Home Blog Page 429

Tiga Belas Anggota Badan Wakaf Hadiri Silatnas Forum Pesantren Alumni

0

TANGERANG – Sebanyak 13 orang Anggota Badan Wakaf, termasuk diantaranya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, turut menghadiri Pembukaan Silaturahim Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor, Sabtu (23/1) malam, di Hotel Siti, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, hanya Prof. Dr. KH. Dien Syamsuddin dan KH. Rusydi Bey Fananie yang tidak hadir dari jajaran Anggota Badan Wakaf PM Darussalam Gontor.

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Pesantren Alumni ini diikuti oleh 283 orang Pimpinan/Kiai Pesantren Alumni Gontor. Forum Pesantren Alumni tersebut kini diketuai oleh Dr. KH. Zulkifli Muhadli, adapun acara Silatnas tersebut diketuai oleh KH. Shofwan Manaf.

Pembukaan acara yang dimulai pada 20.00 WIB tersebut, diawali dengan sambutan Dr. KH. Zulkifli Muhadli selaku ketua FPA, dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Yusuf Mansur, Gubernur Banten Rano Karno, serta diakhiri dengan doa dari KH. Syamsul Hadi Abdan. Adapun Kiai Hasan, pada kesempatan tersebut juga memberikan sambutan di tengah acara diskusi panel yang diselenggarakan usai pembukaan Silatnas.binhadjid

Bumikan Jurnalistik di PMDG, ITQAN Gelar Seminar Jurnalistik dan Bedah Buku Kemi 3

0

DARUSSALAM –  Demi memperkenalkan dan membumikan jurnalistik di kalangan santri santri PMDG Pusat, ITQAN Group, salah satu instansi penerbit majalah santri menyelenggarakan seminar jurnalistik dan bedah buku Kemi 3 yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (PMDG). Seminar tersebut mendatangkan seorang novelis, Ma’mun Affany, yang mana salah satu novelnya sudah diangkat ke layar lebar; Kehormatan Di Balik Kerudung, kemudian seorang Public Speaker Nasional, Heppy Chandrayana, dan penulis serial novel Kemi, Dr. Adian Husaini.

Seminar dimulai pada Jum’at (22/1) pagi, dengan sesi pertamanya mengenai public speaking yang dibawakan oleh Ustadz Heppy Chandrayana. Sesi kedua dilangsungkan pada siangnya, yaitu tentang jurnalistik yang disampaikan oleh Ustadz Ma’mun Affany. Adapun sesi ketiga dilaksanakan pada Sabtu (23/1) siang dengan acara bedah buku novel Kemi 3 yang dipaparkan oleh penulisnya langsung, Dr. Adian Husaini. Semua narasumber yang diundang merupakan alumni dan anshar PMDG: Ustadz Heppy Chandrayana adalah alumni tahun 2001, Ustadz Ma’mun Affany adalah alumni 2005, dan Dr. Adian Husaini adalah dosen pasca sarjana di Universitas Darussalam (Unida) Gontor. irba

K.H. Hasan Abdullah Sahal, Resmikan Latansa Gontor

0

GONTOR – Guna meningkatkan perkembangan ekonomi proteksi, Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan unit usaha Latansa Gontor. Unit usaha yang terletak di jalan Sultan Agung No.21, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo resmi dibuka pada hari Rabu (16/12). Unit usaha ini baru selesai dalam tahap pembangunan gedung baru.

Turut hadir dalam acara ini Pimpinan PMDG, Ketua-ketua Lembaga PMDG, Guru-guru senior. Bahkan juga mengundang Bapak Camat Ponorogo dan beserta segenap karyawan Latansa Gontor. Unit Usaha ini bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan, akan tetapi untuk sarana dakwah bahwasanya pondok pesantren bisa hidup mandiri,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutanya.

Unit usaha ini dialokasikan dalam 1 gedung yang terdiri dari 3 lantai. Lantai 1; ada 3 unit usaha, diantaranya; Latansa Toko Peralatan Olah Raga (Sport Shop), dan Latansa Apotik. Lantai 2; Latansa Buku, dan Lantai 3; Ruangan untuk staf dan karyawan.

Unit usaha ini menunjukkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa hidup mandiri dalam mengembangkan pondok. Dan ini juga salah satu Panca Jiwa pondok yang telah ditanamkan oleh trimurti. Aflah19

Selamat Belajar, Anak-anakku!

0

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Disiplin, menurut bahasa berarti peraturan yang ditaati. Berdisiplin berarti menaati peraturan. Yang tidak menaati peraturan berarti tidak berdisiplin.
Manusia akan dihormati dan dihargai karena dia berdisiplin. Pondok ini berdisiplin, oleh karenanya, pondok kita ini dihargai dan dihormati. Disiplin pondok ini bukan hanya disiplin berlajar. Namun segala disiplin yang ada di pondok ini, tidak lain adalah untuk membentuk alumninya menjadi mundzirul qaum. Tidak hanya menjadi orang yang pintar, benar, dan baik, tapi juga menjadi orang yang berguna. Banyak orang yang tidak faham dengan beberapa disiplin pondok, karena dikiranya, pondok ini hanya untuk belajar.
Ingatlah anak-anakku sekalian! Kalian berada di pondok ini adalah untuk dididik menjadi pendidik. Bila kalian nanti menjadi seorang pedagang, jadilah pedagang yang tidak hanya sekedar kaya, tetapi pedagang yang baik, benar, dan berguna. Pedagang yang mampu mendidik pedagang-pedagang lainnya, sehingga mereka menjadi pedagang yang baik.
Bila kalian nanti, menjadi karyawan, maka jadilah karyawan yang mampu mendidik karyawan lainnya. Kalau kalian nanti menjadi wakil rakyat, maka jadilah wakil rakyat yang baik. Jadilah wakil rakyat yang bisa mendidik wakil rakyat lainnya. Rusaknya bangsa ini, karena banyak wakil rakyat yang tidak baik. Kalau nanti kamu menjadi presiden, naudzubillah kamu menjadi presiden yang tidak baik. Maka jadilah presiden yang baik! Jadilah presiden yang bisa mendidik rakyat! Jadilah presiden yang bisa mendidik presiden lainnya di dunia ini.
Jangan menjadi orang yang hanya bisa mengajar, tapi jadilah orang yang juga mampu mendidik!
Rindu kami kepada kalian begitu dalam. Begitupun seharusnya, rindu kalian terhadap kami dan pondok ini juga harus dalam. Kamu harus kangen dengan pondok. Kamu harus kangen dengan segala dinamika kegiatan yang ada di pondok. Kamu harus kangen dengan pendidikannya. Kamu harus kangen dengan pengajarannya. Kamu harus kangen dengan ruh keikhlasannya. Kamu harus kangen dengan jiwa perjuangannya. Kamu karus kangen dengan disiplinnya. Majunya pondok, salah satunya karena disiplin. Rusak dan hancurnya pondok karena rusak dan hancurnya disiplin, na’udzubillah. Maka beruntunglah kalian bisa merasakan pendidikan ini. Jangan pernah bosan menjadi seorang santri.
Segala disiplin yang ada di pondok ini, untuk siapa? Segala disiplin yang ada di pondok ini, tidak lain adalah untuk santri sendiri. Insya Allah semua disiplin ini, sudah kita pertimbangkan baik buruknya dengan musyawarah dan kebersamaan. Allah sangat cinta kepada hamba-Nya. Kewajiban shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya adalah wujud cinta Allah kepada umatnya. Semua perintah dan larangan yang ada di Qur’an, bukan untuk Allah, tapi lima yuhyikum. Sampai qisas pun, juga demi kelangsungan hidup manusia.
Wali kelas dan guru sering memanggil kalian. Diajari di depan kamar, dinasihati, diawasi, dievaluasi, dimotivasi, diajak bermain futsal, dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk cinta kasih dan kepedulian wali kelas dan guru kepada kalian. Kita teruskan suasana indah seperti ini.
Biar dunia terbakar, kita!, Gontor!, tetap mendidik! Dunia sekarang ini memaksa kita untuk sibuk mencari hal-hal yang tidak penting. Keadaan dunia memaksa kita untuk menjadi orang yang tidak baik. Jangan sampai harga diri dan akhlak kita terjual dengan harga yang murah. Maka pondok ini memaksa kita untuk menjadi orang baik dengan segala kekuatan yang ada. Lebih baik berbuat, meskipun salah. Daripada tidak berbuat karena takut salah. Berbuatlah!, bergeraklah!, itu semua berbarakah!
Selamat anak-anakku sekalian, kalian telah menjadi santri yang berdisiplin. Selamat belajar anak-anakku, belajarlah dengan sepenuh hati. Kita perjuangkan pondok ini bersama-sama. Jadilah mundzirul qaum!

Disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal pada Pembukaan Tahun Ajaran Semester II. BPPM, Sabtu, 2 Januari 2016

Gontor Berpartisipasi dalam International Scout Camp di Minangkabau

0

TANAH DATARKembali lagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirimkan dan mengikutsertakan beberapa perwakilannya untuk ikut berpatisipasi dalam even keparamukaan Internasional. Kegiatan yang bernama Minangkabau International Scout Camp (MISC) diikuti oleh negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Walaupun jauh di luar pulau Jawa, hal ini tidaklah menjadi penyebab turunnya semangat dan lemahnya santri-santri dalam mengikuti berbagai acara disana.

Kegiatan MISC ini berlangsung selama enam hari, 23–28 Desember 2015 yang dipenuhi dengan acara beraroma kepramukaan. Peserta berjumlah 1.773 orang, terdiri dari 1.423 orang peserta dalam negeri, 132 orang peserta dari luar negeri, dan 350 orang panitia.

Ikut hadir dalam penutupan acara tersebut ialah Pejabat Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Bapak Sudirman Gani yang selanjutnya menutup secara resmi kegiatan ini.

“Jambore pramuka internasional ini selain sebagai ajang promosi wisata, juga untuk meningkatkan hubungan silaturahim sesama pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga,” ungkapnya saat menutup acara di Istana Basa Pagaruyung.

Ia menyebut, Minangkabau International Scout Camp ini digelar atas prakarsa alumni pesantren Gontor yang bekerjasama dengan Pemprov Sumbar dan Pemkab Tanah Datar.

Di samping itu, Ketua Kwarcab Pramuka Tanah Datar, Aulizul Syuib berharap kepada seluruh peserta perkemahan untuk senantiasa memiliki kepribadian iman yang kuat, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, budaya disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

“Karena itu, niatkan dalam diri masing-masing bahwa santri pondok pesantren anti narkoba, anti kekerasan, anti tawuran, dan anti perbuatan maksiat,” ingatnya.

Ia menambahkan, Kwarcab Tanah Datar bertekad untuk tetap konsen dalam membangun kepribadian generasi muda terutama melalui kegiatan perkemahan pramuka seperti ini. biibmufassir

Gedung Madani, Kantor Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor

0

GONTOR–Rapat koordinasi sekretaris Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor pada Rabu (6/1) menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan di kantor baru di Gedung Madani. Gedung yang terletak di sebelah utara Masjid Jami’ Gontor tersebut resmi difungsikan setelah instruksi Bapak Pimpinan kepada panitia untuk segera menempatinya.

Sebelumnya, gedung dua lantai tersebut adalah gudang yang dimanfaatkan oleh staf Pengasuhan Santri untuk menyimpan perlengkapan sound system. Hal ini menyebabkan terjadinya beberapa kerusakan pada bagian pintu, jendela, dan lantai. Namun, dalam kurun waktu satu bulan, panitia yang bekerja sama dengan Bagian Pembangunan telah berhasil merenovasi semuanya. Dan sekarang, gedung tersebut sudah menjadi sebuah kantor yang bagus dan indah.

Dalam pembagian kepanitiaannya, Gedung Madani dibagi menjadi dua. Pertama, adalah lantai atas, yang akan dioptimalkan untuk kantor panitia dari jajaran santri. Dan kedua, tiga ruangan di lantai bawah yang saat ini telah digunakan oleh panitia dari guru. Ruangan pertama, sebelah timur, berfungsi untuk ruang kerja. Di dalamnya terdapat lima komputer lengkap dengan segala perangkatnya, serta beberapa kebutuhan dasar untuk sebuah kepanitiaan.

Adapun ruangan tengah, digunakan untuk ruang tamu. Mengingat akan seringnya panitia dalam berurusan dengan tamu, tokoh, pejabat, dsb. Dan ruangan terakhir, terletak di pojok barat, berguna untuk ruang istirahat. Ruang istirahat yang sengaja disiapkan untuk panitia harian agar dapat fokus dalam bekerja dalam kepanitiaan ini. B. Dasasta

Muhammad Assad “Notes from Qatar” Sampaikan Seminar di Gontor

0

GONTOR – Ahad (10/1/2016) lalu, Muhammad Assad, Penulis buku Best Seller “Notes from Qatar”, menyampaikan seminar di hadapan 600 orang santri Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara yang diselenggarakan oleh Warta Mingguan Darussalam Pos tersebut digelar dalam Balai Pertemuan Pondok Modern.

Acara tersebut merupakan rentetan dari Kursus Pers dan Jurnalistik yang diawali pada Sabtu (9/1), dengan pembicara Imam Ratrioso, motivator sekaligus psikolog yang merupakan alumni Gontor. Adapun setelah Assad berbicara pada Ahad, Iskandar Zulkarnain, Pendiri Kompasiana, menyampaikan seminar di hadapan seluruh peserta dengan materi jurnalistik dan blog.

Muhammad Assad sendiri dalam seminarnya menyampaikan banyak motivasi kepada seluruh santri agar selalu mengejar impian mereka dengan memperhitungkannya dari sekarang. Para peserta yang terdiri dari santri, guru, dan mahasiswa Unida pun tampak sangat antusias mendengarkan setiap kata yang dilontarkan Assad.binhadjid

Ujian Siswa Akhir KMI 2016 Gelombang Pertama Berjalan Lancar

0

GONTOR – Ujian Siswa Akhir KMI Gelombang I yang diselenggarakan sejak Kamis (24/12/2015) hingga Selasa (28/12) berjalan lancar. Seluruh Siswa Akhir KMI yang berjumlah 792 orang, serius mengikuti rentetang ujian tulis tersebut sejak awal hingga akhir.

Dalam ujian ini, seluruh Siswa Akhir KMI ditempatkan di Balai Pertemuan Pondok Modern dan Gedung Olah Raga. Setiap harinya, mengujikan dua hingga tiga materi, dengan jumlah keseluruhan 14 materi. Diantara materi-materi tersebut; Faraid, Al-Qur’an, Kimia, Kasyful Mu’jam, Berhitung, Biologi, dan 7 materi lainnya. Seluruh materi tersebut tidak diajarkan di Kelas 6, namun diajarkan saat mereka menduduki bangku Kelas 1 hingga Kelas 5.

Pengawas ujian ini berasal dari guru-guru KMI tahun kelima, keenam, dan ketujuh. Seluruh pengawas ini terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama mengawas pada Kamis dan Sabtu. Sedangkan gelombang kedua, mengawas sejak Ahad hingga Selasa.binhadjid

 

 

Anggota Badan Wakaf PMDG Hadiri Pernikahan Putri K.H. Dawam Soleh

0

LAMONGAN–Sabtu, (26/12) dua minggu yang lalu, Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H. Akrim Mariyat, K.H. Masyhudi Subari, K.H. Aziz Asyhuri, K.H. Dien Syamsuddin dan K.H. Hidayat Nur Wahid hadiri pernikahan putri K.H. Dawam Soleh, salah seorang anggota Badan Wakaf PMDG. Acara pernikahan ini diselenggarakan di kediaman mempelai putri, di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lamongan.

Dalam kesempatan ini, K.H. Hidayat Nur Wahid diminta oleh wali dari mempelai putri untuk memberikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan, kemudian dilanjutakan oleh K.H. Dien Syamsuddin untuk menyampaikan Khutbah Nikah, dan diakhiri dengan sambutan K.H. Hasan Abdullah Sahal.

“Niatkan apa yang kalian lakukan saat ini adalah untuk ibadah! dan kalian harus tahu! kenapa kalian harus menikah?.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya. ikami86

Fakultas Syari’ah lombakan Peradilan Semu

0

Siman- untuk meningkatkan mutu mahasiswa Fakultas Syari’ah, UNIDA Gontor mengadakan peradilan semu. Acara ini berupa rentetan kegiatan simulasi. Dari mulai workshop, penulisan skenario, pengadaan bukti-bukti, sampai praktek peradilan yang dikompetisikan. Acara ini terbilang baru karena pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013 di kampus Siman. Diikuti oleh prodi PMH (Perbandingan Madzhab dan Hukum) dan HES (Hukum Ekonomi Syari’ah), masing-masing prodi menyumbang 3 kelompok, terdiri dari 9-12 mahasiswa.

Dimulai dengan acara Pengarahan Kompetisi Peradilan Semu oleh Dosen Martha Eri Safira, S.H. M.Hum . Jum’at (8/1) pagi sampai pukul 10.00 WIB. Setelah shalat Jum’at, dilanjutkan dengan melihat langsung contoh peradilan semu yang diperagakan oleh Mahasiswa STAIN Ponorogo. Lalu mulailah kompetisi Peradilan Semu yang ditunggu-tunggu ini pada pukul 14.30 WIB. Uniknya, sidang yang berjumlah bisa sampai sembilan sidang itu hanya diberi waktu 1 jam. Jadi, bagaimana mahasiswa bisa membuat perkara yang unik, layak dibahas, berbobot tanpa melebihi waktu yang ditentukan.

Materi yang diangkat bervariasi, ada yang mengangkat masalah perceraian, masalah wan prestasi akad ijarah, sengketa hak asuh anak, pelanggaran HAKI, juga ada yang paling menarik tentang sengketa perebutan tanah wakaf. Kompetisi ini berakhir pukul 21.00 WIB. Pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada malam itu juga, tepat pukul 21.30  WIB seluruh peserta lomba memenuhi CIOS Hall yang menjadi tempat penutupan lomba Peradilan Semu tersebut.

Kelompok 2 HES berpose setelah praktek peradilan semu

Pengumuman pemenang sebagai berikut: Pemenang ketiga diraih oleh kelompok 2 PMH dengan nilai 260. Juara 2 diraih oleh kelompok 2 HES dengan jumlah nilai 274, lalu juara 1 diraih oleh kelompok 1 HES yang menang tipis dari sebelumnya dengan nilai 277. Pada penutupan ini juga diumumkan Hakim ketua terbaik, saksi terbaik, penggugat terbaik, tergugat terbaik, dan dokumen terbaik. Aa_Rum