Home Blog Page 288

Kepramukaan di Gontor Sebagai Wadah Disiplin dan Kemandirian Santri

0

GONTOR­­-Kegiatan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor  (PMDG) merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri PMDG. kegiatan ini sebagai wadah untuk membina generasi muda juga berfungsi melatih para santri menjadi disiplin dan mandiri. Inilah yang menjadi motivasi bagi Gontor untuk selalu menanamkan jiwa kepramukaan kepada santrinya.

Kepramukaan di Gontor juga membentuk keterampilan santri sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. Selain itu, memberikan konstribusi nyata dan diakui oleh masyarakat dalam pengembangan generasi muda yang berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti yang luhur.

Dengan dinamika kepramukaan yang sudah bertahun-tahun, Gontor juga mengikuti ajang kepramukaan di Kancah Nasional maupun internasional. Seperti Jambore dan Raimuna di Cibubur, World Jamboree di Swedia, Australia, Thailand, dll.

Alhamdulillah Kepramukaan memberikan pengaruh positif dalam mengembangkan bakat dan kreatifitas santri. Semoga kedepannya Kegiatan ini selalu eksis di kampung damai ini.*Aff

Al-Ustadz H. Imam Shobari Hadiri Acara Pelantikan Forbis IKPM Cabang Malang

0

BATU-Al-Ustadz H. Imam Shobari selaku Ketua Yayasan Perluasan dan Pemeliharaan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) menghadiri acara Pelantikan Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Malang. Posisi beliau saat itu mewakili Bapak Pimpinan Gontor dalam menghadiri acara tersebut. Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad (16/12) ini berlangsung khidmat. Karena para hadirin sangat antusias berpartisipasi dalam acara ini.

Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.
Al-Ustadz H. Imam Shobari saat memberikan nasihat kepada seluruh anggota IKPM Cabang Malang.

Dalam Forum bisnis ini Alumni dididik untuk mandiri”. Tutur Al-Ustadz Imam Shobari dalam sambutanya, selain itu, beliau juga menuturkan bahwa ide forum bisnis ini sudah dirintis sejak lama, contoh konkritnya, dulu di Gontor ada lembaga Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) yang bertujuan untuk mendidik para alumni berkecimpung dalam dunia bisnis dan usaha kreatif tetapi tidak keluar dari nilai-nilai Gontor.

Dalam Pelantikan Forbis, Al-Ustadz David Rusydianto terpilih sebagai ketua forbis IKPM Cabang Malang. Beliau sudah memulai bisnis di kota malang sudah bertahun-tahun, yang mana sudah menghasilkan profit miliyaran rupiah pertahun. Selain itu, Al-Ustadz Agus Maulana selaku Ketua Forbis Pusat juga ikut melantik Ketua Forbis baru, Khusunya di Kota Malang. Dalam sambutanya beliau menuturkan bahwa tujuan forum bisnis alumni Gontor adalah saling bersinergi, membangun jaringan dan silaturrahim.

Selain Pelantikan forbis, pihak panitia juga menyelenggarakan acara Silaturrahim dengan seluruh Alumni Gontor yang berasal dari Kota Malang dan penyerahan tanah wakaf kepada IKPM Malang. Yang mewakafkan tanah yaitu dari keluarga Alm. Prof. Dr. Masyfuk Zuhdi dengan luas tanah 166 M2. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun lembaga pendidikan di tempat tersebut. Dalam hal ini, IKPM Malang memiliki konstribusi besar dalam proyek pembangunan lembaga pendidikan di Malang.

Para alumni yang hadir di pertemuan ini sangat antusias, karena ini adalah acara pertama kali diselenggarakan di IKPM Cabang  Malang serta akan menjadi sejarah baru bagi mereka.*aff

Kiai Hasan Hadiri Pembekalan Peserta PKU UNIDA

0

SIMAN-K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk menghadiri acara pembekalan peserta PKU UNIDA. Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad (9/12) di Hall UNIDA Gontor. Diadakannya acara ini guna memberikan bekal kepada peserta PKU UNIDA sebelum mengadakan workshop dan seminar di beberapa lembaga pendidikan yang ada di dalam Jawa, di mulai dari Workshop Internal diantaranya: Pondok Modern Darussalam Gontor, UNIDA, Gontor Putri Kampus 1 dan 2, dan Pascasarjana UNIDA. Kampus Luar diantaranya: Ponpes Walisongo, Politeknik Madiun, PGRI Madiun, dan UNMUH Ponorogo.

Workshop Eksternal (Keliling Jawa) di beberapa daerah yaitu; Gresik, Lamongan, Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Purwokerto, Semarang, Jakarta, dan Banten.

Dihadapan 67 peserta PKU, Kiai Hasan menuturkan bahwa syarat untuk menjadi da’i salah satunya adalah memperbanyak membaca, menulis, dan berdiskusi agar tingkat keilmuwannya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Begitu banyak ilmuwan yang ada di negeri ini, akan tetapi yang bisa menebar kebaikan dan manfaat hanya segelintir orang saja. tutur beliau.

Dengan retorika bicara beliau, para peserta PKU sangat antusias, karena Kiai Hasan terkadang di sela-sela memberi wejangan juga membuat suatu anekdot humor guna menarik perhatian peserta.*Aff

 

Perkemahan Kamis-Jum’at Sarana Pembinaan Mental dan Kepribadian Santri

0

7MANTINGAN–Kamis Siang, 4 Desember 2018. Kegiatan kepramukaan di Gontor Putri 1 kembali diaktifkan, dengan diadakannya upacara pembukaan minggu lalu, dan dilanjutkan dengan pelepasan peserta Perkemaham Kamis-Jum’at (PERKAJUM) Gelombang pertama. Dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta jajaran Mabikori, Mabisek, dan Mabigus beserta seluruh santriwati.

Dalam pidatonya, Ustadz Suharto menyampaikan bahwa yang menentukan seseorang berhasil di masyarakat bukan hanya intelektualitas kecerdasan tetapi yang lebih besar adalah mentalitas dan kepribadian, maka dari kepramukaan digembleng  untuk bisa memiliki mental yang tangguh mental yang militan punya karakter punya shibgah gontoriyah. Semua pendidikan baik pendidikan heart (pendidikan dan pembentukan hati), head (otak dan pengetahuan), hand (keterampilan dan kreatifitas) semua terdapat dalam pramuka.

“Gontor sejak berdiri sudah menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulumnya, kurikulum di Gontor tidak hanya berupa pelajaran dikelas, tetapi kurikulum menurut Gontor adalah seluruh kegiatan selama 24 jam. Alasan mengapa Gontor sudah memperhatikan pramuka sejak awal berdirinya pondok bahkan menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulum utamanya adalah karena didalam kepramukaan terdapat pendidikan karakter, pembentukan kepribadian. Sebagaimana telah tercantum dalam motto pondok yang pertama adalah “Noble Character” berbudi tinggi yang diantaranya lewat kepramukaan” jelas Ustadz Suharto.

Lewat pramuka mental dan kepribadian santri dapat terbentuk dengan baik, sebagai sarana meningkatkan kualitas kepribadian dan karakter ber-shibgah gontori. Sehingga dimasa mendatang dapat tercipta generasi muda yang intelektual spiritual dan memiliki mentalitas kepribadian yang tangguh dan militan. Aamiin

Gontor Olympiad, Rising Together!

0

Darussalam – Gontor Olympiad (GO) telah dimulai. Acara bergengsi tahunan ini selalu menjadi acara yang dinanti para santri. Pasalnya banyak klub, rayon, dan instansi yang telah lama mempersiapkan diri dalam perlombaan ini.

Untuk tahun ini kepanitiaan GO di ketuai oleh Al-Akh Adi Cahyono Putra, Al-Akh Ahsani Taqwim, dan Al-Akh Jefri Ardiansyah. Acara tersebut bertujuan untuk mengisi kegiatan santri, setelah liburan 10 hari kemarin dan sebagai suatu pendidikan dalam bentuk olahraga maupun dalam bentuk lainnya. Serta melatih santri dalam berorganisasi yang baik.

Terdapat 77 perlombaan yang akan diperlombakan, yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu antar rayon, klub, dan instansi. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kreatifitas dan pengembangan diri dari setiap kelompok secara merata.

Selain itu terdapat beberapa perlombaan baru, yaitu memanah, lari, lompat jauh, dan tolak peluru, yang mana lomba-lomba tersebut diadakan di samping lapangan perbeda (Persatuan Bela Diri Darussalam). Adapula cabang olahraga panjat tebing yang dilaksaakan di depan laboraturium.

Untuk maskot sendiri, tahun ini adalah singa yang bermaknakan raja hutan yang pemberani, dan mampu mengawal kesuksesan acara dari awal hingga akhir. GO tahun ini mempunyai tag line yaitu “Rising Together” yang artinya bangkit bersama. Ini merupakan sebuah rujukan dari Asian Games yang diadakan di Indonesia, dengan maksud agar para santri bisa memeriahkan acara Gontor Olympiad layaknya Asian Games.ahsy

Inovasi Peningkatan Bahasa ala CLI

0

Gontor – Bagian Penggerak Bahasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Central Language Improvement (CLI) siap membuat inovasi bahasa pada tahun ini. Pernyataan ini langsung diungkapkan oleh Ahmad Prasetyo salah satu staf CLI pada wawancara hari Selasa (11/12).

“Yang saya pribadi rasakan ketika mendapat amanat ini adalah berat, pusing, dan harus bagaimana. Saya merasa berat karena bahasa saya masih belum terlalu bagus untuk menjalani amanah yang terlalu besar bagi saya yang hanya seorang santri”. Ungkapnya dalam wawancara itu. Ia pun menambahkan, CLI pada tahun ini memiliki target untuk menanamkan kecintaan santri terhadap bahasa dengan merubah mindset mereka dalam berpikir bahwasanya bahasa merupakan fun bukan paksaan. Usaha yang mereka lakukan dalam mensukseskan target tersebut adalah dengan mengadakan aktifitas-aktifitas yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah dengan mengadakan perlombaan pada setiap hari Selasa dengan nama “Language League” nama tersebut merujuk pada premier league atau liga inggris yang merupakan liga terpopuler di dunia. Language League ini pun memakai sistem poin sama seperti liga-liga sepakbola yang melibatkan anggota dan pengurus rayon. Untuk perlombaan-perlombaannya adalah public speaking, broadcasting, fathul munjid dan oxford, dan spelling. “Saya miris melihat bahasa santri sekarang karena menganggap berbicara menggunakan bahasa resmi hanya pelarian dari jasus dan hukuman CLI, hal inilah yang harus kita perbaiki”, ujar santri yang berasal dari Depok itu.

Pada tahun ini bagian bahasa juga melakukan perubahan bagi para asisten-asisten bahasa seperti istirqo’ “kami pun melakukan perubahan pada asisten ini, yaitu dengan menambahkan supervisor yang bukan dari alumni istirqo’, karena pada tahun-tahun sebelumnya yang menjadi pembimbing hanyalah mereka yang dahulunya juga anggota istirqo’. Ini kami lakukan untuk menjadi tajididun niah dan menjadi inovasi-inovasi lain” tambahnya.

Bukan hanya dari sisi asisten, bagian bahasa pun melakukan inovasi-inovasi lain yang ditunjukan untuk para santri, yaitu dengan membuat banner-banner kosakata yang diletakkan di seluruh sudut pondok, banner-banner ini berjumlah 50 buah diletakkan di 50 tempat dan menghabiskan biaya sebesar 3 Jt, yang diambil dari anggaran OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern)

Dari sisi hukuman, hal yang dilakukan adalah dengan memberi hukuman yang bermanfaat kepada para santri yang melanggar, hukuman itu dapat berupa : menulis kosakata, idioms, dan memberi motivasi guna mendorong mereka untuk meningkatkan bahasa Arab dan Inggris.

“Guys! It not bet you so smart, it just bet you stay with your problem longger.” Tutupnya pada wawancara itu dengan memberi motivasi.ahsy

Double Background Meriahkan PSC Tahun Ini

0

GONTOR—Untuk menggali minat dan bakat para santri dalam bidang pidato, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan lomba pidato (Public Speaking Contest). Lomba yang diperuntukkan untuk siswa kelas 1-4 itu dilaksanakan selama 2 hari, yakni hari Kamis malam (13/12) untuk pidato Bahasa Indonesia, dan hari Ahad malam (16/12) untuk pidato Bahasa Arab dan Inggris.

Acara diselenggarakan di Balai Perteman Pondok Modern Darussalam Gontor. Para siswa kelas 1 dan 1 Intensif yang notabene merupakan santri baru, diwajibkan untuk menyaksikan acara ini. Hal ini karena Pondok ingin memperkenalkan/menunjukkan kepada santri baru bagaimana cara pidato yang baik.

Dipanitiai oleh siswa kelas 3 Intensif dan 4, ada yang berbeda pada acara kali ini. Salah satu yang paling menarik adalah dibuatnya double background pada saat PSC Bahasa Arab dan Inggris, sehingga background dapat dirubah/diganti sesuai bahasa pembicara. Background bertema gurun dan patung spinx untuk Bahasa Arab, dan jembatan khas Eropa untuk Bahasa Inggris.

 

Semoga dengan diselenggarakannya acara ini, para santri dapat termotivasi untuk senantiasa meningkatkan dirinya dalam berpidato melalui latihan di kelas-kelas, sehingga kelak akan muncul singa-singa podium di kancah nasional bahkan internasional dari Gontor.brada

Usai Liburan, Kegiatan Bahasa di Gontor Kembali diaktifkan

0

GONTOR—Bahasa merupakan jati diri bagi santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sejak berdirinya, Gontor selalu menggembleng para santrinya agar berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari, hal ini ditunjang dengan pelaksanaan berbagai kegiatan bahasa. Biasanya, kegiatan Bahasa diaktifkan kembali setelah liburan dan diakhiri sebelum ujian.

Pembukaan Kegiatan Bahasa ini dilaksanakan pada Jum’at pagi (30/11) tepat setelah Shalat Subuh. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur KMI, serta dua guru senior (Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., dan Al-Ustadz H. Khoirul Umam, M.Ec.) yang ditugasi Pimpinan untuk menyampaikan pidato berbahasa Arab dan Inggris.

Dalam pidatonya, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan: “Ihyaau lughoti-l-‘Arabiyyati Jihaadun, menghidupkan bahasa Arab adalah jihad.”

Biasanya acara ini dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), namun pada kali ini di Masjid Jami’ lantai satu karena turunnya hujan pada malam hari, walaupun demikian, acara berlangsung dengan lancar dan berjalan dengan semestinya.

Dengan dibukanya kegiatan bahasa ini, seluruh acara bahasa akan kembali aktif, seperti penyampaian mufradat, uslub, dan lain-lain, dengan harapan para santri dapat lebih meningkatkan bahasa mereka pada semester kedua ini.(Faruq)

Pelantikan Pengurus IKPM Cabang Malaysia Periode 2018-2019

0

Kuala Lumpur — Pada hari Ahad (9/12) siang, salah satu guru senior, Al-Ustadz Sabar mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor  berkesempatan menghadiri acara pelantikan pengurus IKPM Cabang Malaysia Periode 2018-2019. Dalam acara tersebut telah dilantik sebanyak 47 pengurus IKPM Cabang Malaysia, yang diketuai oleh Al-Ustadz Muadz Bin Jamsari.

Bertempat di Kampus IIUM (International Islamic University Malaysia), Gombak, Malaysia. Acara yang dimulai pukul 15.30 (waktu setempat) ini dihadiri oleh kurang lebih 100 orang dari Anggota IKPM Cabang Malaysia. Pada kesempatan tersebut, Al-Ustadz Sabar menuturkan bahwa “IKPM Cabang merupakan ujung tombak Gontor di masyarakat”. Beliau juga berpesan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan penting karena berisi kepondokmodernan yang sejatinya tidak hanya saja disampaikan kepada santri namun juga alumni.

Usai Pelantikan, rombongan sempat berfoto dengan Ikhwan dan Akhwat Anggota IKPM Cabang Malaysia. Selepas itu, beliau kembali ke Crown Hotel di Kepong untuk istirahat, guna melanjutkan agenda di esok hari.

Selain menghadiri pelantikan Pengurus IKPM Cabang Malaysia, rombongan dari Gontor juga bersilaturahim ke Pondok Tahfidz Al-Gontory, Selangor dan melakukan kunjungan ke salah satu usaha yang dikelola oleh alumni Gontor. Ahsy

Pimpinan PMDG Hadiri Pernikahan Kader Pondok, Al-Ustadz Farouq Muhammad Syarif dan Al-Ustadzah Rina Nurmalasari di Palembang

0

PALEMBANG – Pada hari Senin (3/12) lalu, di sela-sela padatnya rutinitas pondok, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyempatkan hadir dalam acara akad nikah dan resepsi pernikahan kader pondok, Al-Ustadz Farouq Muhammad Syarif dan Al-Ustadzah Rina Nurmalasari yang bertempat di daerah Belitang, Oku Timur, Palembang, yang merupakan kediaman mempelai putri. Turut hadir pula pada acara tersebut, beberapa guru senior dari Pondok Gontor, antara lain Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd., Al-Ustadz H. Suroso Hadi, Al-Ustadz H. M. Taufiqurrahman, S.Ag., dan Al-Ustadz Abdul Munif, S.Ag., seluruhnya hadir sekalian istri.

Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, beserta seluruh rombongan sampai di Palembang pada hari sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan bermalam di salah satu Pondok Alumni disana yang bernama Pondok Pesantren Modern Nurussalam, Sidogede, sampai keesokan paginya sebelum berangkat menuju lokasi acara pernikahan.

Farouq4Akad nikah dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan khutbah pernikahan yang langsung disampaikan oleh Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd.,  diteruskan dengan beberapa sambutan dari masing-masing pihak yang mewakili keluarga kedua mempelai. Kiai Hasan pun ikut memberikan pesan dan nasehat pernikahan teruntuk kedua mempelai, yang kemudian disambung dengan pembacaan do’a secara umum oleh Kiai Syamsul sebagai tanda penutup rangkaian acara akad nikah. Adapun secara keseluruhan acara tersebut dapat berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar.

Seusai akad nikah, kedua mempelai melakukan sesi perfotoan bersama Pimpinan Pondok dan guru-guru senior sekalian istri yang hadir saat itu. Kemudian rombongan dengan segera menuju hotel untuk beristirahat sejenak, karena pada malam harinya akan diadakan acara pertemuan silaturrahim Keluarga Besar IKPM cabang Palembang bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Beginilah cara Pondok Gontor membentuk kader dan generasi penerusnya, bahkan sampai urusan prosesi pernikahan pun juga sangat diperhatikan serta dibina agar kelak menjadi generasi yang selalu senantiasa memperjuangkan nilai dan sistem Gontor. Kita berdoa semoga kedua mempelai menjadi pasangan yang selalu diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT, dan dijadikan pasangan yang sakinah mawaddah wa rahmah. habibur_HMZ