DARUSSALAM–Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali gelar sidang untuk yang ke-83. Sidang tersebut dilaksanakan selama dua hari, Jum‘at-Sabtu, 29-30 R. Awwal 1440/7-8 Desember 2018, berlokasi di Wisma Badan Wakaf PMDG.
Anggota yang hadir berjumlah 10 orang dari jumlah keseluruhan 15 orang, mereka adalah: Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H. Abdullah Said Baharmus, Lc., K.H. M. Masruh Ahmad, M.B.A., Drs. K.H. M. Dawam Saleh, Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., dan K.H. M. Nasir Zein, M.A. Adapun anggota yang berhalangan adalah Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, dan Dr. K.H. M. Hidayat Nurwahid, M.A. Selain melakukan pertemuan, anggota Badan Wakaf juga mengadakan inspeksi singkat ke menara baru PMDG pada Sabtu pagi (8/12).
Sidang Badan Wakaf ini diselenggarakan 2 kali dalam setahun, yaitu pada semester pertama dan kedua tahun ajaran KMI PMDG. Sidang ini adalah pembahasan hasil usaha Pimpinan Pondok selama 1 semester, serta langkah-langkah yang akan dilalui PMDG ke depannya. Sand88
Mantingan– “Ar-rahatu fi tabaduli al-a’mal”, begitulah syi’ar tersebut digaungkan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Syi’ar itu mengindikasikan bahwa Gontor tak akan pernah beristirahat, kecuali didalamnya terdapat pergantian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Maka dari itu, meski masa liburan baru saja berakhir pada 26 November lalu, namun segudang aktivitas dan acara telah menunggu para santriwati kembali. Dalam rangka penstabilitasan acara pondok, semua kegiatan harian santriwati pun dibuka kembali, termasuk latihan kepramukaan.
Latihan yang berlangsung pada hari Kamis setiap minggunya ini dibuka kembali pada tanggal 29 November 2018 lalu. Para andika gugus depan berkumpul di tempat latihan tiap gugus depan. Acara ini dibuka langsung oleh para ustadzah pembimbing gugus depan selaku wakil dari bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 dalam memberikan pembukaan dan pengarahan mengenai latihan kepramukaan. Setelah pembukaan dan pengarahan telah diberikan, para andika pun langsung memulai latihan bersama ketua gugus depan dan para pembinanya. Mereka pun menikmati dan menerima setiap materi yang diberikan oleh para pembina.
Latihan kepramukaan ini amatlah penting dalam pendidikan santriwati. Karena dalam kepramukaan inilah para andika atau santriwati diberikan pembinaan mental yang baik dan pelatihan kerjasama (teamwork) yang kuat. Selain hal tersebut, para santriwati dilatih untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri masing-masing dari kepramukaan ini. Mereka harus dapat mewujudkan pramuka Islami yang memiliki jati diri, sebagaimana syiar “Kami Pramuka tapi Kami Muslimah” selalu digaungkan di setiap acara kepramukaan. Fayra
Usai liburan semester pertama yang berlangsung selama 10 hari lalu, kegiatan pelajaran jam ke tujuh dan latihan pidato di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kembali di aktifkan. Kegiatan ini di awali dengan pengarahan dan pembagian tugas pada Jum’at (31/11), yang di adakan di pelataran Rayon Damaskus dan di hadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh, Bapak Wakil Direktur KMI, Ustadzah Pembimbing Pelajaran Jam ke Tujuh dan Latihan Pidato serta seluruh siswi Akhir KMI.
Pelajaran ini di adakan pada siang hari, mulai pukul 13.55 hingga 14.45 WIB. Pelajaran jam ke tujuh merupakan penunjang bagi seluruh siswi KMI tanpa terkecuali. Mulai dari siswi kelas 1 hingga kelas 5 KMI, dan kelas 6 sebagai pengajar materi-materi tertentu.
Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc menyampaikan bahwa pelajaran pagi dan sore adalah satu bagian yang tidak bisa di pisah-pisahkan, sehingga kurikulumnya harus saling berhubungan.hasnab
Suatu pencapaian seseorang tentu melalui sebuah proses panjang. Proses yang mengajarkan berbagai hal, proses yang berjalan sebegitunya hingga yang dinantipun tiba, akhir perjuangan itu. Menyisakan do‘a dan tawakkal yang harus dijalani tanpa henti.
Usai liburan 10 hari kemarin, kini saatnya siswi KMI berhak menerima dan menikmati hasil daripada usahanya dahulu, menghadapi ujian awal tahun 1 bulan penuh. (2/12/18) seluruh santriwati lagi segenap dewan guru, asaatidz maupun ustadzaat bekumpul di pelataran Gedung Damaskus, bersama mendengarkan kalimat taujihat, pesan, serta wejangan oleh Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI, sebelum akhirnya rapot awal tahun dibagikan di kelas masing-masing. Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya selaku wakil pengasuh, menyampaikan banyak hal yang darinya beliau juga menjelaskan salah satu kunci kesuksesan , “dalam menuntut ilmu, ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu, kita harus tau cara belajar masing-masing karena al- thariqatu ahammu min al-maddati ”, ujar beliau dalam pidatonya lalu.
Melihat dengan kondisi nilai awal tahun ini, Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. mengatakan bahwasanya, apa yang didapat masih jauh daripada yang diharapkan, belum cukup atau kurang memuaskan, dalam artian PM. Gontor Putri Kampus 2 masih memiliki potensi yang mampu ditingkatkan kembali dari segi pengajaran maupun pembelajaran. Dengan itu, peluang yang ada pada setengah tahun terakhir ini, sekiranya para santriwati memiliki rasa cinta belajar dan haus akan ilmu lebih tinggi lagi agar dapat menyeimbangi nilai mereka di awal tahun. Sebelum beliau mengakhiri kalimatnya, diumumkan pula nama-nama peraih rata-rata nila tertinggi tiap angkatannya, mereka ialah:
Niskhotu Anti Wahidah 1B 8,93
Ain Brilliantika 1 Int B 8,39
Alycia Dinara 2B 8,02
Vikri Nuriqmah 3B 8,07
Fathya Zulfa 4B 8,14
Umaymatun Az-Zauraa 3 Int B 7,60
Khoirunnida Salsabila 5B 7,67
Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan hadiah sebagai penghargaan atas prestasinya. Adanya pemberian ini tak lebih agar siswi lain termotivasi karena yang didapatkan merupakan hasil usaha sendiri dan juga salah satu buah dari kejujuran dalam menjalani ujian. Usai pembagian rapot, siswi diberi waktu untuk merenungkan apa yang didapat dan agar merencanakan langkah-langkah yang harus dijalani untuk menempuh setengah tahun akhir.“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11. Shafira
Darul Qiyam, 5 Desember 2018 santri-santri dari kelas 3-6 KMI gotong royong melakukan pengecoran gedung baru secara bergantian dari pagi sampai malam hari. Santri yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, akan dizinkan untuk meninggalkan kelas dan kegiatan pondok lain. Hal ini merupakan salah satu pendidikan yang tidak diajarkan di dalam kelas, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, pengorbanan, dan tenggang rasa.
Susasana santri kelas 6 sedang mengecor
Gedung dua lantai ini, berkapasitas 10 ruangan yang nantinya akan digunakan sebagai lokal kelas. Pembangunan gedung ini ditargetkan akan selesai sekitar bulan Januari-Februari.
Suasana pengecoran ketika malamSemangat santri kelas 5 dalam mengecor
Tujuan dari pembangunan gedung ini yaitu untuk mendukung sarana dan prasarana santri. Dikarenakan masih kurangnya ruangan untuk beberapa bagian OPPM dan Koordinator.
Pembukaan Seminar Hemat Kelas 1 dan 1 Intensif oleh Al-Ustdz Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.I
Rabu(5/12), Bagian Bendahara OPPM Gontor Putri Kampus 2 kembali mengadakan seminar hemat yang diwajibkan untuk kelas 1 dan 1 Intensif. Seminar dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.I. Beliau menuturkan bahwasanya seminar ini diadakan bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada santriwati baru bagaimana membagi uangnya dengan hemat dan cermat, karena biasanya anak perempuan lebih susah untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan sehingga tanpa disadari telah menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang yang ia inginkan.
Santriwati Bertanya Tentang Cara Mengatur Uang dengan Cermat
Usai sambutan singkat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh untuk mengawali seminar ini, kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadzah Ika Prasetya, S.H.I dengan tema inti seminar hemat. Beliau menjelaskan dengan detail bagaimana cara membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta beberapa trik agar santriwati kelas 1 dan 1 Intensif bisa menghemat uang mereka sehingga dapat menambah jumlah nominal ditabungan.
Seminar berlangsung selama lebih dari satu jam ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian penghargaan oleh panitia kepada peserta teraktif pada seminar ini. Semoga dengan adanya seminar ini, para santriwati dapat mengatur uangnya dengan lebih cermat lagi.-khoir-
GONTOR – Pada hari Jum’at (30/11) Malam, Alumni Gontor 1993 CONCORD (Caders of Nationalism Crew of Republik Darusslam) mengadakan reuni akbar. Acara reuni yang turut mengundang kehadiran Bapak Pimpinan, ketua Badan Wakaf, dan Ketua PP.IKPM itu dilaksanakan di Aula Wisma Darussalam, Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.
Reuni yang memperingati 25 tahun alumni tersebut, bertemakan “Memperkokoh Kematangan ‘Spiritual untuk Pengabdian yang lebih Bermakna”. Reuni kali in dihadiri sekitar 200 orang beserta perwakilan dari Indonesia timur dan Indonesia barat.
Berkesempatan hadir pada reuni kali ini adalah Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, yang selanjutnya menyampaikan beberapa pesan dan nasehat untuk para peserta reuni yang hadir siang hari itu. “Bahwa yang terselenggarakan pada saat ini merupakan kesempatan bersilaturahim antara saya dan kamu, guru dengan murid, Kiai dengan santri nya. Maka jadikanlah reuni ini, reuni yang bermakna.” Pesan beliau dalam tausyiahnya.AbuFariz
GONTOR-Usai liburan semester pertama yang berlangsung 10 hari lalu, kegiatan pelajaran sore dan latihan pidato di Pondok Modern Darussalam Gontor kembali dibuka. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (30/11) lalu di Balai Pertemuan Pondok Modern. Acara ini dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Bapak Direktur Pelajaran sore, Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc., Al-Ustadz Jumhurul Umami, M.Cs. dan Al-Ustadz Hasan Muttaqin, S.Th.I. , Bapak Guru KMI, dan seluruh Siswa Akhir KMI.
Saat acara, K.H. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang penting di Pondok, dan tidak kalah pentingnya dengan kegiatan belajar mengajar di waktu pagi. Di lain kesempatan, beliau juga pernah menuturkan bahwa Gontor mendidik santri-santrinya dengan kegiatan dan rutinitas yang positif.
Bapak guru KMI sedang mendengarkan pengarahan oleh bapak pimpinan PMDG pada pembagian tugas pelajaran sore
Beliau menambahkan, bahwa santri kelas 6 dianjurkan agar sudah pernah mengajar pelajaran sore. Karena, hal ini akan menjadi wadah latihan mereka supaya dapat mengikuti tarbiyah amaliyyah yang akan mereka hadapi pada rentetan ujian kelas 6 nanti dengan lancar.
Adanya kegiatan ini guna meningkatkan kualitas keilmuwan santri serta akan menjadi bekal bagi mereka saat berkecimpung di lingkungan masyarakat kelak. reyzin
Pepatah mengatakan bahwa wanita adalah perhiasan terindah di dunia. Oleh karena itu, wanita harus dididik dengan sepenuh hati agar terbentuk kepribadian santun nan anggun dan siap membangun generasi di peradaban selanjutnya. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 menyelenggarakan seleksi kontes keputrian yang disebut juga Duta Nisaiyyah sebagai wujud dari wadah pendidikan untuk para santriwati.
Seleksi pertama yang telah terlaksana pada waktu sebelumnya, yaitu tes tulis, menghasilkan kualifikasi baru pada seleksi selanjutnya. Seleksi kedua(2/12) terdiri dari tanya jawab materi keputrian dan dilanjutkan dengan praktek. Kategori kibar diharuskan untuk mempraktekkan ukiran pada wortel, sedangkan kategori sighor melakukan praktek menjahit.
Sebuah kesyukuran bahwa pondok tercinta kami dapat mendidik anak-anak putri secara maksimal dengan berbagai potensi yang mereka miliki. Motivasi untuk selalu mengasah keterampilan dalam hal keputrian akan terbentuk secara langsung saat para santriwati menyaksikan teman-temannya diuji dalam kontes kali ini. Acara final kontes Duta Nisaiyyah diagendakan akan digelar pada hari Jum’at, 7 Desember 2018 mendatang.Nisahabiba
Pengarahan Koreksi Masal Ujian Siswi Akhir KMI Gelombang 1
Sabtu(1/12) Ujian Siswi Akhir KMI Gelombang 1 sudah terlaksana, dan lembar jawaban telah siap dikoreksi. Koreksi masal Ujian Siswi Akhir KMI gelombang pertama diawali dengan pengarahan untuk seluruh pengoreksi lembar jawaban tersebut. Koreksi masal dilaksanakan di Gedung Kairo. Terdapat lima belas pelajaran yang diujikan pada ujian gelombang pertama, sedangkan jumlah siswi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 berjumlah 254 siswi, jadi ada sekitar 3810 bendel jawaban essay yang harus selesai dikoreksi dalam kurun waktu dua hari. Sedangkan jumlah pengoreksi kurang dari 200 orang.
Meskipun begitu, seorang pengoreksi harus tetap adil dalam memberikan nilai pada setiap jawaban siswi, karena setiap jawaban yang dituliskan siswi melalui proses yang sangat panjang dan ujian yang cukup berat. Setiap jawaban harus dibaca dengan sangat teliti dan bukan asal selesai mengoreksi. Setiap nilai yang diberikan oleh pengoreksi akan menentukan lulus dan tidaknya siswi tersebut.
“أعطي كل ذي حق حقه” atau “berikan sesuai haknya” menjadi motto utama setiap mengoreksi lembar jawaban santriwati. Alhamdulillah para pengoreksi dapat menyelesaikan seluruh koreksian yang diamanahkan kepadanya dengan tepat waktu. Semoga hasil yang didapatkan merupakan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha yang telah para santriwati ikhtiarkan. -khoir-