Home Blog Page 3

PP IKPM Gontor adakan Pelatihan Fiqh Qurban untuk Takmir Masjid Se-Ponorogo

0

Pelatihan Fiqh Qurban 1447 H berlangsung dengan khidmat pada Ahad (17/5) di Kantor Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM) Gontor. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Dakwah dan Sosial Budaya PP IKPM Gontor. Tidak hanya sendiri PP IKPM juga bekerja sama dengan Forum Komunikasi Ta’mir Masjid Darussalam (FKTMD) dan PC IKPM Gontor.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai takmir masjid di sejumlah kecamatan yang ada di Ponorogo. Hal ini bertujuan sebagai bentuk penguatan pemahaman syariat qurban sekaligus pelatihan praktik penyembelihan hewan qurban sesuai tuntunan Islam.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pengurus Pusat IKPM Gontor, di antaranya Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd., Al-Ustadz Sabar, S.Ag., M.H., dan Al-Ustadz Dr. Riza Azhari, M.Pd.I.,. Hadir pula dari unsur Pengurus FKTMD dan Pengurus PC IKPM Gontor Ponorogo.

Acara diawali dengan sambutan dari Al-Ustadz H. Kuncoro Hadi, M.Pd. selaku Ketua PC IKPM Gontor Ponorogo. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya pelatihan fiqh qurban sebagai sarana pembelajaran. Beliau juga berkata bahwa pelatihan fiqih qurban merupakan agenda yang telah lama dilaksanakan oleh Gontor sebagai bagian dari pengabdian dan kemasyarakatan.



Sesi di isi oleh, Al-Ustadz H. Muhammad Badrun Syahir, M.A., beliau menekankan pentingnya aqidah sebagai fondasi utama dalam menjalankan syariat Islam. Menurut beliau, syariah tidak dapat dipisahkan dari aqidah, sebab seluruh pelaksanaan ibadah harus dibangun di atas keimanan yang benar kepada Allah SWT.

Terdapat pula sesi praktek yang di isi oleh, Al-Ustadz H. Antok Listianto, S.E.,. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan secara rinci tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat. Beliau juga menegaskan bahwa seluruh bagian hewan qurban pada dasarnya diperuntukkan untuk diberikan dan tidak diperjualbelikan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan syiar Islam, pendidikan umat, dan pengabdian sosial yang terus dijaga oleh keluarga besar IKPM Gontor.

Kontributor : Daniel Taqy, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Khutbatul ‘Arsy UNIDA Gontor: Kawah Candradimuka Peradaban Islami

0

Lapangan utama Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Gontor dipenuhi ribuan mahasiswa dan dosen pada, Ahad (17/5). Apel Tahunan Khutbatul ‘Arsy ini merupakan agenda tahunan yang menandai dimulainya perjalanan akademik dan pengabdian di lingkungan kampus pesantren.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB, yang dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sekaligus Presiden UNIDA Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Rektor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, serta para dosen dan seluruh mahasiswa UNIDA Gontor.

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Setelah prosesi pembukaan, perhatian peserta tertuju pada amanat Presiden UNIDA Gontor yang dibacakan oleh Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan wadah pembinaan kader umat yang dipersiapkan untuk membangun peradaban.

“Pesantren harus melahirkan santri yang tangguh, berjiwa pemimpin, dan mampu menciptakan peradaban yang utuh,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Selain prosesi apel, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Tari-tarian Nusantara yang dibawakan mahasiswa menghadirkan nuansa persatuan yang tinggi dalam atmosfer pesantren. Ragam gerak dan busana daerah tampil silih berganti, disambut antusias para peserta apel.

Sorak tepuk tangan beberapa kali terdengar dari peserta apel ketika adegan-adegan penting sejarah pondok dipentaskan. Drama itu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat atas nilai perjuangan dan cita-cita besar para pendiri Gontor.

Melalui Apel Tahunan Khutbatul ‘Arsy ini, UNIDA Gontor kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pesantren yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter, tradisi intelektual, serta visi peradaban Islam yang menyeluruh.

Kontributor : Tim Media PMDG, Til Multimedia PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Filosofi Kereta Api di Balik Khidmatnya Apel Tahunan PMDG Kampus 12

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy 1447 H/2026 M di Lapangan Utama pondok, Riau, Kamis (14/5). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya tahun ajaran baru sekaligus momentum penanaman nilai kepada seluruh keluarga pondok.

Apel tahunan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh keluarga besar Gontor, di antaranya Wakil Ketua Badan Wakaf Gontor Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., Ketua Dewan Senat Universitas Darussalam Gontor Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, Lc., M.A., PP IKPM Gontor H. Suwarno T.M., S.Ag., YPPWPM Gontor Nurhadi, S.H.I., M.H., serta Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 7 Drs. H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi beserta rombongan guru senior lainnya.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi menyampaikan amanat mengenai pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan pondok dan konsistensi terhadap nilai-nilai pendidikan pesantren.

“Pondok ini harus tetap berjalan, siapa pun pemimpinnya. Ibarat kereta api, siapa pun masinisnya, kereta harus terus melaju di atas rel yang telah ditentukan (nilai-nilai pondok),” ujarnya.

Menurutnya, keberlangsungan pondok tidak bergantung pada figur semata, melainkan pada kuatnya sistem, nilai, dan tradisi pendidikan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengenalkan ruh, falsafah, tradisi, dan arah perjuangan pondok kepada para santri. Tahun ini, kegiatan mengusung moto: “Pesantren Melahirkan Santri yang Tangguh, Menciptakan Peradaban yang Utuh.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi apel tahunan, pengibaran Bendera Merah Putih, inspeksi pasukan, dan amanat inspektur upacara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya Nusantara yang dibawakan para santri dan asatidz.

Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan disiplin, mencerminkan nilai pendidikan, ukhuwah, kemandirian, serta semangat pengabdian yang menjadi ciri khas pendidikan di PMDG Kampus 12.

Kontributor : Aryyo Widagdho, M. Alwi Farhani, Faiz Mahdi & M. Kayra Nawfal Refansyah

Editor : Johansyah, Faza

Di Balik Perjalanan Waktu, Tersimpan Makna Kehidupan

0

Drama Arena 5101 sukses menghadirkan sebuah pertunjukan penuh makna dan emosi melalui kisah perjalanan seorang santriwati dalam menapaki kehidupan di pondok pesantren. Dengan balutan alur fantasi dan refleksi kehidupan, drama ini membawa penonton larut dalam perjalanan waktu yang sarat pelajaran berharga.

Cerita dimulai dari seorang santriwati yang tanpa sengaja memasuki sebuah mesin waktu. Dari situlah ia menjalani kembali perjalanan kehidupannya sejak duduk di kelas 1 hingga kelas 5 KMI. Dalam setiap fase yang dilalui, ditampilkan berbagai dinamika kehidupan santri mulai dari adaptasi di tahun pertama, proses belajar disiplin, kebersamaan bersama teman, suka duka kegiatan pondok, hingga pengalaman-pengalaman sederhana yang ternyata meninggalkan kesan mendalam.

Selama menjadi santriwati, tokoh utama selalu berangan-angan untuk segera tumbuh dewasa dan melewati masa-masa sulit yang ia jalani. Ia menganggap kehidupan setelah dewasa akan terasa lebih bebas dan membahagiakan. Namun, ketika akhirnya sampai pada fase kedewasaan, ia justru merasakan kerinduan yang besar terhadap masa-masa hidup di pondok.

Perasaan tersebut membawanya kembali mencari mesin waktu agar dapat mengulang kehidupan yang dahulu ingin ia percepat. Dari situlah tokoh utama mulai menyadari bahwa tidak semua hal yang kita inginkan adalah jawaban terbaik dalam kehidupan. Terkadang, waktu yang ingin kita percepat justru menjadi masa paling berharga yang akan dirindukan di kemudian hari.

Melalui pengemasan cerita yang emosional, dialog yang menyentuh, drama ini berhasil menyampaikan pesan mendalam kepada para penonton. Menjelaskan bahwa setiap fase memiliki makna, pelajaran, dan kenangan yang tidak dapat terulang kembali.

Drama Arena 5101 bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang arti perjalanan, kedewasaan, serta pentingnya mensyukuri waktu yang sedang dijalani.

Kontributor: Hanin, Siska, Nisrina, Syifa

Editor : Johansyah, Faza

Drama Arena 5101: Ketika Disiplin Menjadi Nafas Kehidupan Santriwati Gontor

0

Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan melalui seni dan kreativitas, santriwati kelas 5 KMI sukses menggelar Drama Arena. Acara ini berlangsung pada Rabu (13/5) bertempat di depan Auditorium PMDG Putri 3. Pada tahun ini Drama Arena membawakan tema “Disiplin Adalah Nafas Gontor” dengan mengusung moto, “Urip Iku Urup”  hidup itu harus memberi manfaat dan cahaya bagi sekitar.

Drama Arena kali ini mengangkat kehidupan santri yang lekat dengan aturan, tanggung jawab, dan disiplin di setiap aspek kehidupan. Melalui alur cerita yang emosional dan penuh makna, penonton diajak memahami bahwa disiplin bukan sekadar peraturan, melainkan ruh yang harus dimiliki seluruh santri Gontor.

Berbagai persiapan telah dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan. Mulai dari latihan rutin, penyusunan konsep, pengaturan panggung, hingga gladi bersama para pembimbing. Di balik megahnya penampilan di atas panggung, tersimpan kerja keras, pengorbanan waktu, serta semangat kebersamaan.

Penampilan para pemain berhasil memukau penonton melalui penghayatan karakter yang kuat, dialog yang menyentuh, serta tata panggung yang menarik. Tidak hanya menjadi hiburan, Drama Arena ini juga menjadi media edukasi dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab.

Moto “Urip Iku Urup” menjadi pesan penutup yang menguatkan keseluruhan makna pertunjukan. Bahwa seorang pengurus rayon tidak hanya dituntut untuk hidup bagi dirinya sendiri. Kehidupan pengurus rayon lebih dari itu. Menjadi penerang, pemberi, juga pendidik bagi para anggotanya.

Dengan terselenggaranya Drama Arena 5101 ini, diharapkan nilai-nilai disiplin dan semangat pengabdian dapat terus tertanam dalam kehidupan para santriwati. Sebab, sebagaimana tema yang diangkat tahun ini, “Disiplin adalah nafas Gontor,” dan dengan semangat “Urip Iku Urup,” setiap langkah kehidupan hendaknya mampu membawa cahaya dan manfaat bagi sesama.

kontributor : Hanin, Siska, Nisrina, Syifa

Editor : Johansyah, Faza

Atraksi Santriwati Tampilkan Keindahan Budaya dan Kekompakan Dalam Khutbatu-l-‘Arsy

0

Suasana Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 6 Ittihadul Ummah Poso, tampak semarak dengan penampilan atraksi seni dan budaya dalam rangkaian Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy, Senin (12/05).

Penampilan berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kekompakan serta kesungguhan dalam setiap gerakan dan formasi yang ditampilkan di lapangan.

Tidak hanya santriwati yang turut ambil bagian dalam menyukseskan acara ini, para ustadzah juga ikut berpartisipasi dalam berbagai penampilan dan persiapan kegiatan. Kebersamaan antara ustadzah dan santriwati menjadi salah satu bentuk kerja sama dan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan pondok.

Menariknya, sebagian peserta tidak hanya mengikuti satu penampilan, tetapi turut berpartisipasi dalam dua hingga beberapa penampilan sekaligus demi mendukung kelancaran dan kesuksesan acara. Semangat berkhidmat dan rasa tanggung jawab terlihat dari kesiapan para peserta dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.

Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan juga menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan kekayaan budaya yang dikemas dalam nuansa pendidikan pesantren. Dengan penuh antusias, seluruh peserta berupaya memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk kontribusi dalam memeriahkan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy PMDG Putri 6.

Kontribtutor : Nurul Farhah Jalal, Tim Multimedia PMDG Putri 6

Editor : Johansyah, Faza

Melalui Khutbatu-l-‘Arsy, PMDG Putri 6 Poso Bentuk Karakter Santriwati

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 6 Ittihadul Ummah Poso, menggelar Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (12/05), pukul 07.00 WITA. Suasana apel berlangsung khidmat dan semangat. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy sekaligus momentum awal bagi seluruh santriwati untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat perjuangan dalam menuntut ilmu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Wakaf, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A., dan Wakil Direktur Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyyah, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., beserta rombongan yang lainnya. Kehadiran para tamu menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap proses pendidikan serta pembinaan karakter santriwati di PMDG Putri 6.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Prosesi pengibaran bendera, Inspeksi barisan, penyampaian amanat, serta penampilan santriwati menambah suasana semakin semarak. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kedisiplinan sebagai bentuk kesiapan dalam menyambut tahun ajaran baru dan berbagai agenda pendidikan di pondok.

Dengan terselenggaranya Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy ini, diharapkan seluruh santriwati PMDG Putri 6 dapat semakin siap menjalani proses pendidikan dengan semangat baru, disiplin yang tinggi, serta tekad untuk terus berkembang menjadi generasi muslimah yang berilmu dan berakhlak mulia. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi seluruh rangkaian acara.

Kontributor : Nurul Farhah Jalal, Tim Multimedia PMDG Putri 6

Editor : Johansyah, Faza

Langkah Kecil Jaya Untuk Mengubah Dunia Melalui Pendidikan

0

Panggung Gembira 6101 berhasil menghadirkan pertunjukan drama penuh makna yang menyentuh hati para penonton. Drama ini menceritakan perjuangan seorang guru relawan bernama Jaya yang hidup di tengah dunia yang dipenuhi kerusakan moral dan kehancuran lingkungan.

Penampilan para pemain mampu membawa suasana emosional sekaligus menggugah kesadaran tentang pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban.

Dalam cerita tersebut, Jaya digambarkan sebagai sosok pendidik yang mulai kehilangan harapan karena melihat generasi muda yang kehilangan arah dan semangat hidup. Namun, kehadiran tiga malaikat kecil menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Mereka membawa Jaya menuju Istana Candradimuka, tempat simbolis pembentukan jiwa tangguh, keteladanan, kemandirian, dan kebebasan berpikir.

Melalui tiga realita kehidupan yang harus dihadapi, Jaya akhirnya menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri dan pendidikan menjadi jalan utama untuk memperbaiki dunia.

Pesan moral yang disampaikan dalam drama ini terasa sangat kuat. Sosok Zuaym menegaskan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui pendidikan, kerja sama, keteladanan, dan keyakinan yang kokoh.

Drama ini juga mengajarkan bahwa perjuangan tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan kebersamaan dan saling mendukung dalam kebaikan.

Dengan alur cerita yang inspiratif, penampilan yang penuh penghayatan, serta pesan yang mendalam. Drama PG 6101 sukses memberikan kesan mendalam bagi para penonton. Pementasan ini bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga pengingat bahwa harapan. Disamping itu perubahan juga menjadi hal yang akan selalu ada bagi mereka yang terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Kontributor : Tim Jurnalistik PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Panggung Gembira 6101: Wadah Pengembangan Bakat dan Kreativitas Santri

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar Pagelaran Seni Panggung Gembira sebagai ajang pendidikan kreativitas dan penggalian bakat santri. Hadir Panggung Gembira 6101 bertajuk “The Absolute Spectacle” pada Minggu (5/10) dengan nuansa baru melalui hadirnya New BPPM.

Kegiatan dibuka dengan penampilan hadroh, lalu di lanjut dengan sambutan oleh Pimpinan PMDG,K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Panggung Gembira bukan ajang pamer kemewahan, melainkan sarana pengembangan bakat dan pembelajaran bermasyarakat bagi santri.

“Meskipun anak-anakku tidak menjadi penari, tapi tetap kelak harus menjadi mundzirul-qaum dan muqidzul-ummah,” ujar beliau. Beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan pondok didukung oleh kontribusi para santri melalui berbagai unit usaha pondok seperti café, laundry, dan KOPEL.

Beragam penampilan menarik turut mengisi pergelaran yang bertepatan dengan usia 101 tahun pondok ini. Mulai dari drama atlan, pementasan Wayang kulit, berbagai tarian daerah, hingga pembacaan puisi dari beberapa negara.

Panitia pelaksana berupaya semaksimal mungkin menyuguhkan perhelatan yang bersifat edukatif (educate), menghibur (entertain), elegan (elegant), dan menyenangkan (enjoyable). Hasil kerja keras mereka pun mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri, bahkan Pimpinan Pondok memberikan nilai “20” sebagai bukti .

Menyongsong satu abad usia pondok, diharapkan Panggung Gembira kali ini dapat menjadi sarana pembentukan pribadi santri dan masyarakat yang berakhlak mulia dan bernilai.

Kontributor : Tim Jurnalistik PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Reformasi Pengurus, Penguatan Karakter Santriwati PMDG Putri 4

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 4 menyelenggarakan Reformasi Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka (KGGP) pada Ahad (10/5) di Mini Hall kampus. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam melanjutkan roda organisasi sekaligus membina jiwa kepemimpinan santriwati.

Reformasi kepengurusan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi selama masa Panitia Bulan Ramadhan (PBR) dan Panitia Bulan Syawwal (PBS). Pengurus yang dinilai memiliki etos kerja dan dedikasi baik dipilih untuk menempati posisi yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan tugas bagi santriwati kelas 6 sekaligus memperkuat struktur kepengurusan organisasi.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Pengasuh, Muhammad Fathan Aziz, para ustadzah pembimbing OPPM dan KGGP, serta santriwati kelas 5 dan kelas 6.

Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh menegaskan bahwa seluruh aktivitas di pondok merupakan bagian dari proses pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa reformasi kepengurusan harus dimaknai sebagai sarana pendidikan, kaderisasi, pemenuhan kebutuhan penugasan, dan evaluasi organisasi.

Beliau juga menjelaskan bahwa perpindahan posisi dalam organisasi bertujuan agar seluruh santriwati dapat merasakan pengalaman berorganisasi sebagai bagian dari sistem pendidikan di pondok. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, keteladanan, dan pengorbanan dalam membangun kemajuan organisasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan, pelantikan, serta pengambilan sumpah pengurus baru OPPM dan KGGP oleh Wakil Pengasuh. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Wakil Direktur KMI.

Sebanyak 16 pengurus baru dilantik dalam reformasi kali ini. Dengan demikian, OPPM kini memiliki 226 pengurus yang terbagi dalam 24 bagian, sementara KGGP memiliki 52 pengurus yang menempati 8 bagian.

Reformasi berlangsung dengan khidmat dan tertib. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepengurusan OPPM dan KGGP dapat berjalan lebih optimal, terorganisir, serta mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan lebih baik di masa mendatang.

Kontributor : Marsya

Editor : Johansyah, Faza