Home Blog Page 366

K.H. Hasan Abdullah Sahal : Drama Arena Tahun Ini, Very Good, Very Very Good

0

DARUSSALAM-Usai Pagelaran Seni Drama Arena 592, Kamis (17/8) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Kiai Hasan menyempatkan untuk menilai seluruh pementasan dan penyelenggaraan pagelaran ini. Beliau menuturkan “sebenarnya acara seperti ini tidak harus ada nilainya, tapi untuk ukuran antum, Very Good, Very Very Good”. Pesan yang disampaikan beliau menjadikan seluruh kelas 5 di atas panggung tampak bangga dan puas terhadap perjuangan dan pengorbanan mereka untuk menyajikan acara ini.

Drama Arena merupakan salah satu dari rentetan acara-acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy yang diamanatkan kepada kelas 5 KMI dalam bentuk pagelaran seni, baik dalam pementasan maupun penyelenggaraan. Selain itu, dibalik sukesnya acara Drama Arena ini tidak lepas dari bimbingan dan pengawalan Pembimbing kelas 5 KMI yang saat ini notabenenya  Guru KMI Angkatan ke-5. Bimbingan mereka dimulai sejak kedatangan siswa kelas 5 KMI pada tanggal 6 Syawwal yang lalu. Bahkan bisa dikatakan bahwa persiapan seni akbar ini membutuhan waktu 48 hari.

Acara yang bertemakan “Menegakkan Nilai Perjuangan, Mewarnai Indahnya Kebersamaan” ini menjadi spirit perjuangan kelas 5 KMI dalam menyajikan dan mewarnai rentetan pementasan pagelaran seni ini. Beberapa penampilan yang disajikan dalam acara ini yaitu : Hadrah, Master of Ceremony, Tilawah Ayat Suci Al-Qur’an, Drama Sang Pewarna, Choir, Nasyid, Puisi, Band 592, Tari-tarian Nusantara (Tari Aceh, Campursari, Tampah, Caping, Zapin Sapu Lidi, Genjring, Jaipong, Giliwata Bali, Modern Papua Dance), Rainbow Slinky, Lightsaber Show, Ribbon dan Umbrella Dance, Martial Gravitation Acrobatic, Miniotic Kinjaz, India and Modern Dance, Visual (Hymne oh Pondokku Versi Keroncong), dan diakhiri dengan Komedian (Gendang Santri dan Drama Jenaka).

Harapan besar Bapak Pimpinan PMDG bahwa untuk pagelaran seni di tahun mendatang harus lebih baik dari tahun ini. Teringat pesan ayahanda Kiai Hasan Abdullah Sahal “Pagelaran seni itu jangan asal baru, asal beda, dan asal mewah, akan tetapi harus berkualitas dan ada nilai pendidikannya. Kalau sekedar beda, sekedar mewah, banyak yang bisa meniru, tapi kalau berkualitas jarang yang bisa”. fuadfahmi

 

 

HUT RI ke-72 di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1

0

Mantingan- 17 Agustus 1945 adalah tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada tanggal tersebut Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dari para negara-negara penjajah, seperti yang tertera dalam UUD 1945 bahwasanya kemerdekaan adalah rahmat  dan berkah dari Allah SWT.

Maka dari itu, Tepat tanggal 17 Agustus 2017 Seluruh bangsa Indonesia dariSabang sampai Merauke serempak memperingati hari Proklamasi Indonesia ke-72, tidak terkecuali Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 juga ikut serta dalam peringatan HUT RI ke-72 yang bertempat di lapangan hijWakil Pengasuh Gontor Putri 1 memberikan amanat selaku Inspektur Upacaraau Auditorium Gontor Putri Kampus 1, upacara diikuti oleh seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 1 dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berjumlah 3491, seluruh dewan guru Gontor Putri 1, Pengasuh PMDG Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I, Direktur KMI, Al-Ustadz KH. Fairus Subakir Ahmad, M.A, dan turur hadir pula Al-Ustadz K.H. Masruh Ahmad, M.A, M.B.A, salah satu Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

Upacara dipimpin oleh Bapak Pengasuh PMDG Kampus Putri 1, Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku inspektur upacara, dalam pidatonya beliau mengatakan tentang arti kemerdekaan “Seperti yang tertera di Pembukaan UUD 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan Penghormatan kepada bendera Merah Putih upacara Peringatan HUT RI ke-72perikeadilan. Bahwa penjajahan, kolonialisme adalah bertolak belakang dengan agama, nurani, perikeadilan dan perikemanusiaan,dan bangsa Indonesia harus bersyukur karena Islam sudah masuk berabad-abad ke Indonesia dan menanamkan jiwa tauhid kepada anak bangsa, dari tauhid yang ditanamkan itulah muncul jiwa ingin merdeka, jiwa tauhid adalah jiwa merdeka, jiwa yang anti penjajah dan penjajahan yang bertolak belakang dengan fitrah kemanusiaan dan bertentangan dengan tauhid yang ditanamkan oleh Islam. Jadi, tidak heran jika muncul para pahlawan dan mereka adalah para santri dan kyai yang berabad-abad memperjuangkan agama Islam, tauhid artinya diatas hanya Allah, di bawah hanya tanah. Kita tolak intervensi, penjajahan, kolonialisme. Intervensi NO, Keterbukaan YES”. Nisa

Persiapan Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira 692

0

Gontor – Panggung Gembira merupakan salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang paling akhir setelah sebelumnya terdapat Pagelaran Seni Drama Arena 592 dari santri-santri kelas 5 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) pada hari kamis, 17 Agustus 2017 lalu di lanjutkan dengan gebyar Mahasiswa Darussalam (MAHADASA) Show pada hari Jum’at, 18 Agustus 2017 dan persembahan terakhir pada pekan perkenalan adalah Panggung Gembira yang akrab ditelinga dengan sebutan PG. Sementara pagelaran Panggung Gembira ini akan di helat pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 pada pukul 20.00 WIB (malam ini) berlokasi di depan Balai Pertemuan Pondok Modern dengan posisi panggung menghadap ke barat.

Demi mensukseskan acara tersebut, Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) merilis maklumat yang di kutip oleh Wakil Direktur KMI ustadz Drs. Sutrisno Ahmad di posting dalam Group WhatsApp guru-guru KMI, “Diberitahukan kepada seluruh pengajar kelas 6, bahwasanya Proses Belajar Mengajar siswa kelas 6 pada hari Sabtu dan Ahad, 19-20 Agustus 2017 diliburkan guna persiapan acara Panggung Gembira.” Seluruh elemen guru-guru turut berpartisipasi dan bertanggungjawab atas kesuksesan acara pondok hingga saat-saat terakhir.

Dalam persiapan pagi ini terlihat KH. Hasan Abdullah Sahal sambil duduk santai memantau di tengah-tengah riuhnya kelas 6 yang sedang menyiapkan panggung dan background. Sambil keliling memantau kondisi kelas direktur KMI KH. Masyhudi Subari, M.A juga terlihat memperhatikan persiapan Panggung PG sambil berbincang dengan salah satu guru operator sound system acara PG.

Sementara pagi ini santri-santri kelas 6 tampak fokus pada pembenahan background panggung yang langsung di pantau oleh staf Pengasuhan Santri. #jamahir

Gebyar Mahadasa Show 2017

0

Gontor – Proses pengenalan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) secara total kepada santri-santri baru dan juga guru-guru tetap berjalan hingga saat ini. Di mulai dari apel tahunan di lapangan sepakbola PMDG, berikutnya gebyar Drama Arena Kelas 5, Mahadasa (Mahasiswa Darussalam) show hingga sajian terakhir nanti pada gebyar Panggung Gembira kelas 6. Jum’at, 18 Agustus 2017 pukul 20.15 WIB gebyar Mahadasa merupakan salah satu bagian dari Pekan Perkenalan di Pondok Modern Darussalam Gontor, ajang ini merupakan apresiasi seni para guru-guru Mahasiswa untuk menuangkan kreatifitas mahasiswa guru dalam panggung Mahadasa.

Turut hadir malam hari ini bapak Pimpinan Pondok KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan serta beberapa anggota badan wakaf pondok modern KH. Masruh Ahmad, MBA dan KH. Abdullah Said Baharmus, Lc, bapak direktur KMI KH. Masyhudi Subari, M.A dan bapak wakil direktur KMI H. Farid Sulistyo, Lc terlihat pula pada deretan depan bangku penonton, sementara beberapa guru-guru tokoh Mahadasa angkatan senior seperti ustadz H. Noor Syahid, S.Ag, ustadz Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag, tampak sangat menikmati acara gebyar seni Mahadasa ini.

Malam ini mahadasa mengusung tema “GONTOR CHOICE AWARD 2017”. Tema ini sengaja diambil karena selama ini gebyar Mahadasa hanya diisi dengan acara musik mahasiswa baik lagu-lagu pop maupun dangdut, sementara malam ini panitia mahadasa ingin menampilkan sesuatu yang baru dengan mengusung tema diatas. Sesuai dengan tema yang mereka usung saat ini, acara mahadasa memberikan beberapa penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi, diantara mahasiswa terbaik yang dipilih adalah; “The Most Dilligent Student of The Year, The Most Active Student, Favourite Athlete of The Year, The Most favourite Member of OSPEK 2017 dan Dema of The Year” .

K.H. Syamsul Hadi Abdan Hadiri Apel Tahunan di Kendari Sulawesi Tenggara

0

KENDARI – Berdasarkan kalender tahunan yang sudah ada, maka dapat dilihat bahwa Apel Tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kampus luar Jawa dilaksanakan sepekan sebelum diadakannya acara tersebut di kampus pusat. Dalam hal ini Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan beserta beberapa rombongan berkesempatan untuk menghadiri Apel Tahunan di PMDG Kampus 7, Ahad (30/7) pagi, dan PMDG Putri Kampus 4, Selasa (1/8) pagi. Turut serta dalam rombongan tersebut, Al-Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A. beserta istri.

Rombongan bertolak dari Surabaya dengan jadwal penerbangan yang masih terbilang awal untuk menuju ke Kota Kendari, dengan transit di Makassar yang kurang lebih memakan waktu 45 menit untuk dapat kembali meneruskan penerbangan menuju bandara di Kota Kendari.

Kedatangan Kiai Syamsul di Bandara Haluoleo Disambut Hangat oleh Beberapa Dewan Guru
Kedatangan Kiai Syamsul di Bandara Haluoleo Disambut Hangat oleh Beberapa Dewan Guru

Di Kendari, kedatangan Kiai Syamsul beserta rombongan disambut hangat oleh guru-guru Keluarga Besar PMDG Kampus 7 dan PMDG Putri Kampus 4, juga dapat dilayani dengan sangat ramah dan aman dengan bantuan para petugas Bandara Haluoleo, Kendari. Acara Apel Tahunan di PMDG Kampus 7 sendiri pun berlangsung lancar dan penuh keberagaman, diwarnai beragam tarian daerah dan kreasi santri, walaupun jumlah santrinya yang belum banyak, hanya berkisar 200-an orang saja. Kiai Syamsul pun menyempatkan diri untuk tetap mengisi kuliah umum tentang kepondokmodernan sampai babak kedua di malam harinya.

Keesokan harinya, Senin (31/7) pagi, Kiai Syamsul beserta rombongan pun menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Busyro di Amonggedo, juga dalam kesempatan itu beliau menyempatkan diri untuk bertemu dan sedikit memberikan pesan, nasehat, dan motivasi kepada seluruh siswa dan wali siswa di madrasah tersebut. Selepas zhuhur, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju PMDG Putri Kampus 4.

Selasa (1/8) pagi, Apel Tahunan di PMDG Putri Kampus 4 berlangsung penuh khidmat dan sangat meriah, diliputi beragam penampilan-penampilan memukau dan penuh keceriaan yang ditunjukkan oleh seluruh santriwati yang ikut berpatisipasi didalamnya. Adapun sama halnya dengan di PMDG Kampus 7, Kiai Syamsul kembali menjadi inspektur upacara di Apel Tahunan PMDG Putri Kampus 4, dan melanjutkan pidato beliau sampai pada acara kuliah umum babak kedua tentang kepondokmodernan.biibmufassir

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-72

0

Gontor – Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 di Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis, 24 Dzulqo’dah 1438/17 Agusttus 2017.

Mensyukuri Kemerdekaan Republik Indonesia Ala Gontor

0

Gontor – 72 Tahun merupakan umur yang tidak muda lagi, umur yang sebenarnya sudah cukup untuk bersantai untuk menikmati buah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Bangsa Indonesia tidak mendapatkan kata merdeka begitu saja. Sejarah yang panjang mewarnai proses kemerdekaan bangsa Indonesia hingga diproklamirkan dengan perebutan kekuasaan yang berdarah-darah melawan penjajah, maka penghargaan kepada para pahlawan-pahlawan harus kita junjung setinggi mungkin.

Pesantren merupakan benteng utama bangsa ini, pesantren menjadi pasukan terdepan dalam menentang penjajahan dan segala bentuk penindasan para penjajah, dan itu tidak dapat di nafikan dalam goresan tinta sejarah bangsa Indonesia.

Kamis, 17 Agustus 2017, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo turut mengadakan upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk memaknai arti kemerdekaan. Acara apel tersebut dilaksanakan di lapangan sepakbola PMDG yang berada disebelah utara gedung Indonesia. Adapun peserta upacara kamis (17/8), seluruh santri kelas 1 hingga 6, dan seluruh guru-guru Pondok Modern Darussalam Gontor, turut hadir pula Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan di panggung kehormatan, sementara itu KH. Hasan Abdullah Sahal menjadi Inspektur Upacara dalam apel tersebut, dan dalam pidatonya, beliau memaparkan tentang makna kemerdekaan, “Kemerdekaan adalah sesuatu yang sangat berharga di dalam hati dan kehidupan manusia lahir bathin. Paling menyengsaraan manusia adalah pada saat manusia sedang di jajah, kesengsaraan tertinggi adalah saat dijajah, kaya dijajah tidak enak apalagi miskin juga tetap terjajah, sehat tidak enak dijajah apalagi sakit dijajah, maka KEMERDEKAAN adalah benar-benar hadiah dari Allah SWT, sakit semua orang apabila dijajah, maka kita semua harus mensyukuri nikmat kemerdekaan ini yang telah dibayar oleh para pendahulu (pahlawan) kita”.

Begitulah cara Gontor dalam mensyukuri kemerdekaan, dengan tetap berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan ummat serta bersatu membina bangsa.

 

Tulisan terkait:

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

Puisi Kemerdekaan Karya Santri Gontor: Merah Putih Suci

Puisi Kemerdekaan: Di bawah Kibaran Merah Putih

Apel Tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor 3, Kediri

0

KEDIRI – Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) Gontor 3 Kediri Darul Ma’rifat berlangsung meriah. Rabu pagi (9/8) Apel tahunan yang dilaksanakan di lapangan ini berjalan dengan lancar dan khidmat, ditambah dengan parade barisan dan tarian-tarian budaya indonesia, tarian yang ditampilkan tidak hanya tarian budaya dalam negri, melainkan tarian negeri tetangga, seperti tarian dari Negeri Gajah Putih Thailand.

PKA pada kali ini diapit oleh dua background raksasa dan didirikan di salahsatu sisinya panggung kehormatan membuat apel ini layaknya upacara kerajaan. Penampilan-penampilan karya anak bangsa  yang menghiasi apel menambah nilai keindahan PKA ini. Semua parade barisan rapi menunggu giliran, semua ikut andil dalam parade ini, dari santri-santri sampai guru dan mahasiswapun mengikuti acara ini, begitupula dengan aset aset pondok yang dihiasi dan disertakan dalam parade, dari mobil-mobil, motor, sepeda ontel sampai hewan ternakpun ikut meramikan parade ini.

Mereka dilatih sekitar dua minggu untuk tampil pada apel ini. Tidak ada yang boleh absen, karena semua yang bersangkutan dengan santri dan pondok modern  wajib mengikuti parade. Ini semua diadakan agar santri dan yang ada di PMDG tahu dan lebih mengenal apa itu pondok modern.

Setiap Gontor memiliki kelebihan mK.H. Hidayatullah Zaksyihasing-masing, seperti PMDG Kampus 3 Kediri ini, yang mashur dengan kelezatan susu sapi aslinya, yang di kelola oleh Asatid gontor 3 sendiri, “Sangat beruntung bisa menjadi santri Gontor 3.” Ujar Dr.H. Hidayatullah Zarkasyih, M.A. yang mewakili pimpinan PMDG dalam acara PKA ini. Beliau menyampaikan bahwa jumlah santri gontor 3 yang kurang lebih 1500 santri adalah jumlah yang ideal, tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit. Rasa senag dan bangga menyelimuti hati, melihat santri-satri gontor 3 Darul Ma’rifat yang penuh dengan semangat mengikuti acara PKA tahun ini, ditambah dengan santri-santri yang berasal dari luar negri yang menjadi barisan terbaik dalam parade barisan, yang mana tahun-tahun sebeluamnya selalu menjadi barisan terburuk.Muis

Kapolda Jatim Kunjungi Gontor

0

GONTOR – Hari Kamis (3/8) Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, S.H. beserta rombongan berkunjung ke Gontor. Kunjungan yang bertujuan untuk menyambung silaturahim dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ini dilaksanakan bertepatan dengan adanya kunjungan kerja Kapolda ke wilayah Madiun dan sekitarnya. Pertemuan diadakan di kantor pimpinan PMDG pada pukul 15.30 WIB. Rombongan yang berjumlah 7 orang dari Polda Jatim disambut oleh Pimpinan PMDG beserta ketua lembaga tinggi Gontor.

            Dalam pertemuan ini, Kapolda aatim menyampaikan apresiasinya kepada Gontor yang telah membina generasi muda dalam ilmu maupun akhlak. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berada pada darurat narkoba, maka peran lembaga pendidikan sangatlah penting dalam ikut menanggulangi permasalahan bangsa tersebut. Di akhir, Kapolda memohon doa kepada Bapak Pimpinan agar senantiasa diberi kekuatan dan kelancaran dalam mengemban amanatnya sebagai pengaman dan penegak hukum di masyarakat.

Kiai Hasan Abdullah Sahal Sedang Memanjatkan Doa
Kiai Hasan Abdullah Sahal Sedang Memanjatkan Doa

Semoga dengan terjalinnya silaturahim antara aparat negara dengan lembaga-lembaga pendidikan, khususnya pesantren, tidak ada lagi stigma negatif terhadap pendidikan islam berbasis asrama (pesantren), yang telah ada semenjak berabad-abad yang lalu dan turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.brada

Persiapan Panggung Drama Arena 592

0

Gontor – Pagi ini Gontor terlihat cerah sebagaimana beberapa hari sebelumnya, aktifitas belajar mengajar tetap terlihat santri, guru juga terlihat berlalu lalang di depan Balai Pertemuan Pondok Moder (BPPM) maupun disekitar gedung Saudi 6.

Pemandangan memang sedikit berbeda di depan bagian timur (BPPM), dimana disana terlihat sebuah panggung besar dengan tinggi sekitar 15 meter dan lebar sekitar 23 meter dan terlihat Guru pembimbing Drama Arena (DA) Kelas 5 sekitar 10 orang dan terlihat pula santri kelas 5 sebanyak 100 orang yg di izinkan untuk bekerja menata panggung, Sound System, panggung operator dan juri, lighting dan lain sebagainya.

Salah satu Staf pengasuhan ust. Hammas menuturkan, “ada sekitar 10 orang pembimbing Drama Arena dan Panggung Gembira yang di izinkan untuk tidak mengajar dan juga ada sekitar 100 orang santri kelas 5 yang juga di izinkan untuk tidak masuk kelas guna menyukseskan acara DA tersebut”.

Drama Arena dan Panggung Gembira merupakan even tahunan yang selalu di selenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor dan merupakan rangkaian dari pekan perkenalan Khutbatul Arsy untuk santri baru, agar mereka semua mengenal dan memahami bahwasannya banyak ditemukan pelajaran kurikuler dan ekstra kurikuler di Pondok yang dapat di ikuti.