Home Blog Page 394

Kiai Hasan Hadiri Acara Bekasi ‘Islamic Fair’ dan Rapat Dewan Nazir PP. Darunnajah

0

BEKASI–Pada hari Ahad, 11 Desember 2016, K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara Pembukaan Bekasi Islamic Fair. Acara yang diselenggarakan oleh IKPM Cabang Bekasi di Islamic Centre K.H. Noer Ali Bekasi ini, bertepatan dengan hari pertama liburan santri PMDG. Untuk itu, santri asal Bekasi, dan beberapa wali yang menjemputnya pun turut ikut berkumpul demi mendengarkan tausiyah dari Kiai Hasan. Selain itu, beberapa alumni Gontor, baik lama maupun baru, juga terlihat sibuk sebagai panitia pelaksana acara ini.

Dalam pidatonya, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan betapa beruntungnya mereka yang merasakan kehidupan di pesantren. Di tengah-tengah kondisi NKRI yang begitu memprihatinkan ini, keadaan di mana sosok pemimpin tak lagi mampu menjadi teladan, namun para santri masih bisa menghirup udara segar pesantren. Begitu juga para wali santri, meski tidak secara langsung terlibat di dunia pesantren, melainkan putra-putri mereka yang menjadi wasilah ini semua.

Di samping itu, beliau juga menekankan makna syuhada’. Syuhada’ adalah pahlawan, namun pahlawan belum tentu syuhada’. Itulah ajaran agama Islam, yang harus terus kita junjung tinggi. Al-Islamu ya’lu wa laa yu’laa ‘alaihi.

Di hari berikutnya, Senin (12/12), beliau menghadiri acara Rapat Dewan Nazir di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta. Turut hadir pula dalam acara itu K.H. Shofwan Manaf selaku tuan rumah, Prof. Dr. Habib Chirzin, K.H. Mad Roja, dan beberapa Kiai lainnya.

Pada hari Selasa (13/12), beliau melanjutkan perjalanan ke Semarang, yakni untuk mengikuti acara Rihlah dan Wisata bersama seluruh guru senior PMDG. b.Dasasta

Kyai Syamsul: Beginilah Gontor Mendidik Santri untuk Menjadi Guru

0

Gontor-Setelah menjalani liburan pertengahan tahun Gontor dengan segala kegiatannya kembali berjalan normal. Namun menurut madzhab Gontor setiap kegiatan harus diawali dengan pengarahan. Begitupun yang dijalani oleh ALAC (Afternoon Lesson Advisory Council) sebagai pemegang kontrol pelajaran sore dan PUSDAC (Public Speaking and Discussion Advisory Council). Hari Rabu (21/12) diadakan pengarahan untuk pengajar pelajaran sore dan pengawas latihan pidato. Diisi langsung oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag.,Pimpinan PMDG. Juga dihadiri oleh seluruh Siswa Kelas Akhir dan para asatidz yang mendapat jadwal mengajar dalam pelajaran sore.

Sebelum memulai pengarahan, beliau bertanya kepada seluruh kelas 6, “Siapa yang belum pernah mengajar pelajaran sore?”. Sebagian kelas 6 mengangkat tangan. lalu kyai Syamsul melanjutkan bahwa kelas 6 harus sudah pernah mengajar pelajaran sore, karena beginilah Gontor mendidik santrinya untuk bisa mengajar dan menjadi guru/ustadz.

Beliau juga mengisahkan Ustadz Shoiman. “Dulu Ustadz Shoiman Lukmanul Hakim kurang memahami pelajaran Fiqh, tapi setelah mendapatkan jadwal mengajar Fiqh akhirnya bisa, bahkan menjadi Master of Teaching” terang beliau. Mengajar di Gontor tidak hanya memindahkan ilmu dari buku kepada murid. Tapi lebih daripada itu, mengajar harus bisa memahamkan murid dan membuat murid bisa menjelaskan kembali apa yang telah dipelajarinya.

Pengarahan ini dimulai pukul 20.15 WIB, setelah pengarahan dari Pimpinan dilanjutkan dengan pembacaan peraturan dalam mengajar dan juga pembagian jadwal bagi pengajar dari kelas 1 sampai kelas 4. Acara berjalan lancar dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. AaRum

Pembacaan peraturan dan tata tertib pengajar pelajaran sore
Pembacaan peraturan dan tata tertib pengajar pelajaran sore

Kiai Hasan Hadiri Resepsi Kesyukuran 64 Tahun Ponpes Al-Amien Prenduan

0

SUMENEP – K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Senin (11/14) lalu, menghadiri Resepsi Kesyukuran 64 tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura. Selain Kiai Hasan, acara tersebut juga dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, perwakilan lembaga negara, masyarakat, dan para santri.

Acara diawali dengan laporan kegiatan Kesyukuran 64 tahun PP Al-Amien yang disampaikan oleh Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. Setelah beberapa sambutan para tamu undangan, Kiai Hasan menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Kiai Hasan menegaskan bahwa pesantren merupakan yang terdepan dalam menjaga kesatuan NKRI dan membela empat pilar negara. Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren adalah benteng paling strategis dalam melawan kekejaman PKI dan para antek-anteknya.

Meski diguyur hujan deras, namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para hadirin dalam menyimak setiap sambutan yang disampaikan.binhadjid

Pimpinan Pondok Hadiri Walimah Ustadz Sujiat

0

Gresik-Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor hadiri pernikahan Ustadz Sujiat. Bertempat di kediaman mempelai putri, tepatnya di Perumahan Sidorukun Indah, Jln. Madura No. 8 Gresik. Akad nikah diadakan di Masjid setempat pada hari Ahad (4/12) pukul 10.00 WIB. Rombongan Gontor berangkat sehari sebelum acara. Kyai Syamsul berangkat pukul 13.00 WIB hari Sabtu (3/12), begitu juga kyai Hasan berangkat pukul 16.00 WIB, dan Kyai Syukri belum bisa hadir karena kondisi kesehatan beliau. Semuanya transit di hotel Sapta Nawa, Gresik.

K.H. Hasan Abdullah Sahal hadir sebagai yang menikahkan ke

Kedua Mempelai berpose setelah akad
Kedua Mempelai berpose setelah akad

dua mempelai. Setelah akad nikah langsung diadakan walimah sederhana di halaman rumah istri beliau. Hadir pada acara ini juga rektor Universitas Darussalam Gontor (Unida Gontor) Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan beberapa dosen Unida Gontor lainnya. Ustadz Sujiat meminang wanita bernama lengkap Kafilatul Imfiyah. Istri beliau ini sudah memiliki 2 orang anak dan tinggal di Gresik. Setelah menikah semuanya akan tinggal di kampus Unida Gontor. Acara selesai tepat pukul 11.45 WIB, seluruh hadirin mulai pamit dan meniggalkan tempat walimah. AaRum

Gontor Putri Kampus 3: Pembukaan Akhir Tahun Ajaran 1437-1438 H

0

           Hangatnya senyuman para guru dan santriwati gontor putri kampus 3, mengiringi cerahnya pagi  dihari Senin, (19/12). Dengan seragam biru putih, santriwati mewarnai lapangan yang bertempat didepan Auditorium. Setelah sepuluh hari lamanya gontor melepas santriwati untuk liburan, maka pada kesempatan kali ini “Jihad” kembali dimulai.

Bapak Wakil Direktur KMI sedang berpidato dalam upacara pembukaan akhir tahun ajaran 1437-1438 H
Bapak Wakil Direktur KMI sedang berpidato dalam upacara pembukaan akhir tahun ajaran 1437-1438 H

Upacara pembukaan akhir tahun ajaran 1437-1438 H, di buka oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz. Aris Helmi Hulaimi, S.Th. I beliau menyampaikan “ kenapa harus berdisiplin? Untuk mendidik metal keguruan, karena kita adalah Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah. Dan barangsiapa yang mengikuti disiplin dengan baik maka ia mempunyai mental yang baik pula.”  lalu dilanjutkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI  Al-Ustadz Muhammad Abdullah Bajuri Lc, beliau memaparkan bahwa ” libuan bukan berarti istirahat, hanya tidur saja. Tetapi diadakannya liburan ialah untuk membangkitkan Niat baru atau gairah kesemangatan belajar, Tajdidunniyah atau tajdidu-l-himmah. Dan bentuk istirahat bukan tidur, tetapi pergantian dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.”

             Motivasi kuat dan semangat menyentuh para santriwati untuk memulai  kegiatan pondok. Menyadarkan kembali “ke pondok apa yang kau cari?” lalu, apakah sudah didapatkan?, apakah sudah maksimal dan optimal?. Maka, dari sinilah cara membangkitkan gairah kesemangatan berdisiplin dan belajar santri. Dengan harapan, Semoga setiap diri santriwati dapat sadar akan kekurangannya dalam segi belajar ataupun berdisiplin di awal tahun, dan bertekad untuk menjadi lebih baik. Sampai mengerjakan segala hal dengan maksimalisasi dan optimalisasi, bekerja keras, berfikir keras, berdo’a keras dan bersabar keras. Tadzkiratul aulia

Armada Kapal Kita Siap Berlayar Kembali

0

KAMPUS 2 – Pagi hari ini di bawah cahaya matahari kita dipertemukan kembali oleh Allah di tempat ini, di tempat perjuangan untuk memperoleh totalitas kehidupan

Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru Semester 2
Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru Semester 2

berbangsa, bernegara, dan beragama. (20/12) Telah terlaksana upacara pembukaan tahun ajaran baru semester 2 di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2.

Upacara ini guna untuk mendisiplinkan semua penghuni pondok dalam kehadirannya setelah berlibur selama 10 hari. Dan juga guna untuk memperbaharui niat kita yakni, ke Gontor apa yang kau cari? Alhamdulillah upacara ini terlaksana dengan baik.

Upacara tersebut dibuka resmi oleh bapak wakil pengasuh Gontor kampus 2, Al-Ustadz H. M. Hudaya, Lc. M.Ag dengan memberikan pidato mengenai totalitas kehidupan kita di pondok dengan segala kegiatan yang dinamis dalam menuntut ilmu dengan memperbaharui niat kita di pondok ini. Serta beliau juga membakar semangat kami, santri-santri beserta para asatidz untuk tahun ajaran baru semester 2 ini. Berikut merupakan kutipan pidato beliau;

“3 kunci yang penting untuk keberhasilan dan kelancaran melaksanakan program pondok adalah;

  1. Khusyu` = menghadirkan pikiran, hati, perasaan untuk Allah. Arti khusyu` adalah jiddi, diqqoh, itqon, ikhlas.
  2. Optimis = menciptakan cita-cita dan harapan yang harus terlaksana, supaya menjadi dinamika kehidupan. Kalau kita tidak memiliki pergerakan, maka tidak memiliki harapan dalam hidupnya.
  3. Disiplin = semua kegiatan, aturan yang tanpa disiplin, tidak akan berguna dan hanya akan sia-sia.”

“Kapal kita akan mulai berlayar kembali setelah berlabuh selama 10 hari untuk membawa perbekalan kita nanti dalam berlayar. Dentuman lonceng ini sama seperti peluit atau bel kapal yang menandakan bahwasanya kapal akan siap berlayar. Yang berlayar hanya kita, orang tua dan sanak saudara hanya cukup melambaikan tangan dari pelabuhan dan mendoakan kita semua. Pelaut yang handal tidak akan terlahir dengan ombak yang tenang. Maka, bersiaplah, keep fighting! Takbir! Allahu akbar!” fianmahdy

Saat Menteri Agama Bermain Basket

0

Selama rentetan kegiatan Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah usai beberapa waktu lalu, ada beberapa hal unik yang rasanya sayang jika tidak disajikan dalam sebuah tulisan. Dari kunjungan Wakil Presiden dan Presiden ke Gontor, ribuan alumni yang memadati Pondok selama reuni, pentas Darussalam All Star Show yang membahana, hingga ramainya Gontor oleh santri Pondok Alumni saat Porseni. Dari itu semua, ada satu kejadian unik satu hari sebelum Reuni Akbar Alumni Gontor yang digelar pada 3 September 2016.

Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.

Adalah Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, alumni Gontor tahun 1983, menyempatkan diri untuk bermain basket bersama kawan-kawan seangkatan melawan Pormada (Persatuan Olahraga Mahasiswa Darussalam) Cabang Basket. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Menteri Agama, tanpa perlu dikawal dan diistimewakan seperti layaknya seorang menteri, bermain santai dan berbaur di antara para alumni seangkatannya.

Dibanding kawan-kawan seangkatan, Ustadz Lukman Hakim justru yang paling menonjol dalam kemampuan bermain basket. Beliau cukup piawai dalam melakukan drible, shot, passing, steal, dan intercept. Sehingga kubu lawan, yakni Pormada, cukup kesulitan dalam mengawal beliau. Meski demikian, Pormada tetap saja berhasil mengalahkan tim Ustadz Lukman Hakim dengan skor cukup telak.

Berpose bersama tim Pormada Gontor.
Berpose bersama tim Pormada Gontor.

Walaupun kunjungan beliau selama reuni di Gontor cukup singkat, namun sekiranya dapat mengobati rasa kangen beliau terhadap almamaternya dan kawan-kawan satu angkatan. binhadjid

Setengah Perjalanan Lagi Untuk Menjadi Survival Generation

0
Suasana Ujian Siswa Akhir KMI


KAMPUS 2
– 12 Rabi`ul Awal merupakan tanggal bersejarah dimana Nabi Allah yang sempurna akhlak nya, Nabi Muhammad SAW terlahir di dunia ini. Begitu pula dengan Survival Generation merupakan hari bersejarah bagi mereka, dimana mereka memulai peperangan dalam menuntut ilmu, yaitu ujian tulis akhir KMI 691. Modal mereka dalam peperangan tersebut hanya dengan menggunakan buku-buku pelajaran, buku-buku catatan dan pena.

Siswa-siswa akhir KMI tidak lupa dengan pesan para pimpinan pondok, yaitu:

KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA.

“Belajar keras, bekerja keras, berdoa keras.”

KH. Hasan Abdullah Sahal

“Utamakan belajar, belajar dan belajar. Sehingga pulang dengan membawa prestasi yang baik dan bisa menjadi contoh teladan bagi kader-kader yang lain.”

KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag

“Peliharalah ilmu yang ada padamu dengan mengamalkannya, agar jangan hilang. Ilmu yang anda amalkan itu akan menjaga dirimu sebagaimana benteng.”

Pesan-pesan tersebut dijadikan semangat untuk mereka dalam menghadapi ujian tersebut.

Ujian ini merupakan ujian akhir siswa KMI untuk gelombang pertama di liburan awal semester. Materi-materi yang diujikan adalah materi dari kelas 1-6 (Kasyful Mu’jam, Faroidh, Tarikh Islam, Al-Adyan, Imla, Biologi, Sosiologi, Kimia, dan Berhitung) ujian ini diadakan untuk menolak ukur pemahaman santri dalam masa belajar nya selama beberapa tahun ini.

Dimulai pada tanggal 12 – 17 Rabi`ul Awal 1438 hijriyah yang bertepatan dengan tanggal (12-17/12) tahun 2016 yang terlaksana dengan baik dan lancar.

Alhamdulillah, perjalanan Survival Generation sudah mencapai setengah perjalanan untuk menjadi alumni yang baik akhlaknya, jiwanya dan mentalnya serta bisa mempertahankan syiar-syiar Islam di muka bumi ini, lii`laai-l-kalimaati-l-llaahi. fianmahdy

 

Ujian Gelombang Pertama: Tetap Ujian Meski yang Lain Liburan

0

GONTOR–Meski seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tengah menjalani liburan Pertengahan Tahun, segenap siswa akhir KMI justru sibuk menghadapi ujian. Ujian yang berlangsung mulai Senin hingga Sabtu (11-16/12) ini, merupakan ujian gelombang pertama yang diadakan secara rutin setiap tahun.

Pelajaran yang diujikan pun terbatas, lebih sedikit dibanding ujian gelombang kedua. Hal ini melihat akan sempitnya waktu yang ada. Pelajaran tersebut meliputi Kasyful Mu’jam, Faroidh, Tarikh Islam, Al-Adyan, Imla, Biologi, Sosiologi, Kimia, dan Berhitung.

Bukan hanya santri, ratusan gurupun turut dilibatkan dalam ujian ini. Di antara mereka ada yang menjadi pengawas, nomerator, pembaca Imla dan Dictation, serta sebagai panitia. Bahkan, Bapak Pimpinan dan Direktur KMI-pun terus mengontrol berlangsungnya kegiatan ini, agar dapat selalu berjalan seperti yang diharapkan.

Di samping itu, para pembimbing siswa akhir Survival Generation mendirikan kantin darurat yang menyiapkan aneka macam makanan ringan selama 24 jam. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan untuk siswa, agar mereka dapat belajar dengan baik dan pol-polan hingga tengah malam. b.Dasasta

Peringatan 90 Tahun PMDG: Panitia Telan Dana sebesar 7,7 Miliar

0

GONTOR–Selesai sudah pelaksanaan semua agenda Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Tepat pada hari Jum’at (3/11), secara resmi Bapak Pimpinan PMDG menutup kepanitiaan yang telah dibentuk sejak bulan April 2015 silam. Betapa besar kepanitiaan kali ini. Terbukti dari laporan keuangan yang dibacakan oleh Bagian Bendahara, bahwa anggaran yang terserap untuk semua divisi adalah sebesar 7,7 miliar.

Besarnya nominal tersebut sebanding dengan betapa banyaknya kesyukuran yang dirasakan oleh Gontor. Bahwa pada usianya yang ke-90 tahun ini, Gontor masih tetap eksis sebagai lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang tetap netral, dan tidak memihak kepada satu golongan, ormas, madzhab, tarekat, serta tetap tidak berpartai politik. Semoga, keistiqamahan ini dapat terus berlanjut hingga masa yang akan datang.

Untuk itu, sesuai arahan dari Bapak Pimpinan PMDG, tema peringatan-pun juga menekankan tentang estafet nilai-nilai perjuangan. Baik untuk segenap kader pondok, maupun kepada seluruh keluarga besarnya. Agar kelak, tatkala kiai wafat, Gontor tidak lantas berhenti dan mati.

Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., sebagai ketua panitia, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Pimpinan, yang telah memberi kesempatan untuk berkecimpung di dalam kepanitiaan ini. Juga kepada seluruh panitia, atas pengorbanannya selama ini demi menjalankan tugas di masing-masing divisi/bagian.

Selain itu, guru senior yang juga merupakan Ketua PP-IKPM tersebut menyampaikan beberapa kegiatan yang tidak terlaksana, seperti: Dialog Agama bersama Dr. Zakir Naik, Pelatihan Da’i dan Imam bersama Syeikh Abdurrahman As-Sudais, dan Dialog bersama Dato Siti Nurhaliza (diganti dengan seminar bersama Dr. Marissa Haqque. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik waktu maupun biaya.

Di akhir laporannya, beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, jika selama kepanitiaan yang dipimpinnya terdapat beberapa kekurangan. Sebagai harapan, semoga kepanitiaan selanjutnya dapat bekerja dengan lebih baik lagi. b.Dasasta