Home Blog Page 287

Pembukaan Pramuka : Ciptakan Muslimah Sejati

0

Kamis (6/12) —Tepatnya pada hari ini, gerakan pramuka dimulai. Setelah usainya liburan awal tahun kemarin. Kepramukaan adalah salah satu rutinitas wajib di hari Kamis bagi seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 2. Dari kegiatan ini, para andika di didik untuk menjadi muslimah tangguh nan sejati. Dengan berbagai macam kegiatan dan penggemblengan. Pramuka harus terus di pupuk, sebagai wadah bagi pembentukan nasionalisme dan patriotisme kita. Ikhlas bhakti bina bangsa dan berbudi bawa laksana. Dengan mengaplikasikan dasa dharma dan tri satya di kehidupan kita — “Satyaku kudarmakan, Dharmaku kubaktikan”.

DSC_4866

Kita harus dan mampu dalam mengislamkan pramuka, bukan pramuka yang mengislamkan kita. “Kami pramuka tapi kami muslimah” adalah salah satu kutipan bagi kepramukaan di Gontor Putri. Bersatu dalam pramuka bersaing dalam prestasi. Karena gerakan pramuka sebagai wahana kaum muda, sebagai kader pembangunan, sebagai perekat bangsa. Dan bersatu padu untuk menyongsong masa depan yang gemilang.

 

Pramuka tak hanya mengajarkan semaphore, swiss, pioneering indah, tali-temali, dan berbagai macam sandi-sandi. Namun, mengajarkan kita juga cara agar dapat bertahan hidup, di kehidupan luar sana. Dan dari pramuka juga lah para andika di didik untuk menjadi pemimpin yang baik — “Scout now, Leader tomorrow”.

 

Dan yang harus kita ingat bahwa, kepramukaan bukanlah ilmu yang sulit. Karena alih-alih itu adalah permainan riang “scout is joly game”, jika kita dapat mengartikannya bahwa itu adalah suatu tempat kebahagiaan. Pada saat yang sama kepramukaan juga bersifat edukatif.

DSC_4843

Dengan tumpah ruahnya berbagai macam warna menemani teriknya cahaya matahari yang menyinari kampung nan damai di siang hari. Semangat para andika yang berapi-api pun mampu meluluhkan keringat mereka, demi menyambut aktivitas kepramukaan. Dan nasihat demi nasihat diberikan kepada para andika demi menemani penyematan gerakan pramuka ini. Berharap dapat lebih baik, bersemangat, dan berkembang dari sebelumnya.

 

NuriwandaAzizahNugraheni

 

Gontor Olympiad Tingkatkan Skill dan Kreativitas Santri

0

Gontor–Acara demi acara bergulir silih berganti, pada kali ini Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) disibukkan dengan acara Gontor Olympiad, acara ini adalah salah satu dari sekian acara yang menunjukan rasa integritas seluruh santri dalam kebersamaan, kesatuan, dan sportivitas.

Gontor Olypyiad (37)Kegiatan yang melombakan berbagai macam divisi ini dibuka pada hari Jum’at pagi (14/12) oleh Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd.I. di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Dihadiri oleh seluruh santri dan guru se-Darussalam, upacara pembukaan ini selain sebagai tanda dimulainya Gontor Olympiad, juga menjadi wadah untuk menampilkan kreasi dan kemampuan para santri dalam olahraga maupun seni.

Perhelatan yang digelar tahunan ini terdiri dari 5 divisi, yaitu: Bahasa, Keilmuan, Kepramukaan, Olahraga, dan Kesenian. Diharapkan seluruh santri dapat berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sesuai dengan bakat dan minatnya. Olimpiade ini diadakan selama satu minggu penuh dimulai hari Jum’at (14/12) hingga hari Kamis (21/12). Agenda ini diikuti oleh santri kelas satu hingga kelas lima, sementara kelas enam sebagai panitia yang mengatur jalannya acara agar berjalan dengan baik.

Tahun ini, Guardian Generation (nama angkatan siswa akhir 2019) sebagai panitia penyelenggara memilih Singa sebagai ikon Olimpiade Gontor. Mereka ingin menyampakain pesan bahwa Gontor, khususnya para santri harus memiliki keberanian, ketangkasan, dan kekuatan yang besar dan juga ketajaman dalam melakukan segala susuatu, khususnya dalam perlombaan yang digelar pada acara ini.

Dengan bermotokan “Rising Together” yang artinya bersinar bersama, Panitia ingin mewujudkan kebersamaan para santri dan guru  yang terpupuk dan tercermin dari seluruh perlombaan dan kegiatan yang ada.

Gontor Olympiad bertujuan untuk meningkatkan skil, dan kreatifitas santri Darussalam baik dalam bidang olahraga, keilmuan, bahasa, keterampilan, dan juga menguatkan rasa Ukhuwah Islamiyah, guna membentuk generasi yang mengawal umat Islam. Muis

Art and Handicraft Show Kembangkan Seni Santri

0

GONTOR—Art and Handicraft Show merupakan acara yang rutin diadakan oleh pondok pada awal dan akhir tahun. Acara yang digelar untuk seluruh santri ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menunjukkan berbagai skill dan seni yang dimiliki oleh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), khusunya untuk santri baru, yang belum mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Acara Art Show di akhir tahun ini diadakan pada hari Jum’at (07/12). Ada yang berbeda pada acara tersebut. Acara yang biasanya diadakan didepan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ini, kini digelar di Gedung Yaqdzoh karena bersamaan dengan final futsal IKPM yang dipertontonkan kepada santri didepan BPPM.

Seluruh santri terlihat antusias dalam acara tersebut. Para santri yang belum mengikuti kursus mencari seni yang mereka sukai dan mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus tersebut. Ada berbagai macam kursus yang bisa diikuti oleh para santri, seperti beladiri, kaligrafi, melukis, menggambar, pantomim, serta musik.

Sedangkan untuk nama-nama kursus yang mencakup seni tersebut: Perbeda (Persatuan Beladiri Darussalam), Aklam (Asosiasi Kaligrafer Darussalam), Limit (Lintasan Imajinasi dan Seni Santri), Armada, Dams Family (Darussalam Musician S tation Family), Senhada (Seni Hadroh Darussalam). Dari kursus inilah para santri diharapkan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan hobi mereka.Faruq

Kepramukaan di Gontor Sebagai Wadah Disiplin dan Kemandirian Santri

0

GONTOR­­-Kegiatan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor  (PMDG) merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri PMDG. kegiatan ini sebagai wadah untuk membina generasi muda juga berfungsi melatih para santri menjadi disiplin dan mandiri. Inilah yang menjadi motivasi bagi Gontor untuk selalu menanamkan jiwa kepramukaan kepada santrinya.

Kepramukaan di Gontor juga membentuk keterampilan santri sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. Selain itu, memberikan konstribusi nyata dan diakui oleh masyarakat dalam pengembangan generasi muda yang berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti yang luhur.

Dengan dinamika kepramukaan yang sudah bertahun-tahun, Gontor juga mengikuti ajang kepramukaan di Kancah Nasional maupun internasional. Seperti Jambore dan Raimuna di Cibubur, World Jamboree di Swedia, Australia, Thailand, dll.

Alhamdulillah Kepramukaan memberikan pengaruh positif dalam mengembangkan bakat dan kreatifitas santri. Semoga kedepannya Kegiatan ini selalu eksis di kampung damai ini.*Aff

Al-Ustadz H. Imam Shobari Hadiri Acara Pelantikan Forbis IKPM Cabang Malang

0

BATU-Al-Ustadz H. Imam Shobari selaku Ketua Yayasan Perluasan dan Pemeliharaan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) menghadiri acara Pelantikan Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Malang. Posisi beliau saat itu mewakili Bapak Pimpinan Gontor dalam menghadiri acara tersebut. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad (16/12) ini berlangsung khidmat. Karena para hadirin sangat antusias berpartisipasi dalam acara ini.

Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.
Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.

Dalam Forum bisnis ini Alumni dididik untuk mandiri”. Tutur Al-Ustadz Imam Shobari dalam sambutanya, selain itu, beliau juga menuturkan bahwa ide forum bisnis ini sudah dirintis sejak lama, contoh konkritnya, dulu di Gontor ada lembaga Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) yang bertujuan untuk mendidik para alumni berkecimpung dalam dunia bisnis dan usaha kreatif tetapi tidak keluar dari nilai-nilai Gontor.

Dalam Pelantikan Forbis, Al-Ustadz David Rusydianto terpilih sebagai ketua forbis IKPM Cabang Malang. Beliau sudah memulai bisnis di kota malang sudah bertahun-tahun, yang mana sudah menghasilkan profit miliyaran rupiah pertahun. Selain itu, Al-Ustadz Agus Maulana selaku Ketua Forbis Pusat juga ikut melantik Ketua Forbis baru, Khusunya di Kota Malang. Dalam sambutanya beliau menuturkan bahwa tujuan forum bisnis alumni Gontor adalah saling bersinergi, membangun jaringan dan silaturrahim.

Selain Pelantikan forbis, pihak panitia juga menyelenggarakan acara Silaturrahim dengan seluruh Alumni Gontor yang berasal dari Kota Malang dan penyerahan tanah wakaf kepada IKPM Malang. Yang mewakafkan tanah yaitu dari keluarga Alm. Prof. Dr. Masyfuk Zuhdi dengan luas tanah 166 M2. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun lembaga pendidikan di tempat tersebut. Dalam hal ini, IKPM Malang memiliki konstribusi besar dalam proyek pembangunan lembaga pendidikan di Malang.

Para alumni yang hadir di pertemuan ini sangat antusias, karena ini adalah acara pertama kali diselenggarakan di IKPM Cabang  Malang serta akan menjadi sejarah baru bagi mereka.*aff

Kiai Hasan Hadiri Pembekalan Peserta PKU UNIDA

0

SIMAN-K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembekalan peserta PKU UNIDA. Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad (9/12) di Hall UNIDA Gontor. Diadakannya acara ini guna memberikan bekal kepada peserta PKU UNIDA sebelum mengadakan workshop dan seminar di beberapa lembaga pendidikan yang ada di dalam Jawa, di mulai dari Workshop Internal diantaranya: Pondok Modern Darussalam Gontor, UNIDA, Gontor Putri Kampus 1 dan 2, dan Pascasarjana UNIDA. Kampus Luar diantaranya: Ponpes Walisongo, Politeknik Madiun, PGRI Madiun, dan UNMUH Ponorogo.

Workshop Eksternal (Keliling Jawa) di beberapa daerah yaitu; Gresik, Lamongan, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Purwokerto, Semarang, Jakarta, dan Banten.

Dihadapan 67 peserta PKU, Kiai Hasan menuturkan bahwa syarat untuk menjadi da’i salah satunya adalah memperbanyak membaca, menulis, dan berdiskusi agar tingkat keilmuwannya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Begitu banyak ilmuwan yang ada di negeri ini, akan tetapi yang bisa menebar kebaikan dan manfaat hanya segelintir orang saja. tutur beliau.

Dengan retorika bicara beliau, para peserta PKU sangat antusias, karena Kiai Hasan terkadang di sela-sela memberi wejangan juga membuat suatu anekdot humor guna menarik perhatian peserta.*Aff

 

Perkemahan Kamis-Jum’at Sarana Pembinaan Mental dan Kepribadian Santri

0

7MANTINGAN–Kamis Siang, 4 Desember 2018. Kegiatan kepramukaan di Gontor Putri 1 kembali diaktifkan, dengan diadakannya upacara pembukaan minggu lalu, dan dilanjutkan dengan pelepasan peserta Perkemaham Kamis-Jum’at (PERKAJUM) Gelombang pertama. Dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta jajaran Mabikori, Mabisek, dan Mabigus beserta seluruh santriwati.

Dalam pidatonya, Ustadz Suharto menyampaikan bahwa yang menentukan seseorang berhasil di masyarakat bukan hanya intelektualitas kecerdasan tetapi yang lebih besar adalah mentalitas dan kepribadian, maka dari kepramukaan digembleng  untuk bisa memiliki mental yang tangguh mental yang militan punya karakter punya shibgah gontoriyah. Semua pendidikan baik pendidikan heart (pendidikan dan pembentukan hati), head (otak dan pengetahuan), hand (keterampilan dan kreatifitas) semua terdapat dalam pramuka.

“Gontor sejak berdiri sudah menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulumnya, kurikulum di Gontor tidak hanya berupa pelajaran dikelas, tetapi kurikulum menurut Gontor adalah seluruh kegiatan selama 24 jam. Alasan mengapa Gontor sudah memperhatikan pramuka sejak awal berdirinya pondok bahkan menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulum utamanya adalah karena didalam kepramukaan terdapat pendidikan karakter, pembentukan kepribadian. Sebagaimana telah tercantum dalam motto pondok yang pertama adalah “Noble Character” berbudi tinggi yang diantaranya lewat kepramukaan” jelas Ustadz Suharto.

Lewat pramuka mental dan kepribadian santri dapat terbentuk dengan baik, sebagai sarana meningkatkan kualitas kepribadian dan karakter ber-shibgah gontori. Sehingga dimasa mendatang dapat tercipta generasi muda yang intelektual spiritual dan memiliki mentalitas kepribadian yang tangguh dan militan. Aamiin

Gontor Olympiad, Rising Together!

0

Darussalam – Gontor Olympiad (GO) telah dimulai. Acara bergengsi tahunan ini selalu menjadi acara yang dinanti para santri. Pasalnya banyak klub, rayon, dan instansi yang telah lama mempersiapkan diri dalam perlombaan ini.

Untuk tahun ini kepanitiaan GO di ketuai oleh Al-Akh Adi Cahyono Putra, Al-Akh Ahsani Taqwim, dan Al-Akh Jefri Ardiansyah. Acara tersebut bertujuan untuk mengisi kegiatan santri, setelah liburan 10 hari kemarin dan sebagai suatu pendidikan dalam bentuk olahraga maupun dalam bentuk lainnya. Serta melatih santri dalam berorganisasi yang baik.

Terdapat 77 perlombaan yang akan diperlombakan, yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu antar rayon, klub, dan instansi. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kreatifitas dan pengembangan diri dari setiap kelompok secara merata.

Selain itu terdapat beberapa perlombaan baru, yaitu memanah, lari, lompat jauh, dan tolak peluru, yang mana lomba-lomba tersebut diadakan di samping lapangan perbeda (Persatuan Bela Diri Darussalam). Adapula cabang olahraga panjat tebing yang dilaksaakan di depan laboraturium.

Untuk maskot sendiri, tahun ini adalah singa yang bermaknakan raja hutan yang pemberani, dan mampu mengawal kesuksesan acara dari awal hingga akhir. GO tahun ini mempunyai tag line yaitu “Rising Together” yang artinya bangkit bersama. Ini merupakan sebuah rujukan dari Asian Games yang diadakan di Indonesia, dengan maksud agar para santri bisa memeriahkan acara Gontor Olympiad layaknya Asian Games.ahsy

Inovasi Peningkatan Bahasa ala CLI

0

Gontor – Bagian Penggerak Bahasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Central Language Improvement (CLI) siap membuat inovasi bahasa pada tahun ini. Pernyataan ini langsung diungkapkan oleh Ahmad Prasetyo salah satu staf CLI pada wawancara hari Selasa (11/12).

“Yang saya pribadi rasakan ketika mendapat amanat ini adalah berat, pusing, dan harus bagaimana. Saya merasa berat karena bahasa saya masih belum terlalu bagus untuk menjalani amanah yang terlalu besar bagi saya yang hanya seorang santri”. Ungkapnya dalam wawancara itu. Ia pun menambahkan, CLI pada tahun ini memiliki target untuk menanamkan kecintaan santri terhadap bahasa dengan merubah mindset mereka dalam berpikir bahwasanya bahasa merupakan fun bukan paksaan. Usaha yang mereka lakukan dalam mensukseskan target tersebut adalah dengan mengadakan aktifitas-aktifitas yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah dengan mengadakan perlombaan pada setiap hari Selasa dengan nama “Language League” nama tersebut merujuk pada premier league atau liga inggris yang merupakan liga terpopuler di dunia. Language League ini pun memakai sistem poin sama seperti liga-liga sepakbola yang melibatkan anggota dan pengurus rayon. Untuk perlombaan-perlombaannya adalah public speaking, broadcasting, fathul munjid dan oxford, dan spelling. “Saya miris melihat bahasa santri sekarang karena menganggap berbicara menggunakan bahasa resmi hanya pelarian dari jasus dan hukuman CLI, hal inilah yang harus kita perbaiki”, ujar santri yang berasal dari Depok itu.

Pada tahun ini bagian bahasa juga melakukan perubahan bagi para asisten-asisten bahasa seperti istirqo’ “kami pun melakukan perubahan pada asisten ini, yaitu dengan menambahkan supervisor yang bukan dari alumni istirqo’, karena pada tahun-tahun sebelumnya yang menjadi pembimbing hanyalah mereka yang dahulunya juga anggota istirqo’. Ini kami lakukan untuk menjadi tajididun niah dan menjadi inovasi-inovasi lain” tambahnya.

Bukan hanya dari sisi asisten, bagian bahasa pun melakukan inovasi-inovasi lain yang ditunjukan untuk para santri, yaitu dengan membuat banner-banner kosakata yang diletakkan di seluruh sudut pondok, banner-banner ini berjumlah 50 buah diletakkan di 50 tempat dan menghabiskan biaya sebesar 3 Jt, yang diambil dari anggaran OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern)

Dari sisi hukuman, hal yang dilakukan adalah dengan memberi hukuman yang bermanfaat kepada para santri yang melanggar, hukuman itu dapat berupa : menulis kosakata, idioms, dan memberi motivasi guna mendorong mereka untuk meningkatkan bahasa Arab dan Inggris.

“Guys! It not bet you so smart, it just bet you stay with your problem longger.” Tutupnya pada wawancara itu dengan memberi motivasi.ahsy

Double Background Meriahkan PSC Tahun Ini

0

GONTOR—Untuk menggali minat dan bakat para santri dalam bidang pidato, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan lomba pidato (Public Speaking Contest). Lomba yang diperuntukkan untuk siswa kelas 1-4 itu dilaksanakan selama 2 hari, yakni hari Kamis malam (13/12) untuk pidato Bahasa Indonesia, dan hari Ahad malam (16/12) untuk pidato Bahasa Arab dan Inggris.

Acara diselenggarakan di Balai Perteman Pondok Modern Darussalam Gontor. Para siswa kelas 1 dan 1 Intensif yang notabene merupakan santri baru, diwajibkan untuk menyaksikan acara ini. Hal ini karena Pondok ingin memperkenalkan/menunjukkan kepada santri baru bagaimana cara pidato yang baik.

Dipanitiai oleh siswa kelas 3 Intensif dan 4, ada yang berbeda pada acara kali ini. Salah satu yang paling menarik adalah dibuatnya double background pada saat PSC Bahasa Arab dan Inggris, sehingga background dapat dirubah/diganti sesuai bahasa pembicara. Background bertema gurun dan patung spinx untuk Bahasa Arab, dan jembatan khas Eropa untuk Bahasa Inggris.

 

Semoga dengan diselenggarakannya acara ini, para santri dapat termotivasi untuk senantiasa meningkatkan dirinya dalam berpidato melalui latihan di kelas-kelas, sehingga kelak akan muncul singa-singa podium di kancah nasional bahkan internasional dari Gontor.brada