Beranda Damaskus-Indah langit malam sebagai saksi awal semangat baru, perjalanan menuntut ilmu yang akan di mulai. Pembukaan belajar malam diresmikan pada jumat (8/12)lalu oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya dan dihadiri oleh seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 yang ustadzahnya pun ikutserta dalam pembukaannya. Semangat santri yang haus akan ilmu terlihat bergejolak setelah mereka habis tuntas merefresh akal pikiran dalam kurun waktu yang tak lebih dari 10 hari, membangun niat baru yang kokoh untuk menyambut masa depan yang gemilang dan tertata.
pembukaan belajar malam akhir semester
Belajar Malam meningkatkan kualitas diri sebagai seorang pelajar muslim yang intelek, seperti nasehat Trimurti” Jadilah Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu Agama”
Dalam Pembukaan ini Ustadz Umar mengatakan bahwa, “Gontor mendidik setiap santrinya untuk menjadi orang yang berilmu dalam kemandirian yang berkah, karena Allah telah menjanjikan derajat yang tinggi di sisi-Nya bagi orang-orang yang berilmu”. Orang yang memiliki ilmu tidak akan sama derajat dengan orang yang tidak berilmu di sisi Allah. Dan seseorang dapat dikatakan berilmu selama dia terus belajar, saat dia berhenti belajar dan merasa cukup dengan apa yang ada pada dirinya, itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Berjuang, perjuangan yang ikhlas. Belajar, Pelajaran yang ikhlas untuk mempertebal ozon keberkahan yang menyelimuti dunia pondok pesantren.
GONTOR–Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ponorogo menyelenggarakan Intermediate Training (LK II) di Aula Wisma Darussalam Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor). Acara diadakan selama tujuh hari, dimulai hari Sabtu (9/12) hingga Jum’at (15/12). Kegiatan ini merupakan upaya untuk membina kader HMI agar mempunyai kemampuan intelektual untuk memetakan peradaban dan memformulasikan gagasan dalam lingkup organisasi.
Dikatakan oleh Kiai Hasan, Mahasiswa itu suatu tingkatan yang lebih baik daripada orang yang berakal, karena mereka berilmu dan diberi amanat atau pertanggungjawaban atas ilmu yang dimiliki, mahasiswa itu akan terhormat jika diberi amanat, dan dengan amanat ini mereka memiliki misi untuk menyampaikan amanah tersebut kepada seluruh umat.
“Mahasiswa Islam, kalau kamu mau menjadi terhormat, peganglah amanat, jadilah orang yang terhormat, bukan hanya sekadar ingin dihormati,” tuturnya.
Latihan Kader II, kata Malyadi menambahkan, yang menginspirasi para mahasiswa untuk menjadi pemimpin di lingkungan apapun dalam berbagai tingkatan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif yang besar. Di sisi lain, LK II ini memberi semangat dan solusi kepada organisasi untuk memperoleh manfaat dari potensi mahasiswa secara optimal.
“Harapannya, setelah dilatih oleh para mentor, HMI mampu menjadi kader bangsa, teladan bagi mahasiswa dalam melakukan gerakan positif yang berkemajuan di berbagai bidang,” ungkap Malyadi. Adapun sebagai narasumber dalam pembukaan acara Intermediate Training (LK II) adalah Kiai Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan PM. Gontor), Husen Efendi (Ketua Umum HMI Cabang Ponorogo), serta pembicara kunci Bp. Malyadi (Ketua MD KAHMI Ponorogo). Rakafadel
BATU–Kebersamaan adalah kata kunci untuk mencapai kesuksesan. Sebuah lembaga tidak akan mampu mencapai titik keberhasilan, kecuali terjalin kerjasama yang baik antar komponen-komponen yang ada di dalamnya. Kebersamaan juga merupakan nilai yang diwariskan oleh Trimurti kepada generasi setelahnya. Para Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontro (PM. Gontor) selalu menyelesaikan problematika pondok dengan musyawarah, dipikirkan bersama, diputuskan bersama, dijalankan bersama ditaati bersama dengan seluruh keluarga PM. Gontor, baik guru maupun santri. Dengan demikian tercapailah berbagai keberhasilan baik yang bersifat ma‘nawi (penanaman Panca Jiwa, Moto, dan Filsafat hidup PM. Gontor) ataupun yang bersifat maady (pelaksanaan progam Panca Jangka). Sehingga dapat dipastikan, bahwa keberhasilan yang dicapai saat ini, adalah buah dari nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh subur sejak tahun didirikannya PM. Gontor.
Mengingat akan pentingnya arti kebersamaan tersebut, PM. Gontor dalam usianya yang ke-91 tahun, hendak membangun konsolidasi ke dalam guna melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan oleh Trimurti, mempererat tali persaudaraan antar kader, meningkatkan integritas terhadap nilai, jiwa, dan sistem serta menyamakan visi dan misi dan orientasi perjuangan di PM. Gontor (Tajdiidun Niyyah). Adapun salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan membangun integritas para kader dalam berjuang adalah melalui kegiatan keluarga yaitu “Silaturahmi dan Wisata”. Program tahunan ini dilaksanakan pada liburan pertengahan tahun berbentuk kegiatan wisata ke tempat-tempat tertentu yang disetujui Pimpinan PM. Gontor.
Untuk tahun ini, kegiatan yang bertemakan “Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Integritas, Satukan Visi, Misi, dan Orientasi Perjuangan di PM. Gontor” ini dilaksanakan di Batu, Malang, Jawa Timur berpusat di Hotel Purnama dan Palem Sari. Terpilihnya Batu sebagai tempat tujuan acara karena di sini banyak terdapat tempat wisata edukatif. Tujuan acara ini sekaligus mempererat ikatan keluarga PM. Gontor dengan Ikatan Keluarga Pondok Mpdern (IKPM) Cabang Malang.
Acara ini berlangsung tiga hari, Selasa–Kamis, 28–30 November 2017. Selain kegiatan wisata, berbagai acara keluarga pun dikemas dengan apik dan menarik. Panitia yang diketuai Ustadz M. Sabar, S.Ag. bersama Ustadz M. Afif Chamidi, S.Th.I., Ustadz Abdul Amim, S.Pd.I., dan Ustadz Hasan Muttaqin, S.Th.I. ini mengadakan beberapa acara; Makan siang di PM. Gontor Kampus 3 Kediri serta Pertemuan Internal Bapak Pimpinan dengan Peserta Tour di Nawangsari Hall, Hotel Purnama, Batu Pada Selasa (13/12). Pada Hari Rabu, (14/12) Panitia mengagendakan acara Olahraga bersama, perlombaan anak-anak, penyuluhan kesehatan, petik apel dan stroberi, Wisata ke Museum Angkut dan Pertemuan Peserta Tour dengan IKPM Malang pada malam hari. Pada hari Kamis (15/12) para peserta mulai Check out dari Hotel Purnama dan Palem Sari dilanjutkan Wisata ke Echo Green Park dan Jawa Timur Park 2. Usai berwisata, rombongan berlanjut ke Pusat Oleh-Oleh Brawijaya untuk membeli buah tangan. Reyzin
Darussalam – Pagi itu, Kamis (07/17), seluruh santriwati beserta para guru yang berjumlah sekitar 1400 orang berkumpul di masjid yang juga sebagai balai pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 untuk mengikuti acara pembukaan kegiatan pembelajaran pada semester dua. Dengan sangat disiplin acara ini dimulai pada pukul 07.00 WIB.
Bapak Wakil Pengasuh menyampaikan nasihatnya
Santriwati dan para guru mendengarkan dengan khidmat dan antusias nasihat Bapak Wakil Pengasuh, dalam nasihatnya Al-Ustadz K.H. Umar Said Wijaya, S.Ag mengingatkan para santriwati untuk memperbaharui niat dan tujuan mereka kembali ke Gontor”ادخلى في كونتور كافّة” , masuklah ke Gontor dengan utuh atau sepenuhnya, yang dimaksud adalah dengan seluruh jiwa dan raga. Jangan sampai raga kita di pondok tetapi hati dan jiwa kita masih berada di tempat lain.
Acara ini disambung dengan pesan dan nasihat dari Bapak Wakil Direktur Al-Ustadz Muhammad Fauzi,M.Ud. Beliau membuka seluruh kegiatan belajar mengajar pada semester dua secara resmi usai menggambarkan segala aktivitas pendidikan dan pengajaran setengah tahun kedepan.Hanin_y
KAMPUS 3 – Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Kediri telah melaksanakan Pembukaan Tahun Ajaran Baru (PTAB) untuk semester ke dua, Sabtu (9/12). Pembukaan kali ini dilaksanakan di Masjid Jami’, tidak di depan Gedung Syiria. Hal ini dikarenakan hujan turun ketika acara hendak dimulai pada pukul 06.00 pagi.
Mengingat pentingnya acara ini, Staf Kulliyatul Mu’aliminal Islamiyyah (KMI) memindahkannya ke Masjid agar tetap berjalan lancar. Acara ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali niat baru bagi seluruh jajaran keluarga Pondok Kampus 3, baik dari santri, atau pun para guru. Nasihat disampaikan oleh Drs. H. Hariyanto Abdul Jalal, M.Pd, selaku Wakil Pengasuh Kampus 3, dan Aris Hilmi Hulaimi, M.Ud, Wakil Direktur KMI Kampus 3.
Dalam sambutan, Wakil Pengasuh menyampaikan dengan tegas tentang keadaan dunia Islam sekarang terdapat konflik tentang klaim Yarusalem sebagai ibu kota Israel. Beliau manyatakan konflik tersebut sebagai penjajahan. “Karena hidup paling menderita adalah hidup dalam penjajahan,” ujarnya.
Tragedi di Palestina sebagai penjajahan fisik dan mental, Indonesia bersama Palestina. Namun, di pondok para santri diarahkan untuk melawan penjajahan kebodohan. “Kita di Pondok melawan penjajahan dan kemalasan,” ujarnya tegas di hadapan santri-santri dan guru-guru.
Selain itu, beliau juga menyampaikan, kemuliaan seseorang ketika meninggal dunia membela agama Allah. Hal demikian lebih baik dari pada meninggal dunia dengan melimpah harta benda hanya untuk perut dan dirinya.
“Semoga ini tidak jadi kesombongan , harapan negeri ini untuk membela Agama, menegakkan kejujuran, pengorbanan, siap untuk mendedikasikan dirinya untuk umat adalah santri-santri Gontor,” paparnya.
Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Dikertur KMI Kampus 3, berkenaan dengan hasil nilai santri di ujian semester 1 pekan lalu. Hasilnya, seluruh nilai santri mayoritas naik terkecuali santri kelas lima. Kenaikan ini menjadi prestasi bagi santri-santri, namun turunnya nilai santri-santri kelas lima menjadi evaluasi besar di semester ke dua ini.
Lebih tegasnya, baliau menekankan kepada para santri kendati buku-buku. Di semester ke dua, santri ditekankan lebih awal untuk melengkapi perlengkapan sekolah. “Kammiluu adawaatu dirasiyyatikum. Lengkapilah peralatan-peralatan sekolah kalian,” ujarnya,
Maka, buku menjadi perhatian besar dalam sambutan wakil Direktur. Bertujuan untuk mengingatkan kembali dengan segera kepada santri untuk memulai belajar di awal-awal ini, “Suyuufukum fi hadal ma’had, al-kitab wal qolam. Pedang kalian di pondok ini yaitu buku dan pena,” lanjutnya dalam nasihat.
Saat ini, seluruh santri dan guru berdisiplin,yaitu datang ke Pondok Kampus 3 tepat pada waktunya, Kamis, (7/12). Dari jumlah santri 1340, hanya sekitar 88 santri belum hadir di pondok karena beberapa kepentingan atau problem di rumah dan itu melalui izin dari Staf Pengasuhan Santri atas keterlambaatnya.
TULUNGAGUNG–Kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan kegiatan ektrakulikuler yang wajib dikuti oleh seluruh santri, disebabkan pendidikan kepemimpinan dan mental di dalamnya telah memunculkan para pemimpin yang sukses berkiprah di masyarakat. Dalam rangka meningkatkan efektifitas kepramukaan di Gontor, Majelis Pembimbing Koordinator Pramuka Harian (Mabikori) mengadakan agenda Search and Rescue yang biasa disingkat SAR secara rutin setiap tahunnya.
Pada tahun ini kegiatan SAR dilaksanakan pada tanggal 10–14 Rabi‘ul Awwal 1439/28 November–2 Desember 2017 bertempat di bendungan Wonorejo, Tulungagung. Adapun kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta Vertical Rescue, Water Rescue, Survival, Navigasi darat dan air, dan Metode Penyelamatan.
Peserta kegiatan ini adalah anggota Pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega dari santri Gontor dari kelas 1-5 KMI yang berjumlah 88 orang dan 8 orang pembimbing, serta telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Pramuka yang direkomendasikan oleh gugus depannya
Aktif di gugus depan
Berbadan sehat dibuktikan dengan surat keterangan dokter
Mendapat izin tertulis dari orangtua/wali dan kepala sekolah
Sanggup membayar biaya yang diperlukan
Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan sesuatu yang bersifat positif dan bermanfaat bagi segenap peserta didik Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 Pondok Modern Darussalam Gontor, agar mereka dapat mengerti dan memahami tentang kebersamaan, keharmonisan dalam suatu kelompok.
Menurut pengalaman yang ada, para peserta kegiatan SAR terbukti mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam pertolongan pada kecelakaan serta terbukti dapat lebih memahami arti kepramukaan sebagai kegiatan yang baik dan menyenangkan di luar kelas. Sand88
MOJOKERTO-Pada Rabu pagi, 28 November 2017 Pondok Pesantren As-Salam, Bangsal, Mojokerto mengadakan Peresmian Masjid “Nurussalam” yang berlokasi di dalam kampus. Peresmian tersebut dilaksanakan di pelataran masjid yang baru selesai dibangun.
Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh masyarakat, segenap pengurus pesantren, dan beberapa pengurus IKPM Gontor cabang Mojokerto. Bertugas sebagai peresmi masjid tersebut K.H. Hasan Abdullah Sahal, dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW oleh K.H. Fathurrohman, Pimpinan Pondok Miftahus-Syari‘ah.
Sebelum meresmikan masjid, Kiai Hasan menyampaikan pidato singkat.
Agenda berakhir dengan ramah tamah dan perfotoan bersama santri dan Pimpinan Pesantren As-Salam, Al-Ustadz Habib Achmad Ghozali, S.E., sekalian istri.
GRESIK-Segenap Pengurus Langgar Darul Muttaqin, Manyar, Gresik dibantu oleh pengurus IKPM Gontor cabang Gresik mengadakan Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda yang bertempat di Desa Sembayat, Kec. Manyar, Kab. Gresik, agenda tersebut dihadiri oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal sebagai pembicaranya. Agenda yang telah dilaksanakan pada Sabtu malam (2/12) tersebut dihadiri oleh masyarakat yang jumlahnya mencapai ratusan.
Dalam agenda tersebut, Kiai Hasan menyampaikan banyak hal terkait Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai dari keistimewaan pribadi beliau hingga semua ajaran-ajarannya yang masih diterapkan hingga saat ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan dengan tegas betapa pentingnya menjaga keimanan dan keislaman dari berbagai polemik yang ada pada saat ini dengan cara kembali kepada ajaran-ajaran Islam yang pernah diajarkan Allah SWT melalui para Nabi dan Rasul-Nya. Para hadirinpun menanggapi semua yang disampaikan dengan penuh antusias.
Agenda diakhiri dengan do’a bersama dan ramah tamah di kediaman salah seorang alumni Gontor di Desa Sembayat, Gresik.
GONTOR – Gontor FC berhasil meraih poin penuh pada laga persahabatan melawan Sidoarjo FC di Darussalam Gontor Stadium, Jumat (7/12), petang. Gontor FC menang telak atas tim tamu dengan skor akhir 4-0. Perlu diketahui, Gontor FC disini merupakan skuat gabungan dari para pemain sepak bola Pormada, Gontor Kampus 2, Universitas Darussalam, dan Tunhar.
Pimpinan PMDG, Kiai Hasan dan Kiai Syamsul, ditemani oleh Bapak Kapolsek Mlarak, terlihat serius menyaksikan laga persahabatan antara Gontor FC VS Sidoarjo FC sore (7/12) tadi.
Berkesempatan hadir untuk membuka dan menyaksikan laga persahabatan ini secara langsung, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, juga ikut hadir menemani beliau berdua pada kesempatan kali ini, Kapolsek Mlarak, yang sedari awal terlihat serius memperhatikan ragam permainan yang ditunjukkan oleh kedua tim.
Hujan deras sempat mengguyur Stadion Darussalam sebelum ditiupnya peluit pertanda dimulainya pertandingan babak pertama. Namun, kondisi cuaca tersebut tidak membuat lapangan menjadi basah tergenang air, berkat sistem penyerapan air dari stadion yang telah dibuat sesuai dengan standar stadion sepak bola yang baik. Terlihat kedua tim pun tidak kesulitan dalam mengembangkan permainan.
Gontor FC yang tak mau kehilangan meraih poin penuh di kandang sendiri berusaha terus menekan pertahanan tamunya sejak menit awal. Namun, penjagaan ketat dari kubu Sidoarjo FC pun selalu dapat mematikan segala serangan pemain depan tim tuan rumah.
Usaha Gontor untuk bisa mencetak gol akhirnya tiba di menit 10, memanfaatkan kelengahan bek sayap lawan, Helmi Fauzi yang berhasil lolos dari jebakan offside pun berhasil melesatkan gol pertama bagi Gontor dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tuan rumah.
Di menit ke 36, Gontor memperbesar skor menjadi 2-0 berkat gol Miftahul Falah. Gerakan individu Anggo Triono menuju ke dalam kotak penalti Sidoarjo, berakhir dengan umpan pendek ke tengah gawang yang kemudian disambut dengan tenang oleh striker Miftahul Falah. Gontor memimpin 2-0 sampai waktu turun minum.
Setelah kick off babak kedua bergulir, gol ketiga Gontor terlahir di menit ke-69. Umpan panjang dari bek sayap mereka langsung menuju kedepan kotak penalti dari Sidoarjo. Mufid yang bertugas menjadi striker menggantikan posisi Miftahul Falah, berhasil mengelabui penjaga gawang dan kemudian mencetak gol, Gontor kini unggul 3-0.
Kurang dari 15 menit berselang, aksi individu dari pemain bernama Jibril Abu Nahl yang dengan asyik menggiring bola menuju kotak penalti membuahkan hasil yang cemerlang. Tendangannya ke arah kanan belum bisa ditebak oleh kiper, dan bola pun meluncur deras kedalam gawang Sidoarjo untuk keempat kalinya.
Keunggulan Gontor dengan skor 4-0 pun berakhir sampai ditiupkannya peluit pertanda pertandingan antara kedua tim selesai. Dalam hal ini, Bapak Pimpinan pun mengaku gembira atas hasil baik yang diterima oleh skuat Gontor FC.
Dengan kemenangan besar ini, merupakan tanda bahwa tim Gontor FC dapat selalu berkembang dan semakin matang dalam hal memainkan dan mengoperasikan bola di tengah lapangan.
MALANG – Liburan tahun ajaran semester pertama di Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) berlangsung selama 10 hari, dimulai Selasa (28/11) hingga Kamis (7/12). Seluruh santri dari kelas 1-5 Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) menggunakan liburan ini sebagai momen untuk bertemu keluarga di rumah. Namun berbeda dengan santri yang lainnya, sebanyak 221 santri yang berasal dari berbagai daerah di luar pulau Jawa memilih untuk menikmati suasana liburan dengan tetap tinggal di PM Gontor.
Walaupun tidak bertemu keluarga, liburan ini sungguh berkesan bagi mereka, karena tidak hanya bermukim di Pondok, mereka pun berkunjung ke Kota Batu untuk berekreasi. Kota ini memiliki objek wisata yang sangat banyak di bandingkan kota-kota lainnya, salah satu tempat yang paling populer adalah tempat wisata Jatimpark. Tempat ini merupakan salah satu wahana rekreasi keluarga yang terletak di lereng bagian timur gunung Panderman Kota Batu dengan ketinggian 850 MDPL. Tidak sedikit para siswa menjadikan tempat wisata ini sebagai destinasi liburan sekolahnya.
Kamis (30/11) lalu, Peserta gelobang pertama sebanyak 125 santri PM. Gontor yang terdiri dari kelas 1-5 KMI berkunjung ke Jatimpark. Disana mereka mengunjungi berbagai wahana permainan yang sangat menarik, selain itu mereka juga menikmati berbagai wahana edukasi yang mendidik seperti; Galeri Etnik Nusantara, Galeri Etnik Jawa, Museum Tubuh Bagong Adventure, Galeri Pembelajaran dan Science Center (Kimia, Fisika, Biologi, Matematika), Taman Sejarah, Taman Prasejarah, dan masih banyak yang lainnya.
Adapun gelombang kedua yang berjumlah 133 santri berangkat menuju Jatimpark menggunakan 3 bus pada Senin (4/12) lalu. Para santri terlihat antusias dengan liburan yang mereka jalani, meskipun hanya menikmati suasana liburan dengan teman-teman di pondok, mereka tidak bersedih atau patah semangat, mereka merasa puas dengan semua hiburan yang ada. Rakafadel