Darul Qiyam – Tepat pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 terjadi pertandingan Sepak Bola antara skuat Guardian FC VS Astadaq FC. Hasilnya, Astadaq FC mampu memetik kemenangan dengan skor telak 1-3. Tiga gol Astadaq FC dicetak oleh Arif Rahman Yusniadi, Daru Rizki, dan Hertomo. Mudzakir memberi gol hiburan bagi Guardian FC.
Sepak bola merupakan olahraga favorit mayoritas para santri dan guru di PMDG Kampus 6. Banyak dari mereka yang terinspirasi dari pemain-pemain hebat bola dunia dalam bermain bola.
Bagi Pondok Modern Darussalam Gontor sepak bola merupakan sebuah sarana pendidikan. Di dalam sepak bola terdapat kesesuaian nilai-nilai dengan pola pendidikan yang berlaku di gontor, nilai-nilai tersebut berupa nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dedikasi, loyalitas, tenggang rasa, saling mempercayai dll. Dengan sepak bola gontor ingin menanamkan pendidikan karakter yang nantinya akan menjadi bekal para santri dan guru untuk berkiprah di masyarakat kelak. Diharapkan sepak bola bisa menjadi salah satu alat untuk berda’wah para santri dan guru akan nilai-nilai keislaman di tengan masyarakat yang mencintai sepak bola. Sehingga para santri dan guru dapat mewarnai ranah persepakbolaan dengan nilai-nilai keislaman.
Darussalam, “Tak berhenti bergerak, gontor selalu eksis dalam kegiatannya”. Seluruh santri terlihat serius, saling berlomba. Acungan tangan, berebut menjawab, menjadi tanda antusias santri yang setiapnya memiliki potensi. Gontor selalu seimbang dalam pendidikan akademik maupun non-akademik. KMI Prima hadir sebagai pendidikan akademik yang menjadi pacuan santri untuk menghadapi ujian nantinya.
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan”. KMI Prima diadakan dalam 2 babak. Babak 1 diadakan di setiap kelas, dan akan dipilih 3 orang sebagai perwakilan kelas untuk maju pada babak kedua yang dilaksanakan pada hari rabu (5/9). Adapun babak 2 dilakukan serentak pada setiap angkatan pada rabu malam (12/9). Adapun materi yang di lombakan ada berbagai macam yang banyak mencakup pelajaran arab, seperti Nahwu, Shorof, Balaghoh dan lainnya.
Peserta mewakili kelasnya untuk beradu pengetahuan dalam lomba KMI Prima babak kedua
Harapan KMI Prima dengan adanya, mampu menghidupkan miliu belajar santriwati dan menjadi batu loncatan pada persiapan ujian awal tahun, dan karena setiap peserta KMI Prima ingin memberi harga terbaik yang di perebutkan oleh setiap kelas. Penuntut ilmu adalah pekerjaan mulia yang mempunyai amanah besar dengan ilmunya yaitu dengan menebarkan manfaat dari pencariannya. Belajar dan mengajar adalah proses pertumbuhan yang semoga hikmahnya menyebar. hieb
Darul Qiyam – Ahad, 23 September 2018 K.H Syamsul Hadi Abdan melakukan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 6 Darul Qiyam Magelang. Kunjungan tersebut guna memberikan pengarahan terkait acara Fathu-l-kutub kelas 6 KMI. Pengarahan tersebut berkaitan tentang sejarah latar belakang diadakan acara Fathu-l-kutub di Gontor serta mengenai metode esensial dalam memecahkan suatu masalah menggunakan buku-buku klasik ulama-ulama terdahulu.
Pada kesempatan itu juga, K.H Syamsul meninjau proyek pembangunan di PMDG Kampus 6. Salah satunya yaitu lahan yang terdapat di depan gedung Indonesia yang nantinya akan dibangun balai pertemuan. Dalam peninjauan tersebut K.H Syamsul ditemani oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 6, Ust. Sunanto WR, M.A dan seluruh guru senior. Balai pertemuan yang akan dibangun memiliki lebar 38 meter dan panjang 50 meter. Konsep bangunan Balai Pertemuan PMDG Kampus 6 memiliki keunikan dibanding dengan gedung pertemuan di pondok-pondok lain dikarenakan nantinya akan terdapat lokal asrama yang terdapat di bawah gedung pertemuan. Pembangunan gedung pertemuan PMDG akan dimulai pada tahun 2019.
Selain meninjau proyek gedung pertemuan, K.H Syamsul juga meninjau proyek pembangunan 10 lokal kelas. Proyek tersebut terletak di depan gedung Cordoba. 10 lokal kelas tersebut direncanakan akan rampung pada semester ke-2 tahun ajaran Pondok Modern Darussalam Gontor.
GONTOR — Demi terciptanya suasana belajar malam yang kondusif dan efektif pada masa-masa ujian santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), maka Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) mengadakan kegiatan belajar malam keliling yang dibimbing langsung oleh seluruh bapak guru KMI. Berbeda dengan hari-hari biasanya, ketika sudah memasuki masa-masa ujian, para santri diperbolehkan untuk belajar malam di luar kelas, tetapi tetap di dalam area pondok sesuai batasan yang telah ditentukan.
Sabtu malam (13/10) ba’da isya, kegiatan ini resmi dibuka oleh Bapak Pimpinan, K.H. Syamsul Hadi Abdan. Terlihat seluruh bapak guru berbaris rapi di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), menandakan keseriusan bapak guru untuk mensukseskan belajar para santri. Belajar malam keliling di area pondok ketika masa-masa ujian santri terbilang sangat efektif, santri bisa lebih leluasa menentukan pola belajar masing-masing di tempat yang memudahkan mereka untuk menghafal dan memahami pelajaran-pelajaran.
“Kedudukan bapak guru di Gontor adalah sebagai pengganti orang tua di rumah dan keberhasilan santri-santri sangat dipengaruhi oleh keseriusan guru-gur dalam membimbing dan mengawasi anak-anak.” Ujar K.H. Syamsul Hadi Abdan saat membuka kegiatan belajar malam keliling terbimbing
Dalam belajar malam keliling ini, para santri diberi kebebasan belajar di mana saja, asalkan jangan sampai ke luar area kampus Pondok Modern Darussalam Gontor. Selain itu, pada saat ”Keliling Malam” berlangsung, setiap santri tidak diperbolehkan berada di dalam kamar asrama masing-masing. Mereka wajib belajar di luar kamar dan di lantai bawah. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan dan mencegah penyakit kantuk yang bisa datang kapan saja.
Dengan adanya program ini, Gontor berharap santri-santrinya mampu mempersiapkan diri dengan baik sebelum ‘berperang’ di ruang ujian nanti. Jika mereka telah siap lahir dan batin, mereka bisa melewatinya dengan baik dan berbuah keberhasilan. ahsy
GONTOR–Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), H. Robby Nahliansyah mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Ahad siang (28/10) silam. Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka silaturrahim dengan beberapa pengurus pondok pesantren di Jawa, termasuk PMDG.
Wabup Tanjabtim disambut dengan hormat oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan beserta beberapa guru senior, K.H. Masyhudi Subari, M.A., Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., dan lain sebagainya di Kantor Pimpinan, acara diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan ramah tamah.
Dalam kunjungan tersebut, H. Robby mengungkapkan kekagumannya dengan Gontor, berhubungan di daerah Tanjabtim juga terdapat salah satu kampus, yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 12 yang terdapat di desa Paritculum. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa urgensi kebutuhan alumni PMDG untuk berkiprah di sana sangatlah besar dan beliau bersedia untuk membantu PMDG khususnya Kampus 12. Sand88
Senin (15/10)- Dengan berakhirnya kegiatan belajar mengajar siswi kelas 1-6 Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 maka berakhir pulalah seluruh kegiatan ekstrakulikuler yang ada. Hal ini bertujuan untuk membentuk miliu belajar para santriwati dalam menghadapi ujian lisan pertengahan tahun.
Sebelum menjadi penguji segenap dewan guru dan siswi akhir KMI kelas 6 mengikuti pengarahan dan pembagian tugas ujian lisan pertengahan tahun. Pengarahan Ujian Lisan untuk dewan guru diadakan di Aula Beirut yang di sampaikan langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya, S.Ag. Sedangkan untuk kelas 6 diadakan di masjid dan di sampaikan oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc kemudian dilanjutkan dengan pembagian tugas bersama di masjid. Dengan adanya pengarahan ini diharapkan para dewan guru dan siswi akhir KMI memiliki presepsi yang sama dalam menjalankan amanah yang di berikan oleh pondok pada ujian lisan pertengahan tahun kali ini.
Penagarahan Oleh Wakil Direktur Al-Ustadz Fathan Aziz, Lc
Ujian lisan pertengahan tahun ini diikuti oleh 1364 santriwati kelas 1-5 KMI, 249 siswi akhir KMI selaku pembantu panitia ujian dan 129 guru KMI sebagai penguji.hasnab
Jum’at – al-Aqlu as-salim fii jismi as-salim. Semangat pagi menghantarkan mahasiswi guru kepada masing-masing kendaraan kesayangannya, sepeda para ustadzah. Beradu mengayuh pedal menuju lapangan istanbul, tempat simbolis perkumpulan seluruh mahasiswi. Adalah senam sehat bersama DEMA yang menjadi kegiatan rutin diakhir pekan setelah semingggu penuh berada dalam naungan belajar-mengajar KMI. Senam dilalui bersama dengan keceriaan yang tampak pada tiap wajah mahasiswi guru ini. Melaluinya seluruh mahasiswi dituntut untuk bergerak aktif selama senam berlangsung, kegiatan ini juga menjadi rangka untuk memperkuat ukhuwah antar sesama mahasiswi guru. Senam yang bergaya modern namun tetap islami membuat seluruh mahasiswi semakin bersemangat dalam mengikutinya.
Dimulai pukul 05.30, bagian olahraga DEMA telah bersiap di depan kantornya seraya menunggu kedatangan para mahasiswi dan barang siapa yang datang tidak tepat pada waktunya selalu dijanjikan dengan berbagai konsekuensi. Wujud konsekuensi sebagai peranta agar mahasiswi guru tetap berdisiplin dalam segala hal yang dengan ini menjadi salah satu penanaman nilai-nilai pondok. Dengan adanya kedisiplinan juga, segala sesuatu berjalan dengan lancar, tertib dan harmonis. Kedisiplinan para pendidik juga menjadi faktor kedisiplinan para peserta didiknya kelak.
Selain itu, tujuan utama senam bersama adalah agar para mahasiswi tetap menyempatkan waktu untuk berolahraga dan tidak mengabaikan pentingnya kesehatan jasmani. Shafira
Sambutan Wakil Pengasuh Al-ustadz H. Umar Sa’id Wijaya, S.Ag
Setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Tanpa Trimurti, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak akan berdiri sekokoh ini. Pondasi filosofi yang sangat mendalam begitu mengakar kuat hingga kini dan seterusnya. Para pendiri pondok selalu menekankan keikhlasan, kesederhanaan, dan aspek-aspek penting lainnya agar para santri terus-menerus terdidik setiap waktu.
Seminar Bedah Buku Trimurti, bertajuk “Gontor Membuka Cakrawala Dunia Kini dan Nanti” (14/9) berlangsung dengan penuh antusiasme santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Para narasumber, yang merupakan tim penyusun buku Trimurti, memaparkan selayang pandang kehidupan Trimurti dan juga sekelumit pengalaman-pengalaman saat mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Narasumber banyak menyebutkan bahwa sesungguhnya banyak sekali kisah hidup Trimurti yang belum diketahui para santriwati. Bawaan yang interaktif dalam segala perbincangan membuat santriwati sangat bersemangat dalam menyimak dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
Selain itu, acara tersebut dilanjutkan dengan workshop kepenulisan yang langsung dimentori oleh para narasumber dari Seminar Bedah Buku tersebut. Pelatihan singkat itu dihadiri oleh beberapa perwakilan santriwati dan juga bagian-bagian yang aktif dalam kegiatan jurnalistik. NISAHABIBA
“Pelajarilah Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada orang-orang, pelajarilah ilmu Faroidh dan ajarkanlah ilmu itu kepada orang-orang, karena aku adalah manusia yang akan direnggut (wafat). Sesungguhnya ilmu itu akan dicabut dan akan timbul fitnah hingga kelak ada dua orang berselisih mengenai pembagian warisan, namun tidak ada orang yang memutuskan perkara mereka.” (H.R. Ahmad, Nasa’i, dan Daru Quthni).
Gontor Putri Kampus 2—Betapa islam telah mengajarkan kepada umatnya setiap langkah kehidupan. Faroidh atau ilmu waris salah satunya. Dalam islam sendiri mempelajari ilmu faroidh merupakan fardhu kifayah. Maka pada hari Senin (1/10), Gontor Putri Kampus 2 mengadakan workshop faroidh bagi kelas 6 dan pengajar Faroidh bersama pakarnya yang juga merupakan alumni Gontor, Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nasir.
Beliau adalah sosok yang berjasa dalam menyusun buku Faroidh yang hingga kini telah dapat dinikmati oleh seluruh santri dan santriwati Gontor. Beliau bukanlah orang yang ahli dalam ilmu Faroidh pada awalnya. “Saat kelas 3 Intensif nilai Faroidh saya jelek, cuma dapat 4,5.” Tutur Alumni asal Ciamis ini. Maka saat menjadi pengajar, beliau tak mau muridnya mengalami apa yang dialaminya, sehingga beliau memutar otak agar menjadikan belajar Faroidh tak lagi jadi beban.Berbekal referensi buku-buku Faroidh yang terdapat di perpustakaan, beliau mencari cara yang mudah untuk mempelajarinya. Beliau pun membuat diktat materi Faroidh dalam bentuk bagan-bagan layaknya mind maping sehingga mudah dicerna dan diterima oleh otak.
Media Pembelajaran Faroidh dengan Menghitung
Kebetulan berada dalam sektor KMI bidang materi, beliau mengajukan diktat faroidh yang telah beliau susun kepada Direktur KMI yang ketika itu adalah Al-Ustadz Imam Badri dan Al-Ustadz Syamsul Hadi Abdan. Kemudian beliau diminta untuk mengumpulkan semua pengajar Faroidh untuk mengajarkan ilmunya tersebut. Beliau sangat berpegang teguh pada pesan Al-Ustadz K.H. Imam Zarkasyi, “Belajar membaca tidak untuk membaca, sama dengan buta.” Inilah yang menjadikan salah satu motivasi beliau untuk terus membaca kitab-kitab Arab, sehingga diktat Faroid beliau dapat terwujud.
Beliau juga sempat mengajar materi ini di Gontor Putri Kampus 1 pada tahun 1999. Dan pada ta’hil faroidh kali ini, beliau masih tetap menggunakan manuskrip yang beliau pernah ajarkan di kampus 1 dahulu, masih tertulis diatas kertas dengan pena yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada setiap peserta workshop. Sengaja tak ditulis kembali dengan komputer, bersejarah tuturnya. Meskipun sudah terbilang berumur, beliau dengan senang hati mengendarai bus dari Cilacap ke Mantingan karena cintanya terhadap Gontor, tanah yang pernah mendidiknya dahulu.
Berlokasi di Masjid Gontor Putri Kampus 2, workshop ini berlangsung selama 6 jam pelajaran. Diharapkan dengan diadakannya acara ini, kelas 6 dan pengajar Faroidh dapat memahami ilmu waris lebih dalam, sehingga dapat mengajarkan dan menerapkan ilmu tersebut di masyarakat kelak.()
Karangbanyu – Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian selalu terngiang di Darussalam Kampung nan damai. Tepat pada hari Kamis, 18 Oktober 2018/09 Shafar 1440 H Ujian awal tahun siswi Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) sudah resmi dilaksanakan..Ujian awal tahun dilaksanakan dan berlangsung selama 10 hari, dan akan diakhiri pada hari Senin, 29 November 2018/20 Shafar 1440 H yang kemudian akan dilanjutkan dengan ujian tulis 11 hari yang akan datang. Ujian Lisan tahun ini dihadiri Bapak Direktur Kulliyatul Mu’llimin Al-Islamiyah, Drs.H Sutrisno Ahmad, Dipl.A yang bertujuan untuk mengevaluasi dan melihat keadaan ujian lisan Gontor Putri Kampus 3 pada tahun 2018.
Kelas 1-5 KMI dilibatkan menjadi peserta ujian lisan dengan jumlah 2550 santriwati.menggunakan 68 ruangan, diantaranya; Gedung Al- Azhar, Gedung Madinah dan Auditorium Gontor Putri Kampus 3 terisi penuh sebagai lokasi ujian, baik dari ujian Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Para Ustadzah yang menguji berjumlah 147 penguji dan dibantu oleh siswi akhir KMI yang berjumlah 236 siswi, 118 Siswi menguji lima hari awal sedangkan 118 siswi berikutnya menguji lima hari akhir. Disamping itu terdapat Piket pos-pos pondok dan kepanitiaan sebanyak 120 guru dan 361 siswi akhir KMI per gelombangnya.
Berikut adalah pelajaran dan materi ujian lisan siswi akhir KMI, diantaranya:
Inggris :English (reading, conversation, translation, vocabulary) Grammar.
Al-Qur’an :Al-Qur’an (tilawah, hafalan juz ’amma), Tajwid, Fiqih (ibadah ‘amaliah dan qauliyah, ad’iyah dan adzkar)
Kelas 5
Arab :Muthala’ah, Insya’ Syafahi (muhadatsah, tarjamah, mufradat),Mahfudhat, Nahwu, Sharf, Balaghah
Inggris : English (reading, conversation, translation, vocabulary) Grammar.
Al-Qur’an : Al-Qur’an (tilawah, hafalan juz ’amma), Tajwid, Fiqih (ibadah’amaliah dan qauliyah, ad’iyah dan adzkar)
Setiap dari materi tersebut memiliki nilai tersendiri yang akan dimasukkan ke dalam rapor santri. Maka menjawab soalan dari seorang penguji akan melahirkan sosok wibawa santriwati dan akan menyebabkan kurangnya wibawa seseorang karena belum bisa menjawab soal ujian dengan semestinya. Disamping itu ujian lisan bertujuan untuk melatih mental, tingkat intlektual dan rasa percaya santriwati. Hamida90