Home Blog Page 325

Peringatan Persemar di PMDG Kampus 6 Berjalan Lancar

0

MAGELANG–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar Peringatan Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar) di PMDG Kampus 6 Magelang, Sabtu (31/3). Acara berlangsung dari pukul 07.00–10.30; dihadiri langsung oleh salah satu saksi hidup Persemar, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan didampingi oleh Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.LS  .

Di awal acara, Al-Ustadz Sunanto WR, M.A. Wakil Pengasuh PMDG Kampus 6 menyampaikan rasa syukur yang sangat dengan kehadiran Rektor Universitas Darussalam, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.  serta Ketua Dekan Ushuluddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.Ls. di PMDG Kampus 6 Darul Qiyam ini. “Alhamdulillah, bersyukur pondok kita dihadiri oleh Kiai kita, guru kita, ayah kita, keluarga kita” tutur Al-Ustadz Sunanto.

Al-Ustadz Syamsul menyampaikan Bab I dan Bab II mengenai “Usaha mengambil alih Pimpinan atau menghancurkan Pondok Modern Gontor” dan “Maklumat Pimpinan” serta Pokok-Pokok Pidato K.H. Imam Zarkasyi di akhir acara, lalu Al-Ustadz Sunanto membaca Bab III tentang “Keputusan Mukernas dan Upgrading Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM)” dan Al-Ustadz Nur Hasyim, Lc. Tentang pernyataan para tokoh Nasional mengenai Persemar 1967.

Persemar kali ini diikuti oleh 1204 santri dan 140 guru, mereka tampak khidmat dalam menyimak seluruh penjelasan tentang persemar dari salah satu putra Trimurti, K.H. Imam Zarkasyi, yaitu Kiai Amal. Ia menjelaskan seluruh peristiwa dengan jelas. Seusai acara, rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Rakafadel

Gontor 11 Adakan Peringatan Persemar 1967

0

Sulit Air-Sabtu (24/3), PMDG Kampus 11 mengadakan peringatan Persemar 1967 di BPPM. Peringatan ini dihadiri oleh utusan Pimpinan Gontor yang juga salah satu saksi hidup kejadian itu, Al-Ustadz Abdullah Rofi’i, S.Ag. didampingi oleh Al-Ustadz Farid Sulistyo, Lc. Wakil Direktur KMI. Acara dimulai pukul 07.30 WIB, karena memang kegiatan di Gontor 11 jadwalnya lebih lambat 30 menit dari Gontor Pusat disesuaikan dengan kondisi geografis sana.

Diawali dengan sambutan oleh Wakil Pengasuh Gontor 11, Al-Ustadz Witoto, S.Pd.I dan langsung dilanjutkan dengan acara inti yang disampaikan oleh Ustadz Rofi’i. Seusai istirahat pertama, Acara berlanjut ke pembacaan Kisah Persemar yang dibawakan oleh Ustadz Farid. Selain tentang Persemar, Ustadz Farid juga menjelaskan perkembangan Gontor saat ini baik dari segi akademis maupun pembangunan yang berjalan. Acara peringatan ini selesai pukul 12.00 WIB, lalu diadakan perfotoan bersama seluruh santri dan guru di depan BPPM.

Kesempatan ini digunakan betul-betul oleh rombongan Gontor untuk memotivasi santri dan guru-guru di sana. Ust Rofi’i dan Ust Farid hadir dalam belajar malam bersama santri-santri, memantau langsung perkembangan pembelajaran di sana. Setelah itu beliau mengumpulkan guru-guru di Kantor KMI dan memotivasi mereka.

Keesokan harinya, Rombongan Gontor diberi kesempatan untuk menapaktilasi tempat-tempat bersejarah bagi Gontor, yaitu Pondok Thowalib, tempat belajarnya K.H. Imam Zarkasyi (Trimurti Gontor) selama 6 tahun (1930-1936) di Padang Panjang. AaRum

Mendidik Anak Lahir Batin

0

Tidak ada orang tua yang mempunyai maksud atau tujuan agar anaknya menjadi anak yang tidak saleh, tidak ada guru yang ingin anak muridnya menjadi tidak baik atau nakal dan juga tidak ada kyai yang ingin santrinya menjadi santri yang tidak alim. Hanya saja, proses yang ditempuh untuk mewujudkan dan mengusahakan niat yang baik itu susah.

Kalau dulu banyak yang menggantungkan dan menyerahkan nasibnya kepada Allah. Dulu juga banyak kyai yang alim berdoa kapada Allah agar anaknya menjadi alim, dan banyak juga ibu yang tidak mampu mendidik anaknya, ingin anaknya menjadi anak yang saleh dengan puasa tirakat. Maka jangan heran kalau banyak anak kyai yang pintar tanpa harus belajar. Itulah semua dilakukan oleh orang tuanya dengan tirakat, meninggalkan segala perbuatan maksiat dan juga tidak melakukan kesalahan, sehingga anaknya menjadi anak yang baik. Jadi dulu banyak yang seperti itu, tanpa harus belajar banyak.

Apakah sekarang bisa seperti itu? Kalau sekarang jauh untuk melakukan tirakat, karena banyak hal yang tidak mendukung adanya puasa secara terus-menerus. Sehinggga kalau sekarang kita melakukan puasa tirakat ini terasa sulit. Jadi sekarang banyak orang tua yang lebih memilih cara yang nyata atau lahir, yaitu lebih cenderung ke lembaga pendidikan. Kira-kira hal yang bagaimana yang pantas untuk membuat anak atau murid kita sukses, apakah hanya dengan ibadah tanpa adanya usaha atau usaha terus-menerus tanpa adanya doa atau ibadah?

Rasanya kalau yang pertama untuk sekarang ini sulit, tawakkal terus kepada Allah tanpa adanya usaha. Bukan hanya dengan tirakat, tapi harus juga dengan usaha. Bagi seorang guru, ia harus memberi tugas kepada muridnya dan jangan lupa juga mendoakan mereka. Tapi saya yakin seorang guru mempunyai tujuan yang sama dengan orang tua, bahwa kedua belah pihak menginginkan anak-anak atau murid-muridnya lebih baik dan pintar serta sukses.

Demikian juga halnya seorang pimpinan tentu berkeinginan agar anak buahnya lebih baik. Maka dari itu, rasanya untuk tirakat pada saat ini terasa sulit, selain itu suasananya tidak mendukung banyak makanan di mana-mana. Ketika mau berpuasa ada saja yang menawarkan makanan yang tidak mendukung untuk berpuasa tirakat.

Sulit rasanya mengikuti sunah Nabi dalam mengatur pola makan. Nabi itu tidak makan kecuali dalam keadaan sangat lapar dan kalau makan tidak terlalu kenyang. Sehingga serasa sulit bagi orang zaman sekarang untuk menerapkannya, yang pada akhirnya orang zaman sekarang tidak banyak yang dapat melaksanakan puasa tirakat. Untuk itu, orang zaman sekarang mau tidak mau harus menggunakan cara lahiriah dan mendidik secara langsung, yaitu dengan cara diarahkan, dikontrol serta diberi penugasan. Namun kadang-kadang banyak orang tua yang tidak sempat mendidik anaknya secara langsung dan jarang bertemu dengan anaknya. Bahkan terdapat anak yang merasa jauh dari orang tuanya, sehingga banyak anak yang tidak berbakti dan menurut kepada orang tuanya.

Maka kita hendaknya tidak hanya mengajarkan secara lahiriah, namun juga batiniah. Kedua-duanya itulah yang akan menyebabkan keberhasilan dan menjadikan anaknya itu baik. Dulu banyak orang tua yang tidak terlalu pintar namun anaknya itu baik-baik dan pintar-pintar. Orang tua zaman dahulu kebanyakan tidak pandai-pandai, namun tirakatnya tinggi serta perhatiannya terhadap anak juga tinggi. Zaman dahulu anaknya banyak-banyak dan baik-baik, beda dengan sekarang sudah sedikit dan tidak semuanya baik dan sukses.

Maka dari itu, siapapun nanti suatu saat akan menjadi orang tua. Maka hendaklah kelak mendidik anak-anaknya dengan baik, dengan juga mendoakan mereka. Namun juga tidak hanya didoakan atau ditirakati saja, namun juga harus dididik secara lahiriah dengan diperhatikan dan diberi kewajiban serta diiringi dengan doa.

 

Perkajum Gelombang VI Hadirkan Suasana Baru

0

PONOROGO–Perkemahan Kamis Jum’at (Perkajum) gelombang VI menghadirkan suasana yang berbeda dengan perkajum sebelum-sebelumnya. Perkajum kali ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang menarik di Area Bumi Perkemahan (Buper) yang bertempat di Desa Wilangan, Sambit, Ponorogo.

Sesampainya di bumi perkemahan peserta langsung diarahkan untuk membangun tenda, lalu persiapan acara Unggun Gembira, acara ini berbentuk penyalaan api unggun disertai dengan pertunjukan-pertunjukan dari peserta. Ada yang menampilkan tarian modern, tarian daerah, drama, nasyid, dll.

Jum’at pagi, seluruh peserta mengikuti senam bersama, gerakan senam pramuka sangat berbeda dengan senam biasa. Senam pramuka lebih fleksibel, lebih energik. Seluruh peserta menikmati kegiatan ini, kegiatan demi kegiatan berjalan baik. Hingga acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para adika, yaitu perlombaan antar Gugus Depan.

Fariz Karimullah, Penanggungjawab Acara Perkajum Gelombang VI menjelaskan, dalam Perkajum ini terdapat berbagai macam perlombaan menarik bagi seluruh adika, diantaranya; futsal, joget kursi, joget tomat, lomba memasak, bambu gila, sarung fighter, dsb.

“Perkajum kali ini berbeda dengan biasanya, sekarang ada perlombaan antar gudep di area buper, walaupun gaada hiking, alhamdulillah semua adika gembira” ujar Fariz.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jum’at, 22-23 Maret 2018 dan diikuti oleh 430 peserta, terdiri dari 400 adika siswa baru, dan 30 orang dari Asisten Koordinator (Pasukan Garuda, Dewan Kerja Koordinator, Marching Band, dan Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan). Rakafadel

BKSM: Adakan Pelatihan Pertolongan Gawat Darurat bagi Santri Gontor

0

DARUSSALAM–Demi menjaga keselamatan dan kesehatan santri, Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) cabang Surabaya, Madiun, Ponorogo, dan Magetan mengadakan Pelatihan Pertolongan Gawat Darurat (PPGD) bagi segenap santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). “BSMI adalah sebuah organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan, secara resmi Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor AHU-72.AH.01.06.Tahun 2008. Walaupun berusia jauh dari pendahulunya Palang Merah Indonesia (PMI), BSMI memiliki peran hadir dengan gagasan baru dan bahkan aktif di dunia internasional.

DSC_4454Sabtu siang (17/2) pukul 14.00 WIB, diadakanlah Pelatihan Pertolongan Gawat Darurat di Aula Robithoh dengan diikuti peserta yang berjumlah 205 santri. Pengikut acara ini terdiri dari Anggota Persatuan Olahraga Pemain Inti Gontor (PORPIG), Pengurus Rayon, Pengurus Kelas 4, Staf bagian- bagian OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka, Staf Diesel, serta Pembangunan.

Acara ini terbagi menjadi 3 sesi, sesi pertama pembukaan, sesi kedua penjelasan teori pertolongan gawat darurat dan sesi ketiga praktek teori pertolongan bersama Pelatih dari BSMI. “Dengan adannya acara ini, diharapkan para santri bisa memberikan pertolongan kepada temannya dalam keadaan darurat, juga untuk meringankan atau menanggulanginya”, ujar Al-Ustadz Ridlo Febriansyah ketika diwawancarai oleh kru Darussalam Pos. rukh

Dubes Republik Korea untuk Indonesia Kunjungi Gontor

0

GONTOR-Kim Chang Beom, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, adakan kunjungan pertamanya ke Gontor pada Ahad pagi (18/3). Beliau merupakan Duta Besar Republik Korea yang baru saja bertugas di Indonesia sekitar 2 bulan. Beliau hadir di Gontor atas undangan yang disampaikan oleh Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dibantu Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A, dan juga karena keingintahuan beliau tentang Gontor yang namanya sudah terdengar dimana-mana. Selain berkunjung ke Gontor beliau memiliki agenda utama mengisi seminar yang berjudul “Kerjasama Republik Korea dan Indonesia melalui Diplomasi Budaya” di depan seluruh mahasiswa Unida Gontor Kampus Siman pada siang harinya.

Kunjungan beliau ke PMDG mendapat sambutan yang hangat dari Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, beserta guru senior lainnya di Kantor Pimpinan PMDG. Di dalam perbincangan, beliau menyampaikan dengan Bahasa Inggris bahwasanya di Republik Korea juga banyak terdapat lembaga pendidikan dengan sistem Boarding School seperti halnya Gontor, namun tidak Islami. Selain itu, kedua pihak juga saling bertukar informasi mengenai kebudayaan dsb. Tidak jarang Kim Chang Beom berbahasa Indonesia, karena sebelumnya beliau sudah pernah tinggal sekitar 2-3 tahun di Indonesia. Setelah cukup lama berbincang, diadakanlah perfotoan bersama dengan latar Masjid Jami’ dan Aula Pertemuan. sand88

Ujian Lisan Siswa Akhir KMI: Persaingan Ketat Tersaji selama di Ruang Ujian

0
Suasana Ujian Lisan Siswa Akhir KMI 2018 di Gedung Sudan, PMDG.
Suasana Ujian Lisan Siswa Akhir KMI 2018 di Gedung Sudan, PMDG.

GONTOR – Diadakanya ujian Siswa Akhir KMI selain menambah wawasan keilmuwan, ternyata juga menghadirkan persaingan ketat bagi sesama teman yang diuji dalam satu ruangan yang berjumlah 2 orang. Pasalnya, di dalam ruang ujian mereka berdua saling berkompetisi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Meski begitu, persaingan berjalan profesional. Seluruh Siswa sangat antusias dalam mengikuti ujian ini. Karena ujian ini juga akan menjadi tolak ukur nilai kesuksesan mereka di Gontor.

Hal itu telah dilaksanakan pada hari Kamis, (1/3) s.d. Selasa (13/3)  di Gedung Sudan 1 dan 2 Pondok Modern Darussalam Gontor. Al-Ustadz Aip Wahidul Latief, S.H. selaku pembimbing Siswa Akhir KMI 2018, mengatakan bahwa kualitas ujian kelas 6 akan bias diukur dari kesungguhan dan ketekunan mereka dalam mempersiapkan ujian ini, khususnya di ujian lisan Siswa Akhir.

“Kami akan memanfaatkan waktu Sebaik-baiknya dalam mempersiapakan seluruh ujian yang ada di kelas 6 yaitu; ujian Tarbiyah  Amaliyah, ujian lisan, dan ujian tulis. “ujar Hisyam, salah satu siswa akhir KMI 2018.*aff

 

KGP Adakan Mugus bagi Adika Ambalan

0

GONTOR-Menginjak beberapa bulan sebelum dimulainya tahun ajaran baru dalam kepramukaan, Gontor mengadakan Musyawarah Gugus Depan yang melibatkan adika kelas 3 intensif dan 4, mereka adalah calon Pembina pada tahun ajaran berikutnya setelah lulus mengikuti KMD. Agenda tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jum’at (8-9/3) bertempat di Gedung Olahraga PMDG.

Musyawarah Gugus Depan dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama adalah sidang Pleno, dalam sesi ini, setiap bagian dari gugus depan secara umum akan membacakan anggaran dasar yang sudah direvisi pada Mugus sebelumnya, kemudian para peserta Mugus mengajukan penambahan ayat, pengubahan redaksi, ataupun penghapusan ayat dan pasal dalam secarik kertas kecil yang sudah disiapkan panitia. Adapun sesi kedua adalah sidang komisi, seluruh adika kelas 3 intensif dan 4 terbagi menjadi 10 komisi dengan jumlah yang sama, kemudian didalam setiap komisi akan dibahas mengenai pengajuan penambahan atau pengurangan ayat maupun redaksi yang sudah diajukan pada sidang pleno. Sesi yang ketiga adalah sidang paripurna, dimana semua ajuan pendapat akan dibahas bersama-sama, disepakati bersama maupun ditolak bersama pula, hasil dari sidang paripurna inilah yang akan menjadi revisi anggaran dasar Mugus Depan pada tahun ajaran baru nantinya.

Berapanitiakan sekitar 60 personil dari adika kelas 3 intensif dan 4, Mugus berjalan dengan baik dan mendapat kesan yang baik pula dari para adika kelas 3 intensif dan 4. Di dalam kepanitiaan ini, mereka tidak hanya terdidik bagaimana mengadakan sebuah acara, namun Mugus mengajari mereka arti penting dari musyawarah, mengingat itu adalah anjuran Islam. Di dalam musyawarah mereka akan menemukan banyak pertentangan pendapat dan pengetahuan baru yang dapat memperluas wawasan. Sand88

Pimpinan Pondok Kiai Hasan Berkunjung ke Al-Madinah Al-Munawwarah

0

MADINAH – Pada hari Selasa (20/2) lalu, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta rombongan berkunjung ke Al-Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi.

1Pada kunjungan kali ini, Kiai Hasan bertujuan ingin menghadiri acara Silaturahim Akbar dan Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah. Kunjungan beliau kali ini betul-betul memberikan respon positif bagi seluruh alumni PMDG yang sedang bertugas dan menuntut ilmu disana. Dalam kunjungan kali ini juga, Kiai Hasan berkesempatan untuk melakukan silaturahim dengan Wakil Rektor Universitas Islam Madinah dan para Masyaikh dari universitas tersebut.

Selain menghadiri acara Silaturahim dengan beberapa pihak di Madinah, beliau bersama rombongan pun dapat menunaikan ibadah Umrah di sela-sela jadwal kegiatan disana. Masih dalam hal kunjungan, kali ini tidak berhenti di kota Madinah saja, melainkan Kiai Hasan bersama rombongan akan berkunjung juga ke negara Mesir.

Di negara yang oleh para Ulama disebut negeri Kinanah ini, rombongan akan mengadakan kunjungan silaturahmi ke IKPM Cabang Kairo serta bertemu dengan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Muhammed Al-Thayyeb yang pernah berkunjung ke PMDG pada bulan Februari tahun 2017 lalu, dalam rangka Pembukaan Rentetan Acara Peringatan 90 Tahun PMDG.

“Kita semua tentu harus selalu mendoakan agar beliau tetap sehat dan terus memotivasi kita dalam hal menuntut ilmu di negeri orang lain yang jauh dari Tanah Air Indonesia,” ujar salah satu alumni PMDG yang hadir pada acara Silaturahim IKPM di Madinah. (biibmufassir)

Medical Check Up Guru Senior 2018

0

Medical Check Up atau MCU merupakan suatu kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Staf Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) dengan bantuan dari pihak laboraturium tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bapak dan ibu guru senior, yang sebagian besar telah menginjak umur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2018 ini, staff BKSM memilih Laboraturium Pramita cabang Madiun untuk menjadi mitra dalam mensukseskan acara MCU bapak dan ibu guru senior.  Acara ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2018 lalu, di BKSM. Acara dimulai pukul 7 pagi sampai pukul 11 siang.

Pihak Laboraturium dan klinik Pramita mengirimkan 10 orang, 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan untuk menjaga di bagian masing-masing. Untuk mempermudah antrian dan juga mempersingkat waktu, maka staff BKSM membagi waktu check up 2 bagian, yaitu; pukul 7, bagi yang berusia 40 tahun ke atas, dan pukul 8, bagi yang berusia 40 tahun ke bawah.

Sistematika pelaksanaan acara adalah sebagai berikut: semua peserta MCU berpuasa dari makan dan minum-minuman yang berwarna sekurang-kurangnya selama 10 jam terhitung mulai jam 9 malam sebelum acara, dan juga berpuasa dari hubungan suami istri selama 3 hari. Kemudian ketika acara berlangsung. Peserta akan diambil darahnya dan setelah itu mengambil sarapan yang telah dihidangkan oleh Staf BKSM. Setelah sarapan peserta MCU melakukan tes urin, dan 2 jam terhitung dari suapan pertama sarapan, peserta akan melakukan pengecekan darah untuk kedua kalinya. Setelah pengecekan darah untuk yang kedua kalinya maka peserta melakukan pengecekan ECG (jantung) di ruangan yang berbeda. Pengecekan ECG (jantung) merupakan akhir dari rentetan MCU, setelah selesai dari seluruh pengecekan, peserta MCU dipersilahkan untuk pulang. Pada MCU tahun ini, jumlah peserta MCU sebanyak 188 orang, terdiri dari 74 orang Bapak guru senior Gontor Pusat, Unida Siman, dan Gontor kampus dua, serta 88 orang Ibu guru senior dan janda.

Setelah diadakannya MCU, diharapkan Bapak guru senior dan ibu guru senior mengetahui hasil yang telah dibagikan dan melaksanakan saran yang diberikan oleh dokter pelaksana. Reyzin