Home Blog Page 240

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla: Kemodernan Itu Dinamis

0

Gontor – Tepat pukul 07.55 Wib, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sampai di Pondok Modern Darussalam Gontor, setelah melakukan perjalanan cukup panjang sejak pukul 06.00 Wib beliau mulai take off dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Lanud Iswahyudi Madiun dengan Pesawat kepresidenan BAE-RJ 85, untuk meresmikan Menara Baru Masjid Jami’ yang diselenggarakan hari ini Kamis (03/10.2019).

Dalam pidatonya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan tentang perkembangan kemodernan. “Abad ini, abad yang penuh perubahan. Karena itu Saya selalu katakan bahwa Pondok Modern itu sangat berkembang dan sangat dinamis. Modern pada tahun 1930 tentu berbeda dengan modern tahun 2019-2020, dulu kemodernan hanya dimaknai pelajaran umum yang ada di sekolah dan diajarkan di kelas. Pada waktu itu modern itu pendidikannya. Dan hari ini modern jauh berkembang dari seperti itu, dan juga ekonomi kita berkembang sangat luas, kalau zaman dulu ekonomi itu terbatas, transaksi di daerah pun terbatas, tapi sekarang orang di rumah saja bisa berdagang ke seluruh dunia,” ujar beliau.
Selain itu, Jusuf Kalla juga sangat mendukung pengembangan akademis terkhusus dalam bidang ekonomi syariah yang sedang dicanangkan oleh pihak UNIDA Gontor. “Karena, kalau semuanya kita persulit, ekonomi syariah itu, maka kita sendiri yang mempersulit kehidupan kita sendiri,” terang beliau.
Melihat dari turunnya produksi minyak di negara-negara Timur Tengah dan Indonesia, beliau juga menyampaikan bahwa kita harus meningkatkan ekonomi kita dari sektor-sektor yang masih bisa dikembangkan. “Untuk itu, ekonomi kita harus muncul lagi dari sektor lain, sektor pertambangan yang lain, sektor pertanian, sektor industri, dan lain sebagainya. Dan itulah pak kyai dan pak rektor tentu yang diajarkan di sini bagaimana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan umat,” jelas beliau.
Dengan berbagai kejadian diatas, Gontor dituntut bagaimana mengerakkan ekonomi masyarakat dengan baik, oleh karena itu beliau ingin Gontor menjadi pelopor perubahan-perubahan pesantren menjadi lebih modern, lebih mengusai zaman dan dekat dengan ummat tentu dengan pola-pola pendidikan yang dinamis, karena di Gontor secara tidak disadari diajari pula pendidikan kewirausahaan.

KH. Hasan Abdullah Sahal: NKRI Harga Mati, Sampai Mati

0

Gontor – Kedatangan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla kesekian kalinya ke Gontor dalam kunjungan kerjanya bukanlah hal asing bagi Gontor, kali ini beliau datang ke Gontor untuk meresmikan menara baru masjid jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Beliau juga termasuk Wakil Presiden yang cukup sering berkunjung ke Gontor, dan sering sekali mengikuti perkembangan Gontor sejak tahun 70-an hingga kini, bahkan beliau juga turut serta dalam mendirikan Gontor yang berada di Poso.

Oleh sebab itu, dalam sambutannya, KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa Wapres Jusuf Kalla bukanlah orang lain melainkan beliau sudah menjadi keluarga pondok. “Tamu kita ini bukan orang lain. Walaupun Bapak Jusuf Kala ini tidak menjadi wakil presiden, beliau ini sudah menjadi keluarga pondok, adiknya yang sebelah sana Ustadz Suhaili Kalla adalah adik dari beliau yang pernah mondok di Gontor”, ungkap Kiai Hasan.
Kiai Hasan juga menegaskan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor ini dari dulu hingga sekarang selalu bersama dengan NKRI untuk membina umat di dalam pendidikan dan tidak berpolitik praktis. “Saya katakan pendidikan karena di sini tidak berpolitik praktis. Kami berpolitik pendidikan. Kami mendidik politikus-politikus yang baik, tapi kami tidak berpolitik. Alhamdulillah Pak, presiden pertama, kedua, ketiga, keempat sampai ke tujuh, datang ke sini semuanya. Mereka menyetujui, merestui dan menganggap Pondok ini adalah aset Negara Republik Indonesia,” tegas beliau.

Kiai hasan juga mengungkapkan, bahsawasannya beberapa minggu yang lalu juga sempat berkunjung ke Papua, tepatnya di Sorong memenuhi undangan salah satu pesantren alumni Gontor yang sedang mengembangkan pesantrennya di bumi cenderawasih tersebut. Beliau memaparkan bahwasannya disana kaya sekali hasil alam dan itu tidak terbantahkan. Dan beliau menilai bahwa Indonesia sangat kaya dengan hasil bumi dan lautnya, jadi itu harus di kembangkan.

Kemudian Kiai Hasan melanjutkan dengan semangat nasionalismenya, mengatakan bahwa kebhinekaan Indonesia tidak boleh terurai. “Saya tidak rela ada kaki-kaki asing masuk menginjakkan kaki di tanah air Indonesia. Aset-aset kita kaya, kita Indonesia ini kaya jangan sampai dipecah-pecah jangan sampai dikoyak-koyak dan jangan sampai dikotak-kotakkan,” pesan beliau. Kemudian beliau juga menegaskan, “jika di Indonesia terdapat 4 pilar kebangsaan diantaranya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, sedangkan disini NKRI harga mati, sampai mati.” Ini merupakan salah satu bukti bahwa pesantren selalu cinta tanah air Indonesia.

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla Resmikan Menara Baru Masjid Jami’ Gontor dan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor

0

GONTOR – Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dalam kunjungan kerjanya akan meresmikan Menara Baru Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor dan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kamis, 03 Oktober 2019 di Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Rombongan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla tiba di Universitas Darussalam Gontor pada pukul 07.45 Wib menggunakan helikopter Super Puma, ditemani oleh Menkominfo Rudiantara dan Gubernur Jawa Timur ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, kemudian Wakil Presiden beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Modern Darussalam Gontor dengan menggunakan transportasi darat.

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla hadir bersama jajaran menterinya dan Gubernur Jawa Timur. Turut hadir dalam pertemuan di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor di antaranya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan, anggota badan wakaf dan juga ketua-ketua lembaga di PMDG, guru-guru sebanyak 519 orang dan juga para santri PMDG 4448 orang dan tamu undangan 248 terdiri dari instansi pemerintahan kabupaten Ponorogo, Kyai-kyai pondok pesantren di Ponorogo dan juga Rektor Perguruan Tinggi di Ponorogo, jadi tota seluruh undagan dalam acara Kunjungan Kerja Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sebanyak 5215 orang.

Usai peresmian menara baru itu, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla langsung menuju ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor untuk menyerahkan dan meresmikan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor atau Center of Islamic Economic Studies (CIES), yang pada awal peletakan batu pertamanya juga oleh M. Jusuf Kalla dan Bapak Suahaeli Kalla yang mewakili dari pihak keluarga. Gedung CIES ini difungsikan sebagai gedung pusat Studi Ekonomi Islam, pusat kajian dan gerakan bisnis strategis yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan manajemen. Gedung yang terdiri dari dua lantai yang luasnya hingga 52m x 29,5m, menelan dana pembangunan total kurang lebih 11 miliar rupiah, dan seluruh pembiayaannya merupakan bantuan dari keluarga Haji Kalla.

Fathul Kutub, Uji Kemampuan Berbahasa dan Keilmuan Siswi Akhir

0

RIMBO PANJANG – Pada hari Sabtu (21/9), pagi. Direktur Kuliyyatul Mu’alimina-l Islamiyyah (KMI­) Pondok Modern (PM) Darussalam Gontor Pusat Ponorogo, al-Ustadz K.H. Mashudi Subari M.A membuka agenda Fathul Kutub. Acara tersebut diikuti oleh siswi akhir KMI yang berjumlah 162, bertempat di lapangan serba guna PM. Gontor Putri Kampus 7.

Sambutan singkat dari Wakil Direktur PM Gontor Putri Kampus 7, al-Ustadz Muhammad Jamaluddin, M.Pd.I. mengawali acara pembukaan. Sambutan kedua, disampaikan oleh Wakil Pengasuh PM Gontor Putri Kampus 7, al-Ustadz K.H Muhammad Ma’ruf Chumaidi. Dilanjutkan dengan pesan dan nasihat dari Direktur PM. Gontor Pusat, al-Ustadz K.H Mashudi Subari M.A.

Dalam nasihatnya, beliau menyampaikan bahwa siswi akhir KMI harus merasa menjadi yang terakhir di setiap tempat, terakhir dalam arti memberikan terbaik untuk terakhir kalinya. Maka, di dalam menjalani semua aktivitas pondok harus dengan setulus hati dan jiwa. Berorientasikan kepada give, give, and give, “Memberikan” yang terbaik untuk segala macam pergerakan di pondok ini. 

Beliau juga mengingatkan kembali kepada seluruh keluarga pondok; baik santri, maupun guru, bahwa seorang pemberi itu harus mempunyai sesuatu untuk diberinya. Agar pemberiannya dapat bermanfaat bagi orang lain.  “Faaqidu as-Syaii la Yu’thii,” – orang yang tidak memiliki sesuatu, bagaimana ia bisa memberi.

Dalam sambutannya pula, al-Ustadz Mashudi bercerita bahwa Gontor dikenal dengan sistem yang modern, tetapi Gontor tetap mengadakan pembelajaran kitab kuning ini. Walaupun  pembelajaran kitab kuning di Gontor berbeda dengan pembelajaran kitab kuning di pesantren salafi pada umumnya, karena di Gontor pembelajaran dilakukan dengan memberikan masalah seputar fikih, hadist, dan akidah yang telah ditentukan oleh panitia.

Dalam pelaksanaan Fathul Kutub ini, santriwati secara berkelompok mencari penyelesaiannya dalam kitab-kitab kuning yang telah disediakan. Kemudian mendiskusikannya bersama teman satu kelompoknya dengan dibimbing dua orang guru senior. Maka, untuk mempermudah memahami isi dan kandungan kitab, santriwati dibekali dangan ilmu seperti, Nahwu dan Sharaf. Meymey

MUWAJJAH KELILING INTENSIFKAN BELAJAR SANTRI

0

DARUSSALAM–Ujian di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adalah sebuah sistem evaluasi standar pendidikan secara umum yang dilaksanakan oleh Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), sebagai tolak ukur kemampuan siswa dalam memahami dan mendalami materi yang telah diajarkan sebelumnya.

Untuk mencapai standar kemampuan siswa yang maksimal, KMI melalui panitia ujian awal tahun ini, mengadakan kegiatan belajar malam keliling atau disebut juga dengan istilah Muwajjah Keliling di sekitar area Pondok dengan bimbingan para guru dan dipantau langsung oleh Pimpinan PMDG.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Selasa (1/10) dan dihadiri oleh seluruh guru, baik guru junior maupun senior, yang dilanjutkan dengan membimbing belajar santri mulai pukul 20.00-21.30 WIB, setiap hari hingga akhir masa ujian lisan.

Kegiatan Muwajjah keliling ini diadakan guna mengintensifkan kegiatan belajar santri pada malam hari dengan pengawasan seluruh asatidz KMI sebagai persiapan menghadapi ujian awal tahun. Ghazna

H-2 Kedatangan Wapres JK, Para Petugas Penyambutan Terus Bersiap

0

GONTOR – Dua hari lagi, Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla akan tiba di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Seluruh panitia penyambutan tengah mempersiapkan segala hal untuk menyukseskan acara yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Oktober 2019.

Sore ini (1/10), terlihat para santri yang akan bertugas sebagai pasukan pembawa bendera sedang berlatih di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Rencananya, pasukan ini akan berbaris mengiringi kedatangan rombongan Wapres hingga masuk ke tempat silaturahim. Hari sebelumnya, para anggota Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND) juga mengadakan latihan di halaman Masjid Jami’ PMDG.

Wapres Jusuf Kalla rencana akan tiba di Ponorogo hari Kamis pagi (3/10). Beliau akan mengunjungi Gontor dalam rangka silaturahim sekaligus meresmikan Menara Masjid Jami’ PMDG dan Gedung Centre for Islamic Economic Studies (CIES) Universitas Darussalam Gontor.

Sejak satu minggu ini, para aparat dari TNI dan Polri selalu mengadakan pengecekan secara berkala di lokasi PMDG. Siang tadi, Sekretaris Wakil Presiden tengah hadir langsung untuk melihat kesiapan beberapa titik yang akan dijadikan tempat berlangsungnya acara.

Semoga, semua persiapan terkait acara ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga pada hari Kamis nanti, agenda silaturahim dan peresmian dapat berjalan dengan baik. #brada

Ciptakan Miliu Ujian Mulai Dengan Pembukaan Muajjah Malam

0

Gontor Putri Kampus 3 – Selasa(1/10), tepat pada pukul 20.00 WIB sejumlah kurang lebih 200 guru berkumpul di depan gedung Al-Azhar PMDG Putri Kampus 3 guna mengikuti Pembukaan Muajjah Malam. “Bukan Pembukaan Muroqobah Muajjah, tetapi tajdidu niyah” Bapak Wakil pengasuh menekankan bahwasannya acara ini bukan untuk membuka muajjah yg sudah lama berjalan, tetapi untuk memperbaharui niat guru dalam mengawas belajar santriwati.

Ya, kegiatan Muajjah atau belajar malam merupakan kegiatan rutin setiap hari, kecuali hari Ahad dan Kamis –karena pada hari itu diadakan latihan pidato– memang sudah berjalan sejak awal tahun ajaran baru, tetapi dengan diadakannya Pembukaan Mujjah Malam ini, diharapkan Guru memperbaharui niatnya untuk mengontrol dan mengawas belajar anak. Dalam pembukaan ini, Wakil Pengasuh menyampaikan 4 faedah dari Muroqobah Muajjah bagi guru-guru, yaitu: do’a bagi anak-anak, mengontrol belajar anak dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran yang sudah dibaca malam hari itu, menciptakan miliu belajar pun sebagai amal jariyah bagi guru.

Sedangkan Bapak Wakil Direktur, berpesan kepada para guru untuk menularkan pengalaman belajar mereka dahulu kepada anak-anak. Dalam hal ini, beliau berharap anak-anak bisa mengikuti tips-tips belajar dari guru mereka yang sudah lebih berpengalaman. Mikel

Inspeksi KH. Hasan Abdullah Sahal ke Lampung, Kunjungi Calon Pondok Gontor Putri Baru

0

LAMPUNG-Ahad (29/9) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal berkunjung ke PMDG Kampus 8, Way Jepara, Lampung dalam rangka inspeksi calon Pondok Gontor Putri yang baru, seperti yang dirumuskan pada Sidang Badan Wakaf ke-84. Sebelum diproyeksikan menjadi Gontor Putri, PMDG kampus 8 sejatinya adalah Taman Kanak-kanak (TK) sehingga tidak ada pembelajaran dengan sistem KMI disana.

Pada inspeksi tersebut, Wakil Pengasuh PMDG kampus 8, Al-Ustadz Abdullah Syukron, S.Ag., Wakil Pengasuh PMDG Kampus 9, Al-Ustadz Drs. H. Hariyanto Abdul Jalal, dan juga Ketua Yayasan Perluasan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) Al-Ustadz Imam Shobari, S.Ag. mengadakan acara perkumpulan silaturrahim Guru PMDG kampus 8 dan masyarakat sekitar bersama Bapak Pimpinan PMDG. Mayoritas masyarakat yang hadir adalah para waqif yang akan mewakafkan tanahnya untuk keperluan perluasan PMDG kampus 8 dan juga beberapa perangkat desa.

Di akhir acara, diadakan penandatanganan ikrar wakaf oleh para wakif, Ketua YPPWPM, dan Pimpinan PMDG. Reyzin

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Wisuda ke-4 STKQ Al-Hikam, Depok

0

DEPOK- Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo; KH. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara wisuda ke-4 Sekolah Tinggi Kulliyyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam, Depok pada hari Sabtu, 28 September 2019. Acara ini dihadiri oleh 19 wisudawan, tamu undangan, dan civitas akademika STKQ Al-Hikam, Depok. Bertempat di sekitar masjid kampus, acara ini berjalan khidmat.

Hasan Abdullah Sahal pada kesempatan itu menyampaikan orasi ilmiah tentang “Kemuliaan dan Fungsi Al-Qur’an”. Beliau juga menyampaikan bahwa ada 5 hal yang tidak akan hilang hingga hari kiamat. Pertama; Islam dan Keislaman. Kedua; Al-Qur’an. Ketiga; Bahasa Arab. Keempat; Syariah Islamiyah. Kelima; Ilmu Pengetahuan.

STKQ Al-Hikam didirikan oleh Alm. KH. Ahmad Hasyim Muzadi, tokoh NU yang merupakan salah satu alumni PMDG. Setelah sepeninggal Alm. Pondok ini dipimpin oleh Al-Ustadz Muhammad Yusron bin Alm. KH. Ahmad Hasyim Muzadi yang juga merupakan Alumni PMDG tahun 2005.

Setelah rentetan acara di STKQ Al-Hikam selesai, rombongan KH. Hasan Abdullah Sahal melanjutkan perjalanan menuju kediaman Wali Kota Depok; Al-Ustadz Dr. KH. Muhammad Idris, M.A. yang juga merupakan alumni PMDG untuk bersilaturrahim bersama Bapak Wali Kota dan beberapa tokoh IKPM Depok. Reyzin

Malam Ini, Gontor Adakan Nobar Film G-30S PKI

0

DARUSSALAM – Pondok Modern Darussalam Gontor kembali mengadakan nonton bareng Film Dokumenter G-30S PKI. Acara ini rencana akan dilangsungkan pada malam ini (29/9), pukul 20.00 WIB. Demi kelancaran acara, Pengasuhan Santri telah mempersiapkan beberapa hal terkait agenda yang setiap tahun diadakan di PMDG ini.

Siang tadi, para santri dilarang untuk keluar asrama. Mereka diwajibkan untuk tidur, demi persiapan malam harinya menonton bersama film yang menceritakan kekejian gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menculik dan membunuh para jenderal TNI pada tahun 1965.

Pemasangan LED untuk nobar Film G-30S PKI

Terlihat layar Light Emitting Diode (LED) berukuran 3 x 5 meter tengah dipasang sejak sore. Agenda khusus ini diadakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), tepatnya menghadap ke barat atau Masjid Jami’ PMDG untuk para santri. Sedangkan para asatidz, nonton bersama akan diselenggarakan di Aula Robithoh di waktu yang sama. #brada