Home Blog Page 299

Penulis Buku Api Sejarah Kunjungi Gontor

0

GONTOR – Rabu pagi (3/10), Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, penulis buku Api Sejarah kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau bersilaturahim dengan Pimpinan PMDG di Kantor Pimpinan pada pukul 10.00 WIB. Kunjungannya kali ini, tekait undangan dari Universitas Darussalam Gontor yang mengadakan seminar nasional bertemakan Sejarah Islam di Nusantara pada hari Kamis (4/10). Dalam kunjungannya beliau didampingi oleh sang istri.

KH. Hasan Abdullah Sahal menyambut baik kedatangan pakar sejarah perjuangan ulama dan santri di Nusantara ini. Beliau menyampaikan kepada Prof. Mansur bahwa inti dari berdirinya Pesantren adalah untuk membentengi umat dari penjajahan dan kekafiran. Maka, tak heran jika pada masa-masa pejuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah, santri berdiri di garda terdepan untuk melakukan perlawanan. Hal ini diaminkan oleh Prof. Mansur yang pada tahun ini usianya sudah menginjak 87 tahun.

Pada kesempatan itu, tak lupa Prof. Mansur menunjukkan kepada KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan hasil karya tulisnya, yakni Buku Api Sejarah 1 dan 2. Di dalam Api Sejarah 1, Prof. Mansur sempat membahas tentang Trimurti Pendiri PMDG, dan sepak terjang Gontor secara umum. Bahkan, di cover Api Sejarah 1 dimuat kata pengantar dari salah satu Pimpinan PMDG, yaitu Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Sebelum kembali ke UNIDA, beliau menyempatkan untuk menjenguk Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. di kediamannya.

Setelah berbincang cukup lama, Prof. Mansur berpamitan sekaligus memohon doa dan dukungan, untuk penulisan karya-karya berikutnya. Ia berharap, dengan karya-karyanya, para pemuda Indonesia betul-betul mengetahui sejarah Indonesia yang sebenarnya, dimana umat Islam memiliki peran yang sangat besar dalam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. ”Bangsa Indonesia harus tahu api dari sejarah, bukan hanya abunya.” tegas Prof. Mansur.brada

 

KH. Syamsul Hadi Abdan Menghadiri Takziyah Ibu Al-Ustadz Ahmad Suharto

0

CEPU – Kamis sore (27/9), K.H. Syamsul Hadi Abdan dan rombongan bertakziyah ke kediaman orang tua dari Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd. di Cepu. Selain rombongan dari PMDG Kampus Pusat, turut hadir pula di waktu yang sama rombongan dari PMDG Putri Kampus 2 dan 3 yang berada di Ngawi, Jawa Timur.

Tepat satu hari sebelumnya, yakni hari Rabu (26/9), Ibunda dari Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, Hj. Marchamah telah berpulang ke haribaan Allah Subhanahu wata’ala. Almarhumah dinyatakan wafat pada pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Cepu, Jateng.

Rumah duka beralamatkan di Dsn. Sudagaran, Ds. Balun, Kec. Cepu, Kab. Blora, Jawa Tengah, tepatnya di bantaran sungai Bengawan Solo, dan merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Setelah berbincang beberapa saat, Kiai Syamsul mengakhiri takziyahnya dengan memimpin doa bersama untuk almarhumah. Semoga seluruh amal baiknya diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala, segala dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan dikaruniai kesabaran dan keikhlasan.brada

Kobarkan Miliu Belajar dengan Belajar Siang

0

Gontor Putri Kampus 1- Segala aktivitas di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan suatu pendidikan yang bertujuan meningkatkan wawasan dan mengembangkan pengetahuan para santriwati. Maka dari itu, aktivitas santriwati tiada hentinya dan selalu hadir aktivitas yang baru saat satu aktivitas telah selesai.

Tepat pada hari Rabu 3 Oktober 2018, akhir masuk kelas para santriwati pada jam pelajaran ke-7 semester 1 awal tahun. Namun, akhir masuk kelas pelajaran ke-7 bukan berarti akhir belajarnya para santirwati di siang hari. Maka dari itu, para santriwati dari kelas 1-6 diwajibkan belajar siang hari di tempat belajar yang telah ditentukan menurut tiap angkatannya.

Dengan mendekatnya masa ujian awal tahun, maka diadakannya belajar siang ini. Agar para santriwati lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian awal tahun. Begitupun para guru dengan jadwal yang telah ditentukan, diwajibkan untuk mengawasi dan memantau belajar siang para santriwati. Agar para santriwati lebih serius dan bersungguh-sungguh belajar  disiang hari.  Begitulah cara Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menjaga bahkan mengoptimalkan miliu belajar santriwati.Andighariza

Wisudawan 31 UNIDA, Siap Hadapi Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Era Global

0

UNIDA Gontor–Ahad pagi, 27 Muharram 1440 yang bertepatan dengan 7 Oktober 2018 Universitas Darussalam Gontor menyelenggarakan rapat senat terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke 31. Kali ini Unida mewisuda 71 mahasiswa/i. Mayoritas dari mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi dari program studi yang baru selesai akreditasi, sehingga baru mendapatkan izin dari Kopertais untuk diwisuda.

Berdasarkan surat keputusan Rektor Universitas Darussalam Gontor tentang yudisium mahasiswa Program Sarjana dan Pasca Sarjana tahun akademik 1439 – 1440 Hijiriah terdapat  7 program studi yang diwiuda. Diantaranya ialah Program Studi Hubungan Internasional yang mewisuda 22 mahasiswa, Farmasi 23 mahasiswi, Manajemen 20 mahasiswa, Teknik Informasi 4 orang mahasiswa, dan Teknologi Industri Pertanian seorang mahasiswa saja. Sementara dari Program Pasca Sarjana 1 mahasiswi dari program studi Hukum Ekonomi Syari’ah dan 1 dari Pasca Sarjana Fakultas Tarbiyah program studi Bahasa Arab.

Pada wisuda kali ini Unida memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 3 mahasiswa/i teladan. Mereka ialah Anugrah Suciati dari Prodi Farmasi dengan indeks prestasi komulatif (3,54), Rizal Adlan Mustafa dari Prodi Hubungan Internasional dengan indeks prestasi komulatif (3,52) dan Leda Adha Dinas Haqque dari Prodi Farmasi dengan indeks prestasi komulatif (3,47), serta Aat Muflihah dari Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan gabungan dari gabungan nilai IPK dan nilai AKPAM (Angka Kredit Penunjang Akademik Mahasiswa). Selain itu ada pula penghargaan skripsi terbaik dianugerahkan kepada  Leda Adha Dinas Haqque dari Prodi Farmasi dan tesis terbaik diberikan kepada Din Risda Arini dari Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab.

Rapat Senat ini mengundang Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Solo Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Pada momen ini beliau menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Revolusi Industri dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Tinggi. Beliau berharap kepada wisudawan/ti Unida tahun ini supaya tidak terdikte ilmu pengetahuan yang melenceng. Tetapi, mampu mendikte ilmu pengetahuan supaya berada di jalan yang benar.

Sambutan ketua wisudawan/wisudawati angkatan 31 UNIDA GONTOR yang di Sampaikan oleh Rizal Adlan Mustafa membuat pecah suasana dengan kata-kata yang bercampur kesedihan dan kegembiraan membuat para wisudawan/i bahkan dosen turut menangis haru karena mengenang masa-masa perjuangan bersama di UNIDA, ucapan terimakasih teriring maaf serta harapan tersampaikan kepada bapak/ibu dosen beserta seluruh Civitas Akademika Universitas  Darussalam Gontor dan generasi emas yang masih berjuang di kampus tercinta untuk menyongsong masa depan yang cerah dengan goresan tinta emas perjuangan sucinya , dalam meniti jalan menapak bumi menggapai dunia ‘’lillahirobbi. (Sumber dari fikrul, ryan Ed.Iqbal)

Gontor Adakan Perkajum Gelombang Kedua

0

GONTOR—Tepat satu minggu setelah diadakannya perkemahan Kamis-Jum‘at (Perkajum) gelombang pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengadakan Perkajum Gelombang Kedua (28/9).  Perkajum yang kedua ini sekaligus menjadi yang terakhir di awal tahun ini, mengingat kegiatan pondok yang padat dan dekatnya masa ulangan pertengahan tahun.

Perkemahan gelombang kedua ini dilaksanakan di DesaWilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Yang jaraknya sekitar lima sampai enam kilometer dari Pondok. Rombongan perkajum berangkat dari pondok pada siang hari, tepat setelah pelepasan didepan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan tiba di tempat setelahAshar.

Setelah shalat Ashar dan istirahat sejenak, barulah para anggota mulai membangun tenda mereka. Kemudian setelah Isya’, para anggota perkajum beramai-ramai untuk pawai keliling desa, dan dilanjutkan dengan acara unggun gembira, dan beberapa penampilan, seperti step dari gugus depan 05, nasyid, tari malulo, dan lain sebagainya. Acara ini berjalan dengan lancar, para santri terlihat bergembira dalam perkajum ini.

Esok harinya, para peserta melakukan hiking diiringi oleh panitia, menyusuri sawah, dan lain sebagainya, dan tiba kembali ditempat sebelum shalat Jum‘at. Setelah menunaikan shalat Jum‘at, barulah para anggota pulang menuju pondok dengan berjalan kaki. Setibanya di pondok, para santri kembali mengikuti kegiatan sebagaimana mestinya.

Banyak cerita yang dialami oleh para santri pada kesempatan ini, mudah-mudahan acara perkajum di akhir tahun nanti bias lebih berkesan dan memberikan banyak ilmu dan pengalaman bagi para santri.Faruq

Akhiri Kegiatan Ekstrakurikuler: Fokuskan Santri Dengan Ujian

0

GONTOR–Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan santri di luar kelas untuk meningkatkan skill mereka: olahraga, kesenian, dan kepramukaan yang umumnya dilaksanakan pada sore hari. Banyak santri yang mengikuti kegiatan olahraga, seperti sepak bola, basket, bulu tangkis, futsal, dan lain-lain, begitu pula dengan kesenian yang meliputi kaligrafi, menggambar, drama, musik, bela diri, dan lain sebagainya.

Menjelang datangnya Ujian Pertengahan Tahun (Semester Pertama), kegiatan ekstrakurikuler ini diberhentikan sementara, bermula dari Kamis lalu (11/10) hingga selesainya masa ujian, hal ini guna memfokuskan santri dalam menghadapi ujian. Para santri harus mempersiapkan diri mereka secara matang, baik dari materi pelajaran, mental, dan kesehatan.

Dalam masa ujian ini, tidak ada lagi santri yang berolahraga, pagi maupun sore hari. Semua kegiatan difokuskan untuk mendukung miliu belajar santri. Olahraga yang biasanya dilakukan di pagi hari, diganti menjadi kegiatan belajar pagi. Seluruh santri melaksanakan kegiatan ini, dibimbing oleh wali kelas masing-masing.

Sore hari, adalah waktu santri untuk mengerjakan pekerjaan yang ringan, seperti mencuci, melengkapi perlengkapan belajar, istirahat, dan pekerjaan lainnya yang menunjang maksimalnya belajar ketika malam hari. Faruq

Be A Perfect Muslimah

0

Jum’at (12/10) Dewan Mahas_MG_0094iswa (Dema) Universitas Darussalam (Unida) Wilayah Mantingan mengadakan seminar motivasi bersama Al Ustadz Ahmad Rifa’I Rif’an dengan tema “The Perfect Muslimah”. Acara ini dilaksanakan di Aula Kulliyatu-l- Al Banat Gontor Putri kampus 1 dan dibuka langsung oleh Al Ustadz Hifni Nasif, M.Ud.

Kegiatan ini berjalan dengan 2 sesi. Adapun perserta pada sesi pertama ini adalah Mahasiwi Unida Gontor wilayah Mantingan, sedangkan peserta pada sesi kedua adalah Departemen Publikasi, Staff Majalah Nukhbah , Tim Cakrawala dan Bagian Diskusi Ilmiah Organisani Pondok Modern Darussalam (OPPM) Gontor Putri Kampus 1.

Di Era seperti ini kita harus bisa berikhtar menjadi muslimah yang hebat, muslimah yang sempurna, sempurna agamanya, akhlaknya, dan bisa menjadi tauladan bagi sesamanya. Sebagai seorang muslimah harus mempunyai target hidup yang tinggi, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga konstribusi untuk umat. “Pelajari yang penting, update status yang penting, baca bacaan yang penting, ikuti komunitas yang penting, dan sibukkan dengan kegiatan yang penting”. Berikut beberapa motivasi yang disampaikan Al Ustadz Ahmad Rifa’I Rifa’an dalam seminarnya. Auziya

 

Manasik Haji Tingkatkan Ubudiyah Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 1 kembali melaksanakan kegiatan manasik haji dalam program pengajaran kurikulum KMI. Manasik haji ini sebagai miniatur kecil pembelajaran fiqh yang bersangkutan dengan kegiatan haji. Pada hari Senin (17/09) sampai dengan hari Rabu (19/09) anak kelas satu intensif  tidak belajar di kelas seperti biasanya, dengan pakaian serba putih, santriwati mempraktekan cara berihram, thowaf, sa’i dengan dibimbing oleh para ustadzah yang telah memiliki pengalaman langsung dalam haji dan umroh.

Walaupun demikian, sebelum dilaksanakannya manasik haji, banyak persiapan yang harus  di lakukan oleh para pembimbing, seperti para guru yang mendapat bimbingan dan arahan serta praktek langsung bersama Al Ustadz Dr. H. Wahyudi Bakri, LLM, MA, serta para santri yang wajib menghafalkan doa-doa manasik sebelum praktek manasik haji demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

Para peserta dengan penuh semangat dan kesungguhan dalam melaksanakan kegiatan manasik haji, anak-anak mengumandangkan kalimat Talbiyah, mengerjakan rukun haji satu demi satu dengan penuh hikmat dan antusias meskipun ditemani cuaca yang agak mendung.

Pendidikan di Gontor bukan hanya pembelajaran dalam kelas tetapi apa yang kau lihat apa yang kau dengar dan apa yang kau rasakan semua adalah pendidikan. Begitu pula dengan cara mendidik “A-thariqoh ahammu minal maddah” metode pembelajaran lebih penting dari pada materi itu sendiri.

Dengan diadakannya manasik haji, santri menjadi tahu, dapat melihat, mendengar, bahkan merasakan sendiri bagaiamana proses haji yang sesungguhnya walaupun dengan miniatur kecil. Beginilah Gontor mendidik para santrinya, dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan kreativitas agar pengetahuan dapat menjadi ilmu di dalam dada para santri dan untuk bekal para mujahidah di masa depan. Auziya

Ujian Praktek Nisaiyah-Mendidik Santriwati Menjadi Figur Sitti-l-Kull

0

Mantingan-Pelajaran Nisaiyah di Gontor Putri tidak kalah pentingnya dengan pelajaran-pelajaran lainnya, karena pengetahuan tentang keputrian adalah bagian dari kehidupan wanita. Gontor berorientasi untuk menjadikan santriwatinya figur sitti-l-kull melalui berbagai program keputrian. Salah satu ketrampilan wajib yang harus dimiliki adalah memasak.

Sabtu-Sabtu (6-13/10/18) Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan Ujian Praktek Nisaiyah, yaitu memasak. Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun terakhir. Meskipun belum mendapatkan legalitas dari KMI, nilai ujian praktek memasak akan masuk pada Raport Mental. Ujian Praktek Nisaiyah dinilai sangat penting & perlu, karena faktanya pelajaran Nisaiyah tersebut 20% adalah teori dan 80% adalah praktek.

Ujian berlangsung di jam pelajaran ke-6 & 7, kemudain berlanjut pada siang & sore hari. Setiap kelas terbagi menjadi 10 kelompok, dan setiap harinya bergilir untuk setiap angkatan. Materi yang diujikan untuk kelas 1 hanya pengenalan bumbu-bumbu masakan. Untuk kelas 2 dan 1 Intensive, dengan materi pengenalan kacang-kacangan dan manfaatnya. Sedangkan kelas 3 sampai kelas 6, materi ujian praktek memasak dengan kriteria penilaian: Meracik, Memasak, Menghidangkan. Dengan variasi menu yang berbeda-beda, sebagai berikut:

Kelas 3 : Nasi Liwet
Kelas 3 Intensive : Nasi Liwet
Kelas 4 : Sayur Sop
Kelas 5 : Sayur Rawon
Kelas 6 : Pengolahan Ayam

Santriwati Darussalam sangat antusias dengan dilaksanakannya Ujian Praktek Nisaiyah. Tujuan pelaksanaan ujian praktek ini tidak lain adalah untuk meningkatkan ketrampilan keputrian santriwati, dan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara Gontor mendidik santriwatinya menjadi figur wanita serba bisa atau sitti-l-kull.Salsabila

PSC Zone Kelas 5: Sarana Tingkatkan Leadership

0

DARUSSALAM-Santri Kelas 5 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memiliki sarana pendidikan kepemimpinan yang melimpah, berbeda dengan santri kelas 1-4 umumnya, mereka sudah diberi amanat untuk mengurus aneka ragam organisasi di Gontor. Demi mengoptimalkan sarana pendidikan tersebut, maka diselenggarakanlah acara Public Speaking Contest Among Zone (Lomba Pidato Antarzona) Kelas 5 dalam tiga bahasa yaitu Arab, Inggris dan Indonesia. Acara yang diadakan pada Ahad malam (23/9/18) ini menggunakan sistem seleksi yang dibagi dalam 5 zona.

Berbeda dengan PSC Zone untuk anggota, peserta PSC Zone Kelas 5 diseleksi dari setiap ruang latihan pidato, mereka yang dianggap berminat untuk mengikuti harus menyiapkan teks pidato sesuai dengan kreativitas masing-masing serta mengajukannya ke pembimbing mereka, barulah setelah itu mereka diperbolehkan untuk menunjukkan aksinya ketika hari lomba, kemudian hasil penilaian dari lomba tersebut diumumkan di akhir lomba oleh dewan juri, semua peserta terbaik yang terseleksi dari setiap zona akan maju ke babak final yang akan diselenggarakan pada pertengahan tahun kedua. Selain itu, seperti biasanya penonton yang hadir dari siswa kelas 5 KMI sendiri, namun kali ini, PSC Zone Kelas 5 turut menjadi tontonan siswa kelas 1-4 KMI yang dipilih, satu hal yang membakar semangat para orator.

Banyak sekali unsur pendidikan yang terkandung dalam acara ini, baik bagi panitia maupun peserta lomba. Diharapkan dari acara ini, semakin banyak santri yang berminat untuk meningkatkan skillnya dalam berpidato. Sand88