Home Blog Page 258

HARMONY PENTAS SENI 2019

0

Mantingan-Pada hari Rabu, 24 Juli 2019 PENTAS SENI DARUSSALAM resmi diselenggarakan di Mini Hall Gontor Putri 2. Sorak ria para santriwati pada Pentas Seni malam itu sebagai tanda meriahnya Pentas Seni (PENSI) tahun ini.

Pentas Seni (PENSI) yang diadakan para ustadzah setiap tahun tersebut sebagai wadah untuk menyalurkan kreatifitas para ustadzah dihadapan para santriwati. Hal ini dibuktikan oleh penampilan para ustadzah pembimbing yang memukau. Kegiatan ini bertujuan untuk mengekspresikan diri sebagai santriwati yang berkualitas dan multitalent.

Dengan tema Harmony Pentas Seni 2019 dibuka dengan penampilan merdu marawis. Selain itu dilanjutkan dengan acara favorit lainnya seperti, Poetri, painting, modern dance, musical drama, doll control, pop singer, glowing in the dark, wattage, tron dance, pencak silat, dll.

Sebagai ciri khas PENTAS SENI DARUSSALAM adalah dengan menampilkan acara yang identik tentang dunia perkulian, acara ini memcerminkan bagaimana Gontor menyeimbangkan antara akademis dan kesenian.itsnaisyat

Pendidikan Nasionalisme Dalam Demonstrasi Bahasa

0

GONTOR – Jikalau ada yang ingin mengetahui apa itu nasionalisme, maka datanglah ke Gontor. Begitulah perkataan K.H. Hasan Abdullah Sahal yang terngiang-ngiang di benak santri. Perkataan ini bukanlah main-main, tapi inilah realita yang ada. Kenyataan bahwa di dalam kehidupan pondok pesantren sarat akan pendidikan dan penanaman nilai-nilai nasionalisme. “Suli dicari, mahal harganya”, ungkap ayahanda tercinta.
Salah satu bukti pendidikan nasionalisme yang diajarkan kepada para santrinya adalah kerukunan antar suku bangsa. Bayangkan, ada kurang lebih empat ribu santri yang hidup berdampingan di dalam lahan seluas 14 hektar, dan mereka semuanya berasal dari berbagai macam suku bangsa yang ada di seluruh penjuru Indonesia, bahkan luar negeri. Lebih sulit lagi, sebagian besar santri itu sedang memasuki masa-masa remaja, atau masa pencarian jati diri, yang identik dengan perasaan ingin menang sendiri, merasa kuat, dan bahkan merasa dirinya atau kelompoknyalah yang paling baik.
Tetapi hal itu tidak terjadi di pondok ini. Karena para santri semenjak menjadi santri baru sudah dibekali berbagai pendidikan nasionalisme, yang bertujuan untuk meminimalisir hal-hal negatif tersebut. Maka timbullah rasa saling menghargai dan tenggang rasa antar suku bangsa. Sehingga hubungan antara santri yang berbeda suku, ras atau kelompok tetap harmonis. Bahkan perbedaan tersebut menjadi sebuah keindahan tersendiri yang menghiasi persahabatan antar santri.
Dan sebagai wadah bagi para santri dalam mengekspresikan keberagaman suku bangsa tersebut, dibuatlah acara demonstrasi bahasa, yang merupakan salah satu dari rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Acara ini terdiri dari beberapa drama dan pidato yang dibawakan oleh perwakilan santri dari setiap konsulat dengan bahasa daerahnya masing-masing. Pada acara demonstrasi bahasa tahun ini, ada tujuh konsulat yang tampil, yaitu Surakarta dan Jogjakarta (Bahasa Jawa), Priangan (Bahasa Sunda), Bali dan Nusa Tenggara (Bahasa Bali), Luar Negeri (Bahasa Thailand), Madura (Bahasa Madura), Medan (Bahasa Medan), dan Sulawesi, Maluku, dan Irian (Bahasa Bugis).
Acara demonstrasi bahasa tersebut dihadiri oleh seluruh santri baru, sebagai pengganti kegiatan belajar malam yang biasa mereka lakukan setelah shalat Isya’. Lebih istimewanya lagi, acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, 25 Juli 2019 ini dihadiri langsung oleh ayahanda tercinta K.H. Hasan Abdullah Sahal. Seluruh panitia dari kelas 3 intensif dan kelas 4 pun terlihat sungguh-sungguh dalam mempersiapkan acara ini. Suasana ukhuwah islamiyah antar suku bangsa pun tercipta dalam atmosfir ruangan BPPM yang meriah. “Benar-benar berbagai bahasa yang ditampilkan dalam acara ini mencerminkan ukhuwah islamiyah”, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Ustadz Rahmatullah Furqan, M.Pd, dalam sambutan pembukaannya.
Pada akhirnya, acara ini ditutup dengan penampilan rebana. Meskipun ada beberapa evaluasi di sana-sini, tapi secara umum acara berjalan lancar dan seluruh penonton merasa bangga akan keragaman budaya bangsa Indonesia yang bersatu di bawah naungan surga satu menara, dalam Pondok Modern Darussalam Gontor. #FachriR

Gladi Terakhir Mahadasa Show 2019

0

Gontor – Disamping berlangsungnya acara Demonstrasi Bahasa yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor (BPPM) yang di panitiai oleh santri dan untuk santri, berlangsung pula gladi terakhir untuk acara Mahadasa Show 2019 yang di panitiai oleh para guru pondok modern, khususnya guru tahun ketiga. Acara ini berlangsung di depan gedung rayon Syiria atau di depan dapur umum lama. Dan di gladi terakhir ini acara-acaranya semakin meriah dan spektakuler melebihi dari gladi-gladi sebelumnya. Karena guru bukan hanya yang bisa mengajar santri di kelas, tetapi guru itu harus bisa mengajar dan memberi uswatun hasanah bagi para santri-santrinya didalam maupun diluar kelas. Maka dari itu dengan Mahadasa Show ini kita tunjukan bahwasannya guru bukan hanya bisa megajar ,tapi juga bisa berkreasi dan berinovasi di dalam suatu seni. Yang menandakan bahwasannya podok itu tak pernah berhenti dengan segala kegiatan-kegiatannya المعهد لا ينام أبدا. Ujar Al-Ustadz Nawwirul Huda sebagai ketua dari Dewan Mahasiswa ( DEMA ) pada sambutanya ketika acara gladi terakhir ini. Dan penampilan-penampilan pada acara Mahadasa Show ini diantaranya :

  1. Penampilan dari guru tahun pertama

  2. Penampilan dari guru tahun kedua

  3. Penampilan dari guru tahun keempat

  4. Penampilan dari guru tahun kelima

  5. Penampilan dari La-Tansa Departement Store

Dan sisanya adalah penampilan dari panitia, dan penampilan gabungan dari seluruh guru KMI Pondok Modern. Pada acara gladi terakhir ini dihadiri oleh Al-Ustadz Noor Syahid, Al-Ustadz Hasan Muttaqien sebagai juri, serta Al-Ustadz Mashudi Syubari juga turut hadir dalam acara tersebut. Acara gladi ini berlangsung mulai pukul 20.20 WIB sampai dengan pukul 22.35 WIB, yang di tutup dengan Grand Clossing yang meriah dan spektakuler.

Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe

0

Gontor – “Tidak mengharap imbalan, namun bersungguh – sungguh dalam bekerja.” Begitulah kiranya terjemahan bebas dari falsafah Jawa di atas. Apa maksud dari falsafah itu? Dari falsafah tersebut, kita diajarkan untuk bekerja maksimal tanpa terlalu mengharap imbalan dari pekerjaan itu. Intinya adalah rasa ikhlas dalam segala hal.

Gontor kiranya sudah lama mengajarkan hal itu. Bila kita tengok ke belakang, di awal bendirinya pondok ini pada tahun 1926, aura keikhlasan sudah mulai muncul. Dengan fasilitas yang seadanya, Pak Sahal rutin mengajar santri – santrinya di Tarbiyatul Athfal (sebelum KMI berdiri) setiap pagi dan petang.

Menurut riwayat yang ada, santri saat itu tidak dipungut biaya. Bahkan, sampai hari ini pun, para pengajar yang ada di Pondok Gontor itu tidak dibayar. Tujuannya agar ikhlas dalam bekerja, tanpa mengharap imbalan. Semua diniatkan karena Allah saja.

Mungkin miliu keikhlasan tersebut memang sengaja dibentuk oleh para pendiri Pondok Gontor. Sebab, dalam arah dan tujuan pondok modern disebutkan bahwa tujuan pokoknya adalah ibadah tholabul ilmi. Tidak mengharap materi, tapi murni ikhlas beribadah kepada Allah saja.

Segala aspek kehidupan di Pondok Gontor berjalan dalam suasana keikhlasan yang mendalam. Kyai ikhlas mengajar santri, santri ikhlas dalam belajar, bahkan lurah pondok (asisten) juga ikhlas dalam membantu. Sehingga akan muncul suasana yang harmonis antara kyai yang disegani, dan santri yang taat dan penuh cinta serta rasa hormat.

Dengan demikian, pembaca yang budiman, diharapkan seorang santri itu mengerti betul dan sadar akan arti lillah, arti beramal, arti taqwa, dan juga arti ikhlas. Mengapa? Karena mereka lah yang memang dipersiapkan untuk berdakwah ke segala penjuru alam. Tidaklah dakwah itu berhasil tanpa rasa ikhlas yang menyertainya.

Akhir kata, besar harapan agar jiwa keikhlasan ini dapat memancar ke segala penjuru alam. Itu semua berawal dari Pondok Pesantren. Maka, akan mudah dikatakan bahwa Pondok Pesantren ialah obor yang akan membawa cahaya penerangan Islam di dunia. Ghozi Nafi

K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri Khutbatu-l-‘Arsy PMDG kampus 3, Kediri

0

KEDIRI – Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 telah melaksanakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada hari Rabu (24/7) pagi lalu. Acara tahunan ini, ditujukan kepada seluruh Keluarga Besar Pondok Modern guna perkenalan dan perpeloncoan tentang kepondokmodernan.

Inspeksi barisan oleh Kiai Hasan

Tahun ini, Bapak Pimpinan PMDG, Al-Ustadz K. H. Hasan Abdullah Sahal, berkesempatan hadir menjadi inspektur upacara Apel Tahunan. Selain itu, hadir pula tamu rombongan dari kampus-kampus lainnya seperti dari Gontor Putri Kampus 5 dan Putri Kampus 1&2.

Dalam Apel Tahunan, beberapa santri turut menampilkan penampilan-penampilan yang membuat kegiatan ini lebih meriah.  Diantaranya, penampilan Bhineka Tunggal Ika yang menampilkan tarian-tarian Nusantara yang ditutup dengan Grand Closing oleh seluruh peserta penampilan. Selain penampilan dari santri, juga ada penampilan dari Persatuan Bela Diri Darul Ma’rifat serta Marching Band Gita Cakra Nada Ma’rifat Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat.

Apel Tahunan berlangsung dengan baik dan lancar. Para tamu terlihat antusias mengikutinya, sehingga para santri terdorong untuk tampil prima.

Setelah Acara Apel selesai, para guru KMI PMDG Kampus 3 mengadakan perfotoan bersama Pimpinan Pondok di depan background utama. Acara dilanjutkan dengan peresmian Gontor 3 Sport Hall oleh K. H. Hasan Abdullah Sahal dan juga Kuliah Umum tentang Kepondokmodernan.

Peresmian Gontor 3 Sport Hall oleh Kiai Hasan

Semoga dengan acara ini, pemahaman Keluarga Besar PMDG Kampus 3 tentang kepondokmodernan akan meningkat, dan mampu menjadi kader-kader yang unggul yang akan membina oleh ummat. Amiin. Sesuai dengan Motto yang diusung pada tahun ini yaitu “Gontor Garda Terdepan Membina Bangsa, Mempertahankan Peradaban”. Ghazna

Tingkatkan Semangat Santriwati dalam belajar, KMI Adakan Seleksi Usbu’ Eksak Gelombang 1

0

Mantingan-Usbu’ Eksak adalah acara rutin Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 yang di adakan oleh staf Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI), Dan dibantu oleh beberapa panitia dari Ustadzat.

“Tujuan di adakan acara ini adalah, untuk meningkatkan semangat santriwati dalam belajar pelajaran eksak.”

Acara ini digelar pada hari Sabtu (20/7/19) bertempat di kelas masing-masing. Acara ini di ikuti oleh seluruh anggota Darussalam mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Perwakilan setiap kelas yang akan maju ke babak final diseleksi sangat ketat. Mulai dari ujian tulis lalu soal rebutan yang akan dijawab oleh para santriwati. Hingga pada akhirnya 3 orang yang maju ke babak final akan bertanding melawan kelas lain dengan membawa nama baik kelas tersebut.

Wali kelas dan assistant, turut hadir untuk menyemangati para pejuang muda Darussalam dan memberikan dukungan lebih. Acara ini tidak lain untuk mengasah kemampuan dan menambah wawasan santriwati.Rahma

Pembukaan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak ke-31 Berlangsung Meriah

0

GONTOR – Salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA) yang paling ditunggu-tunggu oleh para santri adalah Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3). Acara lomba kepramukaan tingkat nasional ini diikuti oleh 47 kontingen dari pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Acara ini terdiri dari lomba-lomba yang diikuti oleh masing-masing peserta dari setiap kontingen yang mewakili pondoknya.

Tidak seperti pelaksanaan LP3 tahun-tahun sebelumnya, ada yang berbeda dalam pelaksanaan LP3 tahun ini, yaitu lokasi bumi perkemahan yang dipindah ke sebelah barat lapangan Windu yang baru-baru ini dibebaskan lahannya dan dijadikan lapangan baru. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan lapangan hijau, dan membantu mempercepat proses revitalisasi rumput lapangan pasca apel tahunan, agar bisa kembali seperti sedia kala.

LP3 yang bertemakan “Modern Islamic Scout” itu dipanitiai oleh siswa akhir KMI 2020, dan dibantu oleh staf full timer dari guru KMI. Demi mencapai tujuan dan sasaran, LP3 XXXI dilaksanakan melalui metode khusus yang tidak terdapat pada lomba-lomba perkemahan di luar, yaitu metode ubudiyah, perlombaan, kunjungan, kebersamaan, dan kebudayaan, agar para peserta tidak hanya berlomba, tapi dapat meresapi nilai-nilai keislaman lewat pramuka. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan sehari-hari para peserta dan lomba-lomba yang diadakan.

Tak luput juga pesan dari ayahanda tercinta, KH. Syamsul Hadi Abdan saat membuka acara LP3 XXXI yang dilaksnakan pada hari Rabu, 24 Juli 2019 di depan BPPM, bahwasanya sekalipun para peserta LP3 ini adalah pramuka yang handal, tetapi mereka harus ingat akan jati diri mereka yang merupakan seorang muslim, I’m scout but I’m Muslim. Upacara pembukaan yang dimulai pada pukul tujuh tepat itu dimeriahkan oleh Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND) dan penampilan grand opening dari para santri non peserta LP3.

Upacara pembukaan dilanjutkan dengan kegiatan Bina Tali Ukhuwah yang dimaksudkan untuk mengkondisikan peserta kedalam nuansa kebersamaan sehingga terjalin ukhuwah antar peserta. Acara ini berlangsung hingga pukul 9.30 dan dilanjutkan dengan pendirian tenda oleh masing-masing kontingen di bumi pekemahan. #FachriR

PMDG kampus 6 Magelang adakan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy

0

MAGELANG–Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) merupakan rutinitas wajib bagi seluruh santri, guru, mahasiswa, dosen, wakil pengasuh bahkan Pimpinan pun diwajibkan ikut dalam acara ini. PKA tidak hanya diselenggarakan di Gontor Pusat, melainkan di seluruh pondok kampus cabang Putra/Putri, dalam dan luar Jawa. Kali ini PKA dilaksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 6, Magelang, Darul Qiyam.

PMDG kampus 6 yang terletak di Dusun Gading Sari, Desa Mangun Sari, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, yang sekarang diasuh oleh Al-Ustadz Sunanto WR, M.A. Apel Tahunan di kampus ini dimulai pukul 07.15 WIB, Rabu, (24/7), dihadiri oleh pimpinan PMDG  K.H. Syamsul Hadi Abdan beserta rombongan dari Gontor , yaitu Al-Ustadz Farid Sulistyo, LC dan Al-Ustadz Agus Budiman M.Pd.

Acara berlangsung dengan khidmat, dari pengibaran bendera merah putih sampai pertunjukan atraksi. Adapun pertunjukan atraksi kali ini sangat menarik dan meriah dengan adanya Marching Band Gema Bahana Darul Qiyam sebagai pembuka atraksi, kemudian dilanjutkan Grand Opening, Reog Ponorogo, Singa Deprok, Tari-tarian, dan diakhiri dengan Parade barisan.

Setelah Apel Tahunan usai, K.H. Syamsul Hadi Abdan beserta rombongan langsung meninjau beberapa Proyek pembangunan yang ada di PMDG kampus 6 Magelang. diantaranya Pembangunan Jembatan baru sebagai penghubung jalan yang selama ini terpisah dengan sungai dan di targetkan kurang lebih satu bulan lagi pembangunan jembatan telah usai dan telah bisa dilalui dengan kendaraan apapun itu, setelah meninjau pembangunan jembatan itu , kemudian acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak I. di awal pidatonya Kiai Syamsul menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri PMDG kampus 6, karena mereka mampu berlatih dan menampilkan hampir semua penampilan yang ada di Gontor Ponorogo, di antaranya adalah: Tari Reog Ponorogo, Ondel-Ondel, Topeng Ireng,dll. Kemudian di akhir pidatonya beliau membacakan Pemenang Lomba Baris-berbaris Antar konsulat yang berhasil diraih oleh Konsulat Sumalia Juara 1, Konsulat Bojonegoro Juara 2, dan Konsulat Surabaya Juara 3. Sholih

Kiai Masyhudi Kunjungi Kampus 5

0

BLIMBINGSARI–Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), K.H. Masyhudi Subari, M.A., beserta rombongan; atas arahan Pimpinan Pondok, berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5, Banyuwangi pada Selasa (23/7), setelah 5 tahun tidak berkunjung (terakhir 2013). 
Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka inspeksi kampus dan menghadiri Apel Tahunan Khutbatul Arsy yang diadakan pada Rabu pagi (24/7/19).

Hadir bersama Kiai Masyhudi Al-Ustadz Maghza Rizaka (putra beliau), Al-Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A., H. M. Hanif Hafidz, S.Ag. (Sekalian). Selain itu, rombongan juga disertai 2 orang Sekretaris Pimpinan, 2 orang staf Pengasuhan Santri, dan 1 orang staf Administrasi.

Sesampainya di PMDG Kampus 5 pada Selasa pagi (23/7), Kiai Masyhudi disambut oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 5, H. Muhammad Syuja’i, S.Ag., dan Wakil Direktur KMI, Indra Darusman, S.Ap., dan beberapa guru senior di Guest House kampus tersebut. Kiai Masyhudi menanggapi pula berbagai laporan dari Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI dengan baik.

Kemudian pada Rabu pagi (24/7), Kiai Masyhudi selaku inspektur upacara menyampaikan pidato Apel Tahunan di hadapan seluruh santri dan guru KMI PMDG Kampus 5, dilanjutkan dengan Kuliah Umum di Aula Pertemuan.

PMDG menerapkan sistem sentralisasi manajemen di setiap hal, termasuk dalam mengembangkan kampus-kampus cabang; semua perkembangan di setiap kampus harus diketahui oleh Pimpinan Pondok. Pendelegasian para kader pondok untuk menghadiri acara-acara tertentu di kampus cabang merupakan salah satu cara PMDG untuk melaksanakan quality control terhadap seluruh kampus PMDG. sand88

Kesederhanaan Ala Gontor

0

Gontor – Dalam menjalankan kesehariannya, Pondok Modern Darussalam Gontor memegang teguh nilai – nilai yang terkandung dalam Panca Jiwa. Dalam kata lain, Panca Jiwa merupakan ruh yang menjiwai semua lini kehidupan di pondok yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini.

Salah satu nilai yang terkandung dalam Panca Jiwa adalah nilai kesederhaan. Hal ini dapat kita lihat pada baris kedua dari lima poin yang ada di dalamnya. Dalam bahasa Inggris biasa disebut simplicity, adapun bahasa Arabnya ialah al basathah.

Lantas, bagaimana makna kesederhanaan ala Gontor?

Dinamika kehidupan yang ada di Pondok itu diliputi dengan pola hidup sederhana, namun tetap agung. Pola kesederhanaan ini meliputi segala aspek, mulai dari cara berpenampilan, cara makan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa sederhana, dalam kaca mata Gontor, bukan berarti hidup pasif (jawa:narimo). Pun juga tidak berarti hidup melarat dan juga miskin. Namun, hidup dengan sewajarnya, secukupnya, dan tidak berlebih – lebihan.

Contoh dari aplikasi nilai sederhana di Pondok Gontor adalah cara berpakaian santri. Dalam kesehariannya, santri diajarkan untuk berpakaian sewajarnya dan tidak norak. Tidak perlu bagi seorang santri itu memakai baju baru setiap hari. Toh bila sudah lama, asalkan bersih dan layak, maka itu saja yang dipakai.

Hal lain juga tercermin dari model rambut santri. Bila kita perhatikan dengan seksama, maka kita tidak akan menemukan santri Gontor yang berambut gondrong. Bila sudah dirasa gondrong, maksimal menyentuh telinga saja, itu sudah perlu dicukur. Mengapa demikian? Itulah pelajaran nilai kesederhaan ala Gontor.

Lalu, apa hikmah di balik pelajaran nilai kesederhanaan ini?

Bila seorang manusia sudah terbiasa hidup sederhana, maka akan terpancarlah jiwa besar, berani maju, dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan, disitulah tumbuh mental dan karakter yang kuat, guna menjadi syarat kesuksesan seseorang.

Tak hanya itu, jiwa kesederhaan juga dapat menumbuhkan rasa syukur, rasa tanggung jawab, rasa kemanusiaan, dan juga memudahkan diri guna menjadi pribadi yang jujur dan bersih. Itulah sekelumit hikmah di balik pelajaran agung tentang nilai kesederhanaan yang diajarkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baguslah kita serap baik – baik sebuah pesan yang terdapat dalam buku “Diktat Pekan Perkenalan Pondok Modern Darussalam Gontor”, berkenaan dengan hidup sederhana:

“Biasakanlah hidup sederhana, niscaya kita akan hidup bahagia, dan dapat menghadapi masa depan dengan kepala tegak, tidak ada rasa cemas atau takut.” #Ghozinafi