Home Blog Page 323

Mencetak Guru Inspirator Dunia Dengan Praktek Mengajar

0

Karangbanyu- Tanpa Guru Tak Akan Ada Profesi Lain. Guna menciptakan calon-calon guru inspirator umat, Praktek Mengajar merupakan salah satu wadah untuk mencetak Generasi Guru Inspirator Umat dan merupakan salah kegiatan tahunan kelas 6 yang dikoordinir oleh Penanggungjawab KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah). Diikuti oleh 431 Siswi Akhir KMI Gontor Putri Kampus 3.

Praktek mengajar ini diawali dengan Praktek Mengajar Perdana oleh 3 Siswi Kelas 6, Berliana Putri 6B, Bintan Nazhifaturahmah 6B dan Rahma Nabila 6C, masing-masing mengajarkan pelajaran Muthola’ah. Pelaksanaan praktek mengajar perdana terbagi di 3 tempat, diantaranya Auditorium, Mini Hall dan Masjid. Siswi kelas 6, Musyrif dan Musyrifah juga dibagi pada 3 tempat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan naqdu tadris yang berlangsung selama 2 hari. Praktek mengajar perdana diharapkan dapat menjadi contoh bagi siswi kelas 6 lainnya dalam praktek mengajar selanjutnya.

Kelas 6 dibentuk menjadi 33 kelompok dengan 13-14 siswi perkelompok, melaksanakan praktek mengajar selama 16 hari di kelas-kelas yang telah ditentukan oleh panitia dan dengan pelajaran yang telah dipilih oleh masing-masing siswi kelas 6 diantaranya: Muthola’ah, Hadist, Mahfudzot, Terjemah, Al-Qur’an, Ushul Fiqh, Reading, Nahwu, Muhadatsah, Conversation dan Khot. Praktek Mengajar mendidik siswi kelas 6 untuk menjadi guru yang baik dan benar dengan langkah-langkah mengajar sesuai dengan pelajarannya masing-masing, selain itu Naqdu Tadris juga menjadi salah satu pendidikan Gontor dalam mendidik santri-santriwatinya untuk belajar teliti, jeli terhadap kesalahan guru yang praktek mengajar agar menjadi evaluasi bagi guru itu sendiri. Secara keseluruhan Praktek Mengajar ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Basar harapan Gontor, dengan Praktek Mengajar ini, seluruh elemen yang terlibat didalamnya ikut terdidik dan dapat mencetak Generasi Guru yang dapat menginspirasi dunia. Qudwah_88

Belajar Malam Keliling Terbimbing: Tingkatkan Miliu Belajar Santri

0

DARUSSALAM–Demi terciptanya suasana belajar malam yang kondusif dan efektif pada masa-masa ujian santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), maka Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) mengadakan kegiatan belajar malam keliling yang dibimbing langsung oleh seluruh bapak guru KMI. Berbeda dengan hari-hari biasanya, ketika sudah memasuki masa-masa ujian, para santri diperbolehkan untuk belajar malam di luar kelas, tetapi tetap di dalam area pondok sesuai batasan yang telah ditentukan.

Sabtu malam (31/4) ba’da isya, kegiatan ini resmi dibuka oleh Bapak Pimpinan, K.H. Syamsul Hadi Abdan. Terlihat seluruh bapak guru berbaris rapi di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), menandakan keseriusan bapak guru untuk mensukseskan belajar para santri. Belajar malam keliling di area pondok ketika masa-masa ujian santri terbilang sangat efektif, santri bisa lebih leluasa menentukan pola belajar masing-masing di tempat yang memudahkan mereka untuk menghafal dan memahami pelajaran-pelajaran.

“Santri-santri di hadapan kita ini adalah santri-santri yang masih berada dalam masa daurul murohaqoh (masa perubahan/remaja), masih perlu dibimbing dan diawasi, terlebih dalam proses belajarnya. Maka sebagai guru sekaligus wakil orang tua di pondok, kita harus banyak ikut campur dalam kehidupan mereka, membimbing, mengingatkan, memotivasi, memperhatikan pola belajar mereka, apalagi dalam waktu-waktu menghadapi ujian ini. Ini adalah tugas yang sangat mulia, maka laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.” Ujar K.H. Syamsul Hadi Abdan saat membuka kegiatan belajar malam keliling terbimbing. rukh

Peringatan Persemar 1967 di Gontor Kampus 12 Jambi Berlangsung Khidmat

0

JAMBI – Pada hari Senin (26/3) lalu, Peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar) 1967 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 Jambi berlangsung dengan sangat khidmat. Kali ini, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal berkesempatan untuk menyampaikan pidato tentang peristiwa tersebut, dan memberikan pesan dan nasehat di hadapan seluruh guru-guru dan santri-santri PMDG Kampus 12, Jambi. Kedatangan beliau kali ini juga didampingi oleh salah satu guru senior dari PMDG Kampus Pusat, yaitu Al-Ustadz Mahbub Al-Aziz beserta ibu.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.45 WIB ini berlangsung di halaman depan masjid milik PMDG Kampus 12. Perkumpulan yang kiranya dihadiri kurang lebih sebanyak tiga ratusan guru dan santri ini berlangsung dengan tenang, serius, dan penuh perhatian. Kiai Hasan selaku pembicara utama dalam acara Persemar kali ini sangat bersemangat sekali dalam menuturkan beberapa kisah yang terjadi saat itu ataupun dalam hal memberikan contoh logis agar terjauh dari sikap yang sangat memalukan kala itu.

“Seharusnya dalam keseharian kita melangsungkan hidup di Pondok, patutlah memiliki urutan unsur-unsur seperti berikut; dari memulai nya dengan amanah, kemudian menjadi tsiqoh (terpercaya), setelah nya jadilah tho’ah (ta’at), berikutnya adalah ikrom, maka terwujud pada akhirnya barakah,” ungkap beliau di sela-sela pidatonya.

PMDG 12 5Di tengah-tengah acara tersebut pun, bersama para guru dan santri yang hadir, pada sesi hiburan Kiai Hasan mencotohkan bagaimana cara memainkan alat musik keyboard dengan baik, lagu yang dinyanyikan adalah lagu Oh Pondokku dan lagu Selamat Datang yang merupakan hasil karangan beliau sendiri. Terlihat dari raut wajah anak-anak pun sangat senang dan penuh bangga, melihat sosok Kiai mereka yang fenomenal itu juga mahir dalam memainkan berbagai alat musik, sangat membesarkan hati para guru dan santri yang hadir pada acara tersebut.

Usai mengakhiri acara tersebut dengan memimpin do’a, Kiai Hasan beserta rombongan pun kembali ke tempat istirahat yang sudah disediakan untuk melaksanakan shalat zhuhur dan menyempatkan diri setelahnya untuk bertemu dengan seluruh guru-guru yang sedang mengabdi di Pondok tersebut, guna memberikan sedikit wejangan tambahan perihal pentingnya memberikan usaha terbaik dan do’a demi kemajuan Pondok di Jambi.

Pada saat sore hari setelah Ashar tepat, ditemani oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12 dan beberapa guru senior lainnya, Kiai Hasan dan rombongan berangkat menuju kebun sawit, guna meninjau lahan sawit baru milik Pondok yang kira-kira luasnya sekitar 390 ha, sebelum akhirnya kembali pulang menuju hotel tempat beliau dan rombongan menginap. biibmufassir

Semarak Gontor Premier League (GPL) 2018

0

GONTOR—Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) melalui Bagian Olahraga kembali mengadakan kompetisi atarklub bagi beberapa cabang olahraga, yakni sepak bola, bola basket, dan futsal. Kompetisi yang dinamakan Gontor Premier League (GPL) ini diselenggarakan selama 1 Bulan penuh, dimulai pada hari Jum’at (1/3) sampai dengan hari Jum’at (30/3). Pertandingan yang diikuti oleh 4 klub sepak bola, 4 klub futsal, dan 6 klub bola basket ini dilaksanakan di lapangan-lapangan yang ada di dalam kampus Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangkitkan semangat para santri dalam meningkatkan kemampuannya dalam berolahraga. Selain itu, diharapkan dengan diselanggarakannya kompetisi ini, para atlet dapat membiasakan diri untuk bertanding secara sportif, dan menerima segala keputusan wasit dan panitia penyelengara dengan lapang dada. Beginilah cara Gontor untuk menggairahkan para santri, agar selalu mengembangkan bakat dan minat yang dimiliknya, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang senantiasa ditanamkan, baik di dalam kelas, maupun di luar kelas.

Pembagian hadiah diadakan di lapangan hijau PMDG pada Jum’at pagi (30/3). Berikut adalah daftar juara Gontor Premier League (GPL) 2018.brada

DAFTAR JUARA GONTOR PREMIER LEAGUE 2018

NO

CABANG JUARA 1 JUARA 2

TOP SKOR

1

Sepak Bola Nepura Meteor Fawwas/3E/Nepura

2

Bola Basket Rajawali Lakers Satya/3XG/Rajawali

3

Futsal Varius Atomic Mukhlis/3XE/Atomic

 

Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, BA.: “Status Santri adalah Tamu”

0

MADUSARI–Sabtu pagi (31/3) pukul 07.00, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 menyelenggarakan Peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar) 1967 di depan Masjid Jami’. Acara ini diisi oleh salah satu guru senior, saksi hidup kejadian tahun 1967 yang sangat keji dan memilukan tersebut, yaitu Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, BA., diikuti oleh seluruh guru dan santri PMDG Kampus 2.
Acara dimulai dengan sambutan dari Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag, selaku Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2. Dalam sambutannya, beliau bercerita tentang peristiwa keributan pada tahun 2000 yang beliau alami di Institut Islam Darussalam (ISID), yang mana peristiwa ini hampir-hampir menyerupai apa yang terjadi pada tahun 1967 di Gontor. “Dalang dari keributan ini adalah para mahasiswa non-KMI, yang belum paham tentang kepondokmodernan, mereka tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang ada saat itu. Mereka mencoret-coret tembok disana sini, membuat keributan di asrama, kelas, dan sampai di jalan-jalan area Institut, namun Alhamdulillah kejadian ini bisa cepat diatasi. Na’uzubillah tsumma na’uzubillah jika peristiwa ini terulang kembali.” Ujar Ustadz Hudaya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Pidato Persemar 1967 oleh Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, BA.. Beliau menyampaikan tentang betapa pentingnya memperingati peristiwa ini sampai harus diadakan tiap tahun, “Ini adalah kejadian yang sangat keji dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang guru dan santri pondok, status santri hanyalah tamu, tidak sepantasnya seorang tamu berbuat seenaknya di rumah orang lain, apalagi sampai membuat keributan. Yang lebih parahnya lagi sampai ingin melengserkan kedudukan Pimpinan Pondok. Ini adalah pelajaran penting bagi seluruh keluarga pondok, untuk selalu menjaga kedamaian di pondok, agar tidak terulang kembali kejadian yang sangat memilukan itu.” Ujar Ustadz Sutikno.
Setelah istirahat (pukul 09.00), acara dilanjutkan dengan pembacaan Sejarah Persemar 1967 oleh Al-Ustadz Agus Budiman, Wakil Direktur KMI dan guru-guru senior lainnya hingga acara usai. rukh

K.H. Syamsul Hadi Abdan Resmikan Stadion PMDG Kampus 3

0

KEDIRI- (30/3) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 3, Sumber Cangkring, Gurah, Kediri mengadakan acara peresmian Sation baru Gontor 3 pada Jum’at, 30 Maret 2018 lalu. Stadion yang diberi nama “Meriva Stadium” ini diresmikan langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. Stadion ini dibangun mulai tanggal 29 September 2016, sekarang sudah bisa dipakai oleh santri dan guru Gontor 3. Rumput yang digunakan untuk stadion ini diambil dari Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kota Pare.

Acara persemian ini diramaikan dengan pertandingan persahabatan antara Oesama FC (tim sepak bola guru Gontor 3) melawan Porsada FC (Persatuan Olahraga santri Darul Ma’rifat). Pertandingan ini terlihat lebih menarik karena ada mas Harianto, mantan pemain Persik pada periode 2000-an ini bermain untuk Oesama FC. Dan hasil akhirnya, Oesama FC berhasil unggul 3-0 dari Porsada FC. Reyzin

KH. Syamsul Hadi Abdan Isi Acara Persemar di Kediri

0

KEDIRI- K.H. Syamsul Hadi Abdan mengisi acara Peringatan 19 Maret 1967 (Persemar) di dua kampus PMDG di Kediri. Pertama, di PMDG Putri Kampus 5, Kemiri, Kandangan, Kediri pada hari Jum’at pagi, (30/3) lalu. Acara tersebut bertempat di Aula PMDG kampus putri 5 yang baru selesai dibangun pada 14 Desember 2017. Sambutan hangat disuguhkan oleh para santriwati PMDG putri kampus 5 ketika rombongan mengisi acara persemar tersebut. Acara berjalan khidmat, K.H. Syamsul Hadi Abdan yang merupakan salah satu saksi hidup Persemar menceritakan apa yang beliau rasakan saat kejadian itu–Saat itu kiai Syamsul duduk di Kelas 5 KMI. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan buku Persemar oleh guru-guru senior secara bergantian. Acara tersebut berlangsung hingga siang hari sebelum Shalat Jum’at.

 

Kedua, di PMDG Putra Kampus 3, Sumber Cangkring, Gurah, Kediri pada hari Sabtu pagi, (31/3) di BPPM Gontor 3. Sebelum mengisi acara tersebut, K.H. Syamsul Hadi Abdan meresmikan Stadion baru PMDG Kampus 3 pada Jum’at sore (30/3). Rentetan acara dalam acara persemar di PMDG Kampus 3 tidak jauh berbeda dengan yang berlangsung di PMDG Putri Kampus 5. Beberapa guru senior juga secara bergantian membaca teks pidato pimpinan, memberikan keterangan dan komentar tentang Persemar. Diselingi dengan rehat sejenak selama 30 menit, lalu berlanjut hingga selesai. Acara tersebut berjalan khidmat dan serius. Reyzin

Kiai Hasan Adakan Ta’ziah ke Kediaman alm. Dr. DB. K.H. M. Muzammil Basyuni

0
TANGERANG-Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal berkunjung ke kediaman alm. Dr. H. Muzammil Basyuni di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Sabtu malam (31/3). Kunjungan beliau merupakan Ta’ziah atas wafatnya Dr. DB. K.H. M. Muzammil Basyuni.
Dr. Muzammil Basyuni wafat pada Selasa, 28 April 2018 di RS. Siloam Semanggi pada umur 70 tahun. Beliau adalah Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal dan juga sempat berkarir sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Republik Arab Suriah. Selain itu, beliau juga merupakan alumnus Gontor sekitar tahun 1970-an, hampir satu periode dengan K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Sesampainya di kediaman almarhum, Kiai Hasan disambut hangat oleh pihak keluarga, sembari bercengkrama, beliau juga menyatakan perasaan duka cita. Selain itu, Kiai Hasan juga mengimami shalat Isya berjamaah. Setelah Shalat, Kiai Hasan juga menyempatkan diri untuk memberi kesaksian singkat tentang alm. Dr. Muzammil Basyuni selama masa hidupnya, atas permohonan keluarga. “…ketika beliau masih muda, masih bersama kami, beliau adalah orang yang tekun dan qori’, suaranya baik dan akhlaknya juga baik…” jelas Kiai Hasan kepada pihak keluarga. Semasa hidupnya, Dr. Muzammil Basyuni juga sering menyempatkan dirinya untuk menghadiri momen-momen penting pondok bersama para alumni Gontor lainnya.
Sebagai Duta Besar, peran Dr. Muzammil Basyuni sangatlah besar bagi Indonesia, dan juga Gontor sendiri, banyak sudah kerjasama internasional yang terjalin dengan Indonesia ataupun Gontor karena kiprah beliau. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa beliau dan memberi tempat terbaik di sisi-Nya. sand88

PMDG Kampus 13 dan Kampus Putri 6 Adakan Peringatan Persemar

0

Poso– PMDG Putra Kampus 13 dan PMDG Putri Kampus 6 mengadakan peringatan Persemar 1967 di Aula Gontor Putra Kampus 13 pada hari Sabtu (23/3). Peringatan ini dihadiri oleh Pimpinan Gontor yang juga salah satu saksi hidup kejadian itu, K.H. Syamsul Hadi Abdan didampingi oleh Al-Ustadz Muhammad Anwar Boyaman, Guru Senior KMI.

Di awal acara, Al-Ustadz Cecep Shobar Rochmat, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 13 menyampaikan rasa syukur atas  kehadiran KH. Syamsul Hadi Abdan  di PMDG Kampus 13 Ittihadul Ummah ini. “Kedatangan beliau (KH. Syamsul Hadi Abdan) layaknya seorang santri yang mondok kemudian didatangi oleh orang tuanya” tutur Al-Ustadz Cecep.

Dalam sambutannya, KH. Syamsul Hadi Abdan “Persemar ini harus selalu diperingati agar keluarga besar PMDG mengerti dan tahu sejarah berdirinya pondok ini. Dan tujuan utama diadakannya acara ini adalah agar peristiwa yang sangat memalukan umat Islam ini tidak terjadi lagi.” ujar K.H. Syamsul Hadi Abdan, saat memberikan sambutan. Dalam kesempatan yang sama beliau juga menceritakan sejarah Gontor mulai dari berdirinya Gontor lama, masa kejayaan Gontor lama, masa kemunduran Gontor lama, hingga berdirinya Gontor baru pada tahun 1926 oleh tiga bersaudara mereka adalah KH. Ahmad Sahal, KH. Zaenudin Fananie, KH. Imam Zarkasyi.

Al-Ustadz Anwar Boyaman  menyampaikan Bab I mengenai “Usaha mengambil alih Pimpinan atau menghancurkan Pondok Modern Gontor”, kemudian Al-Ustadz Ony Fajar Syahdi, M.Pd.I membacakan Bab II tentang “Maklumat Pimpinan”, dilanjutkan oleh Al-Ustadz Muhtarom M. Salim menyampaikan Bab III yang berisi “Keputusan Musyawarah Kerja Nasional dan Upgrading Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM)”, lalu Al-Ustadz Andri Kurni Putra membacakan Bab IV dan V yang berisi tentang “Pernyataan dan Lembaran berita” di akhir acara, lalu Al-Ustadz Cecep membaca Pokok-Pokok Pidato K.H. Imam Zarkasyi.

Dengan pelaksanaan acara peringatan ini, diharapkan para santri dan guru-guru memahami betul akan status, posisi, dan orientIMG_3929asi pondok ini. Agar dalam menjalani kegiatan di pondok ini, mereka tak hanya sekedar ikut-ikutan, namun mengerti betul maksud dan tujuannya. Hal di atas juga merupakan tujuan utama diadakannya Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy PMDG pada setiap awal Tahun Ajaran baru.

Setelah dari PMDG Kampus 13, rombongan menuju ke PMDG Putri Kampus 4 di Kendari. Pada hari berikutnya, Senin (25/3) K.H. Syamsul Hadi Abdan kembali menjadi pemateri dalam acara yang sama. Semoga Gontor terus berdiri tegak dengan nilai-nilai luhurnya.Ahsy

Keluarga Besar IKPM Cabang Jambi Gelar Silaturrahim Bersama Pimpinan PMDG

0

JAMBI – Senin (26/3) malam, bertempat di Meeting Hall Hotel Wiltop, Jambi, keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Jambi mengadakan acara silaturahim bersama Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal. Yang kurang lebih dihadiri sebanyak 226 orang alumni yang berasal dari kota tersebut.

Pada acara tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Jambi, Dr. K.H. Fachrori Umar juga menyempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan yang disampaikan oleh teman-teman IKPM dan berkesempatan menyampaikan beberapa penggal pidato beliau didepan seluruh peserta acara silaturahim tersebut. “Bahwa penting bagi diri kita semua saat ini, untuk terus mengembangkan dan mengistiqomahkan agar selalu berusaha dapat mempraktekkan sifat-sifat terbaik yang dimiliki oleh Rasulullah SAW, antara lain Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah,” beliau berpesan dalam pidatonya.

Jambi4Dalam acara tersebut, Kiai Hasan juga turut memberikan pesan dan nasehat kepada seluruh peserta yang hadir saat itu, diantaranya dalam hal menyikapi banyak polemik yang terjadi saat ini, bagaimana menjadi pribadi muslim yang taat dan kuat iman, serta cara menurunkan hasil dan usaha yang baik bagi orang-orang yang akan hidup setelah kita. “Jika kamu hidup tidak lebih baik daripada saya, maka lebih baik kamu tidak usah lahir dan saya tidak usah mati, hanya bisa menghabiskan jatah beras saja,” ujar beliau dalam salah satu penggal pidato nya.

Usai mengakhiri pembicaraannya dengan memimpin pembacaan do’a, Kiai Hasan memohon pamit kepada seluruh hadirin sekalian, karena keesokan harinya harus sudah kembali ke Gontor, Ponorogo untuk melanjutkan kegiatan beliau yang lain.biibmufassir