Home Blog Page 275

Kerajaan Negeri Kelantan Malaysia Kunjungi PMDG

0

GONTOR- Pondok Modern Darussalam Gontor kembali dikunjungi oleh tamu dari luar negeri. Adalah perwakilan dari Kerajaan Negeri  Kelantan, Malaysia, yang pada kali ini mengunjungi PMDG pada Sabtu (2/3) di kantor pimpinan

Delapan belas orang yang merupakan perwakilan dari Kerajaan Kelantan, Malaysia Mengunjungi PMDG dengan beberapa tujuan tertentu, diantaranya :

  1. Mendapatkan sistem yang baku serta disiplin untuk mendidik para santri dalam mencari jati diri.
  2. Mendapatkan sistem dan tata cara terbaik dalam menguasai dua bahasa Arab dan Ingrgris di dalam suatu institute pendidikan
  3. Mengadakan dan membentuk kerja sama antara kedua institut pendidikan yang berkaitan dengan kepesantrenan.

Serta Mereka berharap, dengan adanya kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor, mereka dapat melihat, mengambil, dan memahami sistem dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan di Gontor. AbuFariz

Dr. Abeer Haidar Kunjungi Gontor

0

GONTOR–Senin pagi (4/3), Dr. Abeer Shalahuddin Riyadh Haidar –dosen wanita asal Qatar University– kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Didampingi oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., Dr. Hj. Rashda Diana, M.A., dan lain-lain, dosen berkelahiran Mesir tersebut disambut hangat oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan di Kantor Pimpinan PMDG.

Selama beramah tamah, Dr. Abeer mengungkapkan kekagumannya terhadap PMDG yang terus berupaya mengajarkan Bahasa Arab bagi para santrinya, beliau juga berharap agar PMDG terus eksis dalam hal tersebut. Tidak jarang Kiai Hasan menanggapi percakapan Dr. Abeer dengan Bahasa ‘amiyah Mesir, karena beliau sempat belajar di sana puluhan tahun silam.

Dr. Abeer merupakan dosen di Markaz Barnamaj Al-Lughoh al-Arabiyah li ghoiri An-Nathiqiina biha di Universitas Qatar, dan merupakan seorang yang ahli dalam strategi pembelajaran bahasa Arab.

Selain bersilaturrahim dengan Pimpinan Pondok, Dr. Abeer juga dijadwalkan untuk mengisi seminar internasional tentang strategi pembelajaran Bahasa Arab bagi orang asing di kampus Unida Gontor. sand88

Kiai Hasan: Wisuda UNIDA Gontor dan Keabadian Cita-cita Gontor

0

UNIDA – Ahad, 3/3 merupakan hari wisuda angkatan ke-32 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Wisuda yang diselenggarakan di Hall Universitas Darussalam Gontor  ini mengukuhkan 73 wisudawan dan wisudawati dari program sarjana dan pascasarjana. Mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi UNIDA Gontor yang telah menyelesaikan tugas akhirnya.

Pada resepsi wisuda ini, UNIDA Gontor mengundang Mantan Ketua KPK, M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum.. Pada orasi ilmiahnya, beliau menyampaikan tentang eksistensi sebuah perguruan tinggi dimasa depan. Beliau juga berpesan kepada wisudawan dan wisudawati bahwa mereka adalah pemegang estafet berikutnya untuk melanjutkan dan mengisi kemerdekaan.

Sedangkan KH. Hasan Abdullah Sahal dalam kesempatan ini menegaskan di hadapan seluruh hadirin; para dosen, mahasiswa, wisudawan-wisudawati dan para walinya bahwa cita-cita ini harus abadi, karena memang yang diperjuangkannya pun bernilai abadi. Yang diperjuangkan oleh universitas ini adalah cita-cita yang bersumber dari nilai-nilai yang  sifatnya juga abadi. Dengan semangatnya beliau menyampaikan, bahwa nilai-nilai tersebut adalah; Pertama, ajaran Islam, dimana ia tidak akan hilang sampai hari Kiamat. Kedua, Syari’ah, dimana ia tidak akan berubah, dan akan selalu relevan dengan perputaran zaman dan tempat. Ketiga, Al-Qur’ān, yang ia dijaga oleh Allah swt., dan akan terus menjadi pedoman umat Islam. Keempat, Bahasa Arab, dimana ia merupakan bahasa kitab suci, al-Qur’ān. Tak lupa, beliau menyebut poin kelima, yaitu Pelajaran Umum, ilmu pengetahuan alam maupun sosial, dimana ia bisa terus digali dan dikembangkan dengan berbagai penelitian.

Pemaparan beliau ini sungguh bermakna. Bagaimana tidak, ia menjadi menjadi penegasan kembali akan rel dan khittah Pondok Gontor yang agung dan visioner. Nilai-nilai tadi juga bisa dipahami sebagai prasyarat utama keberlangsungan dan kemajuan pondok. Dalam arti, ia akan maju, dan akan terus hidup, jika tetap berada khittah tadi. Jika kelima poin itu berganti, atau bahkan hilang, maka pondok tidak akan ada harganya, sebab yang diperjuangkan bukan lagi hal-hal yang bersifat abadi.

Uraian beliau ini sekaligus sebagai pengingat yang lupa, penegas yang lalai, dan peneguh bagi yang sudah memahami. Seperti yang seringkali didengungkan Ustadz Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam berbagai kesempatan, berbicara tentang nilai pondok itu harus “peng sewu”. Ya, seribu kali, yang bermakna harus berkali-kali.

Dengan menyadari cita-cita yang agung dari kampus ini, yang tentu dengan nilai-nilai islaminya, maka yang hendaknya wisudawan wisudawati lakukan sebagai penghuninya adalah berilmu dan beramal yang maksimal untuk kemajuan kampus ini. Ladangnya terbuka lebar, banyak hal yang bisa kerjakan.

Untuk para wisudawan-wisudawati ke-32 ini, selamat dan sukses. Selamat berjuang dimanapun tempat pengabdian berikutnya. Agar selalu mengingat jasa kampus ini, mari kita ingat selalu petikan puisi Ustadz Taufiq Affandi yang sangat menyentuh ini, “Ada satu tempat. Saat kuterbangun di pagi, aku berpikir apa yang bisa kulukis pada langitnya, apa yang bisa kutoreh pada batunya. Jika belum dapat kutorehkan kata yang  menawan, akan kutorehkan sebuah kalimat sederhana, Terima kasih Gontor”.Ahsy

Pramuka Garuda Pertama Kali di Gontor Putri 1

0

Gontor Putri Kampus 1-Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki sikap bahwa pendidikan adalah sarana untuk ibadah thalabul Ilmi, dan bukan sarana untuk memperoleh ijazah sehingga dapat menjadi pegawai. Hal ini tercermin dalam langkah Pondok Modern untuk mendidik santrinya dengan pendidikan berbasis kecakapan mental di berbagai kegiatannya.

Seleksi Pramuka Garuda
Seleksi Pramuka Garuda

 

 

Dengan demikian, sebagaimana berulang kali ditekankan oleh KH. Imam Zarkasyi selaku pendiri Pondok Modern Gontor, kegiatan pendidikan yang dilaksanakan bukanlah ditujukan untuk mencetak pegawai, tetapi untuk menciptakan para ilmuan yang dapat bergerak di berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang kepramukaan.

 

Kepramukaan  adalah proses pendidikan di luar kelas atau alam terbuka dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, dan praktis. Kepramukaan juga dapat disebut dengan  sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat bangsa Indonesia. Maka dari itu Gontor selalu mengembangkan dan meningkatkan kegiatan pramuka, karena didalamnya terdapat aspek-aspek pendidikan. Salah satu cara Gontor dalam hal ini ialah mengadakan kegiatan Pramuka Garuda.

Hasil Karya Para Anggota
Hasil Karya Para Anggota

Pramuka Garuda ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan MABIKORI (Majelis Pembimbing Koordinator) di Gontor Putri Kampus 1. Yang bertujuan mencetak generasi pramuka yang berjiwa Pancasila, mengasah kecerdasan para andika, mendidik agar menjadi anggota yang tangguh dan sehat fisiknya.

 

 

Kegiatan ini sebutan bagi pramuka yang telah menyelesaikan tingkat kecakapan tertinggi pada jenjang pendidikan (golongan) masing-masing. Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan SKK Garuda akan mengikuti tes kecakapan yang diuji langsung olek KWARCAB Ngawi (Kwartir Cabang). Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat. Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda.

Pelantikan Anggota Pramuka Garuda
Pelantikan Anggota Pramuka Garuda

Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas 3 KMI atau dari golongan Penggalang yang berjumlah 443 santriwati. Adapun diantara 443 santriwati kelas 3 KMI, yang terpilih sebagai anggota pramuka garuda di Gontor Putri Kampus 1 berjumlah 60 santriwati. Maka anggota yang terpilih ini pun dilantik langsung oleh KWARCAB Ngawi sebagai tanda bahwa mereka telah mencapai kecakapan Pramuka Garuda.

 

Pelantikan ini dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 pada tanggal 24 Januari 2019. Dan dihadiri oleh anggota KWARCAB ngawi, para guru dan santriwati.

Beginilah salah satu cara Gontor dalam megembangkan dam meningkatkan aspek kegiatan kepramukaan. Ghoriza

 

Musyawarah Gugus Depan 2019, Latih Ambalan Pandai Berorganisasi

0

Darussalam- Musyawarah Gugus Depan 2019 bertujuan untuk membahas semua program kerja Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 beserta ketetapan-ketetapan yang harus ditaati oleh para pembina Gugus Depan di tahun depan.

Terdapat beberapa perbedaan yang ada pada Musyawarah Gugus Depan 2019 dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti stand band yang sengaja dipasang guna memberi hiburan selama acara berlangsung dan background besar yang akan digunakan kembali pada acara Ambalan Gembira 2019. Para santri Kelas 3 intensif dan kelas 4 selaku panitia sekaligus anggota yang mengikuti acara Musyawarah Gugus Depan 2019  ini sangat bersyukur atas suksesnya pelaksanaan acara ini.

Acara Musyawarah Gugus Depan 2019 diadakan dalam 3 sidang, sidang yang pertama adalah sidang pleno yang diadakan pada hari Kamis, 1 Maret 2019 bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor, sidang yang kedua beserta sidang yang ketiga diadakan pada hari Jumat 2 Maret 2019 bertempat di Gedung Olahraga dan Gedung Yaqzoh Pondok Modern Darussalam Gontor. Reyzin

K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi: Kiat Membuat Santri Dinamis dan Energik

0
  1. Memperbanyak Kegiatan

Untuk mengetahui, seberapa dinamis dan energiknya santri, bisa dilihat dari seberapa besar dan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh pesantren tersebut. Dengan kegiatan yang baik, akan mempengaruhi tingkat kecepatan pola pikir, sikap dan perilaku santri. Satu misal, ketika terlibat dengan berbagai kegiatan, maka santri akan berfikir keras untuk membagi waktu dan tenaga sehingga memiliki kekuatan dan kecepatan. Kuatnya berfikir akan melahirkan kuatnya bersikap. Inilah problema yang dihadapi generasi saat ini, mereka tidak dibiasakan berfikir yang banyak, dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan. Hasilnya, menjadi generasi yang lamban, mudah putus asa dan mencari enaknya saja.

 

Sikap santri yang dinamis, akan menumbuhkan perilaku yang dinamis pula. Hal ini bisa disaksikan, bahwa santri yang terbiasa dengan tugas dan kegiatan yang banyak, maka gerak dan langkahnya pun terlihat cepat. Sampaipun makanya bisa cepat, bangun tidurnya juga cepat, bahkan mandipun bisa cepat.

 

Dengan kecepatan dinamika kegiatan ini, akan memperjelas kegiatan ini, akan memperjelas siapa yang kuat dan siapa yang tidak, siapa yang baik dan siapa yang tidak. Ibarat nginteri beras di nampan, maka, semakin keras proses penginterannya, akan terlihat batu atau kerikil yang merusak kualitas beras tersebut. Bahkan, lebih dari itu, dengan kegiatan yang banyak akan terlihat siapa yang memiliki loyalitas, dedikasi dan prestasi seseorang.

 

  1. MENINGKATKAN PEMAHAMAN

Kegiatan saja tidak cukup, perlu adannya pemahaman santri terhadap pentingnya kegiatan-kegiatan yang harus diikuti. Pemahaman yang baik dan benar, apalagi pemahaman yang tinggi, akan menumbuhkan keterpanggilan santri untuk mengikuti berbagai kegiatan dengan semaksimal mungkin. Dari pemahaman ini, tidak saja akan menumbuhkan kesemangatan santri, akan tetapi lebih dari itu, santri akan ikut membantu, membela dan memperjuangkan kepentingan Pondoknya.

 

Gontor, tidak perlu diragukan visi dan misinya. Yang diperlukan adalah sejauh mana mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari. Bila santri memahami bahwa belajar adalah sebuah kemuliaan, membantu pondok adalah sebuah kepercayaan dan penghargaan, maka tidak mungkin dia akan menjauhi apalagi memusuhi.

 

Itulah, maka dinamika santri akan terlihat dengan jelas dari gerak, sikap dan perilakunya. Dari cara berbicara sampai cara memotivasi santrinya. Bagaikan orang yang sholat, bila dia memahami makna dan tujuan dari sholat, maka mendengar adzan adalah kesempatan dan anugerah Allah yang harus diraih dengan segala jerih payahnya.

 

  1. MENGAMBIL BANYAK INISIATIF

Kemauan untuk selalu mengambil inisiatif, bisa membuat santri dinamis dan energik. Mengapa?marilah kita lihat, bahwa sesungguhya di dunia ini akan dikuasai oleh orang-orang yang memiliki inisiatif yang banyak untuk menyelesaikan sekian banyak permasalahan. Betapa tidak. Inisiatif berarti upaya untuk selalu berfikir dan berfikir agar memiliki banyak kegiatan. Hal ini seharusnya muncul dari dalam diri kita, sehingga orang lain hanya memberikan motivasi untuk hidup lebih baik.

 

Mengambil inisiatif yang banyak, berarti akan menumbuhkan-kembangkan kemauan untuk sukses yang lebih besar. Dan keterampilan ini bisa dikembangan dan ditingkatkan melalui tugas-tugas yang diberikan.

 

  1. DISIPLIN TINGGI

Dengan disiplin yang tinggi, akan membuat santri yang dinamis dan energik. Bagaimana tidak, santri yang akan berhitung dengan waktu, tenaga dan kesempatan. Satu missal, disiplin masuk kelas. Dengan disiplin yang tinggi, santri akan berupaya keras untuk berfikir, bergerak dengan cepat dan tepat agar terhindar menghindari hukuman atau resiko-resiko yang lainnya.

 

Di Gontor, dalam berbagai munasabah, terlihat betapa gerak dan langkah mereka begitu cepat. Apapun alasannya, yang jelas ini merupakan proses pembiasaan bagi mereka. Tidak saja nampak dari gerak dan tingkah laku mereka, wajah merekapun terlihat semangat yang tinggi.

 

Sebagai lembaga kederisasi pemimpin, disiplin merupakan faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan pendidikan. Maka Gontor menempatkan posisi disiplin tempat yang utama, bahkan ini menjadi ciri khas bagi Gontor. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh disiplin yang diberlakukan dalam pendidikan tersebut.*aff

 

Diambil dari buku bekal pemimpin hal. 134-137

Kiai Syamsul: Bentuk Ujian Nihaiy di Gontor Sudah Baku

0

Darussalam-K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG, dalam Pengarahan Pengawas Ujian Tulis hari Sabtu (2/3) menyampaikan bahwa bentuk ujian Nihaiy (Akhir) untuk Kelas 6 sudah baku. Gontor telah punya dasar-dasar ujian yang sudah dibukukan sejak Trimurti masih hidup. Beliau menegaskan, semua yang menjadi prinsip tidak boleh berubah. Diantaranya: semua ujian di Gontor berbentuk esai tidak boleh berbentuk pilihan ganda, semua materi diujikan mulai dari kelas 1, setiap ujian wajib diawasi dengan ketat dsb.

“Kiai Imam Zarkasyi memimpin Pondok dan menjadi Direktur KMI sejak awal berdirinya (1936) sampai tahun 1985, itu bukanlah waktu yang sedikit untuk mengonsep Ujian Nihaiy ini,” jelas beliau. “inilah salah satu rahasia KMI, itulah mengapa lulusan KMI sudah bisa mengajar sekolah tingkatan Mts”. Dulu, pernah ada yang mengusulkan perubahan dalam konsep ujian ini, tapi tenyata tidak efektif dan tidak berhasil. Maka yang seperti sekarang inilah bentuk baku dari ujian Nihaiy Kelas 6.

Dalam Acara pengarahan yang diadakan di Aula Rabithah ini Kiai Syamsul juga menyampaikan agar seluruh pengawas menjalankan tugas pengawasan ini dengan maksimal. Dengannya, kualitas ujian ini akan terjaga. Setelah Pimpinan, dilanjutkan oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc., Wakil Direktur KMI, berkata “Pengawas Ujian Nihaiy ini diambil dari tahun keenam ke atas, asatidz yang sudah sangat berpengalaman dalam mengawasi ujian”.

Besok, sejumlah 1.768 Siswa dan 1.689 Siswi akan berjuang menghadapi 30 Materi (dan 2 materi tambahan untuk Siswi). Upacara pembukaan akan dilaksanakan di depan BPPM tepat pukul 06.00 WIB. Semoga semua siswa/i akhir Gontor seluruhnya mampu dan dapat menjalankan ujian ini dengan khidmat dan baik. AaRum

Kunjungan Pelajar Dan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern Nurussalam Karawang Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2

0

Kampus2_ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 kembali kedatangan tamu rombongan pelajar dari Pondok Modern Nurussalam Karawang pada hari Jumat (01/03) yang berjumlah 66 orang dengan perincian 56 santri dan santriwati dari kelas 5 KMI sebagai pengurus Organisasi Pelajar Pondok Nurussalam (OPPN)  dan 10 orang guru pembimbing yang dibimbing langsung oleh Al-Ustadz Dede Haris selaku Pimpinan PM. Nurussalam Karawang. Maksud dan tujuan kedatangan rombongan tersebut adalah dalam rangka studi organisasi.

Penyerahan Kenang-Kenangan
Penyerahan Kenang-Kenangan

Kedatangan rombongan pada jam 16.00 WIB disambut hangat oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Nurul Salis Alamin, M.Pd yang mewakili Bapak Pengasuh dalam pertemuan silaturahmi di Aula Riyadh. Di dalam pertemuan ini bapak wakil direktur memperkenalkan PMDG Kampus 2 dan kemudian dilanjutkan dengan wejangan tentang keorganisasian.

Studi Organisasi Bersama Pengurus OPPM
Studi Organisasi Bersama Pengurus OPPM dan KGP

_MG_0737Acara dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di masjid jami’ dan makan malam bersama dilanjut dengan studi lapangan keorganisasian diadakan setelah sholat isya’ dengan melibatkan seluruh peserta. Studi organisasi ini berlangsung selama 1 setengah jam dimulai dari pukul 20.30 sampai pukul 22.00 yang bertempat di gedung palestina. Acara ini diisi dengan penyampaian program kerja dan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) setiap bagian dan sharing session, Karena salah satu tujuan rihlah adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai keorganisasian yang ada di Gontor . usai acara studi organisasi, segenap rombongan beranjak dari Gontor 2 untuk melanjutkan perjalanan kembali ke pondok mereka. Moch

 

 

Kiai Hasan Hadiri Peringatan 1 Dasawarsa Daru Tartila, Bekasi

0

KRANJI– K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara Peringatan Dasawarsa dan Wisuda Tahfidz 30 Juz Pondok Pesantren Daru Tartila, Bekasi (23/2). Acara yang bertempat di Jl. Bintara Raya, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi tersebut dihadiri oleh seluruh guru, santri, dan wali santri PP. Daru Tartila. Kiai Hasan hadir sebagai tamu istimewa.

Kiai Hasan berangkat menuju Pondok Daru Tartila setelah bermalam di rumah transit Gontor, Tebet. Setibanya di sana, Kiai Hasan beserta rombongan disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Daru Tartila dan pagar betis para santri.

Daru TartilaAcara diawali dengan penampilan marawis dari santri dan santriwati,  dilanjutkan dengan sambutan oleh Kiai Hasan, “Apa yang kamu miliki adalah apa yang kau berikan, bukan apa yang kau simpan dan kau tumpuk,” ujar Kiai Hasan dalam sambutan.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenagan dari Pondok Daru Tartila kepada Kiai Hasan dan pemberian hadiah berupa umrah ke tanah suci kepada 2 orang hafidz Al-Qur’an. Acara dilanjutkan dengan Reuni Alumni PP. Al-Muqoddasah yang bertempat di Aula Pertemuan pondok tersebut. Muis