Home Blog Page 241

Kegiatan Ekstrakulikuler Resmi Ditutup

0

GONTOR–Tepat pada Kamis (26/9) siang, seluruh kegiatan ekstrakulikuler Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) resmi ditutup mengingat dekatnya Ujian Semester Pertama tahun ajaran 1440-1441/2019-2020. Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang dinonaktifkan sementara adalah kegiatan bahasa, latihan pidato, kepramukaan, dan latihan wajib setiap klub dan kursus. Ditutupnya seluruh kegiatan ekstrakulikuler di PMDG merupakan strategi untuk memfokuskan santri dalam menghadapi ujian, bukan berarti memberikan kekosongan bagi para santri.

                Adapun kegiatan Kepramukaan ditutup oleh Al-Ustadz H. Taufiqurrahman, S.Ag., melalui upcara yang diadakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Penutupan kegiatan kepramukaan ini dihadiri oleh Majelis Pembimbing Koordinator (MABIKORI), Majelis Pembimbing Gugus depan (MABIGUS), Majelis Pembimbing Asistent (MABITEN) serta seluruh adika santri di PMDG.AbuFariz

Kiai Hasan Hadiri Milad 25 Tahun PP. Darul Istiqomah, Bondowoso

0

BONDOWOSO—Pada hari Senin (23/9) lalu, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal hadir dalam acara Milad ke-25 Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Bondowoso. Kehadiran beliau sangat ditunggu-tunggu dan disambut dengan penuh sukacita.

Setelah Pimpinan Ponpes Darul Istiqomah, K.H. Masruri Abdul Muhid, Lc., menyampaikan sambutan, Kiai Hasan menyampaikan pidato tentang Kepondokmodernan, sekaligus menutup acara dengan doa. Kemudian acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid untuk santriwati.

Dalam pidatonya Kiai Hasan menyampaikan, selama Pondok menegakkan Islam, Al-Qur’an, Syari’ah, Bahasa Arab, dan Ilmu Pengetahuan, Insya Allah Pondok tersebut akan tetap abadi.

Selain menghadiri acara milad, beliau juga menyempatkan untuk bersilaturahim ke beberapa pesantren di sekitar Bondowoso dan Jember, yaitu Pondok Al-Islah, Maqna’ul ‘Ulum, dan Pondok Darul Arqom. Kiai Hasan juga menyempatkan untuk singgah di PMDG Kampus 5, Banyuwangi untuk inspeksi serta memberi wejangan dan nasehat kepada guru-guru senior yang ditugaskan disana. Faruq

By language we can dominate the world

0

Gontor Putri Kampus 3By language we can dominate the world. Kalimat ini  tak asing lagi kita dengar, yang artinya “Dengan bahasa kita bisa menguasai dunia”. Benar sekali, dengan bahasa kita bisa menguasai dunia. Mengapa demikian? Karena bahasa adalah alat komunikasi nomor satu antar manusia di seluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak, kita berinteraksi dengan sesama menggunakan bahasa kita, kita membutuhkan bantuan orang lain dengan cara berbicara menggunakan bahasa dan lain sebagainya. Tetapi, bahasa apa yang bisa menguasai dunia? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Gontor mengajak kita agar bisa menguasai dunia dengan kemahiran berbahasa Arab dan Inggris. Didukung dengan adanya Drama Contest, yaitu acara yang menjadi wadah untuk mengasah kemahiran santriwati dalam berbahasa Arab dan Inggris. Acara ini berlangsung pada hari Ahad(1/9).

            Drama Contest menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh warga Darussalam. Acara ini menyajikan berbagai macam cerita drama yang dibungkus rapi berbahasa Arab ataupun Inggris. Tak kurang dari itu, action para pemeran setiap rayon pun dipersembahkan sebaik mungkin, sehingga warga Darussalam antusias menyambut acara yang sudah menjadi Sunnah pondok ini. Acara ini dibuka secara simbolis oleh Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag selaku wakil pengasuh dan diikuti oleh 20 rayon. Sungguh meriah suasana yang berlangsung pada hari itu.

            Dimulai pada pukul 08.00 – 12.30 WIB dan ditutup dengan pengumuman pemenang Drama Contest. Juara 1 sekaligus The Best Language diraih oleh Rayon Syanggit A. Pemenang Ajwadu-z Zinah diraih oleh Rayon Ghaza B. The Best Actrees diraih oleh Mufidah Silviana. Ajwadu-l Qosshoh diraih oleh Icha Luthfia. Dan yang terakhir, juara umum diraih oleh Rayon Cordova A. Kemudian warga Darussalam kembali ke rayon dengan senang hati. Qurrotul Aini

KMD, Sarana Kaderisasi Pemimpin

0

RIMBO PANJANG – Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Pondok Modern (PM) Gontor Putri Kampus 7 telah dilakasakan selama 8 hari, Kamis (29/8) – Kamis (5/9), di Bumi Perkemahan PM Gontor Putri 7. Pelatihan ini diikuti oleh 160 santri putri yang meliputi, 142 santri kelas 5 KMI Gontor Putri 7, dan 18 santri dari Pondok Pesantren al-Imtinan, Tembilahan.  

Pelatihan KMD di PM. Gontor Putri 7 sebagai sarana penanaman jiwa kepemimpinan santriwati kelas 5 Kuliyyatul Mu’alimat al-Islamiyyah (KMI), sekaligus mempersiapkan pembina pramuka yang handal dan cekatan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kedewasaan mereka yang saat ini bertanggung jawab mengurus rayon.

Dalam pelaksanaannya,  ruang lingkup peserta KMD dibagi menjadi 3 unit yang terdiri dari; Siaga, Penggalang dan Penegak. Setiap masing-masing unit tersedia 70 jam pelajaran dengan durasi waktu 45 menit. Selain itu, panitia mengagendakan kegiatan dalam bentuk game sebagai sarana pendidikan berpramuka seperti; Pesata Siaga (Siaga), Jambore dan Jelajah Alam (Penggalang), dan Geladian Tangguh (Penegak).

Di akhir kegiatan, para peserta KMD mendapatkan penilaian dari dewan pelatih dan pembimbing sebagai tolak ukur kualitas dan skill dalam berpramuka. Penilaian tersebut berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disepakati bersama seperti, ibadah, moral dan sikap pribadi, kepemimpinan dan keteladanan, hubungan (Relationship), pengusaan dan cara melaksanakan materi, usaha meningkatkan kemahiran, dan disiplin. Dengan segala usaha para tim panitia dan pelatih, seluruh peserta KMD tahun ini dinyatakan lulus murni lewat jalur Free Test dan Post Test. Aulia

Ujian Muhadatsah Tutup Kegiatan Berbahasa

0
Santriwati serius menyelesaikan soal muhadatsah

Gontor Putri Kampus 3 – Muhadatsah Pagi merupakan kegiatan harian santriwati yang diadakan setiap usai sholat subuh, yakni pada pukul 4.45-05.15 WIB. Dalam kegiatan ini, pengurus rayon bagian bahasa menyampaikan dua kosa kata baru kepada anggota yang telah duduk perangkatan di depan rayon. Dengan semakin dekatnya masa ujian awal tahun, maka beberapa kegiatan non akademis di Gontor Putri kampus 3 mulai ditutup. Seperti Latihan Kepramukaan, Latihan Pidato, Olah Raga, termasuk Muhadatsah Pagi yang ditutup dengan ujian tulis muhadatsah pada Jumat(27/9). Fikra17

Keluarga Gontor Takziah ke kediaman Presiden RI-Ke 3

0

Jakarta- Setibanya di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada hari Jum’at (13/9) K.H. Hasan Abdulllah Sahal dan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. beserta keluarga menyempatkan diri untuk bertakziah di kediaman almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia yang ketiga, sebelum menghadiri Rapat Dewan Nazir di Pondok pesantren Darunnajah keesokan harinya.

Almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie pernah beberapa kali mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), pada tahun 1999 beliau mengunjungi PMDG untuk meresmikan salah satu gedung asrama.

K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta keluarga disambut hangat oleh Dr. Ing. Ilham Akbar, Dipl.Ing., M.B.A. yang merupakan putra pertama  Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Kiai Hasan mengenang betapa besar jasa bapak Habibie dalam membangun negeri dan menjadi “Bapak Teknologi Indonesia” serta ikut mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Beliau menyampaikan bahwa santri-santri dan asatidz PMDG juga tidak lupa melaksanakan Shalat gaib di Masjid Jami’ setelah Shalat Jum’at tepat, untuk menghormati dan menghargai wafatnya Almarhum.

Presiden RI ke-3 BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.AbuFariz

Fathul Kutub Siswa Kelas 6 KMI: Instruksi Literasi

0

GONTOR – Pada hari Rabu (25/9) pagi, K.H. Hasan Abdullah Sahal hadir dalam penutupan acara Fathul Kutub Siswa Kelas 6, yang juga pada minggu sebelumnya dibuka secara resmi oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan. Beliau hadir bersama Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan salah satu wakilnya, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. bersama para asatidz pembimbing kegiatan Fathul Kutub.

Jika ada anggapan bahwa Gontor tidak mengajarkan kitab kuning kepada para santrinya, tentu itu anggapan yang salah. Karena Gontor mengajarkannya, terkhusus kepada santri senior (kelas 5 dan 6).

Namun cara yang digunakan Gontor berbeda dengan yang biasanya diterapkan di pesantren-pesantren salaf. Gontor menekankan terlebih dahulu perihal penguasaan bahasa arab, yang mana itu semua telah diajarkan semenjak kelas 1. Kemudian, sebelum pelaksanaan kegiatan Fathu-l-Kutub, diadakan pengarahan terkait tata cara membaca buku-buku klasik karya ulama terdahulu.

“Ada pertanyaan yang ngusilin anak Gontor. “Gontor baca kitabnya sanadnya darimana? Ngajinya sanadnya darimana?”. Di Gontor sanadnya adalah sanad tariqah tadris, cara ustadz sekarang mengajar sanadnya adalah ustadz-ustadz yang dulu mengajar. Belajar harus pakai syaikh (guru), jangan men-syaikh-kan tulisan. Maka, membaca apa saja harus baca sebaik-baiknya, karena bacaan kita dinilai oleh orang lain,” tegas Kiai Hasan dalam pesan beliau dalam acara penutupan Fathul Kutub.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan Fathul Kutub kali ini diselenggarakan sejak hari Rabu (18/9) sampai dengan hari Rabu (25/9) berikutnya, dengan melibatkan seluruh siswa kelas 6 yang berjumlah 712 siswa dari kelas 6-B sampai dengan kelas 6-R, dan terbagi dalam 41 kelompok diskusi. habibur_hmz

Wajah Baru Gugusdepan Pramuka Darussalam

0

Kamis siang selalu menjadi hari yang istimewa bagi para santriwati. Dikarenakan adanya kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan di setiap gugusdepan (gudep) masing-masing secara rutin. Gontor Putri 1 memiliki 11 gudep, yang di setiap gudepnya beranggotakan kurang lebih sekitar 200 andika. Setiap gudep diketuai oleh seorang pembina gudep (bindep) yang didampingi oleh para pembantu pembina dari kelas 5. Ada dua tingkatan dalam setiap gudep yaitu penggalang (kelas 1–3) dan penegak (kelas intensif dan 4).

Berbeda dengan kamis biasanya, 19 September 2019 menjadi hari yang bersejarah bagi kepramukaan Darussalam. Hal itu ditandai dengan adanya perubahan nama, warna, serta lambang seluruh gugus depan tanpa terkecuali. Alasan dibalik pergantian total ini adalah standarisasi sitti-l-kull gontori, sehingga andika tetap memegang unsur muslimah dan nisaiyyah. Gagasan yang diusulkan oleh bapak wakil pengasuh K.H. Ahmad Suharto sejak 2 tahun silam ini akhirnya dapat terealisasikan.

Peresmian transformasi gudep ini turut dihadiri oleh seluruh ustadzah dan kelas 6. Setelah melewati diskusi dan pertimbangan yang matang, akhirnya bergantilah panggilan setiap gugusdepan menjadi nama-nama bunga. Disertai juga warna gudep dan filosofi yang sesuai dengan tiap bunganya. Berikut adalah perubahannya:

17-16

Warna merah pada gugusdepan ini melambangkan kekuatan dan keberanian para andikannya, sedangkan kuning menggambarkan rasa bahagia, semangat, dan optimis.

17-18

Kuning melambangkan keceriaan andika andikanya, sedangkan hitam melambangkan kekuatan untuk terus berani maju ke depan.

17-20

Orange memberi kesan semangat, simbol petualangan, optimisme, kepercaan diri serta kemampuan bersosialisasi, yang diharapkan dapat menjadi karakter andika Garbera. Hitam sendiri adalah cerminan keberanian pramuka muslimah dalam menghadapi tantangan.

17-22

Karisma yang dimiliki oleh andikannya serta sifat kebijaksanaan dilambangkan dengan warna ungu, sedangkan silver berarti menenangkan dan menyenangkan.

17-32

Warna ungu melambangkan keagungan dan kebijaksanaan, yang diharapkan andika dari guusdepan ini memiliki karakter yang agung lagi bijaksana dalam segala hal. Sedangkan warna merah muda memberi kesan kelembutan dalam keagungan dan kebijaksanaan seorang wanita.

17-62

Kedamaian dan ketenangan yang disebarkan oleh andikannya dilambangkan dengan warna biru, warna kuning sendiri melambangkan keceriaan dan semangat andikannya.

17-64

Merah melambangkan keberanian serta kesemangatan andika dalam meningkatkan potensinya , sedangkan putih melambangkan kesuciaan, ketulusan, dan ketaatan.  

17-68

Tosca dan Coklat merupakan warna gugus depan Azalea dimana coklat melambangkan warna khas pramuka yang diharapkan setiap andika muda memiliki kesan kuat dan dapat diandalkan. Dan warna tosca melambangkan keseimbangan, kesemangatan dan optimisme yang tinggi.  

17-70

Warna maroon melambangkan keberanian dan keteguhan untuk menegakkan islam, sedangkan pink berarti kasih sayang andika gugusdepan terhadap pramuka.  

17-72

Warna peach menggambarkan sikap lembut, karena pada dasarnya kami pramuka tapi kami tetap menjunjung nilai nilai seorang muslimah yang ideal. Dan keinginan yang kuat dari andikannya untuk memajukan gugusdepan ini dilambangkan dengan warna hijau.

17-74

Kuning melambangkan kebahagian, energik dan ceria yang diharapkan setiap andika muda membawa kesemangatan dan kegembiraan. Hijau sendiri melambangkan kesuburan dan kehidupan yang abadi seperti gugus depan ini yang akan terus maju dan jaya.

kamilaisl

Takziah Kiai Hasan ke kediaman BJ Habibie

0

Jakarta- Setibanya di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada hari Jum’at (13/9) K.H. Hasan Abdulllah Sahal dan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. beserta keluarga menyempatkan diri untuk bertakziah di kediaman almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia yang ketiga, sebelum menghadiri Rapat Dewan Nazir di Pondok pesantren Darunnajah keesokan harinya.

Almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie pernah beberapa kali mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), pada tahun 1999 beliau mengunjungi PMDG untuk meresmikan salah satu gedung asrama.

K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta keluarga disambut hangat oleh Dr. Ing. Ilham Akbar, Dipl.Ing., M.B.A. yang merupakan putra pertama  Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Kiai Hasan mengenang betapa besar jasa bapak Habibie dalam membangun negeri dan menjadi “Bapak Teknologi Indonesia” serta ikut mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Beliau menyampaikan bahwa santri-santri dan asatidz PMDG juga tidak lupa melaksanakan Shalat gaib di Masjid Jami’ setelah Shalat Jum’at tepat, untuk menghormati dan menghargai wafatnya Almarhum.

Presiden RI ke-3 BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.AbuFariz

DISKUSI UMUM KELAS 5

0

Karangbanyu- tepat pada Hari Sabtu 17 Agustus 2019 diadakannya Dikusi Umum untuk santriwati kelas 5 KMI yang bertempatkan di Auditorium. Diskusi ini guna untuk melatih berdiskusi dengan makalah yang mungkin saling bertentangan  satu sama lain, dan agar dapat mengeluarkan ide-ide berupa pendapat, serta penambahan wawasan ilmu. Acara ini dihadiri oleh Al-Ustadz H. Suwarno T.M,S.Ag Selaku Bapak Wakil Pengasuh dan  Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Drs. Muhammad Fauzi, M.Ud untuk memperhatikan perkembangan para santriwati kelas 5 dalam berdiskusi.

Didalam diskusi ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok yang meyakini adanya permasalahan yang dibahas dan kelompok yang bertentangan dengan pembahasan tersebut . Dan tujuan yang paling utama dalam diskusi ini adalah mengajarkan kepada santriwati kelas 5 KMI untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan atau pembahasan dengan adanya pendiskusian. Wafiq ‘Azizah