JAKARTA – Pada hari Selasa (10/3), para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang berusia 60 tahunan keatas (Abu Sittin) mengadakan reuni akbar dan silaturahim keluarga di Hotel Santika, TMII, Jakarta. Pimpinan PMDG sekaligus peserta dan juga tamu utama dalam Reuni Abu Sittin, K.H. Hasan Abdullah Sahal tampak ikut menghadiri acara tersebut.
Salah satu koordinator Abu Sittin, K.H. Saifuddin Arief mengatakan bahwa acara inti dari reuni ini adalah mendengarkan ceramah Kiai Hasan. “Beliau, Pak Hasan tidak pernah absen dalam acara ini, dari awal sampai sekarang, karena beliau termasuk anggotanya. Yang kita dapatkan dari Kiai Hasan adalah informasi terkait perkembangan Pondok, nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan Trimurti Pendiri Pondok, dll,” tegas Ustadz Adin yang merupakan sapaan akrabnya.
Pada kesempatan kali ini juga, terlihat beberapa anggota Badan Wakaf PMDG turut hadir dan ikut berpatisipasi dalam acara tersebut. Diantaranya adalah, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Abdullah Sa’id Baharmus, Lc., Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., Drs. K.H. Dawam Soleh, dan K.H. Muhammad Nasir Zein, M.A., juga berkesempatan hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Umum Ikatan Keluarga Pondok Modern, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Dalam pidatonya Kiai Hasan berpesan bahwa kekuatan umat Islam adalah jika kita selalu berpegang teguh kepada Allah SWT dan selalu berjalan bersama-sama. “Selama kita tidak takut kecuali kepada Allah dan tidak mengharap kecuali kepada Allah, kita bisa bersama, tetapi kalau salah satu kita atau na’udzubillah kita sudah takut kepada selain Allah dan mengharap kepada selain Allah, sulit kita bersatu, itulah yang membuat kita tidak bersatu,” ujar Kiai Hasan dalam pidatonya.
Sambutan juga diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak H. Anies Rasyied Baswedan, Ph.D. melalui video rekaman yang diputar oleh panitia. “Tua-muda tak selamanya tergantung pada usia, hitungan tahun memang tidak bisa dipercepat atau diperlambat, tapi tua-muda tak ditentukan oleh umur, bila yang dibicarakan adalah masa lalu maka meskipun usia hitungan tahunnya kecil sesungguhnya dia sudah tua, tapi bila yang dibicarakan adalah masa depan meski hitungan tahun usianya sudah tinggi seperti Abu Sittin ini tapi bila yang dibicarakan kedepan, maka sesungguhnya masih muda, insyaAllah yang berkumpul di tempat ini bukan hanya membicarakan masa lalu tapi juga membicarakan masa depan, maka insyaAllah ini adalah perkumpulan orang-orang muda yang Abu Sittin,” tegas beliau dalam sambutannya.
Sementara daripada itu, Ketua IKPM Jakarta, Al-Ustadz H. Budiman Latief, selaku tuan rumah ikut senang dan terharu dalam mengikuti seluruh rentetan kegiatan dalam acara reuni kali ini, serta beliau mengajak kepada seluruh alumni PMDG yang sudah berusia 60 tahun keatas untuk ikut bergabung dalam reuni Abu Sittin di hari-hari yang akan datang. biibmufassir








Untuk perlombaan selama tanggal (31/12) hingga tanggal (04/01) diselenggarakan didepan gedung Al- Azhar disetiap sorenya. Lalu, untuk acara puncak dari INCREDIBLE diselnggarakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 3, pada hari Jum’at (05/01) hingga hari Ahad (07/01) yang diisi dengan babak final dari perlombaan yang telah dilalui sebelumnya. Dan acara yang begitu menakjubkan dan ditunggu-tunggu oleh seluruh santriwati Darussalam ialah pada Ahad malam yang diisi dengan Puncak INCREDIBLE dengan peserta keseluruhan oleh kelas 6 Inspiring Generation.
Laksana Gembira merupakan sebuah ajang unjuk kebolehan oleh 437 andika-andika Laksana yang terdiri dari siswi-siswi KMI Kelas 4 dan 3 Intensife. Sebagai upaya mempersatukan siswi kelas 4 dan 3 Intensife, acara ini berjalan dengan lancar. Dalam sambutannya, ketua Laksana gembira mengingatkan bahwa Indonesia diperjuangkan oleh para santri, dan santri pulalah yang memperbaiki tanah air ini.