Home Blog Page 321

Ujian Tulis Akhir Tahun, Wujud Kejujuran Yang Nyata

0
Pembagian Soal ujian akhir tahun PMDG Putri kampus 2
Pembagian Soal ujian akhir tahun PMDG Putri kampus 2

Sabtu (21/4)–Hanya sejenak setelah matahari menyapa pagi di bumi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, sudah Nampak pergerakan dari seluruh santriwati. Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, UjianTulis Akhir Tahun Periode 1438/1439 dimulai pada hari ini dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus2, Al-Ustadz K.H. Umar Said Wijaya, S.Ag.

Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Itulah kalimat yang ditekankan kepada seluruh santriwati Darussalam. Karena pada hakikatnya, belajar yang hanya ditujukan untuk mengerjakan ujian tidak akan membuat ilmu itu melekat pada diri. Belajar haruslah diniatkan hanya untuk menuntut ilmu yang bermanfaat demi menegakkan agama Allah. Dan dalam proses menuntut ilmu tersebut, kejujuran adalah hal yang sangat penting. Gontor memiliki sanksi yang tegas bagi mereka yang tidak jujur dan menaati disiplin pondok.

Seperti yang disampaikan oleh Bapak Wakil Direktur Kulliyatul Muallimat Al-Islamiyah, Al-Ustadz K.H. Muhammad Fauzi, M.Ud.

Suasana saat ujian tulis akhir tahun berlangsung
Suasana saat ujian tulis akhir tahun berlangsung

, menyontek adalah pelanggaran yang sangat berat di pondok ini. Dan bagi yang melakukannya, dapat dipulangkan dan tidak dapat diterima kembali oleh pondok. Oleh karena itu, Gontor menanamkan jiwa kejujuran yang sangat kuat di seluruh komponen hidup yang ada di dalamnya. Khususnya dalam ujian.

Beberapa hari sebelum pelaksanaannya, seluruh dewan guru, beserta santriwati kelas 6 selaku panitia ujian telah mengikuti pengarahan  yang langsung disampaikan oleh Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal tentang sakralnya kehidupan di pondok. Karena segala kegiatan yang ada di pondok bertujuan untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka, kepada seluruh panitia agar mengemban amanat dan melaksanakan tugasnya dengan baik supaya tidak mengurangi nilai-nilai kesakralan ujian itu sendiri.

Diharapkan ujian tahun ini terlaksana lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan seluruh unsure keikhlasan dan kejujuran dalam setiap jiwa santriwati. Dengan begitu, keberkahan akan selalu terlimpah dalam ozon kehidupan di kampung nan damai ini serta berada dalam lindungan Allah Maha Pencipta. Data Staff

Torehan Tinta yang Menjadi Bekal Dunia-Akhirat

0

Imam Syafi’Imengatakan:

“Hanya orang bodohlah yang berburu kijang dan meninggalkannya diantara makhluk lainnya yang kemudian membebaskannya tanpa ikatan.”

Suasana saat pemeriksaan buku kelas 6 berlangsung
Suasana saat pemeriksaan buku kelas 6 berlangsung

Apa yang beliau sampaikan sesuai dengan kenyataan yang ada, kita sebagai manusia tidaklah luput dari kesalahan dan lupa. Karena memang itulah kodratnya seorang manusia. Dengan demikian, kata mutiara yang telah Imam Syafi’I sampaikan adalah bentuk usaha dimana agar seorang manusia sadar, akan apa yang ia dengar tidak selamanya akan melekat pada di otaknya. Sehingga saat mendapatkan ilmu alangkah baiknya agar ia mengabadikannya lewat tulisan.

Pagi itu terasa berbeda dari hari-hari lainnya ,seluruh kelas 6 disibukkan dengan bukunya dari kelas satu sampai kelas 6 KMI. Kamis 5 April 2018 bertepatan dengan 19 Rajab 1349H, Panitia kelas 6 PMDG Putri Kampus 2 adakan pemeriksaan buku untuk siswi akhir KMI, adapun buku-buku yang diperiksa meliputi buku pelajaran, buku catatan, buku khusus, buku anjuran, kamus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta beberapa bacaan yang bermanfaat, termasuk tabloid, majalah, dan bulletin; serta soal-soal ujian dan ulangan.

Pemeriksaan ini diadakan didepan rayon-rayon dengan pemeriksa yang telah dibagi oleh para pembimbing kelas 6, dimalam hari. Dalam pemeriksaan ini para pembimbing memeriksa bukanhanya buku paket, melainkan buku catatan sekaligus sehingga, akan benar benar terlihat mana anggota yang rajin dan mana anggota yang malas. Dalam pemeriksaan ini terdapat penilaian akhir yang nantinya akan dimasukkan dalam nilai akhir KMI.

Gontor tetap menegakkan kedisiplinannya dengan berbagai macam cara, tujuan diadakannya inspeksi buku ini adalah supaya calon alumni dapat menela’ah kembali apa yang telah ia dapat di Gontor suatu saat nanti sehingga menjadi bekalnya di Dunia dan Akhirat kelak. Erwin

Bapak Wakil Pengasuh : Ujian Merupakan Sebuah Upaya Mengetahui Mutu dan Kualitas Seseorang

0

KAMPUS 2 – Langit biru memanggil mentari pagi untuk menyinari kampung damai Gontor kampus 2. Terdengar suara lantang yang diucapkan oleh bapak wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 membakar semangat yang membara para mujahid untuk menghadapi ujian tulis akhir tahun ini. Pesan dan nasehat juga tidak lupa beliau ucapkan untuk para santri.

Bapak wakil pengasuh memberikan pesan dan nasehat kepada santri
Bapak wakil pengasuh memberikan pesan dan nasehat kepada santri

Mulai hari ini Sabtu (21/4) sampai dengan hari Kamis (3/5) selama 13 hari lamanya santri Pondok Modern Darussalam Gontor akan menghadapi ujian tulis semester 2. Segala persiapan lahir dan batin telah disiapkan untuk ujian ini. Dalam pembukaan ujian tulis tadi pagi, bapak wakil pengasuh menasehati: “Jangan sampai salah niat! Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Maka bangunlah niat yang baik. Manfaatkanlah waktu yang sebaik-baiknya ketika masa ujian ini untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan.” Dan serentak para santri mengucapkan: “Amiin”.

Terlihat dari pandangan mata para santri memandang dengan penuh optimisme untuk mencapai kesuksesan setelah mendengarkan setruman pesan dan nasehat dari bapak wakil pengasuh. Panjatan doa sebelum memasuki ruangan ujian terucap di setiap bibir santri memohon kepada Allaah SWT intik kemudahan dalam menjawab soal ujian. Ma`akum an-najah. fianmahdy

Merenggut Keberhasilan Dengan Belajar Malam

0

“ Jika kamu ingin mecari ilmu maka pergilah ke Mesir, dan jika kamu ingin beribadah maka pergilah ke Mekkah,  Namun jika kamu ingin mecari pendidikan maka Gontorlah tempatnya.” Begitulah singkat kata dari Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Belajar malam inilah salah satu pendidikan dan merupakan salah satu kegiatan wajib bagi seluruh santriwati yang diberikan Gontor Putri Kampus 2 kepada seluruh santriwatinya. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap harinya setelah sholat isya’ yang bertempat di tempat belajar masing-masing antar angkatan. Diawali dengan do’a bersama antar rayon yang dipimpin oleh pembimbing rayon atau mudabbiroh sebelum dimulainya belajar malam dan diakhiri pula dengan do’a antar angkatan yang dipimpin oleh ustadzah pembimbing.

Seorang Ustadzah Yang Tengah Menerangkan Pelajaran Kepada Santriwati
Seorang Ustadzah Yang Tengah Menerangkan Pelajaran Kepada Santriwati

Kegiatan ini sangat memberi kemudahan belajar bagi para santriwati. Terlebih lagi untuk santriwati yang mungkin memiliki kesulitan dalam membagi waktu kegiatan harian mereka dengan waktu belajarnya. Dengan kegiatan ini, santriwati akan terdorong untuk terjun mengikuti kegiatan belajar malam sehingga akan menjadi terbiasa untuk membagi waktu belajarnya. Selain itu, para santriwati bisa bertanya langsung akan pelajaran yang belum dikuasainya kepada para ustadzah yang selalu siap untuk mengontrol belajar.

Dengan banyaknya manfaat yang dapat diambil melalui kegiatan belajar malam ini, semoga dapat memberi kemudahan bagi para santriwati untuk meningkatkan mutu belajarnya. Dan mendapatkan hasil sebagaimana yang setiap orang harapkan untuk menjadi lebih baik. hanin_y

Kiai Hasan Isi Kuliah Umum “Diplomat Nyantri”

0

Darussalam-Kamis Malam (12/4) K.H. Hasan Abdullah Sahal isi kuliah umum program “Diplomat Nyantri”. Program Sekolah Staf Diplomat Luar Negeri (Sesdilu) Kemlu ini diikuti oleh 47 orang diplomat. Bertempat di Aula Aligarh. Acara ini dimulai pukul 20.00 – 21.30 WIB. Selain Kiai Hasan, hadir pada kesempatan kali ini K.H. Syamsul Hadi Abdan yang juga Pimpinan PMDG.

Kiai Hasan menjelaskan tentang sejarah singkat Pondok Pesantren, keutamaan menjaga jati diri, juga tugas pesantren sebagai pendidik, “tugas kami mendidik untuk jadi orang baik, jadi pejabat jadilah pejabat yang baik, jadi ekonom jadilah ekonom yang baik, jadi diplomat pun juga harus yang baik.” Kiai Hasan juga menjelaskan tentang fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah ‘nirmalu’ orang-orang yang tidak punya malu, mengerjakan hal yang seharusnya mereka malu tapi tidak malu, dan sebaliknya.

Suasana ramah dan harmonis tersaji dalam kuliah umum ini, sesekali diwarnai canda pak kiai dan tawa hadirin. Layaknya ayah yang sedang menasehati anaknya, di antara peserta program ini ada alumni Gontor yang menjabat sebagai Direktur Sesdilu Kemlu, yaitu M. Aji Surya. Selain itu, ada tamu spesial lainnya yaitu Mantan Dubes Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Salman Al-Farisi.

Program ini mendapat apresiasi langsung dari Kiai Hasan, karena tidak seperti biasanya, diplomat ramai-ramai nyantri di Gontor. Ini perdana.  “Biasanya yang datang ke sini nih IKIP atau Fakultas Tarbiyah, sekarang ini spesial, Diplomat” jelas kiai Hasan.  AaRum

Kiai Hasan Berbincang dengan Mantan Dubes Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Salman Al-Farisi dan Direktur Sesdilu, M. Aji Surya
Kiai Hasan Berbincang dengan Mantan Dubes Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Salman Al-Farisi dan Direktur Sesdilu, M. Aji Surya

Anggota Badan Wakaf PMDG Hadiri Walimah Putri K.H. Hasan Abdullah Sahal

0

CILEDUG—Ahad pagi (8/4), rombongan anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor menghadiri resepsi pernikahan putri dari K.H. Hasan Abdullah Sahal, Al-Ustadzah Alfi Radhia Lilla dan Al-Ustadz Fatchurrahman Dzufadli. Acara resepsi diselenggarakan di Yayasan Pendidikan An-Nur, Jl. Dr. Wahidin No. 15 RT 04/03 Sudimara Timur, Ciledug, Tangerang, Banten setelah 5 bulan yang lalu, tepatnya pada 12 Nopember 2017 akad nikah sekaligus resepsi di laksanakan di Ponorogo. Anggota Badan Wakaf yang hadir diantaranya adalah K.H. Syamsul Hadi Abdan, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Masyhudi Subari, M.A., dan Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. Acara berlangsung pada pukul 10.30-12.00 WIB dan dihadiri oleh keluarga dari pihak mempelai pria dan wanita.
Selain rombongan anggota Badan Wakaf PMDG, hadir pula rombongan beberapa guru senior PMDG dan keluarga K.H. Hasan Abdullah Sahal dari Ponorogo menggunakan satu bus dan satu mobil Hiace. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilajutkan oleh sambutan-sambutan. Dari pihak wanita, sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. Dalam sambutannya, beliau mewakili Kiai Hasan menyampaikan rasa syukur yang luar biasa atas terselenggaranya resepsi dengan baik dan lancar. Beliau juga berterimakasih terhadap segenap keluarga besar dari mempelai pria yang telah memberikan sambutan dengan hangat.

Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. saat memberikan sambutan mewakili keluarga mempelai wanita
Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. saat memberikan sambutan mewakili keluarga mempelai wanita

Di akhir sambutan Prof. Din Syamsuddin memberikan pesan dan nasehat kepada kedua mempelai, bahwa kunci dari kesuksesan menjalin kehidupan berumah tangga adalah adanya kekompakan antara suami dan istri. Selalu bersama dalam suka maupun duka, dan dapat menyelesaikan berbagai masalah bersama-sama. Juga, senantiasa menjalin komunikasi dengan baik. Semoga rumah tangga kedua mempelai yang telah berjalan selama 5 bulan ini senantiasa dikarunia keberkahan oleh Allah Subhanahu wata’ala, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan keturunannya menjadi penerus perjuangan agama, nusa, dan bangsa.brada

Ujian Lisan Menguji Mentalitas Santri

0

GONTOR–Sabtu (7/04) lalu, Ujian Akhir Tahun Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) sudah resmi dimulai. Pelaksanaan ujian lisan merupakan tahap awal yang pertama kali akan dilalui oleh seluruh santri se-Darussalam. Inilah salah satu potret kesibukan yang tengah terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor akhir-akhir ini, juga menjadi pertanda bahwa semester kedua tahun ajaran 1439/2018 akan segera usai.

Ujian lisan akhir tahun kali ini berlangsung selama 12 hari, yaitu sejak hari Sabtu, 1 Rajab 1439/7 April 2018 sampai dengan hari Selasa, 1 Sya’ban 1439/17 April 2018. Adapun materi pelajaran yang diujikan pada ujian lisan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an. Ujian lisan ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan intelektual santri dan mengetahui hasil pembelajarannya selama satu semester, selain itu ujian ini juga bertujuan untuk melatih rasa percaya diri dan mentalitas para santri ketika berhadapan dengan para penguji. Apabila santri tersebut memiliki rasa percaya diri dan mental yang tinggi, dia cenderung akan melalui ujian dengan baik dan penuh ketenangan. Juga sebaliknya, santri yang kurang percaya diri, cenderung merasa takut, gerogi, dan menjawab dengan ragu-ragu di dalam ruang ujian, sehingga segala yang telah dihafal dan dibaca menjadi terlupakan seperti hilang sekejap mata.

Pelaksanaan ujian lisan di PMDG mengikutsertakan seluruh guru dan santri. Seluruh sektor yang ada di PMDG pun ikut merasakan bagaimana suasana ujian yang sedang berlangsung. Kali ini, Ujian Akhir Tahun diikuti oleh 3293 peserta ujian siswa kelas 1–5 KMI, 757 siswa akhir kelas 6 selaku pembantu panitia ujian dan 235 penguji dari guru-guru KMI. Adapun ruangan kelas yang dipakai untuk tepat menguji ujian lisan sebanyak 114 ruangan kelas yang seluruhnya tersebar di gedung Yaqdzoh, Saudi 6, Sudan 1, Sudan 2, dan Rabithah.

Gedung Satelit yang sejatinya digunakan untuk ruang ujian kini sudah tidak terpakai lagi, dikarenakan  gedung tersebut akan dirobohkan, dialihfungsikan menjadi lahan parkir Gedung Satelit Baru. Reyzin

Gedung Satelit Mulai Diratakan

0

GONTOR–Gedung Satelit merupakan salah satu pergedungan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada awal berdirinya, gedung ini terdiri dari 8 ruang kelas, kemudian direnovasi menjadi dua lantai pada tahun 1998–1999, terletak di selatan PMDG, tepat di samping makam keluarga pondok.

Gedung ini memiliki keunikan yang berbeda dengan gedung-gedung lainnya, terlihat dari penamaan gedung, yaitu “Gedung Satelit”. Ketua Yayasan PMDG, Al-Ustadz Imam Shobari, S.Ag. menjelaskan pemilihan nama satelit untuk gedung ini diambil dari jauhnya letak gedung dengan pemukiman santri. “Gedung itu adalah yang terjauh di antara gedung-gedung lain pada waktu itu.” tutur Imam.

Gedung ini merupakan tempat yang bersejarah bagi para santri dan alumni PMDG. Selain digunakan untuk ruangan kelas, Gedung ini mampu memberikan kesan yang mendalam, khususnya bagi siswa kelas 5 KMI yang menggunakan Gedung Satelit untuk persiapan acara Drama Arena (DA) setiap tahunnya.

Namun dengan berjalananya pembangunan di PMDG, tepat hari Sabtu (14/4) Gedung Satelit akhirnya mulai diratakan, diawali dengan penertiban dan perataan bangunan di timur satelit, pelepasan genteng atap, paving block, dsb. Bagian Pembangunan, para karyawan pembangunan pondok, hingga Siswa kelas 6 bergotong royong meratakan gedung ini.

Al-Ustadz Hamsar, Bagian Pembangunan Pondok menjelaskan hingga saat ini perataan gedung sudah mencapai 30% “Insya Allah, Gedung ini akan dijadikan halaman serta tempat parkir untuk Gedung Satelit baru nantinya” tutur Hamsar. rakafadel

Inspeksi Ujian Lisan Akhir Tahun : Sebesar Keinsyafanmu, Sebesar itu pula Keberuntunganmu

0

Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi. Dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin adalah orang celaka.

Begitulah kutipan dari hadist Rasulullah SAW. yang tak pernah berhenti disampaikan oleh para Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Hal itu pula yang menjadi salah satu pilar bagi Gontor untuk terus melakukan evaluasi dalam setiap agenda. Karena dengan adanya evaluasi, akan semakin baik suatu organisasi, dan diharap dapat menggapai visi dan misi yang ada sehingga mampu bertahan dalam gejolak dunia yang selalu berubah dan membutuhkan generasi yang siap memperbaiki.

Al-Ustadz Sutrisno Ahmad selaku Direktur 2 KMI Gontor dalam inspeksi bersama Al-Ustadz Muhammad Fauzi selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2
Al-Ustadz Sutrisno Ahmad selaku Direktur 2 KMI Gontor dalam inspeksi bersama Al-Ustadz Muhammad Fauzi selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2

Perbaikan akan menjadikan siapa yang melakukannya dapat merubah kekurangan dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sudah dievaluasi di masa-masa setelahnya. Dengan itu, tepat pada Sabtu, 27 Rajab 1439 H/ 14 April 2018 Bapak Direktur 2 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., mengunjungi Pondok Modern Gontor Putri Kampus 2 untuk mengadakan Inspeksi Ujian Lisan Akhir Tahun 1438/ 1439 H.

Al-Ustadz Sutrisno Ahmad menginspeksi Ujian Lisan Materi Al-Qur'an di Gedung Istanbul
Al-Ustadz Sutrisno Ahmad menginspeksi Ujian Lisan Materi Al-Qur’an di Gedung Istanbul

Dalam inspeksi yang diadakan bersama Bapak Wakil Direktur Kulliyatu-l-Muallimat Al-Islamiyah, Al-Ustadz K.H. Muhammad Fauzi, M.Ud., Al-Ustadz Sutrisno mengunjungi berbagai titik Gontor Putri Kampus 2 untuk melihat bagaiamana proses Ujian Lisan berlangsung di pondok yang masih hijau ini. Inspeksi diadakan di seluruh penjuru pondok, bahkan Al-Ustadz Sutrisno pun memasuki beberapa ruang ujian di Gedung Istanbul dan Gedung Qatar. Hal itu dilakukan demi memaksimalkan inspeksi yang ada, karena segala hal harus dilakukan dengan totalitas, bukan setengah-setengah.

Gontor memang tak pernah berhenti mendidik siapa-siapa yang hidup di dalamnya. Karena dengan inspeksi ini, semua dapat memetik pendidikan yang ada, baik santriwati, panitia, hingga para astidz dan ustadzat. Karena bagaimanapun, sebagaimana filsafat pondok menerangkan, Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keberuntunganmu. Noorajavi

K.H. Hasan Abdullah Sahal Tinjau Tanah Wakaf Gontor Seluas 300 ha di Katingan

0

PALANGKARAYA-Pada hari Ahad (15/4) K.H. Hasan Abdullah Sahal  selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor meninjau Tanah Wakaf seluas 300 ha di Desa Hampangin, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah. Saat itu, H. Asep Sulaiman Sabanda sebagai wakif ikut mendampingi beliau dalam peninjauan tanah wakaf tersebut.

H. Asep Sulaiman Sabanda selaku Wakif sedang menjelaskan kepada Kiai Hasan tentang tata letak tanah di daerah Katingan.
H. Asep Sulaiman Sabanda selaku Wakif sedang menjelaskan kepada Kiai Hasan tentang tata letak tanah di daerah Katingan.

Tanah wakaf Gontor ini letaknya cukup jauh dari kota Palangkaraya. Karena perjalanan ke Lokasi menempuh waktu sekitar 3 jam. Lain dari pada itu, Mantan Bupati Katingan, H. Ahmad Yantenglie, S.H. beserta stafnya juga ikut mendampingi Kiai Hasan untuk meninjau lokasi. Sejauh ini tanah wakaf tersebut masih dalam bentuk tanah dan belum dibangun lembaga pendidikan. Pasalnya selain jaraknya jauh dari kota, tanah tersebut masih dalam bentuk hutan dan membutuhkan waktu lama untuk merintis lembaga pendidikan.

Selain meninjau tanah wakaf Gontor, Kiai Hasan juga sempat menghadiri acara Walimatu-l-Ursy keluarga Alm. Muhammad Tijani yaitu Al-Ustadz Ahya Ulumiddin, Lc. M.A. dan Ustadzah Amnah Tidjani, Lc. M.Th.I. di Jalan Garuda IV Palangkaraya (14/4). Pada acara tersebut, Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. beserta rombongan dari keluarga Alm. K.H. Imam Zarkasyi juga ikut menghadiri acara walimah tersebut.

Pada malam harinya, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) turut mengadakan acara Silaturrahmi dengan Kiai Hasan beserta rombongan dari Gontor. Acara ini menarik, karena banyak alumni yang hadir dalam even ini bahkan alumni yang berasal dari Banjarmasin pun juga tidak mau melewatkan acara ini. Acara ini digelar di Ball Room Hotel Global Palangkaraya. Saat acara para hadirin sangat antusias, khususnya saat mendengarkan wejangan dari Kiai Hasan.*akhifuad