Home Blog Page 276

UNIDA Gontor Adakan Olimpiade Syariah

0

SIMAN–Fakultas Syariah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, mengadakan Olimpiade Syariah yang bertempat di Kampus UNIDA Siman. Kegiatan tersebut berlangsung dari hari Jum‘at–Sabtu, 22-23 Februari 2018. Bertemakan “Menggagas Peranan Mahasiswa Syariah dalam Pembangunan Hukum Nasional” olimpiade ini bertujuan mempererat Ukhuwwah Islamiyah dan memperluas wawasan mahasiwa Syari‘ah khususnya dalam Ilmu Hukum.

Acara ini dibuka pada Jum’at pagi, (22/02) bertempat di depan Gedung Utama, adapun peserta lomba terdiri dari mahasiswa UNIDA kampus Siman, Rabithah, Magelang, dan Mantingan.

IMG-20190228-WA0003Adapun perlombaan yang diselenggarakan adalah:  Cerdas Cermat, Khutbah Jum’at Mawaris, Debat Hukum & Ekonomi, dan Futsal. Acara dilanjutkan dengan Family Gethering sekaligus pembagian hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan di Aula Gedung Utama, acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syariah, Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., “Pelajari dan lakukan apa saja di UNIDA, untuk kepentingan dan kegunaan di dalam Masyarakat.” Ujar beliau dalam sambutannya.

Acara Olimpiade Syariah ditutup dengan Seminar Nasional yang diadakan pada hari Sabtu, (23/02) di Aula Rabithah kampus Gontor. Adapun tema dalam seminar ini adalah “Peran Seorang Muslim dan Kontribusi Hukum Islam dalam Pembaharuan Hukum Islam”, yang diisi oleh Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M., dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung 2000-2018. Juga dihadiri oleh Al-Ustadz Dr. Mulyono Jamal, M.A., dan Al-Ustadz Imam Kamluddin, Lc., M.Hum., Dekan Fakultas Syariah UNIDA Gontor.

Acara ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah, adapun jumlah mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah di seluruh kampus Gontor adalah 489 orang: 168 orang dari Prodi Perbandingan Madzhab, dan 321 orang dari Prodi Hukum Ekomomi Syariah. Muis

MANASIK HAJI; salah satu cara Gontor tuk kenalkan ibadah haji pada santriwati baru.

0

Mantingan- ‘wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā’ yang berarti, ‘Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.’ (Q.S. Ali ‘Imran: 97). Ayat berikut, adalah salah satu perintah Allah terhadap umatnya untuk menyeru dalam menunaikan ibadah haji. Seperti yang telah dinyatakan pula dalam rukun Islam, yakni untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Dengan adanya hal ini, Pondok modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri menyadari bahwa pentingnya sebuah bekal pendidikan yang bersifat praktek, adalah salah satu hal yang penting bagi para santriwati. Semua itu bertujuan, agar para santriwati dapat mengenali bagaimana cara melaksanakan ibadah haji dengan urutan-urutannya yang benar.

Santriwati dikenalkan cara melempar Jumrah saat berhaji.
Santriwati dikenalkan cara melempar Jumrah saat berhaji.

Kegiatan manasik haji, berupaya untuk mengenalkan santriwati dengan berbagai tahap seperti halnya Ihram dan niat, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, Mabit di Mina, thawaf dan sa’i serta mengajarkan beberapa do’a yang harus diucapkan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, karena Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri menyadari akan pentingnya sebuah ilmu yang mengajarkan bagaimana tahap-tahap berhaji, dengan demikian, kegiatan manasik haji menjadi sebuah kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1 dan kelas 1 Intensive (Santriwati baru).

Pembimbing mengenalkan Maqam  Nabi Ibrahim pada santriwati baru.
Pembimbing mengenalkan Maqam Nabi Ibrahim pada santriwati baru.

Adapun kegiatan ini, berlangsung tepat pada hari Sabtu (23/02) silam. Yang diikuti oleh santriwati kelas 1 dn 1 Intensive dengan berkala. Dengan jumlah santriwati yang mencapai 480 orang, mereka pun dibagi menjadi 5 route. Yaitu, dibagi dengan jumlah 3 kelas di setiap harinya. Kegiatan ini, berlangsung dengan penuh antusias dan cukup mengesankan bagi para santriwati, semua itu terbukti dengan semangat mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi pengalaman baru bagi para santriwati, mereka juga dapat memahami bagaimana cara berhaji yang baik dan benar. Para santriwati dibimbing oleh sejumlah ustadzah yang berjumlah 19 orang, yang juga sudah menguasai materi atas ibadah haji yang didasari oleh pengalaman mereka. Kegiatan ini telah berakhir pada hari Rabu yang bertepatan pada tanggal (27/02). Diharapkan, dengan adanya kegitan tersebut, santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri dapat memahami cara-cara berhaji dengan sejumlah do’a yang harus mereka hafal. Inilah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri, yang tak kenal henti dalam segala kegiatan-kegiatan yang ada. Khususnya, dibidang ngajar-mengajar, sebagaimana yang telah diterapkan Gontor, yaitu ‘Al ma’hadu Laa Yanaamu Abadan’. selmeddy.

Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah

Ujian Staf: Gontor Memberikan Pengalaman Berorganisasi

0

Gontor Putri 1- “Dalam Proses Kaderisasi, Gontor dengan pengalamannya telah memiliki metode tersendiri untuk mencetak para kadernya dengan berbagai macam trik dan tips.” 23-27 Februari 2019, Bagian Koordinator dan beberapa bagian OPPM mengadakan ujian staf. Kegiatan yang terdiri dari kelas 1 Intensife dan kelas 3 ini bertujuan untuk mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, agar nantinya mereka memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Diantara nama staf dengan bagiannya:

  1. Staf Bagian Koordinator: Dewan Kerja Koordinator (DKK), Gemar Membaca, Filateli, Tim Solid (TS)
  2. Staf Bagian Pengajaran: Jumiatu-al-Khotibat (JMK)
  3. Staf Bagian Koperasi Pelajar
  4. Staf Bagian Koperasi Warung Pelajar
  5. Staf Bagian Fotografi
  6. Staf Bagian Kesehatan
  7. Staf Bagian Diskusi Ilmiah: Majalah Lintas Darussalam (MALDA)
  8. Staf Bagian Perpustakaan: Gudang Ilmu Darussalam (GILDA)
  9. Staf Bagian Keputrian
  10. Staf Bagian Kesenian: KORSADA
  11. Staf Bagian Penerimaan Tamu
  12. Staf Bagian Pertamanan

Setiap bagian memiliki tahap yang berbeda dalam menguji calon stafnya. Terdapat bagian yang hanya melalui tahap ujian tulis, beberapa bagian yang lain dengan mengadakan wawancara/ ujian lisan bahkan sampai tahap praktek. Ujian diadakan pada sore dan malam hari. Santriwati kelas 1 Intensife dan kelas 3 sangat antusias dalam ujian staf tahun ini. Pasalnya, menjadi staf bagian adalah pengalaman yang mereka nanti-nantikan. Hasil ujian baru akan diumumkan pada awal tahun ajaran baru nanti, saat mereka di kelas 3 Intensife dan kelas 4. Salsabila

Mengawal Kader Ulama di Masa Mendatang Dengan Praktik Amaliyah Tadris

0

Amaliyah tadris, Dalam rangka persiapan mencetak kaderisasi ulama di masa mendatang, santriwati gontor yang telah menduduki bangku KMI kelas 6, calon kader umat yang akan mengabdi di masyarakat harus melewati beberapa proses penyemaian. Demi tercapainya kader umat yang intelek berakhlak qur’ani selalu menjunjung tinggi martabat Islam dan muslimin.

taujihat amaliyahTepat pada hari Sabtu (2/2/19) praktik Tarbiyah Al-Amaliyah perdana bagi santriwati kelas 6 KMI resmi dimulai, dan digelar di beberapa titik. Diantaranya adalah di Aula Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah, Auditorium Gontor Putri 1, Burj Fath lt. 3 dan Aula Kopda lt. 3. Sebelum menempuh proses praktik mengajar ini, setiap santri diwajibkan untuk mengikuti pengarahan dari Bapak Pengasuh, Bapak Direktur KMI dan para Asatidz. Dilanjutkan dengan ujian pelajaran tarbiyah, demi mengasah pengetahuan mereka dalam hal belajar mengajar

Setelah beberapa proses ini terlampaui barulah mereka dapat memulai praktik mengajar. Dari keseluruhan santri kelas 6 yang berjumlah 712 orang, mereka tersebar menjadi 4 bagian yang bertugas sebagai muntaqidah (pengevaluasi praktik mengajar) dengan dibimbing oleh segenap Asatidz dan Ustadzat, sedang dari keseluruhan santri kelas 6 mereka yang terpilih untuk menerapkan praktik mengajar perdana ini adalah Amanda Najla Krisnandya Armansyah/6C/Tangerang, Indana Roihatul Jannah/6B/Ponorogo, Tiffani Rizki Rahayu Putri/6B/Tegal, dan Pawestri Kusumo Arum/6D/Purwokerto. Adapun materi yang mereka bawakan dalam praktik ini adalah pelajaran Muthala’ah dengan judul At-Tarikhu-l-Kursiy.

Setelah praktek mengajar usai, maka dilanjutkan dengan darsu naqd atau evaluasi dari praktik mengajar yang telah dilaksanakan, sebagai langkah penilaian atas praktik yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini disampaikan oleh masing-masing muntaqid/at yang mengikuti proses praktik mengajar tersebut.

Tidak hanya mereka yang terpilih saja yang mempraktikkan proses mengajar dihadapan teman-teman mereka, tetapi setiap orang dari mereka pun akan mendapat giliran untuk praktik mengajardi setiap harinya. Dan materi yang diajarkan bermacam-macam dengan kelas yang berbeda-beda. Tentunya sesuai dengan pilihan yang mereka jatuhkan dan kemampuan diri dari setiap santri. Fase ini berlangsung selama 12 hari yakni hingga hari Kamis (14/2/19).amaliyah tadris 2019 (1)

Hal yang perlu dipersiapkan oleh masing-masing santri tidak hanya datang dari persiapan jasmani dan rohani, tetapi juga harus mampu menjadi qudwah atau contoh teladan yang baik, baik bagi sesama calon guru maupun bagi santri lain sebagai adik kelas mereka. Pun mereka dituntut untuk memiliki kafa’ah lughawiyah (keterampilan berbahasa yang baik dan benar) sehingga dapat memberikan kesan yang baik bagi adik kelas mereka yang kelak akan menjadi kader umat setelah mereka.

Semoga dengan adanya tarbiyah amaliyah ini, dapat menjadi sarana peningkatan kualitas guru dan memberikan dampak baik serta bermanfaat bagi kemajuan prestasi anak bangsa di tanah air. Aamiin.

Tingkatkan Kemampuan Sastra dan Bahasa Santri Melalui Fathul Kutub

0

Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah memiliki banyak program disetiap tahunnya, satu diantaranya yang terkenal dan eksis di kalangan santri adalah Fathul Kutub. Setiap santriwati akan menjalaninya dikala menduduki bangku kelas 5 dan kelas 6 karena telah menjadi Sunnah pondok, untuk mengikuti acara tersebut. Kali ini merupakan Fathul Kutub bagi santriwati kelas 5, melihat Fathul Kutub bagi santri kelas 6 telah dilaksanakan pada semester ganjil lalu. Acara ini dilaksanakan selama 5 hari terhitung mulai tanggal (22/12) Ahad pagi  yang dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur sampai dengan penutupan pada tanggal (26/12) Rabu siang yang dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1.

Program ini sangatlah penting dan diperlukan bagi para santri kelas 5 sebagai persiapan dan pengenalan terhadap kitab-kitab klasik, karena tahun depan akan berjumpa kembali dengan acara ini sehingga mereka telah terlatih dan memahami tatacara pembahasan dan penyelesaian masalah pada program fathul kutub. Dan program ini menjadi kurikulum bagi pondok-pondok pesantren salaf di Indonesia.

Tidak hanya pada pondok-pondok salaf, Gontor pun mengajarkan fathul kutub turoots tetapi Gontor memiliki manhaj dan thoriqoh yang berbeda, pembahasan yang bersifat umum tetapi lebih kepada pembahasan kepada permasalahan khusus. Pada kesempatan ini, para santri diperkenalkan dan didekatkan pada kitab-kitab kuning atau buku klasik yang membahas tentang ilmu aqidah dan akhlah, ilmu hadits dan ilmu fiqh. Walaupun memiliki bentuk yang simpel tetapi ilmu yang dikandungnya bagaikan lumbung emas yang sangat berharga.

“قال بعض العلماء: “الدين ضياءُ القلوب وأما العلوم والمعارف نور للعقول

“Agama adalah pancaran hati sedangkan ilmu dan pengetahuan bagai cahaya yang menerangi akal pikiran”

Mengapa bisa demikian? Karena agama tanpa ilmu dan pengetahuan tidak akan bermanfaat, sedangkan ilmu tanpa agama bagaikan orang buta. Tidak hanya satu atau dua ilmu yang dapat kita petik dari kitab-kitab tersebut tetapi bermacam-macam ilmu, hingga ilmu ekonomi Islam pun dibahas di berbagai buku tersebut. Lebih dari delapan belas jilid buku menjelaskan tentang ekonomi Islam dan mustholahat nya. Kesungguhan dalam program ini sangat agung kehormatannya, sulit dilaksanakan tetapi mendapatkan barokah yang melimpah serta diberikan derajat yang tinggi InsyaAllah karena kita termasuk golongan orang-orang yang mencari ilmu (thoolibatu-l-‘ilmi).

Tidak hanya sampai disana, “sasaran dari acara ini adalah agar santri berkesempatan untuk mempraktekkan dan meningkatkan kemampuan sastra dan berbahasa para santri. Sehingga diharapkan dapat menjadi perantara demi mencapai tingkat berbahasa yang lebih baik. Karena kita sebagai santri Gontor, sebagaimana yang diajarkan ilmunya harus malakah”. Berikut yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh.

Bapak Pimpinan Pondok GKesan pesan fathul kutub 5ontor pernah berkata “target yang ingin dicapai saat penguasaan ilmu di KMI bukan sekedar pernah mendengar, bukan sekedar pernah faham, bukan sekedar dia faham dan bisa menjawab ujian, tetapi setidaknya DIA FAHAM DAN MAMPU MEMAHAMKANNYA KEPADA ORANG LAIN.” Begitulah target yang harus dicapai setiap santri KMI pada masa pembelajarannya, jika belum dapat mencapainya berarti belum berhasil memahami pelajaran yang ia hadapi.

Sebagai muslim kita memiliki khazain ‘ilmiyyah (khizanah keilmuan Islam), walaupun buku tersebut sudah berabad-abad yang lalu tetapi masih tetap eksis, bernilai dan bermanfaat bagi kita semua hingga saat ini. Jangan sampai tertipu dengan cashing atau penampilannya, sepertinya sederhana dan murah tetapi ilmu yang dikandungnya sangatlah berharga dan bermanfaat.

Sebelum memulai acara inti diadakan pembekalan yang disampaikan oleh para Asatidz yang ahli pada bidang tersebut,  diantaranya Ilmu Fiqh oleh Al-Ustadz Wahyudi Bakri, LLM. MA., Ilmu Aqidah oleh Al-Ustadz DR. KH. Fairuz Subakir Ahmad, MA., Ilmu Hadits oleh Al-Ustadz Asif Trisnani, Lc. Dan tatacara penulisan disampaikan oleh Al-Ustadz Muhib Huda Muhammady, MA.

Acara berlanjut dengan pembahasan dari masing-masing kelompok, yang mana dari keseluruhan santriwati kelas 5 KMI Gontor Putri Kampus 1 berjumlah 581 santriwati dibagi menjadi 39 kelompok dan setiap kelompok yang berjumlahkan 15 sampai 16 santri dibagi kembali menjadi tiga regu, hingga masing-masing regu terdiri dari 5 sampai 6 santri.

Saat pembahasan berlangsung, masing-masing regu yang telah terbagi akan diberikan materi yang berbeda-beda sesuai dengan 3 materi yang telah disampaikan pada saat pembekalan hari lalu. Setelah masing-masing regu menemukan kitab yang menjadi maroji’ dari pembahasan, setiap regu berkewajiban untuk memahami pembahasan sehingga dapat merangkumnya dan menjelaskan di depan para anggota satu kelompok secara bergantian, dibawah bimbingan para musyrifin dan musurifat. Sesi ini berlangsung selama tiga hari dilanjutkan dengan kesan pesan, munaqosyah ‘ammah dan penutupan.

Sebelum acara resmi ditutup pada sesi penulisan kesan dan pesan, Bapak Wakil Pengasuh berpesan bahwa ini merupakan pelajaran yang sangat berharga, pengalaman yang sangat mahal dari penulisan intiba’at dapat dinilai standar kesuksesan suatu acara, pencapaian misi dan target darinya. Mulai dari awal pengarahan hingga akhir acara semoga dapat menjadi kesan dan menjadi pesan bagi para santri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan mutiara-mutiara yang berharga dan dapat suskes di kemudian kelak. Aamiin.

KMI Prima isn’t about winning

0

Menurut Benjamin S. Bloom tujuan pendidikan setidaknya dapat dikelompokkan ke dalam tiga ranah; kognitif, afektif dan psikomotor. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 terus berusaha dan berinovasi dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung tercapainya tujuan tersebut secara seimbang. Dalam ranah kognitif misalnya, PMDG Putri Kampus 1 telah mengadakan Lomba Cerdas Cermat bertajuk KMI Prima pada Rabu 30 Januari 2019. Perlombaan ini merupakan wadah santriwati dalam mengulang materi-materi pelajaran yang telah mereka pelajari di kelas. KMI Prima terbukti dapat memotivasi santriwati untuk berkompetisi dalam hal akademis.

KMI Prima diadakan dalam dua babak; babak pertama (25/01) diadakan di setiap kelas untuk menentukan santriwati yang akan menjadi utusan setiap kelas. Sedangkan pada babak kedua atau final (30/01), setiap utusan kelas sejumlah tiga orang akan menjawab pertanyaan secara bergilir maupun rebutan. Final KMI Prima diadakan pada beberapa zona yang terbagi pada setiap angkatan.

Acara ini berlangsung dengan penuh antusias, baik bagi para peserta, penonton dari setiap kelas maupun para guru. Sorak sorai para penonton, tepuk tangan para guru terdengar  semarak dari setiap penjuru kampus. Ruuhul Munafasah terasa begitu nyata, baik dari peserta maupun dari para pendukung.

Final perlombaan ini memang diadakan pada 14 zona, memang banyak sehingga pemenangnya pun banyak, tepatnya setiap zone tiga kelompok pemenang. Memang seperti itu, karena harapan dari KMI Prima bukan semata-mata menentukan pemenang, tetapi lebih kepada bagaimana kegiatan ini dapat memotivasi santriwati dalam meningkatkan diri pada aspek akademis, serta memberi kepernahan dan kesempatan untuk mereka meraih prestasi.pearl.

Inspeksi Ujian Lisan Siswi Akhir KMI Guadian Generation

0

Gontor selalu mengadakan evaluasi dalam setiap agendanya, karena dengan evaluasi akan semakin baik suatu organisasi dan diharap dapat menggapai visi misi yang ada. Oleh karena itu, Sabtu, 18 Jumadal Akhir 1440 yang bertepatan dengan 23 Februari 2019 lalu, Bapak Direktur 2 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl. A mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 untuk mengadakan inspeksi ujian lisan Siswi Akhir KMI Guardian Generation.

            Dalam inspeksi yang diadakan bersama Bapak Wakil Direktur KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah) Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, Al-Ustadz Sutrisno mengunjungi tempat-tempat ujian lisan Siswi Akhir KMI untuk melihat bagaimana proses ujian lisan yang berlangsung di Gontor Putri Kampus 2.

            Gontor selalu mendidik siapapun yang ada didalamnya. Oleh karena itu, dengan adanya inspeksi ujian ini senuanya dapat memetik pendidikan yang ada. Baik santriwati, panitia ujian Siswi Akhir KMI maupun para asatidz.hasnab

PPL Perdana Sukses

0

GONTOR—Sebagai lembaga pendidikan, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sangat memperhatikan pembentukan mental dan kepribadian santrinya. Salah satu sarana untuk membentuk mental kepemimpinan yang baik, PMDG mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan Pramuka. Kegiatan Pramuka di Gontor diatur dan dibina langsung oleh santri senior kelas 5 dan 6 KMI dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini menjadikan kegiatan wajib kepramukaan berjalan dengan tertib dan penuh pengawasan.

Menjadi rutinitas tahunan, siswa kelas 3 Intensif dan kelas 4 mempunyai tugas akhir sebagai adika (anggota Pramuka), sebelum mereka menjadi pembina di tahun depan. Tugas itu adalah melaksanakan Praktek Pengayaan Lapangan (PPL). Prakteknya berupa pembuatan kreasi/karya yang bermanfaat dengan biaya murah dan cara yang mudah.

Sebelum seluruh adika dari kelas 3 Intensif dan kelas 4 melaksanakan PPL, diadakan percontohan dari beberapa adika yang dipilih oleh bagian Koordinator Gerakan Pramuka. Kegiatan itu disebut PPL Perdana, yang pada tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis (7/2). Adika yang dipilih untuk melaksanakan PPL Perdana merupakan siswa kelas 3 Intensif dan kelas 4 yang dianggap memiliki kemampuan yang baik dalam pembuatan kreasi/karya dan juga mampu mempresentasikannya.

Ada 24 adika yang terpilih tahun ini. Mereka dibagi menjadi 12 kelompok, untuk memaparkan/mempresentasikan hasil karyanya di depan seluruh adika dan pembina. Beberapa kreasi yang dipaparkan antara lain replika Kapal Tempur, replika Pesawat Terbang, dll. Hasil karya dan presentasi dari setiap peserta juga dinilai oleh tim dari pembina. Apabila dinyatakan lulus, maka ia berhak untuk mengikuti Musyawarah Gugus Depan dan Ambalan Gembira. Jika belum lulus, maka yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengulangi prakteknya dan kembali mempresentasikan hasil karyanya di depan para pembina.brada

Nasehat Kiai Syamsul dalam Penutupan Tarbiyah Amaliyah Guardian Generation

0

Banyak yang terjadi antara ujian dan kesyukuran. Ujian dimulai, dilalui, dan diakhiri, lalu kita syukuri. Ujian Syafahi, tahriri, sampai Paper nanti akan seperti itu.

Inilah pondok kita, almahadu laa yanaamu abadan. Banyak yang diujikan dan banyak yang disyukuri. Setiap selesai tugas kita syukuri lagi. Selalu begitu, kalian lalui sampai 6 tahun.

Ada cerita orang dulu yang sudah berkeluarga. Cerita ini banyak terjadi. Dulu orang berkeluarga memiliki banyak anak, bisa sebelas, dua belas dst. Karena banyak anak orang tua sibuk terus, antara bahagia dan susah. Selalu berganti, tidak selalu susah dan tidak selalu bahagia. Orang tua dituntut banyak kerjaan. Kadang-kadang ketika tidak ada uang mereka susah mencari uang. Sehari-hari menjadi hakim memutusi anak-anak yang banyak ini. Dalam situasi ini banyak yang menghibur.

Ini dipakai di pondok ini. Tidak ada waktu yang kosong. Selalu di dalam acara. Antara ujian, syukur, selesai, gembira lagi. Maka saya katakan kemarin, ketika anak-anak ujian mereka senang dan sehat. Berbeda dengan orang yang tidak punya kerjaan. Tidak banyak perubahan.

Orang yang banyak kesibukan, akan lebih banyak berkahnya. Akibatnya orang yang diikuti oleh kesibukan yang amat banyak itu sehat badan dan rohaninya. Banyak kerjaan, banyak amalannya. Kalian shalat 8 raka’at dengan yang 2 raka’at berbeda pahalanya.

Banyak orang yang diberi waktu cuma 5 tahun, masih anak-anak sudah meninggal. Begitu pun ada yang sampai 30 tahun, 50 tahun, dst. Lebih baik umur panjang dan banyak amalan. Dosa kita kalau dikasih umur tapi tidak kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Jadikan hidup kita banyak manfaatnya, bisa menjadikan kita awet muda.

Jangan sampai ada yang menyia-nyiakan waktunya. Jangan berhenti sampai satu pekerjaan, tapi lanjutkan lagi ke pekerjaan selanjutnya. Jangan anggap pekerjaan selanjutnya lebih mudah dari yang kita hadapi sekarang. Ujian kelas 6 itu berbeda, kalau kelas 6 yang diuji 2 orang, tidak seperti siswa Kelas 1-5. Bersungguh-sungguh! yang tahu kemampuanmu itu pengujimu nanti.

Harus serius dan dipersiapkan secara maksimal. Bahkan dulu ada ancaman dari pak Zar,  “Mereka-mereka yang tidak siap dalam ujian Syafahi keluarkan! Masa ditanya materi kelas 1 GK bisa”. Maka hadapilah dengan serius. Inilah Gontor untuk mendidik anak-anaknya. Semua materi yang akan dibawa ke masyarakat akan diujikan di kelas 6 ini. Dimana pondok yang sedetail ini dalam menguji?.

Baca sebanyak-banyaknya!

Jangan sampai ada di antara pelajaran-pelajaran yang kalian anggap remeh, tidak penting, dalam semua acara. Ini semua sudah diatur dan dirancang oleh Trimurti.

Jangan sampai waktu yang sesempit ini digunakan untuk hal yang macam-macam. Dan jangan lupa juga ibadah, seperti yang saya sampaikan malam lalu, Allahumma Ainni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Dan terakhir, Minta kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian ini. AaRum

Ujian Tahsinul Qiro’ah

0

Mantingan, (sabtu,16-02-19)sabtu malam santriwati bersiap menuju kelas masing-masing  dengan memakai baju seragam putih biru untuk mengikuti ujian tahsinul qiro’ah , dengan penguji wali kelas bersama asisten masing-masing setiap ustadzah menguji 5-7 santriwati yang dibagi Group sebelum memasuki ruangan ujian., dengan penanggung jawab penuh oleh Ustadzah  bagian pengajaran, pengadaan ujian ini baru terlaksana tahun ini ,krana biasanya ujian tahsinul qiro’ah hanya dipegang wali kelas saja saat qiro’atul qur’an sore.

ujian Tahsinul Qiro'ah Di Gontor Putri Kampus 2
ujian Tahsinul Qiro’ah Di Gontor Putri Kampus 2

Penilaian ujian tahsinul qiro’ah dengan 3 kategori yaitu: tilawah, fasohah, dan hukum tajwid didalamnya. Santriwati sangat antusias dalam ujian ini karena mereka bisa tahu kesalahan dan seberapa paham dengan hukum tajwid bacaan mereka.

Dengan adanya ujian ini Agar santriwati lebih belajr,belajar dan belajar lagi cara membaca Alqur’an yang baik dan benar,dan mengetahiu hukum tajwid darinya.FANI

Ujian Tahsinul Qiro'ah di Gontor Putri KAMPUS 2
Ujian Tahsinul Qiro’ah di Gontor Putri KAMPUS 2