Home Blog Page 289

Pidato, HTQ, & HHQ – Sarana Pendidikan yang Efektif

0

IMG_0286Mantingan Pendidikan Gontor berprinsip pada pendidikan mental dan berorientasi pada masyarakat, karena masyarakat adalah tempat pengabdian selanjutnya bagi alumni-alumni Gontor. Dakwah dalam Islam menjadi sangat penting karena maju mundurnya umat Islam dalam kenyataannya sangat bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan berdakwah. Dakwah adalah salah satu pendidikan yang diajarkan di Gontor, sehingga kegiatan pidato dinilai menjadi sarana berdakwah yang sangat efektif.

Selasa-Rabu (11-12/12) Gontor Putri Kampus 1 kembali mengadakan acara rutin tahunan bertajuk “Speech Presentation, Haflah of Memorizing and Reciting of Al-Qur’an Al-Kareem”. Acara ini berlangsung di Auditorium Gontor Putri 1. Speech Presentation bertujuan untuk memberikan pendidikan mental dan keberanian bagi seluruh santriwati umumnya dan para kontestan khususnya, serta melatih santriwati untuk menyampaikan pendapat dengan tatanan bahasa yang sopan, santun, dan rapi. Lomba Pidato dikategorikan menjadi level junior (kelas 1, 2, 1 Intensife) dan level senior (kelas 3, 4, 3 Intensife). Peserta yang terpilih telah melewati beberapa tahap penyeleksian hingga meniyisihkan 9 kandidat disetiap levelnya.

Selain Lomba Pidato, juga diadakan Haflah Tilawatil Qur’an dan Hifdzil Qur’an. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan judul Musabaqah, kali ini acara berjudul “Haflah”. Karena Al-Qur’an bukan untuk dilombakan melainkan sebagai jamuan dan hidangan dari Allah yang didalamnya terdapat ilmu dan pelajaran hidup. Dalam sambutannya, Ustadz Suharto menjelaskan, “Al-Qur’an ini sesungguhnya memberi petunjuk ke jalan yang lebih lurus. Kalau ada pelajaran dalam kehidupan, Al-Qur’an pelajarannya lebih baik, lebih benar, lebih lurus. Kalau ada sistem yang baik diterapkan di masyarakat, sistem yang diberikan oleh Al-Qur’an lebih baik, lebih benar, lebih lurus. Kalau ada hukum dibuat yang kata orang adil, Al-Qur’an jauh lebih adil daripada hukum buatan manusia. Itu artinya إنّ هذا القرآن يهدي للّذي هي أقوم”

Haflah Tilawatil Qur’an kategori Mujawwad terbaik diraih oleh Hulaimatus (1B) dan kategori Murattal diraih oleh Mahira Fikriya (5G).10 Dalam Haflah Hifdzil Qur’an kategori 1 Juz: Indana Raihatul (6B), kategori 3 Juz: Fatiyah Hidayati (4D), kategori 5 Juz: Kamila (4H), kategori 10 Juz: Asma Nadia (3 Intensife C). Sedangkan pemenang Speech Presentation untuk kategori junior dimenangkan oleh Bintang Alifa (1 Intensife B) dalam Pidato Bahasa Indonesia, Bintang Azalia (1G) dalam Pidato Bahasa Inggris, dan Dinda Putri (1 Intensife C) dalam Pidato Bahasa Arab. Untuk kategori senior diraih oleh Safa Aulia (4F) dengan Bahasa Indonesia, Argenta Balqis (4B) dengan Bahasa Inggris, Aisyah Almahira (3B) dengan Bahasa Arab. Salsabila

Gontor Putri Kampus 2 Adakan Gontor Olympiad

0

Jum’at (14/12)- Pagi yang cerah mengiringi barisan rapi santriwati Gontor Putri Kampus 2 di lapangan hijau dalam acara pembukaan Gontor Olympiad 2019. Acara yang merupakan acara tahunan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan santriwati dengan penuh suka cita. Acara di buka dengan Grand Opening dan pemukulan gong oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc dan segenap asatidz sebagai tanda resmi di bukanya acara tersebut.

Gontor Olympiad merupakan suatu kegiatan yang di kemas dalam kompetensi untuk melatih, mengasah, mengembangkan bakat serta kemampuan santriwati yang menggambarkan semangat jiwa, sehat rohani dan jasmani. Dengan 6 kriteria perlombaan, yaitu antar individu, gugus depan, rayon, angkatan, klub olahraga, staf Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator, serta konsulat. Yang diadakan setiap pagi, sore dan malam hari selama satu minggu mulai dari 14/12 hingga 21/12.

Acara yang dikemas dengan tema bertajuk “Dynamical Variety” dengan motto Language, Sports, Art, Scouts, and Science Are 5 Creation In One Direction  ini di ketuai oleh Al-Ustadz Imam Kalimi, S.Ag dan Al-Ustadz Prayuda Ramadhana, S.Ag sebagai koordinator umum, di bantu oleh Al-Ustadzah Shira Bella, S.Pd, Al-Ustadzah Aulia Fajriana Jamil, S.E dan Al-Ustadzah Nur Azizah Azmi. Adapun panitia dari kelas 6 berjumlah 117 santriwati yang diketuai oleh Asti Lutfiah / 6D, Luthfiyatin Nahriah / 6F, dan Balgysh Hajana / 6D.

Dengan Gontor Olympiad ini diharapkanseluruh santriwati dapat membangun karakter Gontori yang Islami, Tarbawi, Sitti-l-kull dan berprestasi dalam segala bidang maupun divisi olahraga, kesenian, kepramukaan, keilmuwan, dan bahasa. hasnab

 

Pimpinan Pondok dan Ketua Badan Wakaf Gontor Hadiri Launching GISWAF

0

Surabaya- K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG, dan K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A. Ed., Ketua Badan Wakaf (BW) PMDG hadir dalam launching GISWAF (Gerakan Indonesia Sadar Wakaf). Acara hasil kerja sama Gontor-BI-BWI ini diadakan di Masjid Al-Akbar Surabaya, Senin pagi (10/12) pukul 08.30 WIB.

Wakaf merupakan salah satu instrument pendanaan sosial yang berperan penting dalam membangun peradaban Islam. Namun, karena kurangnya kapabilitas para pengelola wakaf untuk memelihara dan memberdayakannya membuat mayoritas wakaf tidak produktif bahkan rusak. Dibutuhkan gerakan edukasi kepada masyarakat, maka dibentuklah GISWAF ini. GISWAF akan menjawab permasalah-permasalahan wakaf khususnya membangun kesadaran akan pentingnya wakaf yang dapat memakmurkan kehidupan di dunia dan akhirat.

“Umat masih perlu dibimbing dan diberi pemahaman tentang keistimewaan wakaf yang memadai. Sehingga potensi umat yang banyak saat ini bukan malah menjadi beban tapi semestinya menjadi pasukan penggerak wakaf.” Jelas Kiai Syamsul dalam sambutannya.

Senada dengan hal itu, Wakil Rektor Unida Gontor, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Phil., mengatakan “Gerakan Indonesia Sadar Wakaf (Giswaf) ini akan terus disuarakan dan akan menjadi gerakan bersama. Karena kami sadar, kami tidak bisa sendiri, dari sinilah kita terus menggerakan Giswaf ini,”.

Selain dari Gontor, launching ini dihadiri juga oleh Bapak Difi A. Johansyah, Pimpinan Kantor Perwakilan BI wilayah Jawa Timur, Ketua Badan Wakaf Indonesia (diwakilkan), Menteri Agama (diwakilkan), dsb. dalam rankaian acara ini terdapat presentasi buku “Fiqih Wakaf Praktis (Dasar)” oleh Dr. Imam Kamaluddin, Lc., M.Hum., Dekan Fakultas Syari’ah Unida Gontor, Sosialisasi ICAST (International Centre for Awqaf Studies (ICAST), dan diakhiri dengan Pesan dari Ketua BW, Kiai Akrim. AaRum.

Seminar Lukis Balik Kaca (Menginspirasi Dunia dengan Goresan Tangan)

0

Mantingan (Ahad,9/12/18) Gontor Selalu mengajarkan kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan diri santriwati,dengan itu diadakan Seminar Lukis balik kaca oleh bagian kesenian OPPM Gontor Putri Kampus 2, Dengan Pembicarah Al-Ustadz Achmad Nuril Mahyudin, M.Pd. didampingi istri tercinta Al-Ustadzah Azhimatul Noor Bashari,dimulai dengan pembukaan oleh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,S.Pd.I.

Seminar Lukis Balik Kaca
                                                     Seminar Lukis Balik Kaca

Peserta sangat antusias dengan adanya seminar ini, Peserta seminar disediakan kaca,kuas serta cat untuk praktek melukis balik kaca,ustadz nuril memberikan contoh lafadz Allah yang berwarna putih dengan desain abstark bewarna hitam pekat, ustadz nuril terjun langsung kepeserta dengan mengajarkan nya satu demi satu agar peserta mengetahui bagaimana detail dan teknik melukis balik kaca dengan baik dan benar.

DSC_6375

Seminar ini memberikan rasa gairah dan ambisi untuk menjadi seseorang yang multitalent dalam semua bidang, agar mecoba semua kemampuan yang ada, acara ditutup dengan sesi perfotoan seluruh peserta diatas panggung. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari pihak Panitia penyelenggara seminar, ustadzah bagian kesenian yang turut ikut serta dalam seminar ini. FANI

Pertandingan Master Bahasa Melalui Queen And Princess Of Language

0
Queen And Princess Of Language Dalam Rangka Pembukaan Tahun Bahasa
Queen And Princess Of Language Dalam Rangka Pembukaan Tahun Bahasa

GONTOR PUTRI 1-“Al-ma’hadu laa yanaamu abadan” , inilah kalimat pembuka yang disampaikan Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I pada pembukaan ajang pemilihan Princess and Queen of Language. Dari kalimat pembuka tersebut, kurang lebih dapat dipahami bahwa pondok tidak pernah tidur, tidak pernah kosong dari kegiatan selalu dinamis, pondok selalu dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang sengaja diadakan dalam rangka menciptakan miliu yang mendidik dan mengembangkan potensi santriwati dalam berbagai bidang. Salah satu bidang tersebut adalah bidang kebahasaan.

Bidang kebahasaan merupakan bidang yang sangat penting, salah satu alasannya karena bahasa (Arab dan Inggris) merupakan bahasa pengantar dalam pembelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor bahkan lebih dari itu bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia. Dalam rangka mendukung peningkatan potensi kebahasaan para santriwatinya, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 1 mengadakan berbagai acara kebahasaan seperti Fun Friday, Master of Language, kursus bahasa serta ajang pemilihan Princess and Queen of Language.IMG_1210

Perlombaan Princess and Queen of Language diadakan pada Jum’at (7/12/18) yangbertepatan dengan acara Perkajum (Perkemahan Kamis Jum’at). Meskipun acara tersebut diadakan bersamaan, namun antusiasme santriwati dalam menyambut acara ini tidak kalah dengan peserta perkemahan, hal ini terbukti dengan semaraknya penonton dan peserta mulai dari seleksi pertama, kedua hingga babak final pada jum’at kemarin. Berikut adalah rekapitulasi perombaan ini.

Princess of Language

Juara Nama Kelas Asal
1 Hafy Tri 2C Jakarta
2 Ruchama Ruj’a 1 Intensive D Tangerang
3 Cayhi Sutera 2B Malaysia

 

Queen of Language

Juara Nama Kelas Asal
1 Syafa Nuril 4B Sidoarjo
2 Kifayatul Akhyar 4B Malaysia
3 Lulu’ Afifah 4B Bogor

Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan untuk para peserta tetapi seluruh santriawati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Acara ini merupakan salah satu usaha pondok dalam memotivasi para santriwati dalam peningkatan bahasa dan juga pribadi yang kompetitif. Auziya

 

 

 

Pembangunan Balai Pertemuan Gontor 6 akan dimulai

0

Darul Qiyam – Setelah sekian lama berikhtiar untuk membebaskan tanah di depan gedung Indonesia, akhirnya pada akhir tahun 2017 tanah seluas kurang lebih 4500m2 berhasil dibebaskan. Pada Desember 2018 tanah tersebut direncanakan akan dijadikan sebagai lahan untuk pembangunan Balai Pertemuan PMDG Kampus 6.

Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) merupakan tempat untuk menyelenggarkan perkumpulan-perkumpulan setiap diadakannya acara-acara penting pondok yang bersikap formal ataupun non formal. Seluruh pondok cabang yang terdapat di dalam jawa hampir seluruhnya sudah memiliki balai pertemuan kecuali PMDG kampus 2 dan 6.

Balai pertemuan yang akan dibangun di PMDG Kampus 6 seluas 1.764m2. Pembangunan balai pertemuan ini ditergetkan akan selesai pada semester akhir tahun 2019.

Mohon do’a untuk kelancaran proyek pembangunan BPPM….

Pembangunan Lapangan Sepak Bola Gontor 6 Sudah Dimulai

0

Darul Qiyam, 13 Desember 2018 setelah sekian lama berikhtiar, akhirnya tanah depan gedung indonesia berhasil terbeli. Diatas tanah tersebut nantinya akan dibangun 2 buah proyek yaitu pembangunan Gedung Balai Pertemuan Gontor 6 dan Lapangan Sepak Bola.

Dalam pembangunannya, Gontor 6 membutuhkan 2 buah alat berat yang disewa dari kontraktor luar untuk meratakan tanah yang sebelumnya merupakan sawah dengan permukaan yang tidak rata. Lapangan yang akan dibangun memiliki luas 5.400 m2.

Adapun lapangan sepak bola yang sudah dimiliki Gontor 6 sebelumnya, akan dijadikan Penginapan untuk tamu/Wisma nantinya. Melihat adanya beberapa tamu dari walisantri dan beberapa tamu kunjungan yang tidak mendapatkan fasilitas menginap ketika mengunjungi Gontor 6.

Kedepannya, acara-acara seperti Khutbatu-l-‘Arsy, Drama Arena, Panggung Gembira, dan lainnya akan diadakan di lapangan sepak bola baru ini.

UNIDA Gontor bersama Bank Indonesia Luncurkan ICAST

0

SURABAYA–Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersama dengan Bank Indonesia resmi luncurkan International Centre for Awqaf Studies (ICAST) pada Rabu pagi (12/12) di Crystall Room Lt. 4, Grand City Mall & Convex, Surabaya.

ICAST merupakan pusat studi yang bertujuan untuk menciptakan pengelola/nadzir waqf profesional yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dengan cara berpikir yang sistematis, rasional, dan metodologis. ICAST sendiri dipimpin oleh Al-Ustadz Syahruddin, M.Sc.Fin., yang merupakan salah satu dosen di UNIDA Gontor.

Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan dari tamu utama seperti Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.; Menteri Agama RI yang diwakili oleh H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos, M.Sc.; dan Keynote Speech oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Drs. Erwin Rijanto, M.Sc.

Acara tersebut diresmikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selaku Presiden Unida Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dengan pukulan gong disertai takbir. Usai peluncuran, Kiai Hasan menyampaikan pidato singkat dengan tema “Sejarah Berdirinya Gontor sampai kepada Wakaf Gontor, Ide, Falsafah, dan Sistem”.

Tujuan didirikannya ICAST adalah untuk memberikan kesempatan dan membantu para nadzir/pengelola wakaf dalam meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan wakaf, serta membentuk model wakaf yang sesuai untuk melaksanakan tujuan sosial ekonomi wakaf yang stabil. Sand88

Perkuliahan Semester Genap Resmi Dibuka

0
IMG_0130
Pembukaan Perkuliahan Semester Genap UNIDA Kampus Mantingan

Mantingan– Tak terasa liburan perkuliahan semester ganjil telah usai, Kampus UNIDA Mantingan kembali ramai oleh mahasiswinya yang sudah sangat bersemangat untuk melanjutkan perkuliahan pada semester genap. Tepat pada Rabu sore (05/12), Universitas Darussalam Gontor Kampus Mantingan mengadakan Kuliah Umum dan Pembukaan kembali aktivitas perkuliahan bagi mahasiswi pada semester genap di Aula Gontor Putri Kampus 1, dengan diikuti oleh seluruh mahasiswi Kampus Mantingan (Gontor Putri 1, 2 dan 3).

Acara dimulai pukul 16.15 dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan dibuka oleh Al-Ustadz DR. KH. Fairuz Subakir Ahmad, M.A selaku Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1, “Jangan bergerak setelah dimotivasi, tapi bergeraklah supaya anda termotivasi.” begitulah kutipan dari sambutan yang beliau sampaikan, bahwa mahasiswi guru harus terus bergerak agar termotivasi berkarya setinggi mungkin dan selalu menjadi uswatun hasanah terhadap anak didiknya. Karena selain berstatus mahasiswi, mereka juga mengajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dan 2 (Mantingan), serta Gontor Putri kampus 3 (Widodaren).

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Kuliah Umum oleh Bapak Pengasuh UNIDA Kampus Mantingan, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH sekaligus membuka aktivitas perkuliahan pada semester genap periode tahun ajaran 1439-1440/2018-2019. Dengan ini aktivitas perkuliahan Kampus Mantingan kembali aktif seperti sedia kala.

Dalam kuliah umum tersebut, beliau banyak menerangkan tentang Konstruk Epistimologi Sufi Masa Awal,

Masalah epistimologi kontemporer (The Problem of Contemporary Epistimologi) adalah ketika  epistimologi Barat itu masuk dalam tradisi bacaan kita terhadap wacana-wacana keilmuan Islam, menggunakan tradisi Barat dengan bacaan-bacaan. Ketika Barat kemudian meletakkan epistimologi baru dalam bangunan sekularisme dan liberalisme yang seperti itu, ini tidak benar. Ilmu-ilmu Islam, kajian-kajian dan metode-metode menjadi rancu sehingga worlview Islam dengan worldview yang sekelur itu tercampur. Itulah kemudian perlu dilakukan agenda, program atau kegiatan yang disebut dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Islamisasi ilmu itu adalah islamisasi ilmu-ilmu kontemporer, sebab ilmu-ilmu yang ada dalam tradisi Islam klasik itu sudah based on right,  based on muslim cultural tradition, itu sudah Islami. Sebagian besarnya yang kemudian terbangun dan terpengaruhi oleh worldview dan tradisi pemikiran Barat, itulah yang harus diislamisasi. Maka itulah pentingnya epistimologi.”

Selain banyak menarik perhatian para mahasiswi dengan pikiran-pikirannya, beliau juga banyak menyampaikan pesan kepada mahasiswi agar mereka berjuang dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti aktifitas perkuliahan, khususnya pada satu semester mendatang.

DUTA NISAIYAH 2019- Meningkatkan Potensi Santriwati Dalam Bidang Keputrian

0

Gontor Putri Kampus 2- Alunan musik mengiringi langkah para finalis Duta Nisaiyah pada Jum’at (7/12) menuju panggung kehormatan. Bak putri sehari para finalis yang merupakan perwakilan dari setiap rayon di haruskan mengenakan kostum yang bertemakan  barbie gown untuk kategori shigor dan gaun kerajaan untuk kategori kibar. Dengan penuh keyakinan serta bakat dalam diri, melangkahkan para putri sitti-l-kull menuju kompetensi sesungguhnya di panggung final Duta Nisaiyah 2019, setelah melalui proses seleksi ketat selama dua gelombang di rayonnya masing-masing.

Perlombaan yang bertujuan untuk meningkatkan bakat santriwati dari segala bidang khususnya pada bidang keputrian, serta dapat melahirkan santriwati yang berkarakter muslimah, memiliki bakat yang sitti-l-kull, dan memiliki budi pekerti yang luhur ini terbagi menjadi dua kategori yaitu kibar dan shigor yang berjumlah 20 finalis. Finalis kibar berjumlah 10 orang yang terdiri dari kelas 1 Intensif, 3 Intensif, dan kelas 4. Sedangkan finalis shigor berjumlah 10 orang yang terdiri dari kelas 1, 2, dan 3.

Acara Duta Nisaiyah 2019 kali ini terdiri dari 6 babak, yang diawali dengan perkenalan masing-masing peserta. Babak pertama merupakan pertanyaan tertulis, babak kedua sesi pertanyaan rebutan, babak ketiga showing talent, babak keempat mempresentasikan hasta karya
yang telah di tentukan oleh pa
nitia, babak kelima pembuatan ketupat untuk kategori kibar dan pembuatan bucket makanan untuk kategori shigor dan babak terakhir adalah showing gown.

Doa yang di pimpin oleh Bapak Wakil Pengasuh  Gontor Putri Kampus 2

Setelah perhitungan nilai dan musyawarah para dewan juri, maka Duta Nisaiyah Gontor Putri Kampus 2 tahun 2019 untuk kategori kibar di raih oleh Kautsar Jilan/4C perwakilan rayon Madinah, di susul oleh Serene Fawas/4B perwakilan rayon Syanggit Bawah, dan Qomariyah/4B perwakilan rayon Santiniketan Atas Dan untuk kategori shigor di raih oleh Vikri Nuriqmah/3B perwakilan rayon Santiniketan Bawah, di susul oleh Nur Syain/3B perwakilan rayon Syanggit Atas dan Naswah Zuhaira/3B perwakilan rayon Alighar Atas .The best gown kategori kibar di raih oleh rayon Iskandaria A dan untuk shigor di raih oleh rayon Damaskus A. hasnab