dari perfotoan antar konsulat yang diadakan pada Sabtu (1/2) hingga Senin (3/2). Kemudian dilanjutkan dengan perfotoan antar klub dan kursus yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Rabu (5/2), dan perfotoan santri kelas satu hingga kelas empat pada Jumat (7/2).
Perfotoan konsulat, klub dan kursus yang berjalan pada minggu pertama bulan Februari tersebut diadakan pada sore hari setiap setelah shalat Ashar berjama’ah. Bagi setiap konsulat maupun klub dan kursus, masing-masing pembimbing dari para asatidz pun turut hadir bersama para santri untuk mengikuti perfotoan.
Adapun sesi perfotoan yang wajib diikuti masing-masing adalah bertempat di depan Masjid Jami’ PMDG, di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan di depan Kantor Pimpinan PMDG di sebelah timur gedung Aligarh. Selebihnya, sesi perfotoan yang juga disediakan tempat adalah di depan gedung Saudi 6, dan diperbolehkan juga untuk mengambil view di titik-titik lainnya di sekitar lingkungan pondok.
Perfotoan Dari Persatuan Bela Diri Darussalam 2020/1441
Perfotoan kelas yang diadakan pada Jumat (7/2) adalah untuk santri kelas 1, 1 intensif, 2, dan kelas 3 pada pagi hari, dilanjutkan untuk santri kelas 3 intensif dan kelas 4 pada siang hari. Perfotoan antar kelas ini pun turut dihadiri oleh wali kelas masing-masing. Lalu pada pekan-pekan berikutnya akan diteruskan dengan perfotoan siswa akhir KMI Prominent Generation pada Jumat (14/2), lalu perfotoan santri kelas 5 di Jumat berikutnya (21/2), dan untuk Jum’t (28/2) terakhir di bulan Februari ini adalah perfotoan rayon.
Selama kegiatan perfotoan ini sudah dimulai dan berjalan, beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, akibatnya ketika turun hujan di sore hari kegiatan perfotoan pada hari tersebut harus ditunda. “Hujan deras kemarin (Ahad) sempat menjadikan giliran perfotoan yang dijadwalkan pada hari tersebut harus dibatalkan, kemudian dimundurkan menjadi hari Senin (3/2) dan membuat durasi serta suasana perfotoan sedikit padat,” ujar Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, selaku salah satu staf Pengasuhan Santri.