Home Blog Page 322

Abu Sittin Adakan Reuni Akbar di TMII, Jakarta

0

JAKARTA – Pada hari Selasa (10/3), para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang berusia 60 tahunan keatas (Abu Sittin) mengadakan reuni akbar dan silaturahim keluarga di Hotel Santika, TMII, Jakarta. Pimpinan PMDG sekaligus peserta dan juga tamu utama dalam Reuni Abu Sittin, K.H. Hasan Abdullah Sahal tampak ikut menghadiri acara tersebut.

Salah satu koordinator Abu Sittin, K.H. Saifuddin Arief mengatakan bahwa acara inti dari reuni ini adalah mendengarkan ceramah Kiai Hasan. “Beliau, Pak Hasan tidak pernah absen dalam acara ini, dari awal sampai sekarang, karena beliau termasuk anggotanya. Yang kita dapatkan dari Kiai Hasan adalah informasi terkait perkembangan Pondok, nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan Trimurti Pendiri Pondok, dll,” tegas Ustadz Adin yang merupakan sapaan akrabnya.

Pada kesempatan kali ini juga, terlihat beberapa anggota Badan Wakaf PMDG turut hadir dan ikut berpatisipasi dalam acara tersebut. Diantaranya adalah, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Abdullah Sa’id Baharmus, Lc., Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., Drs. K.H. Dawam Soleh, dan K.H. Muhammad Nasir Zein, M.A., juga berkesempatan hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Umum Ikatan Keluarga Pondok Modern, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.

16Dalam pidatonya Kiai Hasan berpesan bahwa kekuatan umat Islam adalah jika kita selalu berpegang teguh kepada Allah SWT dan selalu berjalan bersama-sama. “Selama kita tidak takut kecuali kepada Allah dan tidak mengharap kecuali kepada Allah, kita bisa bersama, tetapi kalau salah satu kita atau na’udzubillah kita sudah takut kepada selain Allah dan mengharap kepada selain Allah, sulit kita bersatu, itulah yang membuat kita tidak bersatu,” ujar Kiai Hasan dalam pidatonya.

Sambutan juga diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak H. Anies Rasyied Baswedan, Ph.D. melalui video rekaman yang diputar oleh panitia. “Tua-muda tak selamanya tergantung pada usia, hitungan tahun memang tidak bisa dipercepat atau diperlambat, tapi tua-muda tak ditentukan oleh umur, bila yang dibicarakan adalah masa lalu maka meskipun usia hitungan tahunnya kecil sesungguhnya dia sudah tua, tapi bila yang dibicarakan adalah masa depan meski hitungan tahun usianya sudah tinggi seperti Abu Sittin ini tapi bila yang dibicarakan kedepan, maka sesungguhnya masih muda, insyaAllah yang berkumpul di tempat ini bukan hanya membicarakan masa lalu tapi juga membicarakan masa depan, maka insyaAllah ini adalah perkumpulan orang-orang muda yang Abu Sittin,” tegas beliau dalam sambutannya.

Sementara daripada itu, Ketua IKPM Jakarta, Al-Ustadz H. Budiman Latief, selaku tuan rumah ikut senang dan terharu dalam mengikuti seluruh rentetan kegiatan dalam acara reuni kali ini, serta beliau mengajak kepada seluruh alumni PMDG yang sudah berusia 60 tahun keatas untuk ikut bergabung dalam reuni Abu Sittin di hari-hari yang akan datang. biibmufassir

Tausiyah Bersama Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya S.Ag Untuk Meng-upgrade Keimanan

0

Lantunan indah Sa’ir Abu Nawas telah berkumandang di seluruh penjuru darussalam. Seluruh penghuni darussalam pun bergegas menunaikan kewajiban kepada Sang Penguasa Alam Semesta. Mahasiswi guru Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 memiliki rutinitas tersendiri setiap hari Kamis, melakukan sholat magrib berjama’ah di aula Beirut dengan Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya S.Ag.

Tausiyah Mahasiswi Guru  Bersama Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya S.Ag
Tausiyah Mahasiswi Guru Bersama Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya S.Ag

Usai sholat maghrib berjamaah beliau selalu membagi ilmunya kepada mahasiswi guru yang haus akan ilmu. Beberapa pertemuan beliau membagi pengalaman pribadi yang semakin membakar para mujahidah untuk menegakan Agama Allah. Empat kali pertemuan belliau membantu mahasiswi guru mengkhatamkan Hadits An-Nawawi. Dengan penuh kesabaran beliau menjelaskan satu persatu hadits dan bukan hanya sekedar penjelasan, namun beliau menyertakan contoh pengaplikasian setiap hadits dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika apa yang kita makan dan apa kita pakai dari sumber yang haram, maka hal ini dapat mengurangi barokah dalam menjalani hidup” ungkap Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya S.Ag. ketika menerangkan salah satu Hadits An-Nawawi. Adanya tausiyah seperti ini adalah salah satu usaha mengupgrade keimanan kita kepada yang Maha Kuasa. Keimanan layaknya baterai yang dapat berkurang dayanya, maka kita perlu menambahkan dayanya kembali agar iman kita tetap stabil. -khoir-

Ujian Lisan sebagai Instrumen Pembentuk Karakter Santri

0

Jatuh pada hari Sabtu, 7 April yang bertepatan pada tanggal 21 Rajab, Gontor Putri Kampus 2 laksanakan Ujian Lisan dengan baik dan tertib. Ujian ini diadakan setahun dua kali yaitu pada akhir semester awal dan penutupan akhir tahun ajaran. Jatuhnya ujian lisan kali ini adalah sebagai Ujian lisan yang kedua dalam tahun ajaran 2018 /1439. Masa-masa ujian adalah waktu dimana santriwati dapat leluasa menentukan pola belajar yang memudahkan mereka dalam memahami dan menghafal pelajaran. Karena semboyan yang Gontor adalah Ujian untuk belajar, dan bukan belajar unutk ujian

Suasana santriwati sebelum memasuki ruang ujian
Suasana santriwati sebelum memasuki ruang ujian

Gontor memiliki rutinitas dan kebiasaan yang berbeda dengan yang lain. Dengan diadakannya ujian lisan ini, bukan hanya ujian dalam hal materi pelajaran yang diujikan, melainkan mental seorang santri saat dihadapkan dengan empat sampai lima penguji yang telah menguasai pelajaran sampai dengan batas yang telah ditentukan, yang terdiri dari dua, sampai tiga ustadzah dan sebagian lainnya adalah siswi akhir KMI.

Bel telah berdenting tujuh kali, tanda ujian lisan segera dimulai. Ketegangan tampak dibeberapa raut muka santriwati yang akan memasuki ruang ujian lisan. Ujian lisan tidaklah sekedar menguji pemahaman dan hafalan santriwati terhadap seluruh pelajaran yang telah diajarkan, namun mental santriwati pun diuji. Keberanian santriwati untuk memasuki ruang ujian akan menjadi bekal kelak ketika dia terjun di masyarakat. Bukan hanya paham dan hafal pelajaran, namun tujuan akhirnya adalah pengaplikasian pelajaran yang ia miliki dalam kesehariannya. Selain itu ujian ini juga bertujuan untuk melatih rasa percaya diri, membentuk karakter dan menguji mentalitas para santri.

Pelaksanaan Ujian Lisan Akhir tahun ini melibatkan seluruh guru PMDG Putri Kampus 2 yang berjumlah 184 guru, dan 103 penguji dari santriwati kelas 6. Adapu jumlah santriwati yang diuji pada akhir tahun ini berjumlah 1033 santri terdiri dari kelas 1 s.d. 5 KMI. Adapun Kelas yang dipakai sejumlah 34 kelas yang terdiri dari bangunan Qatar, Kairo, Madinah, Makkah, Granada, dan Istanbul.Erwin

Masa Transisi Ujian Akhir KMI

0

GONTOR PUTRI KAMPUS 2—Masa transisi bagi kelas 6 telah kembali berganti. Dimulai sejak awal perjalanan pada Yudisium di bulan Ramadhan lalu, dilanjutkan dengan berbagai kepanitiaan penuh selama awal hingga pertengahan akhir tahun, hingga perjuangan berpeluh keringat pada masa-masa transisi akhir. Semua berputar bagai roda yang tak akan berhenti berjalan, dan Gontor yang selalu bergerak. Mengalir seperti air yang selalu menemukan dataran yang dapat disinggahi. Menghembus kuat seperti angin laut yang berlomba-lomba menggapai tanah.

Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengawasi Ujian Akhir
Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengawasi Ujian Akhir

Dalam proses tersebut, Ujian Akhir bagi Siswi Akhir KMI menjadi salah satu tolak ukur kelulusan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor. Ujian Akhir adalah rangkaian ujian berbasis tulis dan lisan yang diadakan bagi seluruh Siswi Akhir KMI. Dilaksanakan tepat pada 27 Jumadal Tsaniyah 1439 H/ 15 April 2018 yang diadakan di Serambi Gedung Damaskus dan Aula Pertemuan Gedung Beirut.Ujian gelombang kedua dilaksanakan selama 15 hari, dan berjumlah 29 mata pelajaran. Dilaksanakannya ujian akhir KMI ini, agar siswi kelas 6 dapat mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari, dan siap untuk menjadi khirrijah sholihah. Pada masa ujian akhir, siswi kelas 6 dikarantina untuk focus dalam belajar mereka selama 2 bulan.

Kurikulum Kulliyatu-l-Muallimin Al-Islamiyah memiliki makna tempat penyemaian pendidik. Dan setiap apa yang diberikan oleh pondok pasti memiliki unsur pendidikan, dididik, dan mendidik.Adapun Materi yang diujikan adalah Bahasa Arab 1 yang mencakup Muthala’ah, Mahfudzat, Nahwu, Shorf, serta kosakata dalam Bahasa Arab. Lalu Materi Bahasa Arab 2 yang mencakup Tarikh Hadloroh, Tarikh Adab, dan Balaghoh. Selain itu materi yang diujikan yakni Materi Fiqh, Al-Qur’an, Tauhid, dan Bahasa Inggris.

Materi Ujian Lisan Mata Pelajaran
Bahasa Arab 1 Muthala’ah

Mahfudzat

Nahwu

Sharaf

Kosakata Bahasa Arab

Bahasa Arab 2 Tarikh Hadloroh

Tarikh Adab

Balaghoh

Fiqh Ushul Fiqh

Bidayatu-l-Mujtahid

Fiqih Kontemporer

Al-Quran Praktek Qira’atul Quran Murattal

Praktek Qira’atul Quran Mujawwad

Tajwid

Tauhid Tauhid

Diin-ul-Islam

Al-Adyan (Ilmu Agama-agama)

Bahasa Inggris Bahasa Inggris

Grammar

Kosakata Bahasa Inggris

 

Ujian Lisan Siswi Akhir KMI dengan materi Bahasa Arab 2
Ujian Lisan Siswi Akhir KMI dengan materi Bahasa Arab 2

Begitulah Gontor mendidik santri dan santriwatinya. 20 mata pelajaran dengan standar tinggi diberikan sebagai materi ujian lisan yang diujikan langsung oleh para Asatidz dan Ustadzat senior, serta Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur KMI. Berbeda dengan ujian santriwati pada umumnya—yang meletakkan setiap satu anak untuk diujikan oleh 3-5 penguji, maka dengan kuantitas 2 : 1, setiap pasang santriwati kelas 6 dimasukkan ke dalam ruang ujian yang berisi 2-4 asatidz dan ustadzah senior dan berkesempatan untuk saling menjawab pertanyaan yang diberikan.

Tidak berhenti pada Ujian Lisan saja, namun ujian dilanjutkan dengan Ujian Tulis 3 hari kemudian. Kali ini, siswi kahir KMI dihadapkan kepada lebih dari 20 mata pelajaran berisi subjek yang disampaikan sejak kelas 1 KMI. Cukup dapat dibayangkan betapa berat nya semua materi yang ada. Namun begitulah Gontor mendidik santri dan santriwatinya—menjadikan tolak ukur kelulusan satu yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.  Karena bagaimanapun, seperti apa yang diucapkan para Trimurti, Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Dengan itu Ujian Akhir KMI benar-benar menjadi pembelajaran total yang setimpal dengan perjuangan santriwati selama 6 tahun sebelumnya.

Suasan Ujian Tulis Siswi Akhir KMI 2018
Suasan Ujian Tulis Siswi Akhir KMI 2018

Ujian adalah fase kehidupan. Fase yang mau tidak mau harus dihadapi dengan persiapan penuh untuk menghasilkan makna yang besar. Gontor mendidik santri dan santriwatinya untuk dapat hidup dan menghidupi sekitar. Dapat siap menghadapi masyarakat dengan setiap polemik yang ada, menghadapi masalah pendidikan dengan setiap tetek bengek yang ada, menghadapi setiap fase kehidupan dengan setiap kisah yang ada.

 

Noorajavi

Panitia Ujian Siswa Akhir KMI Adakan Pemeriksaan Buku

0

DARUSSALAM–Buku merupakan sumber ilmu yang tak pernah kering sepanjang masa. Orang-orang menyebut buku adalah jendela dunia, karena seluruh informasi di dunia terangkum menjadi satu di dalamnya. Di sinilah peranan buku sangat penting untuk memajukan bangsa.

Dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, seseorang dapat meningkatkan kecerdasaan, kreatifitas, dan juga wawasannya. Oleh karena itu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) melalui Panitia Ujian Siswa Akhir KMI 2018 mengadakan Pemeriksaan Buku bagi Siswa Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI). Jum’at, (13/4), Pemeriksaan Buku dilaksanakan di tempat-tempat yang sudah ditentukan, antaranya; Masjid dan Rayon-rayon di Daruusslam.

Pemeriksaan buku adalah salah satu program Panitia Ujian Siswa Akhir KMI yang harus dilalui oleh setiap siswa kelas enam. Program ini mempunyai kedudukan setingkat dengan ujian; mempunyai nilai tersendiri yang mempengaruhi kelulusan siswa dan merupakan salah satu syarat yudisium kelulusan.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksa meneliti identitas buku siswa yang diperiksa terlebih dahulu, selanjutnya memeriksa kelengkapan buku yang dimiliki, kemudian mengisi blangko yang telah tersedia. Adapun buku-buku yang diperiksa meliputi buku kulikuler atau buku pelajaran, buku catatan, buku khusus, buku penunjang, dan bacaan bermutu termasuk tabloid, majalah, dan buletin dari kelas 1–6 KMI.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para siswa kelas 1–5 KMI dapat menyiapkan dan menjaga bukunya dengan baik walau sudah dipelajari pada waktu yang lalu, karena itulah salah satu wujud penghormatan kita terhadap ilmu. Muis

Pengarahan dan pembagian Tugas Ujian Lisan : Lahirkan Generasi Terpercaya

0

Mantingan—Barisan santriwati yang berbondong mengenakan atribut sholat tampak memenuhi Jalan Nusantara, terus mempercepat langkah menuju rayon, mempersiapkan muwajjah malam, demi mendapatkan tempat yang dirasa cocok untuk berjibaku dengan buku. Belum seperempat jam berlalu, jalan utama yang memiliki lebar sekitar 10 meter itu sudah dipenuhi oleh santriwati dari berbagai angkatan. Saling berebut udara, mengeraskan suara, demi mendapatkan totalisme dalam belajar.

Begitu yang dirasa selama 5 hari terakhir. Mileu belajar yang panas oleh Masa Ujian Lisan Akhir Tahun Periode 1438/1439 H kembali dirasa oleh seluruh penduduk kampung damai Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Ujian Lisan yang mana serempak diadakan di seluruh cabang Pondok Modern Darussalam Gontor di Indonesia memiliki 3 materi yang diujikan, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Al Qur’an dan Ibadah Harian

Tak ada yang tersusun tanpa persiapan yang matang. Begitulah Gontor dalam merangkai seluruh agendanya. Semua agenda harus berjalan dengan sempurna. Dengan itu, demi berjalannya Ujian Lisan Akhir Tahun 1438/1439 H di Kampus 2, tepat pada Selasa, 16 Rajab 1439 H/ 3 April 2018 Aula Pertemuan Gedung Beirut menjadi saksi bisu atas Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Lisan Akhir Tahun 1438/ 1439 H. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Al-Ustadz H. Umar Said Wijaya, S.Ag. menghimbau untuk mengadakan pengarahan dan pembagian di tempat yang berbeda dengan kelas 6 demi meningkatkan interpretasi asatidz dan ustadzah dalam memahami makna dari Ujian Lisan, yakni Aula Pertemuan Beirut bagi Asatidz dan Ustadzah serta Serambi Gedung Damaskus bagi kelas 6. Setelah pengarahan usai, barulah perkumpulan dilanjutkan ke Serambi Gedung Damaskus untuk pembagian tugas Ujian Lisan.

Al-Ustadz K.H. Muhammad Fauzi, M.Ud. selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 dalam pengarahan Ujian Lisan
Al-Ustadz K.H. Muhammad Fauzi, M.Ud. selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 dalam pengarahan Ujian Lisan

Tak usai di Selasa malam, perkumpulan diadakan kembali demi menyamakan persepsi pemahaman atas pengarahan yang sudah dilalui sebelumnya. Para asatidz dan ustadzat serta seluruh kelas 6 dengan tugas yang sudah diemban dikumpulkan kembali demi pematangan pemahaman yang ada. Karena bagaimanapun, semua harus dilakukan ping sewu, mengutip pada apa yang dikatakan oleh Trimurti, demi menghindari kebocoran-kebocoran yang naasnya akan mengurangi ozon keberkahan, nauzubillah.

Begitulah Gontor mendidik santri dan santriwatinya, yakni bagaimana mendidik para pendidik, hingga semua tingkatan dapat mengemban amanah dengan bijak dan mampu mempertanggungjawabkannya. Dengan tugas pula, seluruh penduduk kampung damai dididik dengan bagitu hebatnya, hingga tercipta kelak, keadaan kondusif yang mampu melahirkan generasi terpercaya yang dapat menjunjung nama agama dan bangsa.

 

—noorajavi

Pengarahan Ujian Lisan ”Ujian Menjadi Sarana Pembentukan Karakter”

0

1Gontor Putri 1-Ujian di Gontor adalah salah satu bentuk pendidikan. Untuk kelancaran ujian tersebut, maka diadakanlah Pengarahan terlebih dahulu. Pengarahan ujian menjadi rutinitas yang ada di Gontor. Pengarahan Ujian Lisan dan pembagian tugas diadakan pada Selasa malam, 3 April 2018. Pengarahan untuk para guru bertempat di Kulliyatul Banat oleh Ustadz Suharto. Sedangkan pengarahan siswi kelas 6 bertempat di Auditorium Gontor Putri 1 oleh Ustadz Fairuz Subakir Ahmad. Dilanjutkan dengan pengarahan umum untuk seluruh guru dan siswi kelas 6 pada hari Rabu paginya di Aula Auditorium Gontor Putri 1.

Pengarahan ujian menjadi sangat penting karena bukan hanya santriwati yang diuji, tapi seluruh elemen yang ada di pondok juga diuji, maka semuanya perlu diarahkan mulai dari penguji, guru-guru maupun kelas 6. Dalam ujian ini semuanya dididik, mulai dari santriwati, para guru, bahkan bapak wakil pengasuh dan bapak wakil direktur juga dididik.

Dalam pidatonya, ustadz Suharto berpesan bahwa semua harus bekerja keras, melasanakan tugas dengan 3baik, dan fokus, baik sebagai penguji, piket bagian, ataupun tugas pondok lainnya. “Untuk berhasil dalam kegiatan kepanitiaan ujian ini, semuanya harus konsentrasi, semuanya fokus pada bidangnya masing-masing, tetapi tetap koordinasi satu dengan yang lainnya. Keberhasilan menerut kita bukan karena 1, 2 orang yang bekerja keras, melainkan keberhasilan itu merupakan akumulasi dari kerja keras semua orang”, jelas ustadz Suharto.

Gontor adalah lembaga pendidikan. Inti dari pendidikan di Gontor adalah pendidikan karakter. Maka ujian ini adalah salah satu sarana dalam pembentukan karakter.Salsabila

INCREDIBLE (Inspirational Creativity of Darussalam Adorable)

0

        INCREDIBLE adalah nama dari Pekan Kreativitas Santriwati darussalam di tahun 2018 ini. acara ini diramaikan dengan berbagai perlombaab antar Angkatan, Rayon, Konsulat, dan gudep. tepat pada hari Ahad (31/12) acara ini dibuka dan langsung dimulai dengan berbagai perlombaan, perlombaan yang ada pada INCREDIBLE ini meliputi Nasyid, TARKOM, Drama Daerah, Konser, dan lebih banyak lagi perlombaan yang juga menggali kreativitas santriwati.

         edited 2Untuk perlombaan selama tanggal (31/12) hingga tanggal (04/01) diselenggarakan didepan gedung Al- Azhar disetiap sorenya. Lalu, untuk acara puncak dari INCREDIBLE  diselnggarakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 3, pada hari Jum’at (05/01) hingga hari Ahad (07/01) yang diisi dengan babak final dari perlombaan yang telah dilalui sebelumnya. Dan acara yang begitu menakjubkan dan ditunggu-tunggu oleh seluruh santriwati Darussalam ialah pada Ahad malam yang diisi dengan Puncak INCREDIBLE dengan peserta keseluruhan oleh kelas 6 Inspiring Generation.

      Puncak Acara INCREDIBLE sebagai wujud rasa Syukur akan partisipasi seluruh Darussalam dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia INCREDIBLE. INCREDIBLE diketuai oleh 6 orang perwakilan dari 2 orang ketua OPPM yaitu, Zakya Setyo 6B dan Rahma Nabila 6C, 2 Orang Ketua KOORDINATOR yaitu Marwah Nur Laili 6E dan Dinda Syifa 6B, dan perwakilan dari Rayon yaitu Tia Munibah 6D dan Mutia Akmalia 6K. Alhamdulillah kesyukuran yang begitu penuh memenuhi Auditorium pada malam itu bagaikan  ribuan mawar yang terjatuh dari langit dan menebarkan wangi yang tak terukur akan wanginya, itulah kami rasakan pada Ahad Malam (07/01). Tadzkiratul Aulia88

Pengarahan dan Pembagian Tugas, Awali Ujian Syafahi di PMDG

0

GONTOR–Kegiatan belajar mengajar di Kulliyatu Al-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) telah dinonaktifkan, termasuk seluruh kegiatan ekstrakulikuler, hal ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif dan membentuk milieu belajar para santri.

Selasa malam, (4/4) pengarahan dan pembagian tugas bagi guru-guru KMI diadakan di Aula Robithah, Al-Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., bertugas memberi pengarahan untuk para guru KMI. Sedangkan pengarahan siswa kelas 6 diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) yang langsung diarahkan oleh Pimpinan Pondok K.H. Syamsul Hadi Abdan, dan K.H. Masyhudi Subari, M.A., selaku Direktur KMI,. Diharapkan dengan adanya pengarahan ini, para penguji dan pengawas bisa lebih baik lagi dalam bekerja dan menjalankan tugas untuk kemajuan pondok tercinta.

Rabu pagi, (5/4) Nasehat Pimpinan Pondok untuk ujian syafahi diadakan di BPPM bersama seluruh guru senior dan junior, beserta siswa akhir kelas 6 sebagai pembantu panitia. Dalam kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan berbagai hal terkait pentingnya ujian di Gontor. Setelah mendengarkan pengarahan dari Bapak Pimpinan, K.H. Masyhudi Subari, M.A. selaku Direktur KMI bersama wakilnya H. Farid Sulistyo, Lc., dan H. Sutrisno Ahmad, Dipl. A. secara bergantian membacakan tugas-tugas umum guru dan siswa akhir kelas 6 selama ujian syafahi berjalan.

Setiap guru maupun siswa kelas 6 mendapatkan tugasnya masing-masing, baik sebagai penguji, piket bagian, ataupun tugas pondok lainnya. Pastinya, tidak seorang pun dari guru dan siswa kelas 6 yang tidak terlibat dalam penyelenggaraan ujian syafahi ini. Muis

Mempersatukan Siswi Kelas 4 dan 3 Intensife Melalui Laksana Gembira.

0

Karangbanyu- “Ini semua adalah ibadah, gerakanmu adalah ibadahmu, penampilanmu adalah ibadahmu, omonganmu adalah ibadahmu, jadi gerakanmu yang ada di panggung ini semuanya adalah unsur-unsur ibadah.” kata Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3 membuka acara Laksana Gembira (LG) di Auditorium Gontor Putri Kampus 3 pada Jumat (9/3) lalu.

2Laksana Gembira merupakan sebuah ajang unjuk kebolehan oleh 437 andika-andika Laksana yang terdiri dari siswi-siswi KMI Kelas 4 dan 3 Intensife. Sebagai upaya mempersatukan siswi kelas 4 dan 3 Intensife, acara ini berjalan dengan lancar. Dalam sambutannya, ketua Laksana gembira mengingatkan bahwa Indonesia diperjuangkan oleh para santri, dan santri pulalah yang memperbaiki tanah air ini.

Diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran dan diakhiri dengan pembagian hadiah perlombaan, acara ini terdiri dari beberapa unjuk aksi, diantaranya adalah: Choir, Tari Daerah, Tari Pramuka, Drama, Puisi Berantai, Kolaborasi Musik hingga Konser. Semua acara itu dikemas dalam tema kepramukaan yang tetap islami,  seperti drama yang mengisahkan tentang perjuangan Bung Tomo beserta para pandu Indonesia dalam melawan sekutu Belanda.

Tidak hanya para santri, namun guru-guru hingga wali-wali santri hadir untuk menonton acara ini. Selain pertunjukan-pertunjukannya yang menarik, pembawa acara juga mampu membuat penonton tak henti-hentinya tertawa, sehingga selama acara berlangsung, Auditorium Gontor Putri Kampus 3 tidak pernah sepi dari sorak sorai penonton. Sesekali mereka juga ikut menyanyikan lagu-lagu atau yel-yel pramuka yang mereka hafal.

Satu minggu sebelum acara Laksana Gembira ini berlangsung, juga diadakan perlombaan bagi para andika laksana antar gudep. Di penghujung Laksana Gembira, diumumkan pemenang-pemenang perlombaan. Dan juara Umum perlombaan Laksana Gembira 2018 diraih oleh Gugus Depan 08-146. Seusai acara, dewan juri membacakan perolehan nilai dari tiap-tiap acara. Dan Laksana Gembira tahun ini emperolah total nilai 8,95. UmiKalsum