Home Blog Page 4

Membentuk Jati Diri Surgawi, Dalam Drama Arena 5101

0

Drama Arena 5101 sukses menghadirkan pertunjukan yang berkesan bagi seluruh penonton. Beragam penampilan yang ditampilkan oleh siswa kelas 5 KMI. Ini merupakan penampilan yang menghibur saja, akan tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nilai pendidikan. Dari sekian banyak penampilan, Drama “jati diri surgawi”menjadi salah satu sajian utama yang paling menarik perhatian.

Drama “Jati Diri Surgawi” mengisahkan kehidupan para mudabbir di rayon GBS melalui sudut pandang Bintang, seorang Ketua Rayon  yang dikenal disiplin, dan menjunjung tinggi nilai keikhlasan serta ukhuwah Islamiyyah.

Alur cerita dibuka dengan visualisasi kilas balik kehidupan kelas lima yang menggambarkan pondok sebagai “surga” di tengah kerasnya dunia. Itu merupakan tempat para santri belajar hidup sederhana, saling membantu, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain

 Kehidupan Bintang sebagai mudabbir kemudian diperlihatkan melalui berbagai interaksinya bersama anggota rayon. Muali membantu anggota yang kesulitan, bercanda bersama mereka, hingga memberikan nasihat tentang makna “Urip Iku Urup”, bahwa hidup bukan sekedar hidup, tetapi juga harus mampu menghidupi dan memberi manfaat bagi sesama.

Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, Bintang berusaha menanamkan pentingnya ukhuwah, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan pondok.

Konflik dalam drama ini muncul dari perbedaan cara pandang antara Bintang dan Pijar dalam menjalankan amanah sebagai mudabbir. Pijar menganggap jabatan sebagai bentuk kekuasaan sehingga bersikap keras kepada anggota. Dalam pandangan lain Bintang menekankan bahwa amanah harus dijalankan dengan keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Perbedaan pemahaman tersebut menjadi inti cerita sekaligus menggambarkan pertentangan antara pendidikan berbasis nurani dan sikap yang mengedepankan kuasa.

Melalui konflik tersebut, drama ini menyampaikan pesan bahwa kehidupan pondok yang ideal hanya dapat terwujud apabila setiap amanah dijalankan dengan adab, keikhlasan, dan nilai-nilai panca jiwa, sehingga tercipta “jati diri surgawi” yang sesungguhnya.

Dengan alur cerita yang menarik serta penyampaian dialog yang mudah dipahami, drama ini berhasil menjadi salah satu penampilan unggulan dalam Drama Arena 5101. Selain dekat dengan kehidupan santri kelas 5, drama tersebut juga menyampaikan pesan bahwa seorang pendidik harus mampu bersikap seimbang. Ketegasan diperlukan untuk menanamkan disiplin, namun kelembutan juga penting agar nasihat dapat diterima dengan baik.

Kontributor : Faza, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Lebih dari Hiburan, Drama Arena Hadirkan Makna Kehidupan

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sukses menyelenggarakan Pagelaran Seni Akbar Drama Arena pada Kamis malam (07/05) di depan Gedung BPPM. Mengusung moto “Nyalakan Api Kebersamaan, Wujudkan Idealisme Kehidupan”, santri kelas 5 KMI berhasil mempertahankan identitas Drama Arena sebagai pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menginspirasi. Pada kesempatan berharga tersebut, acara di buka langsung oleh pimpinan PMDG, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed dan K.H Hasan Abdullah Sahal.

Dalam sambutannya, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat menyampaikan bahwa Drama Arena merupakan bagian dari kurikulum PMDG. Beliau juga menjelaskan makna “Idealisme Kehidupan” yang diangkat sebagai moto tahun ini.

“Ideal daripada kehidupan adalah kebersamaan, saling mengingatkan, saling menolong, dan saling mendukung satu sama lain. Inilah yang kemudian menjadi tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr, itulah Idealisme Kehidupan,” terangnya.

Drama Arena tahun ini menghadirkan 48 penampilan selama kurang lebih empat jam. Inti pertunjukan berpusat pada drama lima babak berjudul “Jati Diri Surgawi” yang mengisahkan dua pengurus rayon, Pijar dan Bintang, dengan karakter yang saling bertolak belakang. Drama tersebut menggambarkan dinamika sosial yang mereka alami bersama sesama pengurus rayon, non-pengurus, hingga para anggota rayon.

Selain drama utama, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni musik, seni tari, seni atraksi, dan seni visual. Dekorasi panggung bergaya Turki yang megah serta tata pencahayaan yang memukau semakin menambah semarak suasana Drama Arena tahun ini.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PMDG, ketua lembaga, Badan Wakaf, seluruh santri, serta bapak guru KMI. Hadir pula tamu utusan dari Gontor Kampus 2, Gontor Putri, dan beberapa pondok pesantren di sekitar Gontor. Sementara itu, wali santri juga diperkenankan hadir meskipun tidak menerima undangan khusus.

Kontributor : Tim Literasi PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Kuliah Umum Khutbatu-l-‘Arsy : Momentum Awal Untuk Menanamkan Nilai Kehidupan

0

Babak pertama Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3, Selasa, (5/5). Kesemapatan ini diisi dengan rangkaian khutbah yang memaparkan makna dan hakikat pendidikan di PMDG kepada seluruh santriwati.

Melalui penyampaian yang sarat nilai dan nasihat, para santriwati diajak memahami lebih dalam ruh perjuangan pondok, falsafah pendidikan, serta tujuan kehidupan pesantren. Materi yang disampaikan menekankan bahwa pendidikan di lingkungan pondok tidak semata berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian secara utuh.

Setiap paparan dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, melainkan sebagai bekal pemahaman. Dengan demikian, santriwati diharapkan mampu memaknai kehidupan pondok sebagai proses pembentukan jiwa, akhlak, mental, dan intelektualitas secara terpadu.

Babak pertama ini menjadi momentum awal untuk menanamkan kesadaran bahwa pendidikan di PMDG menuntut keseimbangan antara aspek keilmuan dan pembinaan karakter. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab ditegaskan sebagai fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari santri.

Selain itu, khutbah yang disampaikan juga menggarisbawahi pentingnya pengabdian sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan. Santriwati didorong untuk tidak hanya berorientasi pada capaian pribadi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan umat.

Rangkaian khutbah dalam babak ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat tertanam dan menjadi pedoman dalam perjalanan menuntut ilmu di pondok. Dengan demikian, Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana pembentukan kesadaran dan orientasi hidup santriwati.

Kontributor : Ayunda, Tim Media PMDG putri 3

Editor : Johansyah, Faza

Gontor Berikhtiar Membentuk Pendidik Berkarakter Islami

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menegaskan komitmennya dalam membentuk pendidik yang berkarakter melalui sistem pendidikan dan pengajaran yang terarah. Lembaga ini tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembinaan akhlak serta perluasan wawasan santri secara menyeluruh.

Melalui proses pendidikan yang terintegrasi, para mudarrisah dibina agar memiliki kedalaman intelektual sekaligus keteguhan moral. Mereka diproyeksikan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat dan aplikatif. Peran tersebut dinilai penting dalam menjawab tantangan sosial sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren.

Upaya pembentukan karakter itu tampak dalam rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Agenda tahunan ini tidak hanya berfungsi sebagai masa orientasi bagi santri baru, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai pondok secara komprehensif.

Dalam pelaksanaannya, suasana kemegahan acara diwarnai oleh beragam atraksi dan kreasi santri. Berbagai penampilan ditampilkan secara tertib dan terorganisasi, mencerminkan hasil pembinaan yang sistematis di lingkungan pondok. Setiap sajian dipersembahkan dengan semangat kolektif dan ketulusan, sekaligus menunjukkan kedisiplinan yang menjadi ciri khas pendidikan Gontor.

Atraksi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga sarana edukatif. Melalui penampilan itu, santri baru diperkenalkan pada dinamika kehidupan pondok yang sarat dengan nilai kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Dengan pendekatan ini, Gontor berupaya memastikan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas, melainkan berlangsung melalui pengalaman langsung. Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pun menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas santri sebagai bagian dari komunitas pesantren yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pengabdian.

Kontrbutor : Ayunda, Tim Media PMDG putri 3

Editor : Johansyah, Faza

Khutbatu-l-‘Arsy Gontor Putri Kampus 3 : Awali Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada Selasa, (5/5). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengenalan pondok bagi para santri, khususnya santri baru.

Upacara berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB di lapangan utama kampus. Prosesi diawali dengan pengibaran bendera yang dilaksanakan secara tertib dan penuh penghormatan. Seluruh peserta apel, yang terdiri dari santri dan jajaran pengasuh pondok yang mengikuti kegiatan dengan disiplin. Kesempatan yang berharga ini, dihadiri oleh al-ustadz Mulyono Jamal, selaku pembina upacara.

Setelah pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan inspeksi barisan oleh pembina upacara. Kegiatan ini bermaksud memastikan kesiapan dan kerapian seluruh peserta sebagai simbol kedisiplinan yang menjadi ciri khas pendidikan di lingkungan pondok. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kebersamaan.

Dalam amanatnya, al-ustadz Mulyono Jamal, menekankan pentingnya Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy sebagai fondasi awal bagi santri dalam memahami sistem, nilai, dan tradisi kehidupan di pondok. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter.

Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy juga dirancang untuk memperkenalkan berbagai aspek kehidupan pondok, termasuk kegiatan akademik, bahasa, serta pembinaan mental dan spiritual. Dengan demikian, santri memiliki pemahaman menyeluruh tentang sistem pendidikan yang diterapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mencetak generasi santri yang tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam membangun peradaban yang utuh.

Kontributor : Ayunda, Tim Media PMDG putri 3

Editor : Johansyah, Faza

Semarak Budaya dalam Anekaria Nusantara di BPPM Gontor

0

Rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berlangsung meriah dan penuh makna. Berbagai acara digelar sebagai guna mengasah kreativitas, dan persatuan di kalangan santri.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah “Anekaria Nusantara” dan “sidasa band and giving reward”. Agenda ini diselenggarakan di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM), Sabtu malam (02/05). Acara yang dipanitiai oleh santri kelas 3 intensif dan kelas 4 ini dibuka oleh al-ustadz Amin Fuadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan keragaman suku dan budaya di lingkungan pondok.

“Perlu diketahui, dengan adanya acara ini, pondok telah memperkenalkan bahwa suku bangsa di pondok ini bukan hanya satu, melainkan banyak. Kalian sebagai santri, khususnya santri baru, perlu mengetahui hal ini,” terangnya.

Selain itu, Anekaria juga menjadi ajang latihan bagi panitia dalam mengasah kemampuan manajerial dan kreativitas. Dengan persiapan selama kurang lebih tiga minggu, panitia berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat nilai filosofis khas Gontor.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara pembagian hadiah perlombaan yang digelar di BPPM pada Senin malam (04/05). Dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, kegiatan ini juga menjadi penutup seluruh perlombaan serta masa kepanitiaan santri kelas 3 intensif dan kelas 4 dalam Khutbatu-l-‘Arsy.

Acara penutupan semakin semarak dengan penampilan Sidasa Band yang membawakan sejumlah lagu untuk menghibur hadirin. Sementara itu, Rayon Aligarh Lantai 1 berhasil meraih predikat Juara Umum dalam perlombaan tahun ini.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PMDG tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai persatuan, sportivitas, dan pengembangan diri bagi seluruh santri.

Kontributor : Haniya, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Bhineka Tunggal Ika, Media Edukasi Yang Bernilai Tinggi

0

Suasana penuh khidmat menyelimuti Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Selasa (05/05). Momentum bersejarah ini menjadi tanda dimulainya perjalanan 101 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera, dilanjutkan dengan inspeksi barisan serta penyampaian amanat oleh pemimpin upacara.

Pada kesempatan yang sarat makna ini, beragam atraksi kreasi santri turut memeriahkan suasana. Tak sekadar menjadi hiburan, penampilan tersebut juga berfungsi sebagai media edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai kehidupan pondok, khususnya bagi para santri baru.

Penampilan yang ditampilkan dalam rangkaian acara ini antara lain: Marching Band Gema Nada Cakra Ma’rifat (MBGNCM), puisi, drama, dan pertunjukan Bhineka Tunggal Ika.

Salah satu penampilan yang paling memikat dalam Apel Tahunan adalah segmen Bhinneka Tunggal Ika. Pada bagian ini, para santri dari berbagai latar belakang daerah dan budaya bersatu menampilkan ragam tarian nusantara secara kolaboratif. Menariknya, para penampil tidak selalu berasal dari daerah asal tarian yang dibawakan. Santri dari Jakarta, misalnya, mempersembahkan tari Kecak khas Bali, sementara santri dari Sumatera menampilkan tarian dari wilayah Indonesia Timur.

Kolaborasi ini menjadi gambaran nyata semangat persatuan dalam keberagaman, yang senantiasa dijunjung tinggi sebagai nilai penting dalam kehidupan di PMDG. Dilanjutkan dengan parade barisan maket KA, As-Salwa, Parade sepeda kelas 6, sektor, Transportasi, dan barisan konsulat lainnya.

Dengan mengusung moto “Pesantren melahirkan santri yang tangguh, menciptakan peradaban yang utuh” tangguh dalam setiap keadaan, mampu membina bangsa, guna menciptakan peradaban yang utuh.

Khutbatu-l-‘Arsy bukan sekadar rangkaian acara seremonial, tetapi juga menjadi titik awal yang bermakna bagi para santri baru dalam memantapkan tekad menuntut ilmu. Bagi santri yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan pondok, momen ini menjadi ajang untuk menyegarkan kembali semangat dalam belajar.

Kontributor : Marsya Maulida, Tim Multimedia PMDG Kampus Putri 4

Editor : Johansyah, Faza

Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy: PMDG Putri 4 Tegaskan Konsistensi Nilai Kepesantrenan

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri kampus 4, menyelenggarakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Selasa pagi (05/05). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Wakil Rektor IV, serta seluruh keluarga besar PMDG.

Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WIB, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih. Dilanjut inspeksi barisan oleh inspektur upacara dan penyampaian amanat. Tidak hanya sekedar apel resmi, penampilan atraktif seperti Marching Band Gema Nada Cakra Ma’rifat (MBGNCM) dan berbagai penampilan lainnya turut mengambil bagian.

Dalam amanatnya, H. Syamsul Hadi Untung, M.A., MLS., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin, menegaskan bahwa PMDG harus berjalan walau silih berganti seorang pemimpin, akan tetapi semua itu harus jalan sesuai dengan nilai-nilai yang ada, tanpa harus menghilangkanya sedikit pun.

Bapak Dekan juga berpesan, Pondok ini harus tetap berjalan, siapa pun pemimpinya, ibarat kereta api, siapa pun masinisnya kereta harus berjalan dan tetap pada rel-relnya. Gontor sejak berdiri pada 1926 sudah menjadi inspirator pesantren modern. Inspirator untuk mewakafkan tanah, mewakafkan nilai-nilai, mewakafkan prinsip-prinsip kepesantrenan dengan ikhlas kepada umat islam.

“PMDG berjalan dan tetap harus berjalan siapa pun pimpinanya, siapapun masinisnya, tetapi wajib tetap pada rel-rel kepondok pesantrenan dan kemoderenan. Inspirator pesantren modern sejak 1926, inspirator mewakafkan tanah,  mewakafkan nilai-nilai, mewakafkan pinsip-prinsip Kepesantrenan kepada umat islam dengan ikhlas ” ujar beliau ketika menyampaikan pidato Khutbatu-l-‘Arsy.

Menambah kemeriahan, acara ditutup dengan parade mobil dari berbagai unit usaha pondok dan sektor kehidupan santri. Serta barisan konsulat yang menampilkan keberagaman asal daerah para santri, mencerminkan semangat persatuan dalam bingkai pendidikan Islam.

Kontributor : Marsya Maulida, Tim Multimedia PMDG Kampus Putri 4

Editor : Johansyah, Faza

DEEP Meningkatkan kompetensi Santri Dalam Bidang Event Organizer dan Show Manager

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar Darussalam Event Empowerment Program (DEEP). Acara ini merupakan salah satu langkah persiapan untuk mengahadapi rentetan peringatan 100 tahun umur PMDG, Jumat (1/5). Menghadirkan Kak Ryan Dians, stage manager sekaligus content creator dari Hollyland Academy.

Program DEEP difokuskan pada penguatan kapasitas santri dalam pengelolaan acara, khususnya di bidang show management. Kegiatan ini mencakup pemaparan konsep dasar manajemen panggung, pengenalan alur produksi acara, hingga praktik teknis yang lazim digunakan dalam industri kreatif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diizinkan untuk bertanya dibeberapa segmen sulit.

Dr. Riza Ashari, M.Pd. selaku Ketua panitia peringatan 100 tahun menyebutkan bahwa DEEP dirancang sebagai ruang belajar aplikatif yang menjembatani teori dan praktik. Beliau juga menegaskan bahwa Keberhasilan dimulai dari hal kecil, kemampuan lahir dari pengetahuan dan proses. Pembelajaran pengelolaan acara hari ini menjadi bekal penting, meski manfaatnya belum langsung terasa. Karena pada akhirnya pengalaman yang terus dikumpulkan itulah yang akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang unggul dan siap berkontribusi. 

Dalam sesinya, Ryan Dians menjelaskan bahwa show management merupakan sebuah sistem yang bertugas mengatur jalannya acara secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa seluruh yang terjadi di atas panggung menjadi tanggung jawab tim show, sehingga diperlukan simulasi, serta pemahaman dari sudut pandang audiens. Lebih jauh, ia menekankan bahwa dunia event tidak hanya soal teknis, tetapi juga seni dan sikap, di mana attitude, saling menghargai menjadi kunci utama keberhasilan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PMDG dalam memperluas kompetensi santri di luar bidang akademik dan keagamaan. Ke depan, PMDG menargetkan lahirnya santri yang mampu berperan sebagai stage manager maupun content creator profesional. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif di tingkat nasional.

Kontributor : Faza, Atalla

Editor : Johansyah

Gontor Convention Center Menjadi Titik Yang Menjiwai Kuliah Umum 2026

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar kuliah umum dalam rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada Ahad (26/4)-Senin (27/4). Kegiatan ini bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), diikuti oleh seluruh keluarga besar PMDG.

Ini merupakan agenda inti dalam Pekan Perkenalan yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pendidikan yang diterapkan di Gontor.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan PMDG, direktur KMI, rektor UNIDA dan anggota badan wakaf  menyampaikan berbagai pesan penting, mulai pesan untuk menuntut ilmu, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter sebagai bekal kehidupan.

Dalam nasehatnya Pimpinan PMDG, KH.Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan bahwa Gontor dari tahun 1926 sudah berdiri dengan nilai-nilai yang tetap, berkembang menuju perbaikan. Nilai-nilai ini kita jaga bersama, walaupun diwakafkan akan tetapi harus sesuai dengan piagam wakaf pondok modern. Dibuatnya piagam wakaf ini bertujuan agar nilai-nilai yang telah ada tidak berubah selalu pada rel-rel kemodernan, keislaman.

“Mari kita kembali kepada prinsip-prinsip yang tidak boleh ditinggalkan, tidak boleh siapa pun seorang pun meninggalkan prinsip-prinsip ini. Kita akan mengupas, mengulas satu persatu isi dari piagam wakaf sehingga kita tidak berpikiran untuk mengubah, menggeser dan lainya.” Ujar beliau.

Di kesempatan lain al-ustadz Prof. Dr. MUhammad Sirajudin Syamsudin, M.A menyampaikan satu kata mutiara yang menjelaskan bahwasanya orang yang terbaik bisa menjadi lebih baik lagi. “To be good is not good enough, why not the best, be the best”.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan seluruh santri mampu memahami arah perjuangan mereka, serta menjadikan nilai-nilai Gontor sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di pondok maupun di masa yang akan datang.

Kontributor :Faza, Atalla, Dejuan

Editor : Johansyah