GRESIK – Pada (22/6) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., menghadiri acara Pembukaan Hari Lahir (Harlah) Setengah Abad Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin, Gresik.
Dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur, kegiatan yang berlangsung di aula pesantren dan diikuti oleh seluruh santri dan pengasuh pondok ini penuh dengan suasana hangat dan semangat.
Harlah ini dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh masayikh pengasuh pondok, pembacaan ayat suci Al Qur’an, dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat bil-qiyam dan sambutan-sambutan, nasihat, serta doa dari para masayikh.
Dalam acara ini, Pimpinan PMDG mendapat kesempatan untuk memberi sambutan.
“Selamat dan sukses atas pencapaian Mambas’us Sholihin di usianya ke-50 tahun ini. Saya sangat mendukukung acara harlah ini, dan ini moment yang sangat penting ini karena tujuannya yaitu untuk muhasabah perjalanan pondok selama ini.” Ujar Kiai Amal. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen dalam menebarkan nilai-nilai islami kepada masyarakat sekitar dengan semangat kebersamaan.
GONTOR – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mendapatkan kunjungan dari rombongan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK). Silaturrahim tersebut merupakan rangkaian penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam berbagai program, seperti peningkatan mutu pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pelatihan profesional.
Ketika menyambut rombongan di kantor rektorat UNIDA, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil., mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para tamu.
Rombongan MAIK tengah berbincang dengan Rektorat UNIDA Gontor
“Kedatangan tamu bagi Gontor adalah berkah,” ujar beliau.
Pihak MAIK tiba di Yogyakarta setelah melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur pada Senin (16/6), untuk selanjutnya bertolak ke UNIDA Gontor keesokan harinya. Di antara rombongan yang datang adalah Timbalan Yang Dipertua MAIK, Dato’ Haji Mohammad Anis bin Hussein.
Setelah melakukan penandatangan MoU, rombongan melaksanakan kunjungan ke kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Di sana, mereka beranjangsana ke beberapa tempat seperti Menara Gontor, kantor penulisan mushaf Al-Qur’an di kantor Masyru’ Mushaf Gontor, dan percetakan Darussalam Press.
Rombongan MAIK mengunjungi Menara Gontor yang terletak di PMDG Kampus Pusat
Dalam kunjungannya, Dato’ Anis mengucapkan terima kasih atas kesempatan mengunjungi PMDG dan melihat kegiatan para santri. MoU ini pun diharapkan mampu mempererat silaturrahim PMDG dengan negeri jiran Malaysia.
Penandatangan MoU tersebut juga merupakan salah satu bukti konkret atas usaha UNIDA dalam meningkatkan kualitas universitas mereka dalam rangka menuju World Class University pada Peringatan 100 Tahun Gontor.
Rombongan berfoto bersama di kantor Masyru’ Mushaf Gontor
GONTOR – Diskusi Umum Siswa Kelas 5 KMI berjalan lancar dan tertib di Gedung Olahraga (GOR) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Senin (9/6) lalu dengan tema manajemen waktu. Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 5 KMI dan beberapa santri perwakilan dari instansi keilmuan seperti ITQAN, Forum Pengembangan Potensi dan Wawasan Santri (FP2WS), dan Darussalam Pos.
Dalam kesempatan tersebut, Keano Raya, selaku pemakalah memaparkan beberapa Teknik pengelolaan waktu, yaitu Eisenhower Matrix dan Pomodoro Technique. Eisenhower Matrix adalah metode pengelolaan tugas berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingan, sehingga seseorang dapat memprioritaskan pekerjaan secara efektif. Dalam metode ini, terdapat dua aspek utama: hal yang penting dan hal yang mendesak.
Hal yang penting adalah sesuatu yang berdampak besar dalam jangka panjang, sedangkan hal yang mendesak adalah tugas yang harus segera diselesaikan karena mendekati tenggat waktu. Keano menekankan bahwa pengguna metode ini sebaiknya lebih memprioritaskan hal yang penting karena berkaitan dengan masa depan.
Selain Keano, sebagai pembanding, Shofwan Kholid, menyampaikan dua teknik tambahan, yaitu time blocking dan self-regulated learning. Time blocking adalah metode pembagian waktu berdasarkan hari, pekan, bulan, dan tahun.
Sementara itu, self-regulated learning merupakan metode pembelajaran yang diatur sendiri tanpa intervensi dari pihak luar. Namun, Shofwan lebih menganjurkan penggunaan metode time blocking karena kondisi kehidupan di pondok yang padat dan penuh interaksi, sehingga metode self-regulated learning dianggap kurang efektif.
Diskusi ini diharapkan mampu mengedukasi santri agar dapt mengatur waktu dan pekerjaan mereka dengan baik. Mengingat seluruh kegiatan di pondok sudah terstruktur dengan rapi, dan adanya acara Peringatan 100 Tahun PMDG menuntut mereka untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap waktu yang dimiliki.
Dilaksanakan di tengah semaraknya Peringatan 100 Tahun PMDG, kegiatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan literasi dan antusiasme para santri terhadap diskusi. Hal ini berguna untuk mendidik mereka agar berani mengungkapkan pendapat dan mampu menyampaikannya dengan baik.
GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menerima kunjungan dari Kepala Urusan Kerjasama dan Hubungan Internasional Rabithah Jami’ah Islamiyah, Dr. Yamani Al-Itswani, pada Jumat (13/6). Dalam kunjungannya, beliau didampingi putra dari pemiliki penerbit Darussalam Kairo, Ammar bin Abdel Kader dan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH. Anizar Masyhadi, S.S., M.A.
Kedatangan Dr. Yamani Al-Itswani ke kediaman Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.
Rangkaian kunjungan dimulai dengan silaturahim ke kediaman salah satu Pimpinan PMDG, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Menara Gontor, ziarah ke makam Trimurti, dan peninjauan ke percetakan Darussalam Press.
Setelah pelaksanaan shalat Jumat berjama’ah di Masjid Jami’ PMDG, Dr. Yamani berkesempatan menyampaikan beberapa pesan dan nasehat di hadapan seluruh santri. Dalam momen tersebut, beliau memberikan poin-poin penting tentang berbagai aspek kehidupan dan peran menuntut ilmu, di antaranya adalah hakikat fitnah dan peran para penuntut ilmu. Beliau memulai dengan menyatakan fitnah telah sejak dari langit.
Silaturrahim Dr. Yamani Al-Itswani dengan Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.
“Fitnah (telah) ada dari langit, (sejak) ketika iblis menjerumuskan Adam hingga diturunkan ke bumi.” Jelas beliau. Beliau pun menegaskan bahwa fitnah tetap dan akan selalu ada hingga hari kiamat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar bagaimana melawan fitnah tersebut.
Di sinilah peran vital seorang penuntut ilmu ditekankan. Sebagai seorang pelajar, kita, khususnya sebagai santri harus belajar dengan baik guna memahami masalah yang ada di antara umat Islam. Beliau juga menekankan bahwa bahasa Arab adalah kunci utama untuk memahami ilmu dengan benar. Menurutnya, banyak ilmu yang berasal dari bahasa Arab dan kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia seperti Latin, Persia, Inggris, dan Turki.
Dr. Yamani Al-Itswani berkunjung ke Menara Gontor, salah satu landmark yang dimiliki PMDG.
“Pintu ilmu itu memiliki kunci, dan kuncinya itu adalah bahasa Arab.” Ujar beliau.
Kegiatan Dr. Yamani Al-Itswani beserta rombongan dilanjutkan dengan mengunjungi kantor penulisan mushaf Al-Qur’an yang dimiliki PMDG, yaitu Masyru’ Mushaf Gontor dan diakhiri dengan ramah tamah di aula pertemuan Gedung Aligarh.
Silaturrahim ini diharapkan mampu memperkuat hubungan baik antara Rabithah Jami’an Islamiyah dengan PMDG, serta memberikan motivasi dan inspirasi kepada para santri untuk terus menuntut ilmu dan menjadi generasi yang berakhlak mulia.
Dr. Yamani Al-Itswani menyampaikan pesan dan nasehat di hadapan seluruh santri
SIAK — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 memperingati Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah dengan penuh kekhidmatan pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 H. Kegiatan ini dilaksanakan di kompleks pondok yang berlokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Peringatan hari besar Islam ini dihadiri oleh seluruh elemen pondok, mulai dari guru, santri, hingga jajaran pimpinan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Rifqi Inani, M.Pd., serta guru senior, Al-Ustadz H. Suroso Hadi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan shalat Iduladha secara berjamaah, dilanjutkan dengan penyampaian khutbah yang mengangkat nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam.
Dalam khutbahnya, Al-Ustadz Fajar Amin, Lc. menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi sarana pendidikan rohani yang mengajarkan kesetiaan total kepada perintah Allah. “Semangat kurban adalah semangat pengabdian tanpa syarat. Inilah pendidikan yang sejati,” ungkapnya.
Sementara itu, Al-Ustadz Himmah Azhar Latif mengajak seluruh santri untuk menjadikan momen Iduladha sebagai ajang muhasabah dan peningkatan diri. “Peringatan ini hendaknya menjadi sarana menanamkan nilai-nilai ketauhidan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan santri sehari-hari,” ujar beliau.
Penyembelihan hewan kurban berlangsung secara tertib, dan daging kurban dibagikan kepada para santri serta masyarakat sekitar pondok. Hal ini sejalan dengan semangat berbagi dan solidaritas sosial yang menjadi ruh dari ajaran Islam.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, PMDG Kampus 12 menegaskan kembali komitmennya dalam membina dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial.
Reporter: Aryyo Widagdho & Basofi, Fotografer: M. Alwi Farhani
GONTOR – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus B sukses menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) selama tiga hari, mulai Rabu (4/6) hingga Jumat (6/6), di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Baksos merupakan program tahunan yang bertujuan membentuk jiwa pengabdian mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap manfaat pendidikan dan dinamika sosial yang terjadi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi dari poin ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Baksos 2025 diisi dengan berbagai kegiatan yang difokuskan pada pelayanan masyarakat. Di antaranya adalah pembelajaran Al-Qur’an untuk anak-anak, kajian ilmu fikih, pemeriksaan kesehatan gratis, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, serta tabligh akbar sebagai penutup kegiatan.
Pada upacara pelepasan peserta yang digelar Rabu (4/6) di lapangan Gedung Robitoh, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNIDA, Dr. Riza Azhari, M.Pd.I, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter dan pengabdian mahasiswa.
“Sikap, tingkah laku, mulut, dan jemari kita diuji,” ujar beliau di hadapan para peserta.
UNIDA Gontor merupakan lembaga pendidikan tinggi yang merupakan kelanjutan dari Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor. Setiap tahunnya, UNIDA terus meningkatkan kualitasnya, termasuk dalam bidang pengabdian masyarakat. Selain Baksos, universitas ini juga rutin mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) baik di wilayah sekitar Ponorogo maupun di mancanegara seperti Turki dan Malaysia.
Sebanyak 266 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari mahasiswa semester 1, semester 3, dan semester 5. Dalam tabligh akbar yang sekaligus menjadi penutupan kegiatan pada Jumat (6/6), Kepala Desa Ngindeng, Bapak Bimasakti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNIDA Gontor atas kontribusi positif yang telah diberikan kepada warganya.
GONTOR – Tepat pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (6/6), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali dipenuhi suasana kekompakan dan kemeriahan melalui acara Vocal Group and Nasheed Inter-Classes. Setelah menunaikan Shalat Idul Adha berjamaah di Masjid Jami’, para santri, asatidz, bahkan wali santri memadati koridor Gedung Olahraga (GOR) untuk menyaksikan penampilan para peserta.
Acara ini menampilkan grup vokal dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Khusus kelas 5 dan 6, penampilan mereka tidak dinilai secara kompetitif, melainkan sebagai persembahan kreatif untuk turut memeriahkan perhelatan tersebut.
Sebelum pukul 09.00 WIB, para peserta yang mendapat giliran tampil pertama dan kedua sudah bersiap di sekitar area GOR. Dalam sambutannya, ketua panitia pelaksana Arya Adjiewijaya menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil sinergi antara panitia dan guru pembimbing yang terlibat secara aktif.
Kompetisi ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan setiap Hari Raya Idul Adha sebagai bagian dari upaya PMDG menjaga agar aktivitas santri tetap produktif dan mendidik. Selain menjadi sarana penyaluran bakat, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara siswa dan guru dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Keluar sebagai juara umum Vocal Group and Nasheed Inter-Classes adalah Kelas 3 dengan total perolehan 2.400 poin, disusul oleh Kelas 3 Intensif dengan 2.220 poin. Meskipun berlangsung di tengah semaraknya Idul Adha dan padatnya kegiatan penyembelihan hewan qurban, acara berjalan dengan lancar dan tertib.
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan penyembelihan hewan kurban di kompleks Gedung Yaqdzoh pada Jumat (6/6), tepat setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha berjamaah di Masjid Jami’. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal.
Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa amal tidak sepatutnya dipamerkan kepada sesama manusia, melainkan dipersembahkan kepada Allah SWT sebagai bentuk iman dan ketakwaan. “Kamu boleh pamer ke mana? Ke Allah,” ujar beliau.
KH. Hasan Abdullah Sahal membuka kegiatan penyembelihan hewan kurban di PMDG.
Kyai Hasan juga menekankan bahwa manusia tidak sepantasnya merasa berjasa, sebesar apa pun jasanya. Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukan manusia tidak akan pernah lepas dari campur tangan Allah SWT. “Kalau tidak ada Allah, tidak akan jadi,” tegas beliau di hadapan para santri dan guru yang hadir.
Selama tiga hari ke depan, penyembelihan hewan Qurban akan dilaksanakan dengan melibatkan panitia pelaksana yang terdiri dari santri kelas 5 dan 6, guru junior, serta guru senior. Adapun jumlah hewan kurban yang terkumpul di seluruh kampus PMDG pada tahun ini mencapai 431 ekor kambing, 244 ekor sapi, dan 4 ekor kerbau. Hewan-hewan tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk santri, guru, wali santri, dan masyarakat.
Di hadapan para santri, kyai Hasan berpesan agar manusia tidak merasa jasa, karena segala usaha mereka tidak akan berhasil tanpa campur tangan Allah SWT.
Di saat yang sama, para santri kelas 1 hingga 4 mengikuti kompetisi grup vokal bertajuk “Vocal Group Inter-Classes” yang dihelat di Gedung Olahraga (GOR) PMDG. Kegiatan ini tidak sekadar untuk mengisi waktu luang, tetapi merupakan bukti konsistensi PMDG dalam menjaga roda pendidikan tetap berputar dalam keseharian para santri.
GONTOR – Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dipadati ribuan santri, guru, wali santri, dan masyarakat sekitar yang hendak melaksanakan Shalat Idul Adha pada Jumat (6/6) pagi. Karena jumlah jamaah yang sangat banyak, sebagian dari mereka melaksanakan shalat di lapangan timur masjid. Suasana berlangsung khusyuk dan jamaah mengikuti rangkaian shalat serta khutbah Idul Adha dengan tertib.
Al-Ustadz Vindi Husnul Khuluq bertugas sebagai khatib pada kesempatan tersebut. Dalam khutbahnya, beliau membahas pola pendidikan Nabi Ibrahim AS yang berhasil membimbing putra-putranya menjadi pribadi yang saleh. Visi pendidikan Nabi Ibrahim adalah mencetak generasi yang hanya menyembah Allah SWT, sementara misinya adalah mengarahkan putra-putranya kepada ajaran yang lurus. “Kurikulum pendidikan Nabi Ibrahim sangatlah lengkap,” ujar Ustadz Vindi.
Para santri bersama-sama melakukan takbiran keliling di sekitar pondok dan desa Gontor.
Beliau juga mengingatkan jamaah agar senantiasa memperbaharui niat dalam menjaga dan istiqamah terhadap nilai-nilai Islam.
Usai penyampaian khutbah, K.H. Hasan Abdullah Sahal – Pimpinan PMDG, memberikan nasihat berharga bagi para jamaah. Beliau menyampaikan agar kita selalu bermuhasabah diri dan beristighfar kepada Allah SWT. Tak hanya itu, Kiai Hasan juga mengingatkan kembali pola pendidikan kesalehan yang diberikan Nabi Ibrahim as kepada anak keturunannya.
Al-Ustadz Vindi Husnul Khuluq menjadi khotib dalam rangkaian shalat Idul Adha berjama’ah di PMDG.
Sebelum shalat dimulai, para santri terlebih dahulu mengikuti kegiatan takbiran keliling di sekitar desa Gontor. Mereka berkumpul sejak pukul 05.00 pagi di zona masing-masing, lalu berjalan bersama mengelilingi area pondok sambil melantunkan takbir. Kegiatan ini dikawal oleh Bagian Keamanan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Staf Pengasuhan Santri.
Selain shalat Idul Adha berjamaah, PMDG juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban di sekitar Gedung Yaqdzoh. Kambing dan sapi kurban diproses di lokasi tersebut, mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga penimbangan. Daging hewan kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak.
Beberapa masyarakat dan wali santri mengikuti shalat Idul Adha dari depan Masjid Jami’ PMDG.
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memperingati malam Hari Raya Idul Adha 1446 H dengan penuh khidmat pada Kamis, (5/6) Ribuan santri dan guru memadati Gedung Olahraga (GOR) PMDG sejak pukul 19.45 WIB untuk mengikuti pertemuan wajib bersama Pimpinan PMDG.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Fawwaz Ahmad Zarkasyi menyampaikan pidato bertema nikmat yang sering diabaikan manusia. “Nikmat yang paling banyak disia-siakan manusia adalah kesehatan dan waktu,” ungkap beliau.
Guru senior PMDG itu juga menekankan pentingnya bersedekah. Menurutnya, sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk tenaga dan usaha. “Sedekah yang paling besar pahalanya adalah ketika seseorang masih sehat dan masih mengharapkan menjadi kaya.” Beliau menegaskan bahwa sedekah yang dilakukan dalam masa sulit memiliki nilai lebih di hadapan Allah.
Sementara itu, salah satu Pimpinan PMDG, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., turut menyampaikan sambutan mengenai makna qurban. “Kita harus mempunyai jiwa sedekah, jiwa menolong, dan jiwa berkorban,” pesannya di hadapan seluruh santri.
Adapun pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban di seluruh kampus PMDG se-Indonesia akan dilaksanakan pada Jumat, (6/6). Tahun ini, total hewan qurban yang terkumpul sebanyak 431 ekor kambing, 244 ekor sapi, dan 4 ekor kerbau.