Home Blog Page 31

Yudi Datau: Film Bukan Hanya Hiburan, Tapi Sarana Pendidikan

0

GONTOR – Para santri kembali disuguhkan wawasan seputar dunia perfilman melalui seminar sinematografi bersama Yudi Datau pada Kamis (25/9) di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Yudi, yang dikenal lewat keterlibatannya dalam sejumlah film nasional seperti 5 cm, Gie, dan Nagabonar Jadi 2, berbagi pengalaman panjangnya di industri film Indonesia.

Dalam paparannya, Yudi menekankan bahwa film memiliki peran penting bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan. “Film bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan,” ujarnya. Pernyataan ini disambut antusias para santri yang mengikuti seminar dalam rangka Festival Film Santri.

Beragam materi disampaikan, mulai dari sejarah sinematografi, teknik pengambilan gambar yang baik, hingga kondisi industri film nasional. Yudi menekankan tiga aspek utama dalam sinematografi: informasi, estetika, dan emosi.

“Ketiga hal ini saling mendukung. Namun, kita tetap harus menentukan prioritas. Jika salah satunya tidak ada, bukan berarti hasilnya buruk. Fokuslah pada aspek yang tersedia,” jelasnya.

Seminar ini mendapat sambutan positif dari para santri. Selain menambah wawasan, acara ini juga menumbuhkan minat untuk mendalami dunia perfilman sebagai sarana pembelajaran sekaligus peluang berkarya.

Yudi menutup sesi dengan harapan agar para santri lebih tekun mengasah kemampuan sinematografi dan turut mengembangkan industri film nasional. “Santri memiliki potensi besar untuk berkiprah dalam dunia perfilman Indonesia,” katanya.

(Berita : Daniel, Foto : Atalla, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Vino G. Bastian: Festival Film Santri 2025 Luar Biasa, Film Buatan Santri Bisa Jadi Tuntunan bagi Masyarakat

Festival Musik Santri Gontor Gelar Lomba Band: Syiar Islami Lewat Alunan Nada

Festival Musik dan Film Santri 100 Tahun Gontor: Menghidupkan Dakwah, Pendidikan, dan Perjuangan Lewat Seni

Kemenagan Beruntun Bawa Gontor Pusat Kuasai Klasemen

0

GONTOR – Handsball yang dilakukan Ahmed Albatin di dalam kotak penalti sempat memberi satu poin untuk tim PP Manahijussadat, Banten. Namun, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat tak ingin dipermalukan di kandang sendiri. Bermodal kerja sama tim yang solid, pasukan asuhan Al-Ustadz Fiarka Subangani berhasil membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-1 di Venue Futsal Darussalam Gontor Stadium (DGS), Kamis (25/9).

Sejak peluit awal dibunyikan, tim tuan rumah tampil agresif. Serangan terus dibangun lewat operan-operan pendek yang mendominasi jalannya pertandingan. Tekanan itu berbuah manis ketika Ahmed Albatin sukses membuka keunggulan di menit ke-2. Beberapa menit kemudian, sepakan keras Irgi Wikaldi masih bisa ditepis kiper PP Manahijussadat.

Namun, keunggulan tuan rumah tak bertahan lama. Kesalahan fatal terjadi ketika Ahmed Albatin melakukan handsball di area kotak penalti. Peluang emas itu dimanfaatkan dengan baik oleh Ghibran yang sukses mengeksekusi penalti dan menyamakan kedudukan 1-1 hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, tensi permainan semakin tinggi. Tim Manahijussadat tampil menekan dan hampir menguasai tempo permainan. Akan tetapi, tim asal Lebak itu akhirnya harus mengakui keunggulan tim tuan rumah. Lemparan panjang Sulthon Ashshulchi, kiper PMDG Pusat, sukses menjadi awal dari skema one-two pass yang diselesaikan dengan gol oleh Ahmed Albatin pada menit ke-16.

Menjelang akhir laga, kolaborasi apik antara Irgi Wikaldi, Ahmad Faiz, dan Suryo Jagad berhasil meruntuhkan pertahanan lawan. Tendangan keras Suryo Jagad memastikan skor akhir 3-1 untuk kemenangan PMDG Pusat. Sorak-sorai penonton pun menggema di setiap sudut lapangan begitu peluit panjang berbunyi.

Dengan hasil ini, PMDG Kampus Pusat semakin percaya diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

(Berita : Haqi, Foto : Tim Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Manahijussadat Hantam Rajapolah 8-1, Dua Pemain Cetak Hattrick

Darul Qiyam Raih Kemenangan Telak atas Darunnajah di Cabang Voli

Si Kembar Antar PMDG Kampus 7 Menang Atas PP. Baitul Qur’an

Festival Musik Santri Gontor Gelar Lomba Band: Syiar Islami Lewat Alunan Nada

0

GONTOR – Setelah resmi dibuka pada Rabu (24/9) lalu, Festival Musik Santri kembali berlanjut pada Kamis (25/9) dengan lomba band yang menampilkan 12 kontingen dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Acara digelar di depan Gedung Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Ponorogo.

Masing-masing kontingen diberi waktu maksimal 15 menit untuk tampil di hadapan delapan dewan juri. Lagu-lagu religi terus berkumandang, berganti dengan penampilan setiap kontingen yang berusaha memberikan kesan terbaik.

Kontingen Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mendapat giliran pertama dan langsung membangkitkan semangat penonton. Mereka membawakan lagu ‘Takkan Terlupa’ dan ‘Cari Berkah’ karya Wali Band dengan penuh penghayatan.

Salah satu dewan juri, Al-Ustadz Awan Abdusalam, memaparkan kriteria penting yang menjadi kunci utama penilaian. “Utamanya adalah aransemen, harmonisasi, performance, dan lain lain,” tegasnya sebelum acara dimulai.

Kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa kontingen membawakan karya orisinal, seperti PMDG Kampus 4 dengan lagu bertajuk ‘Kisah Kita’ dan Pondok Modern Tazakka dengan judul ‘Baskara’. Sementara itu, PMDG Kampus Pusat tampil berbeda dengan menyajikan lagu bernuansa nusantara pada menit-menit awal penampilannya.

Antusiasme penonton pun tak kalah besar. Banyak yang ikut bernyanyi saat mengenali lirik lagu yang dibawakan. Rasya, peserta dari Pondok Modern Al-Mizan yang tampil di urutan kelima, mengaku sempat gugup sebelum tampil. “Awalnya tegang, tapi alhamdulillah setelah tampil lega dan plong,” ujarnya. Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan kontingennya berlangsung sekitar dua minggu.

Dewan juri lainnya, Al-Ustadz Hasan Muttaqien, menekankan bahwa ajang ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga pembuktian bahwa musik juga bisa menjadi media dakwah.

“Pesantren pun bisa menampilkan performa musik yang profesional. Harapannya lahir musisi-musisi Islami yang semangat berkarya, semangat membuat lagu, semangat berkreasi, li i’laai kalimatillah, jihad fi sabilillah, (untuk meninggikan kalimatullah, berjuang di jalan Allah)” terangnya.

(Berita : Izvian, Foto : Rafly, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Vino G. Bastian: Festival Film Santri 2025 Luar Biasa, Film Buatan Santri Bisa Jadi Tuntunan bagi Masyarakat

Festival Musik dan Film Santri 100 Tahun Gontor: Menghidupkan Dakwah, Pendidikan, dan Perjuangan Lewat Seni

Manahijussadat Hantam Rajapolah 8-1, Dua Pemain Cetak Hattrick

0

GONTOR – Dalam laga kontra PP. Darussalam Rajapolah, PM Manahijussadat tampil ganas dengan mencetak delapan gol dalam satu pertandingan. Dua hattrick dipersembahkan oleh Rezon dan Adrian, ditambah sumbangan gol dari Dude dan Adzka. Rezon dan Adrian pun dinobatkan sebagai man of the match pada laga yang berlangsung di Darussalam Gontor Stadium pada Rabu (24/9) tersebut.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Manahijussadat langsung menekan. Nasuan berlari kencang dari sisi kanan pertahanan dan mengirim umpan silang kepada Adrian yang berhasil mengonversinya menjadi gol cepat.

PP. Darussalam Rajapolah sempat mendapat peluang melalui tendangan penalti, namun Alluma gagal mengeksekusi dengan baik karena bola berhasil ditepis oleh kiper Valenceno. Menit ke-12, kombinasi umpan pendek Rezon kepada Adrian kembali berbuah gol.

Delapan menit berselang, Rezon menambah keunggulan lewat eksekusi tendangan sudut hasil umpan Gibran. Manahijussadat semakin di atas angin ketika Adrian kembali mencetak gol melalui tendangan keras ke sudut kiri gawang. Babak pertama ditutup dengan gol indah Rezon lewat tendangan lambung, membuat skor menjadi 5-0.

Memasuki babak kedua, Rajapolah mencoba bangkit. Kapten tim, Ceng Gani, melepaskan tembakan keras namun masih mampu ditepis Valenceno. Kemudian, pada menit ke-48, Rezon mencatatkan hattrick lewat tendangan jarak dekat. Tak lama berselang, Ceng Gani memberi secercah harapan bagi Rajapolah dengan tendangan bebas yang bersarang di sudut kiri gawang, mengubah skor menjadi 6-1.

Manahijussadat belum berhenti menyerang. Adzka memperbesar keunggulan setelah menerima umpan silang Dude, sementara gol penutup lahir dari kaki Dude sendiri setelah memanfaatkan umpan matang Muzakki. Laga pun berakhir dengan kemenangan telak Manahijussadat 8-1.

Pelatih PM Manahijussadat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Para pemain sudah berjuang keras. Mereka bermain dengan baik, tapi kami harus terus meningkatkan diri. Setelah ini, kami akan bersiap menghadapi pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Meski berjalan dengan agresif, laga berlangsung penuh respek. Pertandingan ini membuktikan bahwa setiap pertemuan di lapangan bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga pengalaman berharga dan semangat persaudaraan.

(Berita : Keano, Foto : Abhiraj, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Darul Qiyam Raih Kemenangan Telak atas Darunnajah di Cabang Voli

Si Kembar Antar PMDG Kampus 7 Menang Atas PP. Baitul Qur’an

PMDG Kampus Pusat Lanjutkan Tren Kemenangan, Libas PP Asmaul Husna 5-1

Vino G. Bastian: Festival Film Santri 2025 Luar Biasa, Film Buatan Santri Bisa Jadi Tuntunan bagi Masyarakat

0

GONTOR – Festival Film Santri 2025 memasuki rangkaian acara seminar pertama pada Rabu (24/9) malam dengan menghadirkan aktor ternama Vino G. Bastian sebagai pemateri utama. Dalam pembukaan seminar, Vino mengungkapkan rasa terhormatnya bisa hadir di Gontor.

“Saya bisa berada di sini berkat doa orang tua saya, yang sejak dulu selalu mengingatkan bahwa jika ingin kuliah, harus mondok. Dan pondok yang mereka pilih adalah Gontor,” ujar Vino di awal sesi.

Dalam sesi seminar, Vino berbicara tentang potensi film sebagai media dakwah.

“Film itu bukan sekadar tontonan atau hiburan, tapi bisa menjadi sarana informasi dan edukasi. Khususnya untuk santri, saya yakin bahwa suatu hari nanti, film bisa menjadi media dakwah yang sangat efektif.”

Pernyataan Vino G. Bastian senada dengan yang disampaikan oleh Pimpinan PMDG, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., yang dalam sambutannya pada pembukaan festival film dan musik menegaskan bahwa film memiliki potensi besar sebagai media dakwah yang dapat mendidik dan membentuk karakter. Di Gontor, seni dan perfilman diarahkan sebagai sarana pendidikan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Dengan pendekatan ini, film diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan pesan moral dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Seminar ini berlangsung pada malam hari, dimulai pukul 20.15 WIB di Gedung Olahraga PMDG. Selama sesi, Vino memberikan wawasan tentang seni berakting, proses membentuk karakter dalam film, dan bagaimana aktor dapat menggali emosi serta latar belakang karakter untuk menjadikannya hidup. Para peserta, yang terdiri atas santri dan pelaku industri perfilman, mendapat kesempatan untuk mendalami dunia akting serta teknik-teknik kreatif dalam pembuatan film.

Festival Film Santri 2025 bertujuan memberi ruang bagi santri dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam bidang perfilman. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya menghasilkan karya-karya berkualitas, tetapi juga mampu menyebarkan pesan moral dan dakwah melalui medium visual yang kuat.

Vino juga mengapresiasi festival yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 Tahun PMDG ini.

“Dari banyaknya festival film yang saya datangi di berbagai negara, Festival Film Santri ini sangat luar biasa. Saya merasa bangga bisa datang ke sini, karena film yang dihasilkan di sini tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga bisa menjadi tuntunan bagi penonton. Karakter santri yang kuat dan penuh nilai dapat ditularkan kepada masyarakat luas.”

Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen Gontor dalam membina generasi muda yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga unggul dalam seni, berjiwa dakwah, dan mampu menyampaikan pesan Islam melalui media yang relevan dan bermartabat.

(Berita : Alif, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka)

Related Articles :

Festival Musik dan Film Santri 100 Tahun Gontor: Menghidupkan Dakwah, Pendidikan, dan Perjuangan Lewat Seni

Santri Century Show: Kreativitas Santri Gontor Semarakkan Panggung Seratus Tahun

Olimpiade 100 Tahun Gontor, Wadah Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan

Darul Qiyam Raih Kemenangan Telak atas Darunnajah di Cabang Voli

0

GONTOR – Pertandingan cabang olahraga voli pada Olimpiade 100 Tahun Gontor kembali berlangsung seru pada Selasa pagi (24/9). Laga yang dimulai pukul 06.45 hingga 07.45 WIB ini mempertemukan kontingen Darul Qiyam melawan tim voli Pondok Pesantren Darunnajah. Pertarungan di lapangan utama tersebut berhasil dimenangkan Darul Qiyam dengan skor meyakinkan 3–0.

Sejak set pertama, Darul Qiyam langsung menunjukkan dominasinya. Permainan rapat dengan strategi bertahan yang solid membuat lawan kesulitan menembus pertahanan. Set pembuka pun ditutup dengan skor 25–19 untuk Darul Qiyam.

Pada set kedua, pola permainan serupa kembali diperlihatkan. Melalui serangan terukur dan kerja sama yang kompak, Darul Qiyam menutup set dengan skor 25–18. Set terakhir berlangsung lebih sengit. Darunnajah sempat memberikan perlawanan melalui smash keras yang beberapa kali menembus blok lawan. Namun, ketenangan pemain Darul Qiyam memastikan kemenangan tipis 25–23 sekaligus menutup laga.

Meski kalah, tim voli Darunnajah tetap tampil membanggakan. Mereka menunjukkan permainan agresif dengan smash-smash keras yang beberapa kali membuat pertahanan lawan kewalahan. Kekompakan antarpemain juga patut diapresiasi, meski kelemahan di lini pertahanan membuat mereka kerap kehilangan poin pada momen krusial.

Kemenangan telak ini semakin menambah kepercayaan diri kontingen Darul Qiyam untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Sementara itu, Darunnajah bertekad memperbaiki pertahanan agar mampu bangkit di pertandingan selanjutnya.

Pertandingan ini bukan hanya menjadi ajang adu strategi, tetapi juga memperlihatkan semangat sportivitas dan persaudaraan antarpesantren yang begitu terasa sepanjang laga.

(Berita : Shofwan, Foto : Abhiraj, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Si Kembar Antar PMDG Kampus 7 Menang Atas PP. Baitul Qur’an

PMDG Kampus Pusat Lanjutkan Tren Kemenangan, Libas PP Asmaul Husna 5-1

Pertandingan Sengit, Tim Darussalam Raih Kemenangan Telak atas Baitussalam

Si Kembar Antar PMDG Kampus 7 Menang Atas PP. Baitul Qur’an

0

GONTOR — Hari kedua cabang olahraga bulu tangkis dalam rangka Olimpiade 100 Tahun Gontor berlangsung meriah pada Rabu (24/9). Pertandingan digelar di Gedung Olahraga Islamic Centre Gontor, Joresan, mempertemukan tim PMDG Kampus 7 melawan tim Pondok Pesantren Baitul-l-Qur’an.

Salah satu laga yang paling menyita perhatian adalah partai ganda putra. Pasangan Hasan dan Husain, saudara kembar dari PMDG Kampus 7 yang dijuluki “Si Kembar Pebulutangkis”, tampil menghadapi pasangan Abiy dan Haidar dari PP Baitul-l-Qur’an. Sorakan penonton yang memenuhi GOR Hadlonah membuat atmosfer pertandingan semakin panas.

Pada set pertama, Hasan–Husain langsung mendominasi jalannya pertandingan. Kombinasi smash keras Hasan dan dropshot cepat Husain membuat lawan kesulitan mengikuti tempo. Abiy dan Haidar sempat melakukan perlawanan dengan beberapa reli panjang, namun belum mampu menutup ketertinggalan. Set pertama akhirnya ditutup dengan skor ketat 21–20 untuk keunggulan PMDG Kampus 7.

Memasuki set kedua, pasangan PP Baitul-l-Qur’an mulai menunjukkan peningkatan. Pergerakan lincah dan komunikasi yang solid memberi tekanan balik pada Hasan–Husain. Pertandingan sempat berlangsung seimbang hingga skor 11–8. Namun, pengalaman dan strategi matang pasangan kembar itu membuat mereka kembali memegang kendali. Dengan pukulan tajam dan permainan terkontrol, Hasan–Husain akhirnya menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

Sorak sorai penonton memuncak saat angka terakhir tercatat. Pertandingan kemudian ditutup dengan jabat tangan hangat antarpemain, mencerminkan sportivitas dan persahabatan yang tinggi.

“Latihan rutin adalah kunci utama dalam olahraga. Untuk menghadapi Olimpiade ini, saya dan Husain selalu konsisten berlatih,” ujar Hasan, salah satu pemain PMDG Kampus 7.

Dengan hasil ini, PMDG Kampus 7 melangkah percaya diri ke babak berikutnya. Sementara itu, pasangan Abiy–Haidar dari PP Baitul-l-Qur’an tetap mendapat apresiasi berkat semangat juang dan potensi besar yang mereka tunjukkan di lapangan.

(Berita : Faza, Foto : Rafly, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

PMDG Kampus Pusat Lanjutkan Tren Kemenangan, Libas PP Asmaul Husna 5-1

Pertandingan Sengit, Tim Darussalam Raih Kemenangan Telak atas Baitussalam

Cabor Futsal Olimpiade 100 Tahun Gontor : PMDG Kampus Pusat Raih Kemenangan Pertama

PMDG Kampus Pusat Lanjutkan Tren Kemenangan, Libas PP Asmaul Husna 5-1

0

GONTOR – Kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat kembali mengukir kemenangan keduanya setelah membungkam Kontingen PP Asmaul Husna dengan skor telak 5-1 pada laga futsal, Rabu (24/9). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Futsal Darussalam Gontor Stadium (DGS) itu menjadi saksi kelihaian strategi dan kekompakan anak-anak Gontor Pusat.

Sejak menit awal, tim berjuluk Porpig ini langsung tampil menekan. Hasilnya, Suryo Jagad berhasil membuka keunggulan pada menit ke-4 lewat umpan matang Ahmed Albatin. Namun, PP Asmaul Husna cepat merespons. Lewat aksi Fakhri, mereka sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menjelang akhir babak pertama, kesalahan fatal dilakukan pemain PP Asmaul Husna. Gol bunuh diri pada menit ke-11 membuat Gontor Pusat kembali memimpin 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PMDG Kampus Pusat semakin percaya diri. Gocekan indah Ahmad Faiz berbuah gol di menit ke-15. Selanjutnya, duet maut Suryo Jagad dan Irgi Wikaldi berhasil memperdaya pertahanan lawan hingga menghasilkan gol pada menit ke-27. Sebelum laga berakhir, kombinasi Irgi Wikaldi dan Irzi Naendastra menutup pesta gol dengan sepakan cantik di menit ke-29.

Meski menang besar, pelatih Kontingen PMDG Kampus Pusat, Al-Ustadz Muhammad Wafa, mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya. “Mereka masih belum bisa membaca pertahanan lawan pada awal babak pertama. Pola permainan belum berjalan rapi,” ujarnya usai pertandingan.

Ia menegaskan bahwa laga selanjutnya harus menjadi ajang pembuktian. “Harus bisa cepat membaca permainan dan jangan sampai terbawa alur lawan,” tambahnya.

Dengan hasil ini, Kontingen PMDG Kampus Pusat lebih percaya diri menghadapi pertandingan berikutnya melawan PP Manahijussadat, Banten, yang akan digelar pada Kamis (25/9) di Lapangan Futsal DGS.

(Berita : Haqi, Foto : Kholish, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Pertandingan Sengit, Tim Darussalam Raih Kemenangan Telak atas Baitussalam

Cabor Futsal Olimpiade 100 Tahun Gontor : PMDG Kampus Pusat Raih Kemenangan Pertama

Gontor Kampus 3 Tampil Gemilang di Ganda Putra, Siap Melangkah ke Babak Selanjutnya

Maklumat Kunjungan Tamu ke PMDG Semester Kedua tahun ajaran 1446-14472025-2026

0

MAKLUMAT

No: 11/PMDG/k-01/IV/1447

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Berdasarkan maklumat kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) nomor 05/PMDG/k-01/IX/1446 serta memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi padatnya kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor, Pimpinan PMDG menyampaikan beberapa penyesuaian sebagai berikut:

  1. Tidak memperkenankan segala bentuk kunjungan ke seluruh kampus PMDG termasuk ke Pimpinan, bagi tamu, wali santri, alumni, dan studi banding pondok pesantren hingga tanggal 17 Rabiul Akhir 1447/9 Oktober 2025, dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. Masa kunjungan dibuka pada tanggal 18 Rabiul Akhir 1447/10 Oktober 2025 hingga tanggal 6 Rajab 1447/26 Desember 2025
    b. Memberhentikan sementara masa kunjungan ke PMDG Kampus Pusat Ponorogo pada tanggal 29 Rabiul Akhir 1447/21 Oktober 2025 hingga tanggal 6 Jumadal Ula 1447/28 Oktober 2025 bersamaan dengan diadakannya kegiatan Turnamen Olahraga IKPM Peringatan 100 Tahun Gontor.
  2. Pemberhentian sementara masa kunjungan menyesuaikan kegiatan di masing- masing kampus cabang PMDG.
  3. Ketentuan ini dapat berubah sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi.

Demikian maklumat ini disampaikan, agar menjadi maklum adanya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Gontor, 1 Rabiul Akhir 1447 23 September 2025

Festival Musik dan Film Santri 100 Tahun Gontor: Menghidupkan Dakwah, Pendidikan, dan Perjuangan Lewat Seni

0

Festival Musik dan Film Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) resmi dibuka pada Rabu, 24 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Peringatan 100 Tahun Gontor dan menempati urutan ke-9 dan ke-10 dari seluruh agenda peringatan yang berlangsung pada bulan ini.

Dalam sambutannya, Pimpinan PMDG, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., menyampaikan bahwa seni adalah bagian penting dari pendidikan dan dakwah jika diarahkan dengan tepat.
“Film jadi media untuk menyebarkan ide dan niat visi dari pemain film itu. Tujuan membuat film pada umumnya memang untuk hiburan, namun di Gontor kita mengarahkan seni ini agar menjadi media pendidikan dan dakwah,” tutur beliau.

Pimpinan PMDG, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Musik dan Film Santri.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., menyoroti tantangan konten hiburan saat ini dan pentingnya menciptakan karya yang bermuatan nilai.
“Hari ini sulit kita mencari film yang mendidik. Di televisi hanya sedikit yang punya nilai. Alhamdulillah, karena santri dan guru yang memproduksi film di sini, isinya perjuangan dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Ini semua dalam nilai-nilai Islam. Kalau yang membuat lagu adalah santri, maka isinya adalah perjuangan. Lagu-lagu ini mengajak kita kembali kepada Allah, bukan yang membawa anak muda ke arah negatif.”

Ketua Umum Peringatan 100 Tahun PMDG, Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec. juga turut hadir dan memberikan sambutan.

Acara pembukaan yang digelar di Kampus Pusat PMDG diawali dengan seremoni penekanan sirene oleh Dandim, Kapolres Ponorogo, serta Pimpinan PMDG. Sebagai tanda resmi dimulainya festival, seremoni ini dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Setelah itu, beberapa grup band dan hadrah santri tampil membuka acara. Suasana pun terasa khidmat dan semarak, terlebih karena ribuan santri, guru, dan tamu undangan turut hadir. Tak hanya ramai, area utama juga dipadati peserta dan pengunjung dari berbagai kalangan. Lebih dari sekadar hiburan, pembukaan ini menampilkan kesenian yang berpadu dengan semangat ukhuwah dan nilai kepesantrenan.

Simbolis pembukaan Festival Musik dan Film SAntri oleh Pimpinan PMDG didampingi Dandim dan Kapolres Ponorogo.

Tentang Festival Musik

Dalam kegiatan Festival Musik, para santri berkompetisi dalam tiga kategori utama: Festival Hadrah, Festival Band Santri, dan Lomba Cipta Lagu 100 Tahun Gontor. Adapun pesertanya berasal dari berbagai pondok pesantren dan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern). Secara keseluruhan, terdapat 4 IKPM dan 14 pondok pesantren dalam kategori cipta lagu, 12 band dalam Festival Band Santri, serta 21 grup hadrah dalam Festival Hadrah. Menariknya, lagu-lagu yang dibawakan mengangkat tema perjuangan, persatuan, dan dakwah. Beberapa di antaranya berasal dari karya Mahadasa Band dan Gontor Voice, sementara lainnya merupakan lagu orisinal ciptaan masing-masing peserta. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana ekspresi nilai-nilai keislaman melalui musik.

Tentang Festival Film

Sementara itu, Festival Film Santri menjadi ajang bagi para santri untuk menyalurkan bakat di bidang multimedia dan sinematografi. Dengan mengusung tema “Indahnya Kehidupan di Pesantren”, festival ini menampilkan karya dari 21 pondok pesantren se-Indonesia. Karya-karya tersebut kemudian dinilai dalam berbagai kategori, seperti Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Terbaik, hingga Penata Musik Latar Terbaik. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Seminar Perfilman Islami yang bertujuan memberikan edukasi langsung tentang produksi film berkualitas dengan pesan Islam. Selanjutnya, peserta berkesempatan mengikuti Seminar dan Workshop Festival Film Santri pada 24–26 September 2025, yang menghadirkan tokoh perfilman nasional seperti Vino G. Bastian, Yudi Datau, dan Archie Hekagery. Dengan demikian, festival ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, melainkan juga ruang untuk menggali potensi film sebagai media dakwah dan pendidikan bagi generasi muda.

Rangkaian festival ini akan berlangsung hingga 27 September 2025 dan akan ditutup dengan Konser Akbar Wali Band serta pengumuman para pemenang lomba sebagai puncak apresiasi terhadap semangat dan kreativitas para santri. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen Gontor dalam membina generasi muda yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga unggul dalam seni, berjiwa dakwah, dan mampu menyampaikan pesan Islam melalui media yang relevan dan bermartabat.

(Berita : Alif, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka)

Related Articles :

Santri Century Show: Kreativitas Santri Gontor Semarakkan Panggung Seratus Tahun

Olimpiade 100 Tahun Gontor, Wadah Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan