Home Blog Page 228

Tingkatkan Kreatifitas Santri dengan Scout Olympiad

0

 

Gontor–Setelah beberapa minggu para santri mengikuti padatnya kegiatan, diawal bulan semester kedua ini tanggal 6-11 Desember 2019, Santri PMDG disibukan kembali dengan acara Scout Olympiad  yang mana acara ini adalah salah satu  rangkaian kegiatan dari acara Gontor Olympiad yang merupakan acara tahunan pondok dalam hal kepramukaan.

 

Melihat antusias para santri  yang sangat baik, mereka dapat mengikuti acara ini dengan penuh semangat. Walaupun sebelumnya telah banyak melewati rangkaian kegiatan yang sangat padat, tetapi itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menyurutkan semangat dan kecintaan mereka pada dunia kepramukaan.

 

Diadakannya kegiatan Scout Olympiad ini tidak lain Karena Eksistensi Gerakan Pramuka di PMDG merupakan salah satu kegiatan yang menjadi wadah pembinaan generasi muda, baik dalam membentuk watak maupun kepribadian santri, serta menanamkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air . selain itu diacara Scout Olympiad juga banyak terdapat perlombaan-perlombaan yang sangat menarik sehingga para santri sangat menikmati jalannya perlombaan. Dan puncaknya adalah penutupan dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Sholih)

 

                                                           

Saka Bhakti Husada : Wujud Kepedulian antar Sesama

0

Gontor Putri Kampus 3 – Saka Bhakti Husada diadakan bagi andika satuan Laksana siswi kelas 3 Intensif dan kelas 4 KMI dengan total jumlah 490 orang, acara ini dibuka dengan penuh kesemangatan oleh Dinas Kesehatan Cabang Ngawi pada (11/12) bertempat di Aula Mini. Acara ini berlangsung selama 2 hari hingga (13/12).

Adanya kegiatan ini sebagai wadah pengembangan pengetahuan dan pembinaan keterampilan untuk membaktikan diri kepada masyarakat dalam bidang kesehatan dalam diri santriwati, sehingga lahirlah rasa toleransi yang besar terhadap sesama, dan dapat memiliki banyak ilmu tentang kesehatan yang ada di masyarakat dalam kehdupan kita.Para Andika Laksana bergegas mengikuti pembukaan kemudian menuju ke pos di unit yang telah ditentukan oleh panitia, kemudian andika bergegas kembali ke kamar hanya pada waktu sholat dan waktu makan. Begitulah kegiatan andika laksana selama 2 hari untuk rentetan Saka Bhakti Husada ini.Waf-Azz

Miss Campuss 2019 Tingkatkan Kebaikan Sifat dan Akhlak

0

Jum’at, 6 November Grand Final Miss Campuss 2019. Miss Campuss sebagai ajang bergengsi syar’i bagi para mahasiswi guru (semester 4) Universitas Darussalam Gontor Kampus Mantingan. Bukan lagi Miss Indonesia, Miss World, apalagi Miss Universe yang hanya kental dengan aroma kecantikan. “Miss Campuss” diperuntukkan bagi para mahaguru yang tidak hanya memiliki Beauty, Behavior, Brain, namun juga memiliki Inner Beauty. Inner Beauty yang sebenarnya tak hanya berlandaskan iman dan ilmu, namun juga berlandaskan malu dan kecerdasan (multi-intelligence).

“Selain Iman dan Ilmu, seorang mar’ah haruslah mempunyai Malu. Seorang mar’ah juga harus memiliki multi-intelligence (kecerdasan). Malu dan Kecerdasan inilah yang akan mengangkat derajat perempuan.

الحياء لا يأتي إلا بخير
-Malu tidak datang kecuali dengan kebaikan-

Begitu pentingnya malu bagi perempuan. Sedangkan kecerdasan yang dimaksud bukan hanya kecerdasan otak, namun juga kecerdasan spiritual, sikap, bersosial, dll. Karena pada dasarnya, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.” Tegas Ustadz Suharto dalam sambutannya.

Grand Final Miss Campuss 2019 terdiri dari 8 kandidat yang merupakan perwakilan setiap program studi. Mereka diuji dari berbagai segi meliputi wawasan keilmuan, keahlian di bidang olahraga, memasak, berpidato, dan ketrampilan khusus yang dimiliki. Mahkota Miss Campuss kali ini dimenangkan oleh perwakilan program studi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Al-Ustadzah Erika Risan Adillah yang dengan piawainya memainkan drama silat dalam sesi show talent. Berikut nama-nama 8 kandidat:

Nasywa Nur Insani PAI 4
Nada Asyrofa PBA 4
Alya Safitri AFI 4
Sarah Rosmawati IQT 4
Zahrotur Royyan SAA 4
Erika Risan Adillah HES 4
Rodiyah Domey PM 4
Nurul Hilda EI 4

-Salsabila

Menjaga Mahkota Pondok dengan Kompetisi Queen and Princess Language

0

Gontor Putri Kampus 1“Bahasa adalah mahkota pondok”, demikian kata-kata yang sering disampaikan Bapak Pengasuh. Dalam istilah lain, language is our crown atau al-lughatu taaju-l-ma’hadi. Ibarat mahkota, bahasa menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan Pondok Modern Darussalam Gontor. Maklum, Gontor memang dikenal sebagai pondok yang mengembangkan bahasa Arab dan Inggris secara konsisten. Sehingga sering mendapat julukan laboratorium hidup untuk kedua bahasa asing tersebut. Salah satu cara Gontor untuk mengembangkan dan memperluas bahasa santriwati adalah dengan mengadakan Queen and Princess Language.

Queen and Princess Language adalah kegiataan tahunan yang merupakan ajang kompetisi dalam hal kebahasaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwati dari kelas 1-4 dan  terpilihlah 20 orang kandidat yang berhasil lolos ke babak final. Penyisihan para finalis ini melewati lima babak. Para peserta terdiri dari 2 golongan, yaitu: golongan junior dan senior. Golongan junior  yang mana terdiri dari kelas 1, 2 dan 1 INT. Sedangkan dari golongan Senior terdiri dari kelas 3, 4 dan 3 INT.

Pembukaan Queen and Princess Language 2020

Babak Final Queen and Princess of Language tahun ini (29/11/2019) dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 1 Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I. di Balai Pertemuan Gontor Putri 1. Dalam sambutannya, beliau menekankan kembali bahwasanya kegiatan ini merupakan fasilitas dan pengantar yang dijadikan ajang pendidikan dalam hal pengembangan jiwa saing, bakat yang terkhususkan dalam hal keterampilan berbahasa.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan acara Perkajum (Perkemahan Kamis Jum’at). Meskipun diadakan bersamaan, namun antusiasme santriwati dalam menyambut acara ini tidak kalah dengan peserta perkemahan, hal ini terbukti dengan semaraknya penonton dan peserta mulai dari seleksi pertama, kedua, hingga babak final pada jum’at kemarin. Berikut adalah rekapitulasi perombaan:

Queen Language

No Nama Kelas
1 Ainul Jameelah 4B
2 Salma Dhiyayl Haq 4B
3 Nabila Dwi 4B

Princess Language

No Nama Kelas
1 Marwah Binti Mulyani 1 INT Khos
2 Nashwa Dhiyaul 1 INT E
3 Arini Najwa 2B

Demikianlah pentingnya bahasa di Gontor, laksana mahkota bagi seorang ratu. Ia akan menjadi kunci utama untuk memperdalam ilmu pengetahuan, baik selama di pondok ini maupun setelah berada di tempat lain.Andi Ghariza

Duta Nisaiyyah; Hadirkan Individu Multi Talenta Masa Depan

0

MANTINGAN– Cerminan dari kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kualitas wanitanya. Semakin baik kualitas wanitanya maka semakin baik kualitas generasi yang ada pada negara itu. Dalam rangka mewujudkan murabbiyah yang berkualitas, Bagian Keputrian OPPM Gontor Putri Kampus 1 mengadakan sebuah perhelatan yang bergengsi bagi seluruh santriwati Darussalam, yaitu Duta Nisaiyyah.

Para peserta dalam tahap Grand Final

Duta Nisaiyyah merupakan suatu acara yang termasuk dalam ajang Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Acara ini sendiri diadakan untuk memunculkan qudwah hasanah yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal keputrian. Acara tahunan ini terbuka bagi seluruh santriwati dari kelas 1 sampai dengan kelas 4. Acara ini pun merupakan acara yang menjadi ajang persaingan ketat bagi para pesertanya guna memasuki babak Grand Final.

Untuk tahun ini, Duta Nisaiyyah dimulai pada hari Sabtu, 30 November 2019 sampai dengan babak Grand Final pada hari Jum’at, 6 Desember 2019. Acara ini memiliki 4 babak, yaitu babak pertama merupakan penyisihan peserta antar individual kamar; babak kedua merupakan penyisihan peserta antar utusan kamar; babak ketiga yaitu penyisihan peserta antar rayon; serta babak keempat merupakan Grand Final antar kategori. Babak akhir ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu Aula Auditorium untuk kategori Senior dan Aula Kulliyatu-l-Banat untuk kategori Junior.

Para Pemenang Kategori Junior bersama Dewan Juri

Pada hari Jum’at (6/12), acara ini dibuka secara langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I di Aula Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Dalam sambutannya, beliau berbicara mengenai banyak hal, terutama mengenai pentingnya kecakapan dalam hidup. “Sebagai santri di pondok ini, disiapkan untuk mempunyai multi talenta, mempunyai multi kecakapan. Semakin banyak kecakapan, semakin banyak kamu bisa memberi manfaat dalam kehidupan. Tapi, semakin sedikit kecakapan dan kemampuan, semakin sempit ruang gerakmu,” ucap Ustadz Ahmad Suharto dalam sambutannya.

Para Pemenang Kategori Senior bersama Dewan Juri

Setelah pembukaan oleh Bapak Wakil Pengasuh, acara ini dilanjutkan dengan Grand Opening dan babak Grand Final. Keseluruhan peserta yang mengikuti acara ini adalah orang yang terdiri atas 11 orang kategori Senior dan 13 orang kategori Junior. Dari kategori Senior dijuarai oleh Dhatu Lintang Cendekia kelas 4B. Sedangkan dari kategori Junior dijuarai oleh Hafy Tri Khairani Daulay kelas 3B.

Lomba Gaun antar Rayon

Disamping perlombaan inti, ada perlombaan pembuatan gaun antar rayon. Tema gaun yang dilombakan tahun ini adalah Asia. Seluruh kelas 5 antar rayon berlomba-lomba dalam pembuatan gaun berdasarkan kreatifitas masing-masing. Seluruh gaun ditampilkan pada akhir acara. Perlombaan ini pun dimenangkan oleh rayon New Syangggit Atas. Fayra

UNIDA Gontor Menjadi Tuan Rumah AICIF yang ke-7

0

GONTOR–Tahun ini, Universitas Darussalam (Unida) Gontor  menjadi tuan rumah AICIF (ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance) ke-7. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka menyoroti beberapa masalah tentang Ekonomi Islam yang terjadi akhir ini.

Konferensi ini diadakan selama tiga hari, 3-4 Desember 2019 dengan tema “Kebangkitan Keuangan Sosial Islam Untuk Memperkuat Pembangunan Ekonomi Menuju Revolusi Industri Global”.

AICIF mengundang Prof. Dr. Monzer Kahf (Profesor bidang perbankan, keuangan dan ekonomi Islam dari Universitas Istanbul Zaim, Turki) dan Prof. Khalaf Solaman Saleh Alnemari (Profesor Ekonomi Islam dari Universitas Umm Al-Qura) sebagai pembicara utama dalam sesi pleno pembukaan.

Acara ini diikuti oleh beberapa Universitas dan Institusi se-Asia Tenggara, di antaranya International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), International Islamic University of Malaysia (IIUM), University of Darussalam (UNIDA) Gontor Indonesia, Sultan Agung Islamic University Semarang, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mindanao State University Philippines, dan Tazkia University College of Islamic Economics.

Konferensi ini mencakup 20 sesi parallel. Sebanyak 105 makalah berbahasa Inggris dan 6 makalah berbahasa Arab dipresentasikan dan dibahas dalam konferensi ini. Para penulis makalah merupakan akademisi, praktisi dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Turki, Arab Saudi, Nigeria, dan lain sebagainya.

Dalam rangka menyambut peserta, UNIDA Gontor mengadakan makan malam yang diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Sebanyak 200 perwakilan presenter dari berbagai universitas menikmati hidangan dan pertunjukan yang disajikan. Sandiaga Salahuddin Uno menjadi tamu istimewa di acara ini. Beliau menyampaikan sambutannya mengenai kebangkitan Ekonomi Islam dan Keuangan yang bisa diraih melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Pada hari kedua dan terakhir, Assoc. Syed Musa Alhabshi, Dekan Institut Perbankan dan Keuangan Islam IIUM, juga sebagai Presiden ICIFE, Dr. Ascarya, Penasihat Penelitian Institut Bank Indonesia, dan Minombao Ramos-Mayo, PhD, JD, Dekan Sekolah Pascasarjana di Universitas Negeri Mindanao menjadi pembicara yang diundang di sesi pleno terakhir.

Diharapkan, konferensi tersebut bisa mencapai puncaknya dalam upaya memoderasi masalah-masalah yang muncul akhir ini untuk menjawab kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat Muslim kontemporer. Muis

SEMINAR KEBERSIHAN (membudayakan hidup bersih guna terciptanya kedamaian)

0

MantinganAn-nadzhofatu mina-l- iiman itulah semboyan kebersihan yang biasa kita dengar, untuk menciptakan kebersihan pada lingkungan sekitar kita harus memulai segalanya dari diri sendiri terlebih dahulu, maka dari itu gontor mengadakan seminar kebersihan ini guna menumbuhkan rasa kepedulian dan melatih kepekaan santri pada sekitar.

Seminar ini diadakan khusus santri baru yaitu: kelas 1 dan kelas 1 intensif, agar mereka paham dan tau betapa pentingnya kebersihan bagi dirinya.

            Ustadzah Rusmilah Handayani, S.E adalah tutor kita hari ini dalam seminar kebersihan, beliau alumni gontor tahun 2013, beliau tidak hanya memberikan poin poin kebersihan akan tetapi beliau juga memberikan nilai nilai penting pondok modern yang harus diketahui oleh santri baru khususnya sebagai miliu keberkahan dalam hidup berasrama.

            “mengambil 1 sampah 1000 pahala, membuang 1 sampah tidak pada tempatnya 1000 musibah” tutur beliau dalam seminarnya sore ini. Para santri sangat antusias terlihat dari wajah mereka dan kesemangatan mereka. vina

Memantik Semangat Santriwati dalam Menulis Bersama Al-Ustadz Ma’mun Affany, M.Ud

0

“Dengan membaca akan mendapatkan segala macam pengetahuan, dengan membaca manusia akan mendapatkan kemuliaan dan dengan membaca dapat membuka jendela dunia”

Itulah salah satu pepatah tentang pentingnya membaca. Begitupula Gontor mengambil pepatah tersebut sebagai pedoman pondok. Dengan memfasilitasi  perpustakaan yang memiliki ribuan buku, santriwati diharapkan dapat memperluas ilmu dan pengetahuannya. Tak hanya memfasilitasi, Gontor juga  mendatangakan penulis islami yang memotivasi dan menginspirasi kecintaan santriwati dalam berkarya.

2 Desember 2019 Bagian Perpustakaan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM)  mengundang Al-Ustadz Ma’mun Affany, M.Ud  dalam seminar book literature. Beliau adalah salah satu alumni Gontor yang berdakwah dengan tulisan. Tak cukup dengan puluhan karya yang beliau tulis, terdapat salah satu judul novel “Kehormatan di Balik Kerudung” yang pernah diusung menjadi film. Kepiawaian tulis menulis salah satu dosen UNIDA Gontor ini memang tak bisa diragukan dan patut untuk dibanggakan.

Acara ini diadakan di Aula Kulliyatu-l-Banaat pada siang hari dengan tema “Menciptakan Muslimah yang Ideal dan Inovatif Melalui Membaca dan Menulis”. Acara ini bertujuan memotivasi santriwati untuk menjadi muslimah yang ideal dan inovatif melalui membaca dan menulis, dan juga agar kecintaan santriwati terhadap membaca dan menulis bertambah.

Dengan banyaknya pertanyaan dari santriwati, menandakan bahwasanya mereka sangat bersemangat dan antusias dalam acara ini. Begitulah Gontor selalu punya cara dalam meningkatkan dan memperluas ilmu santriwatinya.Andi Ghariza

Mencetak Muslimah yang Sitti-l-Kull melalui Skill Envoy

0

Jum’at (6/12)-Pelataran Rayon Damaskus penuh sesak oleh santriwati Gontor Putri Kampus 2 guna menyaksikan Skill Envoy, merupakan salah satu ajang peningkatkan bakat santriwati dari segala bidang khususnya pada bidang keputrian, serta dapat melahirkan santriwati yang berkarakter muslimah, memiliki bakat yang sitti-l-kull, dan memiliki budi pekerti yang luhur. Skill Envoy atau yang lebih dikenal dengan Duta Nisaiyah ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori shigor dan kibar yang berjumlah 22 finalis. Finalis kibar berjumlah 11 orang yang terdiri dari kelas 1 Intensif, 3 Intensif, dan kelas 4. Sedangkan finalis shigor berjumlah 11 orang yang terdiri dari kelas 1, 2, dan 3.

Alunan musik mengiringi langkah para finalis Duta Nisaiyah menuju panggung kehormatan. Bak putri sehari para finalis yang merupakan perwakilan dari setiap rayon dengan mengenakan kostum yang bertemakan  food gown untuk kategori shigor dan country gown untuk kategori kibar. Dengan penuh keyakinan serta bakat dalam diri, melangkahkan para putri sitti-l-kull menuju kompetensi sesungguhnya di panggung final Duta Nisaiyah, setelah melalui proses seleksi ketat selama dua gelombang di rayon masing-masing.

Skill Envoy kali ini terdiri dari 5 babak, babak pertama merupakan menjawab pertanyaan sesuai amplop yang telah mereka pilih, babak kedua sesi pertanyaan rebutan, babak ketiga menghias kue, babak keempat mempresentasikan hasta karya yang bertemakan mahar yang telah mereka buat sebelumnya, dan babak terakhir adalah showing talent masing-masing.

Setelah perhitungan nilai dan musyawarah para dewan juri, maka Duta Nisaiyah Gontor Putri Kampus 2 untuk kategori kibar di raih oleh Intan Aulia Razaq/4C, di susul oleh Sania Rivka Madina/4B, dan Nur Syai-in Khoiriyah/4B. Dan untuk kategori shigor di raih oleh Qonita Ayu Puspita Sari/3B, di susul oleh Dihan Awalia Ramadhani/1B perwakilan rayon Syanggit Atas dan Tuqo Azkiya Naz/3Bhasnab

Memperbaharui Niat Baru di Tahun Ajaran Baru

0

Gontor Putri Kampus 1- Tepat pada tanggal 16 November 2019 lapangan merah dipenuhi dengan seluruh santriwati dan ratusan guru yang berkumpul dalam rangka upacara pembukaan tahun ajaran semester kedua Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) tahun 1440-1441. Kegiatan ini merupakan awal dari segala kegiatan rutinitas Gontor setelah perpulangan guna memperbaharui niat serta me-refresh jiwa dan raga untuk beraktivitas kembali di pondok tercinta ini.

Diawali dengan sambutan Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I. yang menyampaikan akan pentingnya pembaharuan niat, karena segala sesuatu selalu diawali dengan niat. Seperti hadits Rasululloh S.W.A yang bersabda:

إنّما الأعمال بالنيّات وإنّما لكلّ امرء مانوى

“Perbaruilah niat. Sebagaimana mengawali sholat, harus dengan niat. Selama kalian punya niat yang baik, insyaallah kalian akan melakukan hal-hal yang baik. Tidak ada hal yang mustahil tercapai jika diawali dengan niat,” tutur Al-Ustadz Ahmad Suharto dalam sambutannya pagi itu.

Pembukaan tahun ajaran ini ditandai dengan suara nyaring lonceng dan diiringi dengan takbir 3 kali yang dipimpin oleh Al-Ustadz K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A selaku Bapak Wakil Direktur KMI. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian ruang kelas dan pengabsenan santriwati. Begitulah Gontor dalam mendidik santriwatinya dengan rentetan kegiatan-kegiatan yang berasas pendidikan.