Gontor – Kumandang adzan Isya’ mulai terdengar dari ujung pengeras suara Menara Gontor, para santripun bergegas mengambil air wudhu kemudian segera memasuki Masjid dan mengisi shaf terdepan di Masjid Jami’, siap untuk memenuhi panggilan-Nya. Begitulah sekilas suasana sholat Isya’ di kampung damai ini. Tetapi, pemandangan malam hari ini, Senin (29/07/2019), ada sedikit suasana yang berbeda. Terlihat raut wajah-wajah tegang dan tidak sabar dari para santri, dan tidak ada satupun yang membuat percakapan ringan seperti biasanya, masing-masing terlarut dalam do’a, memohon hasil yang terbaik kepada Allah SWT untuk kesuksesan rayonnya.
Ya, itulah malam detik-detik menjelang acara pembagian hadiah, yang menjadi penghujung rangkaian acara perlombaan antar rayon yang merupakan bagian dari acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA). Acara ini sekaligus diisi penampilan group musik Siswa Darussalam Sanah Sadisah yang biasa dikenal dengan Sidasa Band.Band ini adalah kumpulan santri-santri kelas 6 yang memang memiliki passion dalam kreativitas seni musik. Tidak hanya sampai disitu, beberapa penampilan lainnya juga turut memeriahkan acara ini, seperti silat jawa, pantomim, lenong, dan serial drama ‘Tanah Seribu Mimpi’, yang seluruhnya ditampilkan oleh santri dari kelas tiga intensif dan kelas empat.
Hadiah-hadiah dalam acara ini dibagikan kepada para pemenang dari rangkaian perlomban Khutbatu-l-‘Arsy sebelumnya. Mulai dari Poetry Reading and Song Festival, Demonstrasi Bahasa, PORSENI, sampai perlombaan baris-berbaris antar rayon. Acara yang diketuai oleh Aqbil Fikri (3 int C), Ayyasi (4B), dan Abdullah Zaim (3 int B) ini mengusung tema “Bersama menjalin ukhuwah islamiyah, bersama menggapai cita-cita membentuk generasi yang unggul dan berprestasi”. Jadi, secara tidak langsung, Gontor mendidik santri-santrinya untuk terus meraih prestasi dalam rel-rel keislaman, tanpa melupakan nilai-nilai ukhuwah islamiyah.
Hal ini ditegaskan dalam sambutan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Agus Mulyana, selaku ketua panitia Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Beliau menyampaikan, “bahwa diadakannya acara semacam ini adalah untuk berdakwah, dan berdakwah itu tidak harus berdiri di mimbar masjid. Tapi, sebagai santri Gontor, harus bisa berdakwah di mana saja dan dengan cara apa saja”. Acara ini juga dihadiri oleh K.H. Masyhudi Subari dan Al-Ustadz Saiful Anwar selaku penyerah hadiah. Ditutup dengan pengumuman juara umum, acara ini berlangsung meriah sampai akhir. Rayon Solihin 1 pun tampil sebagai juara umum rentetan perlombaan Khutbatu-l-‘Arsy, sementara PORSENI dijuarai oleh rayon Wisma Hadi. #FachriR
Malam Pembagian Hadiah & Sidasa Band
Rapat Koordinasi II Panitia Idul Adha 1440-1441 H
Pelaksanaan Idul Adha kian terhitung oleh jari, karena itu diperlukan persiapan yang matang untuk menyambut hari besar Umat Islam ini. Demikian pula, dengan berjalannya rapat koordinasi ke-dua bagi panitia Idul Adha 1440-1441 turut berandil besar dalam menyukseskan acara tersebut.
Sabtu (27/7) Rapat Koordinasi Panitia Idul Adha ini bertempat di gedung Beirut, dan dihadiri oleh seluruh guru. Rapat diadakan guna membahas hasil usaha pada setiap bagian dalam waktu dekat ini juga, beberapa evaluasi agar kepanitiaan berjalan lancar tanpa hambatan berkala.
Malam Unggun Gembira, Acara Puncak LP3 2019
Gontor – Seiring berlangsungnya rentetan acara khutbatu-l-arsy, hari ini merupakan hari terakhir untuk acara Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3). Yang mana pada malam ini diadakan acara Unggun Gembira sebagai acara puncak LP3 XXXI, sebelum ditutup resmi LP3 ini esok hari. LP3 kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diadakan di tempat yang baru yaitu di sebelah barat lapangan windu gontor. Acara kali ini dihadiri oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana sekaligus membuka acara Unggun Gembira kali ini. “Pada acara unggun gembira ini terdapat 13 acara yang ditampilkan dari berbagai pondok. Untuk mengadakan acara unggun gembira ini menghabiskan kira-kira 50 juta untuk menyewa rejing dan panggung, sedangkan sound system dan lighting semuanya dari pondok”, Ujara Aliwafa / 6J / sebagai penanggung jawab dari acara unggun gembira, saat diwawancarai oleh tim kontributor PKA 2019. Dan acara LP3 kali ini berbeda dari sebelumnya karna pindah dari Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ke lapangan windu, dan untuk acara yang ditampilkan pada unggun gembira kali ini lebih condong ke budaya Indonesia. “Dengan pindahnya tempat LP3 kali ini para peserta lebih merasa bersemangat dan lebih menarik karena ada stand-stand baru, disamping kesenangan para peserta ada juga kisah sedih dari mereka, yaitu apabila ketika mereka telah maksimal dalam lomba dan ternyata belum mendapat kemenangan”, ungkap Nizamuddin dan Naufal Fathan peserta yang berasal dari pondok Darul Hijrah Kalimantan, ketika di wawancarai.” #Fardan
Tak Ada Rotan Akarpun Jadi, Tak Ada Daging Tahu Tempepun Jadi
Gontor – Salam Pramuka….! Bumi perkemahan pagi ini (28/07) terlihat ramai karena hari ini kegiatan perlombaan yang dipertandingkan antar kontingen juga masih padat sehingga kakak pendamping masing-masing kontingen harus memutar otak agar cabang perlombaan yang dipertandingkan hari ini dapat diikuti seluruhnya. Ada perlombaan baris-berbaris, penjelajahan lokasi dengan menggunakan kompas dan juga lomba masak-memasak. Kegiatan kepramukaan ini sudah mulai terlihat pada pintu gerbang masuk Gontor yang ada di Gambia, disana terdapat beberapa anak sedang serius menulis koordinat sesekali diantara mereka menggunakan kompas untuk mengetahui arah yang pas, adik-adik kontingen dari penggalang dan penegak ini terlihat sangat enjoy dengan perlombaan ini. Di sisi yang lain juga terlihat beberapa peserta lomba yang duduk santai di pertigaan utara lapangan hijau Gontor dengan memegang sebuah pena dan juga kertas di tangan sedang menulis sesuatu dengan muka agak sedikit serius, kemungkinan dia memang fokus. Terlihat pula beberapa peserta berjalan mondar-mandir pada sisi utara lapangan dengan memegang sebuah tongkat tampak berjalan dari timur menuju barat dan bahkan sebaliknya.
Baca : Pramuka Menumbukan Pola Kerjasama Group Atau Tim Bukan Individu
Sedangkan di Bumi Perkemahan (BUPER) lapangan 8 windu Gontor lokasi Lomba Pramuka Penggalang dan Penegak (LP3) sedang berlangsung juga perlombaan yang tak kalah menarik, sekilas pada jalan masuk menuju bumi perkemahan akan terlihat puluhan adik-adik sedang asyik duduk di lantai paving Buper dengan memegang Suthil (alat goreng) menghadap wajan dan kompor terlihat tangan-tangan terampil adik-adik ini membolak-balik masakan yang ada diatas wajan. Ada diantara mereka yang menggoreng tempe, ada yang terlihat berhati-hati mengiris tahu yang kemudian diatasnya diberi sepotong daging tipis, ada juga yang terlihat sedang menggoreng tempe dengan dicampur dengan adonan tepung beras dan panir akan tetapi agak sedikit kekurangan minyak goreng sehingga hasil gorengannya tampak gosong.
Dalam kepramukaan prinsip “Tak Ada Rotan, Akarpun Jadi”, maka adik-adik ini saat memasak juga memegang prinsip “Tak Ada Daging, Tahu & Tempepun Jadi”. Memang tema yang diusung pada perlombaan kali ini adalah memasak bebas dengan bahan baku utama tahu dan tempe. “Dengan tahu dan tempe tersebut para adik-adik harus mampu mengolah dan menyajikan makanan yang paling enak dan diberi kebebasan untuk berkreasi dalam memasak dengan bahan tambahan yang diinginkan oleh peserta”, begitu ungkap Kak Akmal Firdaus, salah satu juri dalam perlombaan ini. Ada sedikitnya 5 orang juri yang keliling memantau hasil masakan para peserta dan tidak jarang kakak-kakak juri ini mengingatkan jika ada peserta yang cara memasaknya kurang maksimal.
Kuliah Umum Babak 1 dan 2 Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA)
Mantingan-Kuliah Umum Babak 1 dan 2 dilaksanakan pada hari Ahad, 28 Juli 2019 bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, acara ini dihadiri oleh segenap Asatidz dan Ustadzat, serta Bapak Pimpinan yang turut hadir mengisi acara ini. Seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 1 – 2 dan seluruh Mahasiswi reluger Universitas Darussalam Kampus Mantingan.
Kuliah Umum adalah acara rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang dilaksanakan setiap tahunnya di Gontor Pusat maupun Cabang. Acara ini rutin dilaksanakan agar semua paham bagaimana sejarah-sejarah Pondok Modern Darussalam ini berdiri dan bagaimana perjuangan para Kyai untuk santrinya dimasa lampau.
Di Kuliah Umum Babak 1 Al- Ustad K.H Hasan Abdullah Sahal mengumumkan juara baris-berbaris antar konsulat, kemudian disusul dengan pemberian hadih kepada para pemenang. Sejarah demi sejarah dijelaskan, bagaimana awal mula Pendirian PMDG, dan segala perjalan PMDG hingga menuju 1 abad gontor.Rahma
PKA – Pekan Perkenalan Khutbatu-L-‘Arsy
Mantingan – Sinar mentari kala pagi, menyambut hari, hembusan angin menerpa kampung nan damai ini. Dan tepatnya pada hari Ahad, 28/7 – Gontor Putri Kampus 1 dan 2 mengadakan agenda wajib tahunan yakni, Pekan Perkenalan Khutbatu-L-‘Arsy ( PKA ). Yang diadakan tepat dilapangan Gontor Putri Kampus 1 – Depan Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Dan Pukul 07.00 WIB agenda tahunan ini resmi dimulai.
Kehadiran dan wejangan Bapak Pimpinan adalah sebuah momentum yang sangat dinanti-nanti, oleh segenap warga kampung nan damai – suatu kesyukuran. Dan untuk kesekian kalinya, beliau beserta sang istri turut hadir, pun tidak pernah absen dalam menghadiri agenda tahunan nan sakral ini. Dan segenap asatidz dan ustadzaat, ikut memeriahkan acara ini.

Pasukan pengibar bendera, Gema Nada Darussalam, Tanjidor, Pasukan baris – berbaris, Tari Massal, Gymbas, Atraksi Koord, Tembang 90 tahun Gontor, dan Parade Barisan. Turut menghiasi suasana kota santri pagi ini. Semarak suasana PKA, mampu membangkitkan semangat jihad para penghuni kampung nan damai ini.
Dan tema PKA kali ini adalah “GONTOR GARDA TERDEPAN MEMBINA BANGSA, MEMPERTAHANKAN PERADABAN”. Dengan membawa harapan agar Gontor mampu mempertahankan eksistensinya, tentunya di bidang lembaga pendidikan. WANDA
Gladi Resik Ke-5 Panggung Gembira Prominent Generation
Gontor – Panggung Gembira (PG) Kelas 6 merupakan acara puncak pada Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, tahun ini Prominent Generation Kelas 6 berkesempatan mempersembahkan kreativitas seni ini. Nama “Prominent Generation” sendiri membawa misi sebagai Generasi yang mampu berjuang pada garda terdepan dalam menjunjung tinggi nilai, ideologi, sistem dan program-program Pondok Modern Darussalam Gontor.
Penampilan Panggung Gembira ini sangat beragam konten seni yang ditampilkan mulai drama berbahasa Inggris, choir, seni musik, hadrah, tari-tarian daerah hingga modern dance yang di kemas oleh tim koreografi yang dibimbing langsung oleh para guru-guru, hingga wayang orang dengan dua bahasa khas Gontor baik Bahasa Arab maupun Inggris yang sangat kental intonasi khas jawa dengan tokoh-tokoh pewayangan. Semua penampilan kreativitas kelas 6 terasa penuh dengan nilai-nilai khas Pondok pesantren karena semua itu cerminan dari apa yang mereka dapatkan selama menjadi santri.
Sementara dalam gladi malam ini seperti biasa dihadiri oleh seluruh pembimbing Kelas 6 yang terlibat langsung dalam progres perkembangan latihan santri-santri kelas 6 selama ini, tampak dalam barisan depan meja yang disediakan pada tenda ada tim juri yang diduduki oleh ustadz. Taufiq Affandi dan juga Ustadz Bambang pada sisi barat adapun pada sisi tengah turut hadir pula ustadz Farid Sulistiyo, Lc wakil Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor yang juga menjadi salah satu Tim Juri. Selain tim juri hadir pula guru-guru senior yang ingin melihat penampilan gladi Panggung Gembira kelas 6 malam ini seperti ustadz Agus Budiman yang duduk di meja tengah tenda tampak serius pula mengamati progres perkembangan penampilan PG.
Malam ini juga terlihat spesial karena banyak pula para tamu yang turut berpartisipasi dalam meramaikan gladi resik ke 5 ini, tampak pula tim-tim Lomba Pramuka Penggalang dan Penegak (LP3) yang tidak ingin ketinggalan menikmati sajian pentas seni kelas 6 malam ini.
Gladi resik ke-5 pada malam hari inipun terlihat lebih rapi, dari segi tatanan panggung, penggunaan lostum peserta dalam penampilan lebih mendekati nyata sebagaimana mereka akan tampil dipanggung nanti, penggunaan mic yang cukup taktis, kualitas sound sistem yang baik hingga penggunaan lighting yang dikemas apik dalam tiap penampilan acara semakin menambah kesan hidup suasana panggung. Yang perlu dijaga dalam 1 minggu ke depan adalah konsistensi kelas 6 dalam setiap penampilannya, menjaga stamina agar tetap vit karena mereka masih menyisakan 1 kali lagi Gladi Resik yang akan mereka namai sebagai GLADI SUCI pada hari kamis (01/8) nanti sebab saat itulah gladi terakhir sebelum tiba saatnya mereka akan tampil pada 3 Agustus 2019.
Beginilah suasana PKA di Kampus Putri 1
Mantingan – Ahad 27 Juli 2019 lalu, telah diadakan upacara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dan 2. PKA merupakan kegiatan yang hukumnya wajib di Gontor, maka dari itu setiap tahun acara ini dilaksanakan disetiap kampus Gontor pusat maupun cabang. Pekan Perkenalan ini dimeriahkan dengan rentetan acara-acara sebelum dan sesudahnya, seperti Pekan Olaharaga Darussalam (POD), haflah wuddiyah, LPG/TPi (Lomba Perkemahan Galang/Tegak Putri), Pelangi Antar Nusa (PAN), Drama Arena maupun Panggung Gembira. Meskipun PKA rutin diadakan setiap tahun, namun PKA bukan sekedar rutinitas. PKA mengandung arti dan manfaat yang luar biasa bagi segenap penduduk Pondok Modern Darussalam Gontor, karena PKA memahamkan segenap santri dan guru-guru tentang bagaimana Pondoknya, apa tujuannya, bagaimana dinamikanya, apa prinsipnya, siapa saja yang ada didalamnya, bahkan bagaimana sejarahnya.
Apel tahunan PKA diadakan di lapangan depan audiatorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 1, diikuti oleh seluruh santriwati PMDG Putri kampus 1 dan 2 serta segenap guru dan tamu undangan. Acara berangsung dengan khidmat dengan dukungan cuaca yang cerah dan penampilan para petugas upacara yang optimal, tentunya setalah persiapan yang matang. Begitupun pada akhir-akhir acara ini lebih meriah lagi dengan penampilan atraksi-atraksi oleh para santri, mulai dari penampilan MBGND (Mercing Band Gema Nada Darussalam, atraksi pramuka, senam kreasi, dan yang terakhir yaitu tari masal. Penampilan-penampilan tersebut disajikan dengan berbagai inovasi baru yang sarat akan kreativitas, mulai dari kostum, gerakan, musik hingga formasinya.
Khutbatu-l-‘Arsy tahun ini berbeda karena pada tahun ini kita semua menyongsong 1 abad Pondok Modern Darussalam Gontor. KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan agar momen ini dapat kita jadikan sebagai momen untuk memperdalam pemahaman kita terhadap pondok, meningkatkan perhatian kita terhadap dinamika pondok yang dahulu dan sekarang serta inovasi apa yang akan kita adakan untuk pondok dimasa akan datang. Dalam hal ini beliau mengatakan bahwa perjalan Gontor –meskipun telah mengalami dinamika yang panjang- sebenarnya masih sangat panjang; masih belum ada apa-apanya dengan yang dicita-citakan Trimurti pendiri Pondok. Rakafadel
Pramuka Menumbukan Pola Kerjasama Group Atau Tim Bukan Individu
Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak atau LP3 adalah kegiatan kepramukaan Tahunan yang diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan ini tentu saja meyajikan berbagai macam lomba, diantaranya adalah snippershoot, sandi-sandi, step, hasta karya, dan masih banyak lagi. Pada malam hari ini, (Jum’at 27/07/2019), para peserta LP3 dengan serentak mengikuri lomba step. Lomba ini dilaksanakan di sekitar gedung Aligarh dan sekitar gedung BPPM, dengan dibagi menjadi beberapa tempat untuk menilai perlombaan.
Para peserta terlihat sangat bersemangat dalam setiap hentakan kakinya. Tidak hanya kelincahan kaki, kekompakan dan improvisasi dalam perlombaan juga dibutuhkan untuk membuahkan hasil yang maksimal di dalam perlombaan. Contohnuya, peserta LP3 dapat memberikan improvisasi dengan menyanyi, menggunakan alat tambahan seperti tongkat, drum. background bahkan ada yang menampilkan asap berwarna khas dengan warna salah satu POT tersebut. Tentu saja hal tersebut dapat memberikan tambahan nilai atas kerjasama yang mereka berikan.
“Dalam setiap perlombaan, peserta dilatih kekompakan, ketangkasan, ketangguhan, dan kebersamaan. Maka, harus memiliki kerjasama yang kuat untuk mencapai hasil yang diinginkan”, Ujar Kak Abdul Chalim, salah seorang mabigus POT 23 di Gontor. Ciri khas dalam dalam Kepramukaan adalah kerjasama yang kuat dalam setiap kegiatannya karena pola kerja yang ditumbuhkan adalah Workgroup (Kerja Group) bukan individu. Oleh karena itu, Para santri dilatih untuk memupuk kerjasama dari pramuka, salah satunya dari kegiatan LP3 ini.
Para juri juga terlihat sangat serius saat menilai penampilan peserta lomba step pada malam hari ini. Para penonton pun dengan antusiasmenya memberikan tepuk tangan yang meriah karena semua peserta menyajikan penampilan yang maksimal dan all out agar dapat mengharumkan nama POT atau pondoknya dengan mendapatkan gelar juara pada lomba ini. #Talijiwa
OSPEK 2019: Pengenalan Kampus UNIDA Gontor Untuk Mahasiswa Baru
GONTOR—Seluruh kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu diawali dengan pengarahan, begitu pula pada Orientasi Studi Pengenalan Kampus (OSPEK) UNIDA yang diperuntukkan bagi para mahasiswa guru baru Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Kampus Rabithah. Kegiatan ini diadakan tepat setelah Penataran Guru di PMDG Kampus 2, Madusari pada 5 Syawwal kemarin. Tujuan dari diadakannya OSPEK ini tidak lain adalah untuk mengenalkan Kampus UNIDA dengan berbagai aktivitas dan disiplin perkuliahannya kepada para mahasiswa baru.
Kegiatan tahunan tersebut resmi dibuka pada hari Selasa malam (18/7) pukul 20.15 WIB oleh Al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Phil. yang bertempat di Aula Rabithah dengan jumlah peserta sebanyak 140 mahasiswa guru. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan tentang visi misi UNIDA Gontor dan pentingnya perkuliahan bagi generasi muda.
Kegiatan OSPEK ini berjalan selama 11 hari. Diisi dengan berbagai season dan materi yang disampaikan oleh Para Dosen UNIDA, serta beberapa pengarahan tentang pendaftaran kuliah, interview prodi, mekanisme perkuliahan, kegiatan belajar mengajar, yang dijelaskan oleh panitia.
Pada OSPEK 2019 kali ini, Panitia sepakat untuk mengangkat tema “Mateen” yang bertujuan agar para Mahasiswa Guru memiliki pribadi yang cekatan, tangguh, dan berkarakter.
Adapun penutupan acara ini dilaksanakan di Aula Rabithah pada hari Selasa malam (25/7) pukul 20.00 WIB oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada para mahasiswa agar menjauhi sifat tamalluk, tashonnu‘, dan takalluf (mencari perhatian, mengada-ada, dan berlagak). (Faruq)