Home Blog Page 295

Mepersiapkan Diri Berkorban Lebih Maksimal di Hari Idul Adha

0

Takbir yang menggema diseluruh penjuru alam membuat kita kembali merasakan suasana kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Adha. Pagi ini (22/8) seluruh penduduk Gontor Putri Kampus 1 dan 2, serta masyarakat sekitar mulai menuju titik yang sama yaitu Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1 untuk menunaikan sholat ‘ied bersama.

Usai sholat ‘ied dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc bertajuk “Nabi Ibrahim AS Sebagai Teladan Bagi Umat Manusia”. Beliau menyampaikan setidaknya ada ada tiga keteladanan yang patut kita jadikan contoh, yang pertama yaitu keteladanan dari seorang Nabi Ibrahim AS berupa keimanan yang kokoh, keimanan yang total terhadap perintah-perintah Allah SWT. Yang kedua adalah keteladanan dari seorang wanita yang sholihah yaitu Siti Hajar yang bisa menentramkan, mendukung setiap ketaatan dan jihad, serta meneguhkan keimanan suaminya kepada Allah SWT. Yang ketiga adalah keteladanan dari seorang anak yang sholih dan taat, yaitu Nabi Ismail AS yang tenang dan sabar ketika ayahanda yang dirindukannya mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelihnya.

Maka dari itu untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim inilah makah ibadah qurban disyariatkan, hukumnya adalah sunah muakkadah bagi yang mempunyai kelapangan rezeki. Seekor kambing untuk satu orang dan seekor sapi mencukupi untuk tujuh orang. Selain itu, kini Allah menuntut kesiapan kita dalam berkorban lebih maksimal lagi demi menggapai ridha-Nya. Pengorabanan harta, jiwa, waktu dan fikiran kita demi terbangunnya peradaban Islam dan tegaknya dinullah di muka bumi. Hanya dengan pengorbanan , pertolongan Allah akan datang dan kemenangan akan diraih.

Adapun jumlah hewan kurban di Gontor Putri Kampus 2 adalah 14 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Panitia terdiri dari para ustadz dan ustadzah serta santriwati kelas 6 Gontor Putri Kampus 2. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan pekerja pondok.

Semoga dengan Idul Adha kali ini kita dapat meningkatkan idealisme, cita-cita dan orientasi hidup kita untuk mempersiapkan diri berkorban lebih banyak untuk meraih kemulian hidup di dunia dan di akhirat.-khoirDSC_3555

Seminar Kesehatan (Pencegahan lebih baik dari pada Pengobatan)

0

Pencegahan lebih baik dari pada Pengobatan, Peribahasa yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh, Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap manusia. Tanpa adanya kesehatan yang baik, aktifitas seseorang dapat terganggu. untuk meninjau kebersihan, Gontor  sangat memperhatikan kualitas kesehatan. Salah satunya dengan mengadakan seminar kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan.

Acara ini diadakan pada hari Ahad,7  Oktober 2018 di Aula Beirut Gontor Putri Kampus 2, yang bertemakan “Health Course”.  Acara ini diisi oleh dr.Risalatul Amanah, S. Ked dan Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H. dengan peserta seluruh ustadzah. Dokter Risa menjelaskan secara jelas dan singkat mengenai penyakit-penyakit yang biasa menyerang organ kewanitaan beserta sebab-sebabnya. Tak lupa pula, dokter Risa menambahkan mengenai kiat-kiat dalam menjaga organ kewanitaan agar selalu dalam keadaan yang baik dan terhindar dari penyakit organ kewanitaan.

Penyerahan Cinderamata Kepada Tutor
Penyerahan Cinderamata Kepada Tutor

Lalu, pembicara dilanjutkan oleh Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H., merupakan founder sekaligus owner dari CV. Yuspin yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembalut kain wanita. Alumni Gontor Putri ini menjelaskan tentang diberdirikannya perusahaan ini, serta menjelaskan akan pentingnya penggunaan pembalut kain dibandingkan pembalut sekali pakai yang tersebar di pasaran. Sebagaimana yang diketahui oleh masyarakat, bahwa pembalut sekali pakai mengandung bahan yang berbahaya serta dapat mengganggu kesehatan wanita.

Seluruh Ustadzah sangat Antusias dengan penjelasan dari pembicara tersebut, sebelum ditutup, yuspin membagikan produk yuspin untuk 3 orang penanya pertama. Dengan adanya acara seminar kesehatan ini diharapkan bisa lebih menjaga dan meningkatkan kesehatan dalam tubuh.

 

.

 

Fathul Kutub Kelas Enam: Menjaga Peninggalan Ulama’

0

Diskusi Dalam Fathul Kutub Siswi Kelas 6Dalam rangka meningkatkan kualitas intelektual santiwatinya Gontor mengadakan acara tahunannya oleh Kulliyyatu-l-muallimat Al-Islamiyyah yaitu diadakannya acara Fathul Kutubi Turost, acara ini dibuka langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al Ustadz KH. Syamsul hadi Abdan, pada hari Rabu, 19 September 2018 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1440 H, yang bertempat di Aula Gontor Putri Kampus 1.

Acara resmi tersebut berlangsung selama 5 hari, Sabtu s.d. Rabu, pada tahun ini Gontor Putri Kampus 2 mengadakan pengarahan sendiri di panggung Makkah, dengan pembicara-pembicara hebat yang dapat memberikan sekilas pengarahan mengenai pelajaran dalam fathul kutubitturos diantaranya: pelajaran Hadist bersama Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. M.A., pelajaran Fiqh bersama Al-Ustadz Imam Kamaluddin, Lc. Ma. Hum, Pelajaran Tafsir bersama Al Ustadz Muhammad Badrun, M.A Dan pelajaran Tauhid bersama Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al Ustadz Umar Sa’id Wijaya, S.Ag.

Dalam acara KMI ini, siswi akhir KMI membagi waktunya dalam dua sesi yaitu sesi “Bahst” atau pencarian masalah yang didapat dari panitia, dan sesi “Munaqosyah” atau diskusi bersama kelompok-kelompok yang terdiri dari 16 orang bersama pembimbingnya yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan bahasa Arab. Siswi akhir KMI terlihat sangat antusias dan aktif dalam menjalankan acara tersebut, bahkan 3-4 pertanyaan terlontar dari mulut mereka karena dorongan hati rasa ingin tahu.

Diakhir acara Selasa, malam (25/9) tersebut diadakan “Munaqosyah aam” atau diskusi umum dengan mosi, “Menggugurkan bayi (aborsi) atas perintah suami karena krisis ekonomi” terlihat dari judul tampak bahwa kubu kontralah yang akan tak terbantahkan, tetapi dengan antusiasme yang ada dari penonton yang terdiri dari  seluruh anggota kelas enam dam pembimbing, maka banyak pertanyaan yang hadir baik untuk kubu kontra maupun kubu pro.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah agar santriwati belajar membaca kitab kuning, memperdalam Bahasa Arab, belajar berbicara didepan umum, dan mengenang perjuangan para ulama dan peninggalannya yang tak ditemukan lagi di zaman sekarang. Dalam puncak akhir acara tersebut adalah pembacaan kesan pesan, dan ditutup langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok PMDG Putri Kampus 2, Al Ustadz Muhammad Fathan Aziz, L.c. Erwin

 

 

 

Penyuluhan Sampah-Gerakan Bersih Darussalam

0

“Kebersihan Pangkal Dari Kesehatan”, jargon yang mengidentitaskan kebersihan dan kesehatan. Dimulai dari hal terkecil yaitu, pembuangan sampah pada tempatnya dan pemisahan sampah sesuai jenisnya. Untuk menegakkan disiplin santriwati mengenai program yang ada, maka diadakan penyuluhan sampah pada hari Jum’at (8/9) di pelataran rayon Damaskus, dengan pembicara Al-Ustadz Imam Kalimi, S.Ag.

Santriwati pun antusias dengan adanya slide yang menampilkan gambar-gambar jenis sampah dan penjelasan yang lugas dari pembicara. Tujuan diadakan acara ini yaitu, memotivasi para santriwati untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya dan menginformasikan klasifikasi sampah sesuai jenisnya, yaitu sampah organik dan sampah non organik.

Sebagai penunjang terlaksananya progam ini, disediakan tempat sampah sesuai klasifikasinya di setiap rayon (kamar). Setiap santriwati mempunyai tanggungjawab dan mendapatkan giliran untuk mengklasifikasikan sesuai jenisnya. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memberikan dampak positif, diantaranya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan meningkatkan selera kebersihan setiap santriwati, khususnya santriwati baru, Mvie

Duta Gudep: Integritas Ilmu dengan Pramuka

0

Darussalam-Pramuka terkenal pantang lelah, pantang menyerah. Uji ketahanan dan ketangguhan sudah biasa kita dengar dalam setiap kegiatan kepramukaan. Namun, bagaimana dengan pramuka dan relasinya dengan keilmuan?

 

Penyerahan Tropi Kepeda Pemenang Duta Gudep
Penyerahan Tropi Kepeda Pemenang Duta Gudep

Salah satu dari makna yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka yang berbunyi “Rajin, Terampil dan Gembira” memiliki keterkaitan yang tersirat dengan keilmuan. Kata ‘terampil’ disini adalah anjuran bagi tiap anggota pramuka untuk dapat menguasai banyak hal. Untuk menjadi orang yang terampil, kita sudah pasti harus mempelajari dan mendalami ilmu tersebut, dan mengamalkannya dengan baik sehingga kita bisa disebut ‘terampil’. Dalam artian lain, untuk menjadi terampil, kita terlebih dahulu harus menjadi orang yang berilmu. Dan tentunya, untuk mendapatkan ilmu kita harus banyak mempelajari materi dan mengambil pelajaran dari pengalaman kehidupan.

Kali ini, Gontor Putri Kampus 2 mengadakan kompetisi kepramukaan yang mengandalkan intelektualitas. Ajang bertajuk Duta Gudep ini dihelat untuk menguji kemampuan anggota pramuka Darussalam dalam bidang ilmu pramuka baik segi penguasaan materi maupun keterampilan soft skill pramuka. Kamis (20/9), acara rutin tahunan kali ini menjadi yang pertama kali dipartisipasi oleh 6 Gugus Depan, yang pada tahun sebelumnya hanya dengan 4 Gugus Depan. Keenam Gugus Depan itupun telah mengalami transformasi nama, yaitu Gugus Depan 09.138, 09.140, 09.142, 09.144, dan 09.146.

Dalam kompetisi yang terdiri dari 3 babak ini, point penilaian juri bertitik fokus pada seberapa luas wawasan dan pendalaman materi peserta final, meskipun keterampilan tangan juga tidak bisa diabaikan. 2 babak pertama memang memuat puluhan soal materi, namun babak ke-3 adalah babak dimana keterampilan tangan peserta diuji dengan tantangan untuk membuat kreasi handmade.

Di akhir acara, jebolan pemenang yang terbaik di antara para finalis datang dari Gugus Depan 09.144 untuk Penegak, yaitu Qomariyah (4B) dan Gugus Depan 09.148 untuk Penggalang, yaitu Sania Rivka (3C). Lewat ajang kompetitif ini, diharapkan anggota pramuka akan memiliki motivasi lebih agar mampu bersaing di kesempatan berikutnya. Addien

Foto Bersama Juri Duta Gudep
Foto Bersama Juri Duta Gudep

GSD-Ajang Pemupuk Persatuan Kelas 4 Dan 3 Intensif.

0

 

Sambutan Wakil Pengasuh Dalam Gebyar Seni Darussalam
Sambutan Wakil Pengasuh Dalam Gebyar Seni Darussalam

Gontor Putri Kampus 2—Banner besar, woro-woro, serta berbagai pamflet telah terpasang di seantero Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Menandakan sesuatu yang ditunggu-tunggu warga Darussalam akan datang dalam waktu yang singkat. Maka pada hari Jum’at (21/9), sorak penonton datang dari area panggung utama Gontor Putri Kampus 2. Gebyar Seni Darussalam atau yang kerap disebut sebagai GSD inilah yang ditunggu-tunggu oleh warga Darussalam, kelas 4 dan 3 Intensif khususnya.

Merupakan ajang bagi kelas 4 dan 3 Intensif, Gebyar Seni Darussalam sengaja diselenggarakan setiap tahunnya untuk meningkatkan kreatifitas santriwati, juga sebagai tolak ukur angkatan serta ‘pemanasan’ bagi angkatan yang akan menerjang Drama Arena di tahun mendatang ini.

Acara utama dalam ajang ini merupakan drama berbahasa Inggris dan Arab. Di tahun ini, kelas 4 yang bertemakan Meksiko mengangkat Judul ”La Tracion De Hyang Moonlight” dan kelas 3 Intensif yang bertema India mengangkat ”When The Feather Return to The Sky” sebagai judul drama mereka.

Dimulai dari pukul 08.00 WIB, acara yang diketuai oleh ketua Bagian Kesenian, Annisa Nur Amatullah (6B) ini berlangsung sangat meriah. Terlihat dari kesemangatan masing-masing angkatan serta antusiasme penonton.

Dari keseluruhan acara, diangkat beberapa penilaian dan evaluasi dari juri, termasuk pemeran terbaik dari setiap angkatan. Pemeran antagonis terbaik jatuh kepada Regita Aulia (3XE) dan Avada Hilwah (4B), pemeran protagonis terbaik jatuh kepada Serene Fawwaz (4B), dan pemeran figuran terbaik diraih oleh Siti Fatimah (3XF). Tidak ada yang menang ataupun kalah, karena ajang ini tidak diadakan sebagai ajang persaingan melainkan ajang pemupuk persatuan.

Grand Opening Gebyar Seni Darussalam
Grand Opening Gebyar Seni Darussalam

 

Rapat Pleno ke-32 Dewan Pertimbangan MUI: Kembali Jujur dan Amanah, Tinggalkan Dusta dan Benci

0

Jakarta–Rabu siang (24/10), Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengadakan Rapat Pleno ke-32 di Kantor MUI Lantai 4, Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Wantim MUI dan 50 orang anggota lainnya. K.H. Hasan Abdullah Sahal yang termasuk dalam bagian Wantim MUI juga berkesempatan hadir pada rapat pleno kali ini.

Pada Rapat Pleno ke-32, Wantim MUI membahas tentang kejadian bencana alam yang pada akhir-akhir ini melanda sebagian wilayah negara Indonesia, mulai dari hal-hal yang kemungkinan menjadi faktor penyebab terjadinya bencana, sampai bagaimanakah solusi yang tepat untuk menghindarinya, seperti yang telah terjadi di NTB dan Palu. Acara dimulai pukul 13.30 WIB, diawali dengan sambutan wakil ketua Wantim MUI dan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dari tiap orang anggota yang hadir.

Suasana Rapat Pleno ke-32 Wantim MUI.
Suasana Rapat Pleno ke-32 Wantim MUI.

“Pertama, dalam konteks hari-hari ini dusta itu sudah berlapis-lapis, baik yang sifatnya top down atau juga button up yang mengikuti top down itu, dari dusta data-data yang dikeluarkan untuk masyarakat, yang sifatnya itu untuk membohongi. Mereka masyarakat pun membalas juga dengan tipe-tipe yang sama yang dusta yang turun dari top down, masyarakat tidak bodoh, bisa membaca data dan fakta yang sebenarnya.

Kedua, benci itu pasti muncul dari sebuah perselisihan, karena kepentingan dan ego dari kelompoknya masing-masing, ditambah dari dukungan media sosial yang luar biasa, sehingga lengkaplah dusta dan kebencian itu.

Tidak ada yang lain, solusi kita hari-hari ini adalah dengan muhasabah, mengembalikan tentang kejujuran dan amanah, jangan sampai dusta dan benci itu menjadi suatu yang di atas, di depan dan memimpin semua kehidupan kita hari ini. Ujar Al-Ustadz Mukhtar selaku Ketua Umum PP. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) saat rapat pleno.

Acara berjalan dengan lancar dan hikmat hingga usai, kemudian ditutup dengan doa bersama. rukh

We Born to be Success Seminary

0

Gontor Putri kampus 3– Dewan Mahasiswi (DEMA) Gontor Putri kampus 3 mengadakan seminar pada Jumat, 5 Oktober 2018/ 25 Muharram 1440. Seminar yang mengangkat tema “We Born to be Success” ini berlangsung di aula mini Gontor Putri Kampus 3.

IMG_6261Seminar tersebut dimulai pukul 8.00 sampai 11.00. Panitia menghadirkan Al-Ustadz Fuad Muhammad Zeyn sebagai pembicara pada seminar kali ini. beliau merupakan dosen di UNIDA.

Peserta seminar pada kesempatan ini tidak sebanyak seminar-seminar biasanya, karena adanya mahaguru yang sedang keluar pondok untuk beberapa urusan. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang jalannya acara. Mahaguru yang mengikuti seminar tetap antusias mengikuti hingga penghujung acara tersebut.

Dalam seminar ini beliau menjelaskan bagaimana cara menentukan tujuan hidup kita, cara membangun impian, cara memanajemen waktu agar lebih bermanfaat, cara mengasah kemampuan dalam memimpin dan bagaimana cara untuk konsisten terhadap semuanya. Beliau mengatakan bahwa kekuatan untuk meraih kesuksesan seseorang terletak pada prinsip pengembangan tiap-tiap individu. Seminar diakhiri dengan pemberian kenang-kanangan oleh ketua panitia seminar. Fikra91

Ta’hil Faroidh Bersama Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nashirin

0

Karangbanyu– Mendekati ujian awal tahun bagi kelas 6 KMI dengan 15 mata pelajaran, yang salah satunya adalah pelajaran Faroidh. Maka untuk kembali mengingatkan dan lebih memahamkan kelas 6 terhadap pelajaran itu, Staf KMI Gontor Putri Kampus 3 mendatangkan Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nashirin sebagai pembicara dalam ta’hil yang diikuti seluruh siswi kelas 6 KMI dan para guru pengajar Faroidh kelas 3 dan 3 Intensif KMI Gontor putri Kampus 3.

Ta’hil faroidh yang berlangsung pada Ahad, 1 Oktober 2018/21 Muharram 1440, yang dimulai pukul 7.00 a.m, hingga pukul 12.30 p.m berlangsung dengan lancar. Para satriwati kelas 6 juga sangat antusias untuk memahami pelajaran faroidh, dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan.

Ustadz Malik mengatakan bahwa ilmu faroidh itu tidak sulit untuk dipelajari asalkan ada kemauan untuk mempelajarinya. Beliau juga bercerita bahwa semasa di KMI beliau mendapatkan nilai rendah untuk mata pelajaran ini. Namun setelah menjadi guru, beliau ada kemauan untuk mengajarkannya. Yang akhirnya membuat beliau harus memahaminya lebih dahulu sebelum mengajarkannya. Dengan mengajarkannya, ternyata semakin menambah kepahaman akan ilmu faroidh tersebut.

Dalam kesempatan ini beliau mengajarkan cara mudah menghafalkan ashabul irsi dengan cara fokus kepada mayit terlebih dahulu, lalu beliau menarik garis ke atas untuk ashabul ushul, garis ke bawah untuk ashabul furu’, dan garis ke samping kanan untuk hawasiul qaribah dan hawasiul baidah, dan di samping kanan untuk zauj atau zaujah

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau. Kemudian dilanjutkan setelah Zuhur pukul 13.45 yang hanya diikuti para guru Faroidh kelas 3 dan 3 Intensif. Hal ini di karenakan para guru tersebut akan menjadi muahhilah kelas 6 yang mana setelah ta’hil bersama para guru faroidh tersebut mereka akan di uji kepahamannya dengan ujian atau Try Out Faroidh. Fikra91

Gontor Putri Kampus 2-Peringati Malam Tahun Baru Hijriyyah 1440

0

Darussalam – Tahun Baru Hijriyyah 1440 jatuh pada 12 September 2018 dengan ketetapan ini Gontor Putri Kampus 2 turut hadir dalam memperingatinya. Setelah shalat isya’ seluruh santriwati dihimbau agar berkumpul di depan pelataran Damskus dengan berpakaian resmi dan sajadah yang terhampar di pundak. Semua berbaris rapi menurut rayon masing-masing bersama menyuarakan takbir sambil membawa beberapa obor yang telah disediakan sebagai pemeriah takbir keliling. Sahut-sahutan takbir memenuhi sepanjang jalan raya depan pondok.

Rute takbir keliling berawal dari gerbang kedua, gerbang Beirut menuju Gontor Putri Kampus 1 melewati rayon-rayon dan berakhir pada jembatan penghubung 2 pondok putri tersebut kubri. Takbir keliling juga dilombakan bersamaan dengan mading Idul Adha antar kelas yang pemenangnya akan diumumkan saat berkumpul nanti.

Seusai takbir keliling, seluruh warga darussalam berkumpul di pelataran Damaskus guna mendengarkan ceramah tentang Tahun Baru Hijriyyah dan juga nasehat dan taujihat yang akan disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh. Adapun ceramah mengenai Tahun Baru 1440 dibawakan oleh Al-Ustadzah Umi Nur Vianta, S.HI yang dipilih langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh, salah satu poin penting dari isi ceramah tersebut adalah “Penetapan tahun Baru Hijriyyah diusulkan oleh Khalifah Umar bin Khattab setelah berbagai kejadian penting yang telah dilalui Nabi salah satunya Hijrah Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah sehingga nama kota tersebut berubah menjadi Madinah Munawwirah yang sebelumnya ialah Madinaturrasul.” Ujar Al-Ustadzah umi Nur Vianta, S.H  dalam ceramah yan disampaikannya.Malam Tahun Baru Hijriyyah 1440 H

Al-Ustadz KH.Umar Said Wijaya, S.Ag sebagai wakil pengasuh juga berpesan kepada para santriwatinya agar selalu memperingati Tahun Baru Islam tersebut. Perlahan menanamkan rasa keistimewaan terhadap acara ini agar Muharram yang menjadi tonggak tahun baru juga sebagai batu loncatan setelah 1 tahun aktifitas kita berlalu agar kita sama-sama mengevaluasi dan dapat mengambil banyak pelajaran berharga sehingga tidak terjatuh ke lubang yang sama karena sejatinya laa yaqo’ al-mar’u fii khufrotin wahidatin marrataini.