Home Blog Page 260

Bagian Tamu Selalu Memegang Prinsip “Ikramu Ad-Dhaif” (Memuliakan Tamu)

0

Gontor – 5 hari menjelang hari H Penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), bagian tamu mulai sibuk mendata tamu-tamu yang akan datang ke Gontor untuk mengikuti jalannya PPKA bekerja sama dengan sekretariat PMDG. Tamu-tamu keluarga PMDG yang akan datang memang di koordinasi satu pintu melalui Sekretariat berikut konfirmasi kedatangan. Diantara tamu undangan yang datang terlebih dahulu adalah anggota badan wakaf Pondok Modern yang akan melakukan sidang rutin tahunan di Gontor. Seluruh persiapan menjelang hari dilangsungkannya PPKA ini terlihat digerakkan secara maksimal, sejak pagi beberpa kelas 6 B-F sengaja tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar atas rekomendasi direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).

Baca : H -1 Persiapan PKA Di Optimalkan Hingga Operasi Semutpun Di Lakukan

Diantara tamu-tamu anggota badan wakaf PMDG yang sudah konfirmasi kedatangan untuk sidang serta mengikuti jalannya PPKA diantaranya: Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Abdullah Sa’id Baharmus, Lc., K.H. Masruh Ahmad, M.A., M.B.A., Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi,M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H. Masyhudi Subari, M.A., K.H. M. Nasir Zein, M.A., Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., Drs. K.H. M. Dawam Saleh, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A., Prof. Dr. K.H. Dien Syamsuddin, M.A.,Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A.,

Selain itu wakil-wakil pengasuh dan Wakil Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok-pondok cabang Gontor baik dalam dan luat jawa seluruhnya wajib datang untuk mengikuti presesi acara PPKA yang akan berlangsung esok Ahad (21/072019). Sore hari ini sebagian besar wakil pengasuh pondok cabang yang ada di Luar Jawa sudah terlihat keliling memantau persiapan panitia PPKA di lapangan hijau, bahkan terlihat asyik mengobrol santai dengan KH. Hasan Abdullah Sahal di tengah panggung lokasi acara esok dan sesekali terdengat tertawa lepas mendengar guyonan-guyonan ringan khas Kyai Hasan.

Sementara Wisma Badan Wakaf tempat menginap anggota badan wakaf PMDG serta Wisma A tempat transit juga menginap para wakil pengasuh dan wakil direktur KMI dipersiapkan dengan maksimal oleh bagian tamu yang langsung di gawangi oleh ustadz Muhammad Sabar dan Staf senior Wisma Darussalam (Wisda) ustadz Cucu. Selain persiapan wisda bagian tamu juga melakukan kontrol lokasi transit tamu putri yang datang dari 2 arah berbeda yaitu Ngawi dan Kandangan Kediri yang akan menempati lokal ruang di gedung Al-Azhar di sebelah timur panggung khusus tamu putri. Pengecekan beberapa peralatan yang ada di kamar mandi juga telah di lakukan beberapa bagian tamu bekerjasama dengan staf pengasuhan dan juga kelas 6.

“Jangan lupa di cek kebersihan kamar mandi dan toilet, aliran air juga ember dan gayung secukupnya sesuai dengan kapasitas tamu undangan”, ungkap ketua panitia PPKA ustadz Agus Mulyana seraya memberi arahan kepada staf pengasuhan ustadz Aip Wahidul Latif. Semua persiapan yang dilakukan oleh bagian tamu dan juga panitia PPKA tak lain adalah bentuk Ikramu Ad-Dhaif (Memuliakan Tamu) yang menjadi prinsip dalam menyambut tamu yang datang ke PMDG.

H -1 Persiapan PKA Di Optimalkan Hingga Operasi Semutpun Di Lakukan

0

Gontor – Meskipun malam sebelumnya Gontor diguyur hujan yang cukup lebat dan beberapa aktifitas agak sedikit berjalan agak lamban dari sebelumnya, tetapi semua aktivitas tetap saja berjalan. Pagi ini terbit sebuah Maklumat datang dari direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor mengenai beberapa kelas 6 yang di izinkan untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama 1 hari penuh.

Baca : Guyuran Hujan Tidak Mengurangi Semangat Dekorator

Adapun kelas-kelas yang diizinkan adalah kelas 6 B hingga F, sebagai ganti dari kegiatan belajar di kelas yang biasanya dilakukan di pagi hari, mereka mulai sejak pagi setelah sarapan harus sudah berada di pos bagian masing-masing untuk membantu persiapan Panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Sebagian mereka yang terpilih menjadi komandan barisan konsulat terlihat latihan serius berlatih bersama komandan peleton di bagian tengah lapangan mereka terlihat serius juga mendengarkan pengarahan-pengarahan dari pembimbing yang mengontrol mereka langsung. Pada bagian depan sisi barat panggung terlihat pula beberapa orang menata peralatan kamera syuting yang digunakan untuk meliput seluruh kegiatan selama acara. Sementara pada sisi timur panggung terlihat santri-santri menata karpet diatas panggung berikut menata taplak meja yang ada diatas panggung serta menaikkan beberapa kursi ke atas panggung untuk kembali ditata rapi untuk deretan tempat duduk tamu dari guru-guru senior dan junior yang ada di PMDG.

Pada sisi yang lain, di depan gawang sebelah barat juga terdapat pemandangan agak unik yang biasa dikenal dengan istilah “Operasi semut”, santri kelas 6 berjajar dari sisi utara hingga selatan dengan berjongkok sambil mengambil kotoran-kotoran kecil yang bertebaran di lapangan mulai dari tengah lapangan dan berakhir di sisi barat lapangan dan langsung didampingi dan di kontrol oleh Ustadz Wilujeng. Mereka tampak enjoy dengan pekerjaan tersebut apalagi didukung dengan cuaca yang agak sedikit mendung sehingga tidak terlalu terasa panas.

Guyuran Hujan Tidak Mengurangi Semangat Dekorator

0

Gontor – Persiapan demi persiapan terus dilakukan oleh panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) mulai dari pertamanan, pengecekan kembali tiang bendera, settingan panggung dan penempatan bangku dan kursi, persiapan baleho oleh dekorator juga sound sistem yang digunakan selama acara nantinya.

Cuaca yang terlihat mendung sejak sore hari tak membuat surut semangat para santri untuk tetap latihan guna persiapan PPKA esok hari (20/7). Selain itu beberapa bagian yang masih belum menyelesaikan persiapannya adalah bagia dekorator dan sound sistem. Meskipun baleho sisi utara lapangan sudah berdiri megah dan sudah terlihat sempurna saat gladi penampilan keseluruhan barisan guru-guru, konsulat, Bhinneka Tunggal Ika pagi harinya namun mereka masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu baleho kain pada sisi selatan lapangan hijau (belakang panggung utama) yang masih belum terpasang.

Tim dekorator yang di komandoi ustadz Muhammad Nur, ustadz Hasan Muttaqin dan ustadz Mukhtar Syafi’i ini terus bekerja keras untuk menyempurnakan baleho tersebut. Tim dekorator dibagi menjadi 2, sebagian mereka mengerjakan dekorasi panggung Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) yang akan digunakan Kuliah Umum Babak 1-4 nantinya. Sementara mereka yang ada di gedung aligart merapikan kembali beberapa letter yang digunakan untuk baliho sisi selatan panggung utama.

Cuaca yang sejak sore hari terlihat mendungpun diabaikan oleh mereka untuk tetap bekerja menyelesaikan dekorasi baleho lapangan hijau dan juga background panggung BPPM, meskipun pada akhirnya bumi Gontorpun di guyur hujan yang cukup lebat dan lama pada saat jarum jam menunjukkan pukul 21.30 Wib, bagaimanapun faktor cuaca tersebut semua pekerjaan tetap berjalan sebagaimana biasanya, dan guyuran hujan malam hari itu tidak sedikitpun mengurangi semangat bagian dekorator untuk tetap menyelesaikan target mereka.

Mahasiswi Guru In Action

0

Karangbanyu– Salah satu rangkaian dalam rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 adalah Pentas Seni Persembahan Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor (PENSI UNIDA), acara tersebut diselenggarakan pada Jum’at(19/7) malam, di Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Acara tersebut diketuai oleh Al-Ustadzah Ulga Aulia Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Al-Ustadzah Rifqotus Sofiyah Program Studi Ekonomi Islam (EI).

            Acara diisi dengan berbagai macam seni dan kreasi mahasiswi UNIDA Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 diantaranya: Melody UNIDA, Saman dan Acapela, Drama Kolosal, Choir, Nasyid dan lain-lain. Acara-acara yang ditampilkan tidak terlepas dari tema yang diambil yaitu “Indespenseble University” yang memiliki makna: “Menjadikan UNIDA sebagai universitas yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman dengan dakwah”. Atas Rahmat Allah acara tersebut dapat berjalan dengan lancar walaupun ditengah acara salah satu proyektor mati. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang yang berarti. Para santriwati tetap antusias untuk menyaksikan acara tersebut dan sesekali mereka memberikan tepuk tangan yang meriah terhadap penampilan yang mereka saksikan.

            Diharapkan acara tersebut dapat lebih mengasah kreatifitas para mahasiswi guru khususnya dan dapat menjadi motivasi yang baik bagi seluruh santri umumnya. Fikra17

Wisuda: Momentum Istimewa bagi Sarjana Angkatan 33 UNIDA Gontor

0

Gontor-Kamis (18/7) merupakan hari yang sangat istimewa dan bersejarah bagi para wisudawan/i sarjana dan pascasarjana Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Hari itu, tepatnya di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor diselenggarakan Rapat Senat Terbuka Sarjana Angkatan XXXIII. Alhamdulillah, sebuah kesyukuran yang sangat besar, kali ini wisudawan/i yang telah menyelesaikan studi pada jenjang pendidikan strata 1 (S-1) dan strata 2 (S-2) mencapai 423 wisudawan. Dalam sejarah wisuda yang diadakan oleh kampus Unida, ini adalah jumlah yang terbesar, karena mencapai angka 400 wisudawan.

Dengan rincian sebagai berikut: Ekonomi Islam 72 Wisudawan, Prodi Pendidikan Agama Islam 59 Wisudawan, Prodi Pendidikan bahasa Arab 35 Wisudawan, Prodi Studi Agama Agama 46 Wisudawan, Prodi Aqidah Filsafat Islam 13 Wisudawan, Prodi Perbandingan Mazhab 20 orang, Prodi Hukum Ekonomi Syariah 41 Wisudawan, Prodi Manajemen 21 Wisudawan, Prodi Ilmu Komunikasi 9 Wisudawan, Prodi Teknik informatika 7 Wisudawan, Prodi Kesehatan Keselamatan Kerja 1 Wisudawan, dan Prodi Farmasi 26 Wisudawati dan Prodi Ilmu Gizi sejumlah 25 Wisudawati. Kemudian untuk Wisudawan dari Pascasarjana, yaitu; Prodi Aqidah Filsafat Islam 12 Wisudawan, dan Pendidikan Bahasa Arab 11 Wisudawan.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Anggota Badan Wakaf PMDG, Rektor Unida, beserta jajaran Dosen, wali wisudawan/i dan seluruh Guru KMI. Selain itu, hal yang menjadikan wisuda ini terasa lebih istimewa adalah hadirinya Rektor Universitas lain yang telah menjalin MOU (memorandum of understanding) dengan Unida, yaitu Rektor Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Professor Madya Dr. Asmaddy Haris, Rektor Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Dr. Haji Hambali bin Haji Jaili, dan Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd.

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd. yang berkesempatan hadir, memberikan orasi ilmiah kepada seluruh hadirin. Beliau menyampaikan banyak hal tentang SDM (Sumber Daya Manusia) para pemuda Indonesia yang berpotensi untuk memajukan bangsa ini di masa yang akan datang. Kreativitas, inovasi, kecerdasan, dan semangat perjuangan yang ada pada para pemuda Indonesia harus diaplikasikan, sehingga bisa mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik. rukh

Gladi Resik Perdana Penampilan PKA: Transformasi Nilai Gontor Melalui Kegiatan & Budaya

0

Gontor – Sebagaimana biasa hari jum’at di Pondok menjadi hari paling sibuk diantara hari yang lain. Itupun terlihat pada pagi hari ini (19/07/2019) setelah shalat subuh mereka harus sudah bersiap-siap melakukan rutinitas mingguan berbahasa (Muhadatsah) akan tetapi pagi ini agak sedikit berbeda karena latihan berbahasa agak diperaingkat karena mereka haru sudah berada di lapangan hijau untuk melakukan kegiatan gladi seluruh rangkaian acara di Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) meliputi seluruh barisan guru, konsulat dan juga penampilan budaya yang 2 hari sebelumnya sudah di evaluasi.

Baca: Gladi Penampilan Budaya: Gontor Tetap Menjunjung Tinggi Bhineka Tunggal Ika

Beragamnya asal santri yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) beragam pula budaya yang di bawa ke Gontor mulai penjuru pulau di Indonesia mulai dari Sabang hingga merauke. Akan tetapi keberagaman para santri tetap dapat bersatu dibawah naungan filosofi Gontor yang selalu mengedepankan prinsip, “Gontor Menjadi Perekat Ummat”, segala bentuk perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak tidak bersatu maupun bercerai berai.

Penampilan Bhineka Tunggal Ika yang akan ditampilkan pada saat acara (PKA) kali ini dibuka dengan sentuhan lagu Mars Darussalam yang di aransemen ulang sangat apik dengan tempo yang agak sedikit lambat, vokal khas santri serta nada cukup panjang dan sangat terkesan hikmat, tersisip makna perjuangan yg ikhlas.

“Darussalam pondokku
Kampung damai…2x
Kau teruskan jihadmu
Demi illahi…

Dari masa ke masa
Kau berjuang…2x

Kau teruskan idemu
Perdamaian…

Islam nyawamu…
Islam tubuhmu…
Islam jalan hidupmu…”

Penggalan lirik lagu Mars Darussalam tersebut terasa menyentuh relung hati pendengarnya, tak jarang pula membuat mata alumni Gontor berkaca-kaca atau bahkan sampai menitikkan air mata jika mendengar atau pada saat membawakan lagu tersebut.

Dalam kesempatan ini KH. Hasan Abdullah Sahal terlihat menikmati sekali penampilan para santri sembari duduk santai di kursi shofa memperhatikan seluruh penampilan sejak awal hingga akhir sesekali beliau mengarahkan pandangannya ke sebuah notebook dan tampak jari-jari beliau mengetik untuk sebuah naskah. Selain itu ketua panitia PPKA ustad Agus Mulyana, Ustadz Mahbub Al-Aziz juga Ustadz Sunan Autad terlihat hadir dideretan kursi paling depan sisi barat, terlihat sesekali memberikan kode instruksi tanda beberapa hal masih kurang tepat.

Koordinasi Perdana Panitia Qurban 2019

0

Gontor – “Al-Ma’hadu La Yanamu Abadan (Pondok Tidak Pernah Tidur)”, begitulah ungkapan yang sangat familiar di telinga para santri dan Guru di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ungkapan ini memang patut diamini karena kegiatan Pondok di minggu-minggu ini sangat padat, dimulai pagi hari jam 7.30 WIB di PMDG berlangsung acara Wisuda Sarjana 1 angkatan 33 dan Pascasarjana angkatan 13 yang selesai pada pukul 13.00 WIB. Berbarengan dengan acara Wisuda para santripun mengadakan latihan peserta Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Lapangan hijau dipandu langsung oleh pengasuhan santri dan juga ketua panitia Khutbatul ‘Arsy ustadz Agus Mulyana.

Selain itu pada malam harinya masih ada juga rapat koordinasi Panitia Ujian Masuk dan juga acara Gladi bersih perdana panggung gembira di depan laboratorium Biologi. Diantara kegiatan-kegiatan santri dan guru diatas malam ini juga diselenggarakan rapat koordinasi perdana Panitia Qurban (‘Idul Adha) yang sempat tertunda beberapa kali karena beberapa kesibukan guru-guru senior yang lain yang juga padat dengan beberapa kegiatan lainnya.

Panitia Qurban (‘Idul Adha) tahun ini digawangi oleh 3 orang guru senior yaitu Ustadz Hanif Hafid, Ustadz Nurhadi, dan Ustadz Hasan Muttaqin, yang ketiganya sudah sangat berpengalaman dalam kepanitiaan ini. Acara koordinasi malam ini juga dihadiri oleh beberapa pembimbing seperti ustadz Imam Shobari, Ustadz Noor Syahid, Ustadz Abdullah Rofi’i, Ustadz Imam Muhtar juga Ustadz Sutrisno Ahmad yang memberi masukan-masukan berarti tentang kepanitiaan. Evaluasi difokuskan pada kepanitiaan tahun lalu (2018) yang menjadi patokan pertama untuk melangkah agar beberapa hal dapat di minimalisir kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

Upaya perbaikan pastinya akan terus dilakukan oleh panitia karena memang semua itu untuk kesuksesan bersama panitia Qurban (‘Idul Adha) tahun ini. Sebagai mana masukan dari ustadz Noor Syahid, “Setiap kepanitiaan harus ada inovasi yang baru dan agar dapat memuluskan langkah kepanitiaan Qurban tahun ini”, ungkap beliau. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa, “kajian tentang fiqh qurban juga harus dijadikan pendekatan, agar sesuai dengan syari’at Islam”.

Gladi Penampilan Budaya: Gontor Tetap Menjunjung Tinggi Bhineka Tunggal Ika

0

Gontor – Acara gladi penampilan budaya malam ini (17/07/2019) di awali dengan penampilan Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND), turun dengan skuat utuh mereka tampil sangat trengginas dan performa yang sangat prima dengan mempersembahkan lagu andalan mereka tahun ini yaitu 90 Tahun Langkah yang diaransemen ulang oleh tim MBGND. Lagu yang awalnya popoler pada saat peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam yang dikarang oleh salah satu ustadzah di Gontor putri Kampus 3 ini menjadi jingle ke 2 yang di persembahkan pada saat acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy nantinya.

Setelah penampilan MBGND yang memukau, tampilan berikutnya di isi dengan pembukaan seluruh ragam budaya Indonesia, mulai dari penampilan tari khas Yasaman Dari Palembang dan juga Tari Zapin khas daerah Padang, disusul berikutnya tari Tor-tor asal Medan, serta penampilan khas budaya Ponorogo yaitu Reog, lalu dilanjutkan budaya Dayak Khas Kalimantan, tari Topeng Cirebon, Tari topeng ireng khas Magelang, disusul tari kecak asal pulau Nusa Dua Bali, Jaranan Khas Kediri dan Barongan khas Semarang, kemudian pada bagian Indonesia Timurpun tak ingin ketinggalam dengan menampilkan budaya khas mereka, dilanjutkan penampilan khas budaya Surakarta & Yogyakarta yaitu campur sari, dan penampilan terakhir ditutup dengan budaya khas Jawa Barat yaitu Singa Deprok.

Dengan ragam budaya yang ada di Gontor menunjukkan bahwa santri Gontor memang berasal dari semua penjuru pulau di Indonesia mulai dari Sabang hingga merauke. Para santri dapat bersatu dibawah naungan Gontor yang selalu mengedepankan prinsip, “Gontor Menjadi Perekat Ummat”, segala bentuk perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak tidak bersatu maupun bercerai berai.

Gladi malam terasa lengkap juga karena djhadiri salah satu anggota badan wakaf & Juga Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Masyhudi Subari selain guru-guru muda, semi senior dan Senir yang turut hadir juga dalam acara gladi malam ini. Para santri yang ikut memeriahkan acara ini terlihat sangat antusias dan memperlihatkan daya juang tinggi agar sukses mengenalkan bidaya daerahnya masing-masing.

“Alhamdulillah acara gladi budaya ini tidak memakan waktu yang lama, 2 Jam 35 menit waktu yang dibutuhkan untuk penampilan semua acara”, sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Agus Mulyana di sela-sela evaluasi malam ini.

Gladi Bersih Ke 4 LKBB Antar Konsulat Di Lapangan Hijau

0

Gontor – Setelah melalui latihan panjang yang melelahkan saat ini para santri yang tergabung dengan masing-masing konsulat (daerah asal santri) melakukan acara Gladi Bersih yang ke 4 Lomba Komando Baris Berbaris (LKBB). Acara tersebut tepat diadakan pada pukul 14.00 Wib (17/07/2019) berlokasi di lapangan hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di tengah terik matahari yang cukup panas akan tetapi seluruh peserta tetap terlihat antusias melakukannya.

Acara ini dipersiapkan oleh panitia sejak pagi hari, terlihat beberapa santri kelas 6 mempersiapkan batas-batas jalur yang akan dilewati oleh barisan tiap konsulat dengan menggunakan tali rafia yang sudah dipersiapkan oleh mereka. Selain itu pula sebagian mereka mempersiapkan penataan sound system di lapangan dan juga stand microphone yang digunakan oleh para ketua barisan untuk mengkomando anggota barisan.

“Ini adalah gladi sebelum terakhir, kalau kali ini para santri terus semangat maka insya Allah gladi suci nanti akan lebih baik lagi, semua harus konsentrasi agar semua berjalan lancar”, ungkap Ustadz Agus Mulyana, salah satu ketua panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy PMDG saat diwawancarai.

Sebagaimana biasaannya gladi ini dihadiri langsung oleh para guru penanggungjawab acara, tim juri LKBB yang dibentuk oleh para guru Mabikori, Mabikori, staf pengasuhan, serta para guru-guru senior ikut terjun langsung mengontrol jalannya LKBB antar konsulat tersebut.

“Durasi waktu yang dibutuhkan dalam rangkaian baris berbaris seluruh konsulat 38 menit, memungkikan waktu akan lebih panjang jika ditambah beberapa barisan para guru baru hingga 45 menit”, ungkap Ustadz Mahbub Al-Aziz salah satu ketua PKA.

Sementara setelah tim juri menghitung nilai keseluruhan yang didapat oleh masing-masung barisan konsulat, sesaat berikutnya dibacakanlah nilai hasil evaluasi LKBB siang ini oleh perwakilan tim juri dan didapatkan kategori barisan yang terbaik dan terburuk, untuk barisan yang paling terburuk & disorot karena ketidak rapiannya dalam baris-berbaris siang ini:

1. Bekasi 4

2. Bogor 4

3. Bogor 3

Sementara kategori barisan terbaik hasil gladi siang ini adalah:

1. Lampung 1

2. Ponorogo 1

3. Sumatera Utara

#Fardan

Gugus Depan Baru menjadi Patokan Kesemangatan dalam bidang Kepramukaan

0

Senin, 15 Juli 2019 Menjadi Tanggal yang bersejarah bagi Para Adhika Gontor Putri Dua, Terutama bagi Para Pembina Gugus Depan Baru. Karena tepat pada hari itu juga, telah lahir Dua Gugus Depan baru sekaligus, Yaitu Gugus Depan 09-150 dengan Pembina Gugus Depan  Arika Dwi 6B dan Gugus Depan 09-152 dengan Pembina Gugus Depan Salma Aulia Sekar Langit 6D.

Kedua Pembina Gugus Depan tersebut dilantik langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz Umar Said Wijaya M.Pd. Setelah pelantikan Pembina Gugus Depan, dilanjutkan dengan Pelantikan Anggota Koordinator Baru, Yaitu Hidayah Trisiwi 6F yang dilantik sebagai Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka dan Shobbiya Hasna 6F yang dilantik sebagai Andalan Koordinator Urusan Pelengkapan.

Bertambahnya Dua Gugus Depan baru ini bukanlah Suatu hal yang baru bagi Gontor Putri Kampus 2, Karena Dua tahun yang lalu pun terjadi hal yang sama, Penambahan Dua Gugus Depan Baru juga, yaitu Gugus Depan 09-146 dan Juga 09-148 dan Jumlah Gugus Depan yang terdapat di Gontor Putri 2 saat ini adalah 8 Gugus Depan. Hal ini dikarenakan Jumlah siswi yang semakin banyak dan menjadi evaluasi ditahun sebelumnya, karena kurangnya pengalaman adhika Gontor Putri Kampus 2 dalam hal kepramukaan. Maka dibentuklah Dua Gugus Depan Baru dengan harapan Agar Para Adhika Pramuka lebih semangat dan lebih memiliki pengalaman banyak dalam bidang Kepramukaan.Suciya