Karangbanyu- Tanpa Guru Tak Akan Ada Profesi Lain. Guna menciptakan calon-calon guru inspirator umat, Praktek Mengajar merupakan salah satu wadah untuk mencetak Generasi Guru Inspirator Umat dan merupakan salah kegiatan tahunan kelas 6 yang dikoordinir oleh Penanggungjawab KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah). Diikuti oleh 431 Siswi Akhir KMI Gontor Putri Kampus 3.
Praktek mengajar ini diawali dengan Praktek Mengajar Perdana oleh 3 Siswi Kelas 6, Berliana Putri 6B, Bintan Nazhifaturahmah 6B dan Rahma Nabila 6C, masing-masing mengajarkan pelajaran Muthola’ah. Pelaksanaan praktek mengajar perdana terbagi di 3 tempat, diantaranya Auditorium, Mini Hall dan Masjid. Siswi kelas 6, Musyrif dan Musyrifah juga dibagi pada 3 tempat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan naqdu tadris yang berlangsung selama 2 hari. Praktek mengajar perdana diharapkan dapat menjadi contoh bagi siswi kelas 6 lainnya dalam praktek mengajar selanjutnya.
Kelas 6 dibentuk menjadi 33 kelompok dengan 13-14 siswi perkelompok, melaksanakan praktek mengajar selama 16 hari di kelas-kelas yang telah ditentukan oleh panitia dan dengan pelajaran yang telah dipilih oleh masing-masing siswi kelas 6 diantaranya: Muthola’ah, Hadist, Mahfudzot, Terjemah, Al-Qur’an, Ushul Fiqh, Reading, Nahwu, Muhadatsah, Conversation dan Khot. Praktek Mengajar mendidik siswi kelas 6 untuk menjadi guru yang baik dan benar dengan langkah-langkah mengajar sesuai dengan pelajarannya masing-masing, selain itu Naqdu Tadris juga menjadi salah satu pendidikan Gontor dalam mendidik santri-santriwatinya untuk belajar teliti, jeli terhadap kesalahan guru yang praktek mengajar agar menjadi evaluasi bagi guru itu sendiri. Secara keseluruhan Praktek Mengajar ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Basar harapan Gontor, dengan Praktek Mengajar ini, seluruh elemen yang terlibat didalamnya ikut terdidik dan dapat mencetak Generasi Guru yang dapat menginspirasi dunia. Qudwah_88
Di tengah-tengah acara tersebut pun, bersama para guru dan santri yang hadir, pada sesi hiburan Kiai Hasan mencotohkan bagaimana cara memainkan alat musik keyboard dengan baik, lagu yang dinyanyikan adalah lagu Oh Pondokku dan lagu Selamat Datang yang merupakan hasil karangan beliau sendiri. Terlihat dari raut wajah anak-anak pun sangat senang dan penuh bangga, melihat sosok Kiai mereka yang fenomenal itu juga mahir dalam memainkan berbagai alat musik, sangat membesarkan hati para guru dan santri yang hadir pada acara tersebut.
asi pondok ini. Agar dalam menjalani kegiatan di pondok ini, mereka tak hanya sekedar ikut-ikutan, namun mengerti betul maksud dan tujuannya. Hal di atas juga merupakan tujuan utama diadakannya Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy PMDG pada setiap awal Tahun Ajaran baru.
Dalam acara tersebut, Kiai Hasan juga turut memberikan pesan dan nasehat kepada seluruh peserta yang hadir saat itu, diantaranya dalam hal menyikapi banyak polemik yang terjadi saat ini, bagaimana menjadi pribadi muslim yang taat dan kuat iman, serta cara menurunkan hasil dan usaha yang baik bagi orang-orang yang akan hidup setelah kita. “Jika kamu hidup tidak lebih baik daripada saya, maka lebih baik kamu tidak usah lahir dan saya tidak usah mati, hanya bisa menghabiskan jatah beras saja,” ujar beliau dalam salah satu penggal pidato nya.