PASAR MINGGU—Ahad malam (7/12), rombongan anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor menghadiri resepsi pernikahan putra ketiga dari Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A., Fiardhi Farzanggi dengan Maharani Dwi Hapsari, putri kedua Bapak Respati Haryo Saputro. Acara resepsi diselenggarakan di Gedung Kementerian Pertanian RI, Jl. RM Harsono No. 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Anggota Badan Wakaf yang hadir di antaranya adalah K.H. Hasan Abdullah Sahal, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., K.H. Masyhudi Subari, M.A., dan K.H. M. Nasir Zein, M.A. Acara berlangsung pada pukul 19.30-21.00 WIB dan dihadiri oleh keluarga dari pihak mempelai pria dan wanita.
Selain itu, hadir pula para pejabat tinggi negara dan tokoh-tokoh penting dalam acara tersebut, yang di antaranya ikut menyapa Kiai Hasan, mereka adalah Wapres RI ke-7, Drs. H. Jusuf Kalla, Cawapres RI, Sandiaga Salahuddin Uno, Menkopolhukam RI, Mahfud MD, dll.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilajutkan oleh sambutan-sambutan. Dalam kesempatan ini, Kiai Hasan dimohon untuk menyampaikan do’a di penghujung resepsi.
Berpidato merupakan hal yang telah menjadi sarapan rutin para santri sebagai asas dasar mental dan karakter mereka untuk berbicara di depan khalayak umum. Para santri telah dilatih untuk berpidato semenjak menginjak kelas 1 KMI ataupun kelas 1 Intensif dengan menggunakan 3 bahasa; Inggris, Arab, dan Indonesia. Di setiap tahunpun selalu diadakan ajang berpidato antar bahasa yang terbagi menjadi 2 kelompok, yakni: sighor dan kibar. Untuk golongan sighor diikuti oleh santri kelas 1, 2, 1 Intensif, dan 3. Sedangkan untuk golongan kibar diikuti oleh santri kelas 4 dan 3 Intensif.
Salah satu pemenang PA (Pidato Akbar) 2019
Ajang berpidato ini lebih dikenal dengan sebutan PA (Pidato Akbar) yang pada tahun ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 hari, yakni; Rabu, 4 Desember 2019 dan Kamis, 5 Desember 2019. Pada hari pertama dikhususkan untuk golongan sighor dan untuk hari selanjutnya dikhususnya untuk golongan kibar. Acara ini tidak hanya menunjukkan kepiawaian santri dalam berpidato, namun juga dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an yang dikenal dengan sebutan HHQ (Haflatu Hifdzil Qur’an) dan HTQ (Haflatu Tilawatil Qur’an).
Acara ini juga dimeriahkan oleh
penampilan grup Asyida yang membawakan 2 lagu sekaligus. Di penghujung acara,
juri membacakan para pemenang PA, HHQ, dan HTQ. Berikut merupakan daftar
pemenang:
Pada hari jum’at pagi pukul 06.00 WIB, tanggal 06 Desember 2019. Diselenggarakannya pembukaan agenda yang paling ditunggu tunggu oleh seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor pada bidang olahraga dan seni, yaitu agenda Olimpiade Gotor. Dalam agenda inilah, seluruh skill atau passion yang dimiliki santri ditunjukkan dan dilombakan dalam ajang olimpiade, seberapa besarkah skill kemampuan/passion yang telah mereka kuasai? Didalam ajang inilah mereka akan berkoar-koar dan memberikan yang terbaik kepada diri sendirinya dengan passionnya masing-masing.
Agenda Olimpiade Gontor ini menyelenggarakan beberapa lomba dengan amat sangat tertib dan teratur. Dalam bidang olahraga, diantaranya: futsal, sepakbola, takraw, renag, volley, basket, badminton, dan fightingpun diselenggarakan dengan ramai. Sedangkan dalam bidang seni, diantaranya: melukis, menggambar, membuat karikatur, membuat kaligrafi, menulis puisi , dan silat. Seluruh santri PMDG ikut berkecimpung dalam agenda tersebut, entah dari panitia, penonton, dan Juri.
Dalam Olimpiade ini, Pesantren memberikan pesan terhadap mayoritas orang yang tidak mengerti tentang pondok. Bahwa santri itu tidak hanya pandai dalam mengkaji Al-qur’an dan agama saja, akan tetapi santri pula pandai dalam berkreasi, dan memiliki kemampuan dalam bidang tersendiri. magelang 06/12
sambutan dari bapak wakil pengasuh gontor putri 2 Al-ustadz KH. Umar Said Wijaya, M. Pd.I
Mantingan – Pondok bekerja
dengan dinamis berputar pada rotasi mengikuti alur perkembangan dunia (pondok
modern), modern dalam arti pendidikan dan pengajarannya, dalam bidang akademis
maupun non-akademis. Riuh tepuk tangan serta teriakan dari para santri memenuhi
serambi damaskus malam ini (6/12). Panitia mengumumkan pemenang dari beberapa
lomba dan beberapa definisi. Dengan kejuaraan umum yang diraih oleh rayon
Damaskus B, Gudep 09-142, dan konsulat jawa timur dan angkatan kelas 3 intensif
itulah para pemenang Gontor Olimpiade tahun ini.
fashion show penampilan perwakilan dari setiap provinsi
Acara ini dihadiri
oleh seluruh santri, Karena Apa yang kita lihat, dengar dan rasakan adalah
pendidikan, itulah yang diajarkan gontor kepada para santrinya.
Performance malam
ini dimulai dengan penampilan pop singer persembahan dari kelas 4, dan
dilanjutkan dengan cerita Stories for you persembahan dari kelas 3 intensif,
pop singer dari gudep 09-140, coral speaking dari kelas 1intensif, dan
persembahan terakhir dari kelas 2 yang menampilkan dance sebagai penutup acara
pada malam hari ini. Langit Darussalam malam ini dipenuhi dengan keceriaan
gelak tawa serta riuhnya tepuk tangan. vina
Riyadhatul Mujahidin_Sebagai lembaga pendidikan berbasis modern, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sepenuhnya kepada santri-santrinya.
Salah satu program penunjang pemahaman santri dalam ilmu agama, khususnya Fiqih, Tauhid, Hadits, dan Tafsir dsb, adalah Fathul Kutub untuk siswa/i kelas 5, untuk kegiatan ini, pembukaan Fathul Kutub kelas 5 Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 (PMDG 7) di buka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Aripuddin, S.AP. dan Bapak Wakil Direktur KMI Gontor 7 Al-Ustadz H. Arif Irfanudin, Lc.
Bapak Wakil Pengasuh PMDG 7 Memberikan Pengarahan Dalam Pembukaan Fathul Kutub Siswa Kelas 5
Adapun poin yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh dalam pengarahan pembukaan Fathul Kutub kelas 5 ada 3 poin:
“(1) Keberhasilan itu bukan didapatkan dari IQ yang tinggi, kecerdasan ataupun harta, akan tetapi didapatkan dari kesungguhan, (2) Membuka cakrawala dan mengevaluasi diri dengan bahasa yang telah dimiliki dan didapatkan, (3) Membuka wawasan keilmuan, wawasan pengetahuan dan wawasan pengalaman.”
Tegas Bapak Wakil Pengasuh PMDG 7
Pembukaan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Gontor 7 (BPPM) yang di hadiri oleh seluruh guru senior dan para pembimbing kelas 5, Jum’at malam (6/12).
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah seluruh kelas 5 yang berjumlah 26 siswa dan dibagi menjadi 3 kelompok dengan pembimbing – pembimbing kelompok; guru senior, guru sarjana, dan guru tahun kelima sebagai kader-kader pembimbing.
Suasana pembukaan Fathul Kutub berjalan dengan khidmat, para siswa kelas 5 mendengarkan pidato Bapak Wakil Pengasuh PMDG 7 dengan baik, dan hadirin turut menyimaknya.
Para Siswa Kelas 5 Menyimak Pidato Bapak Wakil Pengasuh PMDG 7 Dengan Khidmat
Fathul Kutub memiliki tujuan-tujuan, antara lain melihat dan menguji seberapa jauh pemahaman siswa kelas 5 dalam memahami pelajaran-pelajaran yang sudah diajarkan khususnya Fiqih, Tauhid, Hadits dan Tafsir. Kedua, tidak fanatik dengan madzhab golongan. Ketiga, mempersiapkan diri untuk melangkah ke jenjang perkuliahan; dengan cara belajar yang berbeda dari cara belajar di Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI). Keempat, melatih siswa untuk gemar membaca sehingga dapat belajar sendiri. Kelima, memperkuat dasar-dasar ilmu untuk jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, untuk mengetahui kiprah perjuangan ulama Islam.
Kembali kepada tujuan diadakannya Fathul Kutub, diharapkan siswa kelas 5 bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini, dan mengambil pelajaran sebaik-baiknya pada kesempatan berharga ini. Menjadi alumni yang sesuai dengan harapan dan cita-cita Gontor; membina bangsa dan mempertahankan peradaban.
Gontor – Kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor yang akan mengikuti acara 1st ASEAN Seaboree di Singapura telah dilepas oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, pada Senin (2/12). Acara pelepasan dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi di Aula Aligarh. Kontingen Gontor akan mengikuti acara tersebut pada 6 – 9 Desember 2019.
1st ASEAN Seaboree merupakan bagian dari Perayaan Bicentennial Singapura yang diadakan di Sarimbun Scout Camp, Singapura. Kegiatan yang diadakan untuk menyemarakkan perayaan ini antara lain scuba diving, skin diving, berenang, berlayar, arum jeram, stand-up paddling, semaphore flagging, dan masih banyak lagi.
Jumlah kontingen yang mewakili Gontor ialah 42 orang, terdiri dari 26 santri, 16 santriwati, 4 pembimbing, dan 1 orang pelatih.
Diharapkan, melalui acara ini, santri Gontor dapat meningkatkan kualitas dan kepiawaiannya dalam urusan kepramukaan khususnya, serta selalu menjaga nama baik Gontor dimana pun mereka berada. Baik di dalam maupun di luar negeri. Taufiq
PROBOLINGGO–Ahad (1/12), bertepatan dengan awal mulainya bulan Desember 2019, Al-Ustadz Yacub Septian Pribowo, S.E. bin Sugeng Suwarsono alumni 2011 bersama Al-Ustadzah Zahriah Aturridwanti binti Moch. Husain selaku kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Walimatu-l-‘Ursy pernikahannya di Probolinggo
Acara ini dihadiri oleh Bapak Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal, Ketua Badan Wakaf Drs. K.H. Akrim Mariyat Dipl. A.Ed., ketua Lembaga Pondok, guru senior dari Gontor Pusat maupun Gontor Cabang, rekan se-angkatan, keluarga, serta warga sekitar.
Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa prosesi akad, sambutan dari wali kedua mempelai, lalu pesan dan naehat dari K.H. Hasan Abdullah Sahal. Acara ditutup dengan do’a, dan perfotoan bersama.AbuFariz
Gontor Putri
Kampus 3 – Generasi gemilang masa depan
sangat ditentukan oleh didikan para Ibu di zaman sekarang. Karena itu, dalam
mempersiapkan para santriwatinya menjadi calon ibu-ibu unggul di masa depan,
Gontor Putri Kampus 3 mengadakan lomba Miss Skill atau dalam bahasa arab
disebut dengan Sayyidatu-l-Kulli atau Sitti-l-Kull yang berarti
wanita serba bisa. Acara tersebut terselenggarakan pada Kamis (5/12) di
Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Sebelum
acara puncak tersebut, para kandidat calon Miss Skill telah melewati berbagai
seleksi yang cukup panjang. Seleksi-seleksi tersebut diantaranya: menggambar
gaun muslimah, melipat serbet, ujian tulis tentang materi Nisaiyyah, Kepondok Modernan,
dan pengetahuan umum, mengukir sabun, membuat hasta karya berbahan dasar
sampah, bermain musik, pidato, tilawah al-Qur’an, menyanyi, menari, memasak,
membuat gaun Barbie serta make-up.
Setelah melewati berbagai seleksi
tersebut, keluarlah satu besar kandidat perwakilan masing-masing angkatan.
Mereka adalah :
Putri
Ellia Kelas 1B
Putri
Husnatu Kelas
1 Intensif C
Nabila
Nurul Aini Kelas 2B
Dwi
Oktaviani Kelas 3B
Nafilah
Munasaroh Kelas 3 Intensif D
Atridha
Zukhruful Q Kelas 4C
Diatas panggung, penampilan para kandidat disaksikan oleh warga Darussalam yang sangat antusias, para kandidatpun diuji oleh para juri dengan soal amplop, soal rebutan, Show Talent, dan Fashion Show. Setelah melewati semua itu, tibalah waktu penentuan siapakah yang akan menjadi Miss Skill tahun ini. Vira Anggaraini Peraih Miss Skill tahun lalu naik ke atas panggung untuk memberikan mahkota kepada salah satu kandidat yang akan menjadi Miss Skill tahun ini. Suasana menjadi tegang, warga Darussalam terlihat begitu penasaran siapakah yang menjadi Miss Skill tahun ini. setelah beberapa menit diatas panggung, Vira Anggraeni akhirnya menyematkan mahkota tepat diatas kepala Nabila Nurul Aini perwakilan dari kelas 2 yang menandakan dialah yang menjadi Miss Skill tahun ini. Adapun Miss Favorite diraih oleh Nafilah Munasaroh Kelas 3 Intensif D.
Penyematan Mahkota oleh Vira Anggaeni Miss Skill 2018 kepada Nabila Nurul Miss Skill 2019
Acara diakhiri dengan pembacaan
total nilai para kandidat, pembagian hadiah, serta perfotoan para kandidat Miss
Skill 2019 bersama para dewan juri. Fikra17
Mantingan – Miss Sport adalah acara rutin pondok modern tiap tahunnya, acara ini dijadikan ajang untuk mentransfer potensi dan kemampuan santri untuk berkarya dalam segala bidang. Miss sport juga mengolah rasa, mengolah pikir dan mengolah raga santri serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian yang maksimal, dengan ini santri bebas berkarya.
Dengan kejuaraan umum yang diraih oleh :1. Shofwatun Najwa 3B
2. Dewi Mufidah 4C
3. Devita Nur
4B
Sorak sorai
menggemparkan bumi Darussalam, 3 piala tertata rapi diatas meja yang mana malam
ini ketiga piala itu menemukan kembali pemiliknya yaitu para sang juara miss
sport tahun ini. Ucapan selamat terdengar riuh berebut menyalami para pemenang,
teruslah berusaha berkarya dan jangan menyerah, karena masih banyak kompetisi
yang harus dihadapi didalam kehidupan kita.
vina
Mantingan – (30/11/2019) Sabtu pagi,
bertempat di lapangan Masjid Gontor Putri 1, seluruh santriwati Darussalam
menyaksikan pelepasan kontingen Gontor Putri dalam kegiatan 1st Asean Seaboree Di Sarimbun
Scout Camp, Singapura. Upacara pelepasan dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh
Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I dan Bapak Wakil Direktur Al-Ustadz Fairuz
Subakir Ahmad, M.A. Kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 1 sampai 12 Desember
ini melibatkan 2 pembina pendamping dan 16 peserta, sebagai berikut:
Pembina Pendamping:
Kak Sammay Alfi Saadah Ponorogo
Kak Mirza Andini Saputri Kalimantan
Peserta:
Itaul Fajriah 3B Gontor Putri 1
Aliyah Kasim 4B Gontor Putri 1
Tiska Walida Nafisa 4C Gontor Putri 1
Naghia Naziha Zauna 3xB Gontor Putri 1
Binta Athivata Tabriez 3xB Gontor Putri 1
Ainur Rahmah Ramadhani 5D Gontor Putri 1
Azizah Nur Alya Bey 5G Gontor Putri 1
Dwice Berkil Fitria 5J Gontor Putri 1
Risqi Nur Amalina 4B Gontor Putri 2
Syifa Nathania Salsabila 4C Gontor Putri 2
Nabila Orchidea Syarifah 5B Gontor Putri 2
Karina Marestasari 3xF Gontor Putri 3
Syafika Sahla 3Xf Gontor Putri 3
Andi Nur Fadhlia 5H Gontor Putri 3
Lighadea Abrar 5B Gontor Putri 5
Yusrina Majida 5C Gontor Putri 5
Dalam sambutannya, Al-Ustadz Ahmad Suharto menegaskan
bahwa Jambore Internasioanl ini bukan hanya sekedar berpramuka, bukan hanya berjalan-jalan,
melainkan ajang expo untuk menunjukkan bagaimana hasil pendidikan di Pondok
Modern Darussalam Gontor, “Ini adalah ajang Expo Pagelaran Gontor di kancah
Internasional. Maka tunjukkan kepada dunia bagaimana mentalmu, kreatifitasmu, disiplinmu, kekompakanmu, militansimu, karena kalian
adalah Duta Gontor Putri”
Upacara pelepasan ditutup dengan do’a yang
dipimpin oleh Al-Ustadz Fairuz Subakir Ahmad, M.A kemudian dilanjutkan dengan
takbir 3 kali sebagai tanda pelepasan peserta kontingen Gontor Putri kali ini. Salsabila