Home Blog Page 326

Unida Gelar Ujian Tahfidz Al-Qur’an

0

Gontor-Universitas Darussalam (Unida) Gontor menggelar ujian terbuka atau imtihan tahfidz Al-Qur’an bagi seluruh mahasiswa/i. Kegiatan berlangsung di seluruh kampus Unida secara serentak, Jum’at (16/3) lalu. Tujuannya, mengajak mahasiswa mencintai serta mengaplikasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan menyiapkan mahasiswa generasi Qur’ani.

Al-Ustadz M. Sohibul Mujtaba, M.Ag, dosen Tim Pusat Al-Qur’an Karim menjelaskan, seluruh mahasiswa diwajibkan menghafal setengah juz dalam satu semester, selanjutnya dalam dua semester (satu tahun) mahasiswa wajib hafal 1 juz, dengan demikian selama kuliah 8 semester di Unida Gontor seluruh mahasiswa mampu menghafal 4 juz yang merupakan syarat kelulusan program S1. “Program ini dimulai dari juz 29 bagi semester 1 dan 2, juz 1 bagi mahasiswa  semester 3-4, juz 2 bagi mahasiswa semester 5,6,7, dan 8 pada tahun akademik”ujar Ustadz Mujtaba.

Sebelum diadakan imtihan kemarin, mahasiswa wajib melaporkan hafalan mereka kepada para muhafidz masing-masing, bagi mahasiswa yang telah selesai menyetorkan hafalannya kepada muhafidz, maka ia sudah lulus ujian, dan tidak wajib mengikuti ujian terbuka/imtihan tahfidz.

Dengan diadakannya program ini, Unida Gontor berupaya menyiapkan para mahasiswa generasi qur’ani. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan Universitas Darussalam yaitu menghasilkan insan yang beriman, berakhlaq mulia, berpengetahuan luas yang mampu mengamalkan ilmunya secara kreatif dan inofatif sehingga dapat memecahkan masalah umat dan bangsa, serta sanggup berkompetensi di Tingkat Nasional maupun Internasional melalui program pendidikan diploma, sarjana, dan profesi. Rakafadel

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Rapat Pleno Wantim MUI ke-26

0

JAKARTA—Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar pertemuan. K.H. Hasan Abdullah Sahal sebagai salah satu anggota Wantim MUI, turut hadir dalam pertemuan yang dipimpin oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. tersebut. Rapat pleno yang  ke-26 ini diselenggarakan pada hari Rabu (21/3) di gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi No. 51 Menteng, Jakarta Pusat. Panglima TNI diundang untuk menjadi narasumber utama dalam forum yang mengangkat tema, “Tantangan dan Ancaman Terhadap Kedaulatan Negara” ini. Namun, dikarenakan adanya tugas yang tidak dapat ditinggalkan, ia diwakili oleh Inspektur Jenderal TNI, Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc. Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB, setelah para anggota Wantim yang kurang lebih berjumlah 30 orang mendapat jamuan makan siang.

Dalam presentasinya yang disampaikan kurang lebih 30 menit, Letjen M. Herindra membaca sambutan dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Ia menyampaikan tentang urgensi Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijunjung tinggi, demi terwujudnya kedaulatan negara secara utuh. Ancaman-ancaman berupa ideologi yang bertentangan dengan Pancasila harus diwaspadai. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa umat Islam berperan penting dalam proses perumusan Pancasila, sehingga umat juga ikut bertanggungjawab dalam mempertahankan eksistensi nilai-nilainya.

K.H. Hasan Abdullah Sahal bersama Ali Mochtar Ngabalin (Ketua Badan Koordinasi Muballigh Indonesia) usai rapat
K.H. Hasan Abdullah Sahal bersama Ali Mochtar Ngabalin (Ketua Badan Koordinasi Muballigh Indonesia) usai rapat

Setelah pemaparan dari Irjen TNI, pimpinan rapat mempersilahkan kepada para anggota sidang untuk menyampaikan opini, kritik, maupun pertanyaan kepada narasumber. Beberapa anggota yang menyampaikan pendapat dan pandangannya ialah K.H. Ahmad Cholil Ridwan, Al-Ustadz Zaitun Rasmin, Ali Mochtar Ngabalin, dll. Tanya jawab berlangsung kurang lebih satu jam, diakhiri oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin sebagai pimpinan rapat. Beliau menyampaikan bahwa Pancasila tidak bisa dibenturkan dengan umat Islam, karena Pancasila sejatinya merupakan kristalisasi dari nilai-nilai Islam. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah paham-paham/isme-isme baru yang muncul di Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Hal-hal demikian yang berpotensi mengancam dan merusak kedaulatan negara.

Di akhir, K.H. Hasan Abdullah Sahal diminta untuk menutup rapat dengan doa. Diharapkan, dengan adanya komunikasi dan silaturahim yang baik antara Wantim MUI dengan TNI. Hal-hal yang berkaitan dengan ancaman kedaulatan negara, maupun isu-isu lain dapat diatasi dengan baik dan benar.brada

 

Menyelami Qur’an lewat Hifdzu Nusus

0

Seantero Darussalam, semangat pejuang Darussalam mampu menembus gelap langit malam menjadikannya berbintang karena tabuhnya. Menyemangati, menjadi semangat sebagai simbol antusias santriwati dalam mensupport para peserta lomba hifdzu nushus. Tetap fokus pada apa yang dihafalkan, para peserta menjawab penuh yakin, tanpa ragu. Hari itu selasa(6/3) darussalam bahagia karena mampu mencetak generasi rabbani yang diuji dari perlombaan mengahafal nushus, tak hanya qur’an tapi juga hadits, mahfudzot, nahwu, dan shorof.

peserta lomba hifdzu nushus menjawab pertanyaan dengan yakin
peserta lomba hifdzu nushus menjawab pertanyaan dengan yakin

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” bahwa kompetisi yang bermanfaat adalah yang mengandung kebaikan dalamnya dan bertebar manfaatnya untuk dirinya sendiri dan sekitarnya. Hifdzu nusus diikuti oleh tiga peserta untuk setiap kelas. Adapun juara pertama untuk kelas 1 diraih oleh kelas 1C , kelas 2 diraih oleh kelas 2B, kelas 3B sebagai juara pertama, 1 Int F mendapat penghargaan sebagi juara pertama, dan kelas 4C merebut tropi juara pertama untuk angkatannya, adapun kelas 3 Intensif tetap pada kelas 3 Int B untuk juaranya.

DSC_4303 - Copy

Hifdzu Nusus dilaksanakan beruntut dalam 3 sesi, dan peraih niali tertinggi akan medapat tropi penghargaan. Tapi siapa yang mampu menelaah akan mendapat nilai-nilai dari apa yang dihafalkan. Pasti bermanfaat jika bisa menyelam, karena banyak pelajaran yang menjadi guru dan hikmah dari Al-qur’an, hadits, dan mahfudzot.amiin.hieb

Studi Praktik Lapangan Prodi Ekonomi Islam Semester 6 di Kota Malang dan Kota Batu

0

MALANG–Tahun ini, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam Semester 6, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus Rabithah mengadakan Studi Praktik Lapangan (SPL) yang berbentuk ‘magang’ di lima obyek SPL yang berada di kota Malang dan Batu. SPL ini berlangsung selama 10 hari, terhitung mulai hari Senin (5/3) hingga hari Kamis (15/3), dan diikuti oleh 16 orang mahasiswa Unida Gontor Kampus Rabithah, dan dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing memiliki objek tersendiri.

Adapun 5 tempat SPL tahun ini, yaitu:

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kota Batu, bertempat di Jl. Panglima Sudirman No.507, Pesanggrahan, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65313
  2. Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), bertempat di Jl. Kahuripan No.12, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
  3. Kanindo Koperasi Agro Niaga Indonesia, bertempat di Jl. Raya Sengkaling No.293, Mulyoagung, Dau, Malang, Jawa Timur 65151
  4. Dedayu Opus Maxima (Agha Payment dan Oasis Reload) bertempat di Jl. Simpang Sulfat Selatan, Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65124
  5. Indie Mushroom, Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur 65336

Tujuan dari SPL prodi ini adalah agar seluruh mahasiswa dapat mengetahui praktik kegiatan ekonomi dan bisnis dalam lembaga keuangan maupun perusahaan makro dan mikro secara nyata sebelum dikaji lebih lanjut teori dan landasannya dalam perkuliahan, ataupun sebaliknya. Reyzin

 

Ambalan Gembira: Menjalin Ukhuwah

0

Darussalam Gontor (PMDG) tahun ajaran 1439/2018, Koordinator Gerakan Pramuka mengadakan acara Ambalan Gembira Gugus Depan 15089 PMDG. Acara tersebut dilangsungkan selama 6 hari dimulai pada Sabtu (10/3) sampai Kamis (15/3) diikuti oleh segenap adika-adika ambalan yang merupakan siswa-siswa Kulliyatu-l-Mua’allimin Al-Islamiyah (KMI) kelas 3 Intensif dan 4.

Ambalan Gembira diisi dengan beberapa perlombaan, dimana perlombaan ini dibagi menjadi dua kategori; pertama, kategori ketangkasan dalam pramuka, seperti lomba Semaphore, Pioneering, Pidato Dwi Bahasa, Puisi, Cerdas Cermat, Memanah, Sandi-sandi, dan morse. Kedua, kategori permainan, seperti lomba Music Soccer, Table Soccer, Fun Board, Goyang Tomat, Tebak Kata, Peta Buta, Dargon Ball, Scrabble, Perang Sarung, Ambalan Warior, Panco, Bowling, Kursi Joget, Morse, Dorong Bambu, dan Golf.

Puncak acara berupa Pentas Seni, dilangsungkan pada hari Kamis (15/3) siang di Lapangan Sembilan Windu dan dibuka oleh Al-Ustadz Sabar, S.Ag. Beberapa penampilan diapresiasikan pada kesempatan ini, seperti Reog Ponorogo, Campursari, Kentongan, Saman Revolution, dll.

Tujuan diadakannya pentas ini adalah meningkatan kreativitas santri dan juga menjalin ukhuwah di antara adika-adika ambalan. Ahsyi

.

 

Pembina Gembira: Pramuka itu Bahagia

0

DARUSSALAM-Selain Ambalan Gembira, Kamis (15/3) Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) juga mengadakan Pembina Gembira. Acara ini berupa perlombaan-perlombaan yang dikhususkan untuk Pembina Penegak/Ambalan/Laksana. Setiap Gugus Depan (Gudep) mengirim 20 orang untuk mengikuti 10 lomba yang disediakan: Morse, Semaphore, Pioneering, Ninja Warior, Lukis Wajah, Bambu Gila, Fun Board, Soccer, dan Joget Tomat. Total peserta mencapai 200 orang.

Acara ini berjalan seru dan menarik. Salah satu acara yang paling seru adalah Bambu Gila, dimana para peserta diadu kekuatan kelompoknya dengan saling mendorong bambu, bagi yang jatuh maka dinyatakan kalah. Lomba lain yang tidak kalah menarik adalah Lukis Wajah, peserta lomba diminta untuk melukis wajah temannya sesuai tema yang diminta juri. Lomba ini diwarnai gelak tawa para peserta dan penonton, juri pun tidak luput dari keseruan lomba ini. Hasil pemenang dalam lomba ini akan diumumkan di depan seluruh adika saat Penutupan Pramuka AaRum

Peringati 51 Tahun Pascapersemar, Gontor Hadirkan Kiai Masykur Abdul Mu’id

0

GONTOR–Tepat 51 tahun yang lalu, pada tanggal 19 Maret 1967, telah terjadi peristiwa yang sangat memalukan dan memilukan bagi ummat Islam. Peristiwa itu dikenal dengan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar). Peristiwa dalam bentuk protes dan demonstrasi, yang dilakukan sekelompok ustadz dan santri terhadap Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bertujuan menurunkan secara paksa Trimurti dari kedudukannya sebagai Pimpinan PMDG dan mengambil alih kekuasaan beliau.

Para santri yang posisinya adalah sebagai pendatang, justru malah mengusir kiainya. Ibarat tamu yang mengusir pemilik rumah dari tempat tinggalnya. Tindakan hina dan tercela ini berujung pengusiran terhadap sejumlah ustad yang mendalanginya dan seluruh santri yang ada pada saat itu, yang jumlahnya telah mencapai 1.500 santri.

Senin, (19/3) Peringatan Persemar diadakan di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) diikuti dan dihadiri Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, dan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyih, serta seluruh santri dan asatidz PMDG beserta para istri.

KH Masykur Abdul Mu'id.JPG (5)Salah seorang saksi hidup persemar yang diundang kali ini adalah K.H. Masykur Abdul Mu’id, “Jadi kalau saya dipanggil oleh Gontor kapanpun saya harus datang, saya harus sami’na wa atha’na dan tidak akan banyak berkomenatar”. Ujar beliau dalam sambutannya. Pasca Persemar, seluruh santri dipulangkan dari Pondok kepada orang tuanya, dan tidak boleh kembali ke Pondok kecuali mereka yang mendapat surat panggilan dari Pimpinan Pondok. Kiai Masykur merupakan salah satu santri yang dipanggil kembali ke Pondok dan bisa kembali belajar serta menempuh pendidikan di PMDG hingga tamat. Dan sekarang beliau menjadi salah satu tokoh besar di masyarakat dan menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.

Selain Kiai Masykur ada beberapa tokoh saksi hidup persemar lainnya yang ikut hadir, yaitu: K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, Al-Ustadz Abdullah Rofi’i, Al-Ustadz H. Syarif Abadi, dan Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, BA.

Setelah diadakannya peringatan di PMDG Kampus Pusat, Pimpinan Pondok mengutus beberapa guru senior yang menjadi saksi hidup peristiwa bersejarah itu untuk mengisi acara peringatan Persemar di kampus-kampus PMDG dalam dan luar pulau Jawa. Muis

Saka Bakti Husada Ikhlas Bakti Bina Menuju Hidup Sehat

0

Darussalam – Selalu aktif dalam mengelola segala kegiatan yang berguna untuk pengembangan bakat dan ketrampilan santriwatinya. Hal ini ditunjukkan dengan terselenggaranya Saka Bakti Husada pada Selasa, 18 Jumadil Akhir 1439 H yang bertepatan dengan 6 Maret 2018 M. Saka Bakti Husada adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.

Praktek Pertolongan Pertama Pada Pernafasan
Praktek Pertolongan Pertama Pada Pernafasan

Acara di bawah naungan dan kepanitiaan Mabikori serta Koordinator Gerakan Pramuka ini terlaksana di Pendopo  Baru Gontor Putri Kampus 2, yang memakan waktu selama 2 hari. Kurang lebih 70 pasang mata yang berasal dari kelas 4 dan 3 Intensif tampak antusias dalam menyimak beragam materi dan praktek yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Mantingan ini. Dari mulai penjelasan tentang berbagai macam krida dalam Bakti Husada yang terdiri dari krida bina lingkungan sehat, keluarga sehat, penangulangan penyakit, gizi, obat, sampai perilaku hidup bersih dan sehat, seluruhnya tersampaikan secara utuh dan maksimal. hanin_y

PPL: Sarana Tingkatkan Kreativitas Pramuka Gontor

0

‌Gontor-Koordinator Gerakan Pramuka Gontor kembali adakan Praktik Pengayaan Lapangan (PPL) bagi adika penegak dari kelas 3 Intensif dan 4. Pada tahun ini, PPL dilaksanakan selama 3 gelombang dalam 3 Minggu, bermula dari Kamis (15/2) lalu hingga Kamis yang akan datang (29/2).

Acaratersebut diadakan dalam bentuk latihan membuat berbagai kerajinan tangan dari bahan yang ada di sekitar, seperti barang-barang bekas dsb yang sudah ditentukan temanya oleh panitia.  Kerajinan-kerajinan yang dibuat dapat berupa hiasan, mainan sederhana, alat serbaguna dsb. Penilaian dalam PPL ini tidak hanya diambil dari hasil karya, namun dari cara menyajikan/langkah pembuatan kerajinan di depan adik kelas mereka. PPL ini diadakan dalam 3 gelombang, gelombang pertama yaitu PPL Perdana bagi 40 orang terpilih, sisanya pada gelombang 2 dan 3.

‌Agenda ini selalu mendapat tanggapan baik dari adika kelas 1-3 dan merupakan agenda yang paling ditunggu, karena agenda tersebut merupakan salah satu momen yang menyenangkan. Selain itu, mereka juga mendapat banyak pengetahuan mengenai pemanfaatan barang yang ada di sekeliling mereka. Sand88

Tasyakuran dan Peresmian Sekretariat Baru IKPM Cab. Kairo Oleh KH. Hasan Abdullah Sahal

0

Rumah yang dirancang sekian lama oleh Panitia Pengadaan Sekretariat Permanen (PPSP) IKPM Cabang Kairo sejak tahun 2006, kini telah diresmikan langsung oleh KH. Hasan Abdullah Sahal pada Rabu (27/2) di Sekretariat baru, Gami, Hay Asyir.

Pak Kyai mengimbau kepada warga IKPM untuk mempergunakan sekretariat ini dengan sebaik-baiknya. Beliau juga menegaskan jangan sampai dengan adanya sekretariat, justru kita tidak berbaur dengan orang-orang di luar sana (selain ikpm). “Yang menentukan baik buruknya sekretariat itu adalah kalian sendiri. Kalain harus selalu ingat selalu, mengapa diadakan sekretariat dan untuk apa ada sekretariat, agar kita dapat menyesuaikannya dengan baik dan manfaat,” tegas pak Hasan.

“Sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang berguna. Karena sibuk dengan sesuatu yang tidak ada gunanya sama dengan kekosongan dan pengangguran. Dan yang menentukan kamu penting atau tidak serta apa dan siapa kamu adalah apa yang kau kerjakan,” lanjutnya.

Rumah ini telah resmi menjadi milik IKPM sejak tanggal 18 April 2017 dengan penyerahan akad rumah secara simbolik di KBRI Kairo yang dihadiri oleh Atdik KBRI Kairo, Bapal Usman Syihab, perwakilan Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO), Bapak Subhan Jaelani dan Bapak Isa Anshori, beserta beberapa senior dari IKPM. Pada saat itu kepemilikan rumah secara penuh resmi diberikan oleh pemilik lama, Mustafa Atif ke perwakilan pemilik rumah baru, Umar Haras.

Usai resmi diserahkan oleh pemilik, rumah IKPM segera mulai direnovasi oleh warga ikpm dengan seluruh SDM nya. Namun proses renovasi tergolong lambat dikarenakan SDM yang terbatas juga karena kendala ujian termin kedua dan kebanyakan mahasiswa kurang luwes dan kurang pengalaman sehingga tidak bisa ditinggal dan harus dibimbing.

Farhan Azis Wildani, selaku ketua IKPM Cabang Kairo tahun ini, mengatakan bahwa pengadaan sekretariat ikpm tidak sampai disini saja. “Dengan penuh doa dan dukungan dari pak Kyai serta antum semua, kelak kita akan memperluas dan memperbesar sekretariat agar dapat diisi lengkap oleh seluruh warga IKPM Kairo,” tutup Farhan

Dikutip dari www.ikpmkairo.com

http://www.ikpmkairo.com/2018/03/tasyakuran-dan-peresmian-sekretariat.htmlikpmcairo